Posts

4 Tipe Audiens yang Perlu Kamu Tahu sebelum Melakukan Public Speaking

Jasa Presentasi – Terdapat bermacam-macam tipe audiens dalam public speaking. Sebagian dari mereka ada yang memberi pengaruh positif dan sebagian lagi memberi dampak negatif yang bisa membuat mental public speaker menjadi down. Agar lebih siap dalam menghadapi berbagai macam tipe audiens dalam public speaking, pelajarilah 4 tipe audiens yang sering ditemukan dalam public speaking berikut ini.

1. Hotshot

Woman Writing on Seminar

Hotshot atau pembelajar adalah tipe audiens yang akan memberikan dampak positif. Audiens dengan tipe ini cenderung percaya diri dan merasa nyaman ketika mendengarkan pemaparan presentasi. Mereka akan terlibat aktif saat sesi diskusi berlangsung dan tak segan untuk mengajukan pertanyaan serta mengeluarkan pendapat.

Cara untuk menghadapi audiens tipe hotshot adalah dengan mempersiapkan materi presentasi dengan baik supaya sesi diskusi bisa berjalan dengan lancar.

2. Sniper

Audiences Listening to Speaker

Sniper adalah tipe audiens pengkritik. Mereka akan menyimak materi presentasi dengan baik hanya untuk mencari celah atau bagian yang perlu dikritik. Tujuan mereka adalah untuk mendapat perhatian atau sekedar menunjukkan kemampuan mereka dalam forum public speaking.

Public speaker harus benar-benar menguasai materi untuk menghadapi audiens tipe sniper ini, sebab kredibilitas sebagai pembicara bisa saja jatuh ketika tidak bisa memberikan jawaban sesuai dengan yang diharapkan audiens tipe ini.

3. Snowman

Audiences Focusing on Speak

Snowman adalah tipe audiens yang mengalami kesulitan dalam berinteraksi. Pada umumnya tipe ini malu ketika harus berbicara di hadapan umum. Saat sesi diskusi berlangsung biasanya tidak ada satupun yang bertanya ataupun sekedar mengeluarkan pendapatnya. Meskipun demikian mereka akan menganggap jika pembicara adalah sosok yang penting sehingga mereka tetap menyimak keseluruhan materi.

Cara untuk menghadapi audiens tipe snowman ini adalah dengan sering melakukan eye contact dan berjalan mendekati audiens. Hal ini akan menciptakan suasana yang hangat dan bisa membuat audiens lebih tertarik. Bila perlu cairkan suasana dengan cerita humor atau lelucon.

4. Shyness

A Woman Looking into Camera

Shyness atau pendiam adalah tipe audiens pasif. Apapun yang dikatakan, ditanyakan dan dilakukan pembicara dalam sebuah presentasi atau seminar, tidak akan mendapat respon dari audiens tipe ini. Ketika diminta untuk memberikan pendapat maupun mengajukan pertanyaan, mereka juga tidak akan berani untuk mengangkat tangan.

Cara untuk menghadapi audiens tipe ini adalah dengan melibatkannya untuk ikut aktif melalui sesi tanya jawab dan diskusi maupun ice breaking. Bila perlu berikan penghargan dan dorongan agar mereka mau terlibat.

 

Mengenali tipe-tipe audiens dapat membantu kita, sebagai public speaker, untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai macam tipe audiens dalam public speaking, sebab kredibilitas kita sebagai pembicara dan sumber informasi dapat dipertaruhkan jika kita tidak siap. Manfaatkanlah informasi di atas untuk mengetahui cara menarik perhatian audiens serta memotivasi mereka supaya antusias untuk mendengarkan presentasi kita.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Cara Simple Menyertakan Lelucon pada Slide

Jasa Presentasi – Ada banyak cara dalam membuat presentasi yang menarik, misalnya dengan mengatur layout secara modern, melakukan kombinasi font, maupun menambahkan animasi dan transisi pada slide. Selain beberapa cara tersebut, ada cara lain yang bisa membuat presentasi kita menarik dan tidak membosankan, yaitu dengan menyertakan lelucon. Lelucon dalam presentasi bisa disampaikan secara langsung, namun akan lebih menarik jika didukung dengan visual yang relevan. Berikut 5 cara simple yang bisa kita terapkan dalam menyertakan lelucon pada slide.

1. Cuplikan Video atau Film

Presentasi dengan topik yang berat dan durasi yang panjang tentu akan membosankan. Presentasi yang membosankan tidak akan mendapat perhatian dari audiens. Salah satu solusinya adalah dengan menyelipkan video atau cuplikan film yang lucu serta relevan dengan pembahasan. Jika tidak bisa menemukan video atau adegan lucu, kita bisa membuatnya menjadi lucu dengan mengedit beberapa video atau cuplikan film menjadi satu.

2. Gambar yang Relevan dengan Topik Presentasi

Visual akan membuat penyampaian presentasi menjadi lebih mudah diterima dan diingat oleh audiens, begitu juga dengan lelucon. Oleh karena itu, dukunglah leluconmu dengan menyertakan gambar yang relevan dengan pembahasan. Bantuan visual akan membuat leluconmu lebih berdampak dan mengena.

3. Meme

Meme

Bagi generasi kekinian, meme merupakan konten media sosial yang setiap hari dijumpai. Meme biasanya berupa gambar dengan beberapa teks keterangan yang dimaksudkan untuk melucu. Tidak hanya sebagai hiburan di sosial media, meme juga bisa dijadikan konten pelengkap dalam presentasi. Carilah atau buat sendiri meme yang relevan dengan presentasi. Tampilkan meme pada waktu yang tepat, misalnya ketika audiens mulai bosan atau setelah pembahasan topik yang berat.

4. Akronim Lucu

Silly Acronym

Ketika ditanya tentang warna-warna pelangi, kita pasti akan langsung memikirkan kata MEJIKUHIBINIU bukan? Kata tersebut memudahkan kita untuk menghafal warna-warna pada pelangi. Mempersingkat kata merupakan cara praktis dan mudah dalam menghafal beberapa kata sekaligus. Hal ini bisa kita terapkan dalam presentasi. Untuk menambahkan dampak sekaligus membuat audiens terhibur, buatlah singkatan-singkatan yang lucu. Pastikan kata tersebut tidak menyinggung SARA maupun hal sensitif lainnya.

5. GIF

GIF merupakan singkatan dari Graphic Interchange Format. GIF merupakan salah satu format gambar yang bisa bergerak. Dengan menyertakan GIF dalam presentasi, kita bisa menunjukkan lelucon secara lebih detail melalui visual yang diwakilkan dalam bentuk GIF. Secara tidak langsung, GIF bisa membantu audiens untuk mengusir kebosanan dan membuat mereka untuk lebih tertarik dalam mendengarkan presentasi yang kita sampaikan.

 

Menyertakan lelucon memang bisa membantu mencairkan suasana dalam presentasi serta bisa membuat presentasi menjadi lebih menarik. Meskipun demikian, sebelum memutuskan untuk menyertakan lelucon, pastikan bahwa presentasi yang akan kita lakukan bukanlah presentasi formal. Jika kita akan melakukan presentasi di depan eksekutf perusahaan atau calon investor, lebih baik untuk tidak menambahkan lelucon.

 

Baca juga tips menyelipkan lelucon lainnya di sini

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Tips Menyelipkan Lelucon dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Lelucon sepertinya terlihat sepele. Tapi siapa sangka, lelucon bisa membantu kita untuk meraih kesuksesan dalam presentasi. Selain penyampaian yang menarik, lelucon juga diperlukan untuk mencairkan suasana ketika presentasi sehingga audiens tidak merasa tegang dan bosan. Meski terlihat mudah, kita tidak bisa sembarangan menyelipkan lelucon karena jika tidak disertakan dengan benar, hal ini justru akan dianggap garing oleh audiens dan bisa menyebabkan kecanggungan. Untuk itu, perhatikanlah beberapa hal berikut ini sebelum menyelipkan lelucon dalam presentasi.

 

1. Kenali Audiens

Mengenali siapa target audiens adalah hal paling utama dalam menyampaikan lelucon. Jangan sampai kita salah sasaran, misalnya menyampaikan lelucon dewasa ketika audiens presentasi kita adalah remaja. Begitu pula sebaliknya jangan sampai kredibilitas kita sebagai presenter dan sumber informasi turun hanya karena menyampaikan candaan yang dianggap receh. Usahakan untuk tidak menyampaikan lelucon yang bersifat sensitif, menyinggung, apalagi berbau SARA.

 

2. Referensi

Terdapat banyak cara untuk menyampaikan lelucon dalam presentasi. Meskipun demikian, kita perlu memilih cara yang tepat. Untuk itu, perbanyaklah referensi dengan membaca artikel atau menonton video yang berkaitan dengan hal tersebut. Usahakan untuk memilih cara yang tepat dan memberikan lelucon yang fresh atau berbeda setiap kali presentasi, sehingga audiens tidak bosan dengan lelucon yang itu-itu saja.

 

3. Latihan

Menyampaikan lelucon memiliki tantangan tersendiri bagi seorang presenter. Hal ini karena selera lelucon masing-masing orang berbeda. Selain itu, seperti halnya menyampaikan presentasi, memberikan lelucon juga memerlukan skill yang harus dilatih secara terus menerus. Ingat! Bisa karena terbiasa. Oleh karena itu, lakukanlah latihan secara berkala dan mintalah masukan dari orang-orang terdekat.

 

4. Biarkan Mengalir

Hal paling ditakuti seseorang dalam menyampaikan cerita lelucon adalah ketika cerita yang disampaikan tidak bisa memancing tawa karena dianggap tidak lucu. Berada dalam situasi semacam ini tentu akan membuat suasana menjadi canggung dan bisa membuat presenter merasa down serta kehilangan konsentrasi. Untuk itu, persiapkanlah mental sebelum menyampaikan lelucon. Ini penting ketimbang memikirkan audiens akan menyukai apa yang kita sampaikan. Biarkan cerita mengalir sampai selesai sekalipun respon audiens tidak sesuai dengan ekspektasi.

 

5. Sesuaikan dengan Topik

Menyampaikan lelucon memang dapat mencairkan suasana dan membantu menarik perhatian audiens. Meskipun demikian, bukan berarti kita bisa menyampaikan lelucon secara sembarangan atau random. Akan lebih baik jika lelucon yang kita sampaikan masih berkaitan dengan topik yang sedang dibahas dalam presentasi. Hal ini dapat membantu audiens untuk lebih mudah mengingat topik yang sedang kita sampaikan.

 

Lelucon adalah senjata ampuh bagi presenter ketika suasana mulai tidak kondusif. Meskipun berlangsung singkat, ada baiknya presenter mempersipakan lelucon apa yang akan disampaikan terlebih jika lelucon tersebut berupa cerita. Perhatikan 5 hal di atas ketika hendak menyelipkan lelucon dalam presentasi agar dapat diterima oleh audiens.

 

Baca juga tips menyertakan humor lainnya di sini.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

4 Tips Sukseskan Presentasi Wawancaramu

Jasa Presentasi – Ketika kita menginjak jenjang karir yang lebih tinggi, presentasi wawancara merupakan sesuatu yang akan lebih sering dihadapi. Saat kita diminta untuk melakukan presentasi wawancara berarti pewawancara ingin melihat bahwa kita nantinya bisa melakukan pekerjaan, memiliki kemampuan komunikasi yang mumpuni, terorganisir, dan pandai. Setelah mengetahui hal-hal tersebut, berikut beberapa langkah yang bisa ditempuh demi kesuksesan presentasi wawancara.

 

1. Buktikan Bahwa Kita Bisa Melakukan Pekerjaan Tersebut

Woman Writing on The Whiteboard

Salah satu alasan kita diminta untuk memberikan presentasi dalam wawancara adalah agar pewawancara dapat merasa yakin dengan kemampuan kita dalam melakukan pekerjaan yang dilamar. Sebelum melakukan presentasi, pastikan kita memahami tugas atau pekerjaan yang akan diberikan, kemudian lakukan riset mengenai tugas tersebut, dan usahakan untuk mendemonstrasikannya di depan pewawancara. Hal ini akan membuktikan apakah kita pantas untuk mendapatkan pekerjaan tersebut atau tidak.

 

2. Tunjukkan Keahlian Komunikasi Lisan Kita

A Woman Presenting

Mampu berkomunikasi dengan jelas dan dengan cara yang menarik merupakan hal yang penting sebab pewawancara akan menilai keterampilan komunikasi tatap muka kita selama presentasi wawancara berlangsung. Tunjukkan kemampuan komunikasi lisan kita dengan tidak membaca slide atau naskah ketika sedang menyampaikan presentasi. Lakukanlah latihan secara berkala agar kita memiliki rasa percaya diri ketika berhadapan dengan wawancara. Usahakan untuk tidak menunjukkan rasa gugup kita dan tetap bersikap tenang selama melakukan proses presentasi wawancara.

 

3. Tunjukkan Keahlian Komunikasi Tertulis Kita

A Man Presenting with Slide Shown

Meskipun bukan merupakan tugas inti dari pekerjaan yang kita lamar, kemampuan komunikasi tertulis yang baik akan membuktikan bahwa kita mampu untuk melakukan tugas-tugas harian, seperti mengirim email, melakukan presentasi, mengatur agenda rapat, maupun menyusun brief untuk sebuah projek. Untuk menunjukkan kemampuan tersebut, buatlah slide presentasi yang terstruktur, singkat, padat, dan mudah dipahami. Pilihlah bahasa yang mudah dipahami dan sesuaikan dengan siapa kita melakukan wawancara presentasi tersebut. Pastikan konten yang akan kita presentasikan mudah dipahami, informative, dan dapat mencerminkan kemampuan komunikasi tertulis kita.

 

4. Tunjukkan Bahwa Kita Rajin

Man Hand Wearing Watch

Salah satu poin yang akan menjadi nilai tambah dari pewawancara adalah dengan menunjukkan bahwa kita rajin, terorganisir, dan teliti serta memiliki perhatian tinggi terhadap detail. Caranya cukup sederhana yaitu dengan datang tidak terlambat, akan lebih baik jika kita datang beberapa menit sebelum wawancara dimulai. Berikan perhatian pada hal-hal kecil, bawa peralatan yang diperlukan saat proses wawancara seperti pulpen, kertas untuk mencatat informasi penting. Pewawancara akan memberikan nilai plus saat kita memiliki perhatian tinggi dan detail terhadap hal-hal penting sampai sekecil apapun.

 

Kesuksesan sebuah wawancara akan menentukan seperti apa hasil yang kita dapatkan. Untuk mempersiapkan wawancara dengan baik lakukan latihan secara berkala dan terapkan tips-tips di atas.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Tips Memberikan Brief Kepada Desainer

Jasa Presentasi – Presentasi merupakan salah satu bentuk komunikasi yang sering kita temui dalam berbagai bidang dan profesi. Hari ini kita melihat tren desain presentasi yang beragam dengan aneka ornamen visual yang menarik. Sayang, tidak semua orang bisa membuat slide presentasi yang menarik karena berbagai alasan. Salah satu solusinya adalah dengan bekerja sama dengan desainer presentasi. Berikut 5 tips ketika memberikan brief kepada desainer.

 

1. Sampaikan Berapa Budget Kita

Hands Counting Money

Sebelum memberikan brief pada desainer, sampaikan berapa budget yang kita miliki. Hal ini akan membantu desainer memahami kebutuhan kita. Begitupun dengan kita agar bisa mengetahui tingkat layanan yang diberikan oleh desainer namun tetap realistis. Sampaikan dan diskusikanlah hal ini di awal, minta penjelasan kepada desainer, desain seperti apa yang akan kita dapatkan dengan budget yang kita miliki. Ingat, budget akan menentukan bagaimana hasil akhir desain yang dibuat. Seperti pepatah jawa “ono rega ono rupa”.

2. Berikan Sampel

Laptop with Graphic

Ketika kita mengalami kesulitan untuk menyampaikan brief pada desainer, berikan sampel atau contoh desain yang kita inginkan. Dari sampel yang kita berikan, hal ini akan memudahkan desainer dalam menafsirkan apa yang kita inginkan. Berikan juga keterangan tambahan, misalnya mengenai warna yang kita inginkan, font yang digunakan, atau detail lain yang berkaitan dengan projek kita.

3. Berikan Semua yang Dibutuhkan Desainer

Colors Pick

Berikan semua yang dibutuhkan oleh desainer untuk memulai pekerjaannya. Kirimkan seluruh konten, gambar, logo, atau brand guidelines kepada desainer. Pastikan desainer memiliki semua yang dibutuhkan untuk mengerjakan projek presentasi kita. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pekerjaan dan menghemat waktu dalam proses pembuatan, sehingga kita juga akan lebih cepat menerima hasilnya.

4. Sampaikan Kapan Deadline-nya

A Calendar

Hal penting lainnya yang perlu disampaikan kepada desainer adalah mengenai tenggang waktu atau deadline. Sebelum projek dimulai sampaikan pada desainer deadline yang harus mereka patuhi. Ingat, pekerjaan yang berkualitas membutuhkan waktu yang lebih lama. Jika kita sedang terburu-buru dan memiliki waktu yang pendek, komunikasikanlah dengan desainer di awal. Kita juga bisa meminta mereka untuk bekerja di luar jam kantor, namun kita juga perlu mempertimbangkan biayanya, karena tentu akan jauh lebih mahal.

5. Sampaikan Siapa Audiens Kita dan Tujuan Dari Presentasi

Presentation Audiences

Penting bagi kita untuk menyampaikan pada desainer siapa yang menjadi audiens. Hal ini akan membantu desainer menyesuaikan desain sesuai dengan usia, pekerjaan, dan jabatan audiens. Jika audiens kita adalah para investor atau eksekutif perusahaan berusia matang, maka desainer akan membuatkan desain yang lebih formal. Sedangkan jika audiens kita adalah mahasiswa, desainer akan membuatnya lebih berwarna dan santai. Begitu juga dengan tujuan presentasi, sampaikanlah apa yang ingin kita capai melalui presentasi tersebut.  Hal ini dapat membantu desainer dalam membuat desain yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Agar mendapatkan slide presentasi sesuai apa yang kita inginkan tentu kita harus bisa menyampaikan brief dengan baik pada desainer. Sampaikanlah secara detail apa yang kita inginkan sehingga tidak terjadi miss komunikasi.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

PowerPoint vs PDF, Mana yang akan Kamu Gunakan untuk Presentasi?

Jasa Presentasi – Presentasi merupakan hal yang akan selalu dihadapi oleh para profesional, entah itu untuk memaparkan informasi, mengedukasi, maupun untuk meyakinkan calon investor. Lalu, format seperti apa yang paling baik untuk digunakan dalam melakukan presentasi? Beberapa akan memilih menggunakan PowerPoint, namun tidak sedikit para profesional memilih menggunakan PDF karena beberapa alasan. Berikut adalah perbandingan PowerPoint dan PDF yang bisa membantuk kita dalam memilih format yang akan digunakan.

 

Kelebihan PowerPoint dibandingkan PDF

1. Terdapat Animasi dan Transisi. PowerPoint menawarkan cara menarik untuk membuat presentasi kita menjadi lebih hidup yakni dengan menambahkan animasi dan transisi. Ketika diterapkan secara tepat dan tidak berlebihan, animasi dan transisi akan menambah ketertarikan slide presentasi yang akan kita tampilkan. Hal ini tidak bisa dilakukan ketika menggunakan PDF.

2. Dapat Memutar Video dan Audio. Terkadang, kita membutuhkan elemen lain untuk mendukung penyampaian presentasi, seperti video atau audio. Pada PowerPoint, kita bisa menyisipkan dan menampilkannya secara langsung dari slide. Berbeda jika kita menggunakan PDF untuk presentasi.

3. Dapat Diedit. Ketika menggunakan PowerPoint, kita bisa mengeditnya kapan pun, bahkan beberapa menit sebelum presentasi di mulai. Sedangkan jika menggunakan PDF, hal ini tidak mudah untuk dilakukan.

 

Kelebihan PDF dibandingkan PowerPoint

1. Teks Tidak Berubah Ketika Menggunakan Font Kustom. Agar slide presentasi tidak kaku dan monoton, kita perlu memperhatikan pemilihan font. Kita bisa menggunakan font default maupun font kustom. Penggunaan font kustom yang tepat memang akan menambah tampilan presentasi kita menjadi lebih menarik dan berbeda dengan lainnya, namun hal ini bisa berakibat fatal ketika kita menggunakan device lain yang belum memiliki font yang digunakan dalam presentasi. Meskipun demikian, hal ini dapat diatasi dengan menyimpan presentasi dalam format PDF. Apapun font yang digunakan dalam presentasi, tampilannya akan tetap sama ketika ditampilkan dalam PDF.

2. Dapat Didistribusikan secara Universal. Masalah selanjutnya yang muncul ketika kita menggunakan PowerPoint adalah file yang tidak ramah di semua perangkat, artinya tidak semua perangkat bisa menangkap dengan baik tampilan slide presentasi yang sudah kita buat. Di sisi lain, PDF dapat ditampilkan, didistribusikan, dan dibaca pada hampir semua perangkat. Kita dapat mengirim presentasi dalam format PDF melalui email, dan penerima dapat melihatnya dengan jelas di perangkat selulernya.

3. Memiliki Ukuran File yang Tidak Besar. Foto dan video berkualitas tinggi merupakan unsur visual yang bisa mendukung presentasi untuk lebih mudah dipahami dan akan membuatnya lebih menarik. Penggunaan foto atau video berkualitas tinggi ini akan menyebabkan ukuran file yang besar. Pada beberapa kasus, hal ini dapat mempersulit kita ketika akan membagikannya kepada pihak lain. Berbeda jika file presentasi kita disimpan dalam format PDF, sebab hal ini memungkinkan kita untuk menambahkan foto atau video beresolusi tinggi tanpa ukuran file yang besar.

 

Setelah mengetahui beberapa perbandingan antara PowerPoint dan PDF, manakah format yang menurutmu lebih baik? Jadikan beberapa perbandingan di atas untuk membantumu mempertimbangkan format presentasi yang akan digunakan. Pastikan format yang kamu pilih merupakan format yang memudahkanmu ketika melakukan presentasi.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Buat Slidemu Menarik dengan 6 Font Bawaan Microsoft Ini!

Jasa Presentasi – Font merupakan salah satu unsur yang bisa mendukung visual presentasi. Penggunaan font yang tepat bisa mengubah suasana slide menjadi lebih menarik. Bagi sebagian orang yang kurang paham dengan desain, pemilihan font bukanlah hal yang penting, sehingga mereka biasanya akan menggunakan font standar seperti Calibri, Arial, atau Times New Roman. Supaya tidak monoton, pertimbangkanlah beberapa font berikut untuk digunakan dalam presentasimu selanjutnya.

 

1. Tahoma

Tahoma Font

Tahoma merupakan salah satu font sans serif dari Microsoft yang paling popular. Font ini didesain oleh Matthew Carter dengan tujuan untuk mengatasi tampilan layar dengan ukuran kecil. Tahoma memiliki 2 ketebalan font yakni regular dan bold. Tahoma merupakan font yang netral dan clean, sehingga bisa digunakan dalam presentasi formal maupun non formal.

 

2. Verdana

Verdana Font

Font lainnya dari Matthew Carter adalah Verdana. Verdana diciptakan secara khusus untuk mengatasi tampilan layar dengan resolusi rendah seperti pada tahun 1996. Ketebalan dan spasinya yang pas menjadikannya mudah dibaca.

 

3. Impact

Impact Font

Impact merupakan font sans serif yang didesain oleh Geoffrey Lee pada tahun 1965 dan dirilis oleh perusahaan pengecoran logam Stephenson Blake di Sheffield. Font ini merupakan salah satu font utama untuk website. Impact merupakan font yang cukup tebal dengan spasi yang cukup rekat. Font ini cocok untuk kata atau kalimat yang butuh penekanan dan highlight serta cocok untuk digunakan sebagai judul. Kita bisa mengkombinasikan font Impact sebagai judul dan Tahoma sebagai font untuk kalimat penjelasannya.

 

4. Georgia

Georgia Font

Georgia merupakan tipe font serif yang mudah dibaca, karena memiliki kontras yang tinggi antara ketebalan normal dengan ketebalan bold. Versi bold font ini memiliki ketebalan yang sangat tegas dibandingkan versi bold pada umumnya. Jika kamu mencari font dengan tampilan modern, bersahabat, serta klasik, Georgia merupakan pilihan yang tepat.

 

5. Palatino Linotype

Palatino Linotype Font

Palatino Linotype merupakan font yang terkesan profesional dalam suasana klasik. Palatino memiliki tepian yang lebih tajam dibandingkan Georgia. Font ini awalnya didesain untuk bagian judul, namun bisa juga digunakan untuk badan atau kalimat penjelas dalam presentasi.

 

6. Candara

Candara Font

Candara merupakan font sans serif yang didesain oleh Gary Munch. Candara merupakan bagian dari kumpulan font yang clear (Calibri, Cambria, Consolas, Corbel dan Constantia). Calibri dan Corbel memiliki desain dan spasi yang mirip dengan Candara. Oleh karena itu, kita bisa mengganti font Calibri dengan font Candara untuk memberikan sedikit udara segar pada visual presentasi kita, terutama untuk presentasi dengan tema fashion, photography, atau makanan.

Terdapat banyak sekali font keren yang bisa kita unduh di internet. Meskipun demikian, penggunaan font custom yang didapat secara online ini terkadang sedikit merepotkan karena harus melalui proses instal terlebih dahulu sebelum menggunakannya. Oleh karenanya, cobalah beberapa font di atas untuk desain presentasimu selanjutnya. Selain tidak perlu melakukan instal terlebih dahulu, font-font di atas juga tidak kalah menariknya dengan font custom di luar sana.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

7 Tips Mendengarkan Audiens Dalam Sesi Tanya Jawab

Jasa Presentasi – Sebuah presentasi dianggap kurang menarik karena tidak adanya interaksi dengan audiens. Hal inilah yang menyebabkan audiens bosan terhadap apa yang kita sampaikan. Untuk menarik simpati audiens, libatkan audiens dengan cara mendengarkan apa yang disampaikan mereka dalam sesi tanya jawab, baik itu pertanyaan, kritik ataupun masukan. Berikut 5 tips mendengarkan audiens dengan baik.

 

1. Tatap Audiens yang Sedang Bertanya

A Woman Raising Her Hand

Berikan apresiasi pada audiens yang hendak menanyakan sesuatu, karena hal ini menjadi pertanda jika audiens menyimak apa yang kita sampaikan. Sambutlah keingintahuan audiens dengan cara menjadi pendengar yang baik, salah satu caranya adalah dengan menatap secara langsung audiens yang sedang memberikan pertanyaan. Hal ini menunjukkan bahwa kita benar-benar mendengarkan apa yang sedang audiens sampaikan.

 

2. Dengarkan dengan Memberikan Senyuman

A Woman Presenter Smiling

Menatap saja belum cukup untuk memberikan apresiasi kepada mereka. Berikanlah senyuman untuk memberikan tanda bahwa pertanyaan mereka bisa diterima. Tambahkan pula beberapa body language yang tepat dan menunjukkan keterbukaan, seperti menganggukkan kepala.

 

3. Jangan Menyela Pembicaraan Audiens

A Woman Speaks

Jangan terburu-buru untuk menyela pembicaraan audiens. Berikan kesempatan audiens untuk berbicara sampai selesai. Memberikan kesempatan pada audiens untuk menyelesaikan pertanyaannya berarti kita memiliki waktu untuk memikirkan jawaban atas pertanyaan atau tanggapan dari audiens.

 

4. Ingat dan Sebut Nama Penanya sebelum Menjawab

A Man Presenting

Mengingat dan menyebutkan nama penanya mungkin terlihat sepele. Meskipun demikian, ini berarti menunjukkan bahwa kita mendengarkan dan peduli dengan apa yang sedang disampaikan oleh audiens. Kemampuan mengingat nama juga merupakan senjata efektif untuk membangun kepercayaan.

 

5. Berpikirlah Dulu Sebelum Menjawab

A Woman Thinking

Untuk menjaga profesionalisme, berpikirlah sebelum menjawab pertanyaan audiens. Usahakan untuk memberikan jawaban sesuai dengan konten yang kita sampaikan. Jika ternyata audiens tidak puas dengan jawaban yang kita berikan, berikan pengertian agar audiens tidak kecewa. Bila perlu berikan kontak email atau nomor HP jika ada hal-hal lain yang ingin disampaikan oleh audiens terkait materi di luar forum.

 

6. Ucapkan Terima Kasih

Thank You

Setelah audiens menyampaikan pertanyaan jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih. Hal ini selain meninggalkan kesan yang baik, audiens juga akan merasa kehadirannya dihargai.

 

7. Berikan Jawaban yang Relevan dan Solutif

A Man Answering Questions

Berikan jawaban yang solutif atas pertanyaan audiens dan pastikan jawaban tersebut relevan dengan apa yang ditanyakan oleh audiens. Jika perlu berikan referensi untuk menguatkan jawaban kita. Sehingga hal ini akan membuat audiens percaya dan puas akan performa kita sebagai pembicara.

 

Nah, itulah 5 tips mendengarkan audiens saat sesi tanya jawab berlangsung. Dengan menghargai audienss maka mereka pun akan menghargai kita sebagai presenter atau pembicara.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Lakukan 5 Hal Ini untuk Mengusir Kecemasanmu Sebelum Presentasi

Jasa Presentasi – Cemas merupakan sebuah perasaan yang muncul akibat reaksi alami dari tubuh ketika menghadapi situasi tertentu, seperti tekanan, ancaman, bahaya. Ketika seseorang mengalami kecemasan maka akan muncul berbagai gangguan perasaan seperti takut, panik, gelisah, serta keluarnya keringat dingin. Berbagai perasaan tersebut juga kerap menghampiri seseorang saat hendak melakukan presentasi. Untuk mengusir kecemasan yang muncul sebelum melakukan presentasi, terapkan 5 cara ini!

 

1. Persiapan

Standing Microphone

Munculnya gangguan kecemasan bisa diatasi dengan melakukan persiapan yang matang. Persiapan di sini meliputi penguasaan materi presentasi, mengenali siapa yang menjadi audiens, dan datang lebih awal ketika hari presentasi tiba. Dengan datang lebih awal, kita bisa ikut memastikan bahwa semua peralatan (microphone, LCD, proyektor, pointer) berfungsi dengan baik. Hal-hal seperti ini sering dianggap sepele, padahal sudah banyak kasus seorang presenter menjadi panik dan grogi ketika mengalami salah satu gangguan teknis misalnya slide presentasi yang tidak bisa dibuka atau microphone yang tiba-tiba mati.

 

2. Berlatih

A Man Practice Speech in Mirror

Untuk bisa menguasai presentasi yang baik, perlu dilakukan latihan secara berulang-ulang agar terbiasa dengan konten presentasi yang akan dibawakan. Presentasi merupakan sebuah skill yang harus terus diasah, semakin tinggi jam terbang seseorang maka kemampuan presentasinya akan terus meningkat. Hal-hal yang harus diingat ketika sedang berlatih presentasi adalah jangan menghafal semua kalimat yang ada dalam slide presentasi, perhatikanlah poin-poin apa saja yang hendak kita sampaikan sebab jika kita menghafal kata demi kata atau kalimat per kalimat, kita akan mudah lupa jika tiba-tiba saja rasa cemas atau grogi itu muncul.

 

3. Jangan Egois

Presenter Focus

Ketika hendak melakukan presentasi, seringkali kita masih berfikir bahwa presentation is about me. Karena memiliki anggapan demikian, kita memiliki beban untuk bisa tampil sempurna. Padahal perasaan terbebani seperti inilah yang akan menimbulkan rasa ketakutan dalam diri, misalnya takut jika audiens tidak suka dengan presentasi kita atau takut jika audiens tidak puas dengan jawaban kita. Untuk itu, berhentilah bersikap egois dan alihkan semua fokus kita pada audiens. Ingat, presentasi bukan tentang kita yang terlihat baik di depan audiens melainkan tentang bagaimana kita dapat memberikan manfaat pada audiens.

 

4. Fokus

Focus Glasses

Seringkali saat presentasi berlangsung muncul gangguan yang menyebabkan fokus kita terganggu. Misalkan saja proyektor atau microphone yang tiba-tiba mati atau slide presentasi yang tidak bisa dibuka. Gangguan semacam ini kadang membuyarkan konsentrasi kita saat presentasi berlangsung. Jika terjadi keadaan seperti ini, usahakan untuk tetap tenang dan fokus pada materi presentasi yang kita sampaikan.

 

5. Berpikir Positif

Woman with Lamp Property

Perasaan cemas, khawatir dan ketakutan adalah perasaan yang timbul karena pikiran yang negatif. Kita terlalu memikirkan apakah presentasi kita akan disukai, bagaimana jika audiens menertawakan kita, kita terlalu mencemaskan sesuatu yang belum pasti terjadi. Untuk itu biasakanlah berpikir positif, salah satu caranya adalah dengan memberikan afirmasi positif pada diri sendiri. Hal ini bertujuan untuk membuat kita lebih tenang. Buang jauh-jauh pikiran negatif dan mulailah berpikir positif sebab apa yang kita pikirkan itulah yang akan terjadi.

 

Kekhawatiran atau kecemasan itu sebenarnya kita sendirilah yang menciptakan. Dari 5 cara di atas manakah menurut kalian yang paling ampuh untuk mengusir kecemasan sebelum melakukan presentasi?

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Perhatikan 5 Hal Ini Untuk Mencegah Audiensmu Mengantuk

Jasa Presentasi – Konten yang menarik tidak bisa menjamin ketertarikan audiens terhadap presentasi yang kita sampaikan. Hal ini disebabkan oleh karakter audiens yang berbeda-beda. Ada yang tertarik dan bersemangat ketika mendengarkan presentasi dengan materi yang berat, namun banyak juga yang merasa bosan dan mengantuk. Audiens yang merasa bosan dan mengantuk bisa mengubah suasana presentasi. Untuk itu, kita perlu tahu beberapa hal berikut ini untuk mencegahnya.

 

1. Penampilan

Man in Suit

Penampilan menjadi salah satu unsur yang akan mengantarkan presenter menuju kesuksesan dalam presentasi. Penampilan bisa menggambarkan sifat seseorang, juga bisa membangun kredibilitas presenter. Ketika presenter dianggap kredibel, audiens akan mudah untuk percaya, kemudian tertarik dengan konten dan penyampaian presenter.

 

2. Suara

A Man Presenting

Suara merupakan unsur utama dan paling penting dalam sebuah presentasi. Oleh karena itu, sebelum melakukan presentasi, cek terlebih dahulu kondisi suara kita. Pastikan suara kita bisa bekerja secara optimal ketika hari presentasi tiba. Lakukan pengecekan juga terhadap media yang akan kita gunakan dalam presentasi.

Ketika presentasi, gunakan suara yang lantang untuk memberi kesan tegas dan percaya diri. Pastikan suara kita bisa terdengar hingga audiens yang paling belakang, sebab jika suara kita tidak terdengar dengan jelas, maka bersiaplah untuk ditinggalkan oleh audiens, entah karena jenuh, mengatuk, atau asik bermain dengan gadget.

 

3. Interaksi

A Presenter Interacted with His Audiences

Presentasi adalah bentuk komunikasi dua arah. Sebuah presentasi dianggap kurang menarik karena tidak adanya interaksi antara presenter dengan audiens. Hal inilah yang menyebabkan audiens menjadi jenuh bahkan mengantuk saat sesi presentasi berlangsung. Oleh karena itu, libatkanlah audiens, misalnya dengan meminta mereka untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan singkat. Dengan begitu, kita bisa menarik simpati audiens untuk lebih memperhatikan materi yang kita sampaikan.

 

4. Coffee Break

Coffee Break

Presentasi memang sebaiknya dilakukan dengan waktu yang tidak terlalu lama. Meski demikian, banyak presentasi yang dilakukan dalam waktu yang cukup panjang. Hal ini tentu akan membuat audiens bosan dan jenuh jika presentasinya tidak dikemas dengan menarik. Mengatasi hal tersebut, kita bisa memberikan waktu kepada audiens untuk rileks dan meregangkan otot-otot dengan melakukan coffee break di sela-sela presentasi. Selain bertujuan untuk membuat audiens lebih fresh, hal ini juga bisa mencegah audiens dari rasa kantuk karena bosan.

 

5. Slide Presentasi Menarik

Awesome Presentation Slide by Jasa Presentasi

Buatlah slide presentasi semenarik mungkin supaya audiens fokus pada presentasi. Slide presentasi yang menarik juga akan membuat audiens tidak mudah bosan dan tertarik untuk memperhatikan. Selaian itu, desain presentasi yang menarik secara visual akan memproses otak untuk menciptakan makna sehingga audiens bisa dengan mudah menangkap yang kita sampaikan.

 

Tantangan terbesar bagi seorang presenter atau public speaker adalah bagaimana mereka mempertahankan perhatian audiens pada saat presentasi berlangsung. Untuk itu, perhatikanlah 5 hal di atas supaya audiensmu tetap fokus dan tidak bosan dengan presentasimu.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com