5 Cara Simple Menyertakan Lelucon pada Slide

Jasa Presentasi – Ada banyak cara dalam membuat presentasi yang menarik, misalnya dengan mengatur layout secara modern, melakukan kombinasi font, maupun menambahkan animasi dan transisi pada slide. Selain beberapa cara tersebut, ada cara lain yang bisa membuat presentasi kita menarik dan tidak membosankan, yaitu dengan menyertakan lelucon. Lelucon dalam presentasi bisa disampaikan secara langsung, namun akan lebih menarik jika didukung dengan visual yang relevan. Berikut 5 cara simple yang bisa kita terapkan dalam menyertakan lelucon pada slide.

1. Cuplikan Video atau Film

Presentasi dengan topik yang berat dan durasi yang panjang tentu akan membosankan. Presentasi yang membosankan tidak akan mendapat perhatian dari audiens. Salah satu solusinya adalah dengan menyelipkan video atau cuplikan film yang lucu serta relevan dengan pembahasan. Jika tidak bisa menemukan video atau adegan lucu, kita bisa membuatnya menjadi lucu dengan mengedit beberapa video atau cuplikan film menjadi satu.

2. Gambar yang Relevan dengan Topik Presentasi

Visual akan membuat penyampaian presentasi menjadi lebih mudah diterima dan diingat oleh audiens, begitu juga dengan lelucon. Oleh karena itu, dukunglah leluconmu dengan menyertakan gambar yang relevan dengan pembahasan. Bantuan visual akan membuat leluconmu lebih berdampak dan mengena.

3. Meme

Meme

Bagi generasi kekinian, meme merupakan konten media sosial yang setiap hari dijumpai. Meme biasanya berupa gambar dengan beberapa teks keterangan yang dimaksudkan untuk melucu. Tidak hanya sebagai hiburan di sosial media, meme juga bisa dijadikan konten pelengkap dalam presentasi. Carilah atau buat sendiri meme yang relevan dengan presentasi. Tampilkan meme pada waktu yang tepat, misalnya ketika audiens mulai bosan atau setelah pembahasan topik yang berat.

4. Akronim Lucu

Silly Acronym

Ketika ditanya tentang warna-warna pelangi, kita pasti akan langsung memikirkan kata MEJIKUHIBINIU bukan? Kata tersebut memudahkan kita untuk menghafal warna-warna pada pelangi. Mempersingkat kata merupakan cara praktis dan mudah dalam menghafal beberapa kata sekaligus. Hal ini bisa kita terapkan dalam presentasi. Untuk menambahkan dampak sekaligus membuat audiens terhibur, buatlah singkatan-singkatan yang lucu. Pastikan kata tersebut tidak menyinggung SARA maupun hal sensitif lainnya.

5. GIF

GIF merupakan singkatan dari Graphic Interchange Format. GIF merupakan salah satu format gambar yang bisa bergerak. Dengan menyertakan GIF dalam presentasi, kita bisa menunjukkan lelucon secara lebih detail melalui visual yang diwakilkan dalam bentuk GIF. Secara tidak langsung, GIF bisa membantu audiens untuk mengusir kebosanan dan membuat mereka untuk lebih tertarik dalam mendengarkan presentasi yang kita sampaikan.

 

Menyertakan lelucon memang bisa membantu mencairkan suasana dalam presentasi serta bisa membuat presentasi menjadi lebih menarik. Meskipun demikian, sebelum memutuskan untuk menyertakan lelucon, pastikan bahwa presentasi yang akan kita lakukan bukanlah presentasi formal. Jika kita akan melakukan presentasi di depan eksekutf perusahaan atau calon investor, lebih baik untuk tidak menambahkan lelucon.

 

Baca juga tips menyelipkan lelucon lainnya di sini

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Tips Menyelipkan Lelucon dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Lelucon sepertinya terlihat sepele. Tapi siapa sangka, lelucon bisa membantu kita untuk meraih kesuksesan dalam presentasi. Selain penyampaian yang menarik, lelucon juga diperlukan untuk mencairkan suasana ketika presentasi sehingga audiens tidak merasa tegang dan bosan. Meski terlihat mudah, kita tidak bisa sembarangan menyelipkan lelucon karena jika tidak disertakan dengan benar, hal ini justru akan dianggap garing oleh audiens dan bisa menyebabkan kecanggungan. Untuk itu, perhatikanlah beberapa hal berikut ini sebelum menyelipkan lelucon dalam presentasi.

 

1. Kenali Audiens

Mengenali siapa target audiens adalah hal paling utama dalam menyampaikan lelucon. Jangan sampai kita salah sasaran, misalnya menyampaikan lelucon dewasa ketika audiens presentasi kita adalah remaja. Begitu pula sebaliknya jangan sampai kredibilitas kita sebagai presenter dan sumber informasi turun hanya karena menyampaikan candaan yang dianggap receh. Usahakan untuk tidak menyampaikan lelucon yang bersifat sensitif, menyinggung, apalagi berbau SARA.

 

2. Referensi

Terdapat banyak cara untuk menyampaikan lelucon dalam presentasi. Meskipun demikian, kita perlu memilih cara yang tepat. Untuk itu, perbanyaklah referensi dengan membaca artikel atau menonton video yang berkaitan dengan hal tersebut. Usahakan untuk memilih cara yang tepat dan memberikan lelucon yang fresh atau berbeda setiap kali presentasi, sehingga audiens tidak bosan dengan lelucon yang itu-itu saja.

 

3. Latihan

Menyampaikan lelucon memiliki tantangan tersendiri bagi seorang presenter. Hal ini karena selera lelucon masing-masing orang berbeda. Selain itu, seperti halnya menyampaikan presentasi, memberikan lelucon juga memerlukan skill yang harus dilatih secara terus menerus. Ingat! Bisa karena terbiasa. Oleh karena itu, lakukanlah latihan secara berkala dan mintalah masukan dari orang-orang terdekat.

 

4. Biarkan Mengalir

Hal paling ditakuti seseorang dalam menyampaikan cerita lelucon adalah ketika cerita yang disampaikan tidak bisa memancing tawa karena dianggap tidak lucu. Berada dalam situasi semacam ini tentu akan membuat suasana menjadi canggung dan bisa membuat presenter merasa down serta kehilangan konsentrasi. Untuk itu, persiapkanlah mental sebelum menyampaikan lelucon. Ini penting ketimbang memikirkan audiens akan menyukai apa yang kita sampaikan. Biarkan cerita mengalir sampai selesai sekalipun respon audiens tidak sesuai dengan ekspektasi.

 

5. Sesuaikan dengan Topik

Menyampaikan lelucon memang dapat mencairkan suasana dan membantu menarik perhatian audiens. Meskipun demikian, bukan berarti kita bisa menyampaikan lelucon secara sembarangan atau random. Akan lebih baik jika lelucon yang kita sampaikan masih berkaitan dengan topik yang sedang dibahas dalam presentasi. Hal ini dapat membantu audiens untuk lebih mudah mengingat topik yang sedang kita sampaikan.

 

Lelucon adalah senjata ampuh bagi presenter ketika suasana mulai tidak kondusif. Meskipun berlangsung singkat, ada baiknya presenter mempersipakan lelucon apa yang akan disampaikan terlebih jika lelucon tersebut berupa cerita. Perhatikan 5 hal di atas ketika hendak menyelipkan lelucon dalam presentasi agar dapat diterima oleh audiens.

 

Baca juga tips menyertakan humor lainnya di sini.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com