Client’s Story : Klien Kami adalah Seekor Gajah?

Testimoni Klien

Testimoni Klien

Gambar di atas adalah message dari salah seorang klien di Kanada. Beberapa tahun lalu, kami pernah bekerja bersamanya untuk mengerjakan projek presentasi. Pada Januari lalu, ia kembali menghubungi kami untuk kembali bekerja sama dalam suatu projek, yaitu mendesain pitch deck. Tanpa berpikir panjang, kami pun menerima tawarannya.

Victoria Bennett – nama klien kami – adalah seorang content writer yang kebetulan sedang dipercaya untuk menyusun konten pitch deck sebuah bisnis. Karena dia tidak expert dalam bidang komunikasi visual, kami pun dipercaya olehnya untuk mengubah konten pitch deck yang berupa teks menjadi bentuk visual yang menarik.

Singkat cerita, projek pertama selesai, Victoria memberitahu bahwa kliennya hanya membutuhkan revisi minor dari desain awal yang kami kirimkan kepadanya. Mereka memberikan review positif atas hasil kerja kami. Tidak sampai situ, sebulan kemudian, Victoria kembali menghubungi kami untuk bekerja sama dengannya lagi.

Dua kali, tiga kali, empat kali…

Total kami membantu Victoria mendesain pitch deck adalah lima kali. Victoria adalah klien yang menyenangkan. Ia sangat bersahabat. Oleh karena itu, dia adalah salah satu klien kami yang sangat berkesan.

Salah satu percakapan yang akan selalu kami ingat adalah ketika ia mengatakan bahwa, “I am an elephant, I never forget, you did a great job before, and I knew I would come back to you if I needed another deck,” saya adalah seekor gajah, saya tidak akan lupa, pekerjaanmu yang lalu sangat bagus, dan saya tahu saya akan kembali menghubungimu saat membutuhkan presentasi.

Testimoni Klien

Testimoni Klien

Pesan dari Victoria ini sangat berkesan, selain karena merupakan candaan, pesan ini mengingatkan bahwa first impression itu penting, bahkan bagi sebagian orang, kesan pertama itu unforgettable. Dan first impression yang kami berikan kepada Victoria ternyata sangat membekas di benaknya, terutama ketika ia sedang membutuhkan desainer untuk presentasi atau pitch deck-nya.

First Impression

First Impression

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Client’s Story : Yang Lain Bisa Cepat, Kami Bisa Mendadak

Yang Lain Bisa Cepat, Kami Bisa Mendadak

Yang Lain Bisa Cepat, Kami Bisa Mendadak

 

Beberapa hari yang lalu, Kami mendapat email dari klien lama, Arthur namanya. Dua tahun lalu, kami menjadi konsultan presentasinya. Dia menanyakan kabar kami dan mereferensikan kami kepada koleganya yang sedang mengalami kendala dalam mendesain pitch deck untuk memperoleh pendanaan dari venture capital di Amerika Serikat.

Kemudian kami berkomunikasi langsung dengan Shaveer, kolega yang diperkenalkan Arthur kepada kami. Saat itu pukul 8 malam Waktu Indonesia Barat (pukul 8 pagi waktu Amerika), Dia mengatakan akan melakukan presentasi dalam waktu 24 jam dan sangat membutuhkan bantuan kami. Namun karena perbedaan waktu yang signifikan dan saat itu tim kami sedang berada di luar kota, kami baru sempat membalas satu jam berikutnya, pukul 9 malam. Dan saat itu dia membalas bahwa dia telah mendapatkan desainer presentasi dadakan (yang menurut penuturannya belum berpengalaman).

Baca juga : 6 Hal yang Perlu Kamu Pertimbangkan dalam Memilih Desainer Presentasi. Awas! Jangan Sampai Salah!

Baiklah, kami pikir ini belum menjadi rejeki kita dan semoga lain kali bisa bekerjasama dengan mereka kembali. Keesokan harinya saat kami dalam perjalanan menuju kantor, tiba-tiba Shaveer mengirimkan email bahwa mereka akan meng-hire kami. Kami senang bukan main, sambil bergumam “kalau rejeki mah nggak kemana”. Tidak lama berselang, mereka menelepon kami via WhatsApp dan berkata bahwa dia harus mempresentasikan pitch deck tersebut dalam waktu 4 jam. Kami yang saat itu dalam perjalanan menuju kantor segera bergegas agar bisa lebih cepat sampai kantor.

Sesampainya di kantor, kami segera berkoordinasi dengan tim desainer untuk mempercantik tampilan presentasinya. Secara berkala (setiap jam) kami memberikan update kepada klien sejauh mana progressnya. Kami beruntung memiliki banyak pengalaman dalam menangani klien dan pekerjaan dengan deadline yang bahkan bukan lagi dalam hitungan hari, tapi hitungan jam. Dalam kasus ini, dalam waktu 4 jam kami harus menyelesaikan tugas kami. Tepat satu jam sebelum presentasi semuanya selesai dan klien senang dengan kualitas pekerjaan kami.

Testimoni Klien

Testimoni Klien

Dalam industri yang perubahannya sangat cepat seperti sekarang ini memang dibutuhkan partner kerja yang tidak hanya dituntut untuk baik secara kualitas namun juga kecepatan menyelesaikan tugas. Maka tagline kami “yang lain bisa cepat, kami bisa mendadak”

 

Memilif Font yang Tepat untuk Presentasi Hebat: Serif vs San Serif

Font merupakan salah satu elemen yang selalu ada dalam presentasi. Bagi sebagian orang, font mungkin dianggap tidak terlalu berpengaruh pada visual presentasi. Padahal font tidak hanya mempengaruhi visual presentasi saja, tetapi juga bisa mempengaruhi perhatian audiens dan daya ingat mereka terhadap informasi yang disampaikan.

Sebelum menentukan font apa yang akan digunakan, kita perlu tahu jenis font dan perbedaannya satu sama lain.

Secara umum, jenis font dibagi menjadi dua, yaitu font Serif dan Sans Serif. Font Serif adalah jenis huruf yang memiliki garis kecil di ujung-ujung hurufnya. Garis-garis kecil ini berguna untuk menuntun mata pembaca sehingga teks lebih mudah dibaca. Salah satu contoh font Serif adalah Times New Roman. Sedangkan font Sans Serif merupakan jenis huruf yang tidak memiliki garis kecil. Contoh font yang tergolong dalam Sans Serif adalah Arial dan Futura.

Serif vs Sans Serif

Serif vs Sans Serif

Menentukan jenis font tergantung pada media yang akan digunakan dalam presentasi. Jika presentasi akan dilakukan secara digital, maka akan lebih untuk menggunakan font Sans Serif. Selain simple, font Sans Serif lebih mudah dibaca dibandingkan font Serif ketika resolusi media yang digunakan rendah dan ukuran font yang digunakan kecil.

Akan tetapi, jika presentasi tersebut akan dicetak dan diberikan kepada audiens dalam bentuk hardcopy, akan lebih baik untuk menggunakan font Serif. Sebab menurut penelitian yang dilakukan oleh Daniel Oppenheimer, seorang profesor psikologi di Carnegie Mellon University, font yang sulit dibaca dalam bentuk cetak akan meningkatkan daya ingat pembaca.

Sebagai tambahan, gunakan font Serif untuk emailing deck dan ketika menggunakan ukuran font besar serta gunakan font Sans Serif untuk presentasi langsung dan ketika menggunakan ukuran font kecil.

Menentukan jenis font ketika akan membuat presentasi memang terlihat sepele, tetapi memiliki pengaruh besar. Jika dipilih dengan benar, maka font bisa membantu meningkatkan visual presentasi serta membantu meningkatkan daya ingat dan ketertarikan audiens terhadap presentasi. Tapi jika salah dalam memilih, presentasi bisa terkesan membosankan, tidak menarik, dan audiens berharap agar presentasi tersebut segera berakhir.

 

Source : Ethos3

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Mempermudah Desain Presentasi dengan Slide Master

PowerPoint merupakan salah satu software pembuat presentasi yang paling umum dan paling banyak digunakan oleh masyarakat. Selain familiar, PowerPoint juga mudah untuk digunakan. Meski begitu, tidak semua orang menguasai fitur-fitur yang ada di dalamnya. Kebanyakan hanya kenal dengan kulit luarnya saja.

Salah satu fitur yang sangat bermanfaat dalam PowerPoint adalah Slide Master. Slide Master merupakan salah satu fitur yang berfungsi untuk membuat template PowerPoint. Slide Master bisa diakses dengan menemkan tab view pada menu bar PowerPoint. Ketika menu Slide Master ditekan, pengguna seperti akan dibawa ke sisi lain dari PowerPoint. Pengguna bisa mengatur layout slide dan juga membuat tema presentasi.

Untuk lebih jelasnya, berikut disajikan beberapa fungsi dan kelebihan dari Slide Master dalam PowerPoint.

 

Custom Templates

Salah satu kelemahan mendesain presentasi dengan PowerPoint adalah hasilnya terlihat mirip dengan presentasi lain pada umumnya atau kata anak muda zaman sekarang, “mainstream.” Kebanyakan orang hanya akan menggunakan layout dan template yang sudah disediakan oleh PowerPoint (template dan layout default). Hal inilah yang membuat banyak orang mengatakan bahwa “PowerPoint sucks.” Padahal pengguna bisa mengubah template dan layout sesuka hati mereka, sesuai dengan keinginan, dan lain dari pada yang lain dengan menggunakan Slide Master.

 

Changed Consistently, Automatically and Easy

Desain presentasi yang profesional dan menarik adalah presentasi yang desain antar slidenya konsisten dan Slide Master bisa membantu penerapannya menjadi mudah. Misalnya jika pengguna ingin menyertakan logo atau nomor halaman pada posisi dan style tertentu, akan lebih mudah untuk menggunakan fitur Slide Master. Dengan begitu, logo dan halaman akan diterapkan secara konsisten dan otomatis pada seluruh slide dengan layout yang sama, sehingga pengguna tidak perlu menyertakan satu per satu pada setiap slide.

Sebagai tambahan, jika pengguna ingin mengubahnya, mereka bisa mengeditnya pada Slide Master, kemudian layout dan style presentasi akan berubah sendiri sesuai dengan yang sudah diubah.

 

Save Templates for Future Use

Salah satu fungsi dan kelebihan Slide Master dalam PowerPoint yang paling menyenangkan adalah pengguna bisa menyimpan template yang sudah dibuat untuk digunakan lagi di masa mendatang. Artinya, pengguna tidak perlu kembali membuat layout dan style presentasi lagi setiap mereka akan membuat presentasi. Cukup dengan membuka atau mengaktifkan kembali template yang sudah pernah dibuat, kemudian secara otomatis layout, style, dan tema warna akan diterapkan. Sehingga pengguna hanya perlu menyertakan konten yang akan digunakan dalam presentasi. Hal ini tentu sangat memudahkan dan mempercepat pekerjaan.

 

Source : ethos3

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini!

Jasa Presentasi – PowerPoint sudah menjadi aplikasi andalan bagi mereka yang ingin mendesain presentasi. Namun seiring perkembangan jaman dan kemajuan teknologi, saat ini telah banyak bermunculan aplikasi atau software pembuat presentasi lain selain PowerPoint. Aplikasi-aplikasi ini menawarkan kemudahan dan cara yang lebih menarik serta efektif dibandingkan PowerPoint.

Salah satu contohnya adalah prezi. Prezi merupakan salah software presentasi berbasis web yang memanfaatkan teknologi ZUI (Zooming User Interface), sehingga memungkinkan penggunanya untuk memperbesar dan memperkecil tampilan presentasi secara keseluruhan. Beberapa tahun lalu, Prezi mulai booming dan banyak digunakan sebagai alternatif lain untuk membuat presentasi. Bagi mereka yang tidak ahli dalam PowerPoint dan ingin mendesain presentasi dengan lebih cepat, Prezi memang merupakan salah satu pilihan yang tepat.

Tidak hanya Prezi, terdapat beberapa alternatif pembuat presentasi berbasis web lain yang juga tidak kalah mudah dan menarik.

 

Google Slides

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Google Slides merupakan pelopor platform berbasis cloud yang memungkinkan kita untuk mendesain, berbagi, dan membuka presentasi dengan mudah secara online. Meski template yang disediakan Google Slides tidak banyak, kita masih bisa membeli template dari pihak lain yang mungkin lebih menarik untuk dikembangkan sendiri.

Cara kerja Google Slides hampir mirip seperti PowerPoint. Kita bisa menambahkan animasi dan transisi pada presentasi kita. Meski animasi dan transisi pada Google Slides tidak sebanyak yang disediakan oleh PowerPoint, namun Google Slides memudahkan kita untuk bekerja secara tim. Kita tidak perlu menunggu lampiran kita terunggah atau berbagi dengan menggunakan alat penyimpanan data eksternal. Kita hanya perlu menekan tombol share dan memasukkan alamat email yang dituju.

Selain itu, kita tidak perlu khawatir kehilangan progress desain presentasi kita saat komputer atau laptop yang kita digunakan tiba-tiba mati atau error, karena Google Slides secara otomatis menyimpannya di Google Drive.

 

Canva

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Jika diberi tugas untuk membuat presentasi secara mendadak atau ketika kita tidak memiliki banyak waktu untuk berlama-lama duduk di depan laptop menghias slide presentasi, kita tentu membutuhkan cara yang lebih cepat dan efektif serta tidak rumit untuk mendesain presentasi.

Canva mungkin bisa menjadi salah satu solusinya. Platform desain grafik berbasis web ini menyediakan banyak sekali template yang bisa kita manfaatkan untuk mendesain presentasi dengan mudah dan cepat. Tidak hanya template presentasi saja yang disediakan di sana, tetapi ada juga template desain grafik lain seperti infografik, logo, invitation, kartu nama, banner media sosial, brosur, poster, dan lain sebagainya.

Selain itu, seperti Google Slides, Canva juga memungkinkan kita untuk bekerja secara tim dengan membentuk tim kita sendiri. Anggota tim dapat mereview dan mengedit hasil desain kita (atau sebaliknya) secara langsung, tanpa kita mengirimnya. Canva juga menyediakan fitur animasi, namun fitur ini tidak gratis alias berbayar.

 

Visme

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Alternatif lain untuk menghemat waktu dan mempercepat desain presentasi adalah Visme. Seperti dua alternatif lainnya, visme juga merupakan software presentasi berbasis web yang menyediakan berbagai template. Tidak hanya presentasi, Visme juga menyediakan template infografik, chart, laporan, dan social graphic. Seperti Google Slides dan Canva, kita juga bisa menambahkan animasi, suara, dan fitur menarik lainnya di sini.

Namun sayangnya, kebanyakan konten-konten menarik di dalamnya tidaklah gratis dan berlabel “premium” yang mengharuskan kita membayar untuk “menikmatinya.”

 

PowToon

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Bosan dengan PowerPoint? Saatnya Kamu Mencoba Alternatif Presentasi Ini

Membuat animated presentation dengan PowerPoint tidaklah mudah serta membutuhkan waktu yang cukup lama (apalagi jika kita bukan orang yang ahli dalam hal ini). Namun dengan semakin berkembangnya zaman, kita tidak perlu khawatir karena orang-orang kreatif di luar sana sudah menciptkan berbagai software yang mudah dan cepat untuk digunakan.

Salah satunya adalah PowToon. Jika tiga software presentasi yang sudah dijelaskan di atas tidak terlalu menonjolkan animasi dan transisi, PowToon justru ahlinya animasi. PowToon merupakan software animasi berbasis web yang memungkinkan penggunanya untuk membuat animated presentation. Caranya cukup mudah, kita tinggal memilih objek yang sudah disediakan dan menyesuaikannya dengan kemauan kita. PowToon juga menyediakan musik dan gambar serta memungkinkan penggunanya untuk membuat dan menambahkan voice-over.

Output dari software ini berupa video. Namun untuk penggunaan secara gratis, output video tersebut akan disertai watermark PowToon.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Tiga Langkah Dasar Membuat Infografik

Jasa Presentasi – Infografik merupakan kumpulan informasi yang didesain untuk menghibur, menarik, serta mendidik para pembacanya. Infografik dapat mengubah teks statis menjadi visual yang informatif dan mudah diingat pada waktu yang bersamaan.

Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, bahwa infografik dapat meningkatkan traffic media yang kita gunakan untuk membagikan infografik. Namun bukan berarti semua infografik dapat melakukan hal tersebut. Infografik yang berpeluang besar bisa meningkatkan traffic adalah infografik yang menarik, mendidik, dan inspiratif.

Untuk membuat infografik yang demikian, kita harus tahu langkah-langkah apa saja yang harus ditempuh dalam membuat infografik.

Langkah 1 – Memilih Topik

Langkah awal yang harus dilakukan ketika akan membuat infografik adalah memilih topik. Topik merupakan hal umum yang akan dibahas dalam sebuah konten. Ketika akan memilih topik untuk infografik, pilihlah topik yang sesuai dengan bisnis atau usaha yang sedang dijalani. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan topik di luar bisnis atau usaha yang sedang dijalani, namun pastikan topik tersebut masih berkaitan dengan latar belakang bisnis. Pastikan juga konten di dalamnya tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat secara umum.

Gali topik dengan lebih dalam untuk memperoleh informasi berharga yang mungkin masih sedikit diketahui oleh banyak orang.

Langkah 2 – Mendesain Infografik

Langkah selanjutnya setelah mendapat seluruh informasi dan data mengenai topik yang akan dibahas adalah memvisualisasikannya ke dalam bentuk yang lebih kreatif. Bagi konten ke dalam beberapa kategori dan tentukan ukuran serta layout infografik.

Gunakan konten visual (gambar, ikon, grafik, warna, shape) yang relevan dengan topik infografik. Misalnya jika topik berkenaan dengan restoran, gunakan tema dan konten visual yang berkaitan dengan restoran, seperti sendok, garpu, pisau, piring, dan lain-lain.

Desainlah infografik secara kreatif, namun jangan terlalu berlebihan, karena bisa membuat infografik menjadi terlalu kompleks. Ingatlah bahwa infografik diciptakan untuk memudahkan audiens dalam memahami konten di dalamnya.

#Tips : Untuk mendapatkan lebih banyak inspirasi dan ide, kunjungilah situs-situs inspiratif seperti Pinterest, Canva, dan lainnya.

Langkah 3 – Beri Identitas pada Infografik

Setelah selesai mendesain, periksa kembali hasil desain secara detail dan teliti. Pastikan desain infografik tidak membuat konten semakin rumit, tetapi membuatnya menarik dan mudah dipahami. Pastikan juga untuk memberikan identitas pada infografik tersebut. Sehingga kita bisa mengklaim infografik tersebut sebagai karya kita ketika suatu saat infografik tersebut menjadi viral. Dengan begitu, kita bisa menaikkan pamor dan citra serta kredibilitas diri sebagai kreator infografik.

Selain itu, jika informasi dan data dalam infografik didapat dari situs atau orang lain, sertakan juga sumbernya. Hal ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang mungkin terjadi di masa depan, seperti plagiarisme dan tuduhan plagiat.

 

Sumber : Forbes


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Infografik itu Powerful dan Efektif! Mengapa?

Jasa Presentasi – Secara singkat, infografik merupakan hasil kombinasi antara data dan desain. Secara lebih detail, infografik adalah salah satu cara penyajian informasi, data, atau pengetahuan (terutama konten yang kompleks) menjadi bentuk visual yang menarik dan lebih cepat serta mudah untuk dipahami. Tujuan adanya infografik adalah untuk memudahkan pembaca dalam memproses informasi tanpa harus membaca teks dengan jumlah banyak.

Inilah mengapa infografik menjadi cara yang efektif untuk menyampaikan informasi, data, atau pengetahuan yang bersifat kompleks. Selain itu, terdapat alasan lain mengapa infografik merupakan media yang efektif dan powerful untuk menjelaskan konten, antara lain sebagai berikut.

  • Kebanyakan dari kita memiliki rentang perhatian yang pendek, sehingga otak lebih peka ketika melihat konten berupa gambar, dibandingkan membaca konten berupa teks dengan jumlah yang banyak.
  • Dengan semakin berkembangnya teknologi, manusia semakin dimudahkan dalam segala hal, terutama dalam bidang komunikasi. Kemajuan ini membuat manusia menjadi semakin mudah dan cepat dalam memperoleh informasi dan berita. Setiap hari, kita dijejali dengan banyak sekali informasi. Seperti halnya gelas yang penuh, isinya akan tumpah jika terlalu banyak dimasuki air, otak manusia pun begitu. Namun dengan kehadiran infografik, informasi di dalamnya menjadi lebih mudah dipahami dan diingat oleh pembaca.
  • Manusia sendiri merupakan salah satu contoh visual, dan otak kita dapat menyerap dan mencerna informasi dalam bentuk visual lebih baik, lebih cepat, dan lebih mudah dibandingkan informasi lainnya.
  • Kebanyakan dari kita melupakan sebagian besar dari apa yang kita baca, namun mengingat apa yang kita lihat.
  • Karena otak manusia lebih peka terhadap visual, oleh karenanya, infografik lebih menyenangkan dan menarik untuk dilihat dibandingkan teks polos (tanpa bantuan visual).

Selain alasan di atas, Infografik yang dibuat dengan benar tidak hanya akan memudahkan kita dalam memahami informasi di dalamnya, tetapi juga bisa meningkatkan profile (kredibilitas) kreator serta meningkatkan trafik website.

Bagaimana infogragik dapat meningkatkan trafik website?

Infografik yang dibuat dengan tepat (menarik dan mudah dipahami) bisa menyebar dengan cepat di internet, karena akan banyak orang yang membagikannya. Infografik yang menarik juga bisa menjadi inspirasi untuk para blogger dan penulis serta bisa juga meningkatkan eksposur bagi kreator (membuat kreator lebih dikenal).

#Tips : Pastikan untuk menyertakan logo, URL, atau identitas lainnya pada infografik sebagai “hak cipta,” sehingga kita bisa mengklaim karya tersebut jika suatu saat terjadi plagiasi.

 

Sumber : Forbes


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 3)

Jasa Presentasi – Melanjutkan artikel yang lalu, berikut disajikan beberapa kesalahan dalam desain infografik lainnya yang bisa membantu kita dalam membuat infografik yang tidak hanya menarik, tetapi juga mudah dipahami.

11. Penggunaan Ikon yang Kurang Tepat

Selain gambar dan ilustrasi, ikon juga dapat membantu meningkatkan visual infografik. Namun ikon juga bisa membuat infografik menjadi membingungkan jika tidak diterapkan dengan tepat. Misalnya dengan menerapkan ikon yang terlalu simple atau tidak relevan dengan konten yang kompleks. Atau menggunakan ikon terlalu banyak juga dapat berdampak negatif baik pada output desain atau pemahaman audiens pada konten di dalamnya.

Solusi : Meski ikon dapat membuat sebuah konten menjadi lebih menarik, namun tidak semua konten dapat didukung atau diubah dengan ikon. Oleh karena itu, pertimbangkanlah penggunaan ikon pada suatu konten. Gunakan juga style ilustrasi yang konsisten. Hindari menggunakan desain 2D dan 3D atau bentuk lainnya yang berbeda dalam satu infografik.

12. Format/Resolusi yang Salah

Teknologi dan desain, merupakan dua hal yang saling berkaitan. Jika kita ingin mengikuti perkembangan desain, kita juga mau tidak mau harus mengikuti perkembangan teknologi. Contohnya, saat ini desain tidak hanya dibutuhkan untuk offline saja tetapi juga online, sehingga kita harus benar-benar mempelajari platform yang akan digunakan untuk “memamerkan” desain kita.

Misalnya jika ingin memposting karya kita di Instagram, kita mendesain dengan menyesuaikan fitur pada Instagram. Atau jika desain akan dicetak, kita juga harus tahu berapa dimensi dan resolusi hasil desain agar hasilnya bagus ketika dicetak.

Namun pada kenyataannya, masih ada desainer yang kurang memperhatikan detail ini, sehingga output desain menjadi kurang menarik.

Solusi : Periksa kembali spesifikasi desain secara detail sebanyak 2 atau 3 kali sebelum mulai mengerjakan, seperti ukuran paper, ukuran font, resolusi output, dan lain-lain. Ketahui secara detail mengenai output yang diinginkan, sehingga ketika infografik ditampilkan, pengguna atau audiens tertarik dan mudah memahami konten di dalamnya.

13. Berlebihan

Semua hal yang berlebihan itu tidak baik, begitu juga dalam desain. Namun masih banyak orang yang terlalu berlebihan dalam desainnya. Padahal hal ini dapat berakibat pada hasil desain yang justru terkesan “norak” dan mungkin malah membuat audiens semakin pusing dengan konten di dalamnya. Misalnya dengan menyertakan terlalu banyak konten dalam sebuah table atau chart, padahal konten intinya bisa diwakilkan hanya dengan beberapa hal saja.

Solusi : Carilah kesempatan untuk memeriksa kembali konten dalam infografik. Saring dan ringkas kembali konten dalam infografik, serta eliminasi konten yang tidak terlalu penting.

14. Kurang Memperhatikan Hal Detail

Banyak orang yang menganggap hal detail tidak terlalu penting. Padahal hal-hal kecil tersebut bisa mempengaruhi kualitas visual dalam infografik. Misalnya mengenai rata teks (alignment), style ilustrasi, spasi, atau pengaturan lain-lain yang butuh perhatian secara detail.

Solusi : Buatlah ceklis berisi daftar mengenai hal-hal detail seperti spasi, alignment, konsistensi ukuran gambar atau ikon, sebelum infografik tersebut dirilis ke publik.

15. Menggunakan Template yang Sama Berulang-ulang

Template memang memudahkan dan mempercepat pekerjaan kita dalam mendesain infografik. Namun bukan berarti kita dapat menggunakan template yang sama secara berulang-ulang untuk konten dengan topik yang berbeda. Sebenarnya tidak masalah jika ingin menggunakan template yang sama, asalkan template tersebut sesuai untuk diterapkan pada konten dalam infografik. Atau jika tidak, template dapat diubah dengan menyesuaikan konten.

Meski begitu, terlalu sering menggunakan template yang sama untuk berbagai tema infografik dapat membunuh kreatifitas dan tidak akan membuat kita berkembang.

Solusi : Menggunakan template yang sama memang tidak dilarang, namun sebagai desainer, kita dituntut untuk kreatif, sehingga diharapkan output desain tidak selalu terpaku pada satu template. Untuk itu, kita dapat menambahkan unsur desain lain, misalnya dengan menyertakan unsur motion dalam infografik.

Contohnya seperti infografik yang dibuat oleh Column Five yang berjudul “7 Ways to Hack a Drought

 

Sumber : Column Five


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 2)

Jasa Presentasi – Selain visualisasi data yang kurang tepat, desain yang terlalu panjang, visual yang kacau, tidak konsisten, dan tipografi yang berlebihan serta tidak konsisten, terdapat beberapa kesalahan lain yang umum dilakukan oleh desainer infografik. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

6. Susunan yang Tidak Jelas

Karena infografik tidak seperti presentasi yang halamannya dapat diubah, susunan infografik harus dibuat dengan jelas, sehingga audiens tidak kebingungan serta dapat membaca dan memahaminya dengan mudah. Namun karena banyak desainer infografik yang hanya fokus pada desain visual, oleh karena itu, terkadang susunan konten di dalam infografik menjadi tidak tersusun dengan rapi dan jelas. Akibatnya pesan spesifik yang ingin disampaikan dalam infografik tidak dapat diterima audiens.

Solusi : Sebelum menerapkan desain pada paper infografik, buatlah kerangka atau sketch-nya terlebih dahulu. Susun konten supaya tidak hanya indah tetapi juga mudah dipahami.

7. Penggunaan Warna yang Berlebihan

Dalam desain, penggunaan warna yang tepat dapat menambah daya tarik sebuah konten. Namun masih banyak orang yang kurang paham dalam menerapkan warna pada desainnya. Akibatnya, hasil desainnya tersebut menjadi terkesan norak dan malah membuatnya terlihat kurang menarik.

“Banyak orang yang masih salah dalam menerjemahkan “eye-catching” dan “menonjol” dalam desain. Mereka menganggap bahwa desain yang eye catching adalah desain dengan penggunaan warna yang colorful dan mencolok.”

Solusi : Warna itu memiliki bahasanya sendiri. Seperi merah yang menandakan keberanian, putih yang menandakan kesucian, hitam menandakan maskulinitas, dan lain-lain. Oleh karena itu, jika tidak ada ketentuan warna yang harus dipatuhi, kita bisa menggunakan warna yang relevan dengan konten infografik. Gunakan 1 atau 2 warna dominan, ditambah 2-3 aksen warna. Hindari penggunaan warna neon yang terlalu mencolok.

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 2)

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 2)

8. Copy Paste Konten

Tujuan utama membuat infografik adalah untuk membuat konten dengan visual yang menarik dan mudah dipahami. Namun jika konten yang disertakan terlalu padat dan terlalu banyak, tujuan tersebut tidak akan tercapai, karena infografik menjadi tidak efektif dan membosankan.

Solusi : Agar penyampaian infografik menjadi efektif dan tidak membosankan serta menarik, periksa kembali dan eliminasi konten-konten yang tidak terlalu penting. Kurangi pemakaian teks yang terlalu padat. Atau jika konten memang harus tetap disertakan, ubah konten berupa teks menjadi bentuk visual, seperti gambar, chart, grafik, ikon, dan lain-lain.

9. Ilustrasi yang Berlebihan

Ilustrasi memang dapat membuat infografik menjadi lebih menarik. Ilustrasi dengan tema yang bagus dan tepat dapat membuat cerita menjadi lebih hidup dan konsep infografik menjadi lebih jelas. Namun jika terlalu banyak menyertakan ilustrasi atau menyertakan ilustrasi secara berlebihan, ini juga tidak baik untuk visual infografikmu. Misalnya, memberikan ilustrasi pada background, kemudian di atasnya juga terdapat konten ilustrasi lainnya.

Solusi : Untuk meningkatkan desain melalui ilustrasi, pilih elemen tertentu saja yang akan dibuat lebih menonjol dan hidup. Jangan menonjolkan semua hal karena semua hal tersebut justru tidak akan ada yang menonjol.

10. Tema Desain yang Tidak Relevan

Terkadang ada orang yang senang terhadap suatu tema, ia kemudian menggunakannya secara berulang-ulang, tidak peduli dengan konten yang akan dibahas di dalamnya. Jika sudah begini, beberapa audiens mungkin akan menganggapnya menarik, tetapi beberapa lainnya akan mengernyitkan dahi, terheran-heran karena tema desain yang tidak sesuai dengan konten yang sedang dibahas.

Solusi : Desain seharusnya dibuat untuk sebagai pendukung visual sebuah konten atau cerita. Oleh karena itu, sebaiknya ketika memilih sebuah tema, sesuaikan juga dengan konten yang akan dibahas. Tetapi bisa juga tema membuat tema desain yang tidak sesuai dengan konten, tetapi masih berkaitan dengan konten tersebut. Contohnya seperti yang dilakukan oleh Marketo dalam infografiknya yang berjudul “How to Create Bite-Sized Content,” ia mennggunakan tema makanan (snack), karena kata bite-sized dalam judulnya merupakan kalimat yang biasa digunakan dalam konten makanan.

 

Sumber : Column Five


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

15 Kesalahan Desain Infografik yang Paling Sering Terjadi (Part 1)

Jasa Presentasi – Desain, bukan hanya dilakukan untuk mempercantik visual sebuah konten, tetapi juga untuk mempermudah konten tersebut dipahami. Tidak terkecuali dengan desain infografik. Infografik diciptakan untuk menjadi media yang digunakan untuk menjelaskan konten dalam bentuk visual dengan cara yang menarik serta mudah dan cepat untuk dipahami.

Meski begitu, masih banyak orang yang membuat infografik tanpa memperhatikan kemudahannya untuk dipahami dengan cepat oleh audiens. Akibatnya, tujuan dibuatnya infografik menjadi tidak terpenuhi serta pesan dan informasi di dalamnya tidak dapat sampai kepada audiens.

“Waduh! Sia-sia dong udah keluarin effort buat bikin infografik, tapi gagal bikin orang paham dan malah bikin mereka makin bingung.”

Nah agar hal ini tidak terjadi pada infografikmu, pelajarilah kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan ketika mendesain infografik, sehingga kamu bisa menghindarinya dan tidak melakukan kesalahan yang sama.

  1. Visualisasi Data yang Kurang Tepat

Mengintepretasikan data ke dalam bentuk desain merupakan hal yang mudah tetapi sulit. Pasalnya meski desain yang dipilih sudah tepat, kita masih harus membuatnya menjadi konten yang mudah dipahami oleh audiens. Jika salah dalam penerapan desain pada data, bisa bisa pesan yang ingin disampaikan malah salah diintepretasikan oleh audiens.

Misalnya, jika terdapat sebuah data angka yang menunjukkan perkembangan penjualan sebuah perusahaan, akan lebih tepat jika kita mengubahnya menjadi diagram garis dibandingkan dengan diagram batang, karena dengan begitu akan lebih terlihat fluktuasi yang menunjukkan naik/turunnya penjualan tersebut.

Solusi : Pelajari kembali data yang akan disertakan dalam infografik. Pelajari juga panduan untuk mendesain chart dan grafik dengan tepat, kemudian periksa kembali untuk melihat apakah ada yang masih perlu ditambahkan atau dikurangi dalam desain tersebut sehingga dapat meningkatkan pemahaman audiens mengenai konten yang disajikan.

  1. Terlalu Panjang

Infografik merupakan salah satu media yang dibuat untuk menarik minat serta memudahkan audiens dalam menyerap serta memahami data dan informasi. Meski tidak ada ketentuan baku mengenai panjang sebuah infografik, tapi siapa sih yang akan tertarik membaca seluruh konten infografik yang panjangnya tidak berkesudahan? Selain membosankan, menjejalkan terlalu banyak konten dalam satu infografik juga berpotensi untuk cepat dilupakan oleh audiens.

Meski begitu, tidak dilarang kok jika kamu ingin membuat infografik yang sangat panjang, namun usahakan agar kontennya tidak terlalu berat dan tidak terlalu banyak (terutama konten berupa teks). Contohnya seperti infografik dari Joe Chernov dan Ripetungi yang berjudul “Shark Attack.” Infografik tersebut sangat panjang, namun kontennya berisi pesan yang tidak perlu diartikan.

Solusi : Jika kamu memiliki banyak konten yang perlu disajikan dalam infografik, namun akan membuat infografik tersebut terlalu panjang dan membosankan jika disajikan secara sekaligus, maka pertimbangkanlah untuk memecahnya menjadi beberapa seri infografik. Misalnya membaginya menjadi 2 atau 3 part.

  1. Visual yang Kacau

Terdapat sebuah aturan dalam desain yang disebut dengan “white space”, yaitu aturan untuk memberikan sedikit ruang dalam tampilan desain. Artinya, ketika membuat desain, kita dianjurkan untuk tidak memenuhi paper desain dengan konten atau ornamen lain serta dianjurkan untuk memberi sedikit ruang kosong sehingga paper desain tidak terkesan sesak dan kacau.

Nah meski sudah banyak yang tahu mengenai aturan white space ini, namun belum semua menaatinya. Bahkan dengan alasan “ekonomis” banyak desainer yang “memanfaatkan” seluruh ruang dan menjejalkan seluruh kontennya dalam satu halaman infografik. Biasanya yang menjadi pelaku utama paper desain infografik adalah konten tabel yang tidak terlalu penting, drop shadow,  desain 3D, atau terlalu banyak ilustrasi dan ornament lain yang kurang relevan dan tidak terlalu penting. Akibatnya, konten utama atau poin penting yang harusnya diingat dan dipahami audiens menjadi tidak tersampaikan.

Solusi : Hindari terlalu banyak menyertakan konten dalam satu halaman infografik, baik konten berupa materi infografik maupun konten berupa ornamen atau hiasan. Pastikan agar isi infografik tidak terlalu penuh dan terdapat beberapa ruang kosong. Selain membuatnya terlihat rapi, juga akan memudahkan audiens untuk menyerap dan memahami konten di dalamnya.

  1. Tidak Konsisten

Meski sepele, konsistensi merupakan hal yang penting. Jika kita memiliki sebuah merek dan sering membuat infografik untuk kepentingan merek tersebut, kita perlu membuat desain yang konsisten satu sama lain, mulai dari desain logo, presentasi, infografik, atau desain grafis lainnya. Mengapa hal ini penting? Karena desain yang konsisten dengan gaya khas sebuah merek, secara tidak langsung akan menunjukkan identitas merek tersebut. Jika desain dibuat dengan tidak konsisten, desain tersebut akan terkesan berasal dari merek yang berbeda-beda dan terkesan kurang professional. Salah satu identitas merek yang paling mudah dikenali adalah warna. Oleh karena itu, buatlah warna desain dengan menyesuaikan warna sebuah merek.

Solusi : Sebelum memulai membuat desain, buatlah panduan style (style guideline) yang kuat dan mudah dipahami untuk merekmu terlebih dahulu. Buat guideline tersebut secara detail dengan guideline untuk masing-masing desain, seperti desain logo, presentasi, dan infografik.

  1. Penggunaan Tipografi yang Berlebihan dan Tidak Konsisten

Tipografi, jika diterapkan dengan tepat dan benar bisa memberikan kesan clean dan rapi serta menarik dalam sebuah desain. Tetapi diterapkan dengan tidak tepat, justru akan memberikan kesan messy dan kurang menarik. Misalnya dengan menyertakan terlalu banyak jenis font, mengatur ukuran font yang tidak konsisten satu sama lain, atau ketebalan teks yang tidak teratur.

Solusi : Batasi jumlah font yang akan digunakan dalam mendesain infografik. Misalnya dengan menggunakan satu atau dua font family. Kamu bisa menyertakan guideline untuk font juga pada style guideline merekmu. Pertahankanlah style yang konsisten.

 

Sumber : Column Five


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com