3 Tips Humor dari Ellen yang Membuat Audiens Jatuh Cinta Seketika

Belajar Humor dari Ellen

Belajar Humor dari Ellen

Bagi Anda yang tahu The Ellen Show pasti hafal dengan host yang namanya tersemat dalam acara tersebut. Ya, benar, Ellen DeGeneres. Ellen adalah sosok pembawa acara, komedian, produser, penulis, artis yang humoris dan menyenangkan. Dia juga beberapa kali menjadi host untuk acara penghargaan film paling bergengsi, Academy Awards. Dalam beberapa kesempatan, Ellen melontarkan candaan dan humor segar, yang tidak banyak dilakukan pembawa acara atau pembicara publik sehingga Ellen dianggap sebagai sosok yang mampu membuat orang secara instan menyukainya, namun lebih dari itu, dalam perspektif teknik public speaking, Ellen secara instan bisa langsung mencuri perhatian audiens dengan humornya. Bagaimana Ellen melontarkan humor dan candaannya ?

Humor Ellen Tidak Pernah Melukai Perasaan Siapapun

Banyak komedian atau pembicara publik yang mencuri perhatian audiens dengan cara melempar jokes atau humor. Tapi coba kita perhatikan lagi berapa dari mereka yang humornya menyinggung orang lain, entah orang itu adalah audiensnya sendiri atau publik figur yang sedang viral. Ellen tidak melakukan humor yang membuat orang lain terlihat kalah, tersinggung atau sakit hati untuk mendapatkan tawa dan tepuk tangan orang lain.

Ellen Menjadikan Dirinya Bahan Candaan

Dibandingkan harus menyinggung dan melukai perasaan orang lain untuk mendapatkan tawa dan tepuk tangan, Ellen lebih sering untuk menjadikan dirinya bahan candaan. Seperti dalam episode The Ellen Show dengan Malala Yousafzai kektika dirinya meraih penghargaan Nobel Prize pada usia 18 tahun, dan Ellen mencoba membandingkan dirinya pada saat usia 18 tahun, yang jelas jauh berbeda dengan Malala. Disitulah penonton tertawa karena Ellen di satu momen dia terlihat seperti merendahkan dirinya, namun sebenarnya dia sedang mengangkat Malala. Lebih penting lagi, tidak ada yang tersinggung dalam candaan tersebut

Konteks Humor Ellen adalah Memuji Orang Lain

Terdapat dua faktor penting yang harus diperhatikan dalam mengeksekusi tipe humor yang ketiga, yang pertama adalah kita harus sadar bahwa humor yang kita lontarkan tidak membuat orang lain tercederai secara perasaan, yang kedua adalah ego booster. Ego booster merupakan teknik untuk membangkitkan kelebihan seseorang di hadapan publik. Kelebihan bisa berupa kelebihan fisik, perilaku, prestasi, atau apapun yang seseorang sukai dari dirinya. Misal saja ketika Ellen membuka acara Academy Awards, dia sempat menanyakan Amy Adams, yang saat itu mendapatkan dua nominasi sekaligus, apakah dia pernah kuliah ? Sayangnya Amy Adams tidak berkuliah (Pertanyaan tentang kuliah jelas tidak menyinggung Amy Adams), lalu Ellen mengomentarinya dengan menyanjung Amy bahwa siapa peduli dengan kuliah, buktinya Amy sukses berkarir di dunia perfilman dan mendapatkan dua nominasi sekaligus. Kalimat terakhir yang disebut dengan ego booster. Sesuatu yang pasti dibanggakan oleh seorang Amy Adams.

Nah, ketiga jenis humor tadi adalah apa yang biasa dilakukan Ellen untuk mendapatkan respon positif dari audiens ketika berada di atas panggung. Anda bisa belajar bagaimana humor bisa memberikan kesan positif sekaligus pencuri perhatian audiens bagi para presenter maupun pembicara publik.

Memilif Font yang Tepat untuk Presentasi Hebat: Serif vs San Serif

Font merupakan salah satu elemen yang selalu ada dalam presentasi. Bagi sebagian orang, font mungkin dianggap tidak terlalu berpengaruh pada visual presentasi. Padahal font tidak hanya mempengaruhi visual presentasi saja, tetapi juga bisa mempengaruhi perhatian audiens dan daya ingat mereka terhadap informasi yang disampaikan.

Sebelum menentukan font apa yang akan digunakan, kita perlu tahu jenis font dan perbedaannya satu sama lain.

Secara umum, jenis font dibagi menjadi dua, yaitu font Serif dan Sans Serif. Font Serif adalah jenis huruf yang memiliki garis kecil di ujung-ujung hurufnya. Garis-garis kecil ini berguna untuk menuntun mata pembaca sehingga teks lebih mudah dibaca. Salah satu contoh font Serif adalah Times New Roman. Sedangkan font Sans Serif merupakan jenis huruf yang tidak memiliki garis kecil. Contoh font yang tergolong dalam Sans Serif adalah Arial dan Futura.

Serif vs Sans Serif

Serif vs Sans Serif

Menentukan jenis font tergantung pada media yang akan digunakan dalam presentasi. Jika presentasi akan dilakukan secara digital, maka akan lebih untuk menggunakan font Sans Serif. Selain simple, font Sans Serif lebih mudah dibaca dibandingkan font Serif ketika resolusi media yang digunakan rendah dan ukuran font yang digunakan kecil.

Akan tetapi, jika presentasi tersebut akan dicetak dan diberikan kepada audiens dalam bentuk hardcopy, akan lebih baik untuk menggunakan font Serif. Sebab menurut penelitian yang dilakukan oleh Daniel Oppenheimer, seorang profesor psikologi di Carnegie Mellon University, font yang sulit dibaca dalam bentuk cetak akan meningkatkan daya ingat pembaca.

Sebagai tambahan, gunakan font Serif untuk emailing deck dan ketika menggunakan ukuran font besar serta gunakan font Sans Serif untuk presentasi langsung dan ketika menggunakan ukuran font kecil.

Menentukan jenis font ketika akan membuat presentasi memang terlihat sepele, tetapi memiliki pengaruh besar. Jika dipilih dengan benar, maka font bisa membantu meningkatkan visual presentasi serta membantu meningkatkan daya ingat dan ketertarikan audiens terhadap presentasi. Tapi jika salah dalam memilih, presentasi bisa terkesan membosankan, tidak menarik, dan audiens berharap agar presentasi tersebut segera berakhir.

 

Source : Ethos3

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Empat Prinsip yang Harus Dipatuhi dalam Public Speaking

Selain perlu menghindari Tujuh Dosa dalam Public Speaking ini, terdapat empat hal yang juga harus dipatuhi oleh seorang speaker dalam public speaking-nya.

Honesty (be clear and straight)

Kejujuran merupakan salah satu hal terpenting dalam komunikasi. Tidak hanya pada komunikasi antar personal, tetapi juga komunikasi yang dilakukan oleh satu orang kepada banyak orang atau oleh banyak orang kepada banyak orang lainnya.

Kejujuran akan menumbuhkan kepercayaan. Dan hal ini penting dalam public speaking. Jika audiens sudah mempercayai speaker sebagai sumber informasi, mereka akan tertarik untuk memperhatikan public speaking yang sedang dilakukan.

Sekali seorang speaker mengatakan sebuah kebohongan dalam public speaking-nya, audiens tidak akan mudah kembali percaya padanya, kredibilitas speaker sebagai sumber informasi juga turun. Akibatnya, public speaking pun gagal.

“Honesty is the fastest way to prevent a mistake from turning into a failure.” – James Altucher

 

Authenticity (be yourself)

Mengagumi dan meneladani seseorang bukanlah hal yang salah. Namun perlu diingat bahwa masing-masing orang memiliki karakter dan kepribadiannya sendiri. Dan ini merupakan ciri khas yang melekat pada seseorang.

Boleh saja meneladani cara orang lain dalam melakukan public speaking, tetapi tidak dengan meniru gaya dan karakternya. Sebab dengan begitu, ciri khas diri tidak terlihat dan justru terlihat “palsu” serta tidak otentik. Jika sudah begitu, sulit bagi audiens untuk menumbuhkan kepercayaan pada speaker, sehingga apa yang disampaikan olehnya sulit masuk, dipahami, maupun diingat oleh mereka.

“Don’t worry about what’s cool and what’s not cool. Authenticity is what’s cool.” – Zac Posen

 

Integrity (be your word)

Integritas adalah melakukan kebenaran, bahkan ketika tidak ada yang melihatnya. Integritas masih berkaitan dengan kejujuran, tidak hanya kejujuran pada orang lain, tetapi juga pada diri sendiri.

Integritas juga dapat diartikan sebagai kesepadanan antara pikiran, perkataan dan perbuatan. Orang yang berintegritas tinggi biasanya berperilaku sesuai dengan apa yang dikatakannya. Maksudnya, ketika ia mengatakan telah melakukan suatu hal (biasanya kebaikan), maka memang benar ia telah melakukan kebaikan. Jika ia mengajak orang untuk melakukan sesuatu (kebaikan), maka ia perlu menjadi pribadi yang telah melakukannya terlebih dahulu (menjadi panutan atau contoh).

Intinya, orang yang berintegritas adalah orang yang berlaku seperti apa yang dikatakannya. Jika apa yang ia katakan tidak sesuai dengan apa yang ia kerjakan, orang lain juga tidak akan mempercayai apa yang dikatakannya, juga tidak akan melakukan apa yang diperintahkan olehnya.

“Integrity is the essence of everything successful.” – R. Buckminster Fuller

 

Love (wish them well)

Kejujuran memang penting, namun tanpa adanya love, kejujuran akan menjadi hal yang menyakitkan. Misalnya ketika dimintai pendapat tentang penampilan seseorang, tanpa adanya love, kita akan langsung mengatakan “jelek!” atau “nggak cocok!”

Love juga akan membantu seorang speaker untuk menyampaikan lebih banyak kebaikan dan menyampaikan “keburukan” dengan lebih baik tanpa harus menyakiti perasaan orang lain.

“Without love, honesty would be a painful words.”

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Mengatasi Ketakutan Public Speaking dengan Percaya Diri. Bagaimana Caranya?

Banyak orang yang takut ketika akan melakukan public speaking, bahkan bagi mereka yang sudah pernah melakukannya sekalipun. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya rasa percaya diri. Kepercayaan diri merupakan salah satu hal penting dalam public speaking, juga dalam aspek kehidupan lainnya.

Percaya diri bukan sebuah bakat maupun pemberian dari Yang Maha Kuasa, melainkan sesuatu yang bisa dilatih dan dikembangkan. Bagaimana caranya? Dr. Ivan Joseph, seorang Athletic Director dan Kepala Pelatih Tim Sepak Bola Universitas Ryerson dalam TED Talks-nya menjelaskan beberapa cara untuk membangun rasa percaya diri.

Repetition, Repetition, Repetition

Seorang pemain bola yang hebat tidak secara otomatis menjadi hebat, mereka melakukan latihan yang keras dan berulang-ulang. Begitu juga dengan pembicara yang hebat. Mereka melakukan latihan dan tampil di depan banyak orang berkali-kali. Sebab semakin sering kita melakukan suatu hal, semakin besar rasa percaya diri yang kita bangun.

Oleh karena itu, ketika ada peluang atau kesempatan untuk melakukan public speaking, ambil peluang tersebut dan paksa diri supaya terbiasa dengan hal tersebut.

“Practice, Practice, Practice. Don’t accept failure.”

Persistence

Sebelum berhasil menemukan lampu, Thomas Alva Edison mengalami 9.998 kegagalan. Namun siapa sangka, di percobaannya yang ke 9.999, dia akhirnya berhasil menemukan lampu pijar. Jika saja ia berhenti di percobaan ke 9.998, maka dia tidak akan pernah berhasil dalam percobaannya tersebut.

Begitu juga dalam membangun kepercayaan diri. Setelah berlatih, berlatih, dan berlatih, ada hal lain yang tidak kalah penting, yaitu kegigihan. Tidak semua orang dapat bertahan ketika harus melakukan hal yang sama berulang-ulang. Banyak yang akhirnya mundur sebelum mereka berhasil meraih apa yang telah mereka perjuangkan dengan latihan sebelumnya.

Oleh karena itu, kita perlu memaksakan diri untuk tetap melakukan hal tersebut. Juga jangan menyerah sebelum semuanya tercapai.

Positive Affirmation

Kita tidak bisa mengontrol apa yang orang lain rasakan atau ingin katakan kepada kita, namun kita bisa mengendalikan diri kita sendiri dalam menanggapi segala sesuatu yang terjadi pada kita. Ketika orang lain berkata bahwa kita tidak bisa melakukannya, bukan berarti kita benar-benar tidak bisa melakukannya. Sebab bukan orang lain yang menentukan kesuksesan kita, melainkan diri kita sendiri.

Oleh karena itu, kita perlu membangun prasangka baik atau afirmasi positif tentang usaha dan diri kita. Hindari orang-orang yang membawa pengaruh negatif dalam diri. Hindari orang-orang yang bisa menjatuhkan kepercayaan diri.

“I am the captain of my ship and the master of my fate!”

Positive Interpret

Self-confidence People Interpret Feedback the way they choose to. They always interpret it in a positive way.”

Ketika dikritik atau mengalami kegagalan, kita bisa menyikapinya dengan dua hal; pesimis atau optimis. Juga bisa mengartikannya ke dalam dua hal; positif atau negatif. Semuanya tergantung pada kita. Dan yang paling baik adalah menyikapi dengan optimis dan menanggapi dengan positif. Misalnya ketika menghadapi kegagalan, kita bisa menganggapnya sebagai kesempatan untuk memperbaiki dan mengembangkan diri.

 

No one will believe on you, unless you do. Namanya juga kepercayaan diri, maka dimulainya pun dari diri sendiri. Jika kita bisa membangunnya, orang lain juga akan bisa melihatnya. Yang terpenting adalah terus berlatih, tidak mudah menyerah dan berpikiran positif.

Source here


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Tujuh Dosa Public Speaking ini Bikin Audiensmu Cuek Tidak Peduli

Suara manusia, adalah salah satu “instrumen” yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Suara manusia juga mungkin merupakan salah satu bunyi yang paling powerful di dunia, sebab dengan suara, manusia bisa memulai perang, mendatangkan perdamaian, mengakhiri hubungan, atau bisa juga memulai suatu hubungan.

Meski begitu, tidak semua suara manusia ingin kita dengar. Beberapa menjadi angin lalu; masuk telinga kanan, kemudian keluar lagi melalui telinga kiri. Penyebabnya bisa karena kita tidak menyukai si pembicara atau bisa juga karena pembicaraannya tidak penting.

Jika hal ini terjadi pada public speaking yang sedang kita lakukan, tentu rasanya sia-sia berbicara panjang lebar tetapi tidak dipedulikan.

Supaya hal ini tidak terjadi pada public speaking-mu, kamu perlu menghindari tujuh dosa public speaking berikut yang diungkapkan oleh Julian Treasure, seorang ahli suara dan komunikasi.

Gossip

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa terlepas dari “membicarakan orang lain.” Ini sah-sah saja sepanjang tidak menyeleweng dari fakta dan kebaikan, juga tidak disertai dengan pendapatan pribadi yang bisa menjatuhkan nama baik orang yang dibicarakan.

Pun ketika melakukan public speaking. Boleh saja membicarakan orang lain asalkan syarat di atas dipenuhi. Jika perlu, cerita tersebut bisa memberikan inspirasi dan motivasi kepada orang lain yang mendengarkan.

Membicarakan keburukan orang lain dalam public speaking tidak akan membuat audiens semakin memperhatikan dan mempercayai presenter. Justru kredibilitas sebagai presenter bisa turun, sehingga membuat audiens malas untuk memperhatikan.

Judging

Judging dapat diartikan dengan menilai orang lain atau suatu hal hanya dari satu sisi, biasanya dari sisi buruk saja. Tidak ada yang menyukai sifat ini, apalagi jika dilakukan di depan banyak orang. Dijamin tidak ada yang akan mendengarkannya.

Negativity

Semua hal di dunia ini diciptakan dengan dua sisi; baik dan buruk. Tidak ada yang sepenuhnya buruk jika kita mau melihat ke sisi yang lain. Namun bagi seseorang yang memiliki sifat negativity, ia akan bisa menemukan hal negatif (prasangka buruk), bahkan dari hal baik sekalipun. Tidak akan ada yang mau mendengarkannya, apalagi mempercayai apa yang disampaikannya.

Complaining

Mengeluh adalah bentuk lain dari negativity. Jika negativity cenderung berprasangka buruk dan melihat segalanya dalam bentuk negatif, mengeluh adalah bentuk ketidakpuasan terhadap suatu hal yang dialami olehnya. Misalnya, mengenai cuaca. Banyak orang yang mengeluh tentang cuaca hujan, pun juga mengeluh jika hari sedang panas. Atau mengeluh tentang sebuah tugas yang diberikan kepadanya.

Selain menunjukkan rasa kurang bersyukur, mengeluh justru akan menambah kesusahan. Apalagi jika dilakukan di depan banyak orang, tidak akan ada yang mendengarkannya, sebab mereka yang datang hanya ingin mendapatkan informasi atau pengetahuan dari sang pembicara, bukan mendengarkan keluhan.

Excuses

Satu kali memberikan alasan mungkin wajar, namun berkali-kali memberikan alasan dan melemparkannya kepada orang lain atau hal lain tidak lagi wajar. Seakan dirinya paling benar meskipun dia yang melakukan kesalahan dan meminta orang lain untuk memahaminya.

Siapa yang mau mendengarkan seorang pembicara yang terlalu banyak beralasan? Misalnya, ketika ia datang terlambat karena macet, ia akan menyalahkan kemacetan. Kemudian saat flashdisk berisi presentasinya ketinggalan, ia akan menyalahkan orang lain karena kelalaiannya. Oleh karena itu, berusahalah untuk tidak selalu beralasan.

Exaggeration

Tidak perlu berlebihan ketika sedang menjelaskan atau mendeskripsikan sesuatu, jelaskan saja seadanya. Karena berlebihan bisa berubah menjadi kebohongan. Akhirnya sebagai sumber informasi, kita tidak lagi dipercaya dan membuat audiens malas untuk memperhatikan lebih lanjut. Jika sudah begini, pesan yang ingin disampaikan dalam public speaking pun jadi tidak bisa diterima.

Dogmatism

Dogmatism adalah kebingungan antara fakta dan opini. Orang yang dogmatis akan menganggap opininya paling benar dan menolak kebenaran dari fakta yang ada. Mereka menilai suatu kejadian secara objektif, bukan dari kenyataan yang ada.

Siapapun akan sebal dan malas mendengarkan orang dengan karakter seperti ini. Oleh karena itu, penting untuk menghindari sifat ini dan menjadi lebih terbuka dengan pendapat orang lain terutama dengan fakta yang ada.

 

Tidak hanya ketika public speaking saja, sifat-sifat di atas juga perlu dihindari dalam percakapan sehari-hari. Karena komunikasi yang baik dan efektif membutuhkan pemahaman yang baik dari keduanya. Dan untuk memahami, komikator perlu mendengarkan. Jika mendengarkan saja tidak dilakukan, maka tidak mungkin ia paham dengan konten yang sedang dibicarakan.

Source here

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Pola Sukses Public Speaking Para Pembicara TED Talks

Jasa Presentasi – Sebelum masuk ke topik utama, tahukah kamu apa itu TED?  TED merupakan sebuah organisasi non-profit yang membagikan video public speaking secara online dari para pembicara dengan berbagai topik yang menarik.

Meski semua pembicara TED bagus dan menarik, tapi terdapat beberapa presentasi yang lebih popular dibandingkan lainnya. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Selain nama pembicaranya yang lebih dikenal, ternyata terdapat beberapa hal yang bisa kita pelajari dari kesuksesan mereka dalam berpresentasi. Seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Vanessa Van Edwards dan timnya.

Vanessa Van Edwards, seorang penulis dan peneliti perilaku manusia, melakukan sebuah penelitian untuk mengatahui pola para pembicara tersebut ketika melakukan presentasi. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan video presentasi yang memiliki views terbanyak (terpopular) dengan video presentasi yang kurang terkenal. Dan hasilnya sebagai berikut.

 

Bukan Apa Tetapi Bagaimana

Karisma, kredibilitas, dan kecerdasan seseorang dapat dilihat dari gestur dan bahasa nonverbal mereka. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Vanessa di mana video presentasi yang ditonton tanpa suara dan video presentasi yang ditonton dengan suara tidak memiliki perbedaan dalam hal peringkat. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Padahal inti presentasi adalah melakukan penyampaian dengan verbal.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa 60 hingga 93% komunikasi yang kita lakukan adalah nonverbal. Oleh karena itu, bagaimana cara kita menyampaikan lebih penting dibandingkan apa yang kita sampaikan. Nah karena presentasi merupakan suatu kegiatan verbal, kita harus bisa mengkombinasikan keduanya. Fokuslah pada bahasa nonverbal sebanyak kita fokus pada bahasa verbal.

 

Semakin Banyak Menggerakkan Tangan, Semakin Sukses

Bahasa nonverbal merupakan salah satu cara untuk menunjukkan dan membangun kepercayaan antara diri kita dengan lawan bicara. Selain itu, ketika seseorang menggunakan tangan untuk menjelaskan suatu topik, kita akan lebih memahaminya dibandingkan yang tidak. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Vanessa dan timnya.

Penelitian yang dilakukan dengan memperhatikan hand gesture menunjukkan hasil bahwa presenter yang menggunakan lebih banyak gerak tangan, memiliki lebih banyak views (penonton) dibandingkan mereka yang lebih sedikit melibatkan gerak tangan. Semakin banyak menggunakan gestur tangan, semakin sukses presentasi tersebut.

 

Jangan Membaca! Naskah dapat Membunuh Karismamu

Selain body language dan gerak tangan, vokal atau suara juga termasuk hal penting yang harus diperhatikan ketika public speaking atau presentasi.

Hasil penelitian Vanessa menunjukkan bahwa semakin bervariasi vokal yang digunakan dalam presentasi, semakin banyak penontonnya. Vokal yang bervariasi dapat meningkatkan karisma dan kredibilitas presenter. Mereka yang menyertakan cerita, melakukan improvisasi, dan bahkan berteriak, seperti yang dilakukan oleh Jamie Oliver dalam TED Talk-nya, akan lebih mudah menarik perhatian dan imajinasi audiens.

Kita tidak akan bisa melakukan hal tersebut jika presentasi dilakukan dengan membaca slide atau naskah. Untuk itu, kita perlu menguasai dan memahami konten. Selain karena kita tidak dapat berimprovisasi, presentasi yang disampaikan dari hasil menghafal dan membaca naskah tidak akan membuat audiens antusias dan tertarik untuk mendengarkan kita.

 

Senyum akan Membuatmu Terlihat Lebih Cerdas

Meski hasil penelitian mengenai senyum menyatakan bahwa para pemimpin biasanya sedikit tersenyum, namun penelitian Vanessa dan timnya menunjukkan hasil yang berkebalikan. Presenter yang tersenyum lebih lama dalam presentasinya menerima peringkat kecerdasan lebih tinggi dari lainnya.

Oleh karena itu, seserius apapun topik yang disampaikan dalam presentasi, usahakan untuk tersenyum. Seperti yang dilakukan oleh Sheryl Sandberg yang kala itu menyampaikan sebuah topik serius mengenai para pemimpin wanita.

 

7 Detik yang Berharga

Seorang peneliti bernama Nalini Ambady mengatakan bahwa sebagai tujuan efisiansi, otak kita menilai (judging) orang lain dalam detik-detik awal pertemuan kita dengan orang lain atau biasa disebut first impression atau kesan pertama. Biasanya hal ini terjadi sebelum terjadi percakapan.

Hal ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Vanessa dan tim, yang menyatakan bahwa para subjek penelitian membuat kesan pertama dan membuat keputusan mengenai presentasi secara keseluruhan dalam waktu 7 pertama dalam video. Oleh karena itu, sebelum naik ke atas panggung, pertimbangkanlah dengan matang konsep yang akan digunakan untuk membuka presentasi. Buat audiens terkesan dan tertarik untuk mendengarkan presentasi lebih lanjut.

 

Meski penelitian ini mungkin tidak selalu relevan untuk semua orang, tapi paling tidak, kita bisa mempelajarinya dan menerapkannya (jika mau) dalam presentasi kita selanjutnya.

 

Sumber : www.scienceofpeople.com


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

6 Hal yang Perlu Kamu Pertimbangkan dalam Memilih Desainer Presentasi. Awas! Jangan Sampai Salah!

Pada artikel yang lalu, Jasa Presentasi sudah menjelaskan beberapa kondisi yang mengharuskan seseorang meminta bantuan kepada desainer presentasi. Salah satunya adalah jika seseorang tidak memiliki banyak waktu. Untuk sekedar duduk mengelap keringat saja ia tidak sempat, apalagi jika duduk sambil menghias slide presentasi. Pada kondisi tersebut, menyewa jasa desainer presentasi merupakan pilihan yang tepat.

Saat ini, sudah banyak penyedia jasa presentasi yang dapat membantu mempercantik visual presentasi kita. Namun tidak semua penyedia jasa presentasi tersebut memiliki kualitas dan pelayanan yang sama. Agar hasil desain presentasimu sesuai ekspektasi dengan kualitas tinggi, kamu perlu memilih desainer presentasi yang pas dengan keinginan dan kebutuhan presentasimu. Lakukanlah beberapa pertimbangan ketika akan memutuskan menggunakan jasa desain presentasi, seperti yang sudah didaftar oleh Jasa Presentasi berikut ini.

Portofolio

Hal yang bisa menggambarkan apakah gaya desain presentasi mereka sesuai dengan selera dan kebutuhan kita adalah portofolio. Portofolio menunjukkan hasil kerja desainer presentasi yang pernah dilakukannya. Ini juga bisa menjadi petunjuk untuk calon konsumen mengenai kualitas hasil pekerjaan desainer tersebut. Untuk itu, agar kamu tidak salah dalam memilih desainer presentasi, cari atau mintalah portofolio dari mereka sebagai bahan pertimbangan dan keputusan dalam memilih. Carilah desainer presentasi dengan portofolio terbaik, atau paling tidak sesuai dengan kebutuhan.

Testimoni Klien

Selain portofolio, hal lain yang dapat dijadikan bukti sebagai pertimbangan dalam memilih agen desain presentasi adalah testimoni klien. Dari tertimoni, kamu bisa tahu bagaimana etika dan budaya kerja suatu agen desain presentasi. Rekrutlah agen desain presentasi yang memiliki banyak testimoni positif dari klien lain yang sudah pernah menggunakan jasa agen tersebut.

Detail Proses Pengerjaan

Detail proses pengerjaan mungkin terlihat tidak terlalu penting, namun pada kenyataannya, detail ini sangat dibutuhkan, terutama untuk klien dalam memahami alur, sehingga ia tahu bagaimana ia menempatkan dirinya. Oleh karena itu, pastikan agen desain presentasi yang kamu pilih memiliki alur kerja dan, jika perlu, timeline yang jelas sehingga proyek dapat berjalan lancar. Tanyakan kepada mereka mengenai detail proses pengerjaan setelah klien melakukan pemesanan.

Kemampuan dalam Mengembangkan Ide dan Alur

Konten yang ditulis dengan sangat baik belum tentu bisa menjadi desain presentasi yang menarik. Diperlukan sebuah alur yang tepat agar konten yang ditulis dengan baik tersebut dapat mudah dipahami oleh audiens. Oleh karena itu, carilah agen desain presentasi yang memiliki kemampuan mengubah sebuah konten berupa tulisan menjadi desain presentasi yang menarik dan mudah dipahami. Kamu bisa meminta test page, yaitu meminta agen desain presentasi untuk membuat 1 atau 2 slide desain presentasi dari konten yang kamu miliki. Test page juga dapat memberikan gambaran bagaimana agen desain presentasi ini akan “menyulap” presentasimu.

Pekerjaan yang Mirip

Jangan sampai presentasi bisnismu terlihat santai karena menggunakan agen desain presentasi yang belum berpengalaman dalam membuat jenis presentasi yang kamu miliki. Pilihlah agen desain presentasi yang pernah bekerja pada proyek yang mirip dengan proyek presentasimu. Selain karena agen tersebut berpengalaman dalam jenis presentasi tersebut, hal ini juga dilakukan untuk meminimalisir error yang mungkin terjadi dalam proses produksi.

Nilai

Nah ini dia yang paling ditunggu-tunggu. HARGA! Ya, harga biasanya menjadi pertimbangan pertama bagi seseorang yang memiliki budget pas-pasan dalam memilih agen presentasi. Namun seperti yang dikatakan oleh sebuah peribahasa, “you get what you pay for,” kamu akan mendapatkan apa yang telah kamu bayarkan.

Calon klien biasanya akan membandingkan harga agen desain presentasi yang satu dengan lainnya. Pastikan untuk memilih agen desain presentasi yang memiliki nilai tinggi. Nilai, dalam hal ini, berkaitan dengan harga, kualitas, dan waktu. Pilihlah agen desain presentasi yang harganya sesuai dan layak dengan kualitas dan waktu pengerjaan yang ditawarkan. Sekali lagi, kamu dapat melihat portofolio dan testimoni pelanggan untuk menentukan apakah agen desain presentasi yang akan kamu pilih memiliki nilai yang baik.

 

Daftar di atas merupakan pertimbangan umum yang akan memudahkanmu dalam memilih agen desain presentasi yang sesuai. Kamu mungkin memiliki spesifikasi lain yang menjadi tolok ukurmu dalam memilih agen desain presentasi presentasi. Jika kamu memiliki pendapat lain mengenai hal apa saja yang perlu dijadikan pertimbangan ketika memilih agen desain presentasi, write down below! Tulis di kolom komentar yaaa..

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Jika 3 Hal Ini Kamu Alami, Mintalah Bantuan Pada Desainer Presentasi Handal!

Jasa Presentasi – Siapa sih yang nggak tahu presentasi? Salah satu kegiatan komunikasi ini sudah sangat familiar di telinga kita, terutama bagi kamu, para pelajar, pekerja, maupun pengusaha. Presentasi dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang untuk memberikan informasi, meyakinkan, dan membujuk sekelompok orang lainnya. Berbeda dengan orasi dan pidato, orang yang melakukan presentasi dituntut untuk menjabarkan topik tanpa melihat teks, akan tetapi, mereka diperbolehkan menggunakan bantuan visual, yang biasanya berupa slide presentasi.

Mengikuti perkembangan zaman serta perkembangan teknologi dan informasi, tren desain presentasi juga semakin berkembang. Slide presentasi tidak lagi hanya menyertakan teks di dalamnya tetapi juga menyertakan elemen dan ornamen visual lain yang akan membuatnya menjadi lebih menarik. Namun tidak semua presenter atau penyaji “mampu” membuat presentasi yang menarik tersebut. Hal ini dikarenakan adanya beberapa hambatan, seperti berikut ini.

  1. Keterbatasan Waktu

Bagi kamu yang sibuk, tentu bukan perkara mudah untuk duduk “menghias” slide presentasi dengan menarik. Apalagi jika secara mendadak kamu diminta untuk menyampaikan presentasi. Set Set Set, presentasi jadi dalam sekejap, tapi tampilannya eemmmm, nggak ada menariknya sama sekali!

  1. Keterbatasan Keahlian

Kamu punya banyak waktu, tapi desain bukan keahlianmu. Bahkan membuat garis dengan penggaris saja masih berliku.

  1. Keterbatasan “Peralatan”

Laptop ada, software presentasi sudah tersedia, tapi kenapa tampilan desain presentasi yang dibuat biasa saja? Mungkin ada elemen yang kurang yang belum dimasukkan dalam presentasi, seperti font yang menarik, gambar berkualitas tinggi, ikon, ilustrasi, video, dan lain-lain. Karena peralatan bukan laptop dan program-nya saja, tetapi juga elemen-elemen pendukung presentasi lainnya.

Karena adanya keterbatasan-keterbatasan tersebut, saat ini banyak muncul desainer penyedia jasa presentasi. Bagi kamu yang tidak memiliki banyak waktu tetapi harus segera membuat presentasi, kamu bisa memanfaatkan para desainer tersebut untuk membantumu membuat presentasi yang menarik. Apalagi kalau kamu tidak memiliki keahlian dalam bidang desain, namun harus melakukan presentasi di hadapan para profesional, menggunakan jasa desainer presentasi tentu sangat disarankan. Dan jika kamu memiliki keterbatasan “peralatan” desain presentasi, kamu juga bisa mengandalkan desainer presentasi untuk membuat presentasi yang sesuai dengan keinginan. Cukup duduk manis sambil minum teh dan beritahukan kepada mereka desain seperti apa yang kamu inginkan.

Yaaa, meskipun tidak gratis, memasrahkan presentasimu kepada desainer profesional itu seperti sebuah investasi, terutama bagi sebuah bisnis atau usaha. Kalau dalam ekonomi, rupiah yang kamu transfer kepada desainer itu seperti opportunity cost (biaya kesempatan) yang kamu relakan untuk mendapatkan desain yang lebih baik dan menarik. Atau bagi orang yang sibuk, biaya desain itu bisa dianggap sebagai pengganti waktu. Kamu tidak perlu menggunakan waktumu yang terbatas, karena bisa meminjam waktu orang lain untuk membuatkanmu desain presentasi yang menarik dan sesuai keinginan.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Lima Aturan Desain Presentasi oleh Nancy Duarte

Jasa Presentasi – Presentasi merupakan salah satu media komunikasi yang biasanya dilakukan oleh satu orang, sebagai sumber informasi dan lebih dari satu orang, sebagai audiens. Presentasi dilakukan untuk memberikan informasi, membujuk, serta meyakinkan audiens presentasi.

Terdapat banyak sekali tokoh yang dapat dijadikan inspirasi bagi kita untuk dapat menyampaikan presentasi dengan cara yang menarik. Salah satunya adalah Nancy Duarte, seorang penulis, pembicara, dan CEO asal Amerika. Ia mengemukakan bahwa terdapat lima rules dalam desain presentasi.

 

  1. Perlakukan Audiens sebagai Raja

Peribahasa pembeli adalah raja sepertinya tidak hanya berlaku pada kegiatan jual-beli, tetapi juga berlaku pada presentasi atau public speaking. Presenter, sebagai sumber informasi memiliki tugas untuk membuat presentasi yang sesuai dengan kebutuhan audiens. Tujuan audiens datang ke tempat presentasi adalah untuk mendengarkan penjelasan mengenai topik yang akan disampaikan. Oleh karena itu, buatlah visual dan sampaikan presentasi dengan cara yang mudah dipahami dan diingat oleh audiens.

 

  1. Sebarkan Ide dan “Gerakkan” Orang

Audiens datang ke tempat presentasi untuk mendengarkan penjelasanmu mengenai suatu topik, bukan untuk membaca 50 halaman karya tulis. Tugas seorang presenter adalah menyampaikan sebuah pesan atau informasi penting yang mungkin berguna untuk audiens. Untuk itu, agar audiens tidak merasa seperti membaca sebuah karya tulis dalam sebuah slide, pertimbangkanlah untuk menyertakan elemen visual dalam presentasimu, seperti gambar, video, ikon, dan lain-lain.

 

  1. Bantu Mereka Melihat Apa yang Sedang Dijelaskan

Sebagian audiens merupakan verbal thinker dan lainnya adalah visual thinker. Verbal thinker dapat diartikan sebagai orang yang lebih mudah mencerna sebuah pesan dalam bentuk penjelasan secara verbal, sedangkan visual thinker adalah mereka yang lebih mudah mencerna sebuah informasi atau pesan dalam bentuk visual. Agar presentasimu dapat menjangkau dan dipahami oleh keduanya, kombinasikanlah teks dengan visual ketika menyampaikan presentasi. Meski teks tetap disertakan di dalamnya, usahakan untuk meminimalisirnya dengan hanya menyertakan poin atau inti. Jika memang terdapat teks yang harus tetap disertakan dalam sebuah slide, kamu bisa menyiasatinya dengan mengubahnya menjadi gambar, chart atau diagram. Selain mengurangi penggunaan teks, hal ini juga akan meningkatkan visual presentasi. Namun perlu diingat untuk selalu menggunakan visual berkualitas tinggi.

 

  1. Terapkan Desain bukan Dekorasi

Banyak presenter yang ingin membuat slidenya terlihat menarik dengan memberikan banyak hiasan tanpa memperhatikan kemudahannya untuk dipahami audiens.. Slide yang baik adalah yang menarik dan mudah dipahami. Membuat slide yang menarik memang penting, namun tidak berarti harus berlebihan. Pertimbangkan juga apakah slide mudah dipahami atau justru membuat bingung audiens. Sertakan sedikit saja teks yang menjadi kata kunci. Jika memang terpaksa harus menyertakan banyak teks dalam satu slide, animasikan agar teks tidak muncul sekaligus. Buat teks-teks tersebut muncul satu per satu, mengikuti penjelasan verbal yang sedang kamu lakukan.

 

  1. Membina Hubungan dengan Visual dan Audiens Presentasi

Bangunlah hubungan yang sehat antara presenter dengan slide yang akan digunakan dan dengan audiens presentasi. Salah satu cara agar presenter terhubung dengan keduanya adalah dengan tidak terpaku pada slide. Untuk itu, presenter perlu membuat slide dengan sedikit teks, sehingga presenter tidak tergoda untuk membaca slide. Sertakan poin utama dalam sebuah slide, kemudian letakkan teks lainnya pada catatan untuk berlatih, berlatih, dan berlatih.

Dari kelima aturan Duarte di atas, dapat disimpulkan bahwa sebuah presentasi akan berhasil jika dapat memenuhi kebutuhan audiens akan informasi. Salah satu caranya adalah dengan menjalin hubungan dengan meraka. Hubungan tidak akan terjalin jika presenter terpaku pada slide presentasi. Oleh karena itu, presenter perlu membuat slide dengan sedikit teks, namun mudah dipahami. Untuk mengakalinya, presenter dapat membantu audiens untuk memahaminya dengan membuat gambaran terhadap apa yang dijelaskannya. Membuat gambaran dalam presentasi dapat dilakukan dengan mengubah konten berupa teks menjadi gambar yang relevan. Atau bisa juga mengubah konten berupa penjelasan sebuah data dengan chart dan diagram.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Pertahankan Perhatian Audiens dengan 3 Metode Presentasi Ini

Jasa Presentasi – Kamu mungkin sudah mengetahui cara melakukan pembukaan yang menarik perhatian audiens presentasimu, tetapi apakah hal itu dapat menjamin bahwa audiens dapat mempertahankan perhatian audiensmu hingga presentasi selesai?

Dikutip dari 24slides.com, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk mempertahankan perhatian audiens dan menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi mereka dalam mendengarkan presentasi.

  1. Metode Godin

Pada metode Godin, presentasi dilakukan dengan menggunakan gambar dalam menyampaikan konsep kepada audiens. Kunci sukses metode ini adalah pemilihan gambar yang tepat dan sesuai, sehingga dapat menggambarkan konsep atau konten dalam presentasi dengan baik. Tujuannya presentasi dengan metode in adalah untuk membuat audiens memahami hubungan antara topik yang dijelaskan dengan gambar yang ditampilkan. Gambar berfungsi untuk membangkitkan perasaan audiens sehingga terhubung dengan presenter. Hal ini memudahkan presenter dalam menjelaskan topik presentasi serta memudahkan audiens memahami apa yang dijelaskan presenter.

  1. Metode Takahashi

Metode Takahashi memanfaatkan ukuran teks. Pada metode ini, presentasi dibuat dengan membuat teks menjadi besar. Karena teks dibuat dengan ukuran yang besar, tentu teks yang disertakan jumlahnya tidak banyak, hanya teks singkat yang mengandung inti atau poin sebuah slide. Kata yang menjadi inti slide dibuat dengan ukuran yang lebih besar dari kata lainnya. Presentasi dengan mertode ini tidak menggunakan gambar atau visual pendukung lainnya, hanya teks. Jika harus menggunakan visual pendukung, ukurannya dibuat lebih kecil dan ringkas.

  1. Metode Lessig

Metode Lessig mengharuskan audiens untuk memahami atau mengingat slide dalam waktu 15 detik. Pendekatan ini membantu audiens untuk fokus pada konten dan mencegah audiens mengalihkan perhatian mereka dari presentasi. Pada metode ini, presenter dapat menggunakan gambar atau teks dalam menjelaskan konten presentasinya, namun idealnya, presenter tidak menggunakan keduanya secara bersama dalam satu slide.

 

Jika kamu ingin membuat presentasimu menarik dan membuat audiens tidak berpaling di tengah-tengah presentasi, metode-metode di atas dapat menjadi referensi.

 

Sumber : https://24slides.com/blog/3-presentation-styles-to-keep-your-audience-entertained/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com