15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 1)

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 1)

Jasa Presentasi – Desain, bukan hanya dilakukan untuk mempercantik visual sebuah konten, tetapi juga untuk mempermudah konten tersebut dipahami. Tidak terkecuali dengan desain infografik. Infografik diciptakan untuk menjadi media yang digunakan untuk menjelaskan konten dalam bentuk visual dengan cara yang menarik serta mudah dan cepat untuk dipahami.

Meski begitu, masih banyak orang yang membuat infografik tanpa memperhatikan kemudahannya untuk dipahami dengan cepat oleh audiens. Akibatnya, tujuan dibuatnya infografik menjadi tidak terpenuhi serta pesan dan informasi di dalamnya tidak dapat sampai kepada audiens.

“Waduh! Sia-sia dong udah keluarin effort buat bikin infografik, tapi gagal bikin orang paham dan malah bikin mereka makin bingung.”

Nah agar hal ini tidak terjadi pada infografikmu, pelajarilah kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan ketika mendesain infografik, sehingga kamu bisa menghindarinya dan tidak melakukan kesalahan yang sama.

  1. Visualisasi Data yang Kurang Tepat

Mengintepretasikan data ke dalam bentuk desain merupakan hal yang mudah tetapi sulit. Pasalnya meski desain yang dipilih sudah tepat, kita masih harus membuatnya menjadi konten yang mudah dipahami oleh audiens. Jika salah dalam penerapan desain pada data, bisa bisa pesan yang ingin disampaikan malah salah diintepretasikan oleh audiens.

Misalnya, jika terdapat sebuah data angka yang menunjukkan perkembangan penjualan sebuah perusahaan, akan lebih tepat jika kita mengubahnya menjadi diagram garis dibandingkan dengan diagram batang, karena dengan begitu akan lebih terlihat fluktuasi yang menunjukkan naik/turunnya penjualan tersebut.

Solusi : Pelajari kembali data yang akan disertakan dalam infografik. Pelajari juga panduan untuk mendesain chart dan grafik dengan tepat, kemudian periksa kembali untuk melihat apakah ada yang masih perlu ditambahkan atau dikurangi dalam desain tersebut sehingga dapat meningkatkan pemahaman audiens mengenai konten yang disajikan.

  1. Terlalu Panjang

Infografik merupakan salah satu media yang dibuat untuk menarik minat serta memudahkan audiens dalam menyerap serta memahami data dan informasi. Meski tidak ada ketentuan baku mengenai panjang sebuah infografik, tapi siapa sih yang akan tertarik membaca seluruh konten infografik yang panjangnya tidak berkesudahan? Selain membosankan, menjejalkan terlalu banyak konten dalam satu infografik juga berpotensi untuk cepat dilupakan oleh audiens.

Meski begitu, tidak dilarang kok jika kamu ingin membuat infografik yang sangat panjang, namun usahakan agar kontennya tidak terlalu berat dan tidak terlalu banyak (terutama konten berupa teks). Contohnya seperti infografik dari Joe Chernov dan Ripetungi yang berjudul “Shark Attack.” Infografik tersebut sangat panjang, namun kontennya berisi pesan yang tidak perlu diartikan.

Solusi : Jika kamu memiliki banyak konten yang perlu disajikan dalam infografik, namun akan membuat infografik tersebut terlalu panjang dan membosankan jika disajikan secara sekaligus, maka pertimbangkanlah untuk memecahnya menjadi beberapa seri infografik. Misalnya membaginya menjadi 2 atau 3 part.

  1. Visual yang Kacau

Terdapat sebuah aturan dalam desain yang disebut dengan “white space”, yaitu aturan untuk memberikan sedikit ruang dalam tampilan desain. Artinya, ketika membuat desain, kita dianjurkan untuk tidak memenuhi paper desain dengan konten atau ornamen lain serta dianjurkan untuk memberi sedikit ruang kosong sehingga paper desain tidak terkesan sesak dan kacau.

Nah meski sudah banyak yang tahu mengenai aturan white space ini, namun belum semua menaatinya. Bahkan dengan alasan “ekonomis” banyak desainer yang “memanfaatkan” seluruh ruang dan menjejalkan seluruh kontennya dalam satu halaman infografik. Biasanya yang menjadi pelaku utama paper desain infografik adalah konten tabel yang tidak terlalu penting, drop shadow,  desain 3D, atau terlalu banyak ilustrasi dan ornament lain yang kurang relevan dan tidak terlalu penting. Akibatnya, konten utama atau poin penting yang harusnya diingat dan dipahami audiens menjadi tidak tersampaikan.

Solusi : Hindari terlalu banyak menyertakan konten dalam satu halaman infografik, baik konten berupa materi infografik maupun konten berupa ornamen atau hiasan. Pastikan agar isi infografik tidak terlalu penuh dan terdapat beberapa ruang kosong. Selain membuatnya terlihat rapi, juga akan memudahkan audiens untuk menyerap dan memahami konten di dalamnya.

  1. Tidak Konsisten

Meski sepele, konsistensi merupakan hal yang penting. Jika kita memiliki sebuah merek dan sering membuat infografik untuk kepentingan merek tersebut, kita perlu membuat desain yang konsisten satu sama lain, mulai dari desain logo, presentasi, infografik, atau desain grafis lainnya. Mengapa hal ini penting? Karena desain yang konsisten dengan gaya khas sebuah merek, secara tidak langsung akan menunjukkan identitas merek tersebut. Jika desain dibuat dengan tidak konsisten, desain tersebut akan terkesan berasal dari merek yang berbeda-beda dan terkesan kurang professional. Salah satu identitas merek yang paling mudah dikenali adalah warna. Oleh karena itu, buatlah warna desain dengan menyesuaikan warna sebuah merek.

Solusi : Sebelum memulai membuat desain, buatlah panduan style (style guideline) yang kuat dan mudah dipahami untuk merekmu terlebih dahulu. Buat guideline tersebut secara detail dengan guideline untuk masing-masing desain, seperti desain logo, presentasi, dan infografik.

  1. Penggunaan Tipografi yang Berlebihan dan Tidak Konsisten

Tipografi, jika diterapkan dengan tepat dan benar bisa memberikan kesan clean dan rapi serta menarik dalam sebuah desain. Tetapi diterapkan dengan tidak tepat, justru akan memberikan kesan messy dan kurang menarik. Misalnya dengan menyertakan terlalu banyak jenis font, mengatur ukuran font yang tidak konsisten satu sama lain, atau ketebalan teks yang tidak teratur.

Solusi : Batasi jumlah font yang akan digunakan dalam mendesain infografik. Misalnya dengan menggunakan satu atau dua font family. Kamu bisa menyertakan guideline untuk font juga pada style guideline merekmu. Pertahankanlah style yang konsisten.

 

Sumber : Column Five


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *