30 Tips Presentasi yang Dapat Kamu Pelajari dari TED Talks (Part 3)

Jasa Presentasi – Presenter merupakan sumber informasi. Oleh karena itu, seorang presenter harus dapat dipercaya dan dapat menyampaikan pesan dalam presentasi dengan baik. Presentasi yang baik dapat dilihat dari berbagai sudut, salah satunya adalah dari sisi audiens. Sebuah presentasi dikatakan baik dan berhasil jika audiens memahami apa yang disampaikan dan mengingatnya setelah presentasi selesai. Untuk itu, audiens perlu tertarik untuk memperhatikan presentasi.

Berikut beberapa tips presentasi lainnya dari para pembicara di TED Talks yang dapat membantumu menyajikan presentasi dengan lebih baik.

 

  1. Gerakkan tangan ketika menjelaskan

Gestur, termasuk gerak tangan, dapat membuat audiens lebih percaya kepada presenter dan memudahkan mereka dalam memahami topik yang sedang dijelaskan. Menurut Vanessa Van Edward dalam tulisannya yang berjudul 5 Secret of a Successful TED Talk, pembicara TED yang menggunakan lebih banyak gerak tangan memiliki lebih banyak penonton (di video yang diupload TED) dibandingkan mereka yang tidak banyak menggerakkan tangan mereka.

 

  1. Pertahankan perhatian audiens dengan memberikan hal yang mengejutkan

Kamu mungkin sudah mengetahui cara melakukan pembukaan presentasi yang menarik perhatian audiens dan hal ini berhasil dilakukan, namun sayangnya tidak dapat bertahan lama. Apa yang akan kamu lakukan ketika hal ini terjadi pada presentasimu? Terdapat sebuah tips yang dapat kamu pelajari dari para pembicara TED untuk mempertahankan perhatian audiens, yaitu dengan memberikan pernyataan atau pertanyaan yang mencengangkan atau mengejutkan. Hal ini mengaktifkan rasa penasaran audiens akan penjelasan atau alasan di balik pernyataan tadi, sehingga mereka tertarik untuk mendengarkan. Setelah menjelaskan, berikanlah kesimpulan yang berlawanan dengan apa yang diperkirakan oleh audiens. Kamu dapat juga menyertakan humor untuk menghidupkan suasana.

 

  1. Berhenti sejenak selama 10 detik

Salah satu cara untuk menyita perhatian audiens adalah dengan berhenti sejenak di tengah-tengah penyampaian presentasimu. Berhentilah sejenak selama 10 detik dan tatap mata audiens selama waktu tersebut. Audiens yang bahkan sedang tidak memperhatikan atau sedang mengerjakan hal lain, akan menghentikan kegiatannya dan mengalihkan perhatian mereka ke arah presenter.

 

  1. Gunakan kata yang kuat

Presentasi yang hebat adalah presentasi yang dapat menarik perhatian audiens secara emosional. Salah satu hal yang dapat menarik perhatian audiens secara emosional adalah dengan menggunakan kata-kata. Kamu harus memilih kata yang dapat memberi gambaran secara tegas dan kuat. Misalnya dengan mengganti kata ‘sangat tua’ menjadi ‘kuno’ atau kata ‘sangat bagus’ menjadi ‘sempurna’ dan lain sebagainya.

 

  1. Ceritakan satu hal yang belum diketahui oleh audiens

Temukan hal yang berkaitan dengan topik, yang mungkin belum banyak diketahui oleh orang lain, terutama oleh audiens presentasi. Buat mereka berkata, “Wow!” dengan fakta atau hal yang kamu sampaikan. Buat mereka bersemangat untuk mendengarkan presentasimu lebih lanjut.

 

  1. Jangan membaca slide

Pernahkan kamu melihat pembicara TED yang menjelaskan dengan melihat slide presentasi mereka? Mereka bahkan membuat slide dengan sedikit sekali teks dan hal ini mengharuskan mereka untuk menjelaskan dengan cara mereka sendiri. Hal ini menjadi tips yang ke-18 yang dapat kamu pelajari dari pembicara TED, yaitu jangan membaca slide. Karena ketika kamu menyampaikan presentasi dengan membaca slide, kamu akan kehilangan perhatian audiens dan pada akhirnya audiens tidak memahami serta tidak mengingat presentasi yang kamu sampaikan.

 

Sumber : http://presentationpanda.com/blog/how-to-give-a-great-presentation-ted-talks/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

30 Tips Presentasi yang Dapat Kamu Pelajari dari TED Talks (Part 2)

Jasa Presentasi – Ketika melakukan presentasi, tugasmu tidak hanya menyampaikan apa yang menjadi topik presentasi, tetapi juga memastikan bahwa audiens memahami apa yang kamu sampaikan. Untuk dapat melakukan hal ini, kamu perlu mengetahui tekniknya. Salah satu caranya yaitu dengan mempelajari dan mengambil inspirasi dari pembicara-pembicara atau tokoh-tokoh terkenal yang memiliki keahlian dalam bidang ini.

TED menjadi tempat berkumpulnya para tokoh inspiratif dalam menyampaikan topik presentasinya masing-masing. Meski tidak berkumpul dalam satu waktu, presentasi dari para tokoh terkenal ini menjadi satu dalam website atau channel youtube TED. Terdapat banyak sekali presentasi yang dapat dijadikan inspirasi dan contoh, baik bagi topik presentasi maupun bagi cara berpresentasimu. Berikut beberapa tips yang dapat kamu pelajari dari para pembicara di konferensi TED.

  1. Pastikan chart dan grafik terlihat simple

Kamu mungkin memiliki informasi berupa data yang kompleks yang perlu disajikan dalam presentasi. Namun jika data ini disajikan secara utuh, akan membutuhkan lebih banyak slide yang digunakan dan juga membutuhkan lebih banyak waktu untuk menjelaskannya. Padahal jika kita menjelaskan banyak data, audiens belum tentu memahaminya. Oleh karena itu, kamu perlu menyederhanakannya dengan menyertakan inti atau poin penting dari data tersebut ke dalam presentasi. Hal ini akan memudahkanmu dalam menjelaskan serta memudahkan audiens untuk memahami.

  1. Jangan langsung berbicara

Kebanyakan presenter akan langsung berbicara ketika telah dipersilahkan. Hal ini tidak salah, namun akan lebih baik lagi jika presenter diam sejenak sebelum memulai presentasi. Mengapa? Karena dengan melakukan hal ini, perhatian audiens akan tertuju padamu serta akan membuatmu menjadi lebih percaya diri, mengurangi grogi, dan dapat mengendalikan situasi.

  1. Gunakan transisi yang kontras

Seperti yang telah dijelaskan pada poin nomor 4 pada Part 1, bahwa slide yang baik adalah slide yang memiliki visual dan feel yang konsisten. Namun jangan mengartikan konsistensi dengan membuatnya sama, karena hal ini justru akan membuat slide presentasimu terlihat monoton. Kamu perlu memberikan kontras untuk setiap slide sehingga audiens akan lebih mudah mengingat visual dari suatu konten dalam presentasi. Salah satu yang perlu dibuat kontras adalah transisi. Bagaimana caranya? Yaitu dengan membedakan transisi untuk teks penjelas dan teks yang merupakan poin dalam sebuah slide.

  1. Gunakan gambar yang memberikan arti secara emosional

Pada Part 1 telah dijelaskan bahwa untuk membuat presentasi yang menarik dan mudah dipahami audiens, kamu perlu menyertakan sedikit teks dan memanfaatkan gambar, foto, ikon, simbol, atau visual lainnya untuk menekankan kata kunci dan pesan dari suatu slide. Agar pesan dapat tersampaikan dan mudah diingat audiens, kamu perlu menggunakan gambar yang sesuai dan powerful untuk memancing emosional atau perasaan audiens, misalnya dengan menggunakan gambar/foto lucu, inspiratif, atau sedih.

  1. Curi perhatian audiens dengan memberikan fokus pada bagian utama sebuah gambar

Gambar mungkin akan mencuri perhatian audiens, namun tidak akan membuat audiens tertarik jika gambar yang disajikan tidak dapat menyentuh emosional audiens. Oleh karena itu, jika kamu memutuskan untuk menggunakan gambar atau foto dalam presentasi, kamu perlu menggunakan gambar yang dapat melibatkan emosional audiens. Selain itu, agar pesan dari sebuah gambar dapat lebih mudah diterima dan diingat oleh audiens, kamu perlu memberikan penekanan pada objek utama dari sebuah gambar. Bagaimana caranya? Pertama, kamu dapat memberikan lingkaran atau tanda panah dengan warna yang kontras dari warna dasar gambar. Kedua, kamu dapat memotong objek utama dalam gambar atau foto dan menampilkannya pada slide selanjutnya. Ketiga, kamu dapat membuat objek lain dalam gambar menjadi kabur (blur), sehingga objek utamanya lebih terlihat jelas.

  1. Hindari menggunakan transisi dan animasi secara berlebihan

Terdapat banyak pilihan transisi dan animasi yang disediakan oleh PowerPoint, mulai dari yang sederhana, seperti cover hingga yang kompleks, seperti origami bird. Banyak orang berpendapat bahwa penggunaan transisi yang kompleks akan membuat presentasi semakin menarik. Memang, hal ini akan membuat audiens tersenyum, namun mereka akan kembali menguap ketika slide (tidak termasuk transisi) dan penjelasanmu tidak menarik. Oleh karena itu, pertimbangkanlah transisi yang akan digunakan dengan melihat siapa audiens yang akan dihadapi dan konten apa yang dijelaskan.

 

Sumer : http://presentationpanda.com/blog/how-to-give-a-great-presentation-ted-talks/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

30 Tips Presentasi yang Dapat Kamu Pelajari dari TED Talks (Part 1)

Jasa Presentasi – Ketika berbicara tentang public speaking atau presentasi, kita pasti terpikirkan tentang TED Talks. Mengapa? TED merupakan organisasi non profit yang menggelar sebuah konferensi dengan tokoh-tokoh inspiratif dalam berbagai bidang sebagai pembicaranya. TED mengunggah video-video presentasi tersebut secara online dan gratis. Banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari konferensi TED terutama dari segi konten. Namun tidak hanya itu, teknik dan cara public speaking dari pembicaranya juga dapat dijadikan pelajaran dan menjadi inspirasi bagi public speaker atau presenter lain.

Para pembicara pada konferensi TED memang memiliki cara mereka sendiri dalam menyajikan materi, namun kebanyakan dari mereka tidak hanya memiliki konten yang inspiratif, tetapi cara dan teknik penyampaian mereka juga dapat dijadikan inspirasi. Berikut beberapa tips presentasi yang terinspirasi dari pembicara TED.

  1. Berikan cerita yang menyentuh emosi

Cerita tidak hanya dapat menarik perhatian audiens, tetapi juga dapat menambah daya ingat dan meningkatkan empati. Tony Robbins, seorang pebisnis, advokat multi-level marketing, dan penulis, mengatakan bahwa “informasi tanpa emosi itu tidak dapat dipertahankan.” Artinya, tanpa adanya emosi atau cerita, sebuah informasi tidak ada tahan lama dalam ingatan audiens.

  1. Kenakan dan lakukan hal yang membuatmu merasa “mengagumkan” di atas panggung

Ketika berada di atas panggung, kamu adalah seorang bintang, seseorang yang menjadi pusat perhatian. Banyak orang yang merasa grogi dan kurang percaya diri karena hal ini. Agar kamu lebih percaya diri, kenakanlah pakaian yang membuatmu nyaman, tetapi sopan. Dan untuk menambah kepercayaan diri serta kesan audiens terhadap presentasimu, kamu dapat menggunakan properti, seperti yang dilakukan Pat Flynn, yang mengenakan pakaian dengan tema Back to The Future ketika sedang menyampaikan presentasinya yang berjudul “How to Futureproof Your Brand”.

  1. Tersenyum membuatmu terlihat lebih pandai

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa semakin lama pembicara TED tersenyum, mereka akan dinilai memiliki tingkat intelegensi yang semakin tinggi. Meskipun hal ini tidak selalu benar, namun paling tidak dengan tersenyum, kamu menunjukkan bahwa kamu percaya diri dan dapat dipercaya.

  1. Pastikan slide presentasimu memiliki visual dan feel yang konsisten

Slide yang baik adalah slide yang konsisten, baik dalam hal visual atau feel-nya. Ketika kita melihat presentasi TED, para pembicara TED memiliki slide yang konsisten dalam hal visual dan feel. Konsistensi dalam presentasi membantu audiens untuk fokus pada topik dan konten. Namun perlu diperhatikan juga agar presenter dapat membuat slide yang satu dengan yang lainnya dapat dibedakan, sehingga audiens tidak merasa bingung dan dapat mengingatnya lebih lama.

  1. Buat ceritamu seperti nyata

Ketika menjelaskan sebuah cerita, pastikan untuk membuatnya terasa hidup dengan menjelaskannya secara spesifik dan detail. Gunakan ekspresi wajah dan gestur yang tepat agar cerita semakin hidup.

  1. Gunakan teks yang minimal

Seperti yang telah dibahas pada artikel-artikel sebelumnya, bahwa audiens akan lebih mudah memahami dan mengingat sebuah presentasi jika slide yang disajikan menggunakan sedikit teks dengan ukuran font yang besar. Selain itu, dengan melakukan hal ini, audiens tidak perlu membagi perhatian mereka untuk mendengarkan penjelasanmu atau membaca isi slide presentasimu. Dan agar slide tidak terlalu kosong, kamu dapat juga memanfaatkan gambar, ikon, simbol, atau visual lainnya untuk menekankan pesan dalam suatu slide.

 

Sumber : http://presentationpanda.com/blog/how-to-give-a-great-presentation-ted-talks/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Singkat dan Berkesan, 3 Format Presentasi Ini Patut Dicoba untuk Presentasimu Selanjutnya

Jasa Presentasi – Slide presentasi merupakan pendukung presentasi secara visual. Presenter yang menggunakan slide presentasi memiliki kelebihan dibandingkan mereka yang tidak memakai slide presentasi, terlebih jika presenter tidak memiliki bakat untuk “menghibur” orang lain. Karena slide presentasi merupakan pendukung atau visualisasi dari apa yang disampaikan, jangan sampai hal ini malah mengganggu presentasi. Oleh karena itu, buatlah slide dengan ringkas, mudah dipahami, dan berkesan. Bagaimana caranya? Format presentasi berikut ini dapat menjadi acuan untuk kamu yang ingin membuat presentasi dengan singkat namun berkesan.

  1. Kawasaki (10/20/30)

Format Kawasaki memiliki prinsip 10/20/30 dalam membuat presentasi. Artinya, sebuah presentasi meliputi 10 slide yang dipresentasikan selama 20 menit menggunakan font yang tidak lebih kecil dari 30 point. Melakukan presentasi menggunakan 10 slide dianggap jumlah yang ideal, karena kebanyakan orang hanya dapat mengingat tidak lebih dari 10 konsep yang berbeda sekaligus.

  1. Pecha Kucha (20/20)

Pecha Kucha memiliki format presentasi yang meliputi 20 slide yang dijelaskan selama 20 detik untuk masing-masing slide. Isi slide presentasinya berupa gambar dan perpindahan dari satu slide ke slide selanjutnya diatur secara otomatis (waktunya diatur selama 20 detik untuk satu slide). Format presentasi Pecha Kucha membuat presenter fokus pada topik. Format ini didesain untuk presenter yang mengandalkan gambar ketika memasarkan produk atau jasanya melalui presentasi.

  1. Ignite PowerPoint

Ketika kamu akan melakukan presentasi singkat atau presentasi yang mendadak, kamu dapat menggunakan format ini. Pada format presentasi Ignite PowerPoint, kamu diberikan waktu singkat untuk melakukan presentasi yaitu selama 5 menit. Jumlah slide yang disarankan adalah 20 slide. Waktu penyampaian untuk setiap slide adalah 15 detik.

 

Menyajikan slide presentasi yang ringkas bukan berarti pesan dan inti presentasi tidak dapat tersampaikan dan tidak dapat dipahami audiens. Slide presentasi yang singkat justru membantu audiens untuk lebih mudah dalam memahami konten yang dijelaskan dalam presentasi. Untuk itu, manfaatkanlah format-format presentasi di atas untuk menyajikan presentasimu selanjutnya.

 

Sumber : https://24slides.com/blog/3-radical-presentation-formats-that-will-challenge-your-comfort-zone/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

12 Tips Menjadi Pendengar yang Baik (Part 2)

Jasa Presentasi – Seperti yang telah disebutkan pada Part 1, bahwa kemampuan yang dimiliki seorang presenter bukan hanya kemampuan berbicara di depan publik, tetapi juga kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik. Hal ini didukung dengan sebuah quote yang bunyinya sebagai berikut.

“There is only one rule for being a good talker – learn to listen”

Quote di atas menunjukkan bahwa terdapat satu syarat untuk menjadi pembicara yang baik, yaitu belajar untuk mendengarkan. Namun mendengarkan tidak hanya sekedar mendengarkan, tidak hanya sekedar untuk memberikan jawaban, tetapi mendengarkan dilakukan untuk memahami apa yang lawan bicaramu ungkapkan.

7. Berikan tanggapan terbuka

Memberikan tanggapan yang baik agar percakapan tetap berlanjut dan menunjukkan bahwa kamu tertarik dan mendengarkan dengan baik adalah dengan tidak hanya memberikan jawaban pasif seperti “ya” atau “tidak”. Kamu perlu melanjutkan jawaban tersebut dengan memberikan penjelasan atau melontarkan pertanyaan lainnya.

8. Ulangi pertanyaan sebelum menjawabnya

Untuk memastikan bahwa maksud pertanyaan yang diberikan sama dengan apa yang kamu pahami, ulangi kembali pertanyaan sebelum menjawabnya. Selain untuk memastikan maksud pertanyaan, hal ini dilakukan untuk menunjukkan ketertarikan atau memberikan ringkasan atas pertanyaan yang diberikan. Oleh karena itu, kamu perlu menjadi pendengar yang baik agar dapat memahami apa yang diungkapkan lawan bicara.

9. Ingat detail yang paling penting

Menunjukkan bahwa kamu dapat mengulang nama, tanggal, atau kejadian tertentu yang diungkapkan lawan bicaramu dapat menunjukkan bahwa kamu mendengarkan mereka dengan aktif. Catatlah jika perlu.

10. Hindari sikap defensif

Sikap defensif merupakan kesalahan yang umum dilakukan oleh banyak presenter atau banyak orang pada umunya ketika audiens memberikan pertanyaan yang tidak sesuai dengan topik, atau ketika presenter diberi kritik atau merasa diserang. Luangkan waktu untuk menenangkan diri dan mempertimbangkannya sebelum memberikan tanggapan. Dengarkan mereka dengan seksama agar kamu dapat memberikan jawaban yang tepat dan tidak melukai hati mereka.

11. Berpikiran terbuka

Ketika sedang mendengarkan orang lain berbicara, kamu perlu mengesampingkan praduga, pendapat negatif atau kepercayaan. Berpikirlah terbuka agar apa yang dikatakan oleh orang lain dapat diterima dan dipahami dengan baik dan positif. Hindari membuat asumsi mengenai orang lain sebelum mengetahui mereka dengan baik.

12. Lakukan follow up

Hal ini mungkin dapat dilakukan jika kamu bertemu kembali dengan lawan bicaramu di lain waktu. Atau ketika kamu memberikan saran atau jawaban yang dapat dipraktekkan secara langsung. Atau jika kamu mengenal lawan bicaramu secara pribadi, kamu dapat menghubungi mereka, misalnya melalui sms, pesan di media sosial atau telepon.

 

Kita diberi dua telinga dan hanya satu mulut untuk sebuah alasan, yaitu untuk lebih banyak mendengar dibandingkan berbicara. Namun bukan berarti menjadi presenter atau pembicara merupakan hal yang buruk. Menjadi pendengar yang baik tidak hanya membuatmu menjadi presenter yang lebih baik, tetapi juga mengembangkan pemahamanmu dan memungkinkanmu untuk melihat dunia yang lebih luas dari mata orang lain.

 

Sumber : https://24slides.com/blog/12-tips-listen-better/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

12 Tips Menjadi Pendengar yang Baik (Part 1)

Jasa Presentasi – Ketika berbicara mengenai skill yang harus dimiliki oleh seorang presenter, kemampuan public speaking merupakan hal pertama yang disebutkan. Namun sesungguhnya, terdapat kemampuan lain yang tidak kalah penting dari kemampuan berbicara di depan publik, yaitu kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik. Mengapa hal ini diperlukan oleh presenter?

Sebenarnya kemampuan ini tidak hanya harus dimiliki oleh presenter, tetapi juga harus dimiliki oleh setiap orang. Bagi presenter, kemampuan menjadi pendengar yang baik akan berguna dan dapat membantu dalam menghadapi pertanyaan dengan baik. Untuk itu, berikut disajikan beberapa tips dari 24Slides agar kamu dapat menjadi presenter yang tidak hanya dapat menyampaikan dengan baik, tetapi juga dapat menjadi pendengar yang baik sehingga dapat memberikan jawaban dengan baik dan solutif.

  1. Mendengarkan untuk memahami

Mendengar memang mudah, namun memahami apa yang kamu dengar tidak semudah yang dibayangkan. Namun justru inilah indikasi utama yang menunjukkan pendengar yang baik. Ketika kamu mampu menjadi pendengar yang baik, kamu akan lebih mudah dalam menjawab pertanyaan yang diajukan lawan bicara.

  1. Berempati

Empati berarti mencoba memakai sepatu orang lain, namun tidak membuat mereka merasa dikasihani. Agar kamu dapat menjadi pendengar yang baik, tumbuhkanlah rasa empati, cobalah untuk mendengarkan secara seksama dan pahami apa yang mereka katakan, kemudian berikan tanggapan yang sesuai.

  1. Responsif

Ketika lawan bicara atau audiens sedang berbicara, berikanlah respon berupa tanggapan positif atas apa yang sedang mereka sampaikan. Misalnya dengan melakukan eye contact secara langsung, menganggukkan kepala, memposisikan tubuh menghadap lawan bicara atau audiens yang sedang berbicara, atau gerak lainnya yang menunjukkan bahwa kamu benar-benar mendengarkan. Respon juga dapat dilakukan dengan memberikan jawaban singkat, seperti “ya” atau “benar”. Namun perlu diingat untuk tidak terlalu berlebihan dalam memberikan respon, karena bukannya dianggap positif, hal ini akan dianggap negatif karena dapat mengganggu.

  1. Hindari terlalu banyak menginterupsi

Lawan bicaramu mungkin memberikan pertanyaan atau tanggapan yang kurang sesuai dengan topik yang sedang dibahas dan kamu ingin memberikan koreksi di tengah penyampaian mereka. Hal ini boleh saja dilakukan, namun jangan terlalu sering memberikan interupsi, karena selain menganggu, hal ini juga dapat memberikan penilaian negatif dan menurunkan kredibilitasmu. Oleh karena itu, biarkan mereka menyelesaikan seluruh penyampaiannya terlebih dahulu, baru kamu berikan tanggapan.

  1. Perhatikan bahasa non verbal

Terkadang, bahasa non verbal memberikan petunjuk mengenai sebuah poin dari apa yang mereka sampaikan. Oleh karena itu, ketika lawan bicara atau audiens sedang berbicara, perhatikan juga gerak tubuh dan ekspresi mereka, sehingga akan lebih mudah dalam memahami apa yang lawan bicaramu sampaikan, karena memungkinkanmu untuk terhubung dengan mereka secara lebih efektif.

  1. Hindari menjawab sebelum lawan bicara selesai

Respon diberikan dengan tindakan-tindakan yang tidak mengharuskan orang berhenti berbicara. Oleh karena itu, memberikan respon tidak dilarang dan malah dianjurkan. Namun perlu dihindari jika kamu memberikan respon berupa jawaban yang dilakukan ketika lawan bicara masih menjelaskan. Oleh karenanya, pastikan lawan bicaramu selesai menjelaskan sebelum menjawab atau memberikan tanggapan.

 

Sumber : https://24slides.com/blog/12-tips-listen-better/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Mempresentasikan Data. Apa Saja yang Harus Dipersiapkan?

Jasa Presentasi – Terdapat istilah yang mengatakan bahwa angka tidak dapat berbohong. Karena istilah inilah banyak orang yang bingung ketika harus mempresentasikan data berupa angka. Kebingungan ini dikarenakan banyaknya data yang harus dijelaskan, namun waktu yang dimiliki terbatas.

Untuk membantu mempresentasikan data secara efektif, berikut 5 pertanyaan yang harus dijawab sebelum menyusun data yang akan disertakan dalam presentasi.

  1. Seleksi Data

Beberapa orang menyertakan banyak data karena ingin terlihat kredibel dan profesional, namun beberapa orang lainnya menyertakan banyak data karena merasa bahwa semua data yang dimilikinya penting untuk disampaikan dalam presentasi. Padahal, terlalu banyak menyertakan data akan menyita banyak waktu untuk menjelaskan dan audiens belum tentu memahami dan mengingatnya. Untuk itu, pilihlah beberapa data yang paling penting dan yang mencakup inti presentasi. Jika merasa bahwa semua data penting, simpan data yang tidak disertakan dalam presentasi untuk menjawab pertanyaan atau untuk dijelaskan ketika kamu memiliki sisa waktu.

  1. Alat untuk Menyajikan Data

Ini merupakan yang penting namun sering diabaikan. Padahal ini merupakan kunci keberhasilan untuk membuat audiens memahami konten presentasi. Mempresentasikan data tidak harus selalu melalui tabel, kamu dapat mengubahnya menjadi bentuk yang lebih menarik dan lebih mudah dipahami, misalnya dengan mengubahnya menjadi list, grafik, chart, diagram, atau yang lainnya. Dengan mengubahnya menjadi bentuk lain, kamu secara tidak langsung menyeleksi data yang penting dan yang tidak terlalu penting.

  1. Desain atau Visual

Setelah mengubahnya menjadi bentuk yang lebih mudah dipahami, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana untuk membuatnya lebih menarik? Jawaban pertanyaan ini berkaitan dengan visual dan aestetik. Desain visual biasanya berkaitan dengan preferensi secara personal, namun perlu diperhatikan bahwa pemilihan warna dan bentuk desain (2D atau 3D) harus sesuai dan konsisten dengan tema. Perhatikan juga agar desain yang diterapkan tidak menganggu atau tidak mengurangi pemahaman audiens mengenai konten tersebut.

  1. Penyampaian Data

Meski data telah memiliki bentuk yang lebih menarik, beberapa audiens mungkin belum tentu memahaminya. Oleh karena itu, kamu perlu mempersiapkan diri dengan melakukan latihan untuk menjelaskan data dengan efektif dan mudah dipahami. Hindari penjelasan yang terlalu terpaku pada slide. Berlatihlah untuk menjelaskan data dengan singkat namun mudah dipahami.

  1. Kesimpulan Data

Presentasi, data dan keputusanmu menjadi tidak berguna ketika audiens meninggalkan ruangan presentasi dengan kebingungan mengenai poin dari seluruh data yang kamu sajikan. Untuk itu, kamu perlu menjelaskannya secara tersurat kepada audiens, misalnya dengan memberikan kesimpulan. Jelaskan keterkaitan antara data yang satu dengan data lainnya, antara data angka dan informasi berupa teks.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

4 Gaya Presentasi dari Para Presenter Terkenal

Jasa Presentasi – Meraih kesuksesan dalam presentasi merupakan keinginan bagi semua presenter. Namun terkadang, terdapat hambatan yang menyebabkan mereka tidak berhasil dalam menyampaikan pesan presentasi ke audiens, misalnya menggunakan metode yang kurang tepat dalam menyampaikan presentasi atau kurang komunikatif dalam penyampaian. Agar kamu tidak menjadi salah satu presenter yang gagal dalam presentasi, berikut ini disajikan beberapa gaya presentasi yang dilakukan oleh tokoh-tokoh terkenal, yang dapat menjadi contoh dan solusi untuk menentukan gaya apa yang harus diterapkan dalam presentasimu selanjutnya.

Visual Style

Steve Jobs merupakan salah satu tokoh terkenal yang memiliki gaya presentasi dengan visual. Presenter yang memiliki gaya presentasi ini akan menggunakan lebih banyak gambar dibandingkan teks, bahkan bisa jadi ia tidak menggunakan teks sama sekali. Gaya presentasi ini bisa dilakukan juga oleh kamu yang memiliki sedikit waktu untuk melakukan persiapan atau melakukan presentasi itu sendiri.

Free Form Style

Sir Ken Robinson merupakan salah satu presenter TED yang video presentasinya paling banyak dilihat. Ia menyampaikan presentasi tanpa slide atau naskah, akan tetapi ia mengetahui bagaimana menyampaikan presentasi dengan menarik dan mudah dipahami. Ia menggunakan humor dan cerita untuk menjelaskan poin yang ingin disampaikan. Kamu dapat mencontoh cara Sir Ken Robinson ketika kamu diharuskan menyampaikan presentasi tanpa persiapan atau secara mendadak.

Instruktur/Coach Style

Al Gore, mantan wakil presiden Amerika Serikat ini merupakan salah satu contoh tokoh yang sering menggunakan gaya instruktur dalam menyampaikan presentasi. Gaya ini dapat digunakan ketika kamu akan menyampaikan konten yang kompleks. Jika di diterapkan dengan tepat dan dibantu oleh visual yang mendukung, gaya presentasi ini dapat sangat persuasif. Cobalah untuk menyeimbangkan fokus antara materi dan audiens.

Storyteller Style

Salah satu cara untuk meraih kesuksesan presentasi adalah terhubung dengan audiens. Dan salah satu cara agar audiens terhubung dengan presenter adalah dengan menyertakan cerita. Audiens akan tertarik dan lebih mudah memahami apa yang disampaikan dalam presentasi ketika disampaikan dengan menyertakan cerita. Jill Bolte Taylor adalah salah satu tokoh terkenal yang menerapkan gaya presentasi ini. Ia dapat menyampaikan presentasi menggunakan kata-kata yang kuat dan emosional.

 

Empat gaya presentasi di atas merupakan sebagian kecil gaya presentasi yang ada di dunia. Namun, gaya presentasi di atas dapat memberikan inspirasi atau contoh untuk kamu yang masih bingung menentukan gaya presentasi apa yang akan digunakan pada presentasimu selanjutnya.

 

Sumber : https://24slides.com/blog/6-presentation-styles-famous-presenters/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Pertahankan Perhatian Audiens dengan 3 Metode Presentasi Ini

Jasa Presentasi – Kamu mungkin sudah mengetahui cara melakukan pembukaan yang menarik perhatian audiens presentasimu, tetapi apakah hal itu dapat menjamin bahwa audiens dapat mempertahankan perhatian audiensmu hingga presentasi selesai?

Dikutip dari 24slides.com, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk mempertahankan perhatian audiens dan menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi mereka dalam mendengarkan presentasi.

  1. Metode Godin

Pada metode Godin, presentasi dilakukan dengan menggunakan gambar dalam menyampaikan konsep kepada audiens. Kunci sukses metode ini adalah pemilihan gambar yang tepat dan sesuai, sehingga dapat menggambarkan konsep atau konten dalam presentasi dengan baik. Tujuannya presentasi dengan metode in adalah untuk membuat audiens memahami hubungan antara topik yang dijelaskan dengan gambar yang ditampilkan. Gambar berfungsi untuk membangkitkan perasaan audiens sehingga terhubung dengan presenter. Hal ini memudahkan presenter dalam menjelaskan topik presentasi serta memudahkan audiens memahami apa yang dijelaskan presenter.

  1. Metode Takahashi

Metode Takahashi memanfaatkan ukuran teks. Pada metode ini, presentasi dibuat dengan membuat teks menjadi besar. Karena teks dibuat dengan ukuran yang besar, tentu teks yang disertakan jumlahnya tidak banyak, hanya teks singkat yang mengandung inti atau poin sebuah slide. Kata yang menjadi inti slide dibuat dengan ukuran yang lebih besar dari kata lainnya. Presentasi dengan mertode ini tidak menggunakan gambar atau visual pendukung lainnya, hanya teks. Jika harus menggunakan visual pendukung, ukurannya dibuat lebih kecil dan ringkas.

  1. Metode Lessig

Metode Lessig mengharuskan audiens untuk memahami atau mengingat slide dalam waktu 15 detik. Pendekatan ini membantu audiens untuk fokus pada konten dan mencegah audiens mengalihkan perhatian mereka dari presentasi. Pada metode ini, presenter dapat menggunakan gambar atau teks dalam menjelaskan konten presentasinya, namun idealnya, presenter tidak menggunakan keduanya secara bersama dalam satu slide.

 

Jika kamu ingin membuat presentasimu menarik dan membuat audiens tidak berpaling di tengah-tengah presentasi, metode-metode di atas dapat menjadi referensi.

 

Sumber : https://24slides.com/blog/3-presentation-styles-to-keep-your-audience-entertained/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

4 Kesalahan Ini Membuat Calon Investormu Lari

Jasa Presentasi – Menjabarkan ide bisnis yang ditujukan pada calon investor merupakan salah satu jenis presentasi yang paling menegangkan, karena dapat menentukan masa depan sebuah bisnis. Oleh karenanya, banyak presenter yang merasa grogi dan gugup ketika harus melakukan presentasi di depan investor. Rasa grogi dan gugup yang meliputi presenter justru akan membuatnya semakin banyak membuat kesalahan dalam penyampaiannya.

Tidak peduli seberapa hebat ide sebuah bisnis, jika dijelaskan dengan presentasi yang buruk, maka dapat berakibat buruk pada ide bisnis tersebut. Bagaimana mencegahnya? Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh banyak presenter ketika menyampaikan ide bisnisnya kepada investor.

  1. Perencanaan yang buruk

Perencanaan merupakan langkah awal yang harus ditempuh sebelum seseorang melakukan suatu kegiatan, tidak terkecuali dengan presentasi. Agar presentasi dapat berjalan lancar dan tersusun rapi, seorang presenter harus melakukan perencanaan yang matang, mulai dari outline materi yang akan disampaikan hingga perencanaan slide presentasi dan penyampaian. Perencanaan yang baik dan matang berguna agar presenter dapat menyampaikan presentasi dengan baik, terstruktur, serta menarik, sehingga calon investor akan mudah memahami dan tertarik untuk melakukan investasi. Selain itu, jika perencanaannya saja sudah buruk, tidak menutup kemungkinan bahwa pelaksanaannya pun akan buruk.

  1. Membuat presentasi satu arah

Beberapa orang yang baru berpengalaman dalam melakukan pitch deck cenderung menyampaikan presentasi seperti melakukan monolog dibandingkan diskusi. Hal inilah yang akan membuat audiens atau calon investor bingung dan akhirnya ragu apakah akan melakukan investasi atau tidak. Solusinya, cobalah untuk membuat presentasi seperti sedang melakukan meeting atau diskusi, misalnya dengan mengambil inisiatif untuk bertanya pada investor mengenai pendanaan.

  1. Berusaha terlalu keras untuk memberi kesan yang baik

Kebanyakan orang yang pertama kali melakukan presentasi pitch deck akan berusaha terlihat baik di mata calon investornya. Oleh karenanya, ia akan berusaha keras untuk menonjolkan kelebihan ide bisnisnya dan mengabaikan kelemahan yang mungkin sudah diketahui oleh calon investor. Hal ini justru akan menimbulkan keraguan pada investor, karena penjelasan yang berlebihan tersebut. Untuk itu, tidak menjadi masalah untuk menjelaskan kelemahan bisnismu, asalkan kamu memiliki solusi untuk mencegah atau menanganinya.

  1. Melebih-lebihkan data

Masih berhubungan dengan kesalahan nomer 3 yaitu tentang melebih-lebihkan kebaikan ide bisnismu. Ketika presenter menyajikan data yang tidak realistik atau berlebihan dan mungkin calon investormu mengetahui hal tersebut, akan membuat calon investormu ragu atau bahkan memutuskan untuk tidak melakukan investasi pada bisnismu. Untuk itu, sajikanlah data yang realistik, karena selain terlihat nyata, juga dapat membuat investor lebih mudah memahami bagaimana mereka akan membantu jika mereka memutuskan untuk melakukan investasi.

 

Kesalahan-kesalahan di atas merupakan contoh buruk dari penyampaian ide bisnis kepada investor dan perlu dihindari demi kesuksesan presentasi. Manfaatkan kesalahan-kesalahan tersebut untuk membuat pitch deck yang lebih baik, sehingga dapat menarik investor.

 

Sumber : https://24slides.com/blog/top-4-mistakes-when-pitching-a-business-idea-to-investors/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com