15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 2)

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 2)

Jasa Presentasi – Selain visualisasi data yang kurang tepat, desain yang terlalu panjang, visual yang kacau, tidak konsisten, dan tipografi yang berlebihan serta tidak konsisten, terdapat beberapa kesalahan lain yang umum dilakukan oleh desainer infografik. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

6. Susunan yang Tidak Jelas

Karena infografik tidak seperti presentasi yang halamannya dapat diubah, susunan infografik harus dibuat dengan jelas, sehingga audiens tidak kebingungan serta dapat membaca dan memahaminya dengan mudah. Namun karena banyak desainer infografik yang hanya fokus pada desain visual, oleh karena itu, terkadang susunan konten di dalam infografik menjadi tidak tersusun dengan rapi dan jelas. Akibatnya pesan spesifik yang ingin disampaikan dalam infografik tidak dapat diterima audiens.

Solusi : Sebelum menerapkan desain pada paper infografik, buatlah kerangka atau sketch-nya terlebih dahulu. Susun konten supaya tidak hanya indah tetapi juga mudah dipahami.

7. Penggunaan Warna yang Berlebihan

Dalam desain, penggunaan warna yang tepat dapat menambah daya tarik sebuah konten. Namun masih banyak orang yang kurang paham dalam menerapkan warna pada desainnya. Akibatnya, hasil desainnya tersebut menjadi terkesan norak dan malah membuatnya terlihat kurang menarik.

“Banyak orang yang masih salah dalam menerjemahkan “eye-catching” dan “menonjol” dalam desain. Mereka menganggap bahwa desain yang eye catching adalah desain dengan penggunaan warna yang colorful dan mencolok.”

Solusi : Warna itu memiliki bahasanya sendiri. Seperi merah yang menandakan keberanian, putih yang menandakan kesucian, hitam menandakan maskulinitas, dan lain-lain. Oleh karena itu, jika tidak ada ketentuan warna yang harus dipatuhi, kita bisa menggunakan warna yang relevan dengan konten infografik. Gunakan 1 atau 2 warna dominan, ditambah 2-3 aksen warna. Hindari penggunaan warna neon yang terlalu mencolok.

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 2)

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 2)

8. Copy Paste Konten

Tujuan utama membuat infografik adalah untuk membuat konten dengan visual yang menarik dan mudah dipahami. Namun jika konten yang disertakan terlalu padat dan terlalu banyak, tujuan tersebut tidak akan tercapai, karena infografik menjadi tidak efektif dan membosankan.

Solusi : Agar penyampaian infografik menjadi efektif dan tidak membosankan serta menarik, periksa kembali dan eliminasi konten-konten yang tidak terlalu penting. Kurangi pemakaian teks yang terlalu padat. Atau jika konten memang harus tetap disertakan, ubah konten berupa teks menjadi bentuk visual, seperti gambar, chart, grafik, ikon, dan lain-lain.

9. Ilustrasi yang Berlebihan

Ilustrasi memang dapat membuat infografik menjadi lebih menarik. Ilustrasi dengan tema yang bagus dan tepat dapat membuat cerita menjadi lebih hidup dan konsep infografik menjadi lebih jelas. Namun jika terlalu banyak menyertakan ilustrasi atau menyertakan ilustrasi secara berlebihan, ini juga tidak baik untuk visual infografikmu. Misalnya, memberikan ilustrasi pada background, kemudian di atasnya juga terdapat konten ilustrasi lainnya.

Solusi : Untuk meningkatkan desain melalui ilustrasi, pilih elemen tertentu saja yang akan dibuat lebih menonjol dan hidup. Jangan menonjolkan semua hal karena semua hal tersebut justru tidak akan ada yang menonjol.

10. Tema Desain yang Tidak Relevan

Terkadang ada orang yang senang terhadap suatu tema, ia kemudian menggunakannya secara berulang-ulang, tidak peduli dengan konten yang akan dibahas di dalamnya. Jika sudah begini, beberapa audiens mungkin akan menganggapnya menarik, tetapi beberapa lainnya akan mengernyitkan dahi, terheran-heran karena tema desain yang tidak sesuai dengan konten yang sedang dibahas.

Solusi : Desain seharusnya dibuat untuk sebagai pendukung visual sebuah konten atau cerita. Oleh karena itu, sebaiknya ketika memilih sebuah tema, sesuaikan juga dengan konten yang akan dibahas. Tetapi bisa juga tema membuat tema desain yang tidak sesuai dengan konten, tetapi masih berkaitan dengan konten tersebut. Contohnya seperti yang dilakukan oleh Marketo dalam infografiknya yang berjudul “How to Create Bite-Sized Content,” ia mennggunakan tema makanan (snack), karena kata bite-sized dalam judulnya merupakan kalimat yang biasa digunakan dalam konten makanan.

 

Sumber : Column Five


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *