Posts

Lakukan 5 Hal Ini Ketika Audiens Mulai Jenuh Dengan Presentasimu

Jasa Presentasi – Dalam sebuah presentasi kita tidak bisa memaksa audiens untuk tetap fokus dan memperhatikan materi presentasi yang kita sampaikan. Terkadang materi yang terlalu berat akan menimbulkan rasa jenuh dan membuat audiens mengantuk. Jika sudah seperti ini biasanya audiens lebih memilih melakukan aktivitas lain seperti bermain HP. Sebelum audiens benar-benar merasa jenuh dan tidak fokus terhadap materi presentasi kita, persiapkan 5 hal berikut:

 

1. Fresh Jokes

Untuk memecah kebekuan dalam sebuah presentasi sisipkan sebuah jokes yang menarik. Selain membuat audiens tertawa, jokes ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sebuah presentasi. Tapi harus diingat, menyampaikan jokes-jokes untuk membuat audiens tertawa itu bukanlah hal yang mudah. Pilih jokes yang relevan dengan materi presentasi dan pastikan tidak memakai jokes yang sudah umum. Sebab jika kita gagal menyampaikan jokes kepada audiens, bukannya tertawa, mereka justru akan menganggapnya garing dan menjadi semakin bosan dengan presentasi kita.

 

2. Games atau Ice Breaker

Dalam sebuah presentasi, menyelipkan games sudah umum dilakukan. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan jenuh dan mencairkan suasana. Pilihlah aneka permainan yang melibatkan audiens seperti gerakan tubuh, yel-yel atau bernyanyi. Usahakan memilih permainan yang relevan dengan topik presentasi sehingga audiens merasa terkesan dan selalu mengingat materi yang disampaikan.

 

3. Diskusi

A Man Discuss in Presentation

Dalam sesi presentasi libatkan audiens untuk melakukan aktivitas bersama melalui sesi tanya jawab dan diskusi. Hal ini bisa membuat audiens lebih interaktif serta mengukur seberapa jauh materi presentasi yang kita sampaikan diterima oleh audiens. Dengan komunikasi dua arah seperti ini audiens akan merasa senang karena bisa ikut terlibat dan berpartisipasi dalam sebuah presentasi.

 

4. Dekati Audiens

The Speaker Get Closer to The Audiences

Dalam sebuah presentasi kita sering mendapati seorang pemateri yang hanya diam di tempat kendati pandangan mereka tertuju pada audiens. Jika melakukan presentasi dengan model seperti ini tentu audiens akan merasa jenuh. Sebagai antisipasi, berjalanlah mendekati audiens, dan tatap mata audiens. Hal ini terbukti bisa membangun kedekatan secara emosi dengan audiens. Selain itu cara ini akan memberikan kesan hangat dan percaya diri sehingga audiens merasa tertarik memperhatikan apa yang kita sampaikan.

 

5. Doorprize

A Gift for Presentation Audiences

Audiens selalu tergoda dengan sebuah hadiah atau doorprize yang dibagikan dalam sebuah public speaking. Gunakan ini untuk sebuah pancingan sehingga audiens mau memperhatikan materi presentasi. Misalnya dengan menyampaikan akan ada doorprize bagi audiens yang berhasil menjawab pertanyaan seputar materi yang disampaikan. Bisa juga pembagian doorprize ini dilakukan di sela-sela presentasi, tinggal sesuaikan dengan jumlah doorprize yang hendak dibagikan.

 

Cobalah untuk praktekkan beberapa hal di atas ketika kamu menghadapi audiens yang jenuh dan tidak memperhatikan. Sesuaikan juga dengan jenis presentasi yang sedang kamu lakukan. Jika presentasimu bersifat formal, akan lebih baik jika menggunakan jokes atau candaan. Jika audiensmu adalah mahasiswa, kamu bisa bebas menggunakan beberapa hal di atas. Selain itu, kamu juga bisa mengkombinasikannya.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

3 Tips Public Speaking Ala Barack Obama

Jasa Presentasi – Barack Obama adalah salah satu public speaker yang mampu membuat audiens berdecak kagum. Beberapa pidatonya terbukti berhasil membius audiens. Gaya public speaking ala Obama ini bisa dipelajari untuk kita terapkan ketika berhadapan dengan audiens. Berikut 3 tips public speaking ala Obama:

 

1. Intellectual Capacity

Untuk bisa berbicara di depan publik diperlukan sebuah penguasaan materi yang baik. Tapi menguasai materi saja tidak cukup, seseorang perlu memiliki wawasan yang luas sehingga mampu bereksplorasi dan memecahkan setiap masalah. Intellectual capacity yang tinggi akan membuat seseorang menjadi percaya diri. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap performa seseorang ketika berada di depan publik. Keterampilan berbicara tanpa kedalaman wawasan hanya akan membuat seseorang layaknya penjual obat di pinggir jalan.

 

2. Penguasaan Panggung

Obama selalu tampil menawan di atas panggung. Hampir semua pidatonya berhasil membuat audiens mengarahkan perhatiannya. Ketika berbicara di hadapan publik, Obama selalu menjaga kontak mata dengan audiens dan mempertahankan bahasa tubuh yang dapat memperkuat apa yang disampaikannya. Penguasaan panggung yang baik membuat Obama terlihat berkarisma saat berada di atas panggung.

 

3. Ritme Berbicara

Sebagus apapun materi dan slide presentasi tanpa di dukung persiapan di atas panggung akan menjadi sia-sia. Untuk membuat audiens mengarahkan perhatian pada presentasi yang kita bawakan, ritme berbicara menjadi faktor yang penting. Ritme berbicara ini meliputi artikulasi dan intonasi yang benar, tahu kapan harus berbicara lantang dan kapan harus lembut.

 

Tiga tips di atas merupakan sedikit dari tips public speaking lainnya yang bisa kita ambil dari Barack Obama. Namun jika ketiganya bisa diterapkan, bukan tidak mungkin bahwa public speaking yang kamu lakukan bisa sesukses public speaking yang dilakukan oleh Obama.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Gerakan Tangan Yang Harus Dihindari Saat Melakukan Presentasi

Jasa PresentasiKetika kata dapat berbohong, bahasa tubuh akan menunjukkan yang sebenarnya. Bahasa tubuh seringkali muncul tanpa kita sadari dan ini menunjukkan kondisi kita yang sebenarnya. Dalam presentasi, body language, terutama gerakan tangan bisa membantu kita untuk memberikan penekanan pada materi yang sedang disampaikan. Gerakan tangan ini biasanya kita lakukan secara sadar. Namun, ketika melakukan presentasi, kita juga seringkali melakukan gerak tubuh secara tidak sadar dan ini bisa menimbulkan persepsi yang bermacam-macam dari audiens. Persepsi ini tidak akan menjadi masalah jika positif, namun tentu akan merugikan jika persepsi yang muncul justru persepsi negatif. Supaya tidak terkesan negatif di hadapan audiens, hindari lima gerakan tangan berikut ini.

 

1. Bersedekap

Man Crossed His Arms

Posisi berdiri sambil melipatkan kedua tangan di dada merupakan salah satu bentuk bahasa tubuh yang bisa diartikan sebagai sikap perlindungan diri atau bisa juga sebagai sikap menutup diri. Hal ini bisa saja menggiring oponi audiens yang menganggap jika kita tidak terbuka dalam menyampaikan sesuatu. Dalam beberapa hal sikap bersedekap juga dilakukan ketika kita sedang merasa kedinginan.

 

2. Menggaruk Kepala/Belakang Leher

Stress and Nervous Man

Tanpa disadari sikap menggaruk-garuk kepala ini sering kita lakukan saat kita sedang berbohong terhadap lawan bicara. Selain itu posisi menggaruk-garuk bagian leher belakang juga bisa diartikan kita tengah ragu-ragu dalam menyampaikan sesuatu. Sikap semacam ini sebaiknya tidak dilakukan karena audiens akan menilai apa yang kita sampaikan kurang meyakinkan sehingga audiens enggan memperhatikan apa yang kita sampaikan.

 

3. Memasukkan Tangan Ke Dalam Saku

Girl Insert Her Hand Inside The Pocket

Memasukkan tangan ke dalam saku celana adalah satu bentuk sikap yang biasanya dilakukan ketika kita sedang gugup dan nervous saat berbicara di depan umum. Sikap ini sebaiknya dihindari kendati bisa membuat lebih rileks karena audiens akan memandang kita sebagai sosok yang arogan dan terkesan ingin mendominasi.

 

4. Bertolak Pinggang

Confident Girl

Gerakan menaruh kedua belah tangan pada pinggang saat berbicara di hadapan menunjukkan bahwa dirinya over confidence. Sikap ini harus dihindari karena bisa menimbulkan kesan arogan atau sombong.

 

5. Pacifying

Anxiety and Pacifying

Seseorang yang sedang merasa gugup ketika berbicara di depan banyak orang tanpa disadari akan menciptakan gerakan tangan yang dilakukan terus menerus tanpa ada alasan yang jelas. Seperti sering membetulkan rambut, memainkan bolpoin, membetulkan kacamata, dll. Gerakan inilah yang disebut pacifying. Gerakan seperti ini harus dihindari sebab akan mengalihkan perhatian audiens. Alih-alih menyimak materi yang kita sampaikan, bisa jadi audiens akan lebih fokus terhadap gerakan-gerakan yang seharusnya tidak perlu kita lakukan karena akan dianggap sebagai hal yang lucu.

 

Gerakan-gerakan ini memang muncul tanpa sadar, namun kita bisa meminimalisasinya dengan sering melakukan latihan. Ketika melakukan latihan, usahakan untuk berlatih secara menyeluruh dan tidak hanya fokus pada konten presentasi saja. Latih juga intonasi suara, ekspresi, gerak tangan, serta body language lainnya.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com