9 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Membuat Infografik

9 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Membuat Infografik

9 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Membuat Infografik

9 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Membuat Infografik

Jasa Presentasi – Saat ini, dunia telah mencapai era dimana jumlah informasi yang diterima tidak sebanding dengan kapasitas penerimaan manusia. Hal ini merupakan kesenjangan yang perlu diatasi. Salah satu caranya yaitu dengan mengubah cara berkomunikasi.

Komunikasi tidak hanya dapat dilakukan melalui percakapan dan tulisan, era digital telah menyediakan ruang bagi kita untuk mengembangkan cara berkomunikasi lainnya yang lebih canggih dan mengikuti perkembangan zaman, yaitu komunikasi dengan gambar sebagai pendukung percakapan dan tulisan. Salah satu bentuk komunikasi dengan gambar yaitu infografik.

Beberapa tahun belakang, infografik mulai dikenal dan menjadi salah satu kata kunci yang paling di cari di internet. Mengapa saat ini orang banyak menggunakan infografik? Salah satu alasannya untuk mengubah data dan informasi yang kompleks menjadi bentuk yang lebih menarik. Bagaimana cara mengubah data dan informasi yang kompleks menjadi bentuk yang menarik dengan bantuan infografik?

Hal pertama yang harus dilakukan adalah persiapan. Berikut 9 hal yang harus dilakukan sebelum membuat infografik.

  1. Menentukan Tema/Topik

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam tahap persiapan membuat infografik adalah menentukan tema atau topik yang akan disampaikan. Mungkin jika infografik dibuat untuk tujuan pelaporan, desainer tidak perlu mencari topik. Namun jika topik belum ditentukan, desainer perlu mencarinya, salah satunya dengan menggunakan isu dan permasalahan terkini.

  1. Menentukan Audiens

Setelah menentukan tema/topik, langkah selanjutnya adalah menentukan target audiens. Dengan menentukan audiens yang akan ditarget, desainer infografik dapat menentukan naskah dan tema visual yang tepat dan sesuai untuk suatu infografik.

  1. Menentukan Tujuan

Tentukan tujuan dari infografik yang dibuat. Apakah untuk memperlihatkan tren menggunakan data, atau untuk mengubah informasi kompleks dengan menyajikannya dalam bentuk yang mudah dipahami, atau untuk memperlihatkan pada audiens cara melakukan sesuatu secara step-by-step, atau untuk meningkatkan kesadaran akan suatu permasalahan, atau tujuan lainnya.

  1. Pilih tipe infografik

Setelah menetapkan tujuan, desainer dapat memilih tipe infografik seperti apa yang akan dibuatnya. Apakah comparison infographic (jika memiliki 2 atau lebih hal yang ingin dibandingkan), atau timeline infographic (jika memiliki daftar kejadian dna tanggal penting), atau How-To (jika ingin memberikan panduan step-to-step pada audiens), atau tipe lainnya.

  1. Tentukan Media yang akan digunakan

Setelah mengetahui target audiens dan tujuan infografik, maka dapat ditetapkan media yang akan digunakan. Media di sini berkaitan dengan sarana yang akan digunakan untuk mempublikasikan infografik. Terdapat dua media yang dapat digunakan yaitu media online dan media offline.

Media online biasanya berbentuk digital dan dapat digunakan jika target audiens memiliki cakupan yang luas. Publikasi menggunakan media ini dapat menghemat banyak waktu, lebih mudah dilakukan, dan memiliki banyak wadah yang dapat dimanfaatkan.

Sedangkan media offline biasanya berbentuk selebaran dan dapat digunakan sebagai pendukung penjelasan dalam sebuah presentasi.

  1. Temukan Informasi yang terpercaya

Informasi dan data yang akan digunakan sebagai konten infografik dapat diperoleh dari data atau informasi yang sudah ada atau dapat dengan mengumpulkannya sendiri. Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk memperoleh data antara lain melalui hasil survey atau polling terbaru, laporan yang baru dirilis, jumpa pers, data pribadi suatu perusahaan, penelitian akademis, wawancara, atau melalui survey yang dilakukan sendiri.

  1. Lakukan Interpretasi

Data yang diperoleh dengan mengumpulkan sendiri akan lebih mudah dipercaya ketimbang data dan informasi yang telah tersedia. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan kembali agar kebenarannya dapat dikonfirmasi. Eliminasi data dan informasi yang sekiranya tidak terlalu relevan dengan konten. Lakukan juga interpretasi untuk memperoleh cerita sehingga memudahkan desainer dalam menulis naskah.

  1. Menyusun Naskah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa interpretasi dapat membantuk desainer dalam menyusun naskah. Proses menyusun naskah dapat dilakukan dengan mempertimbangkan target audiens, tujuan, dan permasalahan yang ada. Hal ini untuk mempermudah desainer dalam memilih gaya bahasa dan alur yang digunakan.

Menyusun naskah juga dapat dilakukan dengan membuat kesimpulan dari infografik dengan menuliskannya ke dalam beberapa kalimat. Kemudian padatkan kalimat kesimpulan menjadi sebuah kalimat yang dapat disertakan dalam infografik.

  1. Buat Kerangka kerja

Langkah terakhir dalam melakukan persiapan adalah membuat kerangka kerja. Dalam membuat kerangka kerja perlu diperhatikan kesederhanaan. Sesuaikan kerangka kerja dengan tipe infografik yang telah ditentukan. Hal ini bertujuan untuk membantu dalam menetapkan posisi teks dan gambar agar saling berhubungan.

Kerangka kerja berguna untuk menaksir atau mengukur kesesuaian alur cerita antara poin satu ke poin selanjutnya. Atau dalam artian, kerangka kerja merupakan pendeteksi kesalahan dan ketidaksesuaian yang mungkin terjadi sebelum finishing.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *