5 Tips Desain Presentasi dari Garr Reynolds

Jasa Presentasi – Garr Reynolds, namanya dikenal sebagai salah satu tokoh public speaking dan communications consultant. Salah satu media menyebutkan jika Garr adalah satu dari seratus orang paling berpengaruh di internet. Dari bukunya yang berjudul “Presentation Zen Design,” Garr Reynolds memberikan beberapa tips sebelum membuat desain presentasi, antara lain:

 

1. Keep It Simple

Slide presentasi yang menarik bukanlah yang berisi rentetan teks ataupun gambar yang memenuhi seluruh isi slide. Jangan biarkan kemampuan kita untuk menceritakan konten atau menyampaikan pesan dalam sebuah presentasi teralihkan oleh slide yang terlalu rumit dan padat, sebab hal ini akan membuat audiens lebih fokus untuk membaca slide dari pada mendengar apa yang kita sampaikan.

 

2. Gunakan Tema dan Hindari Menggunakan Template PowerPoint

Sering sekali dijumpai presentasi dengan tampilan yang mirip. Hal ini karena kebanyakan dari mereka memakai template yang sudah disediakan oleh PowerPoint. Saat ini penggunaan template PowerPoint sudah ketinggalan zaman dan kurang menarik, sebab slide-slide tersebut terlihat sama dan tidak unik. Oleh karena itu, tinggalkan template PowerPoint dan carilah referensi di internet tentang presentasi yang menarik. Sesuaikan juga desain yang akan dibuat dengan tema presentasi. Pastikan konten yang akan disajikan tidak hanya menarik, tetapi juga mudah dipahami oleh audiens.

 

3. Pilih Warna yang Sesuai

Sebuah studi menunjukkan jika penggunaan warna yang tepat dapat membantu membujuk dan memotivasi. Warna sendiri dapat dibagi menjadi dua kategori umum, dingin (seperti biru dan hijau) dan hangat (seperti orange dan merah).

Jika kita akan melakukan presentasi di ruangan seperti aula besar, maka pilih latar belakang gelap (biru tua, abu-abu, dll), dengan teks putih atau terang. Jika kita berencana untuk membiarkan sebagian besar lampu menyala, maka latar belakang putih dengan teks hitam bisa menjadi pilihan.

Selain mempertimbangkan lokasi presentasi sebelum memilih warna, terdapat beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan ketika akan memilih warna, di antaranya adalah audiens, psikologi warna, karakteristik brand, kontras, dan lain-lain.

 

4. Gunakan Font yang Tepat

Pilihlah font yang sesuai dengan kebutuhan konten dan pastikan bahwa font yang digunakan sama pada semua slide dan konsisten. Gunakan tidak lebih dari dua font komplementer (misalnya arial dan arial bold) atau bisa juga menggunakan satu family font (misalnya family font Futura). Pastikan juga kita tahu karakter dari font yang hendak kita pakai.

Terlepas dari font apa yang kita pilih, pastikan teks mudah dibaca oleh audiens sekalipun dari jarak yang jauh. Baca tips tipografi dari Jasa Presentasi ini untuk mendapat panduan dalam mengatur teks.

 

5. Use video or audio

Jika memungkinkan, gunakan video atau audio untuk meningkatkan ketertarikan audiens. Namun usahakan tidak menyajikan video atau audio yang terlalu panjang. Sertakan video atau audio ke dalam presentasi sehingga kita tidak perlu keluar dari PowerPoint atau aplikasi presentasi lain ketika akan membuka video atau audio, sebab jika hal ini terjadi, fokus audiens bisa terbagi.

Usahakan juga untuk tidak menggunakan efek suara (seperti bunyi klakson atau tepuk tangan) dalam transisi slide di PowerPoint. Penggunaan efek suara berlebihan yang melekat pada animasi adalah cara yang pasti untuk kehilangan kredibilitas kita sebagai presenter atau speaker.

 

Membuat presentasi mungkin mudah untuk dilakukan oleh siapa saja, namun tidak dengan mendesain presentasi yang menarik. Mendesain presentasi yang menarik membutuhkan waktu dan keahlian (atau kebiasaan). Berlatihlah sesering mungkin dalam mendesain presentasi dan ikuti beberapa tips dari Garr Reynolds di atas.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Gunakan 3 Gaya Public Speaking Ini Untuk Menarik Perhatian Audiens

Jasa Presentasi – Presentasi merupakan salah satu bentuk komunikasi di hadapan audiens dengan tujuan berbeda-beda. Ada yang melakukan presentasi untuk menyampaikan informasi, ada juga presentasi yang bertujuan untuk mempengaruhi dan mengajak orang lain untuk melakukan sesuatu, atau juga presentasi bisnis di hadapan klien. Untuk bisa melakukan presentasi yang baik diperlukan persiapan yang matang serta latihan. Pelajari 3 gaya presentasi ini untuk bisa menarik perhatian audiens.

 

1. Gaya Presence

Woman Presenting Freely

Presentasi adalah sebuah media komunikasi, namun kita sering mendapati seseorang melakukan presentasi layaknya sebuah monolog. Mereka berbicara di hadapan audiens dengan cara menghafal atau membaca salinan teks dengan pandangan yang tidak tertuju kepada audiens. Tentu ini bukan sebuah cara yang tepat dalam melakukan presentasi sebab audiens akan mudah merasa jenuh. Agar tidak terjebak dalam presentasi semacam ini kita harus mempersiapkannya dengan matang, pelajari materi serta cari tahu siapa audiens kita. Hal ini akan memudahkan terjadinya komunikasi dua arah, jadi ketika melakukan presentasi kita tidak hanya sekedar menghafal materi. Inilah yang dimaksud dengan gaya presence.

 

2. Gaya Visual

A Man Presenting Data

Salah satu media yang bisa kita pakai untuk mendukung sebuah presentasi adalah penggunaan slide visual. Gaya presentasi visual ini dilakukan untuk membantu audiens lebih memahami apa yang kita sampaikan. Untuk membuat presentasi visual ada beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu dengan menyelipkan audio, video yang relevan dan gambar yang memperjelas apa yang kita sampaikan. Cara ini terbukti efektif dan bisa membuat audiens terkesan dengan presentasi kita, sehingga apa yang kita sampaikan bisa lebih mudah diingat.

 

3. Gaya Storytelling

Woman Telling Story for Little Girl

Kebanyakan orang suka mendengarkan cerita dari pada harus membaca secara langsung. Inilah yang kemudian membuat teknik storytelling bisa menarik perhatian audiens. Gaya storytelling sendiri merupakan salah satu teknik presentasi dengan cara bercerita. Dengan cerita kita bisa lebih mudah membangun komunikasi dengan audiens. Kemaslah cerita dengan baik dan buatlah senatural mungkin, cara ini efektif untuk membangun hubungan emosi dengan audiens sehingga kita lebih mudah untuk mempengaruhi pikiran audiens. Gaya presentasi ini bisa dikombinasikan dengan dua gaya sebelumnya yaitu gaya presence dan gaya visual. Kita bisa bercerita tanpa bantuan visual, tetapi bisa juga menambahkan visual untuk lebih menarik perhatian audiens.

 

Setelah mengetahui ketiga gaya presentasi di atas, kamu bisa memilih salah satunya atau mengkombinasikan 2 gaya untuk diterapkan dalam penyampaian presentasimu selanjutnya. Pastikan untuk berlatih sesering mungkin sehingga presentasimu bisa sukses dan diingat oleh audiens.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

4 Bahasa Tubuh Audiens Ini Menunjukkan Bahwa Presentasimu Membosankan

Jasa Presentasi – Presentasi adalah salah satu bentuk komunikasi dua arah. Pernahkah kita melakukan presentasi tapi mendapati audiens yang pasif atau tidak memberi respon atas materi yang kita sampaikan. Jika pernah mungkin ada yang salah dengan presentasimu. Berikut adalah bahasa tubuh audiens yang bisa menjadi kode ketika presentasimu membosankan.

 

1. Menguap

A Girl Yawning

Menguap selalu identik dengan rasa kantuk. Sebuah studi mengatakan bahwa salah satu ciri seseorang yang sedang bosan adalah sering menguap. Hal ini terjadi karena Nucleus Accumbens yang berperan menerima informasi dan mengatur jumlah hormon adenosin dalam tubuh tidak menerima informasi atau rangsangan yang menyenangkan sehingga kita akan merasa bosan yang akhirnya membuat kadar adenosin naik. Ketika kadar adenosin naik maka tak lama kemudian kita akan mengalami kantuk yang luar biasa.

 

2. Bermain Gadget

A Girl Texting

Salah satu cara yang biasa kita lakukan untuk mengusir jenuh adalah dengan bermain gadget, entah untuk membuka media sosial, berkirim pesan bahkan bermain game. Tapi jika kita mendapati seseorang lebih sibuk menatap layar ketimbang memperhatikan presentasi yang kita lakukan, hal ini merupakan kode keras bahwa mereka jenuh dengan apa yang kita sampaikan. Bisa karena materi yang terlalu berat, durasi presentasi yang lama, atau cara kita dalam menyampaikan presentasi yang kurang menarik.

 

3. Ngobrol

Two Girls Talking to Each Other

Salah satu ciri ketika audiens tidak tertarik mendengarkan presentasi yang kita bawakan adalah asyik mengobrol dengan teman sebelahnya. Untuk itulah sebaiknya sebelum melakukan presentasi lakukan persiapan sebaik mungkin, mulai dari penguasaan materi, slide presentasi dan kenali audiens. Hal ini adalah cara untuk menarik perhatian audiens.

 

4. Meninggalkan Ruangan

A Hand Reaching Door Knob

Jika saat melakukan presentasi audiens sering keluar masuk ruangan bisa jadi indikasi audiens jenuh terhadap presentasi yang kita bawakan. Percaya atau tidak, jika ada satu atau dua orang yang memulai, maka yang lain akan segera mengikuti. Tentu ini akan mengganggu fokus yang lain. Buatlah audiens tertarik terhadap presentasi kita, jika perlu segera lakukan ice breaking untuk memecah kebekuan dan meregangkan otot-otot.

 

Membuat audiens terkesan memang bukan perkara mudah, namun paling tidak, kita tidak membuat mereka bosan. Pastikan kamu sudah mempersiapkan presentasi secara matang, sampaikan konten dengan cara yang menarik, ringkas, dan mudah dipahami. Manfaatkan juga beberapa tips dari Jasa Presentasi ini ketika audiens mulai merasa bosan dengan presentasi yang sedang kamu sampaikan.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Lakukan 5 Hal Ini Ketika Audiens Mulai Jenuh Dengan Presentasimu

Jasa Presentasi – Dalam sebuah presentasi kita tidak bisa memaksa audiens untuk tetap fokus dan memperhatikan materi presentasi yang kita sampaikan. Terkadang materi yang terlalu berat akan menimbulkan rasa jenuh dan membuat audiens mengantuk. Jika sudah seperti ini biasanya audiens lebih memilih melakukan aktivitas lain seperti bermain HP. Sebelum audiens benar-benar merasa jenuh dan tidak fokus terhadap materi presentasi kita, persiapkan 5 hal berikut:

 

1. Fresh Jokes

Untuk memecah kebekuan dalam sebuah presentasi sisipkan sebuah jokes yang menarik. Selain membuat audiens tertawa, jokes ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sebuah presentasi. Tapi harus diingat, menyampaikan jokes-jokes untuk membuat audiens tertawa itu bukanlah hal yang mudah. Pilih jokes yang relevan dengan materi presentasi dan pastikan tidak memakai jokes yang sudah umum. Sebab jika kita gagal menyampaikan jokes kepada audiens, bukannya tertawa, mereka justru akan menganggapnya garing dan menjadi semakin bosan dengan presentasi kita.

 

2. Games atau Ice Breaker

Dalam sebuah presentasi, menyelipkan games sudah umum dilakukan. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan jenuh dan mencairkan suasana. Pilihlah aneka permainan yang melibatkan audiens seperti gerakan tubuh, yel-yel atau bernyanyi. Usahakan memilih permainan yang relevan dengan topik presentasi sehingga audiens merasa terkesan dan selalu mengingat materi yang disampaikan.

 

3. Diskusi

A Man Discuss in Presentation

Dalam sesi presentasi libatkan audiens untuk melakukan aktivitas bersama melalui sesi tanya jawab dan diskusi. Hal ini bisa membuat audiens lebih interaktif serta mengukur seberapa jauh materi presentasi yang kita sampaikan diterima oleh audiens. Dengan komunikasi dua arah seperti ini audiens akan merasa senang karena bisa ikut terlibat dan berpartisipasi dalam sebuah presentasi.

 

4. Dekati Audiens

The Speaker Get Closer to The Audiences

Dalam sebuah presentasi kita sering mendapati seorang pemateri yang hanya diam di tempat kendati pandangan mereka tertuju pada audiens. Jika melakukan presentasi dengan model seperti ini tentu audiens akan merasa jenuh. Sebagai antisipasi, berjalanlah mendekati audiens, dan tatap mata audiens. Hal ini terbukti bisa membangun kedekatan secara emosi dengan audiens. Selain itu cara ini akan memberikan kesan hangat dan percaya diri sehingga audiens merasa tertarik memperhatikan apa yang kita sampaikan.

 

5. Doorprize

A Gift for Presentation Audiences

Audiens selalu tergoda dengan sebuah hadiah atau doorprize yang dibagikan dalam sebuah public speaking. Gunakan ini untuk sebuah pancingan sehingga audiens mau memperhatikan materi presentasi. Misalnya dengan menyampaikan akan ada doorprize bagi audiens yang berhasil menjawab pertanyaan seputar materi yang disampaikan. Bisa juga pembagian doorprize ini dilakukan di sela-sela presentasi, tinggal sesuaikan dengan jumlah doorprize yang hendak dibagikan.

 

Cobalah untuk praktekkan beberapa hal di atas ketika kamu menghadapi audiens yang jenuh dan tidak memperhatikan. Sesuaikan juga dengan jenis presentasi yang sedang kamu lakukan. Jika presentasimu bersifat formal, akan lebih baik jika menggunakan jokes atau candaan. Jika audiensmu adalah mahasiswa, kamu bisa bebas menggunakan beberapa hal di atas. Selain itu, kamu juga bisa mengkombinasikannya.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Perlukah Menginvestasikan Uang Kita kepada Desainer?

Tidak bisa dipungkiri bahwa desain merupakan salah satu unsur penting dalam setiap bisnis. Mulai dari perusahaan manufaktur sampai jasa, semuanya membutuhkan desain. Perusahaan-perusahaan ini membutuhkan desain sebagai alat branding, promosi, maupun keperluan internal.

Tidak hanya dalam bisnis atau perusahaan, desain juga bisa dianggap penting bagi perorangan, terutama bagi mereka yang ingin membranding diri.

Bagi mereka yang memiliki keahlian di bidang desain, hal ini mungkin mudah untuk dilakukan. Mereka bisa memenuhi kebutuhan desain mereka sendiri dengan mudah dan sesuai keinginan. Namun, bagaimana jika kita adalah orang yang tidak memiliki keahlian dalam bidang desain?

Salah satu kisah dari klien Jasa Presentasi ini mungkin bisa menjadi jawabannya.

 

WAWANCARA PRESENTASI PAK WAWAN SEBAGAI CALON MANAJER

Presentation Interview

Namanya Pak Wawan. Ia adalah salah satu klien personal Jasa Presentasi. Suatu ketika, ia diminta untuk melakukan wawancara presentasi sebagai tahapan akhir sebelum diterima sebagai manager di sebuah perusahaan alas kaki di Jakarta.

Wawancara presentasi ini merupakan wawancara yang sangat penting bagi kelanjutan karir Pak Wawan. Ia ingin memberikan kesan yang baik di hadapan pihak perusahaan. Salah satu usaha Pak Wawan untuk memberikan kesan baik dalam wawancaranya nanti adalah dengan membuat presentasi yang menarik, namun karena keterbatasan waktu dan kemampuan, Pak Wawan memutuskan untuk bekerja sama dengan Jasa Presentasi.

Singkat cerita, Pak Wawan datang ke kantor Jasa Presentasi untuk diskusi harga dan memberikan brief. Ia menjelaskan materi yang akan disampaikan dalam wawancaranya nanti. Setelahnya, ia memasrahkan keputusan desain kepada tim Jasa Presentasi dengan beberapa ketentuan yaitu font yang harus digunakan adalah Times New Roman dengan spasi 1,5.

 

FONT MERUPAKAN SALAH SATU UNSUR AESTETIK DALAM DESAIN PRESENTASI

Fonts choice can affect your visual presentation

Seperti yang selalu kami sebutkan dalam artikel-artikel sebelumnya, font adalah salah satu unsur aestetik dalam desain presentasi. Penggunaan font yang kurang tepat bisa mengurangi ketertarikan sebuah desain presentasi, namun bukan berarti hal ini tidak dapat diatasi. Meskipun Times New Roman merupakan font standar yang kurang menarik dan tidak disarankan untuk dipakai dalam desain, hal ini bisa diatasi dengan menonjolkan elemen lain, seperti warna, ikon, layout, gambar, dan lain-lain. Oleh karena itu, ketentuan mengenai font ini tidak menjadi masalah bagi kami.

Singkat cerita, desain presentasi selesai dikerjakan. Keesokan harinya, Pak Wawan melakukan wawancara presentasi dengan desain tersebut. Seminggu kemudian, Pak Wawan menghubungi kami dan memberikan kabar bahwa ia lolos ke tahap terakhir. Tidak lama setelahnya, ia kembali memberikan kabar bahwa ia telah selesai melakukan rangakaian seleksi pekerjaan dan berhasil diterima di perusahaan tersebut.

 

PELUANG DAN KESEMPATAN

Opportunity Cost

Dalam ekonomi, ada ilmu yang dinamakan opportunity cost atau biaya peluang. Ketika dihadapkan pada dua opsi, kita pasti akan membuat pertimbangan-pertimbangan sebelum memilih salah satu dari dua opsi tersebut. Ketika akhirnya memutuskan memilih, tentu ada hal yang harus dikorbankan. Misalnya seperti kisah Pak Wawan di atas, ia memilih untuk mengeluarkan uang demi membantunya memberikan kesan yang baik dan sukses dalam wawancara presentasi yang akan dilakukannya.

Uang yang dikeluarkan Pak Wawan ini disebut dengan “biaya peluang” atau biaya yang harus dikeluarkan dan direlakan untuk mengambil sebuah kesempatan (dalam kasus Pak Wawan adalah kesempatan untuk mendapat pekerjaan dengan posisi manajer).

 

Bagaimana pendapatmu setelah membaca artikel di atas? Apakah perlu menginvestasikan atau mengeluarkan uang kita untuk desainer?

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

3 Tips Public Speaking Ala Barack Obama

Jasa Presentasi – Barack Obama adalah salah satu public speaker yang mampu membuat audiens berdecak kagum. Beberapa pidatonya terbukti berhasil membius audiens. Gaya public speaking ala Obama ini bisa dipelajari untuk kita terapkan ketika berhadapan dengan audiens. Berikut 3 tips public speaking ala Obama:

 

1. Intellectual Capacity

Untuk bisa berbicara di depan publik diperlukan sebuah penguasaan materi yang baik. Tapi menguasai materi saja tidak cukup, seseorang perlu memiliki wawasan yang luas sehingga mampu bereksplorasi dan memecahkan setiap masalah. Intellectual capacity yang tinggi akan membuat seseorang menjadi percaya diri. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap performa seseorang ketika berada di depan publik. Keterampilan berbicara tanpa kedalaman wawasan hanya akan membuat seseorang layaknya penjual obat di pinggir jalan.

 

2. Penguasaan Panggung

Obama selalu tampil menawan di atas panggung. Hampir semua pidatonya berhasil membuat audiens mengarahkan perhatiannya. Ketika berbicara di hadapan publik, Obama selalu menjaga kontak mata dengan audiens dan mempertahankan bahasa tubuh yang dapat memperkuat apa yang disampaikannya. Penguasaan panggung yang baik membuat Obama terlihat berkarisma saat berada di atas panggung.

 

3. Ritme Berbicara

Sebagus apapun materi dan slide presentasi tanpa di dukung persiapan di atas panggung akan menjadi sia-sia. Untuk membuat audiens mengarahkan perhatian pada presentasi yang kita bawakan, ritme berbicara menjadi faktor yang penting. Ritme berbicara ini meliputi artikulasi dan intonasi yang benar, tahu kapan harus berbicara lantang dan kapan harus lembut.

 

Tiga tips di atas merupakan sedikit dari tips public speaking lainnya yang bisa kita ambil dari Barack Obama. Namun jika ketiganya bisa diterapkan, bukan tidak mungkin bahwa public speaking yang kamu lakukan bisa sesukses public speaking yang dilakukan oleh Obama.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Gerakan Tangan Yang Harus Dihindari Saat Melakukan Presentasi

Jasa PresentasiKetika kata dapat berbohong, bahasa tubuh akan menunjukkan yang sebenarnya. Bahasa tubuh seringkali muncul tanpa kita sadari dan ini menunjukkan kondisi kita yang sebenarnya. Dalam presentasi, body language, terutama gerakan tangan bisa membantu kita untuk memberikan penekanan pada materi yang sedang disampaikan. Gerakan tangan ini biasanya kita lakukan secara sadar. Namun, ketika melakukan presentasi, kita juga seringkali melakukan gerak tubuh secara tidak sadar dan ini bisa menimbulkan persepsi yang bermacam-macam dari audiens. Persepsi ini tidak akan menjadi masalah jika positif, namun tentu akan merugikan jika persepsi yang muncul justru persepsi negatif. Supaya tidak terkesan negatif di hadapan audiens, hindari lima gerakan tangan berikut ini.

 

1. Bersedekap

Man Crossed His Arms

Posisi berdiri sambil melipatkan kedua tangan di dada merupakan salah satu bentuk bahasa tubuh yang bisa diartikan sebagai sikap perlindungan diri atau bisa juga sebagai sikap menutup diri. Hal ini bisa saja menggiring oponi audiens yang menganggap jika kita tidak terbuka dalam menyampaikan sesuatu. Dalam beberapa hal sikap bersedekap juga dilakukan ketika kita sedang merasa kedinginan.

 

2. Menggaruk Kepala/Belakang Leher

Stress and Nervous Man

Tanpa disadari sikap menggaruk-garuk kepala ini sering kita lakukan saat kita sedang berbohong terhadap lawan bicara. Selain itu posisi menggaruk-garuk bagian leher belakang juga bisa diartikan kita tengah ragu-ragu dalam menyampaikan sesuatu. Sikap semacam ini sebaiknya tidak dilakukan karena audiens akan menilai apa yang kita sampaikan kurang meyakinkan sehingga audiens enggan memperhatikan apa yang kita sampaikan.

 

3. Memasukkan Tangan Ke Dalam Saku

Girl Insert Her Hand Inside The Pocket

Memasukkan tangan ke dalam saku celana adalah satu bentuk sikap yang biasanya dilakukan ketika kita sedang gugup dan nervous saat berbicara di depan umum. Sikap ini sebaiknya dihindari kendati bisa membuat lebih rileks karena audiens akan memandang kita sebagai sosok yang arogan dan terkesan ingin mendominasi.

 

4. Bertolak Pinggang

Confident Girl

Gerakan menaruh kedua belah tangan pada pinggang saat berbicara di hadapan menunjukkan bahwa dirinya over confidence. Sikap ini harus dihindari karena bisa menimbulkan kesan arogan atau sombong.

 

5. Pacifying

Anxiety and Pacifying

Seseorang yang sedang merasa gugup ketika berbicara di depan banyak orang tanpa disadari akan menciptakan gerakan tangan yang dilakukan terus menerus tanpa ada alasan yang jelas. Seperti sering membetulkan rambut, memainkan bolpoin, membetulkan kacamata, dll. Gerakan inilah yang disebut pacifying. Gerakan seperti ini harus dihindari sebab akan mengalihkan perhatian audiens. Alih-alih menyimak materi yang kita sampaikan, bisa jadi audiens akan lebih fokus terhadap gerakan-gerakan yang seharusnya tidak perlu kita lakukan karena akan dianggap sebagai hal yang lucu.

 

Gerakan-gerakan ini memang muncul tanpa sadar, namun kita bisa meminimalisasinya dengan sering melakukan latihan. Ketika melakukan latihan, usahakan untuk berlatih secara menyeluruh dan tidak hanya fokus pada konten presentasi saja. Latih juga intonasi suara, ekspresi, gerak tangan, serta body language lainnya.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

6 Cara Untuk Terlihat Percaya Diri Dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Presentasi adalah kegiatan yang mengharuskan kita tampil di depan banyak orang. Bagi sebagian orang, kegiatan ini adalah hal yang menakutkan. Oleh karenanya banyak orang yang gagal ketika melakukan presentasi karena ketakutan mereka sendiri. Ketakutan ini perlu diatasi dan dilawan, salah satu caranya adalah dengan merasa percaya diri. Bagaimana menumbuhkan percaya diri saat melakukan presentasi?

 

1. Kuasai Materi

Preparing for Presentation

Agar bisa menyampaikan presentasi dengan baik kita harus menguasai materi secara mendalam. Materi presentasi haruslah data-data yang akurat dan realistis. Dari data-data yang sudah terkumpul kita bisa pelajari hingga benar-benar menguasai materi pada setiap halaman slide presentasi. Jika kita sudah memahami apa yang hendak disampaikan, rasa gugup perlahan menghilang dan kita bisa lebih rileks dalam menyampaikan presentasi.

 

2. Berbicaralah dengan Lantang

Obama Gives His Passionate Speech

Intonasi, artikulasi, dan penekanan kata itu penting saat presentasi. Karena jika kita berbicara dengan suara pelan maka audiens akan menganggap kita ragu-ragu sehingga apa yang kita sampaikan dianggap kurang meyakinkan. Tentu ini akan membuat audiens tidak tertarik untuk mendengarkan presentasi kita.

 

3. Bahasa Tubuh yang Efektif dan Persuasif

Body Language

Kesesuaian bahasa tubuh dengan bahasa verbal akan menghasilkan presentasi yang sempurna. Bahasa tubuh yang baik akan menguatkan setiap kata yang penting sehingga akan lebih mudah diingat oleh audiens. Bahasa tubuh yang efektif ini meliputi kesesuaian gerakan dengan apa yang disampaikan. Misalnya saja bagaimana cara kita berdiri, berjalan, juga gerakan tangan yang tidak kaku atau bahkan tidak dibuat-buat.

 

4. Mempertahankan Kontak Mata

Business Woman Listening to Her Partner Speech

Dalam komunikasi nonverbal, kontak mata merupakan satu elemen penting dalam sebuah presentasi. Selain bertujuan membangun kedekatan dengan audiens kontak mata ini bertujuan membangun kepercayaan dan menguatkan hubungan antara presenter dan audiens dalam sebuah presentasi sehingga memperkuat pesan yang kita sampaikan.

 

5. Berpikir Positif

Tony Robbins Motivational Speech

Sebelum melakukan presentasi kebanyakan dari kita akan diliputi berbagai perasaan seperti gugup, takut, bahkan tidak percaya diri. Percayakah kita jika perasaan yang muncul itu adalah bentuk kekhawatiran yang kita ciptakan sendiri. Untuk itulah penting sekali membuang jauh pikiran negatif yang sering kali tak beralasan itu dan menggantinya dengan pikiran yang positif. Dengan berpikiran positif, maka bayangan positif itu pun akan memancar dan membantu kita tampil lebih maksimal.

 

 6. Buat Slide Presentasi yang Menarik

A Man Presenting

Setelah mempelajari poin 1-5 tentang penguasaan materi juga audiens, jangan lupakan tentang slide presentasi. Sebuah slide yang baik mampu menyampaikan ide atau pesan yang ingin disampaikan sehingga akan lebih memudahkan audiens menangkap pesan yang kita sampaikan. Berikan waktu khusus untuk menyiapkan slide presentasi, jika kita tidak memiliki banyak waktu tidak ada salahnya mempercayakan pada jasapresentasi.com untuk membantu kita menyiapkan slide presentasi yang menarik.

 

Memunculkan percaya diri memang tidak mudah. Selain dengan menerapkan beberapa cara di atas, kita juga harus sering melakukan latihan.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Pertimbangkan 7 Hal ini Sebelum Memilih Warna Untuk Desain Presentasi

Jasa Presentasi – Memilih warna yang tepat memiliki dampak besar terhadap kesuksesan sebuah desain. Kita bisa lihat berbagai brand ternama sengaja memasukkan unsur warna yang mewakili sebuah produk mereka. Sebelum memilih warna pertimbangkan 7 hal ini untuk membantu kita memvalidasi setiap warna yang akan kita pakai dalam setiap desain yang kita buat.

 

1. Pertimbangkan Psikologi Warna

Black is the color of sadness

Warna adalah salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan. Setiap warna memiliki korelasi dengan kepribadian seseorang, bahkan warna juga bisa mendeskripsikan sebuah produk.

 

2. Kenali Audiens

Presentation Audience

Sebelum membuat desain presentasi, kenali siapa audiens kita. Hal ini penting dalam pemilihan warna sebab secara karakter antara pria dan wanita memiliki persepsi yang berbeda terhadap setiap warna. Pada umumnya pria lebih memilih warna-warna berani sedangkan wanita lebih memilih warna lembut.

 

3. Gunakan Warna dengan Seimbang

Colors

Memilih warna untuk sebuah desain tidak bisa subjektif karena harus memperhatikan juga kesesuaian antara brand dengan warna yang dipilih, warna dengan suhu (warna hangat atau dingin), saturasi (warna tajam yang terlihat bermuda, sementara yang redup terlihat sangat vintage), suasana hati (cerah & menyenangkan, gelap & serius), tema (lokasi, musim, hari libur), dan kualitas-kualitas lain.

 

4. Sesuaikan dengan Karakteristik Brand

The Combination of Blue and Yellow can Give Your Brand Innovative Impression

Warna memiliki kekuatan untuk mempengaruhi persepsi konsumen tentang sebuah merek atau produk yang dijual. Pengenalan brand biasanya sangat terikat dengan warna. Seperti Facebook yang identik dengan warna biru. Penilaian orang terhadap produk biasanya berawal dari warna, dengan demikian pada desain warna bukan sekedar pilihan artistik, namun kesesuaian karakter brand.

 

5. Kontras itu Penting

Coral Pink Fits Black The Best

Pemilihan warna dan font yang tepat akan lebih mudah menarik audiens. Kombinasikan warna dengan warna yang kontras, perhatikan juga ukuran font. Pastikan tulisan dapat dibaca dengan jelas dari berbagai sudut.

 

6. Warna Biru adalah Raja

Blue is The King

Warna Biru merupakan warna yang universal. Warna ini bisa dianggap sebagai warna yang netral dan disukai oleh wanita maupun pria. Warna Biru bisa digunakan untuk presentasi jenis apapun, seperti presentasi bisnis, presentasi skripsi, pitching, dan sebagainya.

 

7. Manfaatkan Situs Penyedia Warna

Valuable Resources

Terkadang, akan lebih menarik jika warna yang digunakan dalam presentasi tidak hanya satu atau dua saja. Selain itu, warna yang digunakan pun harus sesuai satu sama lain agar tidak mengurangi ketertarikan visual presentasi. Kedua syarat ini dapat dipenuhi dengan memanfaatkan situs seperti coolors.co, paletton.com, contrastchecker.com, dan colorbox.io. Situs-situs ini akan mempermudah pemilihan dan penentuan warna untuk presentasi kita.

 

Warna memegang peranan penting dalam berbagai desain, tidak terkecuali presentasi, sebab warna memungkinkan kita untuk mengatur suasana dan suara dalam bentuk visual. Oleh karena itu, pastikan untuk mempertimbangkan 7 hal di atas sebelum memilih warna untuk presentasimu. Make your audiences impressed by just looking at your colors choice!

 

Source: instagram.com/@uibucket

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

4 Alasan Mengapa Warna Merah Disebut Sebagai Warna Kemenangan

Jasa Presentasi – Warna begitu berpengaruh terhadap unsur kehidupan. Selain menjadi sarana untuk menyampaikan pesan melalui komunikasi non verbal, kita bahkan bisa menilai kepribadian seorang melalui warna yang disukainya. Tentu hal ini sangat menarik karena setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang warna. Ada yang memilih warna hitam, ada juga yang lebih suka warna biru, atau warna hijau yang diyakini sebagai warna yang menenangkan. Lantas bagaimana dengan warna merah? Konon warna merah disebut sebagai warna kemenangan, benarkan demikian? Yuk simak alasannya.

 

Warna Merah Artinya Berani

Football Player

Bagi Bangsa Indonesia merah memiliki filosofi sendiri. Bendera negara kita memiliki dua warna merah dan putih. Warna merah jadi lambang keberanian bangsa dalam merebut kemerdekaan. Warna merah sendiri memancarkan daya maskulin yang kuat serta menguasai. Sehingga tidak heran jika warna merah kemudian identik sebagai warna kemenangan.

 

Warna Merah Bisa Memotivasi

Happy Man

Warna merah bisa menggairahkan emosi kita sehingga ada dorongan kuat untuk melakukan sesuatu. Unsur yang didatangkan warna merah dapat bermakna sebagai daya yang mampu memacu denyut jantung serta pelepasan adrenalin yang menggerakan kita melakukan tindakan. Ada banyak contoh, kita sering melihat kostum team sepakbola dengan warna merah, hal ini diyakini bisa memunculkan semangat dalam berlaga. Atau penggunaan unsur merah untuk interior ruangan, pakaian serta berbagai ornamen bisa memacu kembali semangat yang mulai lesu.

 

Warna Merah Menarik Perhatian

Red Umbrella Man in the Rain

Warna merah yang mencolok ternyata memiliki daya untuk menarik perhatian. Prinsip ini dipakai oleh para desainer ketika membuat logo untuk sebuah brand. Dengan memasukkan unsur merah mereka yakin akan lebih bisa menarik perhatian sebab warna merah sendiri lebih mudah untuk ditemukan keberadaannya. Di sekeliling kita juga sudah banyak contohnya, sebut saja untuk rumah makan atau papan reklame yang terletak di pinggir jalan akan lebih banyak memasukkan unsur merah karena terlihat lebih mengundang perhatian daripada yang berwarna pucat.

 

Warna Merah Mendominasi

Telephone Box in the Middle of City

Warna merah juga memiliki sifat negatif yaitu agresif dan mendominasi. Menurut survey, warna merah ini mampu memunculkan berbagai ekspresi negatif berbentuk kemarahan. Berada pada kerumunan warna merah dapat mengakibatkan kita lebih mudah merasa jengkel, resah serta pada akhirnya geram. Tidak heran diberbagai situasi akan mudah menyurut pertengkaran. Meskipun demikian sisi positif dari mendominasi ini ternyata mampu menstimulasi serta menggambarkan keinginan yang kuat.

 

Selain 4 alasan di atas, warna merah juga bisa digunakan untuk presentasimu supaya terkesan kuat dan menarik. Namun, pastikan untuk menggunakan warna merah yang agak redup serta kombinasikan dengan warna yang kontras.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com