Client’s Story : Yang Lain Bisa Cepat, Kami Bisa Mendadak

Yang Lain Bisa Cepat, Kami Bisa Mendadak

Yang Lain Bisa Cepat, Kami Bisa Mendadak

 

Beberapa hari yang lalu, Kami mendapat email dari klien lama, Arthur namanya. Dua tahun lalu, kami menjadi konsultan presentasinya. Dia menanyakan kabar kami dan mereferensikan kami kepada koleganya yang sedang mengalami kendala dalam mendesain pitch deck untuk memperoleh pendanaan dari venture capital di Amerika Serikat.

Kemudian kami berkomunikasi langsung dengan Shaveer, kolega yang diperkenalkan Arthur kepada kami. Saat itu pukul 8 malam Waktu Indonesia Barat (pukul 8 pagi waktu Amerika), Dia mengatakan akan melakukan presentasi dalam waktu 24 jam dan sangat membutuhkan bantuan kami. Namun karena perbedaan waktu yang signifikan dan saat itu tim kami sedang berada di luar kota, kami baru sempat membalas satu jam berikutnya, pukul 9 malam. Dan saat itu dia membalas bahwa dia telah mendapatkan desainer presentasi dadakan (yang menurut penuturannya belum berpengalaman).

Baca juga : 6 Hal yang Perlu Kamu Pertimbangkan dalam Memilih Desainer Presentasi. Awas! Jangan Sampai Salah!

Baiklah, kami pikir ini belum menjadi rejeki kita dan semoga lain kali bisa bekerjasama dengan mereka kembali. Keesokan harinya saat kami dalam perjalanan menuju kantor, tiba-tiba Shaveer mengirimkan email bahwa mereka akan meng-hire kami. Kami senang bukan main, sambil bergumam “kalau rejeki mah nggak kemana”. Tidak lama berselang, mereka menelepon kami via WhatsApp dan berkata bahwa dia harus mempresentasikan pitch deck tersebut dalam waktu 4 jam. Kami yang saat itu dalam perjalanan menuju kantor segera bergegas agar bisa lebih cepat sampai kantor.

Sesampainya di kantor, kami segera berkoordinasi dengan tim desainer untuk mempercantik tampilan presentasinya. Secara berkala (setiap jam) kami memberikan update kepada klien sejauh mana progressnya. Kami beruntung memiliki banyak pengalaman dalam menangani klien dan pekerjaan dengan deadline yang bahkan bukan lagi dalam hitungan hari, tapi hitungan jam. Dalam kasus ini, dalam waktu 4 jam kami harus menyelesaikan tugas kami. Tepat satu jam sebelum presentasi semuanya selesai dan klien senang dengan kualitas pekerjaan kami.

Testimoni Klien

Testimoni Klien

Dalam industri yang perubahannya sangat cepat seperti sekarang ini memang dibutuhkan partner kerja yang tidak hanya dituntut untuk baik secara kualitas namun juga kecepatan menyelesaikan tugas. Maka tagline kami “yang lain bisa cepat, kami bisa mendadak”

 

Memilif Font yang Tepat untuk Presentasi Hebat: Serif vs San Serif

Font merupakan salah satu elemen yang selalu ada dalam presentasi. Bagi sebagian orang, font mungkin dianggap tidak terlalu berpengaruh pada visual presentasi. Padahal font tidak hanya mempengaruhi visual presentasi saja, tetapi juga bisa mempengaruhi perhatian audiens dan daya ingat mereka terhadap informasi yang disampaikan.

Sebelum menentukan font apa yang akan digunakan, kita perlu tahu jenis font dan perbedaannya satu sama lain.

Secara umum, jenis font dibagi menjadi dua, yaitu font Serif dan Sans Serif. Font Serif adalah jenis huruf yang memiliki garis kecil di ujung-ujung hurufnya. Garis-garis kecil ini berguna untuk menuntun mata pembaca sehingga teks lebih mudah dibaca. Salah satu contoh font Serif adalah Times New Roman. Sedangkan font Sans Serif merupakan jenis huruf yang tidak memiliki garis kecil. Contoh font yang tergolong dalam Sans Serif adalah Arial dan Futura.

Serif vs Sans Serif

Serif vs Sans Serif

Menentukan jenis font tergantung pada media yang akan digunakan dalam presentasi. Jika presentasi akan dilakukan secara digital, maka akan lebih untuk menggunakan font Sans Serif. Selain simple, font Sans Serif lebih mudah dibaca dibandingkan font Serif ketika resolusi media yang digunakan rendah dan ukuran font yang digunakan kecil.

Akan tetapi, jika presentasi tersebut akan dicetak dan diberikan kepada audiens dalam bentuk hardcopy, akan lebih baik untuk menggunakan font Serif. Sebab menurut penelitian yang dilakukan oleh Daniel Oppenheimer, seorang profesor psikologi di Carnegie Mellon University, font yang sulit dibaca dalam bentuk cetak akan meningkatkan daya ingat pembaca.

Sebagai tambahan, gunakan font Serif untuk emailing deck dan ketika menggunakan ukuran font besar serta gunakan font Sans Serif untuk presentasi langsung dan ketika menggunakan ukuran font kecil.

Menentukan jenis font ketika akan membuat presentasi memang terlihat sepele, tetapi memiliki pengaruh besar. Jika dipilih dengan benar, maka font bisa membantu meningkatkan visual presentasi serta membantu meningkatkan daya ingat dan ketertarikan audiens terhadap presentasi. Tapi jika salah dalam memilih, presentasi bisa terkesan membosankan, tidak menarik, dan audiens berharap agar presentasi tersebut segera berakhir.

 

Source : Ethos3

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Mempermudah Desain Presentasi dengan Slide Master

PowerPoint merupakan salah satu software pembuat presentasi yang paling umum dan paling banyak digunakan oleh masyarakat. Selain familiar, PowerPoint juga mudah untuk digunakan. Meski begitu, tidak semua orang menguasai fitur-fitur yang ada di dalamnya. Kebanyakan hanya kenal dengan kulit luarnya saja.

Salah satu fitur yang sangat bermanfaat dalam PowerPoint adalah Slide Master. Slide Master merupakan salah satu fitur yang berfungsi untuk membuat template PowerPoint. Slide Master bisa diakses dengan menemkan tab view pada menu bar PowerPoint. Ketika menu Slide Master ditekan, pengguna seperti akan dibawa ke sisi lain dari PowerPoint. Pengguna bisa mengatur layout slide dan juga membuat tema presentasi.

Untuk lebih jelasnya, berikut disajikan beberapa fungsi dan kelebihan dari Slide Master dalam PowerPoint.

 

Custom Templates

Salah satu kelemahan mendesain presentasi dengan PowerPoint adalah hasilnya terlihat mirip dengan presentasi lain pada umumnya atau kata anak muda zaman sekarang, “mainstream.” Kebanyakan orang hanya akan menggunakan layout dan template yang sudah disediakan oleh PowerPoint (template dan layout default). Hal inilah yang membuat banyak orang mengatakan bahwa “PowerPoint sucks.” Padahal pengguna bisa mengubah template dan layout sesuka hati mereka, sesuai dengan keinginan, dan lain dari pada yang lain dengan menggunakan Slide Master.

 

Changed Consistently, Automatically and Easy

Desain presentasi yang profesional dan menarik adalah presentasi yang desain antar slidenya konsisten dan Slide Master bisa membantu penerapannya menjadi mudah. Misalnya jika pengguna ingin menyertakan logo atau nomor halaman pada posisi dan style tertentu, akan lebih mudah untuk menggunakan fitur Slide Master. Dengan begitu, logo dan halaman akan diterapkan secara konsisten dan otomatis pada seluruh slide dengan layout yang sama, sehingga pengguna tidak perlu menyertakan satu per satu pada setiap slide.

Sebagai tambahan, jika pengguna ingin mengubahnya, mereka bisa mengeditnya pada Slide Master, kemudian layout dan style presentasi akan berubah sendiri sesuai dengan yang sudah diubah.

 

Save Templates for Future Use

Salah satu fungsi dan kelebihan Slide Master dalam PowerPoint yang paling menyenangkan adalah pengguna bisa menyimpan template yang sudah dibuat untuk digunakan lagi di masa mendatang. Artinya, pengguna tidak perlu kembali membuat layout dan style presentasi lagi setiap mereka akan membuat presentasi. Cukup dengan membuka atau mengaktifkan kembali template yang sudah pernah dibuat, kemudian secara otomatis layout, style, dan tema warna akan diterapkan. Sehingga pengguna hanya perlu menyertakan konten yang akan digunakan dalam presentasi. Hal ini tentu sangat memudahkan dan mempercepat pekerjaan.

 

Source : ethos3

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Empat Prinsip yang Harus Dipatuhi dalam Public Speaking

Selain perlu menghindari Tujuh Dosa dalam Public Speaking ini, terdapat empat hal yang juga harus dipatuhi oleh seorang speaker dalam public speaking-nya.

Honesty (be clear and straight)

Kejujuran merupakan salah satu hal terpenting dalam komunikasi. Tidak hanya pada komunikasi antar personal, tetapi juga komunikasi yang dilakukan oleh satu orang kepada banyak orang atau oleh banyak orang kepada banyak orang lainnya.

Kejujuran akan menumbuhkan kepercayaan. Dan hal ini penting dalam public speaking. Jika audiens sudah mempercayai speaker sebagai sumber informasi, mereka akan tertarik untuk memperhatikan public speaking yang sedang dilakukan.

Sekali seorang speaker mengatakan sebuah kebohongan dalam public speaking-nya, audiens tidak akan mudah kembali percaya padanya, kredibilitas speaker sebagai sumber informasi juga turun. Akibatnya, public speaking pun gagal.

“Honesty is the fastest way to prevent a mistake from turning into a failure.” – James Altucher

 

Authenticity (be yourself)

Mengagumi dan meneladani seseorang bukanlah hal yang salah. Namun perlu diingat bahwa masing-masing orang memiliki karakter dan kepribadiannya sendiri. Dan ini merupakan ciri khas yang melekat pada seseorang.

Boleh saja meneladani cara orang lain dalam melakukan public speaking, tetapi tidak dengan meniru gaya dan karakternya. Sebab dengan begitu, ciri khas diri tidak terlihat dan justru terlihat “palsu” serta tidak otentik. Jika sudah begitu, sulit bagi audiens untuk menumbuhkan kepercayaan pada speaker, sehingga apa yang disampaikan olehnya sulit masuk, dipahami, maupun diingat oleh mereka.

“Don’t worry about what’s cool and what’s not cool. Authenticity is what’s cool.” – Zac Posen

 

Integrity (be your word)

Integritas adalah melakukan kebenaran, bahkan ketika tidak ada yang melihatnya. Integritas masih berkaitan dengan kejujuran, tidak hanya kejujuran pada orang lain, tetapi juga pada diri sendiri.

Integritas juga dapat diartikan sebagai kesepadanan antara pikiran, perkataan dan perbuatan. Orang yang berintegritas tinggi biasanya berperilaku sesuai dengan apa yang dikatakannya. Maksudnya, ketika ia mengatakan telah melakukan suatu hal (biasanya kebaikan), maka memang benar ia telah melakukan kebaikan. Jika ia mengajak orang untuk melakukan sesuatu (kebaikan), maka ia perlu menjadi pribadi yang telah melakukannya terlebih dahulu (menjadi panutan atau contoh).

Intinya, orang yang berintegritas adalah orang yang berlaku seperti apa yang dikatakannya. Jika apa yang ia katakan tidak sesuai dengan apa yang ia kerjakan, orang lain juga tidak akan mempercayai apa yang dikatakannya, juga tidak akan melakukan apa yang diperintahkan olehnya.

“Integrity is the essence of everything successful.” – R. Buckminster Fuller

 

Love (wish them well)

Kejujuran memang penting, namun tanpa adanya love, kejujuran akan menjadi hal yang menyakitkan. Misalnya ketika dimintai pendapat tentang penampilan seseorang, tanpa adanya love, kita akan langsung mengatakan “jelek!” atau “nggak cocok!”

Love juga akan membantu seorang speaker untuk menyampaikan lebih banyak kebaikan dan menyampaikan “keburukan” dengan lebih baik tanpa harus menyakiti perasaan orang lain.

“Without love, honesty would be a painful words.”

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Mengatasi Ketakutan Public Speaking dengan Percaya Diri. Bagaimana Caranya?

Banyak orang yang takut ketika akan melakukan public speaking, bahkan bagi mereka yang sudah pernah melakukannya sekalipun. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya rasa percaya diri. Kepercayaan diri merupakan salah satu hal penting dalam public speaking, juga dalam aspek kehidupan lainnya.

Percaya diri bukan sebuah bakat maupun pemberian dari Yang Maha Kuasa, melainkan sesuatu yang bisa dilatih dan dikembangkan. Bagaimana caranya? Dr. Ivan Joseph, seorang Athletic Director dan Kepala Pelatih Tim Sepak Bola Universitas Ryerson dalam TED Talks-nya menjelaskan beberapa cara untuk membangun rasa percaya diri.

Repetition, Repetition, Repetition

Seorang pemain bola yang hebat tidak secara otomatis menjadi hebat, mereka melakukan latihan yang keras dan berulang-ulang. Begitu juga dengan pembicara yang hebat. Mereka melakukan latihan dan tampil di depan banyak orang berkali-kali. Sebab semakin sering kita melakukan suatu hal, semakin besar rasa percaya diri yang kita bangun.

Oleh karena itu, ketika ada peluang atau kesempatan untuk melakukan public speaking, ambil peluang tersebut dan paksa diri supaya terbiasa dengan hal tersebut.

“Practice, Practice, Practice. Don’t accept failure.”

Persistence

Sebelum berhasil menemukan lampu, Thomas Alva Edison mengalami 9.998 kegagalan. Namun siapa sangka, di percobaannya yang ke 9.999, dia akhirnya berhasil menemukan lampu pijar. Jika saja ia berhenti di percobaan ke 9.998, maka dia tidak akan pernah berhasil dalam percobaannya tersebut.

Begitu juga dalam membangun kepercayaan diri. Setelah berlatih, berlatih, dan berlatih, ada hal lain yang tidak kalah penting, yaitu kegigihan. Tidak semua orang dapat bertahan ketika harus melakukan hal yang sama berulang-ulang. Banyak yang akhirnya mundur sebelum mereka berhasil meraih apa yang telah mereka perjuangkan dengan latihan sebelumnya.

Oleh karena itu, kita perlu memaksakan diri untuk tetap melakukan hal tersebut. Juga jangan menyerah sebelum semuanya tercapai.

Positive Affirmation

Kita tidak bisa mengontrol apa yang orang lain rasakan atau ingin katakan kepada kita, namun kita bisa mengendalikan diri kita sendiri dalam menanggapi segala sesuatu yang terjadi pada kita. Ketika orang lain berkata bahwa kita tidak bisa melakukannya, bukan berarti kita benar-benar tidak bisa melakukannya. Sebab bukan orang lain yang menentukan kesuksesan kita, melainkan diri kita sendiri.

Oleh karena itu, kita perlu membangun prasangka baik atau afirmasi positif tentang usaha dan diri kita. Hindari orang-orang yang membawa pengaruh negatif dalam diri. Hindari orang-orang yang bisa menjatuhkan kepercayaan diri.

“I am the captain of my ship and the master of my fate!”

Positive Interpret

Self-confidence People Interpret Feedback the way they choose to. They always interpret it in a positive way.”

Ketika dikritik atau mengalami kegagalan, kita bisa menyikapinya dengan dua hal; pesimis atau optimis. Juga bisa mengartikannya ke dalam dua hal; positif atau negatif. Semuanya tergantung pada kita. Dan yang paling baik adalah menyikapi dengan optimis dan menanggapi dengan positif. Misalnya ketika menghadapi kegagalan, kita bisa menganggapnya sebagai kesempatan untuk memperbaiki dan mengembangkan diri.

 

No one will believe on you, unless you do. Namanya juga kepercayaan diri, maka dimulainya pun dari diri sendiri. Jika kita bisa membangunnya, orang lain juga akan bisa melihatnya. Yang terpenting adalah terus berlatih, tidak mudah menyerah dan berpikiran positif.

Source here


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Tujuh Dosa Public Speaking ini Bikin Audiensmu Cuek Tidak Peduli

Suara manusia, adalah salah satu “instrumen” yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Suara manusia juga mungkin merupakan salah satu bunyi yang paling powerful di dunia, sebab dengan suara, manusia bisa memulai perang, mendatangkan perdamaian, mengakhiri hubungan, atau bisa juga memulai suatu hubungan.

Meski begitu, tidak semua suara manusia ingin kita dengar. Beberapa menjadi angin lalu; masuk telinga kanan, kemudian keluar lagi melalui telinga kiri. Penyebabnya bisa karena kita tidak menyukai si pembicara atau bisa juga karena pembicaraannya tidak penting.

Jika hal ini terjadi pada public speaking yang sedang kita lakukan, tentu rasanya sia-sia berbicara panjang lebar tetapi tidak dipedulikan.

Supaya hal ini tidak terjadi pada public speaking-mu, kamu perlu menghindari tujuh dosa public speaking berikut yang diungkapkan oleh Julian Treasure, seorang ahli suara dan komunikasi.

Gossip

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa terlepas dari “membicarakan orang lain.” Ini sah-sah saja sepanjang tidak menyeleweng dari fakta dan kebaikan, juga tidak disertai dengan pendapatan pribadi yang bisa menjatuhkan nama baik orang yang dibicarakan.

Pun ketika melakukan public speaking. Boleh saja membicarakan orang lain asalkan syarat di atas dipenuhi. Jika perlu, cerita tersebut bisa memberikan inspirasi dan motivasi kepada orang lain yang mendengarkan.

Membicarakan keburukan orang lain dalam public speaking tidak akan membuat audiens semakin memperhatikan dan mempercayai presenter. Justru kredibilitas sebagai presenter bisa turun, sehingga membuat audiens malas untuk memperhatikan.

Judging

Judging dapat diartikan dengan menilai orang lain atau suatu hal hanya dari satu sisi, biasanya dari sisi buruk saja. Tidak ada yang menyukai sifat ini, apalagi jika dilakukan di depan banyak orang. Dijamin tidak ada yang akan mendengarkannya.

Negativity

Semua hal di dunia ini diciptakan dengan dua sisi; baik dan buruk. Tidak ada yang sepenuhnya buruk jika kita mau melihat ke sisi yang lain. Namun bagi seseorang yang memiliki sifat negativity, ia akan bisa menemukan hal negatif (prasangka buruk), bahkan dari hal baik sekalipun. Tidak akan ada yang mau mendengarkannya, apalagi mempercayai apa yang disampaikannya.

Complaining

Mengeluh adalah bentuk lain dari negativity. Jika negativity cenderung berprasangka buruk dan melihat segalanya dalam bentuk negatif, mengeluh adalah bentuk ketidakpuasan terhadap suatu hal yang dialami olehnya. Misalnya, mengenai cuaca. Banyak orang yang mengeluh tentang cuaca hujan, pun juga mengeluh jika hari sedang panas. Atau mengeluh tentang sebuah tugas yang diberikan kepadanya.

Selain menunjukkan rasa kurang bersyukur, mengeluh justru akan menambah kesusahan. Apalagi jika dilakukan di depan banyak orang, tidak akan ada yang mendengarkannya, sebab mereka yang datang hanya ingin mendapatkan informasi atau pengetahuan dari sang pembicara, bukan mendengarkan keluhan.

Excuses

Satu kali memberikan alasan mungkin wajar, namun berkali-kali memberikan alasan dan melemparkannya kepada orang lain atau hal lain tidak lagi wajar. Seakan dirinya paling benar meskipun dia yang melakukan kesalahan dan meminta orang lain untuk memahaminya.

Siapa yang mau mendengarkan seorang pembicara yang terlalu banyak beralasan? Misalnya, ketika ia datang terlambat karena macet, ia akan menyalahkan kemacetan. Kemudian saat flashdisk berisi presentasinya ketinggalan, ia akan menyalahkan orang lain karena kelalaiannya. Oleh karena itu, berusahalah untuk tidak selalu beralasan.

Exaggeration

Tidak perlu berlebihan ketika sedang menjelaskan atau mendeskripsikan sesuatu, jelaskan saja seadanya. Karena berlebihan bisa berubah menjadi kebohongan. Akhirnya sebagai sumber informasi, kita tidak lagi dipercaya dan membuat audiens malas untuk memperhatikan lebih lanjut. Jika sudah begini, pesan yang ingin disampaikan dalam public speaking pun jadi tidak bisa diterima.

Dogmatism

Dogmatism adalah kebingungan antara fakta dan opini. Orang yang dogmatis akan menganggap opininya paling benar dan menolak kebenaran dari fakta yang ada. Mereka menilai suatu kejadian secara objektif, bukan dari kenyataan yang ada.

Siapapun akan sebal dan malas mendengarkan orang dengan karakter seperti ini. Oleh karena itu, penting untuk menghindari sifat ini dan menjadi lebih terbuka dengan pendapat orang lain terutama dengan fakta yang ada.

 

Tidak hanya ketika public speaking saja, sifat-sifat di atas juga perlu dihindari dalam percakapan sehari-hari. Karena komunikasi yang baik dan efektif membutuhkan pemahaman yang baik dari keduanya. Dan untuk memahami, komikator perlu mendengarkan. Jika mendengarkan saja tidak dilakukan, maka tidak mungkin ia paham dengan konten yang sedang dibicarakan.

Source here

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Teknik Publik Speaking: Think Fast, Talk Smart

Public speaking menjadi momok bagi banyak orang. Salah satu alasannya adalah ketika sedang melakukan public speaking, kita sebagai pembicara, menjadi pusat perhatian dan “dituntut” untuk tidak melakukan kesalahan dan berpikir cepat.

Namun, public speaking merupakan hal yang tidak bisa kita hindari. Sehingga, kita perlu mencari solusi dan melawan ketakutan tersebut.

Matt Abrahams, seorang wirausaha dan pengajar dari Stanford, memberikan beberapa tips dan teknik yang bisa kita gunakan ketika melakukan public speaking.

Approach

The first step to effective communication is to approach it in an open way.”

Ketakutan pada public speaking membuat otak kita mengeluarkan pertahanan (defense) dengan menganggapnya sebagai ancaman, sehingga membuat kita merasa takut dan grogi ketika diminta untuk melakukan public speaking.

Hal ini perlu diatasi, yaitu dengan mengubah cara pandang atau pendekatan kita terhadap public speaking. Ubah ketakutan tersebut dengan menganggap public speaking sebagai opportunity. Misalnya, menganggapnya sebagai kesempatan untuk mengekspresikan diri, mengemukakan pendapat, menyampaikan pemikiran, atau kesempatan untuk mengembangkan diri.

Dengan begitu, sesuatu yang kita takuti akan berubah menjadi hal yang kita rangkul, hal yang kita tunggu kedatangannya.

Audience

It’s about their needs, not us.”

Public speaking bukan tentang apa yang pembicara ingin sampaikan, tetapi tentang apa yang ingin audiens ketahui, apa yang audiens butuhkkan, dan apa yang audiens harapkan.

Untuk itu, pembicara perlu mengenal audiens. Siapa mereka? Apa latar belakang mereka? Bagaimana pengetahuan mereka? Setelah itu, pembicara bisa menentukan bagaimana informasi akan disampaikan, sehingga audiens bisa memperoleh apa yang mereka butuhkan.

Context

Melakukan public speaking tidak hanya tentang apa yang akan disampaikan, tetapi juga bagaimana materi akan disampaikan, karena cara penyampaian dapat mempengaruhi pemahaman audiens. Terdapat tiga hal yang perlu dipertimbangkan ketika akan melakukan public speaking.

Waktu

Memilih waktu yang tepat bisa mempengaruhi efektifitas public speaking, sehingga audiens akan lebih mudah menerima, memahami, dan mengingat apa yang disampaikan di dalamnya. Misalnya, pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk melakukan public speaking, sebab tenaga audiens belum terkuras dan pikiran mereka masih fresh.

Emosi/Nada

Kesuksesan sebuah public speaking tidak dilihat dari konten apa yang akan disampaikan, tetapi dari bagaimana konten tersebut disampaikan, bagaimana pembicara dapat menarik perhatian audiens sehingga mau memperhatikan. Salah satu cara untuk menarik perhatian audiens adalah dengan melibatkan “perasaan,” misalnya dengan menyertakan cerita inspiratif atau cerita yang menghibur. Bisa juga dengan mengatur nada ketika bicara; memberikan tekanan pada konten yang penting, meninggikan suara ketika menyampaikan ajakan atau penyemangat, menurunkan suara ketika bercerita tentang kesedihan, dan sebagainya.

Metode

Metode yang dimaksud di sini adalah bagaimana public speaking akan dilaksanakan? Apakah secara langsung atau secara virtual? Pemilihan metode ini tentu akan berpengaruh pada cara pembicara dalam melakukan komunikasi. Pertimbangkan dengan baik ketika memilih metode ini, supaya public speaking yang sudah dilakukan berjalan dengan lancar dan tidak sia-sia.

Structure

Menurut penelitian, manusia lebih mudah memahami informasi yang terstruktur dibandingkan dengan yang tidak terstruktur. Contohnya ketika harus menghafal 12 digit angka, manusia akan lebih mudah jika menghafal dalam formasi 4-4-4 atau 3-3-3-3.

Pun dalam public speaking, konten akan lebih mudah dijelaskan serta lebih mudah dipahami oleh audiens. Informasi yang akan disampaikan perlu disusun sedemikian rupa sehingga terarah dan mudah dicerna.

Terdapat 3 jenis struktur yang bisa kita aplikasikan ketika melakukan public speaking, yaitu.

Chronological Structure. Public speaking disampaikan secara tuntutan waktu. Struktur ini membantu pembicara untuk “membawa” audiens dari satu kejadian ke kejadian selanjutnya.

Problem – Solution – Benefit. Struktur ini merupakan struktur yang cocok digunakan untuk public speaking persuasif. Dimulai dengan menjelaskan permasalahan, kemudian penyelesaian, dan diakhiri dengan penjelasan tentang manfaat yang akan diperoleh.

What? – So What? – Now What? Public speaking dengan menggunakan struktur ini dimulai dengan menjelaskan tentang permasalahan, kemudian “mengapa ini penting?” dan terakhir penjelasan tentang langkah yang harus diambil selanjutnya.

Source here

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini!

Jasa Presentasi – PowerPoint sudah menjadi aplikasi andalan bagi mereka yang ingin mendesain presentasi. Namun seiring perkembangan jaman dan kemajuan teknologi, saat ini telah banyak bermunculan aplikasi atau software pembuat presentasi lain selain PowerPoint. Aplikasi-aplikasi ini menawarkan kemudahan dan cara yang lebih menarik serta efektif dibandingkan PowerPoint.

Salah satu contohnya adalah prezi. Prezi merupakan salah software presentasi berbasis web yang memanfaatkan teknologi ZUI (Zooming User Interface), sehingga memungkinkan penggunanya untuk memperbesar dan memperkecil tampilan presentasi secara keseluruhan. Beberapa tahun lalu, Prezi mulai booming dan banyak digunakan sebagai alternatif lain untuk membuat presentasi. Bagi mereka yang tidak ahli dalam PowerPoint dan ingin mendesain presentasi dengan lebih cepat, Prezi memang merupakan salah satu pilihan yang tepat.

Tidak hanya Prezi, terdapat beberapa alternatif pembuat presentasi berbasis web lain yang juga tidak kalah mudah dan menarik.

 

Google Slides

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Google Slides merupakan pelopor platform berbasis cloud yang memungkinkan kita untuk mendesain, berbagi, dan membuka presentasi dengan mudah secara online. Meski template yang disediakan Google Slides tidak banyak, kita masih bisa membeli template dari pihak lain yang mungkin lebih menarik untuk dikembangkan sendiri.

Cara kerja Google Slides hampir mirip seperti PowerPoint. Kita bisa menambahkan animasi dan transisi pada presentasi kita. Meski animasi dan transisi pada Google Slides tidak sebanyak yang disediakan oleh PowerPoint, namun Google Slides memudahkan kita untuk bekerja secara tim. Kita tidak perlu menunggu lampiran kita terunggah atau berbagi dengan menggunakan alat penyimpanan data eksternal. Kita hanya perlu menekan tombol share dan memasukkan alamat email yang dituju.

Selain itu, kita tidak perlu khawatir kehilangan progress desain presentasi kita saat komputer atau laptop yang kita digunakan tiba-tiba mati atau error, karena Google Slides secara otomatis menyimpannya di Google Drive.

 

Canva

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Jika diberi tugas untuk membuat presentasi secara mendadak atau ketika kita tidak memiliki banyak waktu untuk berlama-lama duduk di depan laptop menghias slide presentasi, kita tentu membutuhkan cara yang lebih cepat dan efektif serta tidak rumit untuk mendesain presentasi.

Canva mungkin bisa menjadi salah satu solusinya. Platform desain grafik berbasis web ini menyediakan banyak sekali template yang bisa kita manfaatkan untuk mendesain presentasi dengan mudah dan cepat. Tidak hanya template presentasi saja yang disediakan di sana, tetapi ada juga template desain grafik lain seperti infografik, logo, invitation, kartu nama, banner media sosial, brosur, poster, dan lain sebagainya.

Selain itu, seperti Google Slides, Canva juga memungkinkan kita untuk bekerja secara tim dengan membentuk tim kita sendiri. Anggota tim dapat mereview dan mengedit hasil desain kita (atau sebaliknya) secara langsung, tanpa kita mengirimnya. Canva juga menyediakan fitur animasi, namun fitur ini tidak gratis alias berbayar.

 

Visme

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Alternatif lain untuk menghemat waktu dan mempercepat desain presentasi adalah Visme. Seperti dua alternatif lainnya, visme juga merupakan software presentasi berbasis web yang menyediakan berbagai template. Tidak hanya presentasi, Visme juga menyediakan template infografik, chart, laporan, dan social graphic. Seperti Google Slides dan Canva, kita juga bisa menambahkan animasi, suara, dan fitur menarik lainnya di sini.

Namun sayangnya, kebanyakan konten-konten menarik di dalamnya tidaklah gratis dan berlabel “premium” yang mengharuskan kita membayar untuk “menikmatinya.”

 

PowToon

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Membuat animated presentation dengan PowerPoint tidaklah mudah serta membutuhkan waktu yang cukup lama (apalagi jika kita bukan orang yang ahli dalam hal ini). Namun dengan semakin berkembangnya zaman, kita tidak perlu khawatir karena orang-orang kreatif di luar sana sudah menciptkan berbagai software yang mudah dan cepat untuk digunakan.

Salah satunya adalah PowToon. Jika tiga software presentasi yang sudah dijelaskan di atas tidak terlalu menonjolkan animasi dan transisi, PowToon justru ahlinya animasi. PowToon merupakan software animasi berbasis web yang memungkinkan penggunanya untuk membuat animated presentation. Caranya cukup mudah, kita tinggal memilih objek yang sudah disediakan dan menyesuaikannya dengan kemauan kita. PowToon juga menyediakan musik dan gambar serta memungkinkan penggunanya untuk membuat dan menambahkan voice-over.

Output dari software ini berupa video. Namun untuk penggunaan secara gratis, output video tersebut akan disertai watermark PowToon.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Tiga Langkah Dasar Membuat Infografik

Jasa Presentasi – Infografik merupakan kumpulan informasi yang didesain untuk menghibur, menarik, serta mendidik para pembacanya. Infografik dapat mengubah teks statis menjadi visual yang informatif dan mudah diingat pada waktu yang bersamaan.

Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, bahwa infografik dapat meningkatkan traffic media yang kita gunakan untuk membagikan infografik. Namun bukan berarti semua infografik dapat melakukan hal tersebut. Infografik yang berpeluang besar bisa meningkatkan traffic adalah infografik yang menarik, mendidik, dan inspiratif.

Untuk membuat infografik yang demikian, kita harus tahu langkah-langkah apa saja yang harus ditempuh dalam membuat infografik.

Langkah 1 – Memilih Topik

Langkah awal yang harus dilakukan ketika akan membuat infografik adalah memilih topik. Topik merupakan hal umum yang akan dibahas dalam sebuah konten. Ketika akan memilih topik untuk infografik, pilihlah topik yang sesuai dengan bisnis atau usaha yang sedang dijalani. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan topik di luar bisnis atau usaha yang sedang dijalani, namun pastikan topik tersebut masih berkaitan dengan latar belakang bisnis. Pastikan juga konten di dalamnya tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat secara umum.

Gali topik dengan lebih dalam untuk memperoleh informasi berharga yang mungkin masih sedikit diketahui oleh banyak orang.

Langkah 2 – Mendesain Infografik

Langkah selanjutnya setelah mendapat seluruh informasi dan data mengenai topik yang akan dibahas adalah memvisualisasikannya ke dalam bentuk yang lebih kreatif. Bagi konten ke dalam beberapa kategori dan tentukan ukuran serta layout infografik.

Gunakan konten visual (gambar, ikon, grafik, warna, shape) yang relevan dengan topik infografik. Misalnya jika topik berkenaan dengan restoran, gunakan tema dan konten visual yang berkaitan dengan restoran, seperti sendok, garpu, pisau, piring, dan lain-lain.

Desainlah infografik secara kreatif, namun jangan terlalu berlebihan, karena bisa membuat infografik menjadi terlalu kompleks. Ingatlah bahwa infografik diciptakan untuk memudahkan audiens dalam memahami konten di dalamnya.

#Tips : Untuk mendapatkan lebih banyak inspirasi dan ide, kunjungilah situs-situs inspiratif seperti Pinterest, Canva, dan lainnya.

Langkah 3 – Beri Identitas pada Infografik

Setelah selesai mendesain, periksa kembali hasil desain secara detail dan teliti. Pastikan desain infografik tidak membuat konten semakin rumit, tetapi membuatnya menarik dan mudah dipahami. Pastikan juga untuk memberikan identitas pada infografik tersebut. Sehingga kita bisa mengklaim infografik tersebut sebagai karya kita ketika suatu saat infografik tersebut menjadi viral. Dengan begitu, kita bisa menaikkan pamor dan citra serta kredibilitas diri sebagai kreator infografik.

Selain itu, jika informasi dan data dalam infografik didapat dari situs atau orang lain, sertakan juga sumbernya. Hal ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang mungkin terjadi di masa depan, seperti plagiarisme dan tuduhan plagiat.

 

Sumber : Forbes


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Infografik itu Powerful dan Efektif! Mengapa?

Jasa Presentasi – Secara singkat, infografik merupakan hasil kombinasi antara data dan desain. Secara lebih detail, infografik adalah salah satu cara penyajian informasi, data, atau pengetahuan (terutama konten yang kompleks) menjadi bentuk visual yang menarik dan lebih cepat serta mudah untuk dipahami. Tujuan adanya infografik adalah untuk memudahkan pembaca dalam memproses informasi tanpa harus membaca teks dengan jumlah banyak.

Inilah mengapa infografik menjadi cara yang efektif untuk menyampaikan informasi, data, atau pengetahuan yang bersifat kompleks. Selain itu, terdapat alasan lain mengapa infografik merupakan media yang efektif dan powerful untuk menjelaskan konten, antara lain sebagai berikut.

  • Kebanyakan dari kita memiliki rentang perhatian yang pendek, sehingga otak lebih peka ketika melihat konten berupa gambar, dibandingkan membaca konten berupa teks dengan jumlah yang banyak.
  • Dengan semakin berkembangnya teknologi, manusia semakin dimudahkan dalam segala hal, terutama dalam bidang komunikasi. Kemajuan ini membuat manusia menjadi semakin mudah dan cepat dalam memperoleh informasi dan berita. Setiap hari, kita dijejali dengan banyak sekali informasi. Seperti halnya gelas yang penuh, isinya akan tumpah jika terlalu banyak dimasuki air, otak manusia pun begitu. Namun dengan kehadiran infografik, informasi di dalamnya menjadi lebih mudah dipahami dan diingat oleh pembaca.
  • Manusia sendiri merupakan salah satu contoh visual, dan otak kita dapat menyerap dan mencerna informasi dalam bentuk visual lebih baik, lebih cepat, dan lebih mudah dibandingkan informasi lainnya.
  • Kebanyakan dari kita melupakan sebagian besar dari apa yang kita baca, namun mengingat apa yang kita lihat.
  • Karena otak manusia lebih peka terhadap visual, oleh karenanya, infografik lebih menyenangkan dan menarik untuk dilihat dibandingkan teks polos (tanpa bantuan visual).

Selain alasan di atas, Infografik yang dibuat dengan benar tidak hanya akan memudahkan kita dalam memahami informasi di dalamnya, tetapi juga bisa meningkatkan profile (kredibilitas) kreator serta meningkatkan trafik website.

Bagaimana infogragik dapat meningkatkan trafik website?

Infografik yang dibuat dengan tepat (menarik dan mudah dipahami) bisa menyebar dengan cepat di internet, karena akan banyak orang yang membagikannya. Infografik yang menarik juga bisa menjadi inspirasi untuk para blogger dan penulis serta bisa juga meningkatkan eksposur bagi kreator (membuat kreator lebih dikenal).

#Tips : Pastikan untuk menyertakan logo, URL, atau identitas lainnya pada infografik sebagai “hak cipta,” sehingga kita bisa mengklaim karya tersebut jika suatu saat terjadi plagiasi.

 

Sumber : Forbes


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com