5 Pola Sukses Public Speaking Para Pembicara TED Talks

Jasa Presentasi – Sebelum masuk ke topik utama, tahukah kamu apa itu TED?  TED merupakan sebuah organisasi non-profit yang membagikan video public speaking secara online dari para pembicara dengan berbagai topik yang menarik.

Meski semua pembicara TED bagus dan menarik, tapi terdapat beberapa presentasi yang lebih popular dibandingkan lainnya. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Selain nama pembicaranya yang lebih dikenal, ternyata terdapat beberapa hal yang bisa kita pelajari dari kesuksesan mereka dalam berpresentasi. Seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Vanessa Van Edwards dan timnya.

Vanessa Van Edwards, seorang penulis dan peneliti perilaku manusia, melakukan sebuah penelitian untuk mengatahui pola para pembicara tersebut ketika melakukan presentasi. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan video presentasi yang memiliki views terbanyak (terpopular) dengan video presentasi yang kurang terkenal. Dan hasilnya sebagai berikut.

 

Bukan Apa Tetapi Bagaimana

Karisma, kredibilitas, dan kecerdasan seseorang dapat dilihat dari gestur dan bahasa nonverbal mereka. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Vanessa di mana video presentasi yang ditonton tanpa suara dan video presentasi yang ditonton dengan suara tidak memiliki perbedaan dalam hal peringkat. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Padahal inti presentasi adalah melakukan penyampaian dengan verbal.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa 60 hingga 93% komunikasi yang kita lakukan adalah nonverbal. Oleh karena itu, bagaimana cara kita menyampaikan lebih penting dibandingkan apa yang kita sampaikan. Nah karena presentasi merupakan suatu kegiatan verbal, kita harus bisa mengkombinasikan keduanya. Fokuslah pada bahasa nonverbal sebanyak kita fokus pada bahasa verbal.

 

Semakin Banyak Menggerakkan Tangan, Semakin Sukses

Bahasa nonverbal merupakan salah satu cara untuk menunjukkan dan membangun kepercayaan antara diri kita dengan lawan bicara. Selain itu, ketika seseorang menggunakan tangan untuk menjelaskan suatu topik, kita akan lebih memahaminya dibandingkan yang tidak. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Vanessa dan timnya.

Penelitian yang dilakukan dengan memperhatikan hand gesture menunjukkan hasil bahwa presenter yang menggunakan lebih banyak gerak tangan, memiliki lebih banyak views (penonton) dibandingkan mereka yang lebih sedikit melibatkan gerak tangan. Semakin banyak menggunakan gestur tangan, semakin sukses presentasi tersebut.

 

Jangan Membaca! Naskah dapat Membunuh Karismamu

Selain body language dan gerak tangan, vokal atau suara juga termasuk hal penting yang harus diperhatikan ketika public speaking atau presentasi.

Hasil penelitian Vanessa menunjukkan bahwa semakin bervariasi vokal yang digunakan dalam presentasi, semakin banyak penontonnya. Vokal yang bervariasi dapat meningkatkan karisma dan kredibilitas presenter. Mereka yang menyertakan cerita, melakukan improvisasi, dan bahkan berteriak, seperti yang dilakukan oleh Jamie Oliver dalam TED Talk-nya, akan lebih mudah menarik perhatian dan imajinasi audiens.

Kita tidak akan bisa melakukan hal tersebut jika presentasi dilakukan dengan membaca slide atau naskah. Untuk itu, kita perlu menguasai dan memahami konten. Selain karena kita tidak dapat berimprovisasi, presentasi yang disampaikan dari hasil menghafal dan membaca naskah tidak akan membuat audiens antusias dan tertarik untuk mendengarkan kita.

 

Senyum akan Membuatmu Terlihat Lebih Cerdas

Meski hasil penelitian mengenai senyum menyatakan bahwa para pemimpin biasanya sedikit tersenyum, namun penelitian Vanessa dan timnya menunjukkan hasil yang berkebalikan. Presenter yang tersenyum lebih lama dalam presentasinya menerima peringkat kecerdasan lebih tinggi dari lainnya.

Oleh karena itu, seserius apapun topik yang disampaikan dalam presentasi, usahakan untuk tersenyum. Seperti yang dilakukan oleh Sheryl Sandberg yang kala itu menyampaikan sebuah topik serius mengenai para pemimpin wanita.

 

7 Detik yang Berharga

Seorang peneliti bernama Nalini Ambady mengatakan bahwa sebagai tujuan efisiansi, otak kita menilai (judging) orang lain dalam detik-detik awal pertemuan kita dengan orang lain atau biasa disebut first impression atau kesan pertama. Biasanya hal ini terjadi sebelum terjadi percakapan.

Hal ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Vanessa dan tim, yang menyatakan bahwa para subjek penelitian membuat kesan pertama dan membuat keputusan mengenai presentasi secara keseluruhan dalam waktu 7 pertama dalam video. Oleh karena itu, sebelum naik ke atas panggung, pertimbangkanlah dengan matang konsep yang akan digunakan untuk membuka presentasi. Buat audiens terkesan dan tertarik untuk mendengarkan presentasi lebih lanjut.

 

Meski penelitian ini mungkin tidak selalu relevan untuk semua orang, tapi paling tidak, kita bisa mempelajarinya dan menerapkannya (jika mau) dalam presentasi kita selanjutnya.

 

Sumber : www.scienceofpeople.com


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

30 Tips Presentasi yang Dapat Kamu Pelajari dari TED Talks (Part 3)

Jasa Presentasi – Presenter merupakan sumber informasi. Oleh karena itu, seorang presenter harus dapat dipercaya dan dapat menyampaikan pesan dalam presentasi dengan baik. Presentasi yang baik dapat dilihat dari berbagai sudut, salah satunya adalah dari sisi audiens. Sebuah presentasi dikatakan baik dan berhasil jika audiens memahami apa yang disampaikan dan mengingatnya setelah presentasi selesai. Untuk itu, audiens perlu tertarik untuk memperhatikan presentasi.

Berikut beberapa tips presentasi lainnya dari para pembicara di TED Talks yang dapat membantumu menyajikan presentasi dengan lebih baik.

 

  1. Gerakkan tangan ketika menjelaskan

Gestur, termasuk gerak tangan, dapat membuat audiens lebih percaya kepada presenter dan memudahkan mereka dalam memahami topik yang sedang dijelaskan. Menurut Vanessa Van Edward dalam tulisannya yang berjudul 5 Secret of a Successful TED Talk, pembicara TED yang menggunakan lebih banyak gerak tangan memiliki lebih banyak penonton (di video yang diupload TED) dibandingkan mereka yang tidak banyak menggerakkan tangan mereka.

 

  1. Pertahankan perhatian audiens dengan memberikan hal yang mengejutkan

Kamu mungkin sudah mengetahui cara melakukan pembukaan presentasi yang menarik perhatian audiens dan hal ini berhasil dilakukan, namun sayangnya tidak dapat bertahan lama. Apa yang akan kamu lakukan ketika hal ini terjadi pada presentasimu? Terdapat sebuah tips yang dapat kamu pelajari dari para pembicara TED untuk mempertahankan perhatian audiens, yaitu dengan memberikan pernyataan atau pertanyaan yang mencengangkan atau mengejutkan. Hal ini mengaktifkan rasa penasaran audiens akan penjelasan atau alasan di balik pernyataan tadi, sehingga mereka tertarik untuk mendengarkan. Setelah menjelaskan, berikanlah kesimpulan yang berlawanan dengan apa yang diperkirakan oleh audiens. Kamu dapat juga menyertakan humor untuk menghidupkan suasana.

 

  1. Berhenti sejenak selama 10 detik

Salah satu cara untuk menyita perhatian audiens adalah dengan berhenti sejenak di tengah-tengah penyampaian presentasimu. Berhentilah sejenak selama 10 detik dan tatap mata audiens selama waktu tersebut. Audiens yang bahkan sedang tidak memperhatikan atau sedang mengerjakan hal lain, akan menghentikan kegiatannya dan mengalihkan perhatian mereka ke arah presenter.

 

  1. Gunakan kata yang kuat

Presentasi yang hebat adalah presentasi yang dapat menarik perhatian audiens secara emosional. Salah satu hal yang dapat menarik perhatian audiens secara emosional adalah dengan menggunakan kata-kata. Kamu harus memilih kata yang dapat memberi gambaran secara tegas dan kuat. Misalnya dengan mengganti kata ‘sangat tua’ menjadi ‘kuno’ atau kata ‘sangat bagus’ menjadi ‘sempurna’ dan lain sebagainya.

 

  1. Ceritakan satu hal yang belum diketahui oleh audiens

Temukan hal yang berkaitan dengan topik, yang mungkin belum banyak diketahui oleh orang lain, terutama oleh audiens presentasi. Buat mereka berkata, “Wow!” dengan fakta atau hal yang kamu sampaikan. Buat mereka bersemangat untuk mendengarkan presentasimu lebih lanjut.

 

  1. Jangan membaca slide

Pernahkan kamu melihat pembicara TED yang menjelaskan dengan melihat slide presentasi mereka? Mereka bahkan membuat slide dengan sedikit sekali teks dan hal ini mengharuskan mereka untuk menjelaskan dengan cara mereka sendiri. Hal ini menjadi tips yang ke-18 yang dapat kamu pelajari dari pembicara TED, yaitu jangan membaca slide. Karena ketika kamu menyampaikan presentasi dengan membaca slide, kamu akan kehilangan perhatian audiens dan pada akhirnya audiens tidak memahami serta tidak mengingat presentasi yang kamu sampaikan.

 

Sumber : http://presentationpanda.com/blog/how-to-give-a-great-presentation-ted-talks/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

30 Tips Presentasi yang Dapat Kamu Pelajari dari TED Talks (Part 1)

Jasa Presentasi – Ketika berbicara tentang public speaking atau presentasi, kita pasti terpikirkan tentang TED Talks. Mengapa? TED merupakan organisasi non profit yang menggelar sebuah konferensi dengan tokoh-tokoh inspiratif dalam berbagai bidang sebagai pembicaranya. TED mengunggah video-video presentasi tersebut secara online dan gratis. Banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari konferensi TED terutama dari segi konten. Namun tidak hanya itu, teknik dan cara public speaking dari pembicaranya juga dapat dijadikan pelajaran dan menjadi inspirasi bagi public speaker atau presenter lain.

Para pembicara pada konferensi TED memang memiliki cara mereka sendiri dalam menyajikan materi, namun kebanyakan dari mereka tidak hanya memiliki konten yang inspiratif, tetapi cara dan teknik penyampaian mereka juga dapat dijadikan inspirasi. Berikut beberapa tips presentasi yang terinspirasi dari pembicara TED.

  1. Berikan cerita yang menyentuh emosi

Cerita tidak hanya dapat menarik perhatian audiens, tetapi juga dapat menambah daya ingat dan meningkatkan empati. Tony Robbins, seorang pebisnis, advokat multi-level marketing, dan penulis, mengatakan bahwa “informasi tanpa emosi itu tidak dapat dipertahankan.” Artinya, tanpa adanya emosi atau cerita, sebuah informasi tidak ada tahan lama dalam ingatan audiens.

  1. Kenakan dan lakukan hal yang membuatmu merasa “mengagumkan” di atas panggung

Ketika berada di atas panggung, kamu adalah seorang bintang, seseorang yang menjadi pusat perhatian. Banyak orang yang merasa grogi dan kurang percaya diri karena hal ini. Agar kamu lebih percaya diri, kenakanlah pakaian yang membuatmu nyaman, tetapi sopan. Dan untuk menambah kepercayaan diri serta kesan audiens terhadap presentasimu, kamu dapat menggunakan properti, seperti yang dilakukan Pat Flynn, yang mengenakan pakaian dengan tema Back to The Future ketika sedang menyampaikan presentasinya yang berjudul “How to Futureproof Your Brand”.

  1. Tersenyum membuatmu terlihat lebih pandai

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa semakin lama pembicara TED tersenyum, mereka akan dinilai memiliki tingkat intelegensi yang semakin tinggi. Meskipun hal ini tidak selalu benar, namun paling tidak dengan tersenyum, kamu menunjukkan bahwa kamu percaya diri dan dapat dipercaya.

  1. Pastikan slide presentasimu memiliki visual dan feel yang konsisten

Slide yang baik adalah slide yang konsisten, baik dalam hal visual atau feel-nya. Ketika kita melihat presentasi TED, para pembicara TED memiliki slide yang konsisten dalam hal visual dan feel. Konsistensi dalam presentasi membantu audiens untuk fokus pada topik dan konten. Namun perlu diperhatikan juga agar presenter dapat membuat slide yang satu dengan yang lainnya dapat dibedakan, sehingga audiens tidak merasa bingung dan dapat mengingatnya lebih lama.

  1. Buat ceritamu seperti nyata

Ketika menjelaskan sebuah cerita, pastikan untuk membuatnya terasa hidup dengan menjelaskannya secara spesifik dan detail. Gunakan ekspresi wajah dan gestur yang tepat agar cerita semakin hidup.

  1. Gunakan teks yang minimal

Seperti yang telah dibahas pada artikel-artikel sebelumnya, bahwa audiens akan lebih mudah memahami dan mengingat sebuah presentasi jika slide yang disajikan menggunakan sedikit teks dengan ukuran font yang besar. Selain itu, dengan melakukan hal ini, audiens tidak perlu membagi perhatian mereka untuk mendengarkan penjelasanmu atau membaca isi slide presentasimu. Dan agar slide tidak terlalu kosong, kamu dapat juga memanfaatkan gambar, ikon, simbol, atau visual lainnya untuk menekankan pesan dalam suatu slide.

 

Sumber : http://presentationpanda.com/blog/how-to-give-a-great-presentation-ted-talks/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

4 Gaya Presentasi dari Para Presenter Terkenal

Jasa Presentasi – Meraih kesuksesan dalam presentasi merupakan keinginan bagi semua presenter. Namun terkadang, terdapat hambatan yang menyebabkan mereka tidak berhasil dalam menyampaikan pesan presentasi ke audiens, misalnya menggunakan metode yang kurang tepat dalam menyampaikan presentasi atau kurang komunikatif dalam penyampaian. Agar kamu tidak menjadi salah satu presenter yang gagal dalam presentasi, berikut ini disajikan beberapa gaya presentasi yang dilakukan oleh tokoh-tokoh terkenal, yang dapat menjadi contoh dan solusi untuk menentukan gaya apa yang harus diterapkan dalam presentasimu selanjutnya.

Visual Style

Steve Jobs merupakan salah satu tokoh terkenal yang memiliki gaya presentasi dengan visual. Presenter yang memiliki gaya presentasi ini akan menggunakan lebih banyak gambar dibandingkan teks, bahkan bisa jadi ia tidak menggunakan teks sama sekali. Gaya presentasi ini bisa dilakukan juga oleh kamu yang memiliki sedikit waktu untuk melakukan persiapan atau melakukan presentasi itu sendiri.

Free Form Style

Sir Ken Robinson merupakan salah satu presenter TED yang video presentasinya paling banyak dilihat. Ia menyampaikan presentasi tanpa slide atau naskah, akan tetapi ia mengetahui bagaimana menyampaikan presentasi dengan menarik dan mudah dipahami. Ia menggunakan humor dan cerita untuk menjelaskan poin yang ingin disampaikan. Kamu dapat mencontoh cara Sir Ken Robinson ketika kamu diharuskan menyampaikan presentasi tanpa persiapan atau secara mendadak.

Instruktur/Coach Style

Al Gore, mantan wakil presiden Amerika Serikat ini merupakan salah satu contoh tokoh yang sering menggunakan gaya instruktur dalam menyampaikan presentasi. Gaya ini dapat digunakan ketika kamu akan menyampaikan konten yang kompleks. Jika di diterapkan dengan tepat dan dibantu oleh visual yang mendukung, gaya presentasi ini dapat sangat persuasif. Cobalah untuk menyeimbangkan fokus antara materi dan audiens.

Storyteller Style

Salah satu cara untuk meraih kesuksesan presentasi adalah terhubung dengan audiens. Dan salah satu cara agar audiens terhubung dengan presenter adalah dengan menyertakan cerita. Audiens akan tertarik dan lebih mudah memahami apa yang disampaikan dalam presentasi ketika disampaikan dengan menyertakan cerita. Jill Bolte Taylor adalah salah satu tokoh terkenal yang menerapkan gaya presentasi ini. Ia dapat menyampaikan presentasi menggunakan kata-kata yang kuat dan emosional.

 

Empat gaya presentasi di atas merupakan sebagian kecil gaya presentasi yang ada di dunia. Namun, gaya presentasi di atas dapat memberikan inspirasi atau contoh untuk kamu yang masih bingung menentukan gaya presentasi apa yang akan digunakan pada presentasimu selanjutnya.

 

Sumber : https://24slides.com/blog/6-presentation-styles-famous-presenters/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

4 Kesalahan Ini Membuat Calon Investormu Lari

Jasa Presentasi – Menjabarkan ide bisnis yang ditujukan pada calon investor merupakan salah satu jenis presentasi yang paling menegangkan, karena dapat menentukan masa depan sebuah bisnis. Oleh karenanya, banyak presenter yang merasa grogi dan gugup ketika harus melakukan presentasi di depan investor. Rasa grogi dan gugup yang meliputi presenter justru akan membuatnya semakin banyak membuat kesalahan dalam penyampaiannya.

Tidak peduli seberapa hebat ide sebuah bisnis, jika dijelaskan dengan presentasi yang buruk, maka dapat berakibat buruk pada ide bisnis tersebut. Bagaimana mencegahnya? Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh banyak presenter ketika menyampaikan ide bisnisnya kepada investor.

  1. Perencanaan yang buruk

Perencanaan merupakan langkah awal yang harus ditempuh sebelum seseorang melakukan suatu kegiatan, tidak terkecuali dengan presentasi. Agar presentasi dapat berjalan lancar dan tersusun rapi, seorang presenter harus melakukan perencanaan yang matang, mulai dari outline materi yang akan disampaikan hingga perencanaan slide presentasi dan penyampaian. Perencanaan yang baik dan matang berguna agar presenter dapat menyampaikan presentasi dengan baik, terstruktur, serta menarik, sehingga calon investor akan mudah memahami dan tertarik untuk melakukan investasi. Selain itu, jika perencanaannya saja sudah buruk, tidak menutup kemungkinan bahwa pelaksanaannya pun akan buruk.

  1. Membuat presentasi satu arah

Beberapa orang yang baru berpengalaman dalam melakukan pitch deck cenderung menyampaikan presentasi seperti melakukan monolog dibandingkan diskusi. Hal inilah yang akan membuat audiens atau calon investor bingung dan akhirnya ragu apakah akan melakukan investasi atau tidak. Solusinya, cobalah untuk membuat presentasi seperti sedang melakukan meeting atau diskusi, misalnya dengan mengambil inisiatif untuk bertanya pada investor mengenai pendanaan.

  1. Berusaha terlalu keras untuk memberi kesan yang baik

Kebanyakan orang yang pertama kali melakukan presentasi pitch deck akan berusaha terlihat baik di mata calon investornya. Oleh karenanya, ia akan berusaha keras untuk menonjolkan kelebihan ide bisnisnya dan mengabaikan kelemahan yang mungkin sudah diketahui oleh calon investor. Hal ini justru akan menimbulkan keraguan pada investor, karena penjelasan yang berlebihan tersebut. Untuk itu, tidak menjadi masalah untuk menjelaskan kelemahan bisnismu, asalkan kamu memiliki solusi untuk mencegah atau menanganinya.

  1. Melebih-lebihkan data

Masih berhubungan dengan kesalahan nomer 3 yaitu tentang melebih-lebihkan kebaikan ide bisnismu. Ketika presenter menyajikan data yang tidak realistik atau berlebihan dan mungkin calon investormu mengetahui hal tersebut, akan membuat calon investormu ragu atau bahkan memutuskan untuk tidak melakukan investasi pada bisnismu. Untuk itu, sajikanlah data yang realistik, karena selain terlihat nyata, juga dapat membuat investor lebih mudah memahami bagaimana mereka akan membantu jika mereka memutuskan untuk melakukan investasi.

 

Kesalahan-kesalahan di atas merupakan contoh buruk dari penyampaian ide bisnis kepada investor dan perlu dihindari demi kesuksesan presentasi. Manfaatkan kesalahan-kesalahan tersebut untuk membuat pitch deck yang lebih baik, sehingga dapat menarik investor.

 

Sumber : https://24slides.com/blog/top-4-mistakes-when-pitching-a-business-idea-to-investors/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

9 Tips Membuat Presentasi Akademikmu Menarik

9 Tips Membuat Presentasi Akademikmu Menarik

9 Tips Membuat Presentasi Akademikmu Menarik

Jasa Presentasi – Presentasi akademik seringkali dianggap sebagai presentasi yang serius, kompleks, dan bersifat teoritis. Anggapan inilah yang membentuk anggapan lain bahwa presentasi akademik merupakan presentasi yang membosankan dan tidak menarik. Hal ini diperparah dengan cara penyampaian presenter yang terlalu serius. Padahal topiknya merupakan topik yang penting bagi siswa atau mahasiswa. Oleh karena itu, presenter perlu mengubah cara penyampaian mereka menjadi lebih menarik dan mudah dipahami. Berikut disajikan beberapa tips mengubah presentasi akademik yang membosankan menjadi lebih menarik.

  1. Buat slide dengan simple

Meski hanya sebagai pendukung, slide juga perlu dibuat dengan menarik. Sertakan sedikit teks dalam satu slide, sertakan inti atau poinnya saja. Jika terdapat banyak informasi yang perlu disertakan, buatlah atau bagilah ke dalam beberapa slide. Hal ini memang akan menambah jumlah slide, akan tetapi ini lebih baik dibandingkan menjejalkan banyak informasi dalam satu slide.

  1. Gunakan visual

Selain teks yang singkat, sertakan juga gambar, video, atau lainnya ke dalam presentasi. Gunakan visual yang sesuai dan mendukung konten. Selain menambah pemahaman, visual juga akan membuat slide menjadi lebih menarik.

  1. Kenali audiens

Presenter harus mengetahui siapa orang-orang yang akan menjadi audiens presentasinya, bagaimana latar belakang dan karakteristik mereka secara umum. Hal ini bertujuan agar presenter dapat mengetahui metode serta teknik yang akan digunakan untuk menjelaskan topik pada, sehingga lebih mudah dipahami dan diingat oleh audiens.

  1. Tarik perhatian audiens

Agar presentasi berhasil dan pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh audiens, presenter perlu menarik perhatian audiens. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat mereka terlibat, misalnya dengan memberikan pertanyaan diskusi. Sertakan juga humor dan cerita di dalamnya.

  1. Gunakan contoh dan perumpamaan

Topik akademik yang bersifat serius dan teoritis akan lebih mudah dipahami jika dijelaskan dengan menggunakan contoh atau perumpamaan. Gunakan contoh yang relevan dan mudah dipahami, jangan sampai contoh atau perumpamaan malah membuat audiens bingung.

  1. Berhati-hati ketika menggunakan jargon

Jargon merupakan istilah-istilah khusus yang dimiliki oleh bidang-bidang tertentu. Jargon, jika digunakan dalam presentasi memang akan membuat presenter terlihat lebih intelektual dan kredibel, namun hal ini belum tentu dipahami oleh audiens. Oleh karena itu, perhatikan penggunaan jargon ketika sedang menyampaikan presentasi. Jika memang harus menggunakan jargon, sertakan juga penjelasannya.

  1. Sertakan bahasa nonverbal

Penjelasan verbal memang merupakan unsur utama dalam presentasi atau public speaking. Namun terdapat unsur penting lainnya yang perlu disertakan, yaitu bahasa nonverbal, seperti ekspresi wajah dan body language. Bahasa nonverbal berfungsi untuk membuat audiens terhubung dan memberikan penekanan pada konten presentasi. Akan tetapi, penggunaan bahasa nonverbal juga perlu diperhatikan agar tidak berlebihan dan mengganggu presentasi.

  1. Akhiri presentasi dengan kesimpulan

Kesimpulan merupakan hal yang penting dalam presentasi akademik. Karena hal ini menunjukkan rangkuman atau inti dari seluruh konten presentasi. Oleh karena itu, akhirilah presentasi dengan memberikan kesimpulan, untuk memastikan bahwa audiens memahami apa yang disampaikan dalam presentasi setelah meninggalkan ruangan.

  1. Berlatih

Berlatih merupakan salah satu kunci kesuksesan bagi setiap praktek, tidak terkecuali dengan presentasi. Buatlah waktu untuk berlatih dan lakukanlah beberapa kali sampai presenter lancar. Selain itu, berlatih juga dapat membuat presenter menjadi lebih percaya diri sehingga penyampaiannya akan lebih mudah dipahami.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Capai Tujuan Presentasi dengan Menutup Gap

Capai Tujuan Presentasi dengan Menutup Gap

Capai Tujuan Presentasi dengan Menutup Gap

Jasa Presentasi – Bagi sebagian besar orang, presentasi atau public speaking merupakan hal yang menakutkan. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa semua orang menginginkan presentasi atau public speaking yang dilakukannya meraih kesuksesan. Akan tetapi tentu saja akan ada hambatan, besar atau kecil, untuk mencapainya. Dan menjadi tugas presenter untuk mengatasi hambatan tersebut.

Salah satu hambatan dalam presentasi yang paling umum adalah adanya gap atau jarak antara presenter dan audiens. Jarak di sini maksudnya adalah ketimpangan atau perbedaan antara presenter dan audiens presentasi. Jasmine Woon dalam tulisannya di Highspark membagi gap presentasi menjadi 3, yaitu knowledge gap, feelings gap, dan capabilities gap. Bagaimana mengatasi hambatan ini? Bagaimana menutup gap antara presenter dan audiens untuk mencapai tujuan presentasi?

Knowledge Gap

Presenteri merupakan sumber informasi dalam presentasi. Oleh karena itu presenter harus menguasai dan mendalami topik atau yang berhubungan dengan topik. Karena hal inilah, terkadang presenter menyajikan terlalu banyak data dan informasi yang belum tentu diperlukan oleh audiens. Banyak presenter yang salah paham dan beranggapan bahwa semakin banyak data, maka presenter akan terlihat semakin kredibel. Padahal belum tentu. Faktanya, data yang tidak perlu dapat menjadi penganggu bagi inti pesan yang ingin disampaikan dalam presentasi.

Untuk mengatasinya, presenter perlu mengidentifikasi knowledge gap dengan mencari tahu informasi apa yang dibutuhkan audiens. Hilangkan hal-hal yang tidak relevan atau tidak dibutuhkan dalam presentasi dan buat audiens mempercayai bahwa informasi yang disajikan merupakan hal yang penting dan harus diketahui audiens.

Feelings Gap

Fakta dan data saja tidak cukup untuk menjelaskan sebuah konten dalam presentasi. Karena biasanya presentasi yang sukses adalah presentasi yang dapat menarik audiens secara emosi dengan membuatnya terhubung dengannya.

Untuk menjembatani gap ini, presenter perlu menciptakan gambaran yang jelas, karena audiens akan lebih mudah memahami dan mengingat jika presenter dapat mendorong imajinasi mereka. Dan menggunakan perumpamaan serta visual merupakan salah satu cara yang dapat membantu untuk meningkatkan daya ingat. Selain itu, membagikan hal personal, seperti anekdot dan analogi juga dapat menjadi cara untuk meningkatkan pemahaman audiens, karena hal ini dapat membangkitkan respon emosional mereka.

Capabilities Gap

Gap terakhir yang perlu ditutup oleh presenter untuk mencapai kesuksesan dalam presentasi adalah capabilities gap. Untuk mengatasi gap ini, presenter perlu menemukan permasalahan yang sedang dihadapi audiens, kemudian menawarkan solusi untuk mengatasinya. Namun berikan solusi yang sesuai dengan kemampuan mereka, sehingga audiens akan merasakan manfaat ketika dapat menjalankan solusi tersebut.

 

Memang tidak mudah untuk mencapai tujuan presentasi, namun bukan berarti tidak bisa. Langkah pertama untuk sukses adalah dengan memahami audiens, kemudian identifikasi apa yang audiens butuhkan untuk mencapai tujuan yang sama dengan presenter, yaitu dengan memberikan konten yang informatif dengan menyertakan cerita yang dapat membangkitkan emosi audiens serta memudahkan ide atau solusi untuk dieksekusi.

 

Sumber: https://highspark.co/closing-gaps-business-presentation/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

3 Langkah Simpel Menyampaikan Presentasi Persuasif

3 Langkah Simpel Menyampaikan Presentasi Persuasif

3 Langkah Simpel Menyampaikan Presentasi Persuasif

Jasa Presentasi – Presentasi persuasif biasanya berkaitan dengan presentasi pemasaran atau presentasi penjualan. Ketika melakukan presentasi ini, presenter harus membujuk dan meyakinkan audiens mengenai apa yang sedang disampaikannya. Hal ini tidaklah mudah untuk dilakukan. Namun terdapat beberapa cara/langkah yang dapat diambil oleh presenter ketika sedang melakukan presentasi persuasif yang dikemukakan oleh B.J. Fogg.

  1. Buat audiens tertarik untuk melakukannya

Hal pertama yang perlu dilakukan presenter ketika melakukan presentasi persuasif adalah dengan membuat penjelasan yang dapat menarik minat audiens. Misalnya dengan mengarahkan audiens untuk mengubah sudut pandang mereka menjadi sudut pandang yang diingingkan presenter. Untuk melakukan hal ini, presenter perlu mengetahui kelemahan dari cara pandang audiens saat ini, kemudian jelaskan dampak negatif jika audiens tidak melakukan perubahan. Setelah itu, berikan solusi sesuai dengan hal yang menjadi tujuan presenter melakukan presentasi. Sampaikan dengan jelas dan yakin, sehingga audiens tertarik dan mau untuk melakukannya.

  1. Buat permintaan yang dapat dilakukan

Untuk melakukan langkah ini, presenter perlu memahami audiens. Ketahui kemampuan dan kapasitas audiens. Hindari meminta audiens melakukan hal yang sulit untuk dilakukan. Yakinkan audiens bahwa apa yang disampaikan presenter merupakan hal yang menarik dan mudah untuk dilakukan.

  1. Dorong audiens untuk bertindak

Tutuplah presentasi dengan membuat pernyataan yang dapat mendorong audiens untuk segera bertindak (call to action). Hal ini penting dilakukan untuk meraih kesuksesan dalam presentasi. Kebanyakan presenter gagal karena tidak memiliki call to action yang jelas. Oleh karena itu, fokuskan juga latihan presentasi untuk menyampaikan call to action yang baik, jelas, simpel, dan dapat dipahami oleh seluruh audiens. Hal ini dilakukan agar persepsi dan pemahaman seluruh audiens dapat sesuai dengan apa yang ingin disampaikan presenter.

 

Presentasi persuasif akan berhasil jika presenter dapat meyakinkan audiens dengan baik dan memiliki call to action yang jelas. Ikuti langkah-langkah tersebut dan sesuaikan dengan konten yang akan disampaikan.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Bagaimana Membuat Presentasimu Menjadi Viral?

Bagaimana Membuat Presentasimu Menjadi Viral?

Bagaimana Membuat Presentasimu Menjadi Viral?

Jasa Presentasi – Ketika slide presentasi digunakan untuk memvisualisasikan penjelasan lisan, berarti peran slide presentasi adalah sebagai pendukung. Namun saat ini slide presentasi tidak hanya digunakan untuk memvisualisasi penjelasan lisan, tetapi juga dapat menjadi sumber informasi.

Saat ini terdapat banyak situs yang menjadi wadah bagi slide presentasi atau video presentasi, sehingga memudahkan slide presentasi untuk dibagikan secara online, seperti slideshare, slideboom, speakerdeck, noteandpoint, dan lain-lain. Meski begitu, membuat orang lain untuk men-share presentasimu bukanlah hal yang mudah. Karena banyaknya informasi dan konten yang muncul secara online setiap hari.

Untuk itu, desainer presentasi harus membuat slide presentasi yang memiliki informasi dan konten yang banyak diminati dan disukai oleh banyak orang. Apa saja topik yang disukai oleh banyak orang, yang dapat menjadi konten dalam presentasimu?

Kegunaan

Masyarakat sangat menyukai konten yang berisi tentang kegunaan atau manfaat atau tutorial. Mengapa? Karena saat ini masyarakat lebih suka mencari cara melalui internet dibandingkan bertanya kepada orang lain secara langsung, karena hal ini lebih cepat dan mudah untuk dilakukan. Oleh karena itu, membuat presentasi menggunakan pendekatan “how to” akan sangat efektif dan berpotensi untuk dishare oleh banyak orang. Buatlah slide presentasi yang kontennya berupa solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh banyak orang.

Hiburan

Hiburan juga menjadi salah satu konten yang paling disukai oleh masyarakat. Tujuan dari kebanyakan orang yang berselancar di internet setiap hari adalah untuk mencari hiburan. Makanya saat ini, akun-akun media sosial yang menyajikan konten berupa hiburan lebih disukai, terutama konten berupa lelucon dan meme. Dengan fakta ini, desainer dapat memanfaatkannya untuk membuat konten slide presentasi yang akan disukai dan kemungkinan besar dishare oleh banyak orang. Buatlah konten presentasi yang memuat hiburan untuk menarik audiens. Sertakan lelucon dan visual yang menarik di dalamnya.

Inspirasi

Selain kedua hal di atas, konten yang tidak kalah menarik untuk dishare adalah konten inspirasi, misalnya konten yang berisi quote, kisah nyata yang inspirasional, fakta-fakta, dan lain-lain. Oleh karena itu, manfaatkan fakta ini untuk membuat presentasimu menjadi viral. Pastikan kontennya tidak mengada-ada dan sesuai kenyataan.

 

Presentasi yang viral tidak hanya membuat presentasi itu sendiri menjadi terkenal tetapi dapat juga membuat orang atau instansi atau organisasi yang menciptakannya menjadi viral. Apalagi jika digunakan untuk melakukan pemasaran. Manfaatkan daftar di atas untuk membuat konten presentasi yang disukai oleh audiens, sehingga presentasi dapat dishare oleh banyak orang dan menjadi viral.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Persiapan Presentasi – Membuat Checklist

Persiapan Presentasi – Membuat Checklist

Persiapan Presentasi – Membuat Checklist

By failing to prepare, you are preparing to fail” – Benjamin Franklin

Quote di atas menggambarkan betapa pentingnya melakukan persiapan. Begitu juga ketika akan melakukan presentasi. Presenter perlu melakukan persiapan yang matang agar presentasi dapat berjalan dengan lancar dan meraih kesuksesan.

Terdapat sebuah cara untuk melakukan persiapan dalam presentasi dari sketchbubble, yaitu dengan membuat checklist dan berfokus pada poin penting yang akan disampaikan. Berikut beberapa pertanyaan yang dapat digunakan untuk membuat checklist dalam mempersiapkan presentasi.

  • Apa tujuan presentasi?

Setiap presentasi pasti memiliki tujuan, entah itu untuk memberikan informasi, membujuk atau meyakinkan. Buatlah tujuan yang lebih spesifik, misalnya untuk membuat audiens memahami dan mengingat konten. Tuliskan dalam bentuk daftar, kemudian tuliskan juga cara untuk mencapai tujuan tersebut, misalnya ketika presenter menginginkan audiens untuk memahami dan mengingat konten, presenter dapat melakukannya dengan mengulang kata kunci.

  • Seberapa jauh penguasaan presenter terhadap topik?

Presenter perlu mengetahui seberapa jauh dirinya menguasai topik presentasi, Untuk itu, presenter perlu membuat daftar yang berisi tentang konten yang akan disampaikan atau yang berkaitan dengan topik. Buat outline mengenai konten yang akan disampaikan. Setelah itu, berikan tanda untuk konten yang telah dikuasai, agar jelas mana yang harus dipelajari lebih lanjut dan mana yang hanya perlu diulangi.

  • Siapa audiensnya? Metode apa yang tepat untuk digunakan?

Sebelum melakukan presentasi, presenter harus mengetahui siapa audiensnya, karena hal ini akan menentukan dan menjadi pertimbangan mengenai cara dan metode yang tepat untuk menyampaikan presentasi. Setelah mengetahui siapa audiens presentasi, buatlah daftar mengenai cara atau metode serta media yang akan digunakan untuk menjelaskan. Misalnya, ketika presenter akan melakukan presentasi di hadapan audiens mahasiswa berusia rata-rata 20 tahun, presenter dapat menggunakan metode bercerita, memberikan contoh, menyertakan humor, video, atau properti.

  • Seberapa jauh audiens mengetahui tentang topik dan apa yang ingin mereka ketahui?

Setelah mengetahui siapa audiens (minimal pekerjaan, usia, dan pendidikan) presentasi, presenter pasti akan menemukan atau mengetahui kapasitas pengetahuan audiens mengenai topik yang akan dipresentasikan. Manfaatkan daftar yang telah dibuat ketika membuat outline, kemudian tandai konten yang kira-kira sudah diketahui audiens. Untuk konten yang tidak tertandai, pikirkanlah cara yang efektif untuk menyampaikannya sehingga audiens akan lebih mudah memahami dan mengingatnya. Selain itu, ketahui juga konten (yang berkaitan dengan topik) yang ingin diketahui audiens. Jika perlu, tambahkan dalam presentasi, kemudian susun ulang outline. Namun jika hal ini dirasa tidak terlalu penting, maka tidak perlu disertakan dalam presentasi.

  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyampaikan presentasi?

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam presentasi adalah waktu Setelah mengetahui topik dan konten apa saja yang akan disampaikan dalam presentasi, ketahui juga berapa lama waktu yang diberikan, kemudian alokasikan waktu pada konten yang sudah dibuat outline. Usahakan untuk tidak melebihi waktu dalam menyampaikan presentasi. Alokasikan waktu untuk setiap konten dengan tepat.

  • Apa yang perlu disertakan dalam presentasi – data, fakta, tokoh, cerita, atau anekdot?

Buatlah daftar mengenai hal-hal yang akan disertakan dalam presentasi, selain konten, seperti data, fakta, figur, cerita, atau properti. Pastikan hal yang disertakan tersebut relevan dan mendukung konten serta penjelasan. Kemudian latihlah penyampaian hal-hal ini agar tidak canggung. Hindari untuk menambahkan hal-hal tersebut tepat sebelum melakukan presentasi, karena dapat membuat bingung presenter, sehingga tidak mudah dipahami audiens.

  • Apakah membutuhkan visual dan visual yang seperti apa yang akan disertakan?

Presentasi tanpa visual akan terasa hambar. Oleh karena itu, sertakan juga visual yang menarik dan mendukung presentasi. Buat daftar mengenai bentuk visual apa saja yang akan disertakan, apakah berupa gambar, video, atau keduanya. Hal ini dilakukan agar presenter mudah dalam mempelajarinya.

 

Jawablah pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk memudahkan dalam membuat daftar (list) atau checklist. Dengan membuat checklist diharapkan presenter lebih mudah mempelajari dan berlatih.