Buat Presentasimu Anti Mainstream dengan 8 Kombinasi Warna Ini

Jasa Presentasi – Apakah kamu masih menggunakan warna default yang disediakan oleh PowerPoint atau aplikasi lainnya ketika mendesain presentasi? Menurutmu, apakah warna-warna tersebut menarik jika dikombinasikan? Apakah presentasimu menjadi lebih menarik ketika menggunakan warna-warna default tersebut? Jika jawabannya tidak, maka kamu perlu melihat dan menerapkan beberapa kombinasi warna dari Mr. Pugo ini untuk presentasimu selanjutnya.

Creative Colors #1

Creative Colors #2

Creative Colors #3

Creative Colors #4

Creative Colors #5

Creative Colors #6

Creative Colors #7

Creative Colors #8

Presentasi yang menarik memiliki warna yang menarik juga. Jika kamu kesulitan untuk mencari warna sendiri, gunakanlah warna-warna di atas untuk desain presentasimu selanjutnya.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

8 Font Google Paling Popular untuk Desain Presentasimu Selanjutnya

Presentasi yang menarik memiliki font yang menarik pula. Banyak sekali font di luar sana yang bisa dipilih untuk digunakan dalam presentasi kita. Bahkan saking banyaknya, kita sampai bingung untuk memilih font mana yang paling sesuai dan bagus untuk diterapkan dalam presentasi kita. Tenang saja! Font-font berikut bisa menyelamatkanmu dari kebingungan.

1. Roboto

Roboto merupakan font yang diciptakan oleh Christian Robertson. Roboto memiliki fitur yang bersahabat, sehingga lebih mudah untuk dibaca. Font ini telah digunakan di lebih dari 26 juta website di dunia. Kamu bisa mengkombinasikan font ini dengan font Raleway, Lora, dan Domine.

2. Open Sans

Open Sans merupakan font paling popular kedua di Google Fonts setelah Roboto. Font ini diciptakan oleh Steve Matterson, seorang desainer font dari Louisville, Colorado. Open Sans dirancang dengan tampilan yang netral namun bersahabat, sehingga font ini bisa digunakan untuk file cetak, website, dan mobile. Font ini bisa dikombinasikan dengan Libre Baskerville, Domine, dan Alegreya.

3. Lato

Łukasz Dziedzic menciptakan font Lato pada tahun 2010. Dalam Bahasa Polandia, Lato berarti musim panas. Font yang termasuk dalam font sans serif ini diciptakan sebagai font yang fleksibel dan dapat digunakan sebagai judul maupun badan teks. Data terakhir Google menunjukkan bahwa Lato telah diunduh sebanyak 9,99 juta kali dan telah digunakan di lebih dari 14 juta website. Lato paling sering dikombinasikan dengan font Merriweather, Abril Fatface, Lustria, dan Francois One.

4. Montserrat

Kawasan tertua di Buenos Aires bernama Monserrat menjadi inspirasi bagi Julieta Ulanovsky untuk menciptakan salah satu font terpopular ini. Tepatnya, poster-poster tua dan papan penunjuk di kawasan inilah yang menjadi inspirasi bagi Julieta. Font ini memiliki dua saudara, yaitu Alternates dan Subrayada. Font ini telah diunduh sebanyak 7,07 juta kali di Google Fonts. Beberapa font yang bisa dikombinasikan dengan Montserrat adalah Source Sans Pro, Fira Sans, dan Neuton.

5. Source Sans Pro

Source Sans Pro merupakan font open source pertama dari Adobe yang diciptakan oleh Paul D. Hunt. Font ini merupakan jenis sans serif yang pada awalnya digunakan untuk desain UI. Menurut Google Font, Source Sans Pro telah diunduh sebanyak 4,39 juta kali dan telah digunakan di lebih dari 6,4 juta website. Kamu bisa membuat presentasimu menjadi menarik dengan mengkombinasikan Source Sans Pro dengan font Oswald, Source Serif Pro, Ubuntu, dan Montserrat.

6. Roboto Condensed

Roboto Condensed merupakan keturunan dari Font Roboto, namun dengan embel-embel condensed, bentuknya menjadi lebih panjang dari font Roboto tanpa condensed. Font ini bisa dikombinasikan dengan font Roboto, Nunito, dan Poppins.

7. Oswald

Oswald dirancang oleh Vernon Adams, yang bertujuan untuk digunakan secara bebas di internet. Font ini telah digunakan oleh lebih dari 5,6 juta website dan telah diunduh sebanyak 4,01 juta kali di Google Fonts. Oswald bisa dikombinasikan dengan font Merriweather, Open Sans, dan Droid Sans.

8. Raleway

Raleway merupakan font jenis sans serif yang dimaksudkan untuk digunakan sebagai judul atau teks dengan ukuran besar lainnya. Font ini awalnya dirancang oleh Matt McInerney, kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Pablo Impallari dan Rodrigo Fuenzalida. Font Raleway bisa dikombinasikan dengan font Cabin, Roboto, dan Merriweather.

Menentukan font dan kombinasinya terkadang merupakan hal yang sulit bagi beberapa orang. Untuk membantumu, pertimbangkan beberapa font di atas untuk digunakan dalam presentasimu selanjutnya.