3 Tips Humor dari Ellen yang Membuat Audiens Jatuh Cinta Seketika

Belajar Humor dari Ellen

Belajar Humor dari Ellen

Bagi Anda yang tahu The Ellen Show pasti hafal dengan host yang namanya tersemat dalam acara tersebut. Ya, benar, Ellen DeGeneres. Ellen adalah sosok pembawa acara, komedian, produser, penulis, artis yang humoris dan menyenangkan. Dia juga beberapa kali menjadi host untuk acara penghargaan film paling bergengsi, Academy Awards. Dalam beberapa kesempatan, Ellen melontarkan candaan dan humor segar, yang tidak banyak dilakukan pembawa acara atau pembicara publik sehingga Ellen dianggap sebagai sosok yang mampu membuat orang secara instan menyukainya, namun lebih dari itu, dalam perspektif teknik public speaking, Ellen secara instan bisa langsung mencuri perhatian audiens dengan humornya. Bagaimana Ellen melontarkan humor dan candaannya ?

Humor Ellen Tidak Pernah Melukai Perasaan Siapapun

Banyak komedian atau pembicara publik yang mencuri perhatian audiens dengan cara melempar jokes atau humor. Tapi coba kita perhatikan lagi berapa dari mereka yang humornya menyinggung orang lain, entah orang itu adalah audiensnya sendiri atau publik figur yang sedang viral. Ellen tidak melakukan humor yang membuat orang lain terlihat kalah, tersinggung atau sakit hati untuk mendapatkan tawa dan tepuk tangan orang lain.

Ellen Menjadikan Dirinya Bahan Candaan

Dibandingkan harus menyinggung dan melukai perasaan orang lain untuk mendapatkan tawa dan tepuk tangan, Ellen lebih sering untuk menjadikan dirinya bahan candaan. Seperti dalam episode The Ellen Show dengan Malala Yousafzai kektika dirinya meraih penghargaan Nobel Prize pada usia 18 tahun, dan Ellen mencoba membandingkan dirinya pada saat usia 18 tahun, yang jelas jauh berbeda dengan Malala. Disitulah penonton tertawa karena Ellen di satu momen dia terlihat seperti merendahkan dirinya, namun sebenarnya dia sedang mengangkat Malala. Lebih penting lagi, tidak ada yang tersinggung dalam candaan tersebut

Konteks Humor Ellen adalah Memuji Orang Lain

Terdapat dua faktor penting yang harus diperhatikan dalam mengeksekusi tipe humor yang ketiga, yang pertama adalah kita harus sadar bahwa humor yang kita lontarkan tidak membuat orang lain tercederai secara perasaan, yang kedua adalah ego booster. Ego booster merupakan teknik untuk membangkitkan kelebihan seseorang di hadapan publik. Kelebihan bisa berupa kelebihan fisik, perilaku, prestasi, atau apapun yang seseorang sukai dari dirinya. Misal saja ketika Ellen membuka acara Academy Awards, dia sempat menanyakan Amy Adams, yang saat itu mendapatkan dua nominasi sekaligus, apakah dia pernah kuliah ? Sayangnya Amy Adams tidak berkuliah (Pertanyaan tentang kuliah jelas tidak menyinggung Amy Adams), lalu Ellen mengomentarinya dengan menyanjung Amy bahwa siapa peduli dengan kuliah, buktinya Amy sukses berkarir di dunia perfilman dan mendapatkan dua nominasi sekaligus. Kalimat terakhir yang disebut dengan ego booster. Sesuatu yang pasti dibanggakan oleh seorang Amy Adams.

Nah, ketiga jenis humor tadi adalah apa yang biasa dilakukan Ellen untuk mendapatkan respon positif dari audiens ketika berada di atas panggung. Anda bisa belajar bagaimana humor bisa memberikan kesan positif sekaligus pencuri perhatian audiens bagi para presenter maupun pembicara publik.

Empat Prinsip yang Harus Dipatuhi dalam Public Speaking

Selain perlu menghindari Tujuh Dosa dalam Public Speaking ini, terdapat empat hal yang juga harus dipatuhi oleh seorang speaker dalam public speaking-nya.

Honesty (be clear and straight)

Kejujuran merupakan salah satu hal terpenting dalam komunikasi. Tidak hanya pada komunikasi antar personal, tetapi juga komunikasi yang dilakukan oleh satu orang kepada banyak orang atau oleh banyak orang kepada banyak orang lainnya.

Kejujuran akan menumbuhkan kepercayaan. Dan hal ini penting dalam public speaking. Jika audiens sudah mempercayai speaker sebagai sumber informasi, mereka akan tertarik untuk memperhatikan public speaking yang sedang dilakukan.

Sekali seorang speaker mengatakan sebuah kebohongan dalam public speaking-nya, audiens tidak akan mudah kembali percaya padanya, kredibilitas speaker sebagai sumber informasi juga turun. Akibatnya, public speaking pun gagal.

“Honesty is the fastest way to prevent a mistake from turning into a failure.” – James Altucher

 

Authenticity (be yourself)

Mengagumi dan meneladani seseorang bukanlah hal yang salah. Namun perlu diingat bahwa masing-masing orang memiliki karakter dan kepribadiannya sendiri. Dan ini merupakan ciri khas yang melekat pada seseorang.

Boleh saja meneladani cara orang lain dalam melakukan public speaking, tetapi tidak dengan meniru gaya dan karakternya. Sebab dengan begitu, ciri khas diri tidak terlihat dan justru terlihat “palsu” serta tidak otentik. Jika sudah begitu, sulit bagi audiens untuk menumbuhkan kepercayaan pada speaker, sehingga apa yang disampaikan olehnya sulit masuk, dipahami, maupun diingat oleh mereka.

“Don’t worry about what’s cool and what’s not cool. Authenticity is what’s cool.” – Zac Posen

 

Integrity (be your word)

Integritas adalah melakukan kebenaran, bahkan ketika tidak ada yang melihatnya. Integritas masih berkaitan dengan kejujuran, tidak hanya kejujuran pada orang lain, tetapi juga pada diri sendiri.

Integritas juga dapat diartikan sebagai kesepadanan antara pikiran, perkataan dan perbuatan. Orang yang berintegritas tinggi biasanya berperilaku sesuai dengan apa yang dikatakannya. Maksudnya, ketika ia mengatakan telah melakukan suatu hal (biasanya kebaikan), maka memang benar ia telah melakukan kebaikan. Jika ia mengajak orang untuk melakukan sesuatu (kebaikan), maka ia perlu menjadi pribadi yang telah melakukannya terlebih dahulu (menjadi panutan atau contoh).

Intinya, orang yang berintegritas adalah orang yang berlaku seperti apa yang dikatakannya. Jika apa yang ia katakan tidak sesuai dengan apa yang ia kerjakan, orang lain juga tidak akan mempercayai apa yang dikatakannya, juga tidak akan melakukan apa yang diperintahkan olehnya.

“Integrity is the essence of everything successful.” – R. Buckminster Fuller

 

Love (wish them well)

Kejujuran memang penting, namun tanpa adanya love, kejujuran akan menjadi hal yang menyakitkan. Misalnya ketika dimintai pendapat tentang penampilan seseorang, tanpa adanya love, kita akan langsung mengatakan “jelek!” atau “nggak cocok!”

Love juga akan membantu seorang speaker untuk menyampaikan lebih banyak kebaikan dan menyampaikan “keburukan” dengan lebih baik tanpa harus menyakiti perasaan orang lain.

“Without love, honesty would be a painful words.”

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Mengatasi Ketakutan Public Speaking dengan Percaya Diri. Bagaimana Caranya?

Banyak orang yang takut ketika akan melakukan public speaking, bahkan bagi mereka yang sudah pernah melakukannya sekalipun. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya rasa percaya diri. Kepercayaan diri merupakan salah satu hal penting dalam public speaking, juga dalam aspek kehidupan lainnya.

Percaya diri bukan sebuah bakat maupun pemberian dari Yang Maha Kuasa, melainkan sesuatu yang bisa dilatih dan dikembangkan. Bagaimana caranya? Dr. Ivan Joseph, seorang Athletic Director dan Kepala Pelatih Tim Sepak Bola Universitas Ryerson dalam TED Talks-nya menjelaskan beberapa cara untuk membangun rasa percaya diri.

Repetition, Repetition, Repetition

Seorang pemain bola yang hebat tidak secara otomatis menjadi hebat, mereka melakukan latihan yang keras dan berulang-ulang. Begitu juga dengan pembicara yang hebat. Mereka melakukan latihan dan tampil di depan banyak orang berkali-kali. Sebab semakin sering kita melakukan suatu hal, semakin besar rasa percaya diri yang kita bangun.

Oleh karena itu, ketika ada peluang atau kesempatan untuk melakukan public speaking, ambil peluang tersebut dan paksa diri supaya terbiasa dengan hal tersebut.

“Practice, Practice, Practice. Don’t accept failure.”

Persistence

Sebelum berhasil menemukan lampu, Thomas Alva Edison mengalami 9.998 kegagalan. Namun siapa sangka, di percobaannya yang ke 9.999, dia akhirnya berhasil menemukan lampu pijar. Jika saja ia berhenti di percobaan ke 9.998, maka dia tidak akan pernah berhasil dalam percobaannya tersebut.

Begitu juga dalam membangun kepercayaan diri. Setelah berlatih, berlatih, dan berlatih, ada hal lain yang tidak kalah penting, yaitu kegigihan. Tidak semua orang dapat bertahan ketika harus melakukan hal yang sama berulang-ulang. Banyak yang akhirnya mundur sebelum mereka berhasil meraih apa yang telah mereka perjuangkan dengan latihan sebelumnya.

Oleh karena itu, kita perlu memaksakan diri untuk tetap melakukan hal tersebut. Juga jangan menyerah sebelum semuanya tercapai.

Positive Affirmation

Kita tidak bisa mengontrol apa yang orang lain rasakan atau ingin katakan kepada kita, namun kita bisa mengendalikan diri kita sendiri dalam menanggapi segala sesuatu yang terjadi pada kita. Ketika orang lain berkata bahwa kita tidak bisa melakukannya, bukan berarti kita benar-benar tidak bisa melakukannya. Sebab bukan orang lain yang menentukan kesuksesan kita, melainkan diri kita sendiri.

Oleh karena itu, kita perlu membangun prasangka baik atau afirmasi positif tentang usaha dan diri kita. Hindari orang-orang yang membawa pengaruh negatif dalam diri. Hindari orang-orang yang bisa menjatuhkan kepercayaan diri.

“I am the captain of my ship and the master of my fate!”

Positive Interpret

Self-confidence People Interpret Feedback the way they choose to. They always interpret it in a positive way.”

Ketika dikritik atau mengalami kegagalan, kita bisa menyikapinya dengan dua hal; pesimis atau optimis. Juga bisa mengartikannya ke dalam dua hal; positif atau negatif. Semuanya tergantung pada kita. Dan yang paling baik adalah menyikapi dengan optimis dan menanggapi dengan positif. Misalnya ketika menghadapi kegagalan, kita bisa menganggapnya sebagai kesempatan untuk memperbaiki dan mengembangkan diri.

 

No one will believe on you, unless you do. Namanya juga kepercayaan diri, maka dimulainya pun dari diri sendiri. Jika kita bisa membangunnya, orang lain juga akan bisa melihatnya. Yang terpenting adalah terus berlatih, tidak mudah menyerah dan berpikiran positif.

Source here


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Tujuh Dosa Public Speaking ini Bikin Audiensmu Cuek Tidak Peduli

Suara manusia, adalah salah satu “instrumen” yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Suara manusia juga mungkin merupakan salah satu bunyi yang paling powerful di dunia, sebab dengan suara, manusia bisa memulai perang, mendatangkan perdamaian, mengakhiri hubungan, atau bisa juga memulai suatu hubungan.

Meski begitu, tidak semua suara manusia ingin kita dengar. Beberapa menjadi angin lalu; masuk telinga kanan, kemudian keluar lagi melalui telinga kiri. Penyebabnya bisa karena kita tidak menyukai si pembicara atau bisa juga karena pembicaraannya tidak penting.

Jika hal ini terjadi pada public speaking yang sedang kita lakukan, tentu rasanya sia-sia berbicara panjang lebar tetapi tidak dipedulikan.

Supaya hal ini tidak terjadi pada public speaking-mu, kamu perlu menghindari tujuh dosa public speaking berikut yang diungkapkan oleh Julian Treasure, seorang ahli suara dan komunikasi.

Gossip

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa terlepas dari “membicarakan orang lain.” Ini sah-sah saja sepanjang tidak menyeleweng dari fakta dan kebaikan, juga tidak disertai dengan pendapatan pribadi yang bisa menjatuhkan nama baik orang yang dibicarakan.

Pun ketika melakukan public speaking. Boleh saja membicarakan orang lain asalkan syarat di atas dipenuhi. Jika perlu, cerita tersebut bisa memberikan inspirasi dan motivasi kepada orang lain yang mendengarkan.

Membicarakan keburukan orang lain dalam public speaking tidak akan membuat audiens semakin memperhatikan dan mempercayai presenter. Justru kredibilitas sebagai presenter bisa turun, sehingga membuat audiens malas untuk memperhatikan.

Judging

Judging dapat diartikan dengan menilai orang lain atau suatu hal hanya dari satu sisi, biasanya dari sisi buruk saja. Tidak ada yang menyukai sifat ini, apalagi jika dilakukan di depan banyak orang. Dijamin tidak ada yang akan mendengarkannya.

Negativity

Semua hal di dunia ini diciptakan dengan dua sisi; baik dan buruk. Tidak ada yang sepenuhnya buruk jika kita mau melihat ke sisi yang lain. Namun bagi seseorang yang memiliki sifat negativity, ia akan bisa menemukan hal negatif (prasangka buruk), bahkan dari hal baik sekalipun. Tidak akan ada yang mau mendengarkannya, apalagi mempercayai apa yang disampaikannya.

Complaining

Mengeluh adalah bentuk lain dari negativity. Jika negativity cenderung berprasangka buruk dan melihat segalanya dalam bentuk negatif, mengeluh adalah bentuk ketidakpuasan terhadap suatu hal yang dialami olehnya. Misalnya, mengenai cuaca. Banyak orang yang mengeluh tentang cuaca hujan, pun juga mengeluh jika hari sedang panas. Atau mengeluh tentang sebuah tugas yang diberikan kepadanya.

Selain menunjukkan rasa kurang bersyukur, mengeluh justru akan menambah kesusahan. Apalagi jika dilakukan di depan banyak orang, tidak akan ada yang mendengarkannya, sebab mereka yang datang hanya ingin mendapatkan informasi atau pengetahuan dari sang pembicara, bukan mendengarkan keluhan.

Excuses

Satu kali memberikan alasan mungkin wajar, namun berkali-kali memberikan alasan dan melemparkannya kepada orang lain atau hal lain tidak lagi wajar. Seakan dirinya paling benar meskipun dia yang melakukan kesalahan dan meminta orang lain untuk memahaminya.

Siapa yang mau mendengarkan seorang pembicara yang terlalu banyak beralasan? Misalnya, ketika ia datang terlambat karena macet, ia akan menyalahkan kemacetan. Kemudian saat flashdisk berisi presentasinya ketinggalan, ia akan menyalahkan orang lain karena kelalaiannya. Oleh karena itu, berusahalah untuk tidak selalu beralasan.

Exaggeration

Tidak perlu berlebihan ketika sedang menjelaskan atau mendeskripsikan sesuatu, jelaskan saja seadanya. Karena berlebihan bisa berubah menjadi kebohongan. Akhirnya sebagai sumber informasi, kita tidak lagi dipercaya dan membuat audiens malas untuk memperhatikan lebih lanjut. Jika sudah begini, pesan yang ingin disampaikan dalam public speaking pun jadi tidak bisa diterima.

Dogmatism

Dogmatism adalah kebingungan antara fakta dan opini. Orang yang dogmatis akan menganggap opininya paling benar dan menolak kebenaran dari fakta yang ada. Mereka menilai suatu kejadian secara objektif, bukan dari kenyataan yang ada.

Siapapun akan sebal dan malas mendengarkan orang dengan karakter seperti ini. Oleh karena itu, penting untuk menghindari sifat ini dan menjadi lebih terbuka dengan pendapat orang lain terutama dengan fakta yang ada.

 

Tidak hanya ketika public speaking saja, sifat-sifat di atas juga perlu dihindari dalam percakapan sehari-hari. Karena komunikasi yang baik dan efektif membutuhkan pemahaman yang baik dari keduanya. Dan untuk memahami, komikator perlu mendengarkan. Jika mendengarkan saja tidak dilakukan, maka tidak mungkin ia paham dengan konten yang sedang dibicarakan.

Source here

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Teknik Publik Speaking: Think Fast, Talk Smart

Public speaking menjadi momok bagi banyak orang. Salah satu alasannya adalah ketika sedang melakukan public speaking, kita sebagai pembicara, menjadi pusat perhatian dan “dituntut” untuk tidak melakukan kesalahan dan berpikir cepat.

Namun, public speaking merupakan hal yang tidak bisa kita hindari. Sehingga, kita perlu mencari solusi dan melawan ketakutan tersebut.

Matt Abrahams, seorang wirausaha dan pengajar dari Stanford, memberikan beberapa tips dan teknik yang bisa kita gunakan ketika melakukan public speaking.

Approach

The first step to effective communication is to approach it in an open way.”

Ketakutan pada public speaking membuat otak kita mengeluarkan pertahanan (defense) dengan menganggapnya sebagai ancaman, sehingga membuat kita merasa takut dan grogi ketika diminta untuk melakukan public speaking.

Hal ini perlu diatasi, yaitu dengan mengubah cara pandang atau pendekatan kita terhadap public speaking. Ubah ketakutan tersebut dengan menganggap public speaking sebagai opportunity. Misalnya, menganggapnya sebagai kesempatan untuk mengekspresikan diri, mengemukakan pendapat, menyampaikan pemikiran, atau kesempatan untuk mengembangkan diri.

Dengan begitu, sesuatu yang kita takuti akan berubah menjadi hal yang kita rangkul, hal yang kita tunggu kedatangannya.

Audience

It’s about their needs, not us.”

Public speaking bukan tentang apa yang pembicara ingin sampaikan, tetapi tentang apa yang ingin audiens ketahui, apa yang audiens butuhkkan, dan apa yang audiens harapkan.

Untuk itu, pembicara perlu mengenal audiens. Siapa mereka? Apa latar belakang mereka? Bagaimana pengetahuan mereka? Setelah itu, pembicara bisa menentukan bagaimana informasi akan disampaikan, sehingga audiens bisa memperoleh apa yang mereka butuhkan.

Context

Melakukan public speaking tidak hanya tentang apa yang akan disampaikan, tetapi juga bagaimana materi akan disampaikan, karena cara penyampaian dapat mempengaruhi pemahaman audiens. Terdapat tiga hal yang perlu dipertimbangkan ketika akan melakukan public speaking.

Waktu

Memilih waktu yang tepat bisa mempengaruhi efektifitas public speaking, sehingga audiens akan lebih mudah menerima, memahami, dan mengingat apa yang disampaikan di dalamnya. Misalnya, pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk melakukan public speaking, sebab tenaga audiens belum terkuras dan pikiran mereka masih fresh.

Emosi/Nada

Kesuksesan sebuah public speaking tidak dilihat dari konten apa yang akan disampaikan, tetapi dari bagaimana konten tersebut disampaikan, bagaimana pembicara dapat menarik perhatian audiens sehingga mau memperhatikan. Salah satu cara untuk menarik perhatian audiens adalah dengan melibatkan “perasaan,” misalnya dengan menyertakan cerita inspiratif atau cerita yang menghibur. Bisa juga dengan mengatur nada ketika bicara; memberikan tekanan pada konten yang penting, meninggikan suara ketika menyampaikan ajakan atau penyemangat, menurunkan suara ketika bercerita tentang kesedihan, dan sebagainya.

Metode

Metode yang dimaksud di sini adalah bagaimana public speaking akan dilaksanakan? Apakah secara langsung atau secara virtual? Pemilihan metode ini tentu akan berpengaruh pada cara pembicara dalam melakukan komunikasi. Pertimbangkan dengan baik ketika memilih metode ini, supaya public speaking yang sudah dilakukan berjalan dengan lancar dan tidak sia-sia.

Structure

Menurut penelitian, manusia lebih mudah memahami informasi yang terstruktur dibandingkan dengan yang tidak terstruktur. Contohnya ketika harus menghafal 12 digit angka, manusia akan lebih mudah jika menghafal dalam formasi 4-4-4 atau 3-3-3-3.

Pun dalam public speaking, konten akan lebih mudah dijelaskan serta lebih mudah dipahami oleh audiens. Informasi yang akan disampaikan perlu disusun sedemikian rupa sehingga terarah dan mudah dicerna.

Terdapat 3 jenis struktur yang bisa kita aplikasikan ketika melakukan public speaking, yaitu.

Chronological Structure. Public speaking disampaikan secara tuntutan waktu. Struktur ini membantu pembicara untuk “membawa” audiens dari satu kejadian ke kejadian selanjutnya.

Problem – Solution – Benefit. Struktur ini merupakan struktur yang cocok digunakan untuk public speaking persuasif. Dimulai dengan menjelaskan permasalahan, kemudian penyelesaian, dan diakhiri dengan penjelasan tentang manfaat yang akan diperoleh.

What? – So What? – Now What? Public speaking dengan menggunakan struktur ini dimulai dengan menjelaskan tentang permasalahan, kemudian “mengapa ini penting?” dan terakhir penjelasan tentang langkah yang harus diambil selanjutnya.

Source here

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Pola Sukses Public Speaking Para Pembicara TED Talks

Jasa Presentasi – Sebelum masuk ke topik utama, tahukah kamu apa itu TED?  TED merupakan sebuah organisasi non-profit yang membagikan video public speaking secara online dari para pembicara dengan berbagai topik yang menarik.

Meski semua pembicara TED bagus dan menarik, tapi terdapat beberapa presentasi yang lebih popular dibandingkan lainnya. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Selain nama pembicaranya yang lebih dikenal, ternyata terdapat beberapa hal yang bisa kita pelajari dari kesuksesan mereka dalam berpresentasi. Seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Vanessa Van Edwards dan timnya.

Vanessa Van Edwards, seorang penulis dan peneliti perilaku manusia, melakukan sebuah penelitian untuk mengatahui pola para pembicara tersebut ketika melakukan presentasi. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan video presentasi yang memiliki views terbanyak (terpopular) dengan video presentasi yang kurang terkenal. Dan hasilnya sebagai berikut.

 

Bukan Apa Tetapi Bagaimana

Karisma, kredibilitas, dan kecerdasan seseorang dapat dilihat dari gestur dan bahasa nonverbal mereka. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Vanessa di mana video presentasi yang ditonton tanpa suara dan video presentasi yang ditonton dengan suara tidak memiliki perbedaan dalam hal peringkat. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Padahal inti presentasi adalah melakukan penyampaian dengan verbal.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa 60 hingga 93% komunikasi yang kita lakukan adalah nonverbal. Oleh karena itu, bagaimana cara kita menyampaikan lebih penting dibandingkan apa yang kita sampaikan. Nah karena presentasi merupakan suatu kegiatan verbal, kita harus bisa mengkombinasikan keduanya. Fokuslah pada bahasa nonverbal sebanyak kita fokus pada bahasa verbal.

 

Semakin Banyak Menggerakkan Tangan, Semakin Sukses

Bahasa nonverbal merupakan salah satu cara untuk menunjukkan dan membangun kepercayaan antara diri kita dengan lawan bicara. Selain itu, ketika seseorang menggunakan tangan untuk menjelaskan suatu topik, kita akan lebih memahaminya dibandingkan yang tidak. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Vanessa dan timnya.

Penelitian yang dilakukan dengan memperhatikan hand gesture menunjukkan hasil bahwa presenter yang menggunakan lebih banyak gerak tangan, memiliki lebih banyak views (penonton) dibandingkan mereka yang lebih sedikit melibatkan gerak tangan. Semakin banyak menggunakan gestur tangan, semakin sukses presentasi tersebut.

 

Jangan Membaca! Naskah dapat Membunuh Karismamu

Selain body language dan gerak tangan, vokal atau suara juga termasuk hal penting yang harus diperhatikan ketika public speaking atau presentasi.

Hasil penelitian Vanessa menunjukkan bahwa semakin bervariasi vokal yang digunakan dalam presentasi, semakin banyak penontonnya. Vokal yang bervariasi dapat meningkatkan karisma dan kredibilitas presenter. Mereka yang menyertakan cerita, melakukan improvisasi, dan bahkan berteriak, seperti yang dilakukan oleh Jamie Oliver dalam TED Talk-nya, akan lebih mudah menarik perhatian dan imajinasi audiens.

Kita tidak akan bisa melakukan hal tersebut jika presentasi dilakukan dengan membaca slide atau naskah. Untuk itu, kita perlu menguasai dan memahami konten. Selain karena kita tidak dapat berimprovisasi, presentasi yang disampaikan dari hasil menghafal dan membaca naskah tidak akan membuat audiens antusias dan tertarik untuk mendengarkan kita.

 

Senyum akan Membuatmu Terlihat Lebih Cerdas

Meski hasil penelitian mengenai senyum menyatakan bahwa para pemimpin biasanya sedikit tersenyum, namun penelitian Vanessa dan timnya menunjukkan hasil yang berkebalikan. Presenter yang tersenyum lebih lama dalam presentasinya menerima peringkat kecerdasan lebih tinggi dari lainnya.

Oleh karena itu, seserius apapun topik yang disampaikan dalam presentasi, usahakan untuk tersenyum. Seperti yang dilakukan oleh Sheryl Sandberg yang kala itu menyampaikan sebuah topik serius mengenai para pemimpin wanita.

 

7 Detik yang Berharga

Seorang peneliti bernama Nalini Ambady mengatakan bahwa sebagai tujuan efisiansi, otak kita menilai (judging) orang lain dalam detik-detik awal pertemuan kita dengan orang lain atau biasa disebut first impression atau kesan pertama. Biasanya hal ini terjadi sebelum terjadi percakapan.

Hal ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Vanessa dan tim, yang menyatakan bahwa para subjek penelitian membuat kesan pertama dan membuat keputusan mengenai presentasi secara keseluruhan dalam waktu 7 pertama dalam video. Oleh karena itu, sebelum naik ke atas panggung, pertimbangkanlah dengan matang konsep yang akan digunakan untuk membuka presentasi. Buat audiens terkesan dan tertarik untuk mendengarkan presentasi lebih lanjut.

 

Meski penelitian ini mungkin tidak selalu relevan untuk semua orang, tapi paling tidak, kita bisa mempelajarinya dan menerapkannya (jika mau) dalam presentasi kita selanjutnya.

 

Sumber : www.scienceofpeople.com


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Lima Aturan Desain Presentasi oleh Nancy Duarte

Jasa Presentasi – Presentasi merupakan salah satu media komunikasi yang biasanya dilakukan oleh satu orang, sebagai sumber informasi dan lebih dari satu orang, sebagai audiens. Presentasi dilakukan untuk memberikan informasi, membujuk, serta meyakinkan audiens presentasi.

Terdapat banyak sekali tokoh yang dapat dijadikan inspirasi bagi kita untuk dapat menyampaikan presentasi dengan cara yang menarik. Salah satunya adalah Nancy Duarte, seorang penulis, pembicara, dan CEO asal Amerika. Ia mengemukakan bahwa terdapat lima rules dalam desain presentasi.

 

  1. Perlakukan Audiens sebagai Raja

Peribahasa pembeli adalah raja sepertinya tidak hanya berlaku pada kegiatan jual-beli, tetapi juga berlaku pada presentasi atau public speaking. Presenter, sebagai sumber informasi memiliki tugas untuk membuat presentasi yang sesuai dengan kebutuhan audiens. Tujuan audiens datang ke tempat presentasi adalah untuk mendengarkan penjelasan mengenai topik yang akan disampaikan. Oleh karena itu, buatlah visual dan sampaikan presentasi dengan cara yang mudah dipahami dan diingat oleh audiens.

 

  1. Sebarkan Ide dan “Gerakkan” Orang

Audiens datang ke tempat presentasi untuk mendengarkan penjelasanmu mengenai suatu topik, bukan untuk membaca 50 halaman karya tulis. Tugas seorang presenter adalah menyampaikan sebuah pesan atau informasi penting yang mungkin berguna untuk audiens. Untuk itu, agar audiens tidak merasa seperti membaca sebuah karya tulis dalam sebuah slide, pertimbangkanlah untuk menyertakan elemen visual dalam presentasimu, seperti gambar, video, ikon, dan lain-lain.

 

  1. Bantu Mereka Melihat Apa yang Sedang Dijelaskan

Sebagian audiens merupakan verbal thinker dan lainnya adalah visual thinker. Verbal thinker dapat diartikan sebagai orang yang lebih mudah mencerna sebuah pesan dalam bentuk penjelasan secara verbal, sedangkan visual thinker adalah mereka yang lebih mudah mencerna sebuah informasi atau pesan dalam bentuk visual. Agar presentasimu dapat menjangkau dan dipahami oleh keduanya, kombinasikanlah teks dengan visual ketika menyampaikan presentasi. Meski teks tetap disertakan di dalamnya, usahakan untuk meminimalisirnya dengan hanya menyertakan poin atau inti. Jika memang terdapat teks yang harus tetap disertakan dalam sebuah slide, kamu bisa menyiasatinya dengan mengubahnya menjadi gambar, chart atau diagram. Selain mengurangi penggunaan teks, hal ini juga akan meningkatkan visual presentasi. Namun perlu diingat untuk selalu menggunakan visual berkualitas tinggi.

 

  1. Terapkan Desain bukan Dekorasi

Banyak presenter yang ingin membuat slidenya terlihat menarik dengan memberikan banyak hiasan tanpa memperhatikan kemudahannya untuk dipahami audiens.. Slide yang baik adalah yang menarik dan mudah dipahami. Membuat slide yang menarik memang penting, namun tidak berarti harus berlebihan. Pertimbangkan juga apakah slide mudah dipahami atau justru membuat bingung audiens. Sertakan sedikit saja teks yang menjadi kata kunci. Jika memang terpaksa harus menyertakan banyak teks dalam satu slide, animasikan agar teks tidak muncul sekaligus. Buat teks-teks tersebut muncul satu per satu, mengikuti penjelasan verbal yang sedang kamu lakukan.

 

  1. Membina Hubungan dengan Visual dan Audiens Presentasi

Bangunlah hubungan yang sehat antara presenter dengan slide yang akan digunakan dan dengan audiens presentasi. Salah satu cara agar presenter terhubung dengan keduanya adalah dengan tidak terpaku pada slide. Untuk itu, presenter perlu membuat slide dengan sedikit teks, sehingga presenter tidak tergoda untuk membaca slide. Sertakan poin utama dalam sebuah slide, kemudian letakkan teks lainnya pada catatan untuk berlatih, berlatih, dan berlatih.

Dari kelima aturan Duarte di atas, dapat disimpulkan bahwa sebuah presentasi akan berhasil jika dapat memenuhi kebutuhan audiens akan informasi. Salah satu caranya adalah dengan menjalin hubungan dengan meraka. Hubungan tidak akan terjalin jika presenter terpaku pada slide presentasi. Oleh karena itu, presenter perlu membuat slide dengan sedikit teks, namun mudah dipahami. Untuk mengakalinya, presenter dapat membantu audiens untuk memahaminya dengan membuat gambaran terhadap apa yang dijelaskannya. Membuat gambaran dalam presentasi dapat dilakukan dengan mengubah konten berupa teks menjadi gambar yang relevan. Atau bisa juga mengubah konten berupa penjelasan sebuah data dengan chart dan diagram.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Permudah Presentasimu dengan Peralatan Ini

Jasa Presentasi – Topik dan konten sudah siap, latihan sudah matang, penampilan sudah rapi, tetapi tiba-tiba file presentasimu tidak dapat dibuka atau hilang.

Topik dan konten sudah siap, latihan sudah matang, penampilan sudah rapi, file presentasi sudah terpampang gagah di depan audiens, namun ketika melakukan presentasi, kamu harus mondar-mandir untuk mengganti slide.

Topik dan konten sudah siap, latihan sudah matang, penampilan sudah rapi, file presentasi sudah terpampang gagah di depan audiens, namun ketika ingin berpindah slide, kamu harus mengatakan “next… selanjutnya… bukan, bukan, slide yang sebelumnya”

Topik dan konten sudah siap, latihan sudah matang, penampilan sudah rapi, file presentasi sudah terpampang gagah di depan audiens, namun ketika sampai pada slide 20, waktu yang diberikan sudah habis padahal masih ada 40 slide lagi yang belum dijelaskan.

Topik dan konten sudah siap, latihan sudah matang, penampilan sudah rapi, file presentasi sudah terpampang gagah di depan audiens, presentasi selesai dengan tanggapan yang bagus dari audiens, namun ketika tiba pada sesi tanya-jawab, kamu lupa semua pertanyaan yang telah dilontarkan.

Jika beberapa kondisi di atas pernah kamu alami atau tidak ingin kamu alami, kamu perlu melengkapi presentasimu dengan beberapa peralatan berikut ini.

 

Remot atau pointer presentasi

Tidak seperti mouse yang harus digunakan berdekatan dengan laptop/pc, remot atau pointer presentasi membantumu mengendalikan jalannya slide presentasi dari jarak jauh. Hal ini tentu saja sangat bermanfaat dan memudahkan kita, sebagai presenter, ketika melakukan presentasi, sehingga tidak perlu meminta bantuan orang lain atau repot menangani sendiri.

 

Flashdisk/harddisk yang berisi cadangan file presentasi

Kamu tentu tidak menginginkan hal buruk yang tidak terduga terjadi pada hari presentasimu kan? Salah satu hal yang mungkin sepele namun penting adalah membuat cadangan file presentasi, meskipun hal ini tidak lagi menjadi penting ketika kamu merupakan seorang presenter atau pembicara yang baik dan berpengalaman. Namun, agar audiens lebih mengingat konten presentasimu, kamu perlu menggunakan visual. Buatlah cadangan dengan menaruhnya pada media penyimpanan lain, seperti flashdisk, harddisk, atau media penyimpanan online (dropbox, google drive, dll).

 

Pulpen dan buku note

Presentasi atau public speaking sangat identik dengan penggunaan media digital dan lisan, sehingga penggunaan media tulis manual dianggap tidak penting. Namun hal ini bukan berarti media tulis manual tidak dibutuhkan, terutama bagi kamu yang percaya bahwa menuliskan sesuatu secara manual dapat meningkatkan daya ingat. Kamu dapat mencatat setiap pertanyaan, kritik, saran, dan pendapat dari audiens dengan menggunakan media catat manual. Kelebihan lainnya adalah kamu dapat mencatat sesuai dengan keinginan dengan cepat, seperti ketika kamu ingin membuat alur sendiri.

 

Air minum

Meskipun tidak berhubungan secara langsung dengan presentasi, air minum dapat memastikan tubuhkan tidak kekurangan cairan, sehingga akan lebih fokus dalam menyampaikan presentasi. Untuk itu, pastikan untuk selalu menyediakan atau membawa air minum dan buatlah dirimu tetap terhidrasi.

 

Kartu nama

Setelah menyampaikan presentasi yang berkesan, para “fans” barumu pasti menginginkan untuk terhubung denganmu. Untuk itu, pastikan untuk selalu membawa beberapa kartu nama agar dapat kamu bagikan kepada para “fans” barumu itu. Selain itu, menyediakan kartu nama juga penting untuk terhubung dengan “orang hebat” lainnya yang hadir dalam presentasi. Dengan begitu, jejaringmu akan semakin bertambah dan mungkin saja dapat mempengaruhi pekerjaan dan bisnismu.

 

Smartphone/tablet

Smartphone atau tablet merupakan aksesoris presentasi yang tidak perlu disarankan lagi untuk dibawa. Karena di era digital ini, diyakini bahwa setiap orang sudah memiliki minimal 1 ponsel pintar di tangannya. Namun sebagai presenter, kamu harus pandai memanfaatkannya untuk mendukung presentasi. Misalnya dengan menggunakannya timer pada ponsel jika kamu memiliki batas waktu yang ketat, atau sebagai remot presentasi (dengan mendonwload aplikasinya), atau sebagai media catat digital. Selain itu, smartphone atau tablet juga dapat digunakan sebagai cue card presentasi.

 

Jam tangan

Bagi sebagian orang, jam tangan sudah tidak terlalu dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, namun bagi sebagian lainnya, jam tangan tidak dapat tergantikan meskipun saat ini kita disajikan dengan kecanggihan smartphone. Jika kamu akan melakukan presentasi, ada baiknya memakai jam tangan, sehingga dapat digunakan untuk melihat jam tanpa harus bertanya atau membuka ponselmu di depan audiens.

 

Kamera

Jika kamu adalah tipe orang yang selalu belajar dari pengalaman, ada baiknya jika membawa kamera ketika melakukan presentasi. Selain untuk membuat jejak, merekam presentasi yang sedang kamu lakukan dapat membantu dan memudahkanmu untuk memberikan koreksi pada diri sendiri, sehingga kamu tahu apa yang masih kurang dan harus dibenahi. Dengan begitu, kamu dapat belajar dari kesalahan dan bisa menjadi presenter yang lebih baik.

 

Masih banyak peralatan yang bisa kamu persiapkan untuk menghindari hal buruk yang mungkin terjadi, seperti speaker portable, makanan atau minuman yang mengandung mint, minuman berenergi, software live polling, microphone, baterai cadangan, handout presentasi untuk audines, tas punggung atau tas laptop, dan lain sebagainya.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

Jasa Presentasi – Untuk menguatkanmu ketika melakukan persiapan dan penyampaian presentasi, berikut beberapa quote yang mungkin dapat juga memberikan inspirasi dan gambaran yang menunjukkan presentasi yang baik dan menarik.

 

Lakukanlah persiapan yang matang untuk mengantisipasi hal buruk yang mungkin terjadi. Lebih baik melakukan persiapan lebih daripada kurang.

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

 

Persiapan yang matang itu penting, sehingga penampilan atau presentasimu dapat berjalan dengan baik dan lancer serta meraih kesuksesan.

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

 

Lakukanlah persiapan dengan berlatih sebanyak mungkin. Jika kamu akan melakukan presentasi selama 1 jam, berlatihlah selama 3 jam.

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

 

Rintangan terbesar ketika akan melakukan public speaking atau presentasi adalah melawan demam panggung dan grogi. Agar dapat mengatasinya, kamu perlu tahu betul apa yang akan kamu sampaikan. Untuk itu, diperlukan persiapan dan latihan yang matang.

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

 

Jika kamu ingin presentasi berhasil, kamu harus tahu apa yang akan kamu sampaikan, Agar kamu tahu apa yang harus kamu sampaikan, tetapkanlah tujuan dan pesan yang jelas.

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

 

Slide presentasi merupakan visualisasi dari konten yang disampaikan secara lisan. Oleh karena itu, kamu harus membuatnya dengan menarik dan mudah dipahami. Agar hal ini dapat tercapai, buatlah slide presentasi yang clean, simple, ringkas, dan jelas.

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

 

Less is more, merupakan suatu aturan tidak baku yang perlu ditaati untuk kamu yang ingin menyajikan presentasi dengan menarik. Untuk itu, sertakan sedikit saja teks, buat slide terlihat clean, hindari memadatkan sebuah slide dengan banyak informasi.

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

 

Dengan semakin berkembangnya jaman, teknologi informasi dan komunikasi juga semakin meningkat. Manusia dibanjiri dengan data dan informasi yang berlebihan, sehingga bukannya semakin “pandai”, manusia justru semakin bingung dan akibatnya banyak informasi yang tidak dapat diterima dan diingat. Agar hal ini tidak terjadi pada informasi yang disampaikan dalam presentasimu, buatlah atau sertakan 3 hal inti yang paling ingin disampaikan dalam presentasi.

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

 

Ketika melakukan presentasi, usahakan untuk menyelesaikannya sebelum waktu yang telah ditentukan. Namun, pastikan agar konten presentasi sudah tersampaikan seluruhnya serta pastikan pula agar audiens dapat menerima dan mudah memahaminya.

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

30 Tips Presentasi yang Dapat Kamu Pelajari dari TED Talks (Part 5)

Jasa Presentasi – Setiap public speaking pasti memiliki tujuan atau maksudnya masing-masing. Ada yang bertujuan untuk menyampaikan informasi, meyakinkan, atau membujuk. Presentasi atau public speaking akan dianggap berhasil jika pesan yang disampaikan dapat diterima dan diingat oleh audiens. Namun pada prakteknya, presenter seringkali mengalami hambatan, misalnya kurangnya persiapan dan percaya diri, kendala teknis yang mengganggu jalannya presentasi, atau lainnya.

Agar hal ini tidak terjadi padamu, sehingga presentasimu dapat mendulang kesuksesan, pelajarilah tips-tips dari para pembicara TED berikut ini.

  1. Terapkan prinsip the power of three

The power of three merupakan sebuah prinsip dalam presentasi yang memanfaatkan angka 3 untuk mendesain presentasi, seperti menggunakan 3 ukuran font yang berbeda dalam satu slide, membuat palet warna yang terdiri dari 3 warna, menyertakan 3 poin terpenting dalam sebuah slide (atau dalam presentasi secara keseluruhan), menerapkan the rule of thirds ketika menerapkan gambar pada slide, dan lain-lain. Prinsip the power of three ini muncul karena sebuah fakta yang mengatakan bahwa manusia hanya dapat mengingat 3 hal dari apa yang dilihatnya, sehingga dari pada kamu menggunakan terlalu banyak waktu menjelaskan dan menampilkan hal yang tidak akan diingat oleh audiens, lebih baik kamu menerapkan prinsip ini, sehingga presentasimu lebih efektif dan efisien.

  1. Lakukan eye contact dengan audiens

Agar pesan presentasi dapat tersampaikan dan diterima audiens, kamu perlu membuat mereka tertarik dan terhubung dengan presentasimu. Salah satu cara agar audiens terhubung adalah dengan melakukan eye contact. Selain dapat menghubungkan audiens dengan presentasi, eye contact juga dapat menumbuhkan kepercayaan audiens dan menunjukkan kredibilitasmu sebagai presenter dan sumber informasi.

  1. Hindari menggunakan jargon

Jargon adalah kumpulan istilah yang biasa digunakan oleh orang-orang dalam bidang tertentu dan pada umumnya tidak dipahami oleh orang awam atau orang pada bidang lain. Misalnya istilah dalam dunia medis, istilah dalam design, dan lain-lain. Karena jargon hanya dipahami oleh mereka yang bergerak dalam bidang tertentu, kamu perlu mempertimbangkan penggunaannya dalam presentasi. Karena jika memaksakan untuk menggunakannya, pesan dalam presentasi tidak akan mudah diterima oleh audiens.

  1. Buat headline atau judul yang mudah dipahami audiens

Hal pertama yang akan dibaca audiens ketika sebuah slide ditampilkan adalah judul. Agar audiens tertarik untuk mendengarkan presentasi lebih lanjut dan memahami inti konten dengan lebih mudah, kamu perlu membuat judul yang menarik serta menggambarkan konten sebuah slide. Buat font headline dengan ukuran yang lebih besar dari teks lainnya, sehingga perhatian audiens akan langsung tertuju ke arahnya.

  1. Buat audiens terlibat

Pada umumnya, manusia tidak memiliki rentang perhatian yang panjang, sehingga perhatian mereka akan teralihkan jika tidak terhubung dengan presenter. Oleh karena itu, kamu harus dapat membuat audiens terhubung dan merasa terlibat, misalnya dengan melibatkan body language dan gestur tubuh, atau dapat juga memberikan elemen-elemen atau media yang menarik sebagai pendukung penyampaian lisan.

  1. Naik ke atas panggung dengan percaya diri dan berkesan

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Vanessa Van Edwards mengenai kunci sukses para pembicara TED menyatakan bahwa kamu memilik waktu selama 7 detik untuk membuat kesan pertama yang baik, Kesan pertama audiens terhadap seorang presenter terjadi ketika presenter pertama kali masuk atau naik ke atas panggung. Hal ini berarti kesan pertama ditunjukkan dari cara dan sikap kita ketika naik ke atas panggung, bagaimana kita melihat audiens, dan bagaimana ekspresi wajah yang kita tunjukkan. Agar kamu mendapat kesan pertama yang baik di mata audiens, kamu perlu berjalan dengan percaya diri saat menaiki panggung, kemudian berikan senyuman sembari kamu berjalan, buat postur tubuh yang baik, perhatikan cara berjalanmu, dan buat slide awal presentasimu menarik.

 

Tips-tips di atas hanya sebagian kecil dari tips yang masih dapat kamu gali lebih dalam dari para pembicara TED. Kamu dapat memanfaatkannya untuk membuat presentasimu lebih menarik dan pesan yang disampaikan dapat diterima serta diingat oleh audiens. Namun terdapat hal paling penting yang tidak boleh kamu abaikan, yaitu menjadi diri sendiri atau orisinalitas. Ambillah inspirasi dari tips-tips tersebut untuk membuat kualitas dirimu meningkat dan dapat menjadi presenter yang lebih baik.

 

Sumber : here


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com