Posts

Lakukan 4 Hal Ini Ketika Audiens Presentasimu Mulai Hilang Fokus

Jasa Presentasi – Terdapat banyak hal yang bisa mendistraksi perhatian audiens dari presentasi yang sedang kita sampaikan, seperti gadget, teman yang mengajak mengobrol, atau rasa kantuk karena bosan. Hal ini tentu tidak kita inginkan karena apa yang kita sampaikan tidak akan diterima oleh audiens. Untuk mencegah dan mengantisipasinya, terapkan beberapa trik berikut ini.

1. Berpindah Tempat

Terdapat banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menarik perhatian audiens, salah satunya dengan melakukan interaksi. Interaksi tidak harus dilakukan secara langsung. Kita bisa melakukan interaksi secara tidak langsung dengan berpindah tempat atau berjalan dari satu titik ke titik lainnya di atas panggung. Dengan melakukan hal tersebut, audiens akan bertanya-tanya di mana kita akan bergerak selanjutnya, dan ini berarti perhatian audiens tertuju pada kita.

2. Mengatur Kecepatan Suara

Berbicara dengan nada yang sama merupakan hal yang monoton dalam presentasi. Audiens tentu akan bosan mendengarkannya. Perlu adanya variasi dalam ritme untuk memberikan penekanan dan pembeda pada kalimat yang disampaikan. Selain itu, berubahnya ritme suara juga akan membuat penyampaian lebih menarik, sehingga audiens akan fokus dengan apa yang kita sampaikan.

‌3. Berhenti Sejenak dan Berikan Pertanyaan

Saat audiens mulai kehilangan fokus, berhentilah (diam) selama beberapa detik di tengah presentasi. Mereka otomatis akan menghentikan kegiatan dan bertanya-tanya, mengapa ia berhenti? Apakah ada yang salah? Teknik ini akan lebih powerful ketika diikuti dengan memberikan pertanyaan. Caranya, setelah memberikan pertanyaan, diamlah sejenak sambil mengedarkan pandangan ke seluruh audiens.

‌4. Menambahkan Cerita yang Relevan

Semua orang menyukai cerita, sebab cerita mengaktifkan imajinasi dan lebih mudah dicerna oleh otak manusia. Oleh karena itu, sertakanlah cerita yang relevan dan mendukung konten presentasi kita, sehingga audiens tidak mudah bosan dan tetap fokus pada apa yang kita sampaikan.

Jika kita ingin apa yang disampaikan dapat dipahami, diingat dan menginspirasi audiens, kita harus tahu cara untuk menarik perhatian mereka. Ikutilah beberapa strategi di atas untuk memastikan audiens tetap fokus dan memperhatikan apa yang kita sampaikan dalam presentasi.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

6 Kombinasi Warna yang Akan Popular di 2020 Menurut Canva

Warna merupakan salah satu elemen desain yang paling mencolok dan menjadi perhatian bagi orang yang melihatnya. Warna bisa menentukan suasana bagi desain itu sendiri. Tidak terkecuali dalam desain presentasi. Meskipun demikian, tidak mudah untuk menentukan kombinasi warna yang menarik dan pas untuk tema presentasi yang akan kita bawakan. Untuk itu, perhatikanlah beberapa warna berikut yang mungkin bisa menjadi referensi untuk desain presentasimu selanjutnya.

1. Navy dan Mint

Bagi graphic designer, warna Navy dan Mint dianggap sebagai warna yang aman dan mudah untuk dipadukan. Perpaduan warna ini memunculkan kesan handal dan dapat dipercaya. Meskipun terlihat kalem, kita bisa menggunakan perpaduan warna ini untuk presentasi formal, namun harus dikombinasikan dengan pemilihan font, gambar, dan elemen visual lainnya.

2. Peach dan Oranye

Perpaduan warna peach dan oranye memberikan kesan modern, oleh karena itu banyak digunakan oleh perusahaan untuk mempromosikan merek mereka kepada generasi milenial. Kita juga bisa menggunakan warna ini untuk menunjukkan kesan ramah dan kepercayaan diri.

3. Mustard dan Beige

Mustard dan Beige dianggap sebagai warna yang membosankan, namun ketika dikombinasikan, warna-warna ini menjadi menarik dan bahkan diprediksi akan popular di tahun 2020 ini. Warna mustard yang berani menjadi lebih netral ketika dikombinasikan dengan warna krem ringan.

4. Hitam dan Lime

Warna netral adalah warna yang tidak ada matinya. Meski jaman sudah berganti, warna ini tidak pernah ketinggalan jaman, misalnya warna hitam. Warna ini menjadi salah satu yang diprediksi akan popular di tahun 2020 dengan dipadukan bersama warna lime yang cerah dan berani. Kita bisa menggunakan perpaduan warna ini untuk menunjukkan kesan profesional dan formal.

5. Bombay Pink dan Secret Moss

Valspar, salah satu perusahaan cat Amerika, mejadikan Bombay Pink dan Secret Moss menjadi color of the year untuk tahun 2020. Bahkan kedua warna ini menjadi lebih menarik ketika dipadukan. Kombinasi kedua warna ini akan menciptakan kesan lembut dan halus dan sangat pas digunakan untuk presentasi dengan audiens wanita atau ketika pembahasan presentasinya mengenai fashion.

6. Pink dan Electric Blue

Kombinasi merah muda dan biru bukanlah hal baru. Meskipun demikian, Emily Ponton dari Em.ly Studio memperkirakan bahwa warna merah muda akan banyak dipasangkan dengan biru elektrik. Kombinasi keduanya menciptakan identitas visual yang kuat dan menarik. Kita bisa menggunakannya untuk berbagai tema presentasi, mulai dari yang formal hingga non-formal.

Warna-warna di atas merupakan kombinasi warna yang akan popular di 2020 menurut Canva. Kita bisa menggunakan dan menjadikannya referensi untuk desain kita selanjutnya, sehingga desain kita akan terlihat modern. Kombinasikan juga dengan elemen visual yang menarik lainnya.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

6 Gerakan Ini Bisa Membantu Kita Lebih Percaya Diri Saat Presentasi

Jasa Presentasi – Bahasa tubuh merupakan hal yang penting, sebab ia dapat mendukung dan memberikan penekanan pada apa yang disampaikan secara lisan oleh para pembicara. Pembicara yang melakukan presentasi tanpa adanya bahasa tubuh akan terlihat kaku dan hambar. Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan dan melatih bahasa tubuh yang akan digunakan dalam presentasi. Usahakanlah untuk menggunakan bahasa tubuh yang positif, karena berdasarkan hasil pengamatan (dikutip dari hbr.org), orang yang menunjukkan bahasa tubuh positif mendapatkan respon lebih baik dari pendengarnya. Bagaimana cara memberikan bahasa tubuh yang positif?

1. Membayangkan Sebuah Kotak

Menurut penasehatnya, Bill Clinton sering melakukan gerakan berlebih yang membuatnya terlihat tidak dapat dipercaya ketika berbicara di depan umum. Oleh karena itu, penasehatnya pun meminta Bill untuk membayangkan sebuah kotak di depan dada dan perutnya ketika sedang berbicara di depan umum. Hal ini bertujuan untuk menjadi batas gerakan tangan yang dilakukan oleh Bill.

2. Seperti Memegang Bola

Steve Jobs merupakan tokoh dan pembicara yang tidak bisa terlepas ketika kita sedang membahas tentang public speaking. Kita bisa mempelajari banyak hal darinya, salah satunya adalah tentang bahasa tubuh. Bahasa tubuh yang sering digunakan olehnya adalah gerakan seakan ia sedang memegang bola di antara kedua tangannya. Gerakan ini menunjukkan kepercayaan diri sehingga penyampaiannya mudah dipahami dan diterima oleh audiens.

3. Gestur Piramid

Saat sendang gugup, orang sering kali melakukan banyak gerakan. Hal ini bisa diatasi, salah satunya dengan melakukan gestur piramid, yaitu dengan menghadapkan telapak tangan satu sama lain, namun hanya jari-jari tangan saja yang saling bersentuhan. Inti dari gestur ini adalah untuk membuat kita terlihat rileks.

4. Sikap Kaki yang Terbuka Lebar

Cara orang berdiri menjadi indikator pola pikir mereka. Ketika anda berdiri diposisi yang kuat dan mantap dengan kaki Anda selebar bahu, itu menandakan Anda merasa sedang memegang kendali.

5. Telapak Tangan Terbuka

Sikap ini menunjukan keterbukaan dan kejujuran. Kita dapat memberi kesan bahwa kita adalah sosok yang kuat dan berpengaruh serta terbuka untuk melakukan komunikasi dengan orang-orang yang diajak bicara.

6. Telapak Tangan Menghadap ke Bawah

Gerakan yang terkesan negatif juga bisa dipandang positif, yaitu sebagai tanda kekuatan, otoritas dan ketegasan. Barack Obama sering menggunakannya untuk menenangkan kerumunan tepat setelah momen orasi yang meriah.

Bahasa tubuh merupakan bahasa nonverbal yang dilakukan secara alami dan tanpa kita sadari, namun ketika akan melakukan presentasi, kita bisa melakukan kontrol dengan berlatih dan membiasakan diri. Lakukanlah latihan di depan cermin atau di depan teman-teman dengan menerapkan beberapa bahasa tubuh di atas.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Hal yang akan Membuat Audiens Membenci Presentasimu

Jasa Presentasi – Pembicara merupakan sumber informasi dalam sebuah presentasi. Mereka memiliki gaya dan caranya tersendiri ketika menyampaikan informasi dan idenya. Terlepas dari itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar presentasi dapat berjalan lancar dan disukai oleh audiens. Beberapa hal tersebut dijelaskan di bawah ini. Pelajarilah dan buat audiens menyukai presentasi kita.

1. Persiapan yang Kurang Matang

Jika kita tidak memiliki persiapan yang matang, tentunya kelancaran dalam menyampaikan presentasi akan terganggu. Kita akan merasa gugup dan pesan tidak dapat disampaikan dengan baik. Jika sudah begitu, audiens akan menemukan alasan untuk tidak melanjutkan mendengarkan presentasi kita. Oleh karena itu, kita perlu berlatih dan menguasai materi serta bersiap untuk menghadapi masalah teknis yang mungkin terjadi ketika presentasi berlangsung.

2. Tidak Tahu Siapa Audiensnya

Penting sekali untuk mengetahui siapa yang akan menjadi audiens kita nanti, sebab audiens bisa datang dari berbagai latar belakang usia, pekerjaan, daerah tempat tinggal, dan lain-lain. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui latar belakang mereka sehingga kita bisa menyesuaikan cara dan teknik yang akan digunakan dalam presentasi. Jika cara dan teknik yang kita gunakan tepat, pesan yang hendak disampai juga akan diterima dengan baik oleh audiens.

3. Bertele-tele

Tidak ada yang menyukai presentasi yang bertele-tele. Presentasi yang bertele-tele hanya akan membuat audiens bosan dan tidak fokus pada pesan yang seharusnya mereka tangkap. Audiens lebih suka presentasi yang disampaikan dengan singkat, padat dan jelas. Oleh karena itu, fokuslah pada pesan dan inti presentasi. Berilah penjelasan secukupnya dan penjelasan yang mudah untuk dicerna audiens.

4. Desain Presentasi yang Membosankan

Asian business coach giving presentation on flip chart explaining new marketing research results training multi-ethnic sales team, chinese businesswoman analyzing project statistics at office meeting

Masih banyak pembicara yang kurang memperhatikan visual ketika presentasi. Padahal visual akan membantu kita untuk mempermudah pesan dipahami oleh audiens. Desain presentasi yang menarik mampu membuat audiens memfokuskan perhatiannya pada apa yang sedang disampaikan. Selain itu, desain presentasi yang menarik juga akan memperkuat pesan yang disampaikan. Sebaliknya desain presentasi yang monoton dan membosankan akan membuat audiens kurang tertarik pada apa yang kita sampaikan.

5. Bahasa Tubuh yang Berlebihan atau Tidak Tepat

Bahasa tubuh merupakan gerakan natural yang dilakukan oleh tubuh kita. Konon, bahasa tubuh bisa menunjukkan apa yang sedang kita rasakan secara jujur. Meskipun demikian, bahasa tubuh bisa dilatih. Oleh karena itu, selain melatih materi yang akan disampaikan, latihlah juga bahasa tubuh yang akan digunakan dalam presentasi. Jangan sampai bahasa tubuh yang kita gunakan justru mendistraksi perhatian audiens. Usahakan juga untuk mengontrol raut wajah. Berikan ekspresi yang hangat dan menyenangkan.

Ketika melakukan presentasi, kita tentu ingin apa yang disampaikan didengar dan diingat oleh audiens. Oleh karena itu, pelajarilah beberapa hal di atas supaya presentasi kita diperhatikan dan disukai oleh audiens.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Buat Presentasimu Anti Mainstream dengan 8 Kombinasi Warna Ini

Jasa Presentasi – Apakah kamu masih menggunakan warna default yang disediakan oleh PowerPoint atau aplikasi lainnya ketika mendesain presentasi? Menurutmu, apakah warna-warna tersebut menarik jika dikombinasikan? Apakah presentasimu menjadi lebih menarik ketika menggunakan warna-warna default tersebut? Jika jawabannya tidak, maka kamu perlu melihat dan menerapkan beberapa kombinasi warna dari Mr. Pugo ini untuk presentasimu selanjutnya.

Creative Colors #1

Creative Colors #2

Creative Colors #3

Creative Colors #4

Creative Colors #5

Creative Colors #6

Creative Colors #7

Creative Colors #8

Presentasi yang menarik memiliki warna yang menarik juga. Jika kamu kesulitan untuk mencari warna sendiri, gunakanlah warna-warna di atas untuk desain presentasimu selanjutnya.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

4 Speaker Inspiratif yang Bisa Kamu Jadikan Panutan

Jasa Presentasi – Seorang public speaker yang baik adalah mereka yang mampu mengolah kata dan gagasan menjadi sebuah kalimat berkonotasi positif yang mampu mengilhami sebuah tindakan. Di Indonesia ada banyak tokoh public speaking yang menginspirasi karena mampu menggugah dan menciptakan antusiasme bagi audiens. Yuk cari tahu siapa saja mereka.

1. Merry Riana

Merry Riana

Merry Riana aktif sebagai pembicara di berbagai seminar. Bukunya yang berjudul ‘Mimpi Sejuta Dollar’ menjadi national bestseller dan sudah diangkat ke layar lebar. Buku yang menceritakan tentang perjuangannya meraih 1 juta dollar pada usia 26 tahun ini mampu menginspirasi jutaan orang.

Saat ini Merry Riana merupakan motivator wanita paling sukses. Ia juga aktif membagikan kata-kata motivasinya di media sosial.

2. Andrie Wongso

Andrie Wongso

Mendapat gelar sebagai salah satu motivator terbaik di Indonesia, siapa sangka Andrie Wongso memiliki gelar SDTT (Sekolah Dasar Tidak Tamat). Setelah putus sekolah Andrie Wongso melewati masa-masa sulit dalam hidupnya. Berbagai pekerjaan dijalani mulai dari berjualan kue di pasar, menjadi sales, pelayan toko sampai aktor film di Hongkong. Kegigihannya untuk terus bergerak meraih impian membuat Andrie Wongso begitu menginspirasi. Dalam setiap presentasi, ia selalu bersemangat dan berapi-api. Tagline yang sering dipakai Andrie Wongso adalah “Success is my right.”

3. Tung Desem Waringin

Tung Desem Waringin

Tung Desem Waringin aktif sebagai narasumber aktif dalam berbagai seminar, perusahaan ataupun radio-radio. Sebagai personal coach, Tung Desem Waringin, oleh majalah SWA dinobatkan sebagai One of the Most Powerful People and Ideas in Business in Indonesia.

Selain sebagai pembicara dan pelatih yang sukses, Tung Desem Waringin juga dikenal sebagai penulis. Financial Revolution adalah salah satu bukunya yang mendapat penghargaan MURI sebagai buku inspirasional pertama dengan penjualan terbanyak pada hari pertama diluncurkan.

4. Bong Chandra

Bong Chandra

Bong Chandra dikenal sebagai motivator, pengusaha dan penulis yang pernah meraih penghargaan Forty under Forty” sebagai tokoh sukses di bawah usia 40 tahun versi Majalah Fortune Indonesia tahun 2010.

Bong Chandra memiliki slogan hidup “live begin at 20” yang sukses menginspirasi jutaan pemuda untuk segera bangkit meraih kesuksesan.

Dari empat tokoh di atas, kita bisa mengambil kesimpulan jika untuk menjadi seorang public speaker yang mampu menginspirasi jutaan orang tak bisa secara instan. Karena public speaker yang handal itu tidak dilahirkan, tetapi diciptakan.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Perhatikan 4 Hal ini Sebelum Menyertakan Video dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Kekuatan sebuah presentasi dipengaruhi oleh beberapa elemen, salah satunya adalah slide presentasi yang menarik. Untuk membuat slide presentasi yang menarik, kita bisa memasukkan unsur visual, salah satunya adalah video. Meskipun demikian, menyertakan video tidak bisa dilakukan secara sembarangan, karena alih-alih menjadikan slide lebih menarik, hal ini justru bisa menjadi distraksi bagi audiens. Untuk mencegah hal tersebut, simaklah beberapa tips menyertakan video pada slide presentasi berikut.

1. Relevan

Sebelum menyertakan video pada slide presentasi pastikan untuk memilih video yang relevan dengan tema. Ada beberapa orang yang sengaja menggunakan video sebagai hiburan, tapi ada juga yang memakainya untuk membantu memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Apapun tujuannya, kesesuaian video dengan tema akan membantu audiens lebih mudah menangkap apa yang kita sampaikan.

2. Durasi

Selalu ingat, tujuan penggunaan video dalam presentasi bukan untuk menggantikan peran presenter atau pembicara, oleh karena itu sertakanlah video dengan durasi yang tidak terlalu panjang. Aturlah durasi video menjadi 1-2 menit untuk presentasi pendek, dan 5-10 menit untuk presentasi yang panjang.

3. Kualitas

Sebelum menampilkan video pada slide presentasi periksa kembali kualitas video yang meliputi resolusi gambar dan audio. Jangan sampai kita menampilkan slide presentasi dengan kualitas gambar yang pecah ataupun kualitas audio yang rendah sehingga tidak bisa didengar dengan baik oleh audiens.

4. Peralatan

Sebelum memutuskan menggunakan video pada slide presentasi, pastikan semua peralatan berfungsi dengan baik. Terutama peralatan seperti laptop, microphone, pointer, dan software yang digunakan untuk presentasi. Periksa juga kondisi speaker dan LCD, pastikan kedua alat ini tidak mempengaruhi kualitas video.

 

Menyertakan video dalam presentasi dapat membantu presenter untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan kepada audies. Selain itu, video juga dapat menjadi selingan dan hiburan bagi audiens untuk mengatasi kejenuhan saat mendengarkan presenter. Meskipun demikian, tidak semua presentasi harus menampilkan video, untuk itu, terapkanlah tips-tips di atas sebagai pertimbangan saat hendak menyertakan video dalam presentasi.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

4 Tipe Audiens yang Perlu Kamu Tahu sebelum Melakukan Public Speaking

Jasa Presentasi – Terdapat bermacam-macam tipe audiens dalam public speaking. Sebagian dari mereka ada yang memberi pengaruh positif dan sebagian lagi memberi dampak negatif yang bisa membuat mental public speaker menjadi down. Agar lebih siap dalam menghadapi berbagai macam tipe audiens dalam public speaking, pelajarilah 4 tipe audiens yang sering ditemukan dalam public speaking berikut ini.

1. Hotshot

Woman Writing on Seminar

Hotshot atau pembelajar adalah tipe audiens yang akan memberikan dampak positif. Audiens dengan tipe ini cenderung percaya diri dan merasa nyaman ketika mendengarkan pemaparan presentasi. Mereka akan terlibat aktif saat sesi diskusi berlangsung dan tak segan untuk mengajukan pertanyaan serta mengeluarkan pendapat.

Cara untuk menghadapi audiens tipe hotshot adalah dengan mempersiapkan materi presentasi dengan baik supaya sesi diskusi bisa berjalan dengan lancar.

2. Sniper

Audiences Listening to Speaker

Sniper adalah tipe audiens pengkritik. Mereka akan menyimak materi presentasi dengan baik hanya untuk mencari celah atau bagian yang perlu dikritik. Tujuan mereka adalah untuk mendapat perhatian atau sekedar menunjukkan kemampuan mereka dalam forum public speaking.

Public speaker harus benar-benar menguasai materi untuk menghadapi audiens tipe sniper ini, sebab kredibilitas sebagai pembicara bisa saja jatuh ketika tidak bisa memberikan jawaban sesuai dengan yang diharapkan audiens tipe ini.

3. Snowman

Audiences Focusing on Speak

Snowman adalah tipe audiens yang mengalami kesulitan dalam berinteraksi. Pada umumnya tipe ini malu ketika harus berbicara di hadapan umum. Saat sesi diskusi berlangsung biasanya tidak ada satupun yang bertanya ataupun sekedar mengeluarkan pendapatnya. Meskipun demikian mereka akan menganggap jika pembicara adalah sosok yang penting sehingga mereka tetap menyimak keseluruhan materi.

Cara untuk menghadapi audiens tipe snowman ini adalah dengan sering melakukan eye contact dan berjalan mendekati audiens. Hal ini akan menciptakan suasana yang hangat dan bisa membuat audiens lebih tertarik. Bila perlu cairkan suasana dengan cerita humor atau lelucon.

4. Shyness

A Woman Looking into Camera

Shyness atau pendiam adalah tipe audiens pasif. Apapun yang dikatakan, ditanyakan dan dilakukan pembicara dalam sebuah presentasi atau seminar, tidak akan mendapat respon dari audiens tipe ini. Ketika diminta untuk memberikan pendapat maupun mengajukan pertanyaan, mereka juga tidak akan berani untuk mengangkat tangan.

Cara untuk menghadapi audiens tipe ini adalah dengan melibatkannya untuk ikut aktif melalui sesi tanya jawab dan diskusi maupun ice breaking. Bila perlu berikan penghargan dan dorongan agar mereka mau terlibat.

 

Mengenali tipe-tipe audiens dapat membantu kita, sebagai public speaker, untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai macam tipe audiens dalam public speaking, sebab kredibilitas kita sebagai pembicara dan sumber informasi dapat dipertaruhkan jika kita tidak siap. Manfaatkanlah informasi di atas untuk mengetahui cara menarik perhatian audiens serta memotivasi mereka supaya antusias untuk mendengarkan presentasi kita.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Cara Simple Menyertakan Lelucon pada Slide

Jasa Presentasi – Ada banyak cara dalam membuat presentasi yang menarik, misalnya dengan mengatur layout secara modern, melakukan kombinasi font, maupun menambahkan animasi dan transisi pada slide. Selain beberapa cara tersebut, ada cara lain yang bisa membuat presentasi kita menarik dan tidak membosankan, yaitu dengan menyertakan lelucon. Lelucon dalam presentasi bisa disampaikan secara langsung, namun akan lebih menarik jika didukung dengan visual yang relevan. Berikut 5 cara simple yang bisa kita terapkan dalam menyertakan lelucon pada slide.

1. Cuplikan Video atau Film

Presentasi dengan topik yang berat dan durasi yang panjang tentu akan membosankan. Presentasi yang membosankan tidak akan mendapat perhatian dari audiens. Salah satu solusinya adalah dengan menyelipkan video atau cuplikan film yang lucu serta relevan dengan pembahasan. Jika tidak bisa menemukan video atau adegan lucu, kita bisa membuatnya menjadi lucu dengan mengedit beberapa video atau cuplikan film menjadi satu.

2. Gambar yang Relevan dengan Topik Presentasi

Visual akan membuat penyampaian presentasi menjadi lebih mudah diterima dan diingat oleh audiens, begitu juga dengan lelucon. Oleh karena itu, dukunglah leluconmu dengan menyertakan gambar yang relevan dengan pembahasan. Bantuan visual akan membuat leluconmu lebih berdampak dan mengena.

3. Meme

Meme

Bagi generasi kekinian, meme merupakan konten media sosial yang setiap hari dijumpai. Meme biasanya berupa gambar dengan beberapa teks keterangan yang dimaksudkan untuk melucu. Tidak hanya sebagai hiburan di sosial media, meme juga bisa dijadikan konten pelengkap dalam presentasi. Carilah atau buat sendiri meme yang relevan dengan presentasi. Tampilkan meme pada waktu yang tepat, misalnya ketika audiens mulai bosan atau setelah pembahasan topik yang berat.

4. Akronim Lucu

Silly Acronym

Ketika ditanya tentang warna-warna pelangi, kita pasti akan langsung memikirkan kata MEJIKUHIBINIU bukan? Kata tersebut memudahkan kita untuk menghafal warna-warna pada pelangi. Mempersingkat kata merupakan cara praktis dan mudah dalam menghafal beberapa kata sekaligus. Hal ini bisa kita terapkan dalam presentasi. Untuk menambahkan dampak sekaligus membuat audiens terhibur, buatlah singkatan-singkatan yang lucu. Pastikan kata tersebut tidak menyinggung SARA maupun hal sensitif lainnya.

5. GIF

GIF merupakan singkatan dari Graphic Interchange Format. GIF merupakan salah satu format gambar yang bisa bergerak. Dengan menyertakan GIF dalam presentasi, kita bisa menunjukkan lelucon secara lebih detail melalui visual yang diwakilkan dalam bentuk GIF. Secara tidak langsung, GIF bisa membantu audiens untuk mengusir kebosanan dan membuat mereka untuk lebih tertarik dalam mendengarkan presentasi yang kita sampaikan.

 

Menyertakan lelucon memang bisa membantu mencairkan suasana dalam presentasi serta bisa membuat presentasi menjadi lebih menarik. Meskipun demikian, sebelum memutuskan untuk menyertakan lelucon, pastikan bahwa presentasi yang akan kita lakukan bukanlah presentasi formal. Jika kita akan melakukan presentasi di depan eksekutf perusahaan atau calon investor, lebih baik untuk tidak menambahkan lelucon.

 

Baca juga tips menyelipkan lelucon lainnya di sini

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Tips Menyelipkan Lelucon dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Lelucon sepertinya terlihat sepele. Tapi siapa sangka, lelucon bisa membantu kita untuk meraih kesuksesan dalam presentasi. Selain penyampaian yang menarik, lelucon juga diperlukan untuk mencairkan suasana ketika presentasi sehingga audiens tidak merasa tegang dan bosan. Meski terlihat mudah, kita tidak bisa sembarangan menyelipkan lelucon karena jika tidak disertakan dengan benar, hal ini justru akan dianggap garing oleh audiens dan bisa menyebabkan kecanggungan. Untuk itu, perhatikanlah beberapa hal berikut ini sebelum menyelipkan lelucon dalam presentasi.

 

1. Kenali Audiens

Mengenali siapa target audiens adalah hal paling utama dalam menyampaikan lelucon. Jangan sampai kita salah sasaran, misalnya menyampaikan lelucon dewasa ketika audiens presentasi kita adalah remaja. Begitu pula sebaliknya jangan sampai kredibilitas kita sebagai presenter dan sumber informasi turun hanya karena menyampaikan candaan yang dianggap receh. Usahakan untuk tidak menyampaikan lelucon yang bersifat sensitif, menyinggung, apalagi berbau SARA.

 

2. Referensi

Terdapat banyak cara untuk menyampaikan lelucon dalam presentasi. Meskipun demikian, kita perlu memilih cara yang tepat. Untuk itu, perbanyaklah referensi dengan membaca artikel atau menonton video yang berkaitan dengan hal tersebut. Usahakan untuk memilih cara yang tepat dan memberikan lelucon yang fresh atau berbeda setiap kali presentasi, sehingga audiens tidak bosan dengan lelucon yang itu-itu saja.

 

3. Latihan

Menyampaikan lelucon memiliki tantangan tersendiri bagi seorang presenter. Hal ini karena selera lelucon masing-masing orang berbeda. Selain itu, seperti halnya menyampaikan presentasi, memberikan lelucon juga memerlukan skill yang harus dilatih secara terus menerus. Ingat! Bisa karena terbiasa. Oleh karena itu, lakukanlah latihan secara berkala dan mintalah masukan dari orang-orang terdekat.

 

4. Biarkan Mengalir

Hal paling ditakuti seseorang dalam menyampaikan cerita lelucon adalah ketika cerita yang disampaikan tidak bisa memancing tawa karena dianggap tidak lucu. Berada dalam situasi semacam ini tentu akan membuat suasana menjadi canggung dan bisa membuat presenter merasa down serta kehilangan konsentrasi. Untuk itu, persiapkanlah mental sebelum menyampaikan lelucon. Ini penting ketimbang memikirkan audiens akan menyukai apa yang kita sampaikan. Biarkan cerita mengalir sampai selesai sekalipun respon audiens tidak sesuai dengan ekspektasi.

 

5. Sesuaikan dengan Topik

Menyampaikan lelucon memang dapat mencairkan suasana dan membantu menarik perhatian audiens. Meskipun demikian, bukan berarti kita bisa menyampaikan lelucon secara sembarangan atau random. Akan lebih baik jika lelucon yang kita sampaikan masih berkaitan dengan topik yang sedang dibahas dalam presentasi. Hal ini dapat membantu audiens untuk lebih mudah mengingat topik yang sedang kita sampaikan.

 

Lelucon adalah senjata ampuh bagi presenter ketika suasana mulai tidak kondusif. Meskipun berlangsung singkat, ada baiknya presenter mempersipakan lelucon apa yang akan disampaikan terlebih jika lelucon tersebut berupa cerita. Perhatikan 5 hal di atas ketika hendak menyelipkan lelucon dalam presentasi agar dapat diterima oleh audiens.

 

Baca juga tips menyertakan humor lainnya di sini.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com