Posts

Perhatikan 5 Hal Ini Untuk Mencegah Audiensmu Mengantuk

Jasa Presentasi – Konten yang menarik tidak bisa menjamin ketertarikan audiens terhadap presentasi yang kita sampaikan. Hal ini disebabkan oleh karakter audiens yang berbeda-beda. Ada yang tertarik dan bersemangat ketika mendengarkan presentasi dengan materi yang berat, namun banyak juga yang merasa bosan dan mengantuk. Audiens yang merasa bosan dan mengantuk bisa mengubah suasana presentasi. Untuk itu, kita perlu tahu beberapa hal berikut ini untuk mencegahnya.

 

1. Penampilan

Man in Suit

Penampilan menjadi salah satu unsur yang akan mengantarkan presenter menuju kesuksesan dalam presentasi. Penampilan bisa menggambarkan sifat seseorang, juga bisa membangun kredibilitas presenter. Ketika presenter dianggap kredibel, audiens akan mudah untuk percaya, kemudian tertarik dengan konten dan penyampaian presenter.

 

2. Suara

A Man Presenting

Suara merupakan unsur utama dan paling penting dalam sebuah presentasi. Oleh karena itu, sebelum melakukan presentasi, cek terlebih dahulu kondisi suara kita. Pastikan suara kita bisa bekerja secara optimal ketika hari presentasi tiba. Lakukan pengecekan juga terhadap media yang akan kita gunakan dalam presentasi.

Ketika presentasi, gunakan suara yang lantang untuk memberi kesan tegas dan percaya diri. Pastikan suara kita bisa terdengar hingga audiens yang paling belakang, sebab jika suara kita tidak terdengar dengan jelas, maka bersiaplah untuk ditinggalkan oleh audiens, entah karena jenuh, mengatuk, atau asik bermain dengan gadget.

 

3. Interaksi

A Presenter Interacted with His Audiences

Presentasi adalah bentuk komunikasi dua arah. Sebuah presentasi dianggap kurang menarik karena tidak adanya interaksi antara presenter dengan audiens. Hal inilah yang menyebabkan audiens menjadi jenuh bahkan mengantuk saat sesi presentasi berlangsung. Oleh karena itu, libatkanlah audiens, misalnya dengan meminta mereka untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan singkat. Dengan begitu, kita bisa menarik simpati audiens untuk lebih memperhatikan materi yang kita sampaikan.

 

4. Coffee Break

Coffee Break

Presentasi memang sebaiknya dilakukan dengan waktu yang tidak terlalu lama. Meski demikian, banyak presentasi yang dilakukan dalam waktu yang cukup panjang. Hal ini tentu akan membuat audiens bosan dan jenuh jika presentasinya tidak dikemas dengan menarik. Mengatasi hal tersebut, kita bisa memberikan waktu kepada audiens untuk rileks dan meregangkan otot-otot dengan melakukan coffee break di sela-sela presentasi. Selain bertujuan untuk membuat audiens lebih fresh, hal ini juga bisa mencegah audiens dari rasa kantuk karena bosan.

 

5. Slide Presentasi Menarik

Awesome Presentation Slide by Jasa Presentasi

Buatlah slide presentasi semenarik mungkin supaya audiens fokus pada presentasi. Slide presentasi yang menarik juga akan membuat audiens tidak mudah bosan dan tertarik untuk memperhatikan. Selaian itu, desain presentasi yang menarik secara visual akan memproses otak untuk menciptakan makna sehingga audiens bisa dengan mudah menangkap yang kita sampaikan.

 

Tantangan terbesar bagi seorang presenter atau public speaker adalah bagaimana mereka mempertahankan perhatian audiens pada saat presentasi berlangsung. Untuk itu, perhatikanlah 5 hal di atas supaya audiensmu tetap fokus dan tidak bosan dengan presentasimu.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Gunakan 3 Kalimat Ini Untuk Menutup Presentasi

Jasa Presentasi – Kalimat pembuka merupakan salah satu unsur penting dalam sebuah presentasi, karena bisa membantu presenter untuk memberikan kesan pertama yang baik. Meskipun demikian, kalimat penutup juga tidak kalah penting. Kalimat penutup yang baik akan membuat audiens terkesan dan mudah untuk mengingat presentasi yang kita bawakan. Lantas, kalimat seperti apa yang sebaiknya digunakan untuk menutup sebuah presentasi?

 

1. Ajakan

Untuk membuat audiens melakukan sesuatu seperti yang kita harapkan, gunakan kalimat berisi ajakan yang membuat audiens tertarik dan mengambil langkah terkait apa yang kita sampaikan. Contoh kalimat yang bisa digunakan, “Ayo kita budayakan hidup sehat mulai dari sekarang, no junk food no fast food!”, “Mari cintai bumi dengan menghemat energy!”, “Saya berdiri di sini untuk menunggu keputusan anda, karena apa yang kita lakukan hari ini itulah yang akan kita rasakan di kemudian hari.”

 

2. Apresiasi

Sebagai bentuk apresiasi kepada audiens gunakanlah kalimat penutup berisi ucapan terima kasih. Hal ini, selain meninggalkan kesan yang baik, juga akan membuat audiens merasa kehadirannya dihargai. Contoh kalimatnya seperti, “Terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu yang sudah bersedia meluangkan waktu hadir pada acara ini. Sebagai bentuk apresiasi, ada sedikit tanda cinta yang sudah kami siapkan. Bapak/Ibu bisa menukarkannya di stan yang berada di dekat pintu keluar.” atau “Sekali lagi terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah ikut berpartisipasi dalam acara ini. Terakhir mari kita tutup acara ini dengan melakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan.”

 

3. Meminta Saran

Supaya memberikan kesan low profile, gunakanlah kalimat penutup yang menyatakan permintaan saran atau pendapat dari audiens. Hal ini bisa juga kita jadikan masukan untuk perbaikan ke depannya. Kalimat yang bisa digunakan misalnya, “Kami tunggu kritik dan saran dari Bapak/Ibu sekalian sebagai bahan evaluasi kami ke depannya.” atau “Silahkan hubungi nomor yang tertara di layar jika ada pertanyaan, kritik dan saran yang ingin Bapak/Ibu sampaikan. Sekecil apapun bentuknya sampaikanlah kepada kami sebagai bahan evaluasi kami ke depan.”

 

Mengakhiri presentasi memang terlihat sepele. Kebanyakan dari kita tidak terlalu mempedulikan bagaimana presentasi yang kita lakukan akan ditutup. Padahal, dengan melakukan penutupan yang menarik dan mengesankan, audiens akan mengingat presentasi dan pesan kita.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

7 Aturan ini Harus Kamu Patuhi Ketika akan Menggunakan Gambar dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Gambar merupakan salah satu unsur visual yang dapat menambah ketertarikan tampilan presentasi. Gambar juga bisa membantu audiens untuk lebih mudah mengingat pesan yang disampaikan dalam presentasi. Meski begitu, menyertakan gambar dalam presentasi tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Terdapat beberapa aturan yang perlu dipatuhi ketika akan menyertakan gambar dalam slide presentasi. Aturan-aturan tersebut antara lain sebagai berikut.

 

1. Gunakan Gambar yang Sesuai dengan Konten

Meditation Slide with Meditation Images

Aturan pertama yang harus dipatuhi adalah gambar yang digunakan harus sesuai dengan konten. Jika konten yang dijelaskan tentang bisnis, tidak lucu jika gambar yang ditampilkan adalah gambar-gambar pemandangan. Begitu juga ketika konten yang dijelaskan tentang science, carilah gambar-gambar yang berkaitan dengan science. Gunakan kata kunci yang berkaitan dengan konten, misalnya jika kontennya bisnis, gunakan kata kunci bisnis, karyawan, kantor, dan rapat untuk mencari gambarnya.

 

2. Hindari Gambar Ber-watermark

Watermarked Image

Google, adalah salah satu tujuan utama ketika kita akan mencari gambar. Google menampilkan banyak hasil dengan kualitas yang beragam. Salah satu hasil yang bisa muncul di google adalah gambar dari microstock yang masih ada label atau watermark-nya. Gambar-gambar ini biasanya memiliki kualitas HD dan mungkin sesuai juga dengan gambar yang sedang kita cari. Sehingga kita terjebak untuk tetap memakainya. Padahal jika dilihat dari segi desain dan tampilan, gambar dengan watermark ini justru membuat tampilan tidak menarik sama sekali dan akan mengganggu fokus audiens.

 

3. Carilah Gambar Berkualitas Tinggi

unsplash.com

Google memang menyediakan banyak sekali gambar, namun kualitasnya tidak terjamin. Banyak sekali gambar beresolusi rendah yang akan muncul dalam pencarian di google. Solusinya adalah dengan memanfaatkan situs-situs penyedia gambar berkualitas tinggi dan GRATIS. Kita bisa mengunduh gambar gratis tersebut di pexels.com, unsplash.com, freepik.com, dan lain-lain.

 

4. Usahakan untuk Menyesuaikan Gambar dengan Tema Warna

Moodboard

Salah satu hal yang membuat tampilan sebuah presentasi menarik adalah konsistensi. Baik konsisten dalam penggunaan font, ukuran teks, warna, dan juga gambar. Usahakan untuk mencari gambar yang memiliki skema warna yang sepadan. Jika dasarnya putih dan hitam, carilah gambar yang memiliki dasar putih dan hitam. Atau jika tidak memungkinkan untuk mencari gambar dengan warna senada, manfaatkan fitur yang edit gambar pada aplikasi desain presentasi (seperti PowerPoint) untuk menyamakan warnanya.

 

5. Percantik Gambar dengan Mengeditnya

Edited Image

Salah satu kelebihan aplikasi presentasi terutama PowerPoint adalah edit gambar. Kita bisa memotong, mengatur kecerahan, blur, juga bisa mengubah warna. Untuk menambah ketertarikan dan keunikan gambar, kita bisa memanfaatkan salah satu fitur edit gambar tersebut, misalnya dengan mengubah warnanya.

 

6. Jangan Ditarik, Tetapi Dipotong

Stretched and Cropped Image Example

Terkadang, ukuran gambar yang kita miliki tidak sesuai dengan ukuran yang kita inginkan. Banyak di antara kita yang menyesuaikannya dengan menarik gambar, sehingga proporsinya menjadi tidak sesuai dan gambar menjadi gepeng. Sebagai gantinya, ketika ingin menyesuaikan ukuran gambar, gunakanlah fitur crop untuk memotong gambar sesuai dengan ukuran yang kita inginkan.

 

7. Atur Posisi Gambar dengan Baik

Image Layouting Slide

Gambar memang akan menambah ketertarikan visual sebuah presentasi, namun bukan berarti kita bisa sembarangan dalam menempatkan gambar dalam slide. Usahakanlah untuk menempatkan gambar pada posisi yang akan membuat slide menjadi lebih menarik. Jika mengalami kesulitan dalam memposisikan gambar, carilah referensi layout presentasi di internet. Variasikan juga gambar-gambar tersebut dengan membuatnya ke dalam berbagai bentuk, misalnya menjadi bulat, segitiga, belah ketupat, dan lain-lain.

 

Gambar merupakan salah satu unsur visual yang akan membuat slide semakin menarik dan mudah untuk dipahami. Pastikan untuk selalu menggunakan gambar yang mendukung konten. Ikuti aturan-aturan di atas ketika akan menyertakan gambar dalam presentasi.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Pastikan 5 Hal ini Kamu Tanyakan Sebelum Mempersiapkan Presentasi

Jasa Presentasi – Ada banyak faktor yang berpengaruh terhadap suksesnya sebuah presentasi. Di lapangan kita sering menjumpai banyak presentasi yang gagal, hal ini tidak hanya karena isi materi yang disampaikan. Kemampuan presenter dalam menyampaikan presentasi pada audiens juga menjadi poin penting. Jadi sebelum mempersiapkan presentasi, tanyakan 5 hal ini agar presentasimu berhasil memukau audiens.

 

1. Siapa Audiens Presentasimu?

Presentation Audiences

Mengenal siapa audiens kita dalam melakukan presentasi adalah poin penting karena hal ini berhubungan dengan cara kita menyampaikan presentasi tersebut melalui gaya bahasa hingga pakaian seperti apa yang akan kita kenakan. Jika audiens kita adalah anak muda, kita bisa menyampaikan presentasi lebih rileks dengan menyelipkan humor yang sesuai dengan isi materi. Lain halnya jika audiens kita adalah pebisnis bahkan calon klien, maka kita akan memilih menggunakan gaya bahasa yang lugas dan tidak bertele-tele.

 

2. Apa Tujuan Presentasi Ini?

A Team Determine Their Target

Sebelum mempersiapkan presentasi penting sekali mengetahui maksud dan tujuan presentasi itu sendiri. Karena hal ini akan lebih memudahkan kita dalam menyampaikan isi materi sehingga audiens bisa dengan mudah menerima inti dari apa yang akan kita sampaikan. Dengan mengetahui tujuan presentasi berarti kita telah menentukan langkah selanjutnya pasca presentasi.

 

3. Apa Saja Materi yang Harus Disampaikan?

A Hand Flipping Book

Setelah tahu siapa audiens dan tujuan presentasi, hal yang harus dipersiapkan dalam presentasi adalah materi. Materi dari presentasi diharapkan menyuguhkan informasi yang bisa diterima dengan mudah oleh audiens. Buatlah materi presentasi semenarik mungkin, tentu kembali lagi harus diingat siapa audiens dan apa tujuan dari presentasi ini.

 

4. Bagaimana Membuat Slide Presentasi yang Menarik?

Designing

Setelah mempersiapkan tiga poin di atas, poin ke empat ini tak kalah penting. Sebagus apapun materi serta presentasi yang sudah kita persiapkan, akan menjadi sia-sia ketika tidak didukung slide presentasi yang menarik. Fakta di lapangan menyebutkan jika audiens akan lebih tertarik dengan slide presentasi yang tak hanya memuat data-data atau tulisan panjang yang akhirnya membuat jenuh. Jika kita masih kesulitan dalam mempersiapkan slide presentasi, ada baiknya kita mempercayakannya pada jasapresentasi.com yang lebih pengalaman dalam bidang ini.

 

5. Apa Saja yang Perlu Dilatih dan Dipersiapkan Sebelum Melakukan Presentasi?

A Man Practices His Speech in front of Mirror

Sebelum benar-benar memulai presentasi di hadapan audiens, ada baiknya kita berlatih untuk memantapkan materi serta poin apa saja yang hendak kita sampaikan. Sebaiknya latihan tidak melulu isi materi maupun cara penyampaian presentasi. Jangan lupakan peralatan pendukung seperti laptop, flash disk serta file presentasi. Hal ini sebagai antisipasi jika terjadi masalah saat melakukan presentasi kita bisa tetap tenang dan tidak terlihat panik di hadapan audiens.

 

Pastikan pertanyaan-pertanyaan tersebut terjawab sebelum kamu memulai mempersiapkan presentasi. Hal ini akan memudahkan persiapanmu serta mempersingkat waktu.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Tips Desain Presentasi dari Garr Reynolds

Jasa Presentasi – Garr Reynolds, namanya dikenal sebagai salah satu tokoh public speaking dan communications consultant. Salah satu media menyebutkan jika Garr adalah satu dari seratus orang paling berpengaruh di internet. Dari bukunya yang berjudul “Presentation Zen Design,” Garr Reynolds memberikan beberapa tips sebelum membuat desain presentasi, antara lain:

 

1. Keep It Simple

Slide presentasi yang menarik bukanlah yang berisi rentetan teks ataupun gambar yang memenuhi seluruh isi slide. Jangan biarkan kemampuan kita untuk menceritakan konten atau menyampaikan pesan dalam sebuah presentasi teralihkan oleh slide yang terlalu rumit dan padat, sebab hal ini akan membuat audiens lebih fokus untuk membaca slide dari pada mendengar apa yang kita sampaikan.

 

2. Gunakan Tema dan Hindari Menggunakan Template PowerPoint

Sering sekali dijumpai presentasi dengan tampilan yang mirip. Hal ini karena kebanyakan dari mereka memakai template yang sudah disediakan oleh PowerPoint. Saat ini penggunaan template PowerPoint sudah ketinggalan zaman dan kurang menarik, sebab slide-slide tersebut terlihat sama dan tidak unik. Oleh karena itu, tinggalkan template PowerPoint dan carilah referensi di internet tentang presentasi yang menarik. Sesuaikan juga desain yang akan dibuat dengan tema presentasi. Pastikan konten yang akan disajikan tidak hanya menarik, tetapi juga mudah dipahami oleh audiens.

 

3. Pilih Warna yang Sesuai

Sebuah studi menunjukkan jika penggunaan warna yang tepat dapat membantu membujuk dan memotivasi. Warna sendiri dapat dibagi menjadi dua kategori umum, dingin (seperti biru dan hijau) dan hangat (seperti orange dan merah).

Jika kita akan melakukan presentasi di ruangan seperti aula besar, maka pilih latar belakang gelap (biru tua, abu-abu, dll), dengan teks putih atau terang. Jika kita berencana untuk membiarkan sebagian besar lampu menyala, maka latar belakang putih dengan teks hitam bisa menjadi pilihan.

Selain mempertimbangkan lokasi presentasi sebelum memilih warna, terdapat beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan ketika akan memilih warna, di antaranya adalah audiens, psikologi warna, karakteristik brand, kontras, dan lain-lain.

 

4. Gunakan Font yang Tepat

Pilihlah font yang sesuai dengan kebutuhan konten dan pastikan bahwa font yang digunakan sama pada semua slide dan konsisten. Gunakan tidak lebih dari dua font komplementer (misalnya arial dan arial bold) atau bisa juga menggunakan satu family font (misalnya family font Futura). Pastikan juga kita tahu karakter dari font yang hendak kita pakai.

Terlepas dari font apa yang kita pilih, pastikan teks mudah dibaca oleh audiens sekalipun dari jarak yang jauh. Baca tips tipografi dari Jasa Presentasi ini untuk mendapat panduan dalam mengatur teks.

 

5. Use video or audio

Jika memungkinkan, gunakan video atau audio untuk meningkatkan ketertarikan audiens. Namun usahakan tidak menyajikan video atau audio yang terlalu panjang. Sertakan video atau audio ke dalam presentasi sehingga kita tidak perlu keluar dari PowerPoint atau aplikasi presentasi lain ketika akan membuka video atau audio, sebab jika hal ini terjadi, fokus audiens bisa terbagi.

Usahakan juga untuk tidak menggunakan efek suara (seperti bunyi klakson atau tepuk tangan) dalam transisi slide di PowerPoint. Penggunaan efek suara berlebihan yang melekat pada animasi adalah cara yang pasti untuk kehilangan kredibilitas kita sebagai presenter atau speaker.

 

Membuat presentasi mungkin mudah untuk dilakukan oleh siapa saja, namun tidak dengan mendesain presentasi yang menarik. Mendesain presentasi yang menarik membutuhkan waktu dan keahlian (atau kebiasaan). Berlatihlah sesering mungkin dalam mendesain presentasi dan ikuti beberapa tips dari Garr Reynolds di atas.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Gunakan 3 Gaya Public Speaking Ini Untuk Menarik Perhatian Audiens

Jasa Presentasi – Presentasi merupakan salah satu bentuk komunikasi di hadapan audiens dengan tujuan berbeda-beda. Ada yang melakukan presentasi untuk menyampaikan informasi, ada juga presentasi yang bertujuan untuk mempengaruhi dan mengajak orang lain untuk melakukan sesuatu, atau juga presentasi bisnis di hadapan klien. Untuk bisa melakukan presentasi yang baik diperlukan persiapan yang matang serta latihan. Pelajari 3 gaya presentasi ini untuk bisa menarik perhatian audiens.

 

1. Gaya Presence

Woman Presenting Freely

Presentasi adalah sebuah media komunikasi, namun kita sering mendapati seseorang melakukan presentasi layaknya sebuah monolog. Mereka berbicara di hadapan audiens dengan cara menghafal atau membaca salinan teks dengan pandangan yang tidak tertuju kepada audiens. Tentu ini bukan sebuah cara yang tepat dalam melakukan presentasi sebab audiens akan mudah merasa jenuh. Agar tidak terjebak dalam presentasi semacam ini kita harus mempersiapkannya dengan matang, pelajari materi serta cari tahu siapa audiens kita. Hal ini akan memudahkan terjadinya komunikasi dua arah, jadi ketika melakukan presentasi kita tidak hanya sekedar menghafal materi. Inilah yang dimaksud dengan gaya presence.

 

2. Gaya Visual

A Man Presenting Data

Salah satu media yang bisa kita pakai untuk mendukung sebuah presentasi adalah penggunaan slide visual. Gaya presentasi visual ini dilakukan untuk membantu audiens lebih memahami apa yang kita sampaikan. Untuk membuat presentasi visual ada beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu dengan menyelipkan audio, video yang relevan dan gambar yang memperjelas apa yang kita sampaikan. Cara ini terbukti efektif dan bisa membuat audiens terkesan dengan presentasi kita, sehingga apa yang kita sampaikan bisa lebih mudah diingat.

 

3. Gaya Storytelling

Woman Telling Story for Little Girl

Kebanyakan orang suka mendengarkan cerita dari pada harus membaca secara langsung. Inilah yang kemudian membuat teknik storytelling bisa menarik perhatian audiens. Gaya storytelling sendiri merupakan salah satu teknik presentasi dengan cara bercerita. Dengan cerita kita bisa lebih mudah membangun komunikasi dengan audiens. Kemaslah cerita dengan baik dan buatlah senatural mungkin, cara ini efektif untuk membangun hubungan emosi dengan audiens sehingga kita lebih mudah untuk mempengaruhi pikiran audiens. Gaya presentasi ini bisa dikombinasikan dengan dua gaya sebelumnya yaitu gaya presence dan gaya visual. Kita bisa bercerita tanpa bantuan visual, tetapi bisa juga menambahkan visual untuk lebih menarik perhatian audiens.

 

Setelah mengetahui ketiga gaya presentasi di atas, kamu bisa memilih salah satunya atau mengkombinasikan 2 gaya untuk diterapkan dalam penyampaian presentasimu selanjutnya. Pastikan untuk berlatih sesering mungkin sehingga presentasimu bisa sukses dan diingat oleh audiens.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

4 Bahasa Tubuh Audiens Ini Menunjukkan Bahwa Presentasimu Membosankan

Jasa Presentasi – Presentasi adalah salah satu bentuk komunikasi dua arah. Pernahkah kita melakukan presentasi tapi mendapati audiens yang pasif atau tidak memberi respon atas materi yang kita sampaikan. Jika pernah mungkin ada yang salah dengan presentasimu. Berikut adalah bahasa tubuh audiens yang bisa menjadi kode ketika presentasimu membosankan.

 

1. Menguap

A Girl Yawning

Menguap selalu identik dengan rasa kantuk. Sebuah studi mengatakan bahwa salah satu ciri seseorang yang sedang bosan adalah sering menguap. Hal ini terjadi karena Nucleus Accumbens yang berperan menerima informasi dan mengatur jumlah hormon adenosin dalam tubuh tidak menerima informasi atau rangsangan yang menyenangkan sehingga kita akan merasa bosan yang akhirnya membuat kadar adenosin naik. Ketika kadar adenosin naik maka tak lama kemudian kita akan mengalami kantuk yang luar biasa.

 

2. Bermain Gadget

A Girl Texting

Salah satu cara yang biasa kita lakukan untuk mengusir jenuh adalah dengan bermain gadget, entah untuk membuka media sosial, berkirim pesan bahkan bermain game. Tapi jika kita mendapati seseorang lebih sibuk menatap layar ketimbang memperhatikan presentasi yang kita lakukan, hal ini merupakan kode keras bahwa mereka jenuh dengan apa yang kita sampaikan. Bisa karena materi yang terlalu berat, durasi presentasi yang lama, atau cara kita dalam menyampaikan presentasi yang kurang menarik.

 

3. Ngobrol

Two Girls Talking to Each Other

Salah satu ciri ketika audiens tidak tertarik mendengarkan presentasi yang kita bawakan adalah asyik mengobrol dengan teman sebelahnya. Untuk itulah sebaiknya sebelum melakukan presentasi lakukan persiapan sebaik mungkin, mulai dari penguasaan materi, slide presentasi dan kenali audiens. Hal ini adalah cara untuk menarik perhatian audiens.

 

4. Meninggalkan Ruangan

A Hand Reaching Door Knob

Jika saat melakukan presentasi audiens sering keluar masuk ruangan bisa jadi indikasi audiens jenuh terhadap presentasi yang kita bawakan. Percaya atau tidak, jika ada satu atau dua orang yang memulai, maka yang lain akan segera mengikuti. Tentu ini akan mengganggu fokus yang lain. Buatlah audiens tertarik terhadap presentasi kita, jika perlu segera lakukan ice breaking untuk memecah kebekuan dan meregangkan otot-otot.

 

Membuat audiens terkesan memang bukan perkara mudah, namun paling tidak, kita tidak membuat mereka bosan. Pastikan kamu sudah mempersiapkan presentasi secara matang, sampaikan konten dengan cara yang menarik, ringkas, dan mudah dipahami. Manfaatkan juga beberapa tips dari Jasa Presentasi ini ketika audiens mulai merasa bosan dengan presentasi yang sedang kamu sampaikan.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Lakukan 5 Hal Ini Ketika Audiens Mulai Jenuh Dengan Presentasimu

Jasa Presentasi – Dalam sebuah presentasi kita tidak bisa memaksa audiens untuk tetap fokus dan memperhatikan materi presentasi yang kita sampaikan. Terkadang materi yang terlalu berat akan menimbulkan rasa jenuh dan membuat audiens mengantuk. Jika sudah seperti ini biasanya audiens lebih memilih melakukan aktivitas lain seperti bermain HP. Sebelum audiens benar-benar merasa jenuh dan tidak fokus terhadap materi presentasi kita, persiapkan 5 hal berikut:

 

1. Fresh Jokes

Untuk memecah kebekuan dalam sebuah presentasi sisipkan sebuah jokes yang menarik. Selain membuat audiens tertawa, jokes ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sebuah presentasi. Tapi harus diingat, menyampaikan jokes-jokes untuk membuat audiens tertawa itu bukanlah hal yang mudah. Pilih jokes yang relevan dengan materi presentasi dan pastikan tidak memakai jokes yang sudah umum. Sebab jika kita gagal menyampaikan jokes kepada audiens, bukannya tertawa, mereka justru akan menganggapnya garing dan menjadi semakin bosan dengan presentasi kita.

 

2. Games atau Ice Breaker

Dalam sebuah presentasi, menyelipkan games sudah umum dilakukan. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan jenuh dan mencairkan suasana. Pilihlah aneka permainan yang melibatkan audiens seperti gerakan tubuh, yel-yel atau bernyanyi. Usahakan memilih permainan yang relevan dengan topik presentasi sehingga audiens merasa terkesan dan selalu mengingat materi yang disampaikan.

 

3. Diskusi

A Man Discuss in Presentation

Dalam sesi presentasi libatkan audiens untuk melakukan aktivitas bersama melalui sesi tanya jawab dan diskusi. Hal ini bisa membuat audiens lebih interaktif serta mengukur seberapa jauh materi presentasi yang kita sampaikan diterima oleh audiens. Dengan komunikasi dua arah seperti ini audiens akan merasa senang karena bisa ikut terlibat dan berpartisipasi dalam sebuah presentasi.

 

4. Dekati Audiens

The Speaker Get Closer to The Audiences

Dalam sebuah presentasi kita sering mendapati seorang pemateri yang hanya diam di tempat kendati pandangan mereka tertuju pada audiens. Jika melakukan presentasi dengan model seperti ini tentu audiens akan merasa jenuh. Sebagai antisipasi, berjalanlah mendekati audiens, dan tatap mata audiens. Hal ini terbukti bisa membangun kedekatan secara emosi dengan audiens. Selain itu cara ini akan memberikan kesan hangat dan percaya diri sehingga audiens merasa tertarik memperhatikan apa yang kita sampaikan.

 

5. Doorprize

A Gift for Presentation Audiences

Audiens selalu tergoda dengan sebuah hadiah atau doorprize yang dibagikan dalam sebuah public speaking. Gunakan ini untuk sebuah pancingan sehingga audiens mau memperhatikan materi presentasi. Misalnya dengan menyampaikan akan ada doorprize bagi audiens yang berhasil menjawab pertanyaan seputar materi yang disampaikan. Bisa juga pembagian doorprize ini dilakukan di sela-sela presentasi, tinggal sesuaikan dengan jumlah doorprize yang hendak dibagikan.

 

Cobalah untuk praktekkan beberapa hal di atas ketika kamu menghadapi audiens yang jenuh dan tidak memperhatikan. Sesuaikan juga dengan jenis presentasi yang sedang kamu lakukan. Jika presentasimu bersifat formal, akan lebih baik jika menggunakan jokes atau candaan. Jika audiensmu adalah mahasiswa, kamu bisa bebas menggunakan beberapa hal di atas. Selain itu, kamu juga bisa mengkombinasikannya.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Perlukah Menginvestasikan Uang Kita kepada Desainer?

Tidak bisa dipungkiri bahwa desain merupakan salah satu unsur penting dalam setiap bisnis. Mulai dari perusahaan manufaktur sampai jasa, semuanya membutuhkan desain. Perusahaan-perusahaan ini membutuhkan desain sebagai alat branding, promosi, maupun keperluan internal.

Tidak hanya dalam bisnis atau perusahaan, desain juga bisa dianggap penting bagi perorangan, terutama bagi mereka yang ingin membranding diri.

Bagi mereka yang memiliki keahlian di bidang desain, hal ini mungkin mudah untuk dilakukan. Mereka bisa memenuhi kebutuhan desain mereka sendiri dengan mudah dan sesuai keinginan. Namun, bagaimana jika kita adalah orang yang tidak memiliki keahlian dalam bidang desain?

Salah satu kisah dari klien Jasa Presentasi ini mungkin bisa menjadi jawabannya.

 

WAWANCARA PRESENTASI PAK WAWAN SEBAGAI CALON MANAJER

Presentation Interview

Namanya Pak Wawan. Ia adalah salah satu klien personal Jasa Presentasi. Suatu ketika, ia diminta untuk melakukan wawancara presentasi sebagai tahapan akhir sebelum diterima sebagai manager di sebuah perusahaan alas kaki di Jakarta.

Wawancara presentasi ini merupakan wawancara yang sangat penting bagi kelanjutan karir Pak Wawan. Ia ingin memberikan kesan yang baik di hadapan pihak perusahaan. Salah satu usaha Pak Wawan untuk memberikan kesan baik dalam wawancaranya nanti adalah dengan membuat presentasi yang menarik, namun karena keterbatasan waktu dan kemampuan, Pak Wawan memutuskan untuk bekerja sama dengan Jasa Presentasi.

Singkat cerita, Pak Wawan datang ke kantor Jasa Presentasi untuk diskusi harga dan memberikan brief. Ia menjelaskan materi yang akan disampaikan dalam wawancaranya nanti. Setelahnya, ia memasrahkan keputusan desain kepada tim Jasa Presentasi dengan beberapa ketentuan yaitu font yang harus digunakan adalah Times New Roman dengan spasi 1,5.

 

FONT MERUPAKAN SALAH SATU UNSUR AESTETIK DALAM DESAIN PRESENTASI

Fonts choice can affect your visual presentation

Seperti yang selalu kami sebutkan dalam artikel-artikel sebelumnya, font adalah salah satu unsur aestetik dalam desain presentasi. Penggunaan font yang kurang tepat bisa mengurangi ketertarikan sebuah desain presentasi, namun bukan berarti hal ini tidak dapat diatasi. Meskipun Times New Roman merupakan font standar yang kurang menarik dan tidak disarankan untuk dipakai dalam desain, hal ini bisa diatasi dengan menonjolkan elemen lain, seperti warna, ikon, layout, gambar, dan lain-lain. Oleh karena itu, ketentuan mengenai font ini tidak menjadi masalah bagi kami.

Singkat cerita, desain presentasi selesai dikerjakan. Keesokan harinya, Pak Wawan melakukan wawancara presentasi dengan desain tersebut. Seminggu kemudian, Pak Wawan menghubungi kami dan memberikan kabar bahwa ia lolos ke tahap terakhir. Tidak lama setelahnya, ia kembali memberikan kabar bahwa ia telah selesai melakukan rangakaian seleksi pekerjaan dan berhasil diterima di perusahaan tersebut.

 

PELUANG DAN KESEMPATAN

Opportunity Cost

Dalam ekonomi, ada ilmu yang dinamakan opportunity cost atau biaya peluang. Ketika dihadapkan pada dua opsi, kita pasti akan membuat pertimbangan-pertimbangan sebelum memilih salah satu dari dua opsi tersebut. Ketika akhirnya memutuskan memilih, tentu ada hal yang harus dikorbankan. Misalnya seperti kisah Pak Wawan di atas, ia memilih untuk mengeluarkan uang demi membantunya memberikan kesan yang baik dan sukses dalam wawancara presentasi yang akan dilakukannya.

Uang yang dikeluarkan Pak Wawan ini disebut dengan “biaya peluang” atau biaya yang harus dikeluarkan dan direlakan untuk mengambil sebuah kesempatan (dalam kasus Pak Wawan adalah kesempatan untuk mendapat pekerjaan dengan posisi manajer).

 

Bagaimana pendapatmu setelah membaca artikel di atas? Apakah perlu menginvestasikan atau mengeluarkan uang kita untuk desainer?

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Gerakan Tangan Yang Harus Dihindari Saat Melakukan Presentasi

Jasa PresentasiKetika kata dapat berbohong, bahasa tubuh akan menunjukkan yang sebenarnya. Bahasa tubuh seringkali muncul tanpa kita sadari dan ini menunjukkan kondisi kita yang sebenarnya. Dalam presentasi, body language, terutama gerakan tangan bisa membantu kita untuk memberikan penekanan pada materi yang sedang disampaikan. Gerakan tangan ini biasanya kita lakukan secara sadar. Namun, ketika melakukan presentasi, kita juga seringkali melakukan gerak tubuh secara tidak sadar dan ini bisa menimbulkan persepsi yang bermacam-macam dari audiens. Persepsi ini tidak akan menjadi masalah jika positif, namun tentu akan merugikan jika persepsi yang muncul justru persepsi negatif. Supaya tidak terkesan negatif di hadapan audiens, hindari lima gerakan tangan berikut ini.

 

1. Bersedekap

Man Crossed His Arms

Posisi berdiri sambil melipatkan kedua tangan di dada merupakan salah satu bentuk bahasa tubuh yang bisa diartikan sebagai sikap perlindungan diri atau bisa juga sebagai sikap menutup diri. Hal ini bisa saja menggiring oponi audiens yang menganggap jika kita tidak terbuka dalam menyampaikan sesuatu. Dalam beberapa hal sikap bersedekap juga dilakukan ketika kita sedang merasa kedinginan.

 

2. Menggaruk Kepala/Belakang Leher

Stress and Nervous Man

Tanpa disadari sikap menggaruk-garuk kepala ini sering kita lakukan saat kita sedang berbohong terhadap lawan bicara. Selain itu posisi menggaruk-garuk bagian leher belakang juga bisa diartikan kita tengah ragu-ragu dalam menyampaikan sesuatu. Sikap semacam ini sebaiknya tidak dilakukan karena audiens akan menilai apa yang kita sampaikan kurang meyakinkan sehingga audiens enggan memperhatikan apa yang kita sampaikan.

 

3. Memasukkan Tangan Ke Dalam Saku

Girl Insert Her Hand Inside The Pocket

Memasukkan tangan ke dalam saku celana adalah satu bentuk sikap yang biasanya dilakukan ketika kita sedang gugup dan nervous saat berbicara di depan umum. Sikap ini sebaiknya dihindari kendati bisa membuat lebih rileks karena audiens akan memandang kita sebagai sosok yang arogan dan terkesan ingin mendominasi.

 

4. Bertolak Pinggang

Confident Girl

Gerakan menaruh kedua belah tangan pada pinggang saat berbicara di hadapan menunjukkan bahwa dirinya over confidence. Sikap ini harus dihindari karena bisa menimbulkan kesan arogan atau sombong.

 

5. Pacifying

Anxiety and Pacifying

Seseorang yang sedang merasa gugup ketika berbicara di depan banyak orang tanpa disadari akan menciptakan gerakan tangan yang dilakukan terus menerus tanpa ada alasan yang jelas. Seperti sering membetulkan rambut, memainkan bolpoin, membetulkan kacamata, dll. Gerakan inilah yang disebut pacifying. Gerakan seperti ini harus dihindari sebab akan mengalihkan perhatian audiens. Alih-alih menyimak materi yang kita sampaikan, bisa jadi audiens akan lebih fokus terhadap gerakan-gerakan yang seharusnya tidak perlu kita lakukan karena akan dianggap sebagai hal yang lucu.

 

Gerakan-gerakan ini memang muncul tanpa sadar, namun kita bisa meminimalisasinya dengan sering melakukan latihan. Ketika melakukan latihan, usahakan untuk berlatih secara menyeluruh dan tidak hanya fokus pada konten presentasi saja. Latih juga intonasi suara, ekspresi, gerak tangan, serta body language lainnya.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com