15 Cara Menyampaikan Pesan Agar Berkesan dalam Presentasi

15 Cara Menyampaikan Pesan Agar Berkesan dalam Presentasi

15 Cara Menyampaikan Pesan Agar Berkesan dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Seorang presenter mungkin memiliki konten yang menarik untuk disampaikan. Namun hal ini tidak akan menarik lagi jika presenter tidak dapat menyampaukannya dengan baik dan menarik. Untuk itu, berikut disajikan 15 cara menyampaikan pesan yang berkesan.

  1. Mulai dengan rencana

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan data dan informasi. Setelah itu, buatlah perencanaan dengan menyusun outline presentasi dari materi yang sudah dikumpulkan. Rencana presentasi sebaiknya dibuat dengan singkat. Hindari menyertakan terlalu banyak materi yang tidak relevan atau relevan tetapi tidak terlalu penting, karena presenter memiliki waktu terbatas ketika melakukan presentasi.

Outline atau rencana ini dapat disertakan dalam slide presentasi dengan menempatkannya pada bagian awal. Hal ini berguna sebagai gambaran secara umum mengenai presentasi yang akan disampaikan, sehingga audiens dapat mengikuti alurnya.

  1. Ketahui karakteristik audiens

Presenter memiliki tanggung jawab untuk mengatur suasana presentasi dan memastikan audiens memahami apa yang disampaikan. Agar audiens tertarik untuk memperhatikan presentasi, presenter perlu menyertakan hal yang dapat membuat mereka tertarik. Untuk itu, presenter perlu mengetahui karakteristik audiens secara umum. Temukan ketertarikan mereka, kebutuhan mereka, dan harapan mereka (manfaat yang akan mereka dapat) setelah mendengarkan presentasi. Setelah itu, pilihlah bahasa, gambar, dan warna yang sesuai dengan karakter mereka.

  1. Perlakukan presentasi seperti sebuah film

Film yang hebat memiliki ide yang kuat. Hal ini dapat diterapkan juga pada presentasi agar audiens tertarik untuk memperhatikan dari awal sampai akhir presentasi.

Buat pembukaan, penjelasan, dan penutupan yang kuat. Mulai presentasi dengan sebuah tantangan atau permasalahan atau pembukaan lainnya yang dapat meninggalkan kesan yang mendalam bagi audines. Kemudian, lakukan penjelasan dengan tetap menggunakan cara dan menyertakan ide yang menarik. Akhiri penjelasan dengan memberikan klimaks. Hal ini dapat membuat audiens penasaran dan menduga apa yang akan terjadi selanjutnya.

Setelah itu, masuklah pada penutupan dengan memberikan kesimpulan yang logis dan persuasif serta akhiran yang menarik.

  1. Terapkan one point, one slide

Maksud one point, one slide adalah memberikan satu poin atau kata kunci dalam presentasi dalam satu slide. Artinya, sebuah slide tidak boleh mengandung lebih dari 1 kata kunci atau inti yang akan dijelaskan. Hal ini tidak hanya membuat presentasi lebih terstruktur, tetapi juga memastikan audiens untuk dapat mengikuti konten dengan mudah. Gunakan kata kunci atau frasa yang mudah diingat dan hindari menyertakan kalimat yang panjang.

  1. Bullet point adalah pendukung

Semua elemen dalam slide presentasi digunakan sebagai pendukung konten dan penjelasan, tidak terkecuali dengan bullet point. Audiens tidak akan tertarik jika presenter menyampaikan presentasi dengan membaca slide. Oleh karena itu, buatlah teks untuk bullet point dengan ringkas, seperti yang selalu dijelaskan dalam cara membuat slide presentasi yang menarik. Buat bullet point lebih menarik dengan mengubah bullet point kustom dengan gambar atau simbol. Gunakan gambar atau simbol yang relevan.

  1. Persingkat kutipan

Kutipan atau quote merupakan cara yang efektif untuk menunjukkan kepribadian dan kredibilitas pada sebuah presentasi. Seringkali kutipan atau quote yang ingin disertakan terlalu panjang. Oleh karena itu, buatlah kutipan yang akan disertakan menjadi lebih ringkas yaitu dengan cara mengambil kata kunci atau kalimat ini dari sebuah kutipan. Presenter dapat membacakan kutipan secara lengkap ketika presentasi.

  1. Ikuti grid

Mengikuti grid akan membantu slide berdampak secara visual. Hal ini memungkinkan untuk menyusun teks dan gambar sesuai dengan bagaimana presenter menginginkan audiens membacanya. Inilah mengapa penting untuk memperhatikan susunan visual dan titik fokus setiap slide. Hal ini berbeda-beda untuk setiap slide karena inti dan konten setiap slide berbeda-beda.

  1. Pilih font dengan hati-hati

Memilih font yang sesuai merupakan hal yang sangat penting karena dapat berdampak pada desain. Pilih dan gunakan 2 font (satu untuk judul dan satu lagi untuk badan teks). Dapat juga menggunakan jenis font yang sama namun dengan ketebalan font yang berbeda.

Gunakan ukuran font yang cukup untuk dapat dilihat oleh semua orang dalam ruangan. 30pt merupakan ukuran font yang paling direkomendasikan dalam presentasi,

  1. Gunakan skema warna yang seragam

Warna merupakan salah satu hal terpenting dalam presentasi, karena akan menambah keindahan slide presentasi. Gunakan warna gelap dan muda (warna kontras) untuk dikombinasikan menjadi skema warna suatu slide presentasi. Jika presenter berasal dari sebuah perusahaan, gunakan warna perusahaan atau warna merek sebagai warna dasar. Hindari menggunakan warna yang terlalu mencolok, seperti warna neon. Pastikan juga teks mudah dibaca dengan membuat kontras antara warna background dan warna font.

  1. Gunakan lebih banyak visual

Audiens tidak akan tertarik jika slide presentasi menyertakan terlalu banyak teks. Oleh karena itu, eliminasi teks yang tidak terlalu penting dan sertakan teks pendek (kata kunci) dalam slide. Selain itu, tambahkan gambar atau simbol yang relevan dan menarik. Pertimbangkan demografi audiens dalam memilih gambar dan simbol, karena apa yang menarik bagi orang lain, belum tentu menarik bagi beberapa orang lainnya.

  1. Gunakan foto dan grafik berkualitas tinggi

Menggunakan gambar dan grafik untuk membuat slide menarik memang baik. Namun jika gambar atau grafik yang digunakan memiliki resolusi yang buruk, slide juga akan terlihat buruk dan tidak menarik. Oleh karena itu, gunakan foto dan grafik yang berkualitas atau beresolusi tinggi.

Foto yang berkualitas tinggi dapat diperoleh melalui banyak situs yang menyediakannya secara gratis. Hindari menggunakan foto yang sudah banyak digunakan dan ubah gambar secara proporsional.

  1. Sederhanakan grafik dan chart

Grafik dan chart yang kompleks akan membuat audiens kesulitan untuk memahami dan dapat membuat mereka bosan. Oleh karena itu hindari menggunakan grafik dan chart yang kompleks dengan cara menyederhanakannya. Manfaatkan infografik untuk memvisualisasikan fakta.

  1. Berikan ruang pada slide

Slide yang menarik tidak harus penuh dengan gambar dan teks. Berikan sedikit ruang pada slide, sehingga audiens akan lebih mudah mengikuti alur dan lebih mudah memahami apa yang dijelaskan presenter.

Agar slide tidak terlihat penuh, namun masih memiliki background bergambar yang menarik, tambahkan transparansi atau filter pada gambar agar tidak bersaing dengan teks.

  1. Buat Presentasi selalu up to date

Jika presenter akan menggunakan presentasi lebih dari satu, selalu perbarui fakta dan informasi yang mungkin sudah berubah sebelum menyajikannya. Perbarui juga visual presentasi dengan mengubah gambar dan grafik menjadi lebih baru dan mengikuti perkembangan zaman sehingga tidak membosankan.

  1. Akhiri dengan slide yang powerful

Akhiri presentasi dengan call to action yang kuat dan tegas. Kata “terima kasih” atau “selesai” pada slide terakhir tidak akan berdampak pada audiens. Sebagai gantinya, buatlah pesan yang kuat pada akhir slide yang akan diingat oleh audiens.

Buat penutupan slide dengan menambahkan contact person, seperti nomor hp, akun media sosial, atau website.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

9 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Membuat Infografik

9 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Membuat Infografik

9 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Membuat Infografik

Jasa Presentasi – Saat ini, dunia telah mencapai era dimana jumlah informasi yang diterima tidak sebanding dengan kapasitas penerimaan manusia. Hal ini merupakan kesenjangan yang perlu diatasi. Salah satu caranya yaitu dengan mengubah cara berkomunikasi.

Komunikasi tidak hanya dapat dilakukan melalui percakapan dan tulisan, era digital telah menyediakan ruang bagi kita untuk mengembangkan cara berkomunikasi lainnya yang lebih canggih dan mengikuti perkembangan zaman, yaitu komunikasi dengan gambar sebagai pendukung percakapan dan tulisan. Salah satu bentuk komunikasi dengan gambar yaitu infografik.

Beberapa tahun belakang, infografik mulai dikenal dan menjadi salah satu kata kunci yang paling di cari di internet. Mengapa saat ini orang banyak menggunakan infografik? Salah satu alasannya untuk mengubah data dan informasi yang kompleks menjadi bentuk yang lebih menarik. Bagaimana cara mengubah data dan informasi yang kompleks menjadi bentuk yang menarik dengan bantuan infografik?

Hal pertama yang harus dilakukan adalah persiapan. Berikut 9 hal yang harus dilakukan sebelum membuat infografik.

  1. Menentukan Tema/Topik

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam tahap persiapan membuat infografik adalah menentukan tema atau topik yang akan disampaikan. Mungkin jika infografik dibuat untuk tujuan pelaporan, desainer tidak perlu mencari topik. Namun jika topik belum ditentukan, desainer perlu mencarinya, salah satunya dengan menggunakan isu dan permasalahan terkini.

  1. Menentukan Audiens

Setelah menentukan tema/topik, langkah selanjutnya adalah menentukan target audiens. Dengan menentukan audiens yang akan ditarget, desainer infografik dapat menentukan naskah dan tema visual yang tepat dan sesuai untuk suatu infografik.

  1. Menentukan Tujuan

Tentukan tujuan dari infografik yang dibuat. Apakah untuk memperlihatkan tren menggunakan data, atau untuk mengubah informasi kompleks dengan menyajikannya dalam bentuk yang mudah dipahami, atau untuk memperlihatkan pada audiens cara melakukan sesuatu secara step-by-step, atau untuk meningkatkan kesadaran akan suatu permasalahan, atau tujuan lainnya.

  1. Pilih tipe infografik

Setelah menetapkan tujuan, desainer dapat memilih tipe infografik seperti apa yang akan dibuatnya. Apakah comparison infographic (jika memiliki 2 atau lebih hal yang ingin dibandingkan), atau timeline infographic (jika memiliki daftar kejadian dna tanggal penting), atau How-To (jika ingin memberikan panduan step-to-step pada audiens), atau tipe lainnya.

  1. Tentukan Media yang akan digunakan

Setelah mengetahui target audiens dan tujuan infografik, maka dapat ditetapkan media yang akan digunakan. Media di sini berkaitan dengan sarana yang akan digunakan untuk mempublikasikan infografik. Terdapat dua media yang dapat digunakan yaitu media online dan media offline.

Media online biasanya berbentuk digital dan dapat digunakan jika target audiens memiliki cakupan yang luas. Publikasi menggunakan media ini dapat menghemat banyak waktu, lebih mudah dilakukan, dan memiliki banyak wadah yang dapat dimanfaatkan.

Sedangkan media offline biasanya berbentuk selebaran dan dapat digunakan sebagai pendukung penjelasan dalam sebuah presentasi.

  1. Temukan Informasi yang terpercaya

Informasi dan data yang akan digunakan sebagai konten infografik dapat diperoleh dari data atau informasi yang sudah ada atau dapat dengan mengumpulkannya sendiri. Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk memperoleh data antara lain melalui hasil survey atau polling terbaru, laporan yang baru dirilis, jumpa pers, data pribadi suatu perusahaan, penelitian akademis, wawancara, atau melalui survey yang dilakukan sendiri.

  1. Lakukan Interpretasi

Data yang diperoleh dengan mengumpulkan sendiri akan lebih mudah dipercaya ketimbang data dan informasi yang telah tersedia. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan kembali agar kebenarannya dapat dikonfirmasi. Eliminasi data dan informasi yang sekiranya tidak terlalu relevan dengan konten. Lakukan juga interpretasi untuk memperoleh cerita sehingga memudahkan desainer dalam menulis naskah.

  1. Menyusun Naskah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa interpretasi dapat membantuk desainer dalam menyusun naskah. Proses menyusun naskah dapat dilakukan dengan mempertimbangkan target audiens, tujuan, dan permasalahan yang ada. Hal ini untuk mempermudah desainer dalam memilih gaya bahasa dan alur yang digunakan.

Menyusun naskah juga dapat dilakukan dengan membuat kesimpulan dari infografik dengan menuliskannya ke dalam beberapa kalimat. Kemudian padatkan kalimat kesimpulan menjadi sebuah kalimat yang dapat disertakan dalam infografik.

  1. Buat Kerangka kerja

Langkah terakhir dalam melakukan persiapan adalah membuat kerangka kerja. Dalam membuat kerangka kerja perlu diperhatikan kesederhanaan. Sesuaikan kerangka kerja dengan tipe infografik yang telah ditentukan. Hal ini bertujuan untuk membantu dalam menetapkan posisi teks dan gambar agar saling berhubungan.

Kerangka kerja berguna untuk menaksir atau mengukur kesesuaian alur cerita antara poin satu ke poin selanjutnya. Atau dalam artian, kerangka kerja merupakan pendeteksi kesalahan dan ketidaksesuaian yang mungkin terjadi sebelum finishing.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Sumpah, Public Speaking Ini Keren Banget! Tonton Videonya!

Jasa Presentasi – Untuk pembaca yang mendalami ketrampilan berbicara di depan umum atau lebih familiar disebut public speaking, mungkin sudah tidak asing lagi dengan kelompok Toastmaster Internasional, yaitu sebuah organisasi pengembangan ketrampilan public speaking, komunikasi, dan kepemimpinan yang beranggotakan lebih dari 350.000 profesional, akademisi, trainer, dan lain sebagainya. Keanggotaannya tersebar di 142 negara dan memiliki 15.900 kelompok yang saling berjejaring.

salah satu agenda tahunan Toastmaster Internasional adalah menyelenggarakan World Championship of Public Speaking. Acara tersebut dihadiri oleh para pembicara publik handal dan menghasilkan pemenang yang memiliki kemampuan terbaik dalam public speaking. Berikut video pemenang dalam World Championship of Public Speaking.

Dananjaya Hettiarachchi, World Champion of Public Speaking 2014

 

Mohammed Qahtani, World Champion of Public Speaking 2015 

 

Darren Tay Wen Jie, World Champion of Public Speaking 2016 

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

4 Aturan Memilih Warna untuk Desain Presentasi

Jasa Presentasi – Hal yang pertama kali terlihat dan dinilai dari seseorang adalah penampilannya. Begitu juga sebuah presentasi. Hal yang akan dinilai oleh audiens adalah desain tampilannya. Salah satu yang dapat menarik perhatian audiens dalam sebuah presentasi adalah warna. Oleh karena itu, desainer presentasi perlu memperhatikan pemilihan warna agar presentasi menarik. Berikut dijelaskan aturan dalam memilih warna untuk desain presentasi.

 

  1. Kontras yang Tinggi
Warna untuk Desain Presentasi

Warna untuk Desain Presentasi

Hal yang paling penting untuk diperhatikan dalam memilih warna adalah kontras. Ciptakan kontras yang tinggi pada setiap elemen dalam presentasi. Misalnya, jika background berwarna gelap, gunakan warna font yang lebih terang, atau sebaliknya. Hal ini bertujuan untuk membuat setiap elemen terlihat jelas. Kontras tidak hanya tentang memilih warna yang berlawanan, tetapi berkaitan juga dengan memilih warna yang jika dikombinasikan dapat membuat tampilan menarik.

 

  1. Buatlah dengan Sederhana
Warna untuk Desain Presentasi

Warna untuk Desain Presentasi

Salah satu prinsip yang digunakan dalam bidang desain adalah ”the less, the more”. Maksudnya adalah sesuatu yang simpel itu lebih menarik. Hal ini dapat diterapkan juga untuk memilih dan mengkombinasikan warna dalam membuat presentasi. Pilihlah kombinasi warna yang sederhana dan hindari terlalu banyak menggunakan warna yang berbeda. Gunakan 3 sampai 4 warna untuk menciptakan visual presentasi yang menarik.

 

  1. Gunakan Aturan 60-30-10
Warna untuk Desain Presentasi

Warna untuk Desain Presentasi

Aturan ini disebutkan dalam sebuah artikel dari ethos3 yang berjudul “Color Rules for Presentation Design.” Jika ingin menggunakan 3 jenis warna yang berbeda dalam sebuah slide, gunakan warna primer (merah, biru, kuning) untuk mendominasi slide sebanyak 60%, kemudian gunakan warna sekunder (ungu, hijau, orange) untuk diterapkan dalam slide sebanyak 30%, dan sisanya sebanyak 10% untuk warna lainnya (merah maroon, biru dongker, biru tosca, dan lain-lain).

 

  1. Buat palet warna sendiri
Warna untuk Desain Presentasi

Warna untuk Desain Presentasi

Membuat palet warna sendiri dapat dilakukan dengan memanfaatkan alat eyedropper. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih gambar yang menarik atau gambar yang akan dijadikan background. Kemudian lakukan eyedrop pada beberapa warna (3-4 warna) dalam gambar tersebut.

 

Warna merupakan elemen yang pasti ada dalam kehidupan kita. Warna juga dapat menggambarkan dan mengatur suasana dan kondisi. Oleh karena itu, menggunakan warna yang sesuai dengan topik akan membuat presentasi lebih menarik. Gunakan dan kombinasikan pula warna yang tidak monoton dan tidak membosankan. Terakhir, pastikan untuk menggunakan aturan di atas untuk memilih warna demi slide presentasi yang menarik.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

6 Cara Simpel Mendesain Infografik

6 Cara Simpel Mendesain Infografik

6 Cara Simpel Mendesain Infografik

Jasa Presentasi – Jika terdapat data atau informasi yang komplek dan harus disajikan dalam presentasi, apa yang akan kamu lakukan? Menyajikannya dengan utuh? Atau membuatnya menjadi lebih ringkas? Jika menyajikannya dengan utuh, apakah dapat menjamin audiens untuk memahaminya dan mengingatnya? Jika membuatnya menjadi lebih ringkas, apakah dapat menjamin slide presentasi menjadi lebih menarik?

Beberapa tahun lalu, muncul solusi untuk permasalahan ini, yang disebut dengan information graphic. Information graphic (infographic) merupakan salah satu alat bentuk visualisasi untuk menyederhanakan data dan informasi yang kompleks, sehingga audiens lebih mudah memahaminya. Selain mudah dipahami, menggunakan infografik untuk menampilkan data dan informasi membuatnya lebih menarik dan ringkas, sehingga audiens tidak bosan.

Bagaimana cara mengubah data dan informasi menjadi infografik?

  1. Proses data

Ubah data atau informasi yang komplek menjadi bentuk yang lebih ringkas atau dengan kata lain, ubah data atau informasi menjadi sebuah kerangka kerja. Pastikan kerangka kerja tersebut mudah dipahami.

  1. Buat kerangka konten

Setelah memproses data, susunlah data atau informasi agar rapi dan dapat menjadi konten yang mudah dipahami. Berikut teknik yang dapat digunakan dalam membuat kerangka konten.

  • Buat judul yang menarik
  • Mulai infografik dengan memberikan pertanyaan, seperti “Mengapa hal ini penting?” atau “Mengapa hal ini menganggu?” atau “Berapa banyak hal ini dilakukan?”
  • Sajikan fakta menarik tentang sebuah topik.
  • Kembangkan infografik sesuai dengan topik
  • Berikan contoh yang relevan
  • Akhiri dengan kesimpulan atau tambahkan CAT (Call to Action) pada akhir infografik
  • Sertakan logo atau website
  • Sertakan juga sumber data dan informasi yang didapat. Gunakan sumber yang terpercaya.
  1. Buat pola yang akan digunakan

Jika kerangka berhubungan dengan konten, pola berhubungan dengan visual. Infografik dapat dikatakan sebagai cerita dalam bentuk visual. Meskipun komunikasi dengan visual lebih menarik dibandingkan dengan bentuk lainnya, namun jika visual yang digunakan memiliki tampilan yang buruk akan membuatnya menjadi tidak menarik. Oleh karena itu, gunakan visual yang baik agar infografik menarik. Buat pola dengan teliti, perhatikan penempatan atau posisi konten dan pertimbangkan pula gambar, simbol, atau chart yang akan disertakan di dalamnya agar infografik lebih mudah diikuti dan dipahami.

  1. Perhatikan Spasi

Spasi membantu pembaca untuk memproses informasi agar lebih mudah diterima. Berikanlah spasi yang cukup agar teks atau gambar mudah dibaca dan dipahami.

  1. Perhatikan sampai detail

Perhatikan dan periksa kembali seluruh elemen yang disertakan dalam infografik dengan detail. Karena kesalahan sekecil apapun dapat mengganggu tampilan infografik dan pemahaman audiens.

  1. Mintalah kritik dan saran

Tunjukkan infografik yang telah dibuat pada rekan untuk dinilai. Minta kritik dan saran mereka agar infografik menjadi lebih baik.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

12 Fakta Tentang Presentasi yang Harus Kamu Tahu

12 Fakta Tentang Presentasi yang Harus Kamu Tahu

12 Fakta Tentang Presentasi yang Harus Kamu Tahu

Jasa Presentasi – Sukses dalam presentasi adalah keinginan setiap presenter. Kesuksesan presentasi dapat dilihat dari keberhasilan presenter dalam menyampaikan pesan dan informasi kepada audiens, sehingga presentasi yang telah disampaikan dapat diingat oleh audiens dan dapat menjadi inspirasi bagi mereka. Namun, hal ini tidak mudah dilakukan jika presenter tidak mengetahui hal-hal yang dapat menarik perhatian audiens atau trik untuk keberhasilan presentasi. Berikut ini beberapa fakta yang dapat dijadikan acuan untuk keberhasilan presentasi.

  1. Sebagian besar manusia takut pada public speaking. Oleh karena itu, merupakan hal yang wajar ketika seseorang (presenter) mengalami kecemasan sebelum presentasi. Meski begitu, hal ini perlu diatasi demi kelancaran presentasi.
  2. Hal yang dapat menggerakkan manusia adalah cerita. Menyampaikan sebuah cerita atau menggunakan teknik storytelling pada presentasi akan membuat audiens tertarik serta membuat materi lebih mudah dipahami dan diingat dibandingkan menyampaikan fakta dan informasi tanpa cerita, karena fakta 20 kali lebih mudah diingat jika dibungkus dengan cerita.
  3. Pembukaan atau 30 detik pertama dari presentasi akan menentukan keputusan audiens untuk memperhatikan presentasi. Oleh karena itu, lakukanlah pembukaan yang menarik, misalnya dengan memberikan cerita, pertanyaan yang dapat menggugah rasa penasaran audiens, atau dengan humor.
  4. Audiens akan lebih mudah mengingat presentasi yaitu sebesar 95% dari apa yang mereka lihat dan dengar, jika presentasi melibatkan gambar atau animasi atau simbol-simbol.
  5. Melakukan kontak mata dengan audiens akan membuat presenter terlihat lebih kompeten dan terpercaya serta dapat menciptakan hubungan emosional antara audiens dan presenter.
  6. Melakukan gerak tubuh atau body language dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi stres karena gerakan dapat melepaskan hormone endorfin.
  7. Partisipasi audiens mulai menurun secara drastik setelah 30 menit presentasi dimulai. Oleh karena itu, buat atau lakukanlah hal yang menarik pada menit tersebut.
  8. Tingkat ketertarikan audiens akan meningkat jika mereka terlibat, dan tingkat ketertarikan audiens akan semakin turun jika yang dilakukan presenter hanya berbicara tanpa melibatkan audiens. Melibatkan audiens dapat dilakukan dengan memberikan pertanyaan dan berdiskusi.
  9. Presentasi penjualan akan berhasil jika presenter lebih banyak mendengarkan dibandingkan berbicara. Gunakan sebanyak 35% dari waktu yang telah ditentukan untuk berbicara dan sebanyak 65% untuk mendengarkan.
  10. Digital dan gadget seperti ponsel dan internet merupakan gangguan terbesar untuk mempertahankan perhatian audiens. Oleh karena itu, biasanya beberapa presenter akan meminta audiens untuk mematikan ponsel sebelum presentasi dimulai.
  11. Penelitian menunjukkan bahwa level perhatian audiens paling tinggi terjadi ketika presenter menyampaikan presentasi dengan menyertakan humor, mendekati audiens, atau ketika presenter menjelaskan tanpa melihat naskah.
  12. Waktu yang dibutuhkan Steve Jobs untuk berlatih sebelum presentasi adalah 2 hari.

Fakta-fakta di atas dapat dijadikan acuan untuk desainer presentasi dan presenter dalam membuat dan menyampaikan presentasi agar lebih mudah dipahami dan diterima oleh audiens.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Begini Cara Membuka Presentasi Supaya Mengesankan (Part 2)

Begini Cara Membuka Presentasi Supaya Mengesankan (Part 2)

Begini Cara Membuka Presentasi Supaya Mengesankan (Part 2)

Jasa Presentasi – Membuka presentasi dapat mempengaruhi keputusan audiens, apakah akan melanjutkan untuk memperhatikan presentasi atau tidak. Oleh karena itu, agar audiens tertarik untuk mendengarkan presentasi, bukalah presentasi dengan hal yang menarik. Bagaimana caranya? Berikut ini disajikan beberapa cara yang dapat digunakan untuk membuka presentasi supaya mengesankan.

  1. Pernyataan Provokatif

“Buat apa jadi pengusaha kalau jadi karyawan saja sudah bisa kaya?”

Salah satu hal yang dapat menarik perhatian audiens adalah pernyataan provokatif. Pernyataan provokatif, secara tidak sadar, akan membangunkan emosi audiens dan membuatnya penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh presenter selanjutnya.

  1. Membangkitkan Rasa Penasaran

“Beberapa waktu lalu saya membuat kesalahan besar yang membuat bisnis dan hidup saya hancur.”

Cara lain untuk menarik perhatian audiens adalah dengan membuat audiens penasaran. Berikan pernyataan yang membangun ketegangan, sehingga audiens akan bertanya-tanya dan menunggu pernyataan presenter berikutnya.

  1. Buat Audiens Kaget

“Anda semua akan menjadi pengusaha sukses setelah mendengarkan presentasi ini.”

Cara ini berlawanan dengan dua cara sebelumnya. Berikan pernyataan yang berlawanan dengan nalar atau pola pikir biasa. Hal ini bertentangan dengan anggapan umum dan akan membuat audiens kaget karena pernyataan yang dianggap mustahil. Contoh di atas akan membuat audiens bertanya, “Masa iya?” dan secara tidak sadar, audiens akan tertarik dengan pembahasan yang akan disampaikan.

  1. Tunjukkan hal yang sebenarnya

“Saya sebenarnya adalah orang yang sangat pemalu dan tidak berpendidikan tinggi. Saya menjadi seperti sekarang ini karena …”

Cara lainnya untuk menarik audiens ke dalam dunia presenter adalah dengan menceritakan pengalaman atau kisah pribadi. Hal ini tidak mudah, namun jika dilakukan dengan baik akan membuat audiens tertarik pada topik yang akan dibahas. Selain itu, cerita pribadi juga dapat membangun hubungan emosional antara presenter dan audiens.

  1. Memulai dengan Visual yang Menarik

Memulai presentasi dengan menampilkan video atau gambar akan membuat audiens penasaran dan tertarik dengan apa yang akan disampaikan presenter dalam presentasinya. Sertakan video atau gambar yang sesuai dan relevan dengan topik dalam deck presentasi, sehingga selain membuat audiens tertarik, audiens juga akan lebih memahami apa yang akan disampaikan dalam presentasi.

  1. Gunakan keheningan

Cara efektif lainnya yang dapat digunakan untuk menarik perhatian audiens dalam presentasi adalah dengan memanfaatkan keheningan untuk mengendalikan ruangan (audiens). Cara ini cukup efektif, jika dilakukan dengan benar, untuk mengalihkan semua perhatian audiens pada presenter dan membuat audiens penasaran dan tertarik dengan apa yang selanjutnya akan disampaikan dalam presentasi.

  1. Memulainya dengan bantuan properti

Mengingat pandangan manusia lebih mudah tertarik oleh gerak dan visual, cara lain untuk membuka presentasi dengan menarik adalah dengan menggunakan properti atau perlengkapan yang ada maupun yang sengaja dipersiapkan. Hal ini tidak hanya menambah efek dramatis, tetapi juga akan mengalihkan dan mempertahankan perhatian audiens pada podium presentasi.

  1. Gunakan kata “bayangkan”

“Bayangkan jika Anda sedang dalam pesawat yang mengalami turbulence. Pikirkan bagaimana Anda akan menghadapi situasi ini?”

Terkadang membimbing (mendorong) audiens untuk menggunakan imajinasi mereka adalah cara yang tepat agar presenter mudah dalam menyampaikan pesan kepada audiens dalam presentasi. Gunakan kata “coba bayangkan,” “coba pikirkan jika,” atau “coba gambarkan ini pada pikiran kalian.”

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

6 Teknik Storytelling yang Ampuh Digunakan dalam Presentasi

6 Teknik Storytelling yang Ampuh Digunakan dalam Presentasi

6 Teknik Storytelling yang Ampuh Digunakan dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Sebuah fakta menunjukkan bahwa pikiran manusia deprogram untuk lebih mudah dalam memproses informasi dalam bentuk cerita. Atau dengan kata lain, manusia lebih mudah mengingat sebuah cerita dibandingkan penjelasan biasa, karena cerita akan mengaktifkan imajinasi manusia.

Fakta ini dapat dijadikan referensi dalam menyampaikan presentasi agar penyampaian lebih menarik. Bagaimana cara menggunakan cerita agar presentasi menarik?

  1. Tenggelamkan audiens dalam sebuah cerita

Menenggelamkan audiens dalam sebuah cerita dapat membangun hubungan emosional audiens dengan topik yang disampaikan. Pilihlah cerita yang relevan dengan topik presentasi dan ceritakan dengan baik agar dapat melekat di benak audiens dalam waktu yang lama. Gunakan kata dan visual yang mendukung cerita sehingga audiens dapat memvisualisasikannya dalam pikiran mereka. Selain menarik, menyertakan cerita dalam sebuah presentasi juga membantu audiens untuk lebih mudah memahami apa yang disampaikan presenter.

  1. Gunakan cerita pribadi

Menceritakan pengalaman atau kisah pribadi lebih mudah digunakan untuk membangun hubungan emosional antara audiens dengan presenter. Perasaan simpati akan lebih mudah dibangun sehingga lebih mudah untuk presenter menarik perhatian audiens. Oleh karena itu, gunakan cerita atau pengalaman pribadi yang menginspirasi, misalnya cerita tentang keberhasilan dalam menghadapi tantangan untuk meraih kesuksesan.

  1. Ciptakan ketegangan dan klimaks

Film atau buku yang menarik memiliki cerita dengan alur dan konflik yang membuat penikmatnya seperti menaiki roller coaster. Hal ini bertujuan agar audiens mempertahankan perhatiannya dan bertanya-tanya, “Apa yang akan terjadi selanjutnya?” Begitu juga dengan presentasi yang baik. Presentasi yang menarik akan membuat audiens penasaran dengan apa yang disampaikan oleh presenter selanjutnya.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menciptakan klimaks. Pertama, ceritakan sebuah kisah atau pengalaman dan berikan klimas sebagai kesimpulan atau akhir dari cerita. Kedua, gunakan alur mundur. Ceritakan kondisi saat ini kemudian beritahu bagaimana kondisi saat ini bisa terjadi. Atau dengan cara ketiga, dengan menyampaikan cerita yang alurnya sudah dapat ditebak, tetapi kemudian sampaikan kelanjutannya dengan membuat cerita berbeda dari tebakan audiens.

Buat juga sesuatu yang akan selalu diingat oleh audiens. Sajikan fakta atau lakukan hal yang dapat mengejutkan audiens. Contohnya, ketika Bill Gates berpresentasi mengenai meningkatkan investasi untuk menanggulangi malaria, ia menyajikan sebuah statistik untuk membuktikan betapa seriusnya permasalahan ini. Kemudian ia melakukan hal mengejutkan dengan membuka sebuah wadah berisi nyamuk dan mengatakan bahwa malaria tidak hanya menyerang warga miskin.

  1. Buat karakter menjadi hidup

Karakter merupakan inti dari segala cerita. Semua hal yang dialami karakter merupakan penyebab audiens tertawa atau menangis. Cerita yang sukses adalah cerita yang berhasil menciptakan karakter yang dikenal dan memiliki karakteristik unik. Untuk melakukan hal ini, presenter harus memberikan gambaran yang jelas mengenai karakter untuk membuatnya hidup dalam benak audiens. Sehingga audiens dapat terhubung secara emosional dengan presenter maupun dengan presentasi yang disampaikan.

  1. Sampaikan pesan secara tersirat

Bercerita akan lebih menarik jika disertai juga dengan dialog. Dibandingkan dengan memberitahu audiens secara tersurat, cobalah untuk menyampaikannya dengan cara tersirat dan membuatnya menjadi sebuah cerita yang menarik.

  1. Akhiri dengan baik, positif, dan inspiratif

Presentasi yang efektik tidak hanya yang menonjolkan konflik dan klimaks, tetapi juga pemecahan masalah dengan baik, positif, dan inspiratif. Terdapat 2 pilihan untuk mengakhiri sebuah cerita, yaitu happy ending dan sad ending. Kebanyakan orang lebih menyukai cerita dengan happy ending. Padahal tidak masalah jika sebuah cerita berakhir dengan sad ending, karena yang terpenting adalah terdapat pesan positif yang menjadi kesimpulan cerita tersebut. Oleh karena itu, akhirilah cerita dengan pesan yang baik, positif, dan inspiratif, sehingga dapat menjadi panutan bagi audiens dan dapat diingat oleh audiens dalam waktu yang lama. Bungkus pesan dengan kalimat pendek namun berdampak atau frasa yang mudah diingat.

 

Agar presentasi dapat menarik perhatian audiens, sampaikanlah dengan menyertakan cerita atau menggunakan teknik storytelling. Pertimbangkan teknik yang sudah dijelaskan di atas untuk digunakan dalam presentasimu selanjutnya. Selain itu, perhatikan juga tampilan deck presentasi. Presentasi yang baik tidak hanya menggunakan kata-kata dalam penyampaiannya, tetapi juga dengan menyertakan visual yang dapat mendukung penjelasan. Karena 90% informasi yang dapat diterima oleh otak adalah informasi yang berasal dari visual.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Karakteristik Yang Dimiliki Presenter Hebat

5 Karakteristik Yang Dimiliki Presenter Hebat

5 Karakteristik Yang Dimiliki Presenter Hebat

Jasa Presentasi – Keahlian dalam komunikasi merupakan hal terpenting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, namun banyak orang yang takut ketika diminta untuk melakukan public speaking. Mengapa? Karena berdiri di hadapan banyak orang merupakan pengalaman yang mendebarkan. Akan tetapi, cara terbaik untuk menangani ketakutan pad public speaking justru dengan tidak menghindarinya dan menghadapinya, karena semakin banyak seseorang melakukan public speaking, maka akan menambah pengalaman dan hal ini akan membuatnya semakin terbiasa dengan kondisi yang dihadapi ketika melakukan public speaking.

Memang tidak mudah melakukan public speaking, apalagi jika belum terbiasa. Namun tidak ada salahnya jika belajar terlebih dahulu. Berikut ini 5 karakteristik yang dimiliki presenter hebat dan dapat dijadikan contoh.

  1. Pengetahuan

Presentasi merupakan salah satu cara untuk membagikan pengetahuan. Presenter dituntut untuk menguasai topik lebih dari audiens. Selain itu, presenter juga harus mengetahui cara atau teknik yang sesuai dengan audiens dalam menyampaikan presentasi, sehingga pesan dan materi lebih mudah dipahami dan dapat tersampaikan pada audiens.

Pelajari lebih dalam materi yang akan disampaikan untuk mengantisipasi pertanyaan yang mungkin muncul dari audiens, sehingga selain lebih siap dalam menyampaikan presentasi, presenter juga akan lebih siap dalam menghadapi pertanyaan dari audiens.

  1. Kepercayaan Diri

Beberapa orang takut melakukan public speaking karena mereka tidak percaya diri. Ketika seseorang memiliki kepercayaan diri, dia tidak akan takut melakukan presentasi. Oleh karena itu, hal paling utama yang harus dilakukan seseorang sebelum melakukan presentasi adalah membangun kepercayaan diri.

Presenter yang percaya diri akan membuat presentasi lebih hidup dan penjelasan yang disampaikannya akan lebih mudah dipahami oleh audiens. Jika presenter tidak memiliki kepercayaan diri, cobalah untuk berpenampilan seakan-akan memiliki kepercayaan diri, karena audiens tidak akan mengetahui apa yang dirasakan presenter kecuali ia menunjukkannya.

Terdapat beberapa trik yang dapat digunakan untuk memunculkan kepercayaan diri, yaitu dengan berjalan di sekitar podium, berdiri dengan tegak, dan tersenyum. Hindari berbicara terlalu cepat, karena presenter akan terlihat gugup. Menyampaikan presentasi dengan santai namun serius dapat menumbuhkan kepercayaan diri. Selain itu, audiens juga akan lebih mudah memahami apa yang disampaikan.

  1. Kenali Diri

Audiens berharap bahwa presenter akan menyampaikan materi dengan menyenangkan. Beberapa dari mereka juga berharap bahwa presenter akan menyampaikan presentasi dengan lucu, menarik, dan bersemangat, serta mirip dengan beberapa presenter hebat yang pernah ditemuinya. Hal-hal yang diharapkan audiens ini memang kualitas yang harus dimiliki oleh presenter hebat, namun poin terakhir adalah pengecualian. Presenter yang hebat adalah presenter yang memiliki karakteristik dan keunikannya sendiri. Oleh karena itu, jadilah diri sendiri dan manfaatkan kelebihan diri untuk menyampaikan presentasi yang menarik.

  1. Passion dan Semangat

Jika topik presentasi adalah hal yang menarik dan sesuai dengan keahlian presenter, jadikan hal ini menjadi semangat dan gunakan juga untuk membuat audiens bersemangat. Menyampaikan presentasi dengan bersemangat akan menunjukkan bahwa presenter telah menguasai topik dan hal ini akan membantu presenter untuk terhubung dengan audiens. Namun jika topik presentasi adalah hal yang kurang diminati, maka presenter harus menemukan hal yang dapat membuatnya menarik bagi diri presenter sendiri maupun bagi audiens.

  1. Diingat oleh Audiens

Seseorang mungkin telah menyimak banyak presentasi, namun tidak semua presentasi yang disimaknya dapat diingat. Audiens dapat mengingat sebuah presentasi jika presenter dapat terhubung dengan audiens. Menjalin hubungan dengan audiens dapat dilakukan dengan menyertakan cerita yang menyentuh dan menarik serta dapat menjadi inspirasi bagi audiens. Selain itu, agar presentasi dapat diingat, presenter dapat menyertakan hal unik yang mungkin belum pernah dilihat oleh audiens.

Lima karakteristik di atas dapat dijadikan contoh untuk menjadi presenter hebat atau paling tidak, presentasi yang dilakukan dapat diingat oleh audiens. Teruslah berlatih agar terbiasa sehingga dapat menjadi presenter yang lebih baik.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

9 Tips Mengatur Tipografi untuk Presentasi yang Menarik

9 Tips Mengatur Tipografi untuk Presentasi yang Menarik

9 Tips Mengatur Tipografi untuk Presentasi yang Menarik

Jasa Presentasi – Tipografi merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan dari desain presentasi. Tipografi dapat mengubah tampilan dan feel presentasi. Oleh karena itu, tipografi merupakan unsur penting dalam membuat presentasi yang menarik. Bagaimana cara mengatur tipografi untuk membuat presentasi lebih menarik? Berikut disajikan beberapa tipsnya.

  1. Pilih font yang mudah dibaca

Font dapat mengatur suasana presentasi. Gunakan font yang jelas dan mudah dibaca. Tempatkan juga teks pada posisi yang tepat dan mudah dibaca.

  1. Kombinasikan beberapa font

Gunakan beberapa font agar tampilan slide tidak monoton dan presentasi menjadi lebih menarik. Namun pertimbangkan juga tips nomor 1. Kombinasikan jenis font serif dan sans-serif. Hindari menggunakan terlalu banyak jenis font karena akan membuat tampilan kurang menarik dan berantakan. Gunakan font yang berbeda untuk teks yang menjadi kata kunci sebuah slide.

  1. Tambahkan kontras dengan ketebalan

Jika terdapat suatu teks yang ingin ditekankan dalam sebuah slide, bedakanlah tipografinya dengan menebalkannya. Hal ini berguna untuk menarik perhatian audiens.

  1. Tambahkan kontras dengan ukuran teks

Seperti poin nomor 3, ketika terdapat teks yang ingin ditekankan atau terdapat beberapa teks yang saling bersaing, misalnya judul dan subjudul, ubahlah salah satu ukuran teks untuk menunjukkan teks mana yang lebih penting.

  1. Gunakan warna untuk menekankan kata kunci

Menambahkan warna pada teks merupakan salah satu cara yang efektif untuk memberi tekanan pada kata kunci. Gunakan warna yang lebih menonjol dari teks lainnya. Hindari menggunakan terlalu banyak warna karena akan menganggu dan menghilangkan fokus audiens pada kata kunci yang ingin ditekankan.

  1. Atur Spasi

Mengatur spasi antar teks bertujuan untuk membuatnya agar lebih mudah diikuti. Hal ini akan mempermudah audiens dalam memisahkan satu inti dengan inti lainnya. Selain itu, spasi juga dapat mengatur suasana sebuah slide.

  1. Tambahkan teks pada gambar

Menyertakan teks pada gambar akan membuat tampilan menjadi lebih menarik. Sebuah gambar dapat mendukung teks dan penjelasan sehingga lebih mudah diingat dan dipahami.

  1. Gunakan simbol

Berikan simbol yang mendukung konten. Misalnya jika ingin menampilkan bullet list dalam sebuah slide, gunakan simbol atau gambar untuk menggantikan bullet kustom, sehingga slide menjadi lebih menarik.

  1. Berikan ruang agar slide dapat bernapas

Salah satu hal yang membuat slide menarik adalah kerapian. Atur jarak antara teks atau gambar dengan border. Berikan juga beberapa ruang kosong sehingga slide tidak terlihat penuh, karena slide yang terlalu penuh akan membuat audiens bosan dan tidak mudah untuk dipahami.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com