Tiga Langkah Dasar Membuat Infografik

Jasa Presentasi – Infografik merupakan kumpulan informasi yang didesain untuk menghibur, menarik, serta mendidik para pembacanya. Infografik dapat mengubah teks statis menjadi visual yang informatif dan mudah diingat pada waktu yang bersamaan.

Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, bahwa infografik dapat meningkatkan traffic media yang kita gunakan untuk membagikan infografik. Namun bukan berarti semua infografik dapat melakukan hal tersebut. Infografik yang berpeluang besar bisa meningkatkan traffic adalah infografik yang menarik, mendidik, dan inspiratif.

Untuk membuat infografik yang demikian, kita harus tahu langkah-langkah apa saja yang harus ditempuh dalam membuat infografik.

Langkah 1 – Memilih Topik

Langkah awal yang harus dilakukan ketika akan membuat infografik adalah memilih topik. Topik merupakan hal umum yang akan dibahas dalam sebuah konten. Ketika akan memilih topik untuk infografik, pilihlah topik yang sesuai dengan bisnis atau usaha yang sedang dijalani. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan topik di luar bisnis atau usaha yang sedang dijalani, namun pastikan topik tersebut masih berkaitan dengan latar belakang bisnis. Pastikan juga konten di dalamnya tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat secara umum.

Gali topik dengan lebih dalam untuk memperoleh informasi berharga yang mungkin masih sedikit diketahui oleh banyak orang.

Langkah 2 – Mendesain Infografik

Langkah selanjutnya setelah mendapat seluruh informasi dan data mengenai topik yang akan dibahas adalah memvisualisasikannya ke dalam bentuk yang lebih kreatif. Bagi konten ke dalam beberapa kategori dan tentukan ukuran serta layout infografik.

Gunakan konten visual (gambar, ikon, grafik, warna, shape) yang relevan dengan topik infografik. Misalnya jika topik berkenaan dengan restoran, gunakan tema dan konten visual yang berkaitan dengan restoran, seperti sendok, garpu, pisau, piring, dan lain-lain.

Desainlah infografik secara kreatif, namun jangan terlalu berlebihan, karena bisa membuat infografik menjadi terlalu kompleks. Ingatlah bahwa infografik diciptakan untuk memudahkan audiens dalam memahami konten di dalamnya.

#Tips : Untuk mendapatkan lebih banyak inspirasi dan ide, kunjungilah situs-situs inspiratif seperti Pinterest, Canva, dan lainnya.

Langkah 3 – Beri Identitas pada Infografik

Setelah selesai mendesain, periksa kembali hasil desain secara detail dan teliti. Pastikan desain infografik tidak membuat konten semakin rumit, tetapi membuatnya menarik dan mudah dipahami. Pastikan juga untuk memberikan identitas pada infografik tersebut. Sehingga kita bisa mengklaim infografik tersebut sebagai karya kita ketika suatu saat infografik tersebut menjadi viral. Dengan begitu, kita bisa menaikkan pamor dan citra serta kredibilitas diri sebagai kreator infografik.

Selain itu, jika informasi dan data dalam infografik didapat dari situs atau orang lain, sertakan juga sumbernya. Hal ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang mungkin terjadi di masa depan, seperti plagiarisme dan tuduhan plagiat.

 

Sumber : Forbes


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Infografik itu Powerful dan Efektif! Mengapa?

Jasa Presentasi – Secara singkat, infografik merupakan hasil kombinasi antara data dan desain. Secara lebih detail, infografik adalah salah satu cara penyajian informasi, data, atau pengetahuan (terutama konten yang kompleks) menjadi bentuk visual yang menarik dan lebih cepat serta mudah untuk dipahami. Tujuan adanya infografik adalah untuk memudahkan pembaca dalam memproses informasi tanpa harus membaca teks dengan jumlah banyak.

Inilah mengapa infografik menjadi cara yang efektif untuk menyampaikan informasi, data, atau pengetahuan yang bersifat kompleks. Selain itu, terdapat alasan lain mengapa infografik merupakan media yang efektif dan powerful untuk menjelaskan konten, antara lain sebagai berikut.

  • Kebanyakan dari kita memiliki rentang perhatian yang pendek, sehingga otak lebih peka ketika melihat konten berupa gambar, dibandingkan membaca konten berupa teks dengan jumlah yang banyak.
  • Dengan semakin berkembangnya teknologi, manusia semakin dimudahkan dalam segala hal, terutama dalam bidang komunikasi. Kemajuan ini membuat manusia menjadi semakin mudah dan cepat dalam memperoleh informasi dan berita. Setiap hari, kita dijejali dengan banyak sekali informasi. Seperti halnya gelas yang penuh, isinya akan tumpah jika terlalu banyak dimasuki air, otak manusia pun begitu. Namun dengan kehadiran infografik, informasi di dalamnya menjadi lebih mudah dipahami dan diingat oleh pembaca.
  • Manusia sendiri merupakan salah satu contoh visual, dan otak kita dapat menyerap dan mencerna informasi dalam bentuk visual lebih baik, lebih cepat, dan lebih mudah dibandingkan informasi lainnya.
  • Kebanyakan dari kita melupakan sebagian besar dari apa yang kita baca, namun mengingat apa yang kita lihat.
  • Karena otak manusia lebih peka terhadap visual, oleh karenanya, infografik lebih menyenangkan dan menarik untuk dilihat dibandingkan teks polos (tanpa bantuan visual).

Selain alasan di atas, Infografik yang dibuat dengan benar tidak hanya akan memudahkan kita dalam memahami informasi di dalamnya, tetapi juga bisa meningkatkan profile (kredibilitas) kreator serta meningkatkan trafik website.

Bagaimana infogragik dapat meningkatkan trafik website?

Infografik yang dibuat dengan tepat (menarik dan mudah dipahami) bisa menyebar dengan cepat di internet, karena akan banyak orang yang membagikannya. Infografik yang menarik juga bisa menjadi inspirasi untuk para blogger dan penulis serta bisa juga meningkatkan eksposur bagi kreator (membuat kreator lebih dikenal).

#Tips : Pastikan untuk menyertakan logo, URL, atau identitas lainnya pada infografik sebagai “hak cipta,” sehingga kita bisa mengklaim karya tersebut jika suatu saat terjadi plagiasi.

 

Sumber : Forbes


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 3)

Jasa Presentasi – Melanjutkan artikel yang lalu, berikut disajikan beberapa kesalahan dalam desain infografik lainnya yang bisa membantu kita dalam membuat infografik yang tidak hanya menarik, tetapi juga mudah dipahami.

11. Penggunaan Ikon yang Kurang Tepat

Selain gambar dan ilustrasi, ikon juga dapat membantu meningkatkan visual infografik. Namun ikon juga bisa membuat infografik menjadi membingungkan jika tidak diterapkan dengan tepat. Misalnya dengan menerapkan ikon yang terlalu simple atau tidak relevan dengan konten yang kompleks. Atau menggunakan ikon terlalu banyak juga dapat berdampak negatif baik pada output desain atau pemahaman audiens pada konten di dalamnya.

Solusi : Meski ikon dapat membuat sebuah konten menjadi lebih menarik, namun tidak semua konten dapat didukung atau diubah dengan ikon. Oleh karena itu, pertimbangkanlah penggunaan ikon pada suatu konten. Gunakan juga style ilustrasi yang konsisten. Hindari menggunakan desain 2D dan 3D atau bentuk lainnya yang berbeda dalam satu infografik.

12. Format/Resolusi yang Salah

Teknologi dan desain, merupakan dua hal yang saling berkaitan. Jika kita ingin mengikuti perkembangan desain, kita juga mau tidak mau harus mengikuti perkembangan teknologi. Contohnya, saat ini desain tidak hanya dibutuhkan untuk offline saja tetapi juga online, sehingga kita harus benar-benar mempelajari platform yang akan digunakan untuk “memamerkan” desain kita.

Misalnya jika ingin memposting karya kita di Instagram, kita mendesain dengan menyesuaikan fitur pada Instagram. Atau jika desain akan dicetak, kita juga harus tahu berapa dimensi dan resolusi hasil desain agar hasilnya bagus ketika dicetak.

Namun pada kenyataannya, masih ada desainer yang kurang memperhatikan detail ini, sehingga output desain menjadi kurang menarik.

Solusi : Periksa kembali spesifikasi desain secara detail sebanyak 2 atau 3 kali sebelum mulai mengerjakan, seperti ukuran paper, ukuran font, resolusi output, dan lain-lain. Ketahui secara detail mengenai output yang diinginkan, sehingga ketika infografik ditampilkan, pengguna atau audiens tertarik dan mudah memahami konten di dalamnya.

13. Berlebihan

Semua hal yang berlebihan itu tidak baik, begitu juga dalam desain. Namun masih banyak orang yang terlalu berlebihan dalam desainnya. Padahal hal ini dapat berakibat pada hasil desain yang justru terkesan “norak” dan mungkin malah membuat audiens semakin pusing dengan konten di dalamnya. Misalnya dengan menyertakan terlalu banyak konten dalam sebuah table atau chart, padahal konten intinya bisa diwakilkan hanya dengan beberapa hal saja.

Solusi : Carilah kesempatan untuk memeriksa kembali konten dalam infografik. Saring dan ringkas kembali konten dalam infografik, serta eliminasi konten yang tidak terlalu penting.

14. Kurang Memperhatikan Hal Detail

Banyak orang yang menganggap hal detail tidak terlalu penting. Padahal hal-hal kecil tersebut bisa mempengaruhi kualitas visual dalam infografik. Misalnya mengenai rata teks (alignment), style ilustrasi, spasi, atau pengaturan lain-lain yang butuh perhatian secara detail.

Solusi : Buatlah ceklis berisi daftar mengenai hal-hal detail seperti spasi, alignment, konsistensi ukuran gambar atau ikon, sebelum infografik tersebut dirilis ke publik.

15. Menggunakan Template yang Sama Berulang-ulang

Template memang memudahkan dan mempercepat pekerjaan kita dalam mendesain infografik. Namun bukan berarti kita dapat menggunakan template yang sama secara berulang-ulang untuk konten dengan topik yang berbeda. Sebenarnya tidak masalah jika ingin menggunakan template yang sama, asalkan template tersebut sesuai untuk diterapkan pada konten dalam infografik. Atau jika tidak, template dapat diubah dengan menyesuaikan konten.

Meski begitu, terlalu sering menggunakan template yang sama untuk berbagai tema infografik dapat membunuh kreatifitas dan tidak akan membuat kita berkembang.

Solusi : Menggunakan template yang sama memang tidak dilarang, namun sebagai desainer, kita dituntut untuk kreatif, sehingga diharapkan output desain tidak selalu terpaku pada satu template. Untuk itu, kita dapat menambahkan unsur desain lain, misalnya dengan menyertakan unsur motion dalam infografik.

Contohnya seperti infografik yang dibuat oleh Column Five yang berjudul “7 Ways to Hack a Drought

 

Sumber : Column Five


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 2)

Jasa Presentasi – Selain visualisasi data yang kurang tepat, desain yang terlalu panjang, visual yang kacau, tidak konsisten, dan tipografi yang berlebihan serta tidak konsisten, terdapat beberapa kesalahan lain yang umum dilakukan oleh desainer infografik. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

6. Susunan yang Tidak Jelas

Karena infografik tidak seperti presentasi yang halamannya dapat diubah, susunan infografik harus dibuat dengan jelas, sehingga audiens tidak kebingungan serta dapat membaca dan memahaminya dengan mudah. Namun karena banyak desainer infografik yang hanya fokus pada desain visual, oleh karena itu, terkadang susunan konten di dalam infografik menjadi tidak tersusun dengan rapi dan jelas. Akibatnya pesan spesifik yang ingin disampaikan dalam infografik tidak dapat diterima audiens.

Solusi : Sebelum menerapkan desain pada paper infografik, buatlah kerangka atau sketch-nya terlebih dahulu. Susun konten supaya tidak hanya indah tetapi juga mudah dipahami.

7. Penggunaan Warna yang Berlebihan

Dalam desain, penggunaan warna yang tepat dapat menambah daya tarik sebuah konten. Namun masih banyak orang yang kurang paham dalam menerapkan warna pada desainnya. Akibatnya, hasil desainnya tersebut menjadi terkesan norak dan malah membuatnya terlihat kurang menarik.

“Banyak orang yang masih salah dalam menerjemahkan “eye-catching” dan “menonjol” dalam desain. Mereka menganggap bahwa desain yang eye catching adalah desain dengan penggunaan warna yang colorful dan mencolok.”

Solusi : Warna itu memiliki bahasanya sendiri. Seperi merah yang menandakan keberanian, putih yang menandakan kesucian, hitam menandakan maskulinitas, dan lain-lain. Oleh karena itu, jika tidak ada ketentuan warna yang harus dipatuhi, kita bisa menggunakan warna yang relevan dengan konten infografik. Gunakan 1 atau 2 warna dominan, ditambah 2-3 aksen warna. Hindari penggunaan warna neon yang terlalu mencolok.

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 2)

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 2)

8. Copy Paste Konten

Tujuan utama membuat infografik adalah untuk membuat konten dengan visual yang menarik dan mudah dipahami. Namun jika konten yang disertakan terlalu padat dan terlalu banyak, tujuan tersebut tidak akan tercapai, karena infografik menjadi tidak efektif dan membosankan.

Solusi : Agar penyampaian infografik menjadi efektif dan tidak membosankan serta menarik, periksa kembali dan eliminasi konten-konten yang tidak terlalu penting. Kurangi pemakaian teks yang terlalu padat. Atau jika konten memang harus tetap disertakan, ubah konten berupa teks menjadi bentuk visual, seperti gambar, chart, grafik, ikon, dan lain-lain.

9. Ilustrasi yang Berlebihan

Ilustrasi memang dapat membuat infografik menjadi lebih menarik. Ilustrasi dengan tema yang bagus dan tepat dapat membuat cerita menjadi lebih hidup dan konsep infografik menjadi lebih jelas. Namun jika terlalu banyak menyertakan ilustrasi atau menyertakan ilustrasi secara berlebihan, ini juga tidak baik untuk visual infografikmu. Misalnya, memberikan ilustrasi pada background, kemudian di atasnya juga terdapat konten ilustrasi lainnya.

Solusi : Untuk meningkatkan desain melalui ilustrasi, pilih elemen tertentu saja yang akan dibuat lebih menonjol dan hidup. Jangan menonjolkan semua hal karena semua hal tersebut justru tidak akan ada yang menonjol.

10. Tema Desain yang Tidak Relevan

Terkadang ada orang yang senang terhadap suatu tema, ia kemudian menggunakannya secara berulang-ulang, tidak peduli dengan konten yang akan dibahas di dalamnya. Jika sudah begini, beberapa audiens mungkin akan menganggapnya menarik, tetapi beberapa lainnya akan mengernyitkan dahi, terheran-heran karena tema desain yang tidak sesuai dengan konten yang sedang dibahas.

Solusi : Desain seharusnya dibuat untuk sebagai pendukung visual sebuah konten atau cerita. Oleh karena itu, sebaiknya ketika memilih sebuah tema, sesuaikan juga dengan konten yang akan dibahas. Tetapi bisa juga tema membuat tema desain yang tidak sesuai dengan konten, tetapi masih berkaitan dengan konten tersebut. Contohnya seperti yang dilakukan oleh Marketo dalam infografiknya yang berjudul “How to Create Bite-Sized Content,” ia mennggunakan tema makanan (snack), karena kata bite-sized dalam judulnya merupakan kalimat yang biasa digunakan dalam konten makanan.

 

Sumber : Column Five


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 1)

Jasa Presentasi – Desain, bukan hanya dilakukan untuk mempercantik visual sebuah konten, tetapi juga untuk mempermudah konten tersebut dipahami. Tidak terkecuali dengan desain infografik. Infografik diciptakan untuk menjadi media yang digunakan untuk menjelaskan konten dalam bentuk visual dengan cara yang menarik serta mudah dan cepat untuk dipahami.

Meski begitu, masih banyak orang yang membuat infografik tanpa memperhatikan kemudahannya untuk dipahami dengan cepat oleh audiens. Akibatnya, tujuan dibuatnya infografik menjadi tidak terpenuhi serta pesan dan informasi di dalamnya tidak dapat sampai kepada audiens.

“Waduh! Sia-sia dong udah keluarin effort buat bikin infografik, tapi gagal bikin orang paham dan malah bikin mereka makin bingung.”

Nah agar hal ini tidak terjadi pada infografikmu, pelajarilah kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan ketika mendesain infografik, sehingga kamu bisa menghindarinya dan tidak melakukan kesalahan yang sama.

  1. Visualisasi Data yang Kurang Tepat

Mengintepretasikan data ke dalam bentuk desain merupakan hal yang mudah tetapi sulit. Pasalnya meski desain yang dipilih sudah tepat, kita masih harus membuatnya menjadi konten yang mudah dipahami oleh audiens. Jika salah dalam penerapan desain pada data, bisa bisa pesan yang ingin disampaikan malah salah diintepretasikan oleh audiens.

Misalnya, jika terdapat sebuah data angka yang menunjukkan perkembangan penjualan sebuah perusahaan, akan lebih tepat jika kita mengubahnya menjadi diagram garis dibandingkan dengan diagram batang, karena dengan begitu akan lebih terlihat fluktuasi yang menunjukkan naik/turunnya penjualan tersebut.

Solusi : Pelajari kembali data yang akan disertakan dalam infografik. Pelajari juga panduan untuk mendesain chart dan grafik dengan tepat, kemudian periksa kembali untuk melihat apakah ada yang masih perlu ditambahkan atau dikurangi dalam desain tersebut sehingga dapat meningkatkan pemahaman audiens mengenai konten yang disajikan.

  1. Terlalu Panjang

Infografik merupakan salah satu media yang dibuat untuk menarik minat serta memudahkan audiens dalam menyerap serta memahami data dan informasi. Meski tidak ada ketentuan baku mengenai panjang sebuah infografik, tapi siapa sih yang akan tertarik membaca seluruh konten infografik yang panjangnya tidak berkesudahan? Selain membosankan, menjejalkan terlalu banyak konten dalam satu infografik juga berpotensi untuk cepat dilupakan oleh audiens.

Meski begitu, tidak dilarang kok jika kamu ingin membuat infografik yang sangat panjang, namun usahakan agar kontennya tidak terlalu berat dan tidak terlalu banyak (terutama konten berupa teks). Contohnya seperti infografik dari Joe Chernov dan Ripetungi yang berjudul “Shark Attack.” Infografik tersebut sangat panjang, namun kontennya berisi pesan yang tidak perlu diartikan.

Solusi : Jika kamu memiliki banyak konten yang perlu disajikan dalam infografik, namun akan membuat infografik tersebut terlalu panjang dan membosankan jika disajikan secara sekaligus, maka pertimbangkanlah untuk memecahnya menjadi beberapa seri infografik. Misalnya membaginya menjadi 2 atau 3 part.

  1. Visual yang Kacau

Terdapat sebuah aturan dalam desain yang disebut dengan “white space”, yaitu aturan untuk memberikan sedikit ruang dalam tampilan desain. Artinya, ketika membuat desain, kita dianjurkan untuk tidak memenuhi paper desain dengan konten atau ornamen lain serta dianjurkan untuk memberi sedikit ruang kosong sehingga paper desain tidak terkesan sesak dan kacau.

Nah meski sudah banyak yang tahu mengenai aturan white space ini, namun belum semua menaatinya. Bahkan dengan alasan “ekonomis” banyak desainer yang “memanfaatkan” seluruh ruang dan menjejalkan seluruh kontennya dalam satu halaman infografik. Biasanya yang menjadi pelaku utama paper desain infografik adalah konten tabel yang tidak terlalu penting, drop shadow,  desain 3D, atau terlalu banyak ilustrasi dan ornament lain yang kurang relevan dan tidak terlalu penting. Akibatnya, konten utama atau poin penting yang harusnya diingat dan dipahami audiens menjadi tidak tersampaikan.

Solusi : Hindari terlalu banyak menyertakan konten dalam satu halaman infografik, baik konten berupa materi infografik maupun konten berupa ornamen atau hiasan. Pastikan agar isi infografik tidak terlalu penuh dan terdapat beberapa ruang kosong. Selain membuatnya terlihat rapi, juga akan memudahkan audiens untuk menyerap dan memahami konten di dalamnya.

  1. Tidak Konsisten

Meski sepele, konsistensi merupakan hal yang penting. Jika kita memiliki sebuah merek dan sering membuat infografik untuk kepentingan merek tersebut, kita perlu membuat desain yang konsisten satu sama lain, mulai dari desain logo, presentasi, infografik, atau desain grafis lainnya. Mengapa hal ini penting? Karena desain yang konsisten dengan gaya khas sebuah merek, secara tidak langsung akan menunjukkan identitas merek tersebut. Jika desain dibuat dengan tidak konsisten, desain tersebut akan terkesan berasal dari merek yang berbeda-beda dan terkesan kurang professional. Salah satu identitas merek yang paling mudah dikenali adalah warna. Oleh karena itu, buatlah warna desain dengan menyesuaikan warna sebuah merek.

Solusi : Sebelum memulai membuat desain, buatlah panduan style (style guideline) yang kuat dan mudah dipahami untuk merekmu terlebih dahulu. Buat guideline tersebut secara detail dengan guideline untuk masing-masing desain, seperti desain logo, presentasi, dan infografik.

  1. Penggunaan Tipografi yang Berlebihan dan Tidak Konsisten

Tipografi, jika diterapkan dengan tepat dan benar bisa memberikan kesan clean dan rapi serta menarik dalam sebuah desain. Tetapi diterapkan dengan tidak tepat, justru akan memberikan kesan messy dan kurang menarik. Misalnya dengan menyertakan terlalu banyak jenis font, mengatur ukuran font yang tidak konsisten satu sama lain, atau ketebalan teks yang tidak teratur.

Solusi : Batasi jumlah font yang akan digunakan dalam mendesain infografik. Misalnya dengan menggunakan satu atau dua font family. Kamu bisa menyertakan guideline untuk font juga pada style guideline merekmu. Pertahankanlah style yang konsisten.

 

Sumber : Column Five


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

6 Tips Ampuh Menyertakan Data Berupa Angka dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Terkadang, melakukan presentasi tidak hanya untuk menjelaskan informasi yang bersifat teori saja, tetapi juga untuk menjelaskan informasi berupa data dan angka. Angka, identik dengan hal yang rumit dan hal ini juga dirasakan ketika mendesain slide presentasi yang berisi angka.

Banyak orang yang kurang tepat dalam mendesain slide presentasi berisi data angka ini, sehingga tidak mudah dipahami atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali oleh audiens, padahal biasanya data angka merupakan informasi penting yang harus disampaikan dan dipahami oleh audiens.

Agar hal ini tidak terjadi pada presentasimu, pelajarilah beberapa tips menyertakan data (berupa angka) berikut ini.

  1. Pilih Jenis Chart yang Tepat

Data tidak harus selalu disajikan dalam bentuk tabel. Data berupa angka justru akan lebih mudah dipahami jika diringkas ke dalam bentuk yang simple. Misalnya dengan mengubahnya menjadi chart.

Namun jenis chart yang digunakan harus tepat dan juga tidak membuat data menjadi salah diintepretasikan oleh audiens. Oleh karena itu, berlatihlah dan carilah inspirasi untuk memastikan bahwa data ditampilkan dalam format yang akurat dan optimal.

  1. Hindari Terlalu Banyak Menampilkan Data dalam Satu Slide

Menyertakan data memang dapat menambah kekuatan sebuah presentasi, karena audiens biasanya akan lebih percaya jika terdapat bukti nyata dan salah satunya dapat dilihat dari data. Namun terlalu banyak menampilkan data dalam sebuah slide justru akan membuat audiens bingung. Oleh karena itu, supaya data yang kamu sertakan dalam presentasi tidak sia-sia dan dapat menambah kepercayaan serta pemahaman audiens mengenai presentasi yang kamu sajikan, sertakanlah satu atau dua visualisasi data dalam satu slide.

Pastikan juga bahwa data yang disertakan dapat mendukung pesan. Eliminasi semua data yang tidak berkaitan dengan konten agar tidak membuat bingung audiens dan tidak sia-sia.

  1. Gunakan Bantuan Visual yang Relevan dengan Data

Seperti yang selalu dijelaskan dalam artikel-artikel sebelumnya, bahwa visual, khusunya gambar atau video, dapat menggungah emosi atau perasaan audiens terhadap sebuah informasi.

Visual berupa gambar atau video dapat disertakan berdampingan dengan data angka. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran “nyata”, sehingga audiens lebih mudah memahami bahkan mungkin mengingat informasi yang sedang disampaikan dalam presentasi. Oleh karena itu, cari dan sertakanlah gambar yang relevan dan mendukung informasi dalam sebuah slide.

Misalnya, ketika ingin membandingkan luas dua negara, kita bisa menyajikannya dengan peta kedua negara yang ukurannya dibuat berbeda sesuai dengan skala ukuran sebenarnya. Atau ketika akan menjelaskan mengenai data tentang kerusakan lingkungan, kita bisa menyertakan gambar lingkungan yang rusak bersama data tersebut.

  1. Buat Perbandingan yang Mudah Dipahami

Salah satu cara untuk berhasil memberikan pemahaman pada audiens ketika membandingkan dua atau lebih data adalah dengan mengaktifkan imajinasi audiens. Untuk mengaktifkan imajiasi audiens, kita perlu memberikan penjelasan yang mudah dipahami, dibantu dengan visual yang relevan dan menarik. Misalnya ketika ingin membandingkan luas dua daerah, kita bisa memberikan perbandingan dengan menggunakan analogi. Contohnya, luas daerah A itu sebesar lapangan bola dan luas daerah B adalah 10 kali lapangan bola. Atau ketika ingin membandingkan jumlah penduduk, kita bisa menggunakan analogi ayam dalam sebuah kandang.

  1. Susun dengan Urutan yang Mudah dan Cepat Dipahami

Salah satu kunci keberhasilan penyampaian pesan ketika mempresentasi data (berupa angka serta grafik) adalah kemudahan data tersebut untuk dipahami baik secara visual maupun verbal. Agar data mudah dipahami, sesuaikan susunan visual dengan penjelasan (secara verbal) yang akan dilakukan. Misalnya ketika akan menjelaskan mengenai sebuah peringkat, susunlah data tersebut secara ascending (urut dari atas atau terbesar ke bawah atau terkecil) atau descending (urut dari bawah atau terkecil ke atas atau terbesar). Dengan melakukan hal ini, data akan lebih mudah dan lebih cepat dipahami oleh audiens.

  1. Buatlah dengan Sederhana

Menyajikan data secara menarik memang penting, namun yang lebih penting lagi adalah menyajikan data yang mudah dipahami. Kebanyakan orang membuat data dengan banyak ornamen (yang mungkin tidak penting), sehingga justru membuat data tersebut menjadi sulit dipahami, sehingga tujuan informatif suatu presentasi menjadi tidak terpenuhi.

Solusinya adalah dengan menyajikan data secara sederhana, dengan visual yang clean. Eliminasi hiasan-hiasan atau efek yang mungkin menjadi pengganggu dalam penyajian data, seperti penggunaan shadow, shape effect yang norak, atau ornamen-ornamen lain yang kurang penting.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Pola Sukses Public Speaking Para Pembicara TED Talks

Jasa Presentasi – Sebelum masuk ke topik utama, tahukah kamu apa itu TED?  TED merupakan sebuah organisasi non-profit yang membagikan video public speaking secara online dari para pembicara dengan berbagai topik yang menarik.

Meski semua pembicara TED bagus dan menarik, tapi terdapat beberapa presentasi yang lebih popular dibandingkan lainnya. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Selain nama pembicaranya yang lebih dikenal, ternyata terdapat beberapa hal yang bisa kita pelajari dari kesuksesan mereka dalam berpresentasi. Seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Vanessa Van Edwards dan timnya.

Vanessa Van Edwards, seorang penulis dan peneliti perilaku manusia, melakukan sebuah penelitian untuk mengatahui pola para pembicara tersebut ketika melakukan presentasi. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan video presentasi yang memiliki views terbanyak (terpopular) dengan video presentasi yang kurang terkenal. Dan hasilnya sebagai berikut.

 

Bukan Apa Tetapi Bagaimana

Karisma, kredibilitas, dan kecerdasan seseorang dapat dilihat dari gestur dan bahasa nonverbal mereka. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Vanessa di mana video presentasi yang ditonton tanpa suara dan video presentasi yang ditonton dengan suara tidak memiliki perbedaan dalam hal peringkat. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Padahal inti presentasi adalah melakukan penyampaian dengan verbal.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa 60 hingga 93% komunikasi yang kita lakukan adalah nonverbal. Oleh karena itu, bagaimana cara kita menyampaikan lebih penting dibandingkan apa yang kita sampaikan. Nah karena presentasi merupakan suatu kegiatan verbal, kita harus bisa mengkombinasikan keduanya. Fokuslah pada bahasa nonverbal sebanyak kita fokus pada bahasa verbal.

 

Semakin Banyak Menggerakkan Tangan, Semakin Sukses

Bahasa nonverbal merupakan salah satu cara untuk menunjukkan dan membangun kepercayaan antara diri kita dengan lawan bicara. Selain itu, ketika seseorang menggunakan tangan untuk menjelaskan suatu topik, kita akan lebih memahaminya dibandingkan yang tidak. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Vanessa dan timnya.

Penelitian yang dilakukan dengan memperhatikan hand gesture menunjukkan hasil bahwa presenter yang menggunakan lebih banyak gerak tangan, memiliki lebih banyak views (penonton) dibandingkan mereka yang lebih sedikit melibatkan gerak tangan. Semakin banyak menggunakan gestur tangan, semakin sukses presentasi tersebut.

 

Jangan Membaca! Naskah dapat Membunuh Karismamu

Selain body language dan gerak tangan, vokal atau suara juga termasuk hal penting yang harus diperhatikan ketika public speaking atau presentasi.

Hasil penelitian Vanessa menunjukkan bahwa semakin bervariasi vokal yang digunakan dalam presentasi, semakin banyak penontonnya. Vokal yang bervariasi dapat meningkatkan karisma dan kredibilitas presenter. Mereka yang menyertakan cerita, melakukan improvisasi, dan bahkan berteriak, seperti yang dilakukan oleh Jamie Oliver dalam TED Talk-nya, akan lebih mudah menarik perhatian dan imajinasi audiens.

Kita tidak akan bisa melakukan hal tersebut jika presentasi dilakukan dengan membaca slide atau naskah. Untuk itu, kita perlu menguasai dan memahami konten. Selain karena kita tidak dapat berimprovisasi, presentasi yang disampaikan dari hasil menghafal dan membaca naskah tidak akan membuat audiens antusias dan tertarik untuk mendengarkan kita.

 

Senyum akan Membuatmu Terlihat Lebih Cerdas

Meski hasil penelitian mengenai senyum menyatakan bahwa para pemimpin biasanya sedikit tersenyum, namun penelitian Vanessa dan timnya menunjukkan hasil yang berkebalikan. Presenter yang tersenyum lebih lama dalam presentasinya menerima peringkat kecerdasan lebih tinggi dari lainnya.

Oleh karena itu, seserius apapun topik yang disampaikan dalam presentasi, usahakan untuk tersenyum. Seperti yang dilakukan oleh Sheryl Sandberg yang kala itu menyampaikan sebuah topik serius mengenai para pemimpin wanita.

 

7 Detik yang Berharga

Seorang peneliti bernama Nalini Ambady mengatakan bahwa sebagai tujuan efisiansi, otak kita menilai (judging) orang lain dalam detik-detik awal pertemuan kita dengan orang lain atau biasa disebut first impression atau kesan pertama. Biasanya hal ini terjadi sebelum terjadi percakapan.

Hal ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Vanessa dan tim, yang menyatakan bahwa para subjek penelitian membuat kesan pertama dan membuat keputusan mengenai presentasi secara keseluruhan dalam waktu 7 pertama dalam video. Oleh karena itu, sebelum naik ke atas panggung, pertimbangkanlah dengan matang konsep yang akan digunakan untuk membuka presentasi. Buat audiens terkesan dan tertarik untuk mendengarkan presentasi lebih lanjut.

 

Meski penelitian ini mungkin tidak selalu relevan untuk semua orang, tapi paling tidak, kita bisa mempelajarinya dan menerapkannya (jika mau) dalam presentasi kita selanjutnya.

 

Sumber : www.scienceofpeople.com


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

6 Hal yang Perlu Kamu Pertimbangkan dalam Memilih Desainer Presentasi. Awas! Jangan Sampai Salah!

Pada artikel yang lalu, Jasa Presentasi sudah menjelaskan beberapa kondisi yang mengharuskan seseorang meminta bantuan kepada desainer presentasi. Salah satunya adalah jika seseorang tidak memiliki banyak waktu. Untuk sekedar duduk mengelap keringat saja ia tidak sempat, apalagi jika duduk sambil menghias slide presentasi. Pada kondisi tersebut, menyewa jasa desainer presentasi merupakan pilihan yang tepat.

Saat ini, sudah banyak penyedia jasa presentasi yang dapat membantu mempercantik visual presentasi kita. Namun tidak semua penyedia jasa presentasi tersebut memiliki kualitas dan pelayanan yang sama. Agar hasil desain presentasimu sesuai ekspektasi dengan kualitas tinggi, kamu perlu memilih desainer presentasi yang pas dengan keinginan dan kebutuhan presentasimu. Lakukanlah beberapa pertimbangan ketika akan memutuskan menggunakan jasa desain presentasi, seperti yang sudah didaftar oleh Jasa Presentasi berikut ini.

Portofolio

Hal yang bisa menggambarkan apakah gaya desain presentasi mereka sesuai dengan selera dan kebutuhan kita adalah portofolio. Portofolio menunjukkan hasil kerja desainer presentasi yang pernah dilakukannya. Ini juga bisa menjadi petunjuk untuk calon konsumen mengenai kualitas hasil pekerjaan desainer tersebut. Untuk itu, agar kamu tidak salah dalam memilih desainer presentasi, cari atau mintalah portofolio dari mereka sebagai bahan pertimbangan dan keputusan dalam memilih. Carilah desainer presentasi dengan portofolio terbaik, atau paling tidak sesuai dengan kebutuhan.

Testimoni Klien

Selain portofolio, hal lain yang dapat dijadikan bukti sebagai pertimbangan dalam memilih agen desain presentasi adalah testimoni klien. Dari tertimoni, kamu bisa tahu bagaimana etika dan budaya kerja suatu agen desain presentasi. Rekrutlah agen desain presentasi yang memiliki banyak testimoni positif dari klien lain yang sudah pernah menggunakan jasa agen tersebut.

Detail Proses Pengerjaan

Detail proses pengerjaan mungkin terlihat tidak terlalu penting, namun pada kenyataannya, detail ini sangat dibutuhkan, terutama untuk klien dalam memahami alur, sehingga ia tahu bagaimana ia menempatkan dirinya. Oleh karena itu, pastikan agen desain presentasi yang kamu pilih memiliki alur kerja dan, jika perlu, timeline yang jelas sehingga proyek dapat berjalan lancar. Tanyakan kepada mereka mengenai detail proses pengerjaan setelah klien melakukan pemesanan.

Kemampuan dalam Mengembangkan Ide dan Alur

Konten yang ditulis dengan sangat baik belum tentu bisa menjadi desain presentasi yang menarik. Diperlukan sebuah alur yang tepat agar konten yang ditulis dengan baik tersebut dapat mudah dipahami oleh audiens. Oleh karena itu, carilah agen desain presentasi yang memiliki kemampuan mengubah sebuah konten berupa tulisan menjadi desain presentasi yang menarik dan mudah dipahami. Kamu bisa meminta test page, yaitu meminta agen desain presentasi untuk membuat 1 atau 2 slide desain presentasi dari konten yang kamu miliki. Test page juga dapat memberikan gambaran bagaimana agen desain presentasi ini akan “menyulap” presentasimu.

Pekerjaan yang Mirip

Jangan sampai presentasi bisnismu terlihat santai karena menggunakan agen desain presentasi yang belum berpengalaman dalam membuat jenis presentasi yang kamu miliki. Pilihlah agen desain presentasi yang pernah bekerja pada proyek yang mirip dengan proyek presentasimu. Selain karena agen tersebut berpengalaman dalam jenis presentasi tersebut, hal ini juga dilakukan untuk meminimalisir error yang mungkin terjadi dalam proses produksi.

Nilai

Nah ini dia yang paling ditunggu-tunggu. HARGA! Ya, harga biasanya menjadi pertimbangan pertama bagi seseorang yang memiliki budget pas-pasan dalam memilih agen presentasi. Namun seperti yang dikatakan oleh sebuah peribahasa, “you get what you pay for,” kamu akan mendapatkan apa yang telah kamu bayarkan.

Calon klien biasanya akan membandingkan harga agen desain presentasi yang satu dengan lainnya. Pastikan untuk memilih agen desain presentasi yang memiliki nilai tinggi. Nilai, dalam hal ini, berkaitan dengan harga, kualitas, dan waktu. Pilihlah agen desain presentasi yang harganya sesuai dan layak dengan kualitas dan waktu pengerjaan yang ditawarkan. Sekali lagi, kamu dapat melihat portofolio dan testimoni pelanggan untuk menentukan apakah agen desain presentasi yang akan kamu pilih memiliki nilai yang baik.

 

Daftar di atas merupakan pertimbangan umum yang akan memudahkanmu dalam memilih agen desain presentasi yang sesuai. Kamu mungkin memiliki spesifikasi lain yang menjadi tolok ukurmu dalam memilih agen desain presentasi presentasi. Jika kamu memiliki pendapat lain mengenai hal apa saja yang perlu dijadikan pertimbangan ketika memilih agen desain presentasi, write down below! Tulis di kolom komentar yaaa..

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Jika 3 Hal Ini Kamu Alami, Mintalah Bantuan Pada Desainer Presentasi Handal!

Jasa Presentasi – Siapa sih yang nggak tahu presentasi? Salah satu kegiatan komunikasi ini sudah sangat familiar di telinga kita, terutama bagi kamu, para pelajar, pekerja, maupun pengusaha. Presentasi dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang untuk memberikan informasi, meyakinkan, dan membujuk sekelompok orang lainnya. Berbeda dengan orasi dan pidato, orang yang melakukan presentasi dituntut untuk menjabarkan topik tanpa melihat teks, akan tetapi, mereka diperbolehkan menggunakan bantuan visual, yang biasanya berupa slide presentasi.

Mengikuti perkembangan zaman serta perkembangan teknologi dan informasi, tren desain presentasi juga semakin berkembang. Slide presentasi tidak lagi hanya menyertakan teks di dalamnya tetapi juga menyertakan elemen dan ornamen visual lain yang akan membuatnya menjadi lebih menarik. Namun tidak semua presenter atau penyaji “mampu” membuat presentasi yang menarik tersebut. Hal ini dikarenakan adanya beberapa hambatan, seperti berikut ini.

  1. Keterbatasan Waktu

Bagi kamu yang sibuk, tentu bukan perkara mudah untuk duduk “menghias” slide presentasi dengan menarik. Apalagi jika secara mendadak kamu diminta untuk menyampaikan presentasi. Set Set Set, presentasi jadi dalam sekejap, tapi tampilannya eemmmm, nggak ada menariknya sama sekali!

  1. Keterbatasan Keahlian

Kamu punya banyak waktu, tapi desain bukan keahlianmu. Bahkan membuat garis dengan penggaris saja masih berliku.

  1. Keterbatasan “Peralatan”

Laptop ada, software presentasi sudah tersedia, tapi kenapa tampilan desain presentasi yang dibuat biasa saja? Mungkin ada elemen yang kurang yang belum dimasukkan dalam presentasi, seperti font yang menarik, gambar berkualitas tinggi, ikon, ilustrasi, video, dan lain-lain. Karena peralatan bukan laptop dan program-nya saja, tetapi juga elemen-elemen pendukung presentasi lainnya.

Karena adanya keterbatasan-keterbatasan tersebut, saat ini banyak muncul desainer penyedia jasa presentasi. Bagi kamu yang tidak memiliki banyak waktu tetapi harus segera membuat presentasi, kamu bisa memanfaatkan para desainer tersebut untuk membantumu membuat presentasi yang menarik. Apalagi kalau kamu tidak memiliki keahlian dalam bidang desain, namun harus melakukan presentasi di hadapan para profesional, menggunakan jasa desainer presentasi tentu sangat disarankan. Dan jika kamu memiliki keterbatasan “peralatan” desain presentasi, kamu juga bisa mengandalkan desainer presentasi untuk membuat presentasi yang sesuai dengan keinginan. Cukup duduk manis sambil minum teh dan beritahukan kepada mereka desain seperti apa yang kamu inginkan.

Yaaa, meskipun tidak gratis, memasrahkan presentasimu kepada desainer profesional itu seperti sebuah investasi, terutama bagi sebuah bisnis atau usaha. Kalau dalam ekonomi, rupiah yang kamu transfer kepada desainer itu seperti opportunity cost (biaya kesempatan) yang kamu relakan untuk mendapatkan desain yang lebih baik dan menarik. Atau bagi orang yang sibuk, biaya desain itu bisa dianggap sebagai pengganti waktu. Kamu tidak perlu menggunakan waktumu yang terbatas, karena bisa meminjam waktu orang lain untuk membuatkanmu desain presentasi yang menarik dan sesuai keinginan.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Penelitian Harvard University: Berhenti Menggunakan PowerPoint

Jasa Presentasi – PowerPoint merupakan salah satu alat yang digunakan untuk membuat visual sebuah presentasi. Sudah lama PowerPoint dikenal sebagai program pembuat presentasi yang mudah untuk digunakan. Namun karena kemudahannya ini, PowerPoint banyak “disalahgunakan” oleh orang-orang yang belum siap untuk membuat presentasi profesional.

Sebuah presentasi dapat dikatakan profesional jika memiliki tampilan yang clean dan simple. Presentasi dianggap clean dan simple jika memiliki tampilan yang tidak terlalu ramai dengan teks yang minimal. Namun presentasi yang tidak terlalu ramai dengan teks yang minimal saja belum cukup untuk dikatakan sebagai presentasi yang menarik dan profesional tanpa tambahan elemen visual dan penggunaan skema warna yang sesuai serta tampilan yang mudah dipahami audiens.

Dengan kemudahan yang diberikan oleh PowerPoint, banyak orang yang menyepelekan bagaimana tampilan presentasi yang menarik, profesional, dan mudah dipahami tersebut. Akibatnya, presentasi yang disampaikan buruk dan beresiko pada audiens yang akan merasa bosan.

Kenyataan ini diyakinkan oleh penelitian yang dilakukan oleh Harvard University. Penelitian yang dilakukan dengan metode double blind ini bertujuan untuk mengetahui (menyelidiki) efektifitas PowerPoint sebagai alat presentasi dengan variabel pembandingnya adalah Zoomable User Interfaces’ (ZUI) dan presentasi oral.

Subjek penelitian ini adalah orang-orang yang memiliki pengalaman dalam PowerPoint, ZUI atau dalam penelitian ini adalah Prezi, dan format persentasi oral. Para peneliti dari Harvard University menyediakan konten yang dibutuhkan oleh subjek penelitian (presenter), memberi instruksi pengerjaan serta waktu untuk mempersiapkan presentasi dengan masing-masing alat presentasi yang sudah dipilih dengan metode double blind. Para subjek atau partisipan penelitian kemudian membuat presentasi yang disiarkan secara langsung melalui Skype kepada audiens penelitian yang akan memberikan penilaian mengenai efektifitas setiap alat presentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentasi menggunakan ZUI, atau dalam penelitian ini adalah Prezi, lebih unggul dibandingkan dua alat presentasi lainnya. Presentasi dengan metode ZUI dinilai lebih terorganisir, menarik, persuasif, dan efektif.

Kemudian pada fase kedua, presentasi tadi sudah dibuat oleh para subjek penelitian direkam dan disiarkan ulang ke audiens online yang lebih luas. Dan hasilnya pun masih tetap sama. Bahkan PowerPoint dinilai tidak lebih baik dari presentasi verbal tanpa bantuan visual (seperti pidato, orasi, dll). Penggunakan PowerPoint untuk melakukan presentasi dinilai sia-sia.

Penelitian yang dilakukan oleh Harvard University di atas mungkin ada benarnya, karena mereka yang tersihir oleh kemudahan dalam membuat presentasi dengan PowerPoint akan menyepelekan bagaimana presentasi yang menarik dan mudah dipahami audiens, sehingga justru membuat presentasi yang membosankan. Hal ini bisa dikarenakan mereka hanya mengandalkan kemudahan yang diberikan oleh template sehingga merasa tidak perlu ditambahkan visualisasi menarik lainnya.

Namun penelitian di atas menjadi tidak relevan jika subjek penelitian merupakan orang-orang yang paham dan berinisiatif tinggi untuk memanfaatkan fitur-fitur yang pada PowerPoint, yang mana bisa digunakan untuk membuat presentasi yang menarik.

Dalam penelitian tersebut juga dikatakan bahwa penggunaan PowerPoint untuk presentasi merupakan hal yang sia-sia dengan pertimbangan bahwa PowerPoint adalah aplikasi berbayar. Hal ini memang benar, namun jika presenter dapat memanfaatkannya secara maksimal, hal ini tidak akan sia-sia, justru malah menguntungkan karena kita tidak perlu membayar lagi untuk menggunakannya di kemudian hari.

 

Kesimpulannya, penggunaan PowerPoint untuk presentasi tidak akan menarik, efektif, persuasif, dan terorganisir, jika presenter atau orang yang membuat presentasi tidak memiliki kreatifitas dan inisiatif untuk memanfaatkannya secara maksimal. Karena pada kenyataannya, PowerPoint merupakan program yang sangat berguna, tidak hanya untuk presentasi, tetapi bisa digunakan untuk membuat video, edit foto, membuat frame-frame foto unik dan menarik, serta membuat game dan ilustrasi sederhana.

 

*double blind study adalah sebuah metode penelitian di mana peneliti maupun subjek penelitian tidak mengetahui objek penelitian yang diberikan kepada subjek penelitian.

Sumber artikel penelitian Harvard University disini


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com