Tiga Langkah Dasar Membuat Infografik

Jasa Presentasi – Infografik merupakan kumpulan informasi yang didesain untuk menghibur, menarik, serta mendidik para pembacanya. Infografik dapat mengubah teks statis menjadi visual yang informatif dan mudah diingat pada waktu yang bersamaan.

Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, bahwa infografik dapat meningkatkan traffic media yang kita gunakan untuk membagikan infografik. Namun bukan berarti semua infografik dapat melakukan hal tersebut. Infografik yang berpeluang besar bisa meningkatkan traffic adalah infografik yang menarik, mendidik, dan inspiratif.

Untuk membuat infografik yang demikian, kita harus tahu langkah-langkah apa saja yang harus ditempuh dalam membuat infografik.

Langkah 1 – Memilih Topik

Langkah awal yang harus dilakukan ketika akan membuat infografik adalah memilih topik. Topik merupakan hal umum yang akan dibahas dalam sebuah konten. Ketika akan memilih topik untuk infografik, pilihlah topik yang sesuai dengan bisnis atau usaha yang sedang dijalani. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan topik di luar bisnis atau usaha yang sedang dijalani, namun pastikan topik tersebut masih berkaitan dengan latar belakang bisnis. Pastikan juga konten di dalamnya tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat secara umum.

Gali topik dengan lebih dalam untuk memperoleh informasi berharga yang mungkin masih sedikit diketahui oleh banyak orang.

Langkah 2 – Mendesain Infografik

Langkah selanjutnya setelah mendapat seluruh informasi dan data mengenai topik yang akan dibahas adalah memvisualisasikannya ke dalam bentuk yang lebih kreatif. Bagi konten ke dalam beberapa kategori dan tentukan ukuran serta layout infografik.

Gunakan konten visual (gambar, ikon, grafik, warna, shape) yang relevan dengan topik infografik. Misalnya jika topik berkenaan dengan restoran, gunakan tema dan konten visual yang berkaitan dengan restoran, seperti sendok, garpu, pisau, piring, dan lain-lain.

Desainlah infografik secara kreatif, namun jangan terlalu berlebihan, karena bisa membuat infografik menjadi terlalu kompleks. Ingatlah bahwa infografik diciptakan untuk memudahkan audiens dalam memahami konten di dalamnya.

#Tips : Untuk mendapatkan lebih banyak inspirasi dan ide, kunjungilah situs-situs inspiratif seperti Pinterest, Canva, dan lainnya.

Langkah 3 – Beri Identitas pada Infografik

Setelah selesai mendesain, periksa kembali hasil desain secara detail dan teliti. Pastikan desain infografik tidak membuat konten semakin rumit, tetapi membuatnya menarik dan mudah dipahami. Pastikan juga untuk memberikan identitas pada infografik tersebut. Sehingga kita bisa mengklaim infografik tersebut sebagai karya kita ketika suatu saat infografik tersebut menjadi viral. Dengan begitu, kita bisa menaikkan pamor dan citra serta kredibilitas diri sebagai kreator infografik.

Selain itu, jika informasi dan data dalam infografik didapat dari situs atau orang lain, sertakan juga sumbernya. Hal ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang mungkin terjadi di masa depan, seperti plagiarisme dan tuduhan plagiat.

 

Sumber : Forbes


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Infografik itu Powerful dan Efektif! Mengapa?

Jasa Presentasi – Secara singkat, infografik merupakan hasil kombinasi antara data dan desain. Secara lebih detail, infografik adalah salah satu cara penyajian informasi, data, atau pengetahuan (terutama konten yang kompleks) menjadi bentuk visual yang menarik dan lebih cepat serta mudah untuk dipahami. Tujuan adanya infografik adalah untuk memudahkan pembaca dalam memproses informasi tanpa harus membaca teks dengan jumlah banyak.

Inilah mengapa infografik menjadi cara yang efektif untuk menyampaikan informasi, data, atau pengetahuan yang bersifat kompleks. Selain itu, terdapat alasan lain mengapa infografik merupakan media yang efektif dan powerful untuk menjelaskan konten, antara lain sebagai berikut.

  • Kebanyakan dari kita memiliki rentang perhatian yang pendek, sehingga otak lebih peka ketika melihat konten berupa gambar, dibandingkan membaca konten berupa teks dengan jumlah yang banyak.
  • Dengan semakin berkembangnya teknologi, manusia semakin dimudahkan dalam segala hal, terutama dalam bidang komunikasi. Kemajuan ini membuat manusia menjadi semakin mudah dan cepat dalam memperoleh informasi dan berita. Setiap hari, kita dijejali dengan banyak sekali informasi. Seperti halnya gelas yang penuh, isinya akan tumpah jika terlalu banyak dimasuki air, otak manusia pun begitu. Namun dengan kehadiran infografik, informasi di dalamnya menjadi lebih mudah dipahami dan diingat oleh pembaca.
  • Manusia sendiri merupakan salah satu contoh visual, dan otak kita dapat menyerap dan mencerna informasi dalam bentuk visual lebih baik, lebih cepat, dan lebih mudah dibandingkan informasi lainnya.
  • Kebanyakan dari kita melupakan sebagian besar dari apa yang kita baca, namun mengingat apa yang kita lihat.
  • Karena otak manusia lebih peka terhadap visual, oleh karenanya, infografik lebih menyenangkan dan menarik untuk dilihat dibandingkan teks polos (tanpa bantuan visual).

Selain alasan di atas, Infografik yang dibuat dengan benar tidak hanya akan memudahkan kita dalam memahami informasi di dalamnya, tetapi juga bisa meningkatkan profile (kredibilitas) kreator serta meningkatkan trafik website.

Bagaimana infogragik dapat meningkatkan trafik website?

Infografik yang dibuat dengan tepat (menarik dan mudah dipahami) bisa menyebar dengan cepat di internet, karena akan banyak orang yang membagikannya. Infografik yang menarik juga bisa menjadi inspirasi untuk para blogger dan penulis serta bisa juga meningkatkan eksposur bagi kreator (membuat kreator lebih dikenal).

#Tips : Pastikan untuk menyertakan logo, URL, atau identitas lainnya pada infografik sebagai “hak cipta,” sehingga kita bisa mengklaim karya tersebut jika suatu saat terjadi plagiasi.

 

Sumber : Forbes


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 3)

Jasa Presentasi – Melanjutkan artikel yang lalu, berikut disajikan beberapa kesalahan dalam desain infografik lainnya yang bisa membantu kita dalam membuat infografik yang tidak hanya menarik, tetapi juga mudah dipahami.

11. Penggunaan Ikon yang Kurang Tepat

Selain gambar dan ilustrasi, ikon juga dapat membantu meningkatkan visual infografik. Namun ikon juga bisa membuat infografik menjadi membingungkan jika tidak diterapkan dengan tepat. Misalnya dengan menerapkan ikon yang terlalu simple atau tidak relevan dengan konten yang kompleks. Atau menggunakan ikon terlalu banyak juga dapat berdampak negatif baik pada output desain atau pemahaman audiens pada konten di dalamnya.

Solusi : Meski ikon dapat membuat sebuah konten menjadi lebih menarik, namun tidak semua konten dapat didukung atau diubah dengan ikon. Oleh karena itu, pertimbangkanlah penggunaan ikon pada suatu konten. Gunakan juga style ilustrasi yang konsisten. Hindari menggunakan desain 2D dan 3D atau bentuk lainnya yang berbeda dalam satu infografik.

12. Format/Resolusi yang Salah

Teknologi dan desain, merupakan dua hal yang saling berkaitan. Jika kita ingin mengikuti perkembangan desain, kita juga mau tidak mau harus mengikuti perkembangan teknologi. Contohnya, saat ini desain tidak hanya dibutuhkan untuk offline saja tetapi juga online, sehingga kita harus benar-benar mempelajari platform yang akan digunakan untuk “memamerkan” desain kita.

Misalnya jika ingin memposting karya kita di Instagram, kita mendesain dengan menyesuaikan fitur pada Instagram. Atau jika desain akan dicetak, kita juga harus tahu berapa dimensi dan resolusi hasil desain agar hasilnya bagus ketika dicetak.

Namun pada kenyataannya, masih ada desainer yang kurang memperhatikan detail ini, sehingga output desain menjadi kurang menarik.

Solusi : Periksa kembali spesifikasi desain secara detail sebanyak 2 atau 3 kali sebelum mulai mengerjakan, seperti ukuran paper, ukuran font, resolusi output, dan lain-lain. Ketahui secara detail mengenai output yang diinginkan, sehingga ketika infografik ditampilkan, pengguna atau audiens tertarik dan mudah memahami konten di dalamnya.

13. Berlebihan

Semua hal yang berlebihan itu tidak baik, begitu juga dalam desain. Namun masih banyak orang yang terlalu berlebihan dalam desainnya. Padahal hal ini dapat berakibat pada hasil desain yang justru terkesan “norak” dan mungkin malah membuat audiens semakin pusing dengan konten di dalamnya. Misalnya dengan menyertakan terlalu banyak konten dalam sebuah table atau chart, padahal konten intinya bisa diwakilkan hanya dengan beberapa hal saja.

Solusi : Carilah kesempatan untuk memeriksa kembali konten dalam infografik. Saring dan ringkas kembali konten dalam infografik, serta eliminasi konten yang tidak terlalu penting.

14. Kurang Memperhatikan Hal Detail

Banyak orang yang menganggap hal detail tidak terlalu penting. Padahal hal-hal kecil tersebut bisa mempengaruhi kualitas visual dalam infografik. Misalnya mengenai rata teks (alignment), style ilustrasi, spasi, atau pengaturan lain-lain yang butuh perhatian secara detail.

Solusi : Buatlah ceklis berisi daftar mengenai hal-hal detail seperti spasi, alignment, konsistensi ukuran gambar atau ikon, sebelum infografik tersebut dirilis ke publik.

15. Menggunakan Template yang Sama Berulang-ulang

Template memang memudahkan dan mempercepat pekerjaan kita dalam mendesain infografik. Namun bukan berarti kita dapat menggunakan template yang sama secara berulang-ulang untuk konten dengan topik yang berbeda. Sebenarnya tidak masalah jika ingin menggunakan template yang sama, asalkan template tersebut sesuai untuk diterapkan pada konten dalam infografik. Atau jika tidak, template dapat diubah dengan menyesuaikan konten.

Meski begitu, terlalu sering menggunakan template yang sama untuk berbagai tema infografik dapat membunuh kreatifitas dan tidak akan membuat kita berkembang.

Solusi : Menggunakan template yang sama memang tidak dilarang, namun sebagai desainer, kita dituntut untuk kreatif, sehingga diharapkan output desain tidak selalu terpaku pada satu template. Untuk itu, kita dapat menambahkan unsur desain lain, misalnya dengan menyertakan unsur motion dalam infografik.

Contohnya seperti infografik yang dibuat oleh Column Five yang berjudul “7 Ways to Hack a Drought

 

Sumber : Column Five


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 2)

Jasa Presentasi – Selain visualisasi data yang kurang tepat, desain yang terlalu panjang, visual yang kacau, tidak konsisten, dan tipografi yang berlebihan serta tidak konsisten, terdapat beberapa kesalahan lain yang umum dilakukan oleh desainer infografik. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

6. Susunan yang Tidak Jelas

Karena infografik tidak seperti presentasi yang halamannya dapat diubah, susunan infografik harus dibuat dengan jelas, sehingga audiens tidak kebingungan serta dapat membaca dan memahaminya dengan mudah. Namun karena banyak desainer infografik yang hanya fokus pada desain visual, oleh karena itu, terkadang susunan konten di dalam infografik menjadi tidak tersusun dengan rapi dan jelas. Akibatnya pesan spesifik yang ingin disampaikan dalam infografik tidak dapat diterima audiens.

Solusi : Sebelum menerapkan desain pada paper infografik, buatlah kerangka atau sketch-nya terlebih dahulu. Susun konten supaya tidak hanya indah tetapi juga mudah dipahami.

7. Penggunaan Warna yang Berlebihan

Dalam desain, penggunaan warna yang tepat dapat menambah daya tarik sebuah konten. Namun masih banyak orang yang kurang paham dalam menerapkan warna pada desainnya. Akibatnya, hasil desainnya tersebut menjadi terkesan norak dan malah membuatnya terlihat kurang menarik.

“Banyak orang yang masih salah dalam menerjemahkan “eye-catching” dan “menonjol” dalam desain. Mereka menganggap bahwa desain yang eye catching adalah desain dengan penggunaan warna yang colorful dan mencolok.”

Solusi : Warna itu memiliki bahasanya sendiri. Seperi merah yang menandakan keberanian, putih yang menandakan kesucian, hitam menandakan maskulinitas, dan lain-lain. Oleh karena itu, jika tidak ada ketentuan warna yang harus dipatuhi, kita bisa menggunakan warna yang relevan dengan konten infografik. Gunakan 1 atau 2 warna dominan, ditambah 2-3 aksen warna. Hindari penggunaan warna neon yang terlalu mencolok.

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 2)

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 2)

8. Copy Paste Konten

Tujuan utama membuat infografik adalah untuk membuat konten dengan visual yang menarik dan mudah dipahami. Namun jika konten yang disertakan terlalu padat dan terlalu banyak, tujuan tersebut tidak akan tercapai, karena infografik menjadi tidak efektif dan membosankan.

Solusi : Agar penyampaian infografik menjadi efektif dan tidak membosankan serta menarik, periksa kembali dan eliminasi konten-konten yang tidak terlalu penting. Kurangi pemakaian teks yang terlalu padat. Atau jika konten memang harus tetap disertakan, ubah konten berupa teks menjadi bentuk visual, seperti gambar, chart, grafik, ikon, dan lain-lain.

9. Ilustrasi yang Berlebihan

Ilustrasi memang dapat membuat infografik menjadi lebih menarik. Ilustrasi dengan tema yang bagus dan tepat dapat membuat cerita menjadi lebih hidup dan konsep infografik menjadi lebih jelas. Namun jika terlalu banyak menyertakan ilustrasi atau menyertakan ilustrasi secara berlebihan, ini juga tidak baik untuk visual infografikmu. Misalnya, memberikan ilustrasi pada background, kemudian di atasnya juga terdapat konten ilustrasi lainnya.

Solusi : Untuk meningkatkan desain melalui ilustrasi, pilih elemen tertentu saja yang akan dibuat lebih menonjol dan hidup. Jangan menonjolkan semua hal karena semua hal tersebut justru tidak akan ada yang menonjol.

10. Tema Desain yang Tidak Relevan

Terkadang ada orang yang senang terhadap suatu tema, ia kemudian menggunakannya secara berulang-ulang, tidak peduli dengan konten yang akan dibahas di dalamnya. Jika sudah begini, beberapa audiens mungkin akan menganggapnya menarik, tetapi beberapa lainnya akan mengernyitkan dahi, terheran-heran karena tema desain yang tidak sesuai dengan konten yang sedang dibahas.

Solusi : Desain seharusnya dibuat untuk sebagai pendukung visual sebuah konten atau cerita. Oleh karena itu, sebaiknya ketika memilih sebuah tema, sesuaikan juga dengan konten yang akan dibahas. Tetapi bisa juga tema membuat tema desain yang tidak sesuai dengan konten, tetapi masih berkaitan dengan konten tersebut. Contohnya seperti yang dilakukan oleh Marketo dalam infografiknya yang berjudul “How to Create Bite-Sized Content,” ia mennggunakan tema makanan (snack), karena kata bite-sized dalam judulnya merupakan kalimat yang biasa digunakan dalam konten makanan.

 

Sumber : Column Five


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 1)

Jasa Presentasi – Desain, bukan hanya dilakukan untuk mempercantik visual sebuah konten, tetapi juga untuk mempermudah konten tersebut dipahami. Tidak terkecuali dengan desain infografik. Infografik diciptakan untuk menjadi media yang digunakan untuk menjelaskan konten dalam bentuk visual dengan cara yang menarik serta mudah dan cepat untuk dipahami.

Meski begitu, masih banyak orang yang membuat infografik tanpa memperhatikan kemudahannya untuk dipahami dengan cepat oleh audiens. Akibatnya, tujuan dibuatnya infografik menjadi tidak terpenuhi serta pesan dan informasi di dalamnya tidak dapat sampai kepada audiens.

“Waduh! Sia-sia dong udah keluarin effort buat bikin infografik, tapi gagal bikin orang paham dan malah bikin mereka makin bingung.”

Nah agar hal ini tidak terjadi pada infografikmu, pelajarilah kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan ketika mendesain infografik, sehingga kamu bisa menghindarinya dan tidak melakukan kesalahan yang sama.

  1. Visualisasi Data yang Kurang Tepat

Mengintepretasikan data ke dalam bentuk desain merupakan hal yang mudah tetapi sulit. Pasalnya meski desain yang dipilih sudah tepat, kita masih harus membuatnya menjadi konten yang mudah dipahami oleh audiens. Jika salah dalam penerapan desain pada data, bisa bisa pesan yang ingin disampaikan malah salah diintepretasikan oleh audiens.

Misalnya, jika terdapat sebuah data angka yang menunjukkan perkembangan penjualan sebuah perusahaan, akan lebih tepat jika kita mengubahnya menjadi diagram garis dibandingkan dengan diagram batang, karena dengan begitu akan lebih terlihat fluktuasi yang menunjukkan naik/turunnya penjualan tersebut.

Solusi : Pelajari kembali data yang akan disertakan dalam infografik. Pelajari juga panduan untuk mendesain chart dan grafik dengan tepat, kemudian periksa kembali untuk melihat apakah ada yang masih perlu ditambahkan atau dikurangi dalam desain tersebut sehingga dapat meningkatkan pemahaman audiens mengenai konten yang disajikan.

  1. Terlalu Panjang

Infografik merupakan salah satu media yang dibuat untuk menarik minat serta memudahkan audiens dalam menyerap serta memahami data dan informasi. Meski tidak ada ketentuan baku mengenai panjang sebuah infografik, tapi siapa sih yang akan tertarik membaca seluruh konten infografik yang panjangnya tidak berkesudahan? Selain membosankan, menjejalkan terlalu banyak konten dalam satu infografik juga berpotensi untuk cepat dilupakan oleh audiens.

Meski begitu, tidak dilarang kok jika kamu ingin membuat infografik yang sangat panjang, namun usahakan agar kontennya tidak terlalu berat dan tidak terlalu banyak (terutama konten berupa teks). Contohnya seperti infografik dari Joe Chernov dan Ripetungi yang berjudul “Shark Attack.” Infografik tersebut sangat panjang, namun kontennya berisi pesan yang tidak perlu diartikan.

Solusi : Jika kamu memiliki banyak konten yang perlu disajikan dalam infografik, namun akan membuat infografik tersebut terlalu panjang dan membosankan jika disajikan secara sekaligus, maka pertimbangkanlah untuk memecahnya menjadi beberapa seri infografik. Misalnya membaginya menjadi 2 atau 3 part.

  1. Visual yang Kacau

Terdapat sebuah aturan dalam desain yang disebut dengan “white space”, yaitu aturan untuk memberikan sedikit ruang dalam tampilan desain. Artinya, ketika membuat desain, kita dianjurkan untuk tidak memenuhi paper desain dengan konten atau ornamen lain serta dianjurkan untuk memberi sedikit ruang kosong sehingga paper desain tidak terkesan sesak dan kacau.

Nah meski sudah banyak yang tahu mengenai aturan white space ini, namun belum semua menaatinya. Bahkan dengan alasan “ekonomis” banyak desainer yang “memanfaatkan” seluruh ruang dan menjejalkan seluruh kontennya dalam satu halaman infografik. Biasanya yang menjadi pelaku utama paper desain infografik adalah konten tabel yang tidak terlalu penting, drop shadow,  desain 3D, atau terlalu banyak ilustrasi dan ornament lain yang kurang relevan dan tidak terlalu penting. Akibatnya, konten utama atau poin penting yang harusnya diingat dan dipahami audiens menjadi tidak tersampaikan.

Solusi : Hindari terlalu banyak menyertakan konten dalam satu halaman infografik, baik konten berupa materi infografik maupun konten berupa ornamen atau hiasan. Pastikan agar isi infografik tidak terlalu penuh dan terdapat beberapa ruang kosong. Selain membuatnya terlihat rapi, juga akan memudahkan audiens untuk menyerap dan memahami konten di dalamnya.

  1. Tidak Konsisten

Meski sepele, konsistensi merupakan hal yang penting. Jika kita memiliki sebuah merek dan sering membuat infografik untuk kepentingan merek tersebut, kita perlu membuat desain yang konsisten satu sama lain, mulai dari desain logo, presentasi, infografik, atau desain grafis lainnya. Mengapa hal ini penting? Karena desain yang konsisten dengan gaya khas sebuah merek, secara tidak langsung akan menunjukkan identitas merek tersebut. Jika desain dibuat dengan tidak konsisten, desain tersebut akan terkesan berasal dari merek yang berbeda-beda dan terkesan kurang professional. Salah satu identitas merek yang paling mudah dikenali adalah warna. Oleh karena itu, buatlah warna desain dengan menyesuaikan warna sebuah merek.

Solusi : Sebelum memulai membuat desain, buatlah panduan style (style guideline) yang kuat dan mudah dipahami untuk merekmu terlebih dahulu. Buat guideline tersebut secara detail dengan guideline untuk masing-masing desain, seperti desain logo, presentasi, dan infografik.

  1. Penggunaan Tipografi yang Berlebihan dan Tidak Konsisten

Tipografi, jika diterapkan dengan tepat dan benar bisa memberikan kesan clean dan rapi serta menarik dalam sebuah desain. Tetapi diterapkan dengan tidak tepat, justru akan memberikan kesan messy dan kurang menarik. Misalnya dengan menyertakan terlalu banyak jenis font, mengatur ukuran font yang tidak konsisten satu sama lain, atau ketebalan teks yang tidak teratur.

Solusi : Batasi jumlah font yang akan digunakan dalam mendesain infografik. Misalnya dengan menggunakan satu atau dua font family. Kamu bisa menyertakan guideline untuk font juga pada style guideline merekmu. Pertahankanlah style yang konsisten.

 

Sumber : Column Five


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

6 Tips Ampuh Menyertakan Data Berupa Angka dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Terkadang, melakukan presentasi tidak hanya untuk menjelaskan informasi yang bersifat teori saja, tetapi juga untuk menjelaskan informasi berupa data dan angka. Angka, identik dengan hal yang rumit dan hal ini juga dirasakan ketika mendesain slide presentasi yang berisi angka.

Banyak orang yang kurang tepat dalam mendesain slide presentasi berisi data angka ini, sehingga tidak mudah dipahami atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali oleh audiens, padahal biasanya data angka merupakan informasi penting yang harus disampaikan dan dipahami oleh audiens.

Agar hal ini tidak terjadi pada presentasimu, pelajarilah beberapa tips menyertakan data (berupa angka) berikut ini.

  1. Pilih Jenis Chart yang Tepat

Data tidak harus selalu disajikan dalam bentuk tabel. Data berupa angka justru akan lebih mudah dipahami jika diringkas ke dalam bentuk yang simple. Misalnya dengan mengubahnya menjadi chart.

Namun jenis chart yang digunakan harus tepat dan juga tidak membuat data menjadi salah diintepretasikan oleh audiens. Oleh karena itu, berlatihlah dan carilah inspirasi untuk memastikan bahwa data ditampilkan dalam format yang akurat dan optimal.

  1. Hindari Terlalu Banyak Menampilkan Data dalam Satu Slide

Menyertakan data memang dapat menambah kekuatan sebuah presentasi, karena audiens biasanya akan lebih percaya jika terdapat bukti nyata dan salah satunya dapat dilihat dari data. Namun terlalu banyak menampilkan data dalam sebuah slide justru akan membuat audiens bingung. Oleh karena itu, supaya data yang kamu sertakan dalam presentasi tidak sia-sia dan dapat menambah kepercayaan serta pemahaman audiens mengenai presentasi yang kamu sajikan, sertakanlah satu atau dua visualisasi data dalam satu slide.

Pastikan juga bahwa data yang disertakan dapat mendukung pesan. Eliminasi semua data yang tidak berkaitan dengan konten agar tidak membuat bingung audiens dan tidak sia-sia.

  1. Gunakan Bantuan Visual yang Relevan dengan Data

Seperti yang selalu dijelaskan dalam artikel-artikel sebelumnya, bahwa visual, khusunya gambar atau video, dapat menggungah emosi atau perasaan audiens terhadap sebuah informasi.

Visual berupa gambar atau video dapat disertakan berdampingan dengan data angka. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran “nyata”, sehingga audiens lebih mudah memahami bahkan mungkin mengingat informasi yang sedang disampaikan dalam presentasi. Oleh karena itu, cari dan sertakanlah gambar yang relevan dan mendukung informasi dalam sebuah slide.

Misalnya, ketika ingin membandingkan luas dua negara, kita bisa menyajikannya dengan peta kedua negara yang ukurannya dibuat berbeda sesuai dengan skala ukuran sebenarnya. Atau ketika akan menjelaskan mengenai data tentang kerusakan lingkungan, kita bisa menyertakan gambar lingkungan yang rusak bersama data tersebut.

  1. Buat Perbandingan yang Mudah Dipahami

Salah satu cara untuk berhasil memberikan pemahaman pada audiens ketika membandingkan dua atau lebih data adalah dengan mengaktifkan imajinasi audiens. Untuk mengaktifkan imajiasi audiens, kita perlu memberikan penjelasan yang mudah dipahami, dibantu dengan visual yang relevan dan menarik. Misalnya ketika ingin membandingkan luas dua daerah, kita bisa memberikan perbandingan dengan menggunakan analogi. Contohnya, luas daerah A itu sebesar lapangan bola dan luas daerah B adalah 10 kali lapangan bola. Atau ketika ingin membandingkan jumlah penduduk, kita bisa menggunakan analogi ayam dalam sebuah kandang.

  1. Susun dengan Urutan yang Mudah dan Cepat Dipahami

Salah satu kunci keberhasilan penyampaian pesan ketika mempresentasi data (berupa angka serta grafik) adalah kemudahan data tersebut untuk dipahami baik secara visual maupun verbal. Agar data mudah dipahami, sesuaikan susunan visual dengan penjelasan (secara verbal) yang akan dilakukan. Misalnya ketika akan menjelaskan mengenai sebuah peringkat, susunlah data tersebut secara ascending (urut dari atas atau terbesar ke bawah atau terkecil) atau descending (urut dari bawah atau terkecil ke atas atau terbesar). Dengan melakukan hal ini, data akan lebih mudah dan lebih cepat dipahami oleh audiens.

  1. Buatlah dengan Sederhana

Menyajikan data secara menarik memang penting, namun yang lebih penting lagi adalah menyajikan data yang mudah dipahami. Kebanyakan orang membuat data dengan banyak ornamen (yang mungkin tidak penting), sehingga justru membuat data tersebut menjadi sulit dipahami, sehingga tujuan informatif suatu presentasi menjadi tidak terpenuhi.

Solusinya adalah dengan menyajikan data secara sederhana, dengan visual yang clean. Eliminasi hiasan-hiasan atau efek yang mungkin menjadi pengganggu dalam penyajian data, seperti penggunaan shadow, shape effect yang norak, atau ornamen-ornamen lain yang kurang penting.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

The Power of Three dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Banyak presenter yang kurang memperhatikan slide presentasi dan membuatnya dengan careless. Padahal slide presentasi dapat mengantarkan seorang presenter pada kesuksesan presentasi. Slide presentasi, yang merupakan visualisasi dari penjelasan secara lisan, harus didesain agar dapat menarik perhatian audiens sehingga audiens akan lebih mudah memahami dan mengingat isi presentasi. Untuk memudahkanmu dalam mendesain presentasi yang menarik, berikut beberapa teknik yang memanfaatkan the power of three untuk membuat presentasimu lebih menyenangkan, mudah dipahami, dan diingat oleh audiens.

  1. Gunakan 3 ukuran font

Untuk memberikan kontras terhadap teks yang paling penting dengan teks pendukung, kamu dapat membedakannya dengan menggunakan font yang berbeda, menebalkan teks, atau dapat juga dengan membuat ukuran teks berbeda. Hal yang paling mudah untuk dilakukan ketika ingin membuat kontras adalah dengan membuat ukuran teks berbeda. Pilah teks menjadi paling penting, penting, dan pendukung. Kemudian gunakan ukuran font yang berbeda untuk masing-masing teks tersebut. Ukuran font yang paling besar digunakan untuk teks yang bersifat paling penting. Hal ini dilakukan agar mata audiens dapat secara langsung menangkap teks tersebut dalam pandangannya.

The Power of Three dalam Presentasi

The Power of Three dalam Presentasi

  1. Pilih 3 warna

Cara lain untuk menerapkan prinsip the power of three adalah dengan membuat palet warna yang terdiri dari 3 warna. Palet warna dapat diciptakan dengan memilih warna secara manual atau dengan melakukan eyedropping dari sebuah gambar. Pastikan untuk menerapkan aturan 60-30-10 ketika memilih warna. Aturan 60-30-10 mengatakan bahwa sebuah warna harus dapat memenuhi slide sebanyak 60%, kemudian warna lainnya sebanyak 30%, dan sisanya sebanyak 10% untuk warna ketiga.

The Power of Three dalam Presentasi

The Power of Three dalam Presentasi

  1. Buat 3 kata kunci

Manusia cenderung mengingat 3 hal dari apa yang disaksikannya. Agar pesan dalam presentasi dapat diterima dan diingat oleh audiens, kamu perlu membuat 3 kata kunci untuk seluruh presentasi atau 3 kata kunci untuk masing-masing slide. Pilih 3 poin utama yang ingin kamu sampaikan kepada audiens, kemudian desain slide dengan visual yang menarik, namun tidak berlebihan.

The Power of Three dalam Presentasi

The Power of Three dalam Presentasi

  1. Kombinasikan 3 elemen dalam presentasi

Slide merupakan visualisasi presentasi yang disampaikan secara lisan. Slide membantu audiens memahami apa yang disampaikan secara lisan serta membantu daya ingat mereka akan presentasi yang telah mereka dengarkan. Oleh karena itu, agar presentasimu diingat dan pesan yang disampaikan dapat diterima audiens, kamu perlu membuat slide presentasi dengan visual yang menarik dan mudah dipahami. Untuk melakukan hal tersebut, kamu dapat memanfaatkan the power of three yang berkaitan dengan penggunaan elemen visual dalam presentasi, yaitu gambar, video, ikon, dan lainnya. Kombinasikanlah teks dengan gambar/video dan ikon.

The Power of Three dalam Presentasi

The Power of Three dalam Presentasi

  1. Gunakan grid untuk menyertakan 3 gambar

Prinsip ini dapat dimanfaatkan ketika kamu memiliki banyak gambar yang ingin disertakan dalam sebuah slide. Pilihlah 3 gambar yang paling penting atau paling utama, kemudian posisikan gambar dengan memenuhi slide. Posisikan gambar yang menjadi kunci utama atau yang menjadi poin terpenting dalam slide tersebut pada area yang paling luas atau atur gambar tersebut dengan ukuran yang paling besar dibandig gambar lainnya. Kemudian batasi masing-masing gambar dengan grid atau sekat-sekat yang jelas. Grid berfungsi untuk memberikan kesan naratif pada gambar.

The Power of Three dalam Presentasi

The Power of Three dalam Presentasi

  1. Gunakan rule of thirds

Pada artikel yang berjudul “Tips Mengambil Gambar untuk Presentasi”, telah dijelaskan mengenai teknik rule of thirds untuk mengambil gambar atau foto secara pribadi. Untuk menerapkan teknik ini, kita harus membagi foto menjadi 9 area sama besar. Fungsi area-area ini adalah untuk menjadi patokan bagi fotografer agar dapat menempatkan fokus utama atau objek utama dalam sebuah foto pada area di sebelah kanan atau kiri. Teknik ini juga dapat diterapkan ketika kamu akan menyertakan foto atau gambar sebagai background sebuah slide. Bagi slide menjadi 9 area yang sama besar, kemudian posisikan fokus gambar ke salah satu area yang ada di bagian kanan atau kiri slide.

The Power of Three dalam Presentasi

The Power of Three dalam Presentasi

 

Sumber : http://presentationpanda.com/uncategorized/three-is-your-new-favorite-number/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Mempresentasikan Data. Apa Saja yang Harus Dipersiapkan?

Jasa Presentasi – Terdapat istilah yang mengatakan bahwa angka tidak dapat berbohong. Karena istilah inilah banyak orang yang bingung ketika harus mempresentasikan data berupa angka. Kebingungan ini dikarenakan banyaknya data yang harus dijelaskan, namun waktu yang dimiliki terbatas.

Untuk membantu mempresentasikan data secara efektif, berikut 5 pertanyaan yang harus dijawab sebelum menyusun data yang akan disertakan dalam presentasi.

  1. Seleksi Data

Beberapa orang menyertakan banyak data karena ingin terlihat kredibel dan profesional, namun beberapa orang lainnya menyertakan banyak data karena merasa bahwa semua data yang dimilikinya penting untuk disampaikan dalam presentasi. Padahal, terlalu banyak menyertakan data akan menyita banyak waktu untuk menjelaskan dan audiens belum tentu memahami dan mengingatnya. Untuk itu, pilihlah beberapa data yang paling penting dan yang mencakup inti presentasi. Jika merasa bahwa semua data penting, simpan data yang tidak disertakan dalam presentasi untuk menjawab pertanyaan atau untuk dijelaskan ketika kamu memiliki sisa waktu.

  1. Alat untuk Menyajikan Data

Ini merupakan yang penting namun sering diabaikan. Padahal ini merupakan kunci keberhasilan untuk membuat audiens memahami konten presentasi. Mempresentasikan data tidak harus selalu melalui tabel, kamu dapat mengubahnya menjadi bentuk yang lebih menarik dan lebih mudah dipahami, misalnya dengan mengubahnya menjadi list, grafik, chart, diagram, atau yang lainnya. Dengan mengubahnya menjadi bentuk lain, kamu secara tidak langsung menyeleksi data yang penting dan yang tidak terlalu penting.

  1. Desain atau Visual

Setelah mengubahnya menjadi bentuk yang lebih mudah dipahami, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana untuk membuatnya lebih menarik? Jawaban pertanyaan ini berkaitan dengan visual dan aestetik. Desain visual biasanya berkaitan dengan preferensi secara personal, namun perlu diperhatikan bahwa pemilihan warna dan bentuk desain (2D atau 3D) harus sesuai dan konsisten dengan tema. Perhatikan juga agar desain yang diterapkan tidak menganggu atau tidak mengurangi pemahaman audiens mengenai konten tersebut.

  1. Penyampaian Data

Meski data telah memiliki bentuk yang lebih menarik, beberapa audiens mungkin belum tentu memahaminya. Oleh karena itu, kamu perlu mempersiapkan diri dengan melakukan latihan untuk menjelaskan data dengan efektif dan mudah dipahami. Hindari penjelasan yang terlalu terpaku pada slide. Berlatihlah untuk menjelaskan data dengan singkat namun mudah dipahami.

  1. Kesimpulan Data

Presentasi, data dan keputusanmu menjadi tidak berguna ketika audiens meninggalkan ruangan presentasi dengan kebingungan mengenai poin dari seluruh data yang kamu sajikan. Untuk itu, kamu perlu menjelaskannya secara tersurat kepada audiens, misalnya dengan memberikan kesimpulan. Jelaskan keterkaitan antara data yang satu dengan data lainnya, antara data angka dan informasi berupa teks.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

7 Cara Efektif untuk Memaksimalkan Konten Presentasi dengan Gambar

Jasa Presentasi – Terdapat sebuah kalimat yang menyatakan bahwa “sebuah gambar berkata lebih keras dibandingkan ribuan kata”. Dan kalimat tersebut memang benar. Artinya, sebuah gambar memiliki arti yang lebih dalam dibandingkan teks. Misalnya ketika kamu ingin menyatakan sebuah tangisan pilu, gambar akan lebih kuat dalam menjelaskan dibandingkan teks.

Seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya bahwa otak manusia lebih peka dan lebih cepat memproses informasi jika disajikan dalam bentuk visual. Dan kebanyakan informasi yang tersimpan di pikiran kita berbentuk visual.

Salah satu bidang yang memanfaatkan kelebihan visual adalah presentasi. Presentasi yang menarik adalah presentasi yang tidak terlalu banyak menyertakan teks. Bagaimana mengurangi teks dalam sebuah presentasi? Salah satu caranya adalah menggunakan gambar.

Berikut beberapa cara meminimalkan teks dan memaksimalkan konten presentasi menggunakan gambar.

  1. Stok foto

Gambar yang berkaitan dengan topik merupakan cara termudah untuk memaksimalkan konten presentasi. Kamu dapat memanfaatkan foto untuk menampilkan emosi yang tepat dan menekankan poin atau pesan yang ingin disampaikan dalam presentasi. Terdapat banyak sekali situs (selain google) penyedia foto gratis dengan kualitas tinggi. Kamu dapat memanfaatkan situs-situs tersebut untuk mendapatkan gambar yang akan disertakan dalam presentasimu.

  1. Screenshot

Jika kamu ingin menjelaskan cara step-by-step dalam presentasi, dibandingkan harus kesulitan menjelaskan dengan teks, yang belum tentu dipahami oleh audiensmu, akan lebih baik jika kamu menggunakan screenshot. Selain mempermudah penjelasan, hal ini juga lebih efektif untuk menunjukkan pesan yang ingin disampaikan dan lebih cepat serta to the point.

  1. Grafik, diagram, dan chart

Ketika kamu akan menjelaskan data kuatitatif dalam presentasi, grafik, diagram, dan chart merupakan alat yang tepat untuk digunakan. Hal ini tidak hanya akan mudah diingat dan dipahami oleh audiens, tetapi juga akan memudahkanmu dalam menjelaskan data-data tersebut.

  1. Foto pribadi

Foto pribadi tidak hanya digunakan untuk sosial media, tetapi juga dapat disertakan dalam presentasi. Namun penggunaannya perlu diperhatikan, misalnya dengan memilih foto yang sesuai dengan topik dan konten.

  1. Infografik

Seperti grafik, chart, dan diagram, infografik juga dapat memudahkanmu dalam menjelaskan konten berupa data kuantitatif serta memudahkan audiens untuk memahaminya. Tidak hanya data berupa angka saja yang dapat dijelaskan menggunakan infografik, konten berupa cara step-by-step, timeline, dan lainnya juga dapat dijelaskan melalui infografik.

  1. Animasi

Humor merupakan salah satu cara yang paling kuat untuk menarik perhatian audiens, selama tidak menyinggung dan dilakukan dengan cara yang baik. Menggunakan kartun atau animasi sederhana merupakan salah satu cara untuk menyertakan humor dalam presentasi.

  1. Ikon

Ikon, selain membuat visual presentasi menjadi lebih profesional, juga dapat menggantikan teks dan gambar. Kamu dapat menggunakan ikon dengan membuatnya sendiri, membelinya, atau mengunduhnya secara gratis. Jika kamu tidak memiliki keahlian untuk membuatnya sendiri atau tidak memiliki banyak waktu untuk membuatnya, kamu dapat memanfaatkan situs-situs penyedia ikon gratis di internet dengan kualitas tinggi.

 

Sumber: https://24slides.com/blog/7-effective-ways-maximize-content-using-pictures/

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

4 Pertimbangan Untuk Menggunakan Desainer Presentasi

Jasa Presentasi – Pekerjaan sebagai desainer saat ini semakin banyak dibutuhkan karena perkembangan zaman. Desain tidak melulu tentang gambar, namun selalu berkaitan dengan visual. Bagi sebagian orang, mendesain bukanlah hal yang mudah, terlebih lagi jika mereka tidak memiliki banyak pengetahuan mengenai sebuah desain. Termasuk ketika mendesain presentasi. Sebagian besar orang mungkin memiliki kemampuan untuk membuat presentasi, namun tidak seluruhnya memiliki kemampuan untuk membuat presentasi yang menarik dan berdampak. Dari pada menggunakan waktu berhargamu untuk mendesain presentasi sendiri, akan lebih baik jika kamu menggunakan jasa desainer untuk membuatkanmu desain presentasi yang tidak hanya menarik, tetapi juga dapat mempengaruhi dan diingat oleh audiens.

Berikut beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan untukmu apakah akan membuat presentasi sendiri atau menyewa jasa desainer presentasi.

  1. Waktu dan Produktivitas

Apakah kamu memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan dan membuat presentasimu sendiri? Jika ya, maka kamu bisa menggunakan waktu itu untuk mendesain presentasi. Tetapi jika kamu adalah orang yang sibuk, yang setiap hari dikejar deadline pekerjaan atau tugas lainnya, maka kamu disarankan untuk menyewa jasa pembuat presentasi. Selain menghemat waktu, hal ini juga sangat efisien, karena kamu dapat menggunakan waktu (yang digunakan untuk mendesain presentasi) untuk fokus mengerjakan pekerjaan atau tugas lain yang lebih penting dan lebih utama atau melakukan hal-hal yang bersifat pribadi. Hal ini berarti kamu dapat mempertahankan produktivitas bahkan dapat meningkatkannya.

  1. Hasil

Orang yang bekerja di bidang desain tentu memiliki kelebihan dalam hal tersebut dibandingkan mereka yang setiap harinya hanya dapat menikmati hasil desain. Hal ini jelas menjadi pertimbangan utama ketika kamu akan menggunakan jasa desainer dalam membuat presentasi. Desainer juga dapat membuatkan presentasi sesuai dengan keinginanmu. Kamu hanya perlu menjelaskan kepada mereka desain seperti apa yang kamu inginkan. Dan kemampuan mereka tidak perlu diragukan, karena mereka memiliki jam terbang yang tinggi dalam bidang desain, sehingga hasilnya pun tidak perlu diragukan. Selain itu, mereka juga dapat membuatkanmu presentasi yang tidak hanya menarik tetapi juga presentasi yang mudah diingat dan dipahami.

  1. Peralatan

Peralatan yang dimaksud di sini bukan hanya PC atau laptop dan software nya saja, tetapi juga hal lain yang berkaitan dengan konten desain, seperti template, gambar, font, dan lain-lain. Mereka yang memang bergelut dalam bidang desain, biasanya memiliki referensi desain yang lebih dari mereka yang menjadikan desain sebagai “selingan”. Desainer tentu memiliki referensi yang lebih lengkap dan berkualitas. Hal inilah yang dapat menjadikan pertimbangan jika kamu ingin menggunakan jasa desainer untuk membuatkan presentasimu.

  1. Audiens

Jika kamu tidak memiliki kemampuan desain yang mumpuni dan harus melakukan presentasi di hadapan rekan mahasiswa satu kelas, seperti kamu tidak perlu menyewa desainer untuk membuatkan presentasi. Namun jika kamu harus melakukan presentasi di hadapan klien, atasan (pihak eksekutif perusahaan), atau seminar yang dihadiri banyak orang, kamu perlu melakukan pertimbangan untuk menggunakan jasa desainer presentasi. Selain kualitasnya terjamin, kamu juga bisa menggunakan lebih banyak waktu untuk mempelajari topik presentasi yang akan sampaikan.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com