Empat Prinsip yang Harus Dipatuhi dalam Public Speaking

Selain perlu menghindari Tujuh Dosa dalam Public Speaking ini, terdapat empat hal yang juga harus dipatuhi oleh seorang speaker dalam public speaking-nya.

Honesty (be clear and straight)

Kejujuran merupakan salah satu hal terpenting dalam komunikasi. Tidak hanya pada komunikasi antar personal, tetapi juga komunikasi yang dilakukan oleh satu orang kepada banyak orang atau oleh banyak orang kepada banyak orang lainnya.

Kejujuran akan menumbuhkan kepercayaan. Dan hal ini penting dalam public speaking. Jika audiens sudah mempercayai speaker sebagai sumber informasi, mereka akan tertarik untuk memperhatikan public speaking yang sedang dilakukan.

Sekali seorang speaker mengatakan sebuah kebohongan dalam public speaking-nya, audiens tidak akan mudah kembali percaya padanya, kredibilitas speaker sebagai sumber informasi juga turun. Akibatnya, public speaking pun gagal.

“Honesty is the fastest way to prevent a mistake from turning into a failure.” – James Altucher

 

Authenticity (be yourself)

Mengagumi dan meneladani seseorang bukanlah hal yang salah. Namun perlu diingat bahwa masing-masing orang memiliki karakter dan kepribadiannya sendiri. Dan ini merupakan ciri khas yang melekat pada seseorang.

Boleh saja meneladani cara orang lain dalam melakukan public speaking, tetapi tidak dengan meniru gaya dan karakternya. Sebab dengan begitu, ciri khas diri tidak terlihat dan justru terlihat “palsu” serta tidak otentik. Jika sudah begitu, sulit bagi audiens untuk menumbuhkan kepercayaan pada speaker, sehingga apa yang disampaikan olehnya sulit masuk, dipahami, maupun diingat oleh mereka.

“Don’t worry about what’s cool and what’s not cool. Authenticity is what’s cool.” – Zac Posen

 

Integrity (be your word)

Integritas adalah melakukan kebenaran, bahkan ketika tidak ada yang melihatnya. Integritas masih berkaitan dengan kejujuran, tidak hanya kejujuran pada orang lain, tetapi juga pada diri sendiri.

Integritas juga dapat diartikan sebagai kesepadanan antara pikiran, perkataan dan perbuatan. Orang yang berintegritas tinggi biasanya berperilaku sesuai dengan apa yang dikatakannya. Maksudnya, ketika ia mengatakan telah melakukan suatu hal (biasanya kebaikan), maka memang benar ia telah melakukan kebaikan. Jika ia mengajak orang untuk melakukan sesuatu (kebaikan), maka ia perlu menjadi pribadi yang telah melakukannya terlebih dahulu (menjadi panutan atau contoh).

Intinya, orang yang berintegritas adalah orang yang berlaku seperti apa yang dikatakannya. Jika apa yang ia katakan tidak sesuai dengan apa yang ia kerjakan, orang lain juga tidak akan mempercayai apa yang dikatakannya, juga tidak akan melakukan apa yang diperintahkan olehnya.

“Integrity is the essence of everything successful.” – R. Buckminster Fuller

 

Love (wish them well)

Kejujuran memang penting, namun tanpa adanya love, kejujuran akan menjadi hal yang menyakitkan. Misalnya ketika dimintai pendapat tentang penampilan seseorang, tanpa adanya love, kita akan langsung mengatakan “jelek!” atau “nggak cocok!”

Love juga akan membantu seorang speaker untuk menyampaikan lebih banyak kebaikan dan menyampaikan “keburukan” dengan lebih baik tanpa harus menyakiti perasaan orang lain.

“Without love, honesty would be a painful words.”

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Mengatasi Ketakutan Public Speaking dengan Percaya Diri. Bagaimana Caranya?

Banyak orang yang takut ketika akan melakukan public speaking, bahkan bagi mereka yang sudah pernah melakukannya sekalipun. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya rasa percaya diri. Kepercayaan diri merupakan salah satu hal penting dalam public speaking, juga dalam aspek kehidupan lainnya.

Percaya diri bukan sebuah bakat maupun pemberian dari Yang Maha Kuasa, melainkan sesuatu yang bisa dilatih dan dikembangkan. Bagaimana caranya? Dr. Ivan Joseph, seorang Athletic Director dan Kepala Pelatih Tim Sepak Bola Universitas Ryerson dalam TED Talks-nya menjelaskan beberapa cara untuk membangun rasa percaya diri.

Repetition, Repetition, Repetition

Seorang pemain bola yang hebat tidak secara otomatis menjadi hebat, mereka melakukan latihan yang keras dan berulang-ulang. Begitu juga dengan pembicara yang hebat. Mereka melakukan latihan dan tampil di depan banyak orang berkali-kali. Sebab semakin sering kita melakukan suatu hal, semakin besar rasa percaya diri yang kita bangun.

Oleh karena itu, ketika ada peluang atau kesempatan untuk melakukan public speaking, ambil peluang tersebut dan paksa diri supaya terbiasa dengan hal tersebut.

“Practice, Practice, Practice. Don’t accept failure.”

Persistence

Sebelum berhasil menemukan lampu, Thomas Alva Edison mengalami 9.998 kegagalan. Namun siapa sangka, di percobaannya yang ke 9.999, dia akhirnya berhasil menemukan lampu pijar. Jika saja ia berhenti di percobaan ke 9.998, maka dia tidak akan pernah berhasil dalam percobaannya tersebut.

Begitu juga dalam membangun kepercayaan diri. Setelah berlatih, berlatih, dan berlatih, ada hal lain yang tidak kalah penting, yaitu kegigihan. Tidak semua orang dapat bertahan ketika harus melakukan hal yang sama berulang-ulang. Banyak yang akhirnya mundur sebelum mereka berhasil meraih apa yang telah mereka perjuangkan dengan latihan sebelumnya.

Oleh karena itu, kita perlu memaksakan diri untuk tetap melakukan hal tersebut. Juga jangan menyerah sebelum semuanya tercapai.

Positive Affirmation

Kita tidak bisa mengontrol apa yang orang lain rasakan atau ingin katakan kepada kita, namun kita bisa mengendalikan diri kita sendiri dalam menanggapi segala sesuatu yang terjadi pada kita. Ketika orang lain berkata bahwa kita tidak bisa melakukannya, bukan berarti kita benar-benar tidak bisa melakukannya. Sebab bukan orang lain yang menentukan kesuksesan kita, melainkan diri kita sendiri.

Oleh karena itu, kita perlu membangun prasangka baik atau afirmasi positif tentang usaha dan diri kita. Hindari orang-orang yang membawa pengaruh negatif dalam diri. Hindari orang-orang yang bisa menjatuhkan kepercayaan diri.

“I am the captain of my ship and the master of my fate!”

Positive Interpret

Self-confidence People Interpret Feedback the way they choose to. They always interpret it in a positive way.”

Ketika dikritik atau mengalami kegagalan, kita bisa menyikapinya dengan dua hal; pesimis atau optimis. Juga bisa mengartikannya ke dalam dua hal; positif atau negatif. Semuanya tergantung pada kita. Dan yang paling baik adalah menyikapi dengan optimis dan menanggapi dengan positif. Misalnya ketika menghadapi kegagalan, kita bisa menganggapnya sebagai kesempatan untuk memperbaiki dan mengembangkan diri.

 

No one will believe on you, unless you do. Namanya juga kepercayaan diri, maka dimulainya pun dari diri sendiri. Jika kita bisa membangunnya, orang lain juga akan bisa melihatnya. Yang terpenting adalah terus berlatih, tidak mudah menyerah dan berpikiran positif.

Source here


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Tujuh Dosa Public Speaking ini Bikin Audiensmu Cuek Tidak Peduli

Suara manusia, adalah salah satu “instrumen” yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Suara manusia juga mungkin merupakan salah satu bunyi yang paling powerful di dunia, sebab dengan suara, manusia bisa memulai perang, mendatangkan perdamaian, mengakhiri hubungan, atau bisa juga memulai suatu hubungan.

Meski begitu, tidak semua suara manusia ingin kita dengar. Beberapa menjadi angin lalu; masuk telinga kanan, kemudian keluar lagi melalui telinga kiri. Penyebabnya bisa karena kita tidak menyukai si pembicara atau bisa juga karena pembicaraannya tidak penting.

Jika hal ini terjadi pada public speaking yang sedang kita lakukan, tentu rasanya sia-sia berbicara panjang lebar tetapi tidak dipedulikan.

Supaya hal ini tidak terjadi pada public speaking-mu, kamu perlu menghindari tujuh dosa public speaking berikut yang diungkapkan oleh Julian Treasure, seorang ahli suara dan komunikasi.

Gossip

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa terlepas dari “membicarakan orang lain.” Ini sah-sah saja sepanjang tidak menyeleweng dari fakta dan kebaikan, juga tidak disertai dengan pendapatan pribadi yang bisa menjatuhkan nama baik orang yang dibicarakan.

Pun ketika melakukan public speaking. Boleh saja membicarakan orang lain asalkan syarat di atas dipenuhi. Jika perlu, cerita tersebut bisa memberikan inspirasi dan motivasi kepada orang lain yang mendengarkan.

Membicarakan keburukan orang lain dalam public speaking tidak akan membuat audiens semakin memperhatikan dan mempercayai presenter. Justru kredibilitas sebagai presenter bisa turun, sehingga membuat audiens malas untuk memperhatikan.

Judging

Judging dapat diartikan dengan menilai orang lain atau suatu hal hanya dari satu sisi, biasanya dari sisi buruk saja. Tidak ada yang menyukai sifat ini, apalagi jika dilakukan di depan banyak orang. Dijamin tidak ada yang akan mendengarkannya.

Negativity

Semua hal di dunia ini diciptakan dengan dua sisi; baik dan buruk. Tidak ada yang sepenuhnya buruk jika kita mau melihat ke sisi yang lain. Namun bagi seseorang yang memiliki sifat negativity, ia akan bisa menemukan hal negatif (prasangka buruk), bahkan dari hal baik sekalipun. Tidak akan ada yang mau mendengarkannya, apalagi mempercayai apa yang disampaikannya.

Complaining

Mengeluh adalah bentuk lain dari negativity. Jika negativity cenderung berprasangka buruk dan melihat segalanya dalam bentuk negatif, mengeluh adalah bentuk ketidakpuasan terhadap suatu hal yang dialami olehnya. Misalnya, mengenai cuaca. Banyak orang yang mengeluh tentang cuaca hujan, pun juga mengeluh jika hari sedang panas. Atau mengeluh tentang sebuah tugas yang diberikan kepadanya.

Selain menunjukkan rasa kurang bersyukur, mengeluh justru akan menambah kesusahan. Apalagi jika dilakukan di depan banyak orang, tidak akan ada yang mendengarkannya, sebab mereka yang datang hanya ingin mendapatkan informasi atau pengetahuan dari sang pembicara, bukan mendengarkan keluhan.

Excuses

Satu kali memberikan alasan mungkin wajar, namun berkali-kali memberikan alasan dan melemparkannya kepada orang lain atau hal lain tidak lagi wajar. Seakan dirinya paling benar meskipun dia yang melakukan kesalahan dan meminta orang lain untuk memahaminya.

Siapa yang mau mendengarkan seorang pembicara yang terlalu banyak beralasan? Misalnya, ketika ia datang terlambat karena macet, ia akan menyalahkan kemacetan. Kemudian saat flashdisk berisi presentasinya ketinggalan, ia akan menyalahkan orang lain karena kelalaiannya. Oleh karena itu, berusahalah untuk tidak selalu beralasan.

Exaggeration

Tidak perlu berlebihan ketika sedang menjelaskan atau mendeskripsikan sesuatu, jelaskan saja seadanya. Karena berlebihan bisa berubah menjadi kebohongan. Akhirnya sebagai sumber informasi, kita tidak lagi dipercaya dan membuat audiens malas untuk memperhatikan lebih lanjut. Jika sudah begini, pesan yang ingin disampaikan dalam public speaking pun jadi tidak bisa diterima.

Dogmatism

Dogmatism adalah kebingungan antara fakta dan opini. Orang yang dogmatis akan menganggap opininya paling benar dan menolak kebenaran dari fakta yang ada. Mereka menilai suatu kejadian secara objektif, bukan dari kenyataan yang ada.

Siapapun akan sebal dan malas mendengarkan orang dengan karakter seperti ini. Oleh karena itu, penting untuk menghindari sifat ini dan menjadi lebih terbuka dengan pendapat orang lain terutama dengan fakta yang ada.

 

Tidak hanya ketika public speaking saja, sifat-sifat di atas juga perlu dihindari dalam percakapan sehari-hari. Karena komunikasi yang baik dan efektif membutuhkan pemahaman yang baik dari keduanya. Dan untuk memahami, komikator perlu mendengarkan. Jika mendengarkan saja tidak dilakukan, maka tidak mungkin ia paham dengan konten yang sedang dibicarakan.

Source here

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Teknik Publik Speaking: Think Fast, Talk Smart

Public speaking menjadi momok bagi banyak orang. Salah satu alasannya adalah ketika sedang melakukan public speaking, kita sebagai pembicara, menjadi pusat perhatian dan “dituntut” untuk tidak melakukan kesalahan dan berpikir cepat.

Namun, public speaking merupakan hal yang tidak bisa kita hindari. Sehingga, kita perlu mencari solusi dan melawan ketakutan tersebut.

Matt Abrahams, seorang wirausaha dan pengajar dari Stanford, memberikan beberapa tips dan teknik yang bisa kita gunakan ketika melakukan public speaking.

Approach

The first step to effective communication is to approach it in an open way.”

Ketakutan pada public speaking membuat otak kita mengeluarkan pertahanan (defense) dengan menganggapnya sebagai ancaman, sehingga membuat kita merasa takut dan grogi ketika diminta untuk melakukan public speaking.

Hal ini perlu diatasi, yaitu dengan mengubah cara pandang atau pendekatan kita terhadap public speaking. Ubah ketakutan tersebut dengan menganggap public speaking sebagai opportunity. Misalnya, menganggapnya sebagai kesempatan untuk mengekspresikan diri, mengemukakan pendapat, menyampaikan pemikiran, atau kesempatan untuk mengembangkan diri.

Dengan begitu, sesuatu yang kita takuti akan berubah menjadi hal yang kita rangkul, hal yang kita tunggu kedatangannya.

Audience

It’s about their needs, not us.”

Public speaking bukan tentang apa yang pembicara ingin sampaikan, tetapi tentang apa yang ingin audiens ketahui, apa yang audiens butuhkkan, dan apa yang audiens harapkan.

Untuk itu, pembicara perlu mengenal audiens. Siapa mereka? Apa latar belakang mereka? Bagaimana pengetahuan mereka? Setelah itu, pembicara bisa menentukan bagaimana informasi akan disampaikan, sehingga audiens bisa memperoleh apa yang mereka butuhkan.

Context

Melakukan public speaking tidak hanya tentang apa yang akan disampaikan, tetapi juga bagaimana materi akan disampaikan, karena cara penyampaian dapat mempengaruhi pemahaman audiens. Terdapat tiga hal yang perlu dipertimbangkan ketika akan melakukan public speaking.

Waktu

Memilih waktu yang tepat bisa mempengaruhi efektifitas public speaking, sehingga audiens akan lebih mudah menerima, memahami, dan mengingat apa yang disampaikan di dalamnya. Misalnya, pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk melakukan public speaking, sebab tenaga audiens belum terkuras dan pikiran mereka masih fresh.

Emosi/Nada

Kesuksesan sebuah public speaking tidak dilihat dari konten apa yang akan disampaikan, tetapi dari bagaimana konten tersebut disampaikan, bagaimana pembicara dapat menarik perhatian audiens sehingga mau memperhatikan. Salah satu cara untuk menarik perhatian audiens adalah dengan melibatkan “perasaan,” misalnya dengan menyertakan cerita inspiratif atau cerita yang menghibur. Bisa juga dengan mengatur nada ketika bicara; memberikan tekanan pada konten yang penting, meninggikan suara ketika menyampaikan ajakan atau penyemangat, menurunkan suara ketika bercerita tentang kesedihan, dan sebagainya.

Metode

Metode yang dimaksud di sini adalah bagaimana public speaking akan dilaksanakan? Apakah secara langsung atau secara virtual? Pemilihan metode ini tentu akan berpengaruh pada cara pembicara dalam melakukan komunikasi. Pertimbangkan dengan baik ketika memilih metode ini, supaya public speaking yang sudah dilakukan berjalan dengan lancar dan tidak sia-sia.

Structure

Menurut penelitian, manusia lebih mudah memahami informasi yang terstruktur dibandingkan dengan yang tidak terstruktur. Contohnya ketika harus menghafal 12 digit angka, manusia akan lebih mudah jika menghafal dalam formasi 4-4-4 atau 3-3-3-3.

Pun dalam public speaking, konten akan lebih mudah dijelaskan serta lebih mudah dipahami oleh audiens. Informasi yang akan disampaikan perlu disusun sedemikian rupa sehingga terarah dan mudah dicerna.

Terdapat 3 jenis struktur yang bisa kita aplikasikan ketika melakukan public speaking, yaitu.

Chronological Structure. Public speaking disampaikan secara tuntutan waktu. Struktur ini membantu pembicara untuk “membawa” audiens dari satu kejadian ke kejadian selanjutnya.

Problem – Solution – Benefit. Struktur ini merupakan struktur yang cocok digunakan untuk public speaking persuasif. Dimulai dengan menjelaskan permasalahan, kemudian penyelesaian, dan diakhiri dengan penjelasan tentang manfaat yang akan diperoleh.

What? – So What? – Now What? Public speaking dengan menggunakan struktur ini dimulai dengan menjelaskan tentang permasalahan, kemudian “mengapa ini penting?” dan terakhir penjelasan tentang langkah yang harus diambil selanjutnya.

Source here

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini!

Jasa Presentasi – PowerPoint sudah menjadi aplikasi andalan bagi mereka yang ingin mendesain presentasi. Namun seiring perkembangan jaman dan kemajuan teknologi, saat ini telah banyak bermunculan aplikasi atau software pembuat presentasi lain selain PowerPoint. Aplikasi-aplikasi ini menawarkan kemudahan dan cara yang lebih menarik serta efektif dibandingkan PowerPoint.

Salah satu contohnya adalah prezi. Prezi merupakan salah software presentasi berbasis web yang memanfaatkan teknologi ZUI (Zooming User Interface), sehingga memungkinkan penggunanya untuk memperbesar dan memperkecil tampilan presentasi secara keseluruhan. Beberapa tahun lalu, Prezi mulai booming dan banyak digunakan sebagai alternatif lain untuk membuat presentasi. Bagi mereka yang tidak ahli dalam PowerPoint dan ingin mendesain presentasi dengan lebih cepat, Prezi memang merupakan salah satu pilihan yang tepat.

Tidak hanya Prezi, terdapat beberapa alternatif pembuat presentasi berbasis web lain yang juga tidak kalah mudah dan menarik.

 

Google Slides

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Google Slides merupakan pelopor platform berbasis cloud yang memungkinkan kita untuk mendesain, berbagi, dan membuka presentasi dengan mudah secara online. Meski template yang disediakan Google Slides tidak banyak, kita masih bisa membeli template dari pihak lain yang mungkin lebih menarik untuk dikembangkan sendiri.

Cara kerja Google Slides hampir mirip seperti PowerPoint. Kita bisa menambahkan animasi dan transisi pada presentasi kita. Meski animasi dan transisi pada Google Slides tidak sebanyak yang disediakan oleh PowerPoint, namun Google Slides memudahkan kita untuk bekerja secara tim. Kita tidak perlu menunggu lampiran kita terunggah atau berbagi dengan menggunakan alat penyimpanan data eksternal. Kita hanya perlu menekan tombol share dan memasukkan alamat email yang dituju.

Selain itu, kita tidak perlu khawatir kehilangan progress desain presentasi kita saat komputer atau laptop yang kita digunakan tiba-tiba mati atau error, karena Google Slides secara otomatis menyimpannya di Google Drive.

 

Canva

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Jika diberi tugas untuk membuat presentasi secara mendadak atau ketika kita tidak memiliki banyak waktu untuk berlama-lama duduk di depan laptop menghias slide presentasi, kita tentu membutuhkan cara yang lebih cepat dan efektif serta tidak rumit untuk mendesain presentasi.

Canva mungkin bisa menjadi salah satu solusinya. Platform desain grafik berbasis web ini menyediakan banyak sekali template yang bisa kita manfaatkan untuk mendesain presentasi dengan mudah dan cepat. Tidak hanya template presentasi saja yang disediakan di sana, tetapi ada juga template desain grafik lain seperti infografik, logo, invitation, kartu nama, banner media sosial, brosur, poster, dan lain sebagainya.

Selain itu, seperti Google Slides, Canva juga memungkinkan kita untuk bekerja secara tim dengan membentuk tim kita sendiri. Anggota tim dapat mereview dan mengedit hasil desain kita (atau sebaliknya) secara langsung, tanpa kita mengirimnya. Canva juga menyediakan fitur animasi, namun fitur ini tidak gratis alias berbayar.

 

Visme

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Alternatif lain untuk menghemat waktu dan mempercepat desain presentasi adalah Visme. Seperti dua alternatif lainnya, visme juga merupakan software presentasi berbasis web yang menyediakan berbagai template. Tidak hanya presentasi, Visme juga menyediakan template infografik, chart, laporan, dan social graphic. Seperti Google Slides dan Canva, kita juga bisa menambahkan animasi, suara, dan fitur menarik lainnya di sini.

Namun sayangnya, kebanyakan konten-konten menarik di dalamnya tidaklah gratis dan berlabel “premium” yang mengharuskan kita membayar untuk “menikmatinya.”

 

PowToon

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Membuat animated presentation dengan PowerPoint tidaklah mudah serta membutuhkan waktu yang cukup lama (apalagi jika kita bukan orang yang ahli dalam hal ini). Namun dengan semakin berkembangnya zaman, kita tidak perlu khawatir karena orang-orang kreatif di luar sana sudah menciptkan berbagai software yang mudah dan cepat untuk digunakan.

Salah satunya adalah PowToon. Jika tiga software presentasi yang sudah dijelaskan di atas tidak terlalu menonjolkan animasi dan transisi, PowToon justru ahlinya animasi. PowToon merupakan software animasi berbasis web yang memungkinkan penggunanya untuk membuat animated presentation. Caranya cukup mudah, kita tinggal memilih objek yang sudah disediakan dan menyesuaikannya dengan kemauan kita. PowToon juga menyediakan musik dan gambar serta memungkinkan penggunanya untuk membuat dan menambahkan voice-over.

Output dari software ini berupa video. Namun untuk penggunaan secara gratis, output video tersebut akan disertai watermark PowToon.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Tiga Langkah Dasar Membuat Infografik

Jasa Presentasi – Infografik merupakan kumpulan informasi yang didesain untuk menghibur, menarik, serta mendidik para pembacanya. Infografik dapat mengubah teks statis menjadi visual yang informatif dan mudah diingat pada waktu yang bersamaan.

Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, bahwa infografik dapat meningkatkan traffic media yang kita gunakan untuk membagikan infografik. Namun bukan berarti semua infografik dapat melakukan hal tersebut. Infografik yang berpeluang besar bisa meningkatkan traffic adalah infografik yang menarik, mendidik, dan inspiratif.

Untuk membuat infografik yang demikian, kita harus tahu langkah-langkah apa saja yang harus ditempuh dalam membuat infografik.

Langkah 1 – Memilih Topik

Langkah awal yang harus dilakukan ketika akan membuat infografik adalah memilih topik. Topik merupakan hal umum yang akan dibahas dalam sebuah konten. Ketika akan memilih topik untuk infografik, pilihlah topik yang sesuai dengan bisnis atau usaha yang sedang dijalani. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan topik di luar bisnis atau usaha yang sedang dijalani, namun pastikan topik tersebut masih berkaitan dengan latar belakang bisnis. Pastikan juga konten di dalamnya tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat secara umum.

Gali topik dengan lebih dalam untuk memperoleh informasi berharga yang mungkin masih sedikit diketahui oleh banyak orang.

Langkah 2 – Mendesain Infografik

Langkah selanjutnya setelah mendapat seluruh informasi dan data mengenai topik yang akan dibahas adalah memvisualisasikannya ke dalam bentuk yang lebih kreatif. Bagi konten ke dalam beberapa kategori dan tentukan ukuran serta layout infografik.

Gunakan konten visual (gambar, ikon, grafik, warna, shape) yang relevan dengan topik infografik. Misalnya jika topik berkenaan dengan restoran, gunakan tema dan konten visual yang berkaitan dengan restoran, seperti sendok, garpu, pisau, piring, dan lain-lain.

Desainlah infografik secara kreatif, namun jangan terlalu berlebihan, karena bisa membuat infografik menjadi terlalu kompleks. Ingatlah bahwa infografik diciptakan untuk memudahkan audiens dalam memahami konten di dalamnya.

#Tips : Untuk mendapatkan lebih banyak inspirasi dan ide, kunjungilah situs-situs inspiratif seperti Pinterest, Canva, dan lainnya.

Langkah 3 – Beri Identitas pada Infografik

Setelah selesai mendesain, periksa kembali hasil desain secara detail dan teliti. Pastikan desain infografik tidak membuat konten semakin rumit, tetapi membuatnya menarik dan mudah dipahami. Pastikan juga untuk memberikan identitas pada infografik tersebut. Sehingga kita bisa mengklaim infografik tersebut sebagai karya kita ketika suatu saat infografik tersebut menjadi viral. Dengan begitu, kita bisa menaikkan pamor dan citra serta kredibilitas diri sebagai kreator infografik.

Selain itu, jika informasi dan data dalam infografik didapat dari situs atau orang lain, sertakan juga sumbernya. Hal ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang mungkin terjadi di masa depan, seperti plagiarisme dan tuduhan plagiat.

 

Sumber : Forbes


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Infografik itu Powerful dan Efektif! Mengapa?

Jasa Presentasi – Secara singkat, infografik merupakan hasil kombinasi antara data dan desain. Secara lebih detail, infografik adalah salah satu cara penyajian informasi, data, atau pengetahuan (terutama konten yang kompleks) menjadi bentuk visual yang menarik dan lebih cepat serta mudah untuk dipahami. Tujuan adanya infografik adalah untuk memudahkan pembaca dalam memproses informasi tanpa harus membaca teks dengan jumlah banyak.

Inilah mengapa infografik menjadi cara yang efektif untuk menyampaikan informasi, data, atau pengetahuan yang bersifat kompleks. Selain itu, terdapat alasan lain mengapa infografik merupakan media yang efektif dan powerful untuk menjelaskan konten, antara lain sebagai berikut.

  • Kebanyakan dari kita memiliki rentang perhatian yang pendek, sehingga otak lebih peka ketika melihat konten berupa gambar, dibandingkan membaca konten berupa teks dengan jumlah yang banyak.
  • Dengan semakin berkembangnya teknologi, manusia semakin dimudahkan dalam segala hal, terutama dalam bidang komunikasi. Kemajuan ini membuat manusia menjadi semakin mudah dan cepat dalam memperoleh informasi dan berita. Setiap hari, kita dijejali dengan banyak sekali informasi. Seperti halnya gelas yang penuh, isinya akan tumpah jika terlalu banyak dimasuki air, otak manusia pun begitu. Namun dengan kehadiran infografik, informasi di dalamnya menjadi lebih mudah dipahami dan diingat oleh pembaca.
  • Manusia sendiri merupakan salah satu contoh visual, dan otak kita dapat menyerap dan mencerna informasi dalam bentuk visual lebih baik, lebih cepat, dan lebih mudah dibandingkan informasi lainnya.
  • Kebanyakan dari kita melupakan sebagian besar dari apa yang kita baca, namun mengingat apa yang kita lihat.
  • Karena otak manusia lebih peka terhadap visual, oleh karenanya, infografik lebih menyenangkan dan menarik untuk dilihat dibandingkan teks polos (tanpa bantuan visual).

Selain alasan di atas, Infografik yang dibuat dengan benar tidak hanya akan memudahkan kita dalam memahami informasi di dalamnya, tetapi juga bisa meningkatkan profile (kredibilitas) kreator serta meningkatkan trafik website.

Bagaimana infogragik dapat meningkatkan trafik website?

Infografik yang dibuat dengan tepat (menarik dan mudah dipahami) bisa menyebar dengan cepat di internet, karena akan banyak orang yang membagikannya. Infografik yang menarik juga bisa menjadi inspirasi untuk para blogger dan penulis serta bisa juga meningkatkan eksposur bagi kreator (membuat kreator lebih dikenal).

#Tips : Pastikan untuk menyertakan logo, URL, atau identitas lainnya pada infografik sebagai “hak cipta,” sehingga kita bisa mengklaim karya tersebut jika suatu saat terjadi plagiasi.

 

Sumber : Forbes


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 3)

Jasa Presentasi – Melanjutkan artikel yang lalu, berikut disajikan beberapa kesalahan dalam desain infografik lainnya yang bisa membantu kita dalam membuat infografik yang tidak hanya menarik, tetapi juga mudah dipahami.

11. Penggunaan Ikon yang Kurang Tepat

Selain gambar dan ilustrasi, ikon juga dapat membantu meningkatkan visual infografik. Namun ikon juga bisa membuat infografik menjadi membingungkan jika tidak diterapkan dengan tepat. Misalnya dengan menerapkan ikon yang terlalu simple atau tidak relevan dengan konten yang kompleks. Atau menggunakan ikon terlalu banyak juga dapat berdampak negatif baik pada output desain atau pemahaman audiens pada konten di dalamnya.

Solusi : Meski ikon dapat membuat sebuah konten menjadi lebih menarik, namun tidak semua konten dapat didukung atau diubah dengan ikon. Oleh karena itu, pertimbangkanlah penggunaan ikon pada suatu konten. Gunakan juga style ilustrasi yang konsisten. Hindari menggunakan desain 2D dan 3D atau bentuk lainnya yang berbeda dalam satu infografik.

12. Format/Resolusi yang Salah

Teknologi dan desain, merupakan dua hal yang saling berkaitan. Jika kita ingin mengikuti perkembangan desain, kita juga mau tidak mau harus mengikuti perkembangan teknologi. Contohnya, saat ini desain tidak hanya dibutuhkan untuk offline saja tetapi juga online, sehingga kita harus benar-benar mempelajari platform yang akan digunakan untuk “memamerkan” desain kita.

Misalnya jika ingin memposting karya kita di Instagram, kita mendesain dengan menyesuaikan fitur pada Instagram. Atau jika desain akan dicetak, kita juga harus tahu berapa dimensi dan resolusi hasil desain agar hasilnya bagus ketika dicetak.

Namun pada kenyataannya, masih ada desainer yang kurang memperhatikan detail ini, sehingga output desain menjadi kurang menarik.

Solusi : Periksa kembali spesifikasi desain secara detail sebanyak 2 atau 3 kali sebelum mulai mengerjakan, seperti ukuran paper, ukuran font, resolusi output, dan lain-lain. Ketahui secara detail mengenai output yang diinginkan, sehingga ketika infografik ditampilkan, pengguna atau audiens tertarik dan mudah memahami konten di dalamnya.

13. Berlebihan

Semua hal yang berlebihan itu tidak baik, begitu juga dalam desain. Namun masih banyak orang yang terlalu berlebihan dalam desainnya. Padahal hal ini dapat berakibat pada hasil desain yang justru terkesan “norak” dan mungkin malah membuat audiens semakin pusing dengan konten di dalamnya. Misalnya dengan menyertakan terlalu banyak konten dalam sebuah table atau chart, padahal konten intinya bisa diwakilkan hanya dengan beberapa hal saja.

Solusi : Carilah kesempatan untuk memeriksa kembali konten dalam infografik. Saring dan ringkas kembali konten dalam infografik, serta eliminasi konten yang tidak terlalu penting.

14. Kurang Memperhatikan Hal Detail

Banyak orang yang menganggap hal detail tidak terlalu penting. Padahal hal-hal kecil tersebut bisa mempengaruhi kualitas visual dalam infografik. Misalnya mengenai rata teks (alignment), style ilustrasi, spasi, atau pengaturan lain-lain yang butuh perhatian secara detail.

Solusi : Buatlah ceklis berisi daftar mengenai hal-hal detail seperti spasi, alignment, konsistensi ukuran gambar atau ikon, sebelum infografik tersebut dirilis ke publik.

15. Menggunakan Template yang Sama Berulang-ulang

Template memang memudahkan dan mempercepat pekerjaan kita dalam mendesain infografik. Namun bukan berarti kita dapat menggunakan template yang sama secara berulang-ulang untuk konten dengan topik yang berbeda. Sebenarnya tidak masalah jika ingin menggunakan template yang sama, asalkan template tersebut sesuai untuk diterapkan pada konten dalam infografik. Atau jika tidak, template dapat diubah dengan menyesuaikan konten.

Meski begitu, terlalu sering menggunakan template yang sama untuk berbagai tema infografik dapat membunuh kreatifitas dan tidak akan membuat kita berkembang.

Solusi : Menggunakan template yang sama memang tidak dilarang, namun sebagai desainer, kita dituntut untuk kreatif, sehingga diharapkan output desain tidak selalu terpaku pada satu template. Untuk itu, kita dapat menambahkan unsur desain lain, misalnya dengan menyertakan unsur motion dalam infografik.

Contohnya seperti infografik yang dibuat oleh Column Five yang berjudul “7 Ways to Hack a Drought

 

Sumber : Column Five


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 2)

Jasa Presentasi – Selain visualisasi data yang kurang tepat, desain yang terlalu panjang, visual yang kacau, tidak konsisten, dan tipografi yang berlebihan serta tidak konsisten, terdapat beberapa kesalahan lain yang umum dilakukan oleh desainer infografik. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

6. Susunan yang Tidak Jelas

Karena infografik tidak seperti presentasi yang halamannya dapat diubah, susunan infografik harus dibuat dengan jelas, sehingga audiens tidak kebingungan serta dapat membaca dan memahaminya dengan mudah. Namun karena banyak desainer infografik yang hanya fokus pada desain visual, oleh karena itu, terkadang susunan konten di dalam infografik menjadi tidak tersusun dengan rapi dan jelas. Akibatnya pesan spesifik yang ingin disampaikan dalam infografik tidak dapat diterima audiens.

Solusi : Sebelum menerapkan desain pada paper infografik, buatlah kerangka atau sketch-nya terlebih dahulu. Susun konten supaya tidak hanya indah tetapi juga mudah dipahami.

7. Penggunaan Warna yang Berlebihan

Dalam desain, penggunaan warna yang tepat dapat menambah daya tarik sebuah konten. Namun masih banyak orang yang kurang paham dalam menerapkan warna pada desainnya. Akibatnya, hasil desainnya tersebut menjadi terkesan norak dan malah membuatnya terlihat kurang menarik.

“Banyak orang yang masih salah dalam menerjemahkan “eye-catching” dan “menonjol” dalam desain. Mereka menganggap bahwa desain yang eye catching adalah desain dengan penggunaan warna yang colorful dan mencolok.”

Solusi : Warna itu memiliki bahasanya sendiri. Seperi merah yang menandakan keberanian, putih yang menandakan kesucian, hitam menandakan maskulinitas, dan lain-lain. Oleh karena itu, jika tidak ada ketentuan warna yang harus dipatuhi, kita bisa menggunakan warna yang relevan dengan konten infografik. Gunakan 1 atau 2 warna dominan, ditambah 2-3 aksen warna. Hindari penggunaan warna neon yang terlalu mencolok.

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 2)

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 2)

8. Copy Paste Konten

Tujuan utama membuat infografik adalah untuk membuat konten dengan visual yang menarik dan mudah dipahami. Namun jika konten yang disertakan terlalu padat dan terlalu banyak, tujuan tersebut tidak akan tercapai, karena infografik menjadi tidak efektif dan membosankan.

Solusi : Agar penyampaian infografik menjadi efektif dan tidak membosankan serta menarik, periksa kembali dan eliminasi konten-konten yang tidak terlalu penting. Kurangi pemakaian teks yang terlalu padat. Atau jika konten memang harus tetap disertakan, ubah konten berupa teks menjadi bentuk visual, seperti gambar, chart, grafik, ikon, dan lain-lain.

9. Ilustrasi yang Berlebihan

Ilustrasi memang dapat membuat infografik menjadi lebih menarik. Ilustrasi dengan tema yang bagus dan tepat dapat membuat cerita menjadi lebih hidup dan konsep infografik menjadi lebih jelas. Namun jika terlalu banyak menyertakan ilustrasi atau menyertakan ilustrasi secara berlebihan, ini juga tidak baik untuk visual infografikmu. Misalnya, memberikan ilustrasi pada background, kemudian di atasnya juga terdapat konten ilustrasi lainnya.

Solusi : Untuk meningkatkan desain melalui ilustrasi, pilih elemen tertentu saja yang akan dibuat lebih menonjol dan hidup. Jangan menonjolkan semua hal karena semua hal tersebut justru tidak akan ada yang menonjol.

10. Tema Desain yang Tidak Relevan

Terkadang ada orang yang senang terhadap suatu tema, ia kemudian menggunakannya secara berulang-ulang, tidak peduli dengan konten yang akan dibahas di dalamnya. Jika sudah begini, beberapa audiens mungkin akan menganggapnya menarik, tetapi beberapa lainnya akan mengernyitkan dahi, terheran-heran karena tema desain yang tidak sesuai dengan konten yang sedang dibahas.

Solusi : Desain seharusnya dibuat untuk sebagai pendukung visual sebuah konten atau cerita. Oleh karena itu, sebaiknya ketika memilih sebuah tema, sesuaikan juga dengan konten yang akan dibahas. Tetapi bisa juga tema membuat tema desain yang tidak sesuai dengan konten, tetapi masih berkaitan dengan konten tersebut. Contohnya seperti yang dilakukan oleh Marketo dalam infografiknya yang berjudul “How to Create Bite-Sized Content,” ia mennggunakan tema makanan (snack), karena kata bite-sized dalam judulnya merupakan kalimat yang biasa digunakan dalam konten makanan.

 

Sumber : Column Five


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 1)

Jasa Presentasi – Desain, bukan hanya dilakukan untuk mempercantik visual sebuah konten, tetapi juga untuk mempermudah konten tersebut dipahami. Tidak terkecuali dengan desain infografik. Infografik diciptakan untuk menjadi media yang digunakan untuk menjelaskan konten dalam bentuk visual dengan cara yang menarik serta mudah dan cepat untuk dipahami.

Meski begitu, masih banyak orang yang membuat infografik tanpa memperhatikan kemudahannya untuk dipahami dengan cepat oleh audiens. Akibatnya, tujuan dibuatnya infografik menjadi tidak terpenuhi serta pesan dan informasi di dalamnya tidak dapat sampai kepada audiens.

“Waduh! Sia-sia dong udah keluarin effort buat bikin infografik, tapi gagal bikin orang paham dan malah bikin mereka makin bingung.”

Nah agar hal ini tidak terjadi pada infografikmu, pelajarilah kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan ketika mendesain infografik, sehingga kamu bisa menghindarinya dan tidak melakukan kesalahan yang sama.

  1. Visualisasi Data yang Kurang Tepat

Mengintepretasikan data ke dalam bentuk desain merupakan hal yang mudah tetapi sulit. Pasalnya meski desain yang dipilih sudah tepat, kita masih harus membuatnya menjadi konten yang mudah dipahami oleh audiens. Jika salah dalam penerapan desain pada data, bisa bisa pesan yang ingin disampaikan malah salah diintepretasikan oleh audiens.

Misalnya, jika terdapat sebuah data angka yang menunjukkan perkembangan penjualan sebuah perusahaan, akan lebih tepat jika kita mengubahnya menjadi diagram garis dibandingkan dengan diagram batang, karena dengan begitu akan lebih terlihat fluktuasi yang menunjukkan naik/turunnya penjualan tersebut.

Solusi : Pelajari kembali data yang akan disertakan dalam infografik. Pelajari juga panduan untuk mendesain chart dan grafik dengan tepat, kemudian periksa kembali untuk melihat apakah ada yang masih perlu ditambahkan atau dikurangi dalam desain tersebut sehingga dapat meningkatkan pemahaman audiens mengenai konten yang disajikan.

  1. Terlalu Panjang

Infografik merupakan salah satu media yang dibuat untuk menarik minat serta memudahkan audiens dalam menyerap serta memahami data dan informasi. Meski tidak ada ketentuan baku mengenai panjang sebuah infografik, tapi siapa sih yang akan tertarik membaca seluruh konten infografik yang panjangnya tidak berkesudahan? Selain membosankan, menjejalkan terlalu banyak konten dalam satu infografik juga berpotensi untuk cepat dilupakan oleh audiens.

Meski begitu, tidak dilarang kok jika kamu ingin membuat infografik yang sangat panjang, namun usahakan agar kontennya tidak terlalu berat dan tidak terlalu banyak (terutama konten berupa teks). Contohnya seperti infografik dari Joe Chernov dan Ripetungi yang berjudul “Shark Attack.” Infografik tersebut sangat panjang, namun kontennya berisi pesan yang tidak perlu diartikan.

Solusi : Jika kamu memiliki banyak konten yang perlu disajikan dalam infografik, namun akan membuat infografik tersebut terlalu panjang dan membosankan jika disajikan secara sekaligus, maka pertimbangkanlah untuk memecahnya menjadi beberapa seri infografik. Misalnya membaginya menjadi 2 atau 3 part.

  1. Visual yang Kacau

Terdapat sebuah aturan dalam desain yang disebut dengan “white space”, yaitu aturan untuk memberikan sedikit ruang dalam tampilan desain. Artinya, ketika membuat desain, kita dianjurkan untuk tidak memenuhi paper desain dengan konten atau ornamen lain serta dianjurkan untuk memberi sedikit ruang kosong sehingga paper desain tidak terkesan sesak dan kacau.

Nah meski sudah banyak yang tahu mengenai aturan white space ini, namun belum semua menaatinya. Bahkan dengan alasan “ekonomis” banyak desainer yang “memanfaatkan” seluruh ruang dan menjejalkan seluruh kontennya dalam satu halaman infografik. Biasanya yang menjadi pelaku utama paper desain infografik adalah konten tabel yang tidak terlalu penting, drop shadow,  desain 3D, atau terlalu banyak ilustrasi dan ornament lain yang kurang relevan dan tidak terlalu penting. Akibatnya, konten utama atau poin penting yang harusnya diingat dan dipahami audiens menjadi tidak tersampaikan.

Solusi : Hindari terlalu banyak menyertakan konten dalam satu halaman infografik, baik konten berupa materi infografik maupun konten berupa ornamen atau hiasan. Pastikan agar isi infografik tidak terlalu penuh dan terdapat beberapa ruang kosong. Selain membuatnya terlihat rapi, juga akan memudahkan audiens untuk menyerap dan memahami konten di dalamnya.

  1. Tidak Konsisten

Meski sepele, konsistensi merupakan hal yang penting. Jika kita memiliki sebuah merek dan sering membuat infografik untuk kepentingan merek tersebut, kita perlu membuat desain yang konsisten satu sama lain, mulai dari desain logo, presentasi, infografik, atau desain grafis lainnya. Mengapa hal ini penting? Karena desain yang konsisten dengan gaya khas sebuah merek, secara tidak langsung akan menunjukkan identitas merek tersebut. Jika desain dibuat dengan tidak konsisten, desain tersebut akan terkesan berasal dari merek yang berbeda-beda dan terkesan kurang professional. Salah satu identitas merek yang paling mudah dikenali adalah warna. Oleh karena itu, buatlah warna desain dengan menyesuaikan warna sebuah merek.

Solusi : Sebelum memulai membuat desain, buatlah panduan style (style guideline) yang kuat dan mudah dipahami untuk merekmu terlebih dahulu. Buat guideline tersebut secara detail dengan guideline untuk masing-masing desain, seperti desain logo, presentasi, dan infografik.

  1. Penggunaan Tipografi yang Berlebihan dan Tidak Konsisten

Tipografi, jika diterapkan dengan tepat dan benar bisa memberikan kesan clean dan rapi serta menarik dalam sebuah desain. Tetapi diterapkan dengan tidak tepat, justru akan memberikan kesan messy dan kurang menarik. Misalnya dengan menyertakan terlalu banyak jenis font, mengatur ukuran font yang tidak konsisten satu sama lain, atau ketebalan teks yang tidak teratur.

Solusi : Batasi jumlah font yang akan digunakan dalam mendesain infografik. Misalnya dengan menggunakan satu atau dua font family. Kamu bisa menyertakan guideline untuk font juga pada style guideline merekmu. Pertahankanlah style yang konsisten.

 

Sumber : Column Five


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com