12 Fakta Tentang Presentasi yang Harus Kamu Tahu

12 Fakta Tentang Presentasi yang Harus Kamu Tahu

12 Fakta Tentang Presentasi yang Harus Kamu Tahu

Jasa Presentasi – Sukses dalam presentasi adalah keinginan setiap presenter. Kesuksesan presentasi dapat dilihat dari keberhasilan presenter dalam menyampaikan pesan dan informasi kepada audiens, sehingga presentasi yang telah disampaikan dapat diingat oleh audiens dan dapat menjadi inspirasi bagi mereka. Namun, hal ini tidak mudah dilakukan jika presenter tidak mengetahui hal-hal yang dapat menarik perhatian audiens atau trik untuk keberhasilan presentasi. Berikut ini beberapa fakta yang dapat dijadikan acuan untuk keberhasilan presentasi.

  1. Sebagian besar manusia takut pada public speaking. Oleh karena itu, merupakan hal yang wajar ketika seseorang (presenter) mengalami kecemasan sebelum presentasi. Meski begitu, hal ini perlu diatasi demi kelancaran presentasi.
  2. Hal yang dapat menggerakkan manusia adalah cerita. Menyampaikan sebuah cerita atau menggunakan teknik storytelling pada presentasi akan membuat audiens tertarik serta membuat materi lebih mudah dipahami dan diingat dibandingkan menyampaikan fakta dan informasi tanpa cerita, karena fakta 20 kali lebih mudah diingat jika dibungkus dengan cerita.
  3. Pembukaan atau 30 detik pertama dari presentasi akan menentukan keputusan audiens untuk memperhatikan presentasi. Oleh karena itu, lakukanlah pembukaan yang menarik, misalnya dengan memberikan cerita, pertanyaan yang dapat menggugah rasa penasaran audiens, atau dengan humor.
  4. Audiens akan lebih mudah mengingat presentasi yaitu sebesar 95% dari apa yang mereka lihat dan dengar, jika presentasi melibatkan gambar atau animasi atau simbol-simbol.
  5. Melakukan kontak mata dengan audiens akan membuat presenter terlihat lebih kompeten dan terpercaya serta dapat menciptakan hubungan emosional antara audiens dan presenter.
  6. Melakukan gerak tubuh atau body language dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi stres karena gerakan dapat melepaskan hormone endorfin.
  7. Partisipasi audiens mulai menurun secara drastik setelah 30 menit presentasi dimulai. Oleh karena itu, buat atau lakukanlah hal yang menarik pada menit tersebut.
  8. Tingkat ketertarikan audiens akan meningkat jika mereka terlibat, dan tingkat ketertarikan audiens akan semakin turun jika yang dilakukan presenter hanya berbicara tanpa melibatkan audiens. Melibatkan audiens dapat dilakukan dengan memberikan pertanyaan dan berdiskusi.
  9. Presentasi penjualan akan berhasil jika presenter lebih banyak mendengarkan dibandingkan berbicara. Gunakan sebanyak 35% dari waktu yang telah ditentukan untuk berbicara dan sebanyak 65% untuk mendengarkan.
  10. Digital dan gadget seperti ponsel dan internet merupakan gangguan terbesar untuk mempertahankan perhatian audiens. Oleh karena itu, biasanya beberapa presenter akan meminta audiens untuk mematikan ponsel sebelum presentasi dimulai.
  11. Penelitian menunjukkan bahwa level perhatian audiens paling tinggi terjadi ketika presenter menyampaikan presentasi dengan menyertakan humor, mendekati audiens, atau ketika presenter menjelaskan tanpa melihat naskah.
  12. Waktu yang dibutuhkan Steve Jobs untuk berlatih sebelum presentasi adalah 2 hari.

Fakta-fakta di atas dapat dijadikan acuan untuk desainer presentasi dan presenter dalam membuat dan menyampaikan presentasi agar lebih mudah dipahami dan diterima oleh audiens.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Begini Cara Membuka Presentasi Supaya Mengesankan (Part 2)

Begini Cara Membuka Presentasi Supaya Mengesankan (Part 2)

Begini Cara Membuka Presentasi Supaya Mengesankan (Part 2)

Jasa Presentasi – Membuka presentasi dapat mempengaruhi keputusan audiens, apakah akan melanjutkan untuk memperhatikan presentasi atau tidak. Oleh karena itu, agar audiens tertarik untuk mendengarkan presentasi, bukalah presentasi dengan hal yang menarik. Bagaimana caranya? Berikut ini disajikan beberapa cara yang dapat digunakan untuk membuka presentasi supaya mengesankan.

  1. Pernyataan Provokatif

“Buat apa jadi pengusaha kalau jadi karyawan saja sudah bisa kaya?”

Salah satu hal yang dapat menarik perhatian audiens adalah pernyataan provokatif. Pernyataan provokatif, secara tidak sadar, akan membangunkan emosi audiens dan membuatnya penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh presenter selanjutnya.

  1. Membangkitkan Rasa Penasaran

“Beberapa waktu lalu saya membuat kesalahan besar yang membuat bisnis dan hidup saya hancur.”

Cara lain untuk menarik perhatian audiens adalah dengan membuat audiens penasaran. Berikan pernyataan yang membangun ketegangan, sehingga audiens akan bertanya-tanya dan menunggu pernyataan presenter berikutnya.

  1. Buat Audiens Kaget

“Anda semua akan menjadi pengusaha sukses setelah mendengarkan presentasi ini.”

Cara ini berlawanan dengan dua cara sebelumnya. Berikan pernyataan yang berlawanan dengan nalar atau pola pikir biasa. Hal ini bertentangan dengan anggapan umum dan akan membuat audiens kaget karena pernyataan yang dianggap mustahil. Contoh di atas akan membuat audiens bertanya, “Masa iya?” dan secara tidak sadar, audiens akan tertarik dengan pembahasan yang akan disampaikan.

  1. Tunjukkan hal yang sebenarnya

“Saya sebenarnya adalah orang yang sangat pemalu dan tidak berpendidikan tinggi. Saya menjadi seperti sekarang ini karena …”

Cara lainnya untuk menarik audiens ke dalam dunia presenter adalah dengan menceritakan pengalaman atau kisah pribadi. Hal ini tidak mudah, namun jika dilakukan dengan baik akan membuat audiens tertarik pada topik yang akan dibahas. Selain itu, cerita pribadi juga dapat membangun hubungan emosional antara presenter dan audiens.

  1. Memulai dengan Visual yang Menarik

Memulai presentasi dengan menampilkan video atau gambar akan membuat audiens penasaran dan tertarik dengan apa yang akan disampaikan presenter dalam presentasinya. Sertakan video atau gambar yang sesuai dan relevan dengan topik dalam deck presentasi, sehingga selain membuat audiens tertarik, audiens juga akan lebih memahami apa yang akan disampaikan dalam presentasi.

  1. Gunakan keheningan

Cara efektif lainnya yang dapat digunakan untuk menarik perhatian audiens dalam presentasi adalah dengan memanfaatkan keheningan untuk mengendalikan ruangan (audiens). Cara ini cukup efektif, jika dilakukan dengan benar, untuk mengalihkan semua perhatian audiens pada presenter dan membuat audiens penasaran dan tertarik dengan apa yang selanjutnya akan disampaikan dalam presentasi.

  1. Memulainya dengan bantuan properti

Mengingat pandangan manusia lebih mudah tertarik oleh gerak dan visual, cara lain untuk membuka presentasi dengan menarik adalah dengan menggunakan properti atau perlengkapan yang ada maupun yang sengaja dipersiapkan. Hal ini tidak hanya menambah efek dramatis, tetapi juga akan mengalihkan dan mempertahankan perhatian audiens pada podium presentasi.

  1. Gunakan kata “bayangkan”

“Bayangkan jika Anda sedang dalam pesawat yang mengalami turbulence. Pikirkan bagaimana Anda akan menghadapi situasi ini?”

Terkadang membimbing (mendorong) audiens untuk menggunakan imajinasi mereka adalah cara yang tepat agar presenter mudah dalam menyampaikan pesan kepada audiens dalam presentasi. Gunakan kata “coba bayangkan,” “coba pikirkan jika,” atau “coba gambarkan ini pada pikiran kalian.”

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

6 Teknik Storytelling yang Ampuh Digunakan dalam Presentasi

6 Teknik Storytelling yang Ampuh Digunakan dalam Presentasi

6 Teknik Storytelling yang Ampuh Digunakan dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Sebuah fakta menunjukkan bahwa pikiran manusia deprogram untuk lebih mudah dalam memproses informasi dalam bentuk cerita. Atau dengan kata lain, manusia lebih mudah mengingat sebuah cerita dibandingkan penjelasan biasa, karena cerita akan mengaktifkan imajinasi manusia.

Fakta ini dapat dijadikan referensi dalam menyampaikan presentasi agar penyampaian lebih menarik. Bagaimana cara menggunakan cerita agar presentasi menarik?

  1. Tenggelamkan audiens dalam sebuah cerita

Menenggelamkan audiens dalam sebuah cerita dapat membangun hubungan emosional audiens dengan topik yang disampaikan. Pilihlah cerita yang relevan dengan topik presentasi dan ceritakan dengan baik agar dapat melekat di benak audiens dalam waktu yang lama. Gunakan kata dan visual yang mendukung cerita sehingga audiens dapat memvisualisasikannya dalam pikiran mereka. Selain menarik, menyertakan cerita dalam sebuah presentasi juga membantu audiens untuk lebih mudah memahami apa yang disampaikan presenter.

  1. Gunakan cerita pribadi

Menceritakan pengalaman atau kisah pribadi lebih mudah digunakan untuk membangun hubungan emosional antara audiens dengan presenter. Perasaan simpati akan lebih mudah dibangun sehingga lebih mudah untuk presenter menarik perhatian audiens. Oleh karena itu, gunakan cerita atau pengalaman pribadi yang menginspirasi, misalnya cerita tentang keberhasilan dalam menghadapi tantangan untuk meraih kesuksesan.

  1. Ciptakan ketegangan dan klimaks

Film atau buku yang menarik memiliki cerita dengan alur dan konflik yang membuat penikmatnya seperti menaiki roller coaster. Hal ini bertujuan agar audiens mempertahankan perhatiannya dan bertanya-tanya, “Apa yang akan terjadi selanjutnya?” Begitu juga dengan presentasi yang baik. Presentasi yang menarik akan membuat audiens penasaran dengan apa yang disampaikan oleh presenter selanjutnya.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menciptakan klimaks. Pertama, ceritakan sebuah kisah atau pengalaman dan berikan klimas sebagai kesimpulan atau akhir dari cerita. Kedua, gunakan alur mundur. Ceritakan kondisi saat ini kemudian beritahu bagaimana kondisi saat ini bisa terjadi. Atau dengan cara ketiga, dengan menyampaikan cerita yang alurnya sudah dapat ditebak, tetapi kemudian sampaikan kelanjutannya dengan membuat cerita berbeda dari tebakan audiens.

Buat juga sesuatu yang akan selalu diingat oleh audiens. Sajikan fakta atau lakukan hal yang dapat mengejutkan audiens. Contohnya, ketika Bill Gates berpresentasi mengenai meningkatkan investasi untuk menanggulangi malaria, ia menyajikan sebuah statistik untuk membuktikan betapa seriusnya permasalahan ini. Kemudian ia melakukan hal mengejutkan dengan membuka sebuah wadah berisi nyamuk dan mengatakan bahwa malaria tidak hanya menyerang warga miskin.

  1. Buat karakter menjadi hidup

Karakter merupakan inti dari segala cerita. Semua hal yang dialami karakter merupakan penyebab audiens tertawa atau menangis. Cerita yang sukses adalah cerita yang berhasil menciptakan karakter yang dikenal dan memiliki karakteristik unik. Untuk melakukan hal ini, presenter harus memberikan gambaran yang jelas mengenai karakter untuk membuatnya hidup dalam benak audiens. Sehingga audiens dapat terhubung secara emosional dengan presenter maupun dengan presentasi yang disampaikan.

  1. Sampaikan pesan secara tersirat

Bercerita akan lebih menarik jika disertai juga dengan dialog. Dibandingkan dengan memberitahu audiens secara tersurat, cobalah untuk menyampaikannya dengan cara tersirat dan membuatnya menjadi sebuah cerita yang menarik.

  1. Akhiri dengan baik, positif, dan inspiratif

Presentasi yang efektik tidak hanya yang menonjolkan konflik dan klimaks, tetapi juga pemecahan masalah dengan baik, positif, dan inspiratif. Terdapat 2 pilihan untuk mengakhiri sebuah cerita, yaitu happy ending dan sad ending. Kebanyakan orang lebih menyukai cerita dengan happy ending. Padahal tidak masalah jika sebuah cerita berakhir dengan sad ending, karena yang terpenting adalah terdapat pesan positif yang menjadi kesimpulan cerita tersebut. Oleh karena itu, akhirilah cerita dengan pesan yang baik, positif, dan inspiratif, sehingga dapat menjadi panutan bagi audiens dan dapat diingat oleh audiens dalam waktu yang lama. Bungkus pesan dengan kalimat pendek namun berdampak atau frasa yang mudah diingat.

 

Agar presentasi dapat menarik perhatian audiens, sampaikanlah dengan menyertakan cerita atau menggunakan teknik storytelling. Pertimbangkan teknik yang sudah dijelaskan di atas untuk digunakan dalam presentasimu selanjutnya. Selain itu, perhatikan juga tampilan deck presentasi. Presentasi yang baik tidak hanya menggunakan kata-kata dalam penyampaiannya, tetapi juga dengan menyertakan visual yang dapat mendukung penjelasan. Karena 90% informasi yang dapat diterima oleh otak adalah informasi yang berasal dari visual.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com