15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 3)

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 3)

Jasa Presentasi – Melanjutkan artikel yang lalu, berikut disajikan beberapa kesalahan dalam desain infografik lainnya yang bisa membantu kita dalam membuat infografik yang tidak hanya menarik, tetapi juga mudah dipahami.

11. Penggunaan Ikon yang Kurang Tepat

Selain gambar dan ilustrasi, ikon juga dapat membantu meningkatkan visual infografik. Namun ikon juga bisa membuat infografik menjadi membingungkan jika tidak diterapkan dengan tepat. Misalnya dengan menerapkan ikon yang terlalu simple atau tidak relevan dengan konten yang kompleks. Atau menggunakan ikon terlalu banyak juga dapat berdampak negatif baik pada output desain atau pemahaman audiens pada konten di dalamnya.

Solusi : Meski ikon dapat membuat sebuah konten menjadi lebih menarik, namun tidak semua konten dapat didukung atau diubah dengan ikon. Oleh karena itu, pertimbangkanlah penggunaan ikon pada suatu konten. Gunakan juga style ilustrasi yang konsisten. Hindari menggunakan desain 2D dan 3D atau bentuk lainnya yang berbeda dalam satu infografik.

12. Format/Resolusi yang Salah

Teknologi dan desain, merupakan dua hal yang saling berkaitan. Jika kita ingin mengikuti perkembangan desain, kita juga mau tidak mau harus mengikuti perkembangan teknologi. Contohnya, saat ini desain tidak hanya dibutuhkan untuk offline saja tetapi juga online, sehingga kita harus benar-benar mempelajari platform yang akan digunakan untuk “memamerkan” desain kita.

Misalnya jika ingin memposting karya kita di Instagram, kita mendesain dengan menyesuaikan fitur pada Instagram. Atau jika desain akan dicetak, kita juga harus tahu berapa dimensi dan resolusi hasil desain agar hasilnya bagus ketika dicetak.

Namun pada kenyataannya, masih ada desainer yang kurang memperhatikan detail ini, sehingga output desain menjadi kurang menarik.

Solusi : Periksa kembali spesifikasi desain secara detail sebanyak 2 atau 3 kali sebelum mulai mengerjakan, seperti ukuran paper, ukuran font, resolusi output, dan lain-lain. Ketahui secara detail mengenai output yang diinginkan, sehingga ketika infografik ditampilkan, pengguna atau audiens tertarik dan mudah memahami konten di dalamnya.

13. Berlebihan

Semua hal yang berlebihan itu tidak baik, begitu juga dalam desain. Namun masih banyak orang yang terlalu berlebihan dalam desainnya. Padahal hal ini dapat berakibat pada hasil desain yang justru terkesan “norak” dan mungkin malah membuat audiens semakin pusing dengan konten di dalamnya. Misalnya dengan menyertakan terlalu banyak konten dalam sebuah table atau chart, padahal konten intinya bisa diwakilkan hanya dengan beberapa hal saja.

Solusi : Carilah kesempatan untuk memeriksa kembali konten dalam infografik. Saring dan ringkas kembali konten dalam infografik, serta eliminasi konten yang tidak terlalu penting.

14. Kurang Memperhatikan Hal Detail

Banyak orang yang menganggap hal detail tidak terlalu penting. Padahal hal-hal kecil tersebut bisa mempengaruhi kualitas visual dalam infografik. Misalnya mengenai rata teks (alignment), style ilustrasi, spasi, atau pengaturan lain-lain yang butuh perhatian secara detail.

Solusi : Buatlah ceklis berisi daftar mengenai hal-hal detail seperti spasi, alignment, konsistensi ukuran gambar atau ikon, sebelum infografik tersebut dirilis ke publik.

15. Menggunakan Template yang Sama Berulang-ulang

Template memang memudahkan dan mempercepat pekerjaan kita dalam mendesain infografik. Namun bukan berarti kita dapat menggunakan template yang sama secara berulang-ulang untuk konten dengan topik yang berbeda. Sebenarnya tidak masalah jika ingin menggunakan template yang sama, asalkan template tersebut sesuai untuk diterapkan pada konten dalam infografik. Atau jika tidak, template dapat diubah dengan menyesuaikan konten.

Meski begitu, terlalu sering menggunakan template yang sama untuk berbagai tema infografik dapat membunuh kreatifitas dan tidak akan membuat kita berkembang.

Solusi : Menggunakan template yang sama memang tidak dilarang, namun sebagai desainer, kita dituntut untuk kreatif, sehingga diharapkan output desain tidak selalu terpaku pada satu template. Untuk itu, kita dapat menambahkan unsur desain lain, misalnya dengan menyertakan unsur motion dalam infografik.

Contohnya seperti infografik yang dibuat oleh Column Five yang berjudul “7 Ways to Hack a Drought

 

Sumber : Column Five


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *