Mendapatkan Pertanyaan Sulit Dari Audiens? Lakukan Tips Ini

Jasa Presentasi – Ketika akan membuat materi untuk presentasi seringkali kita memperkirakan hal-hal apa saja yang mungkin terjadi sehingga kita harus menyiapkannya dengan baik. Mulai dari apa saja yang harus disampaikan, cara berkomunikasi dengan audiens, sampai hal penting yang ada dalam materi. Semuanya sudah dipersiapkan dengan matang sebelum presentasi dilaksanakan. 

Sumber: Unsplash

Tetapi seringkali banyak hal yang tak terduga muncul secara tiba-tiba, seperti banyaknya pertanyaan yang ditanyakan oleh audiens. Tidak jarang ada banyak pertanyaan kritis yang muncul dan tidak dapat kalian jawab secara langsung. Padahal ketika tidak bisa menjawab, ada resiko yang harus diterima, yaitu rusaknya kredibilitas sebagai pembicara yang telah dibangun selama ini. 

Oleh karena itu kalian harus menyikapi pertanyaan-pertanyaan ini dengan baik. Jangan sampai salah menjawab dan membuat audiens merasa kecewa. Ada tiga teknik yang dapat digunakan untuk menghindari kegagalan ketika menjawab pertanyaan audiens, yaitu:

1. Bridging

Sesuai dengan artinya, teknik ini merupakan teknik untuk menjembatani dua buah topik yang sangat berbeda dan tidak berhubungan, kemudian bisa menjadi sesuatu yang berkaitan. Atau bisa juga memindahkan sebuah pertanyaan yang bersifat sangat spesifik dengan menjawabnya secara meluas. Hal ini akan membuat kalian memiliki kemampuan untuk menjawab pertanyaan tersebut sesuai dengan kemampuan. Yang harus diperhatikan adalah jangan keluar terlalu jauh dari apa yang ditanyakan oleh audiens. Karena akan membuat audiens merasa bingung dan merasa pertanyaannya tidak terjawab.  

2. Reframing

Teknik reframing merupakan sebuah teknik yang merubah cara pandang dan emosi. Ketika muncul sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab, kalian dapat menggunakan teknik ini untuk mengatasinya. Rubah pertanyaan yang sulit tersebut dengan cara pandang yang lain, sehingga kalian bisa menjawab pertanyaan dengan tepat dan membuat audiens merasa terdengar.  

Atau bisa juga dilakukan dengan cara merubah pertanyaan A dengan pertanyaan B yang sebenarnya masih terkait dengan pertanyaan A. Dan pastikan pertanyaan B dapat kalian jawab dengan baik karena sesuai dengan kemampuan dan pemahaman kalian. Meskipun demikian antara pertanyaan yang diajukan dengan jawaban yang diberikan dengan teknik reframing harus tetap saling berkaitan. Sehingga audiens merasa pertanyaannya sudah dijawab meskipun dengan sudut pandang yang berbeda. Atau bisa jadi audiens akan menjadi lebih paham dengan sudut pandang baru yang kalian berikan. 

3. Redirecting

Yang terakhir adalah teknik redirecting. Dengan teknik ini sebenarnya kalian mengakui bahwa kalian tidak dapat menjawab pertanyaan yang diajukan, tetapi tidak meninggalkan tanda tanya baru yang bersifat ambigu. Namun harus berhati-hati ketika akan menggunakan teknik ini. Dibutuhkan penyampaian yang baik dan mudah dimengerti agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan rasa kecewa audiens. Kalian bisa menggunakan contoh kalimat seperti ini “Mengingat otoritas saya yang terbatas, maka saya tidak dapat memberikan jawaban sesuai dengan pertanyaan yang tadi diajukan.” Setelah itu kalian bisa menawarkan diskusi lebih lanjut mengenai pertanyaan yang diajukan di luar sesi presentasi atau bersedia untuk menghubungi orang yang lebih kompeten untuk menjawab pertanyaan yang diajukan tadi. Dengan begitu reputasi dan kredibilitas kalian tetap terjaga dengan baik dan audiens tidak merasa kecewa. 

Penjelasan di atas merupakan teknik yang dapat dilakukan untuk menjawab pertanyaan yang sulit dari audiens. Yang perlu diingat adalah ketika telah melakukan salah satu teknik diatas, pastikan untuk tidak kembali ke pertanyaan awal yang memungkinkan untuk munculnya pertanyaan serupa.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Leave a Comment

Your email address will not be published.