7 Tips Mengkombinasikan Font

Jasa Presentasi – Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, bahwa salah satu tren desain presentasi saat ini adalah penggunaan font yang menarik. Untuk mendapatkan font yang menarik, kamu dapat memilihnya dari font template yang sudah ada di software presentasi, atau dapat memperolehnya dengan mengunduhnya dari berbagai situs penyedia font baik secara gratis maupun berbayar.

Sebagai saran, untuk membuat teks presentasi atau visual presentasimu semakin menarik, kombinasikan beberapa font untuk sebuah presentasi. Hal ini tidak hanya akan membuat slide presentasimu menarik, tetapi juga berfungsi untuk membedakan antara highlight dengan teks pendukung. Namun perlu diingat bahwa tidak semua font dapat dikombinasikan satu sama lain, terdapat beberapa font yang jika dikombinasikan justru akan membuat visual presentasimu menjadi kurang menarik dan canggung. Oleh karena itu, agar kombinasi font yang kamu lakukan tidak merugikan visual presentasimu, ikutilah beberapa tips berikut ini.

#1 Pilih font yang saling melengkapi

Hal pertama yang harus dilakukan ketika akan mengkombinasikan font adalah memilih font yang saling melengkapi. Font yang menarik tidak akan menarik jika dikombinasikan jenis font yang kurang tepat. Untuk itu, kamu harus dapat memilih jenis font yang tidak hanya menarik, tetapi juga saling melengkapi. Hal ini dilakukan untuk menciptakan kontras sehingga audiens dapat memebedakan teks mana yang merupakan kata kunci dan mana yang merupakan teks pelengkap.

#2 Gunakan 2 hingga 3 jenis font

Kamu mungkin bertanya-tanya, berapa jumlah font yang dapat digunakan untuk dikombinasi? Kamu dapat menggunakan 2-3 jenis font yang berbeda. Meskipun tidak ada aturan tertulis mengenai jumlah font yang boleh disertakan untuk dikombinasi, namun jumlah dianggap wajar dan cukup serta tidak berlebihan. Mengapa tidak lebih? Menggunakan terlalu banyak jenis font yang berbeda dapat membuat audiens bingung dan slide akan terlihat kekanak-kanakan. Namun jika kamu ingin menggunakan lebih dari 3 jenis font yang berbeda, pastikan agar teks terlihat harmonis dan saling berkaitan.

#3 Kombinasikan jenis font serif dan san serif

Salah satu cara yang paling terkenal untuk mengkombinasikan font secara efektif adalah dengan memasangkan font serif dan san serif. Bagi orang yang bergerak di bidang desain, istilah font serif dan san serif mungkin sudah tidak asing lagi. Font serif adalah font yang memiliki ‘garis kecil’ di ujung huruf, sedangkan font san serif tidak memiliki ‘garis kecil’. Contoh font serif adalah Times New Roman, sedangkan contoh font san serif adalah Arial. Kamu dapat menerapkan tips ini jika merasa bingung dalam memilih font yang akan digunakan dalam presentasi.

#4 Berikan kontras dengan elemen lain

Kontras dari sebuah teks tidak hanya ditunjukkan dengan jenis font yang berbeda, tetapi dapat juga dengan memberikan ukuran, ketebalan, warna, dan spasi font yang berbeda-beda. Untuk teks yang menjadi kata kunci, buat ukurannya menjadi lebih besar dan lebih tebal dibandingkan dengan teks lainnya atau dapat berikan warna yang berbeda yang lebih cerah dan menonjol.

#5 Hindari konflik

Pada tips pertama disebutkan bahwa font yang dipilih harus saling melengkapi, bukan font yang saling berebut perhatian. Penggunaan font yang sama-sama menonjol dapat membuat audiens bingung membedakan teks kunci dan teks pendukung, sehingga pesan dalam presentasi tidak tersampaikan. Hindari juga memilih jenis font yang terlalu mirip. Agar presentasimu berhasil dan audiens dapat memahami konten sesuai dengan apa yang dijelaskan dan apa yang dimaksud oleh presenter, kamu perlu memilih jenis font yang memiliki suasana yang berbeda namun tetap menggambarkan konten atau tema presentasi.

#6 Lakukan percobaan

Terdapat banyak sekali jenis font yang dapat dikombinasikan satu sama lain, namun banyak juga font yang saling bertentangan atau terlihat kurang bagus jika dikombinasikan satu sama lain. Untuk itu, kamu perlu melakukan percobaan dengan mengkombinasikan satu font utama dengan berbagai macam font pendukung lainnya. Setelah itu, lihatlah apakah kombinasi font tersebut sudah menarik atau justru terlihat canggung.

#7 Mencari inspirasi

Kamu mungkin tidak memiliki banyak waktu untuk mencoba mengkombinasikan beberapa font, karena hal ini bisa memakan lebih banyak waktu. Sebagai gantinya, kamu dapat mencari inspirasi di internet untuk melihat font pairing yang menarik dan sesuai satu sama lain. Selain itu, kamu juga dapat memanfaatkan beberapa situs font pairing di internet untuk menentukan jenis font apa yang sesuai jika dikombinasikan.

 

Daftar situs penyedia font disini


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

7 Tren Desain Presentasi yang Harus Kamu Tahu

Jasa Presentasi – Seperti halnya fashion, desain juga mengalami perubahan tren dari waktu ke waktu. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, seperti semakin berkembangnya zaman, pikiran manusia yang semakin maju, serta teknologi yang semakin canggih. Perubahan tren ini perlu diikuti agar kamu tidak ketinggalan zaman, sehingga desain presentasi up to date dan menarik. Apa saja tren presentasi yang sedang berkembang saat ini?

  1. Flat design

Salah satu tren desain presentasi yang sedang terkenal saat ini adalah flat design. Flat design memiliki tampilan yang sederhana namun menarik, sehingga lebih mudah dalam membuat dan menerapkannya. Tren ini mulai popular ketika Apple meluncurkan software iOS7 dan diprediksi akan berlangsung cukup lama.

  1. Font yang menarik

Dahulu, orang hanya menggunakan apa yang sudah ada di PowerPoint, seperti font, template, gambar, ikon, dan lain-lain. Namun saat ini, banyak sekali situs di internet yang menyediakan font, gambar berkualitas tinggi, ikon, dan lainnya yang dapat diunduh secara gratis. Untuk membuat presentasi yang menarik dan mudah dipahami, kamu perlu keluar dari zona nyaman dan mencoba mencari inspirasi di luar apa yang sudah tersedia di PowerPoint.

  1. Menggunakan video untuk menjelaskan

Mengapa harus menjelaskan menggunakan ratusan kata ketika kamu dapat menjelaskannya dengan gambar? Mengapa harus menuliskan banyak teks jika kamu dapat menggunakan video untuk menjelaskan? Pertanyaan ini muncul di era digital dan visual saat ini, di mana manusia lebih peka terhadap gambar dan video, dibandingkan teks yang panjang. Teks memang penting, namun tidak akan menarik jika berdiri sendiri tanpa adanya pendukung berupa visual lainnya seperti gambar atau video (kecuali teks novel atau cerita).

  1. Non-Linear Presentations

Saat ini masyarakat tidak hanya menggunakan PowerPoint untuk membuat presentasi, karena di luar sana terdapat banyak aplikasi atau software lain yang membuat visual presentasi menarik. Contohnya Prezi. Beberapa tahun belakangan, Prezi sangat terkenal karena keunikan transisinya. Kamu dapat berpindah dari poin yang satu ke poin selanjutnya dengan transisi sesuai keinginan. Dan hal ini tidak hanya disukai oleh sedikit orang tetapi oleh banyak orang saat ini, sehingga presentasi model ini menjadi tren.

  1. Skema warna yang simple

Warna merupakan salah satu elemen yang tidak dapat ditinggalkan ketika sedang berbicara mengenai desain. Banyak orang yang berfikir bahwa semakin banyak warna maka akan menambah ketertarikan sebuah visual. Hal ini tidak sepenuhnya salah jika warna yang digunakan memiliki pola yang saling terhubung dan tidak saling bertabrakan. Agar presentasimu tidak terlihat norak, kamu perlu menggunakan skema warna yang sederhana. Jika perlu, gunakan warna yang menggambarkan atau merepresentasikan sebuah brand/merek serta dapat menghidupkan suasana slide presentasi.

  1. Konten yang sederhana

Rentang perhatian manusia semakin hari semakin pendek. Mereka hanya dapat fokus dalam waktu yang singkat, sehingga konten dengan teks panjang tidak lagi efektif untuk digunakan. Inilah yang membuat sebuah pesan yang dipresentasikan dengan teks yang panjang lebar tidak dapat diterima oleh audiens. Agar hal ini tidak terjadi pada presentasimu, kamu perlu mengikuti tren ini, yaitu dengan menyertakan sedikit teks pada slide presentasi. Sebagai gantinya, kamu dapat memanfaatkan alat visual lainnya, seperti gambar, ikon, maupun video.

  1. Penggunaan gambar yang kreatif

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa manusia lebih mudah tertarik dan lebih mudah paham jika konten dibalut dengan visual. Visual dapat berupa gambar/foto, video, GIF, dan lain-lain. Inilah mengapa saat ini sosial media yang paling terkenal adalah sosial media yang berbasis gambar. Presentasi saat ini lebih banyak menyertakan gambar yang digunakan sebagai pendukung atau visualisasi konten dan penjelasan lisan. Menggunakan gambar untuk menjelaskan presentasi dinilai lebih mudah dipahami dan diingat ketimbang menyampaikan presentasi dengan bantuan teks. Namun perlu diingat bahwa gambar yang disertakan harus sesuai, tepat, dan berkualitas tinggi.

 

Sumber : here


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

30 Tips Presentasi yang Dapat Kamu Pelajari dari TED Talks (Part 5)

Jasa Presentasi – Setiap public speaking pasti memiliki tujuan atau maksudnya masing-masing. Ada yang bertujuan untuk menyampaikan informasi, meyakinkan, atau membujuk. Presentasi atau public speaking akan dianggap berhasil jika pesan yang disampaikan dapat diterima dan diingat oleh audiens. Namun pada prakteknya, presenter seringkali mengalami hambatan, misalnya kurangnya persiapan dan percaya diri, kendala teknis yang mengganggu jalannya presentasi, atau lainnya.

Agar hal ini tidak terjadi padamu, sehingga presentasimu dapat mendulang kesuksesan, pelajarilah tips-tips dari para pembicara TED berikut ini.

  1. Terapkan prinsip the power of three

The power of three merupakan sebuah prinsip dalam presentasi yang memanfaatkan angka 3 untuk mendesain presentasi, seperti menggunakan 3 ukuran font yang berbeda dalam satu slide, membuat palet warna yang terdiri dari 3 warna, menyertakan 3 poin terpenting dalam sebuah slide (atau dalam presentasi secara keseluruhan), menerapkan the rule of thirds ketika menerapkan gambar pada slide, dan lain-lain. Prinsip the power of three ini muncul karena sebuah fakta yang mengatakan bahwa manusia hanya dapat mengingat 3 hal dari apa yang dilihatnya, sehingga dari pada kamu menggunakan terlalu banyak waktu menjelaskan dan menampilkan hal yang tidak akan diingat oleh audiens, lebih baik kamu menerapkan prinsip ini, sehingga presentasimu lebih efektif dan efisien.

  1. Lakukan eye contact dengan audiens

Agar pesan presentasi dapat tersampaikan dan diterima audiens, kamu perlu membuat mereka tertarik dan terhubung dengan presentasimu. Salah satu cara agar audiens terhubung adalah dengan melakukan eye contact. Selain dapat menghubungkan audiens dengan presentasi, eye contact juga dapat menumbuhkan kepercayaan audiens dan menunjukkan kredibilitasmu sebagai presenter dan sumber informasi.

  1. Hindari menggunakan jargon

Jargon adalah kumpulan istilah yang biasa digunakan oleh orang-orang dalam bidang tertentu dan pada umumnya tidak dipahami oleh orang awam atau orang pada bidang lain. Misalnya istilah dalam dunia medis, istilah dalam design, dan lain-lain. Karena jargon hanya dipahami oleh mereka yang bergerak dalam bidang tertentu, kamu perlu mempertimbangkan penggunaannya dalam presentasi. Karena jika memaksakan untuk menggunakannya, pesan dalam presentasi tidak akan mudah diterima oleh audiens.

  1. Buat headline atau judul yang mudah dipahami audiens

Hal pertama yang akan dibaca audiens ketika sebuah slide ditampilkan adalah judul. Agar audiens tertarik untuk mendengarkan presentasi lebih lanjut dan memahami inti konten dengan lebih mudah, kamu perlu membuat judul yang menarik serta menggambarkan konten sebuah slide. Buat font headline dengan ukuran yang lebih besar dari teks lainnya, sehingga perhatian audiens akan langsung tertuju ke arahnya.

  1. Buat audiens terlibat

Pada umumnya, manusia tidak memiliki rentang perhatian yang panjang, sehingga perhatian mereka akan teralihkan jika tidak terhubung dengan presenter. Oleh karena itu, kamu harus dapat membuat audiens terhubung dan merasa terlibat, misalnya dengan melibatkan body language dan gestur tubuh, atau dapat juga memberikan elemen-elemen atau media yang menarik sebagai pendukung penyampaian lisan.

  1. Naik ke atas panggung dengan percaya diri dan berkesan

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Vanessa Van Edwards mengenai kunci sukses para pembicara TED menyatakan bahwa kamu memilik waktu selama 7 detik untuk membuat kesan pertama yang baik, Kesan pertama audiens terhadap seorang presenter terjadi ketika presenter pertama kali masuk atau naik ke atas panggung. Hal ini berarti kesan pertama ditunjukkan dari cara dan sikap kita ketika naik ke atas panggung, bagaimana kita melihat audiens, dan bagaimana ekspresi wajah yang kita tunjukkan. Agar kamu mendapat kesan pertama yang baik di mata audiens, kamu perlu berjalan dengan percaya diri saat menaiki panggung, kemudian berikan senyuman sembari kamu berjalan, buat postur tubuh yang baik, perhatikan cara berjalanmu, dan buat slide awal presentasimu menarik.

 

Tips-tips di atas hanya sebagian kecil dari tips yang masih dapat kamu gali lebih dalam dari para pembicara TED. Kamu dapat memanfaatkannya untuk membuat presentasimu lebih menarik dan pesan yang disampaikan dapat diterima serta diingat oleh audiens. Namun terdapat hal paling penting yang tidak boleh kamu abaikan, yaitu menjadi diri sendiri atau orisinalitas. Ambillah inspirasi dari tips-tips tersebut untuk membuat kualitas dirimu meningkat dan dapat menjadi presenter yang lebih baik.

 

Sumber : here


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

30 Tips Presentasi yang Dapat Kamu Pelajari dari TED Talks (Part 4)

Jasa Presentasi – Berbicara di depan publik menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Karena ketika kita menjadi seorang public speaker, kamu menjadi pusat perhatian dan menjadi sumber informasi bagi audiens, sehingga kamu ingin melakukan yang terbaik, ingin terlihat kredibel, dan dipercaya oleh audiens. Namun, karena hal ini juga, banyak orang merasa grogi dan gugup. Akibatnya, apa yang disampaikan tidak dapat diterima oleh audiens.

Berbicara mengenai presentasi dan public speaking, para speaker TED menjadi acuan dan contoh bagi banyak presenter di luar sana. Karena mereka memiliki cara dan teknik penyampaian yang menarik dan mudah dipahami. Seperti beberapa tips public speaking berikut ini yang dapat kamu pelajari dari mereka, sehingga penyampaian presentasimu menjadi lebih baik serta mendapat kesuksesan.

  1. Datang lebih awal dan kenali tempat presentasi

Seringkali, orang merasa grogi dan kurang percaya diri ketika harus tampil di depan banyak orang di tempat yang belum familiar. Untuk menghindari hal ini terjadi, kamu perlu datang lebih awal ke tempat presentasi dan mencoba peralatan yang akan digunakan dalam presentasi. Hal ini untuk menghindari masalah teknis yang mungkin terjadi, sehingga kamu lebih percaya diri dan mengurangi grogi.

  1. Ulangi pertanyaan audiens sebelum menjawabnya

Untuk memastikan bahwa apa yang audiens tanyakan sama dengan apa yang kamu pahami, ulangilah pertanyaan dari audiens sebelum menjawabnya, sehingga kamu dapat memberikan jawaban yang sesuai dan tepat. Selain itu, mengulang pertanyaan berfungsi agar audiens lain juga memiliki pemahaman yang sama serta dapat memberikan lebih banyak waktu untukmu dalam memikirkan jawabannya.

  1. Berbicara dengan perlahan

Ketika merasa gugup dan grogi, jantung akan berpacu lebih cepat, sehingga adrenalin meningkat, dan menyebabkan seseorang untuk berbicara lebih cepat, bahkan terlalu cepat. Karena hal ini, apa yang disampaikan menjadi sulit untuk dipahami. Agar hal ini tidak terjadi padamu, kamu perlu berbicara dengan normal, dengan perlahan, sehingga audiens akan lebih mudah mencerna dan memahami apa yang disampaikan. Untuk melakukan hal ini, kamu perlu mengendalikan diri dengan mengurangi gugup. Aturlah pernapasan sebelum naik ke atas panggung dan berlatihlah sebanyak mungkin, sehingga kamu lebih percaya diri.

  1. Jadilah diri sendiri

Setiap orang memiliki role model mereka masing-masing, tidak terkecuali bagi seorang speaker atau presenter. Terkadang tanpa disadari mereka meniru gaya dari seseorang yang mereka kagumi. Padahal, menjadi diri sendiri merupakan salah satu kunci agar pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh audiens. Seperti yang disampaikan oleh Tim Ferriss, seorang penulis, pengusaha, dan public speaker Amerika, bahwa tidak mengapa jika kamu termasuk orang yang tidak lancar dalam public speaking, yang masih mengucapkan “emmm” dalam presentasi, asalkan kamu memiliki sesuatu yang menarik dan relevan untuk disampaikan.

  1. Ulangi kata kunci

Agar audiens lebih mudah mengingat pesan dan kata kunci yang kamu sampaikan, lakukanlah pengulangan. Jika perlu, berikan contoh dan perumpamaan dari konten yang disampaikan. Untuk itu, kamu perlu menyusun presentasi yang memungkinkan untuk mengulang kata kunci.

  1. Tingkatkan rasa percaya diri sebelum naik ke atas panggung dengan melakukan “power posing”

Amy Cuddy, seorang penulis, dosen, dan psikologis sosial dari Amerika, mengatakan bahwa hormon testosteron dan kortisol (hormon stress) dapat diatasi tergantung dari pose badan. Berdiri tegak dengan membusungkan dada dan meletakkan kedua tangan ke pinggang selama dua menit dapat meningkatkan hormon testosteron, sehingga mengurangi rasa gugup dan grogi.

 

Sumber : here


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

The Power of Three dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Banyak presenter yang kurang memperhatikan slide presentasi dan membuatnya dengan careless. Padahal slide presentasi dapat mengantarkan seorang presenter pada kesuksesan presentasi. Slide presentasi, yang merupakan visualisasi dari penjelasan secara lisan, harus didesain agar dapat menarik perhatian audiens sehingga audiens akan lebih mudah memahami dan mengingat isi presentasi. Untuk memudahkanmu dalam mendesain presentasi yang menarik, berikut beberapa teknik yang memanfaatkan the power of three untuk membuat presentasimu lebih menyenangkan, mudah dipahami, dan diingat oleh audiens.

  1. Gunakan 3 ukuran font

Untuk memberikan kontras terhadap teks yang paling penting dengan teks pendukung, kamu dapat membedakannya dengan menggunakan font yang berbeda, menebalkan teks, atau dapat juga dengan membuat ukuran teks berbeda. Hal yang paling mudah untuk dilakukan ketika ingin membuat kontras adalah dengan membuat ukuran teks berbeda. Pilah teks menjadi paling penting, penting, dan pendukung. Kemudian gunakan ukuran font yang berbeda untuk masing-masing teks tersebut. Ukuran font yang paling besar digunakan untuk teks yang bersifat paling penting. Hal ini dilakukan agar mata audiens dapat secara langsung menangkap teks tersebut dalam pandangannya.

The Power of Three dalam Presentasi

The Power of Three dalam Presentasi

  1. Pilih 3 warna

Cara lain untuk menerapkan prinsip the power of three adalah dengan membuat palet warna yang terdiri dari 3 warna. Palet warna dapat diciptakan dengan memilih warna secara manual atau dengan melakukan eyedropping dari sebuah gambar. Pastikan untuk menerapkan aturan 60-30-10 ketika memilih warna. Aturan 60-30-10 mengatakan bahwa sebuah warna harus dapat memenuhi slide sebanyak 60%, kemudian warna lainnya sebanyak 30%, dan sisanya sebanyak 10% untuk warna ketiga.

The Power of Three dalam Presentasi

The Power of Three dalam Presentasi

  1. Buat 3 kata kunci

Manusia cenderung mengingat 3 hal dari apa yang disaksikannya. Agar pesan dalam presentasi dapat diterima dan diingat oleh audiens, kamu perlu membuat 3 kata kunci untuk seluruh presentasi atau 3 kata kunci untuk masing-masing slide. Pilih 3 poin utama yang ingin kamu sampaikan kepada audiens, kemudian desain slide dengan visual yang menarik, namun tidak berlebihan.

The Power of Three dalam Presentasi

The Power of Three dalam Presentasi

  1. Kombinasikan 3 elemen dalam presentasi

Slide merupakan visualisasi presentasi yang disampaikan secara lisan. Slide membantu audiens memahami apa yang disampaikan secara lisan serta membantu daya ingat mereka akan presentasi yang telah mereka dengarkan. Oleh karena itu, agar presentasimu diingat dan pesan yang disampaikan dapat diterima audiens, kamu perlu membuat slide presentasi dengan visual yang menarik dan mudah dipahami. Untuk melakukan hal tersebut, kamu dapat memanfaatkan the power of three yang berkaitan dengan penggunaan elemen visual dalam presentasi, yaitu gambar, video, ikon, dan lainnya. Kombinasikanlah teks dengan gambar/video dan ikon.

The Power of Three dalam Presentasi

The Power of Three dalam Presentasi

  1. Gunakan grid untuk menyertakan 3 gambar

Prinsip ini dapat dimanfaatkan ketika kamu memiliki banyak gambar yang ingin disertakan dalam sebuah slide. Pilihlah 3 gambar yang paling penting atau paling utama, kemudian posisikan gambar dengan memenuhi slide. Posisikan gambar yang menjadi kunci utama atau yang menjadi poin terpenting dalam slide tersebut pada area yang paling luas atau atur gambar tersebut dengan ukuran yang paling besar dibandig gambar lainnya. Kemudian batasi masing-masing gambar dengan grid atau sekat-sekat yang jelas. Grid berfungsi untuk memberikan kesan naratif pada gambar.

The Power of Three dalam Presentasi

The Power of Three dalam Presentasi

  1. Gunakan rule of thirds

Pada artikel yang berjudul “Tips Mengambil Gambar untuk Presentasi”, telah dijelaskan mengenai teknik rule of thirds untuk mengambil gambar atau foto secara pribadi. Untuk menerapkan teknik ini, kita harus membagi foto menjadi 9 area sama besar. Fungsi area-area ini adalah untuk menjadi patokan bagi fotografer agar dapat menempatkan fokus utama atau objek utama dalam sebuah foto pada area di sebelah kanan atau kiri. Teknik ini juga dapat diterapkan ketika kamu akan menyertakan foto atau gambar sebagai background sebuah slide. Bagi slide menjadi 9 area yang sama besar, kemudian posisikan fokus gambar ke salah satu area yang ada di bagian kanan atau kiri slide.

The Power of Three dalam Presentasi

The Power of Three dalam Presentasi

 

Sumber : here


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

30 Tips Presentasi yang Dapat Kamu Pelajari dari TED Talks (Part 3)

Jasa Presentasi – Presenter merupakan sumber informasi. Oleh karena itu, seorang presenter harus dapat dipercaya dan dapat menyampaikan pesan dalam presentasi dengan baik. Presentasi yang baik dapat dilihat dari berbagai sudut, salah satunya adalah dari sisi audiens. Sebuah presentasi dikatakan baik dan berhasil jika audiens memahami apa yang disampaikan dan mengingatnya setelah presentasi selesai. Untuk itu, audiens perlu tertarik untuk memperhatikan presentasi.

Berikut beberapa tips presentasi lainnya dari para pembicara di TED Talks yang dapat membantumu menyajikan presentasi dengan lebih baik.

 

  1. Gerakkan tangan ketika menjelaskan

Gestur, termasuk gerak tangan, dapat membuat audiens lebih percaya kepada presenter dan memudahkan mereka dalam memahami topik yang sedang dijelaskan. Menurut Vanessa Van Edward dalam tulisannya yang berjudul 5 Secret of a Successful TED Talk, pembicara TED yang menggunakan lebih banyak gerak tangan memiliki lebih banyak penonton (di video yang diupload TED) dibandingkan mereka yang tidak banyak menggerakkan tangan mereka.

 

  1. Pertahankan perhatian audiens dengan memberikan hal yang mengejutkan

Kamu mungkin sudah mengetahui cara melakukan pembukaan presentasi yang menarik perhatian audiens dan hal ini berhasil dilakukan, namun sayangnya tidak dapat bertahan lama. Apa yang akan kamu lakukan ketika hal ini terjadi pada presentasimu? Terdapat sebuah tips yang dapat kamu pelajari dari para pembicara TED untuk mempertahankan perhatian audiens, yaitu dengan memberikan pernyataan atau pertanyaan yang mencengangkan atau mengejutkan. Hal ini mengaktifkan rasa penasaran audiens akan penjelasan atau alasan di balik pernyataan tadi, sehingga mereka tertarik untuk mendengarkan. Setelah menjelaskan, berikanlah kesimpulan yang berlawanan dengan apa yang diperkirakan oleh audiens. Kamu dapat juga menyertakan humor untuk menghidupkan suasana.

 

  1. Berhenti sejenak selama 10 detik

Salah satu cara untuk menyita perhatian audiens adalah dengan berhenti sejenak di tengah-tengah penyampaian presentasimu. Berhentilah sejenak selama 10 detik dan tatap mata audiens selama waktu tersebut. Audiens yang bahkan sedang tidak memperhatikan atau sedang mengerjakan hal lain, akan menghentikan kegiatannya dan mengalihkan perhatian mereka ke arah presenter.

 

  1. Gunakan kata yang kuat

Presentasi yang hebat adalah presentasi yang dapat menarik perhatian audiens secara emosional. Salah satu hal yang dapat menarik perhatian audiens secara emosional adalah dengan menggunakan kata-kata. Kamu harus memilih kata yang dapat memberi gambaran secara tegas dan kuat. Misalnya dengan mengganti kata ‘sangat tua’ menjadi ‘kuno’ atau kata ‘sangat bagus’ menjadi ‘sempurna’ dan lain sebagainya.

 

  1. Ceritakan satu hal yang belum diketahui oleh audiens

Temukan hal yang berkaitan dengan topik, yang mungkin belum banyak diketahui oleh orang lain, terutama oleh audiens presentasi. Buat mereka berkata, “Wow!” dengan fakta atau hal yang kamu sampaikan. Buat mereka bersemangat untuk mendengarkan presentasimu lebih lanjut.

 

  1. Jangan membaca slide

Pernahkan kamu melihat pembicara TED yang menjelaskan dengan melihat slide presentasi mereka? Mereka bahkan membuat slide dengan sedikit sekali teks dan hal ini mengharuskan mereka untuk menjelaskan dengan cara mereka sendiri. Hal ini menjadi tips yang ke-18 yang dapat kamu pelajari dari pembicara TED, yaitu jangan membaca slide. Karena ketika kamu menyampaikan presentasi dengan membaca slide, kamu akan kehilangan perhatian audiens dan pada akhirnya audiens tidak memahami serta tidak mengingat presentasi yang kamu sampaikan.

 

Sumber : http://presentationpanda.com/blog/how-to-give-a-great-presentation-ted-talks/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

30 Tips Presentasi yang Dapat Kamu Pelajari dari TED Talks (Part 2)

Jasa Presentasi – Ketika melakukan presentasi, tugasmu tidak hanya menyampaikan apa yang menjadi topik presentasi, tetapi juga memastikan bahwa audiens memahami apa yang kamu sampaikan. Untuk dapat melakukan hal ini, kamu perlu mengetahui tekniknya. Salah satu caranya yaitu dengan mempelajari dan mengambil inspirasi dari pembicara-pembicara atau tokoh-tokoh terkenal yang memiliki keahlian dalam bidang ini.

TED menjadi tempat berkumpulnya para tokoh inspiratif dalam menyampaikan topik presentasinya masing-masing. Meski tidak berkumpul dalam satu waktu, presentasi dari para tokoh terkenal ini menjadi satu dalam website atau channel youtube TED. Terdapat banyak sekali presentasi yang dapat dijadikan inspirasi dan contoh, baik bagi topik presentasi maupun bagi cara berpresentasimu. Berikut beberapa tips yang dapat kamu pelajari dari para pembicara di konferensi TED.

  1. Pastikan chart dan grafik terlihat simple

Kamu mungkin memiliki informasi berupa data yang kompleks yang perlu disajikan dalam presentasi. Namun jika data ini disajikan secara utuh, akan membutuhkan lebih banyak slide yang digunakan dan juga membutuhkan lebih banyak waktu untuk menjelaskannya. Padahal jika kita menjelaskan banyak data, audiens belum tentu memahaminya. Oleh karena itu, kamu perlu menyederhanakannya dengan menyertakan inti atau poin penting dari data tersebut ke dalam presentasi. Hal ini akan memudahkanmu dalam menjelaskan serta memudahkan audiens untuk memahami.

  1. Jangan langsung berbicara

Kebanyakan presenter akan langsung berbicara ketika telah dipersilahkan. Hal ini tidak salah, namun akan lebih baik lagi jika presenter diam sejenak sebelum memulai presentasi. Mengapa? Karena dengan melakukan hal ini, perhatian audiens akan tertuju padamu serta akan membuatmu menjadi lebih percaya diri, mengurangi grogi, dan dapat mengendalikan situasi.

  1. Gunakan transisi yang kontras

Seperti yang telah dijelaskan pada poin nomor 4 pada Part 1, bahwa slide yang baik adalah slide yang memiliki visual dan feel yang konsisten. Namun jangan mengartikan konsistensi dengan membuatnya sama, karena hal ini justru akan membuat slide presentasimu terlihat monoton. Kamu perlu memberikan kontras untuk setiap slide sehingga audiens akan lebih mudah mengingat visual dari suatu konten dalam presentasi. Salah satu yang perlu dibuat kontras adalah transisi. Bagaimana caranya? Yaitu dengan membedakan transisi untuk teks penjelas dan teks yang merupakan poin dalam sebuah slide.

  1. Gunakan gambar yang memberikan arti secara emosional

Pada Part 1 telah dijelaskan bahwa untuk membuat presentasi yang menarik dan mudah dipahami audiens, kamu perlu menyertakan sedikit teks dan memanfaatkan gambar, foto, ikon, simbol, atau visual lainnya untuk menekankan kata kunci dan pesan dari suatu slide. Agar pesan dapat tersampaikan dan mudah diingat audiens, kamu perlu menggunakan gambar yang sesuai dan powerful untuk memancing emosional atau perasaan audiens, misalnya dengan menggunakan gambar/foto lucu, inspiratif, atau sedih.

  1. Curi perhatian audiens dengan memberikan fokus pada bagian utama sebuah gambar

Gambar mungkin akan mencuri perhatian audiens, namun tidak akan membuat audiens tertarik jika gambar yang disajikan tidak dapat menyentuh emosional audiens. Oleh karena itu, jika kamu memutuskan untuk menggunakan gambar atau foto dalam presentasi, kamu perlu menggunakan gambar yang dapat melibatkan emosional audiens. Selain itu, agar pesan dari sebuah gambar dapat lebih mudah diterima dan diingat oleh audiens, kamu perlu memberikan penekanan pada objek utama dari sebuah gambar. Bagaimana caranya? Pertama, kamu dapat memberikan lingkaran atau tanda panah dengan warna yang kontras dari warna dasar gambar. Kedua, kamu dapat memotong objek utama dalam gambar atau foto dan menampilkannya pada slide selanjutnya. Ketiga, kamu dapat membuat objek lain dalam gambar menjadi kabur (blur), sehingga objek utamanya lebih terlihat jelas.

  1. Hindari menggunakan transisi dan animasi secara berlebihan

Terdapat banyak pilihan transisi dan animasi yang disediakan oleh PowerPoint, mulai dari yang sederhana, seperti cover hingga yang kompleks, seperti origami bird. Banyak orang berpendapat bahwa penggunaan transisi yang kompleks akan membuat presentasi semakin menarik. Memang, hal ini akan membuat audiens tersenyum, namun mereka akan kembali menguap ketika slide (tidak termasuk transisi) dan penjelasanmu tidak menarik. Oleh karena itu, pertimbangkanlah transisi yang akan digunakan dengan melihat siapa audiens yang akan dihadapi dan konten apa yang dijelaskan.

 

Sumer : http://presentationpanda.com/blog/how-to-give-a-great-presentation-ted-talks/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

30 Tips Presentasi yang Dapat Kamu Pelajari dari TED Talks (Part 1)

Jasa Presentasi – Ketika berbicara tentang public speaking atau presentasi, kita pasti terpikirkan tentang TED Talks. Mengapa? TED merupakan organisasi non profit yang menggelar sebuah konferensi dengan tokoh-tokoh inspiratif dalam berbagai bidang sebagai pembicaranya. TED mengunggah video-video presentasi tersebut secara online dan gratis. Banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari konferensi TED terutama dari segi konten. Namun tidak hanya itu, teknik dan cara public speaking dari pembicaranya juga dapat dijadikan pelajaran dan menjadi inspirasi bagi public speaker atau presenter lain.

Para pembicara pada konferensi TED memang memiliki cara mereka sendiri dalam menyajikan materi, namun kebanyakan dari mereka tidak hanya memiliki konten yang inspiratif, tetapi cara dan teknik penyampaian mereka juga dapat dijadikan inspirasi. Berikut beberapa tips presentasi yang terinspirasi dari pembicara TED.

  1. Berikan cerita yang menyentuh emosi

Cerita tidak hanya dapat menarik perhatian audiens, tetapi juga dapat menambah daya ingat dan meningkatkan empati. Tony Robbins, seorang pebisnis, advokat multi-level marketing, dan penulis, mengatakan bahwa “informasi tanpa emosi itu tidak dapat dipertahankan.” Artinya, tanpa adanya emosi atau cerita, sebuah informasi tidak ada tahan lama dalam ingatan audiens.

  1. Kenakan dan lakukan hal yang membuatmu merasa “mengagumkan” di atas panggung

Ketika berada di atas panggung, kamu adalah seorang bintang, seseorang yang menjadi pusat perhatian. Banyak orang yang merasa grogi dan kurang percaya diri karena hal ini. Agar kamu lebih percaya diri, kenakanlah pakaian yang membuatmu nyaman, tetapi sopan. Dan untuk menambah kepercayaan diri serta kesan audiens terhadap presentasimu, kamu dapat menggunakan properti, seperti yang dilakukan Pat Flynn, yang mengenakan pakaian dengan tema Back to The Future ketika sedang menyampaikan presentasinya yang berjudul “How to Futureproof Your Brand”.

  1. Tersenyum membuatmu terlihat lebih pandai

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa semakin lama pembicara TED tersenyum, mereka akan dinilai memiliki tingkat intelegensi yang semakin tinggi. Meskipun hal ini tidak selalu benar, namun paling tidak dengan tersenyum, kamu menunjukkan bahwa kamu percaya diri dan dapat dipercaya.

  1. Pastikan slide presentasimu memiliki visual dan feel yang konsisten

Slide yang baik adalah slide yang konsisten, baik dalam hal visual atau feel-nya. Ketika kita melihat presentasi TED, para pembicara TED memiliki slide yang konsisten dalam hal visual dan feel. Konsistensi dalam presentasi membantu audiens untuk fokus pada topik dan konten. Namun perlu diperhatikan juga agar presenter dapat membuat slide yang satu dengan yang lainnya dapat dibedakan, sehingga audiens tidak merasa bingung dan dapat mengingatnya lebih lama.

  1. Buat ceritamu seperti nyata

Ketika menjelaskan sebuah cerita, pastikan untuk membuatnya terasa hidup dengan menjelaskannya secara spesifik dan detail. Gunakan ekspresi wajah dan gestur yang tepat agar cerita semakin hidup.

  1. Gunakan teks yang minimal

Seperti yang telah dibahas pada artikel-artikel sebelumnya, bahwa audiens akan lebih mudah memahami dan mengingat sebuah presentasi jika slide yang disajikan menggunakan sedikit teks dengan ukuran font yang besar. Selain itu, dengan melakukan hal ini, audiens tidak perlu membagi perhatian mereka untuk mendengarkan penjelasanmu atau membaca isi slide presentasimu. Dan agar slide tidak terlalu kosong, kamu dapat juga memanfaatkan gambar, ikon, simbol, atau visual lainnya untuk menekankan pesan dalam suatu slide.

 

Sumber : http://presentationpanda.com/blog/how-to-give-a-great-presentation-ted-talks/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Singkat dan Berkesan, 3 Format Presentasi Ini Patut Dicoba untuk Presentasimu Selanjutnya

Jasa Presentasi – Slide presentasi merupakan pendukung presentasi secara visual. Presenter yang menggunakan slide presentasi memiliki kelebihan dibandingkan mereka yang tidak memakai slide presentasi, terlebih jika presenter tidak memiliki bakat untuk “menghibur” orang lain. Karena slide presentasi merupakan pendukung atau visualisasi dari apa yang disampaikan, jangan sampai hal ini malah mengganggu presentasi. Oleh karena itu, buatlah slide dengan ringkas, mudah dipahami, dan berkesan. Bagaimana caranya? Format presentasi berikut ini dapat menjadi acuan untuk kamu yang ingin membuat presentasi dengan singkat namun berkesan.

  1. Kawasaki (10/20/30)

Format Kawasaki memiliki prinsip 10/20/30 dalam membuat presentasi. Artinya, sebuah presentasi meliputi 10 slide yang dipresentasikan selama 20 menit menggunakan font yang tidak lebih kecil dari 30 point. Melakukan presentasi menggunakan 10 slide dianggap jumlah yang ideal, karena kebanyakan orang hanya dapat mengingat tidak lebih dari 10 konsep yang berbeda sekaligus.

  1. Pecha Kucha (20/20)

Pecha Kucha memiliki format presentasi yang meliputi 20 slide yang dijelaskan selama 20 detik untuk masing-masing slide. Isi slide presentasinya berupa gambar dan perpindahan dari satu slide ke slide selanjutnya diatur secara otomatis (waktunya diatur selama 20 detik untuk satu slide). Format presentasi Pecha Kucha membuat presenter fokus pada topik. Format ini didesain untuk presenter yang mengandalkan gambar ketika memasarkan produk atau jasanya melalui presentasi.

  1. Ignite PowerPoint

Ketika kamu akan melakukan presentasi singkat atau presentasi yang mendadak, kamu dapat menggunakan format ini. Pada format presentasi Ignite PowerPoint, kamu diberikan waktu singkat untuk melakukan presentasi yaitu selama 5 menit. Jumlah slide yang disarankan adalah 20 slide. Waktu penyampaian untuk setiap slide adalah 15 detik.

 

Menyajikan slide presentasi yang ringkas bukan berarti pesan dan inti presentasi tidak dapat tersampaikan dan tidak dapat dipahami audiens. Slide presentasi yang singkat justru membantu audiens untuk lebih mudah dalam memahami konten yang dijelaskan dalam presentasi. Untuk itu, manfaatkanlah format-format presentasi di atas untuk menyajikan presentasimu selanjutnya.

 

Sumber : https://24slides.com/blog/3-radical-presentation-formats-that-will-challenge-your-comfort-zone/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

12 Tips Menjadi Pendengar yang Baik (Part 2)

Jasa Presentasi – Seperti yang telah disebutkan pada Part 1, bahwa kemampuan yang dimiliki seorang presenter bukan hanya kemampuan berbicara di depan publik, tetapi juga kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik. Hal ini didukung dengan sebuah quote yang bunyinya sebagai berikut.

“There is only one rule for being a good talker – learn to listen”

Quote di atas menunjukkan bahwa terdapat satu syarat untuk menjadi pembicara yang baik, yaitu belajar untuk mendengarkan. Namun mendengarkan tidak hanya sekedar mendengarkan, tidak hanya sekedar untuk memberikan jawaban, tetapi mendengarkan dilakukan untuk memahami apa yang lawan bicaramu ungkapkan.

7. Berikan tanggapan terbuka

Memberikan tanggapan yang baik agar percakapan tetap berlanjut dan menunjukkan bahwa kamu tertarik dan mendengarkan dengan baik adalah dengan tidak hanya memberikan jawaban pasif seperti “ya” atau “tidak”. Kamu perlu melanjutkan jawaban tersebut dengan memberikan penjelasan atau melontarkan pertanyaan lainnya.

8. Ulangi pertanyaan sebelum menjawabnya

Untuk memastikan bahwa maksud pertanyaan yang diberikan sama dengan apa yang kamu pahami, ulangi kembali pertanyaan sebelum menjawabnya. Selain untuk memastikan maksud pertanyaan, hal ini dilakukan untuk menunjukkan ketertarikan atau memberikan ringkasan atas pertanyaan yang diberikan. Oleh karena itu, kamu perlu menjadi pendengar yang baik agar dapat memahami apa yang diungkapkan lawan bicara.

9. Ingat detail yang paling penting

Menunjukkan bahwa kamu dapat mengulang nama, tanggal, atau kejadian tertentu yang diungkapkan lawan bicaramu dapat menunjukkan bahwa kamu mendengarkan mereka dengan aktif. Catatlah jika perlu.

10. Hindari sikap defensif

Sikap defensif merupakan kesalahan yang umum dilakukan oleh banyak presenter atau banyak orang pada umunya ketika audiens memberikan pertanyaan yang tidak sesuai dengan topik, atau ketika presenter diberi kritik atau merasa diserang. Luangkan waktu untuk menenangkan diri dan mempertimbangkannya sebelum memberikan tanggapan. Dengarkan mereka dengan seksama agar kamu dapat memberikan jawaban yang tepat dan tidak melukai hati mereka.

11. Berpikiran terbuka

Ketika sedang mendengarkan orang lain berbicara, kamu perlu mengesampingkan praduga, pendapat negatif atau kepercayaan. Berpikirlah terbuka agar apa yang dikatakan oleh orang lain dapat diterima dan dipahami dengan baik dan positif. Hindari membuat asumsi mengenai orang lain sebelum mengetahui mereka dengan baik.

12. Lakukan follow up

Hal ini mungkin dapat dilakukan jika kamu bertemu kembali dengan lawan bicaramu di lain waktu. Atau ketika kamu memberikan saran atau jawaban yang dapat dipraktekkan secara langsung. Atau jika kamu mengenal lawan bicaramu secara pribadi, kamu dapat menghubungi mereka, misalnya melalui sms, pesan di media sosial atau telepon.

 

Kita diberi dua telinga dan hanya satu mulut untuk sebuah alasan, yaitu untuk lebih banyak mendengar dibandingkan berbicara. Namun bukan berarti menjadi presenter atau pembicara merupakan hal yang buruk. Menjadi pendengar yang baik tidak hanya membuatmu menjadi presenter yang lebih baik, tetapi juga mengembangkan pemahamanmu dan memungkinkanmu untuk melihat dunia yang lebih luas dari mata orang lain.

 

Sumber : https://24slides.com/blog/12-tips-listen-better/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com