4 Tipe Audiens yang Perlu Kamu Tahu sebelum Melakukan Public Speaking

Jasa Presentasi – Terdapat bermacam-macam tipe audiens dalam public speaking. Sebagian dari mereka ada yang memberi pengaruh positif dan sebagian lagi memberi dampak negatif yang bisa membuat mental public speaker menjadi down. Agar lebih siap dalam menghadapi berbagai macam tipe audiens dalam public speaking, pelajarilah 4 tipe audiens yang sering ditemukan dalam public speaking berikut ini.

1. Hotshot

Woman Writing on Seminar

Hotshot atau pembelajar adalah tipe audiens yang akan memberikan dampak positif. Audiens dengan tipe ini cenderung percaya diri dan merasa nyaman ketika mendengarkan pemaparan presentasi. Mereka akan terlibat aktif saat sesi diskusi berlangsung dan tak segan untuk mengajukan pertanyaan serta mengeluarkan pendapat.

Cara untuk menghadapi audiens tipe hotshot adalah dengan mempersiapkan materi presentasi dengan baik supaya sesi diskusi bisa berjalan dengan lancar.

2. Sniper

Audiences Listening to Speaker

Sniper adalah tipe audiens pengkritik. Mereka akan menyimak materi presentasi dengan baik hanya untuk mencari celah atau bagian yang perlu dikritik. Tujuan mereka adalah untuk mendapat perhatian atau sekedar menunjukkan kemampuan mereka dalam forum public speaking.

Public speaker harus benar-benar menguasai materi untuk menghadapi audiens tipe sniper ini, sebab kredibilitas sebagai pembicara bisa saja jatuh ketika tidak bisa memberikan jawaban sesuai dengan yang diharapkan audiens tipe ini.

3. Snowman

Audiences Focusing on Speak

Snowman adalah tipe audiens yang mengalami kesulitan dalam berinteraksi. Pada umumnya tipe ini malu ketika harus berbicara di hadapan umum. Saat sesi diskusi berlangsung biasanya tidak ada satupun yang bertanya ataupun sekedar mengeluarkan pendapatnya. Meskipun demikian mereka akan menganggap jika pembicara adalah sosok yang penting sehingga mereka tetap menyimak keseluruhan materi.

Cara untuk menghadapi audiens tipe snowman ini adalah dengan sering melakukan eye contact dan berjalan mendekati audiens. Hal ini akan menciptakan suasana yang hangat dan bisa membuat audiens lebih tertarik. Bila perlu cairkan suasana dengan cerita humor atau lelucon.

4. Shyness

A Woman Looking into Camera

Shyness atau pendiam adalah tipe audiens pasif. Apapun yang dikatakan, ditanyakan dan dilakukan pembicara dalam sebuah presentasi atau seminar, tidak akan mendapat respon dari audiens tipe ini. Ketika diminta untuk memberikan pendapat maupun mengajukan pertanyaan, mereka juga tidak akan berani untuk mengangkat tangan.

Cara untuk menghadapi audiens tipe ini adalah dengan melibatkannya untuk ikut aktif melalui sesi tanya jawab dan diskusi maupun ice breaking. Bila perlu berikan penghargan dan dorongan agar mereka mau terlibat.

Mengenali tipe-tipe audiens dapat membantu kita, sebagai public speaker, untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai macam tipe audiens dalam public speaking, sebab kredibilitas kita sebagai pembicara dan sumber informasi dapat dipertaruhkan jika kita tidak siap. Manfaatkanlah informasi di atas untuk mengetahui cara menarik perhatian audiens serta memotivasi mereka supaya antusias untuk mendengarkan presentasi kita.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

4 Tips Sukseskan Presentasi Wawancaramu

Jasa Presentasi – Ketika kita menginjak jenjang karir yang lebih tinggi, presentasi wawancara merupakan sesuatu yang akan lebih sering dihadapi. Saat kita diminta untuk melakukan presentasi wawancara berarti pewawancara ingin melihat bahwa kita nantinya bisa melakukan pekerjaan, memiliki kemampuan komunikasi yang mumpuni, terorganisir, dan pandai. Setelah mengetahui hal-hal tersebut, berikut beberapa langkah yang bisa ditempuh demi kesuksesan presentasi wawancara.

1. Buktikan Bahwa Kita Bisa Melakukan Pekerjaan Tersebut

Woman Writing on The Whiteboard

Salah satu alasan kita diminta untuk memberikan presentasi dalam wawancara adalah agar pewawancara dapat merasa yakin dengan kemampuan kita dalam melakukan pekerjaan yang dilamar. Sebelum melakukan presentasi, pastikan kita memahami tugas atau pekerjaan yang akan diberikan, kemudian lakukan riset mengenai tugas tersebut, dan usahakan untuk mendemonstrasikannya di depan pewawancara. Hal ini akan membuktikan apakah kita pantas untuk mendapatkan pekerjaan tersebut atau tidak.

2. Tunjukkan Keahlian Komunikasi Lisan Kita

A Woman Presenting

Mampu berkomunikasi dengan jelas dan dengan cara yang menarik merupakan hal yang penting sebab pewawancara akan menilai keterampilan komunikasi tatap muka kita selama presentasi wawancara berlangsung. Tunjukkan kemampuan komunikasi lisan kita dengan tidak membaca slide atau naskah ketika sedang menyampaikan presentasi. Lakukanlah latihan secara berkala agar kita memiliki rasa percaya diri ketika berhadapan dengan wawancara. Usahakan untuk tidak menunjukkan rasa gugup kita dan tetap bersikap tenang selama melakukan proses presentasi wawancara.

3. Tunjukkan Keahlian Komunikasi Tertulis Kita

A Man Presenting with Slide Shown

Meskipun bukan merupakan tugas inti dari pekerjaan yang kita lamar, kemampuan komunikasi tertulis yang baik akan membuktikan bahwa kita mampu untuk melakukan tugas-tugas harian, seperti mengirim email, melakukan presentasi, mengatur agenda rapat, maupun menyusun brief untuk sebuah projek. Untuk menunjukkan kemampuan tersebut, buatlah slide presentasi yang terstruktur, singkat, padat, dan mudah dipahami. Pilihlah bahasa yang mudah dipahami dan sesuaikan dengan siapa kita melakukan wawancara presentasi tersebut. Pastikan konten yang akan kita presentasikan mudah dipahami, informative, dan dapat mencerminkan kemampuan komunikasi tertulis kita.

4. Tunjukkan Bahwa Kita Rajin

Man Hand Wearing Watch

Salah satu poin yang akan menjadi nilai tambah dari pewawancara adalah dengan menunjukkan bahwa kita rajin, terorganisir, dan teliti serta memiliki perhatian tinggi terhadap detail. Caranya cukup sederhana yaitu dengan datang tidak terlambat, akan lebih baik jika kita datang beberapa menit sebelum wawancara dimulai. Berikan perhatian pada hal-hal kecil, bawa peralatan yang diperlukan saat proses wawancara seperti pulpen, kertas untuk mencatat informasi penting. Pewawancara akan memberikan nilai plus saat kita memiliki perhatian tinggi dan detail terhadap hal-hal penting sampai sekecil apapun.

Kesuksesan sebuah wawancara akan menentukan seperti apa hasil yang kita dapatkan. Untuk mempersiapkan wawancara dengan baik lakukan latihan secara berkala dan terapkan tips-tips di atas.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Lakukan 5 Hal Ini Ketika Audiens Mulai Jenuh Dengan Presentasimu

Jasa Presentasi – Dalam sebuah presentasi kita tidak bisa memaksa audiens untuk tetap fokus dan memperhatikan materi presentasi yang kita sampaikan. Terkadang materi yang terlalu berat akan menimbulkan rasa jenuh dan membuat audiens mengantuk. Jika sudah seperti ini biasanya audiens lebih memilih melakukan aktivitas lain seperti bermain HP. Sebelum audiens benar-benar merasa jenuh dan tidak fokus terhadap materi presentasi kita, persiapkan 5 hal berikut:

1. Fresh Jokes

Untuk memecah kebekuan dalam sebuah presentasi sisipkan sebuah jokes yang menarik. Selain membuat audiens tertawa, jokes ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sebuah presentasi. Tapi harus diingat, menyampaikan jokes-jokes untuk membuat audiens tertawa itu bukanlah hal yang mudah. Pilih jokes yang relevan dengan materi presentasi dan pastikan tidak memakai jokes yang sudah umum. Sebab jika kita gagal menyampaikan jokes kepada audiens, bukannya tertawa, mereka justru akan menganggapnya garing dan menjadi semakin bosan dengan presentasi kita.

2. Games atau Ice Breaker

Dalam sebuah presentasi, menyelipkan games sudah umum dilakukan. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan jenuh dan mencairkan suasana. Pilihlah aneka permainan yang melibatkan audiens seperti gerakan tubuh, yel-yel atau bernyanyi. Usahakan memilih permainan yang relevan dengan topik presentasi sehingga audiens merasa terkesan dan selalu mengingat materi yang disampaikan.

3. Diskusi

A Man Discuss in Presentation

Dalam sesi presentasi libatkan audiens untuk melakukan aktivitas bersama melalui sesi tanya jawab dan diskusi. Hal ini bisa membuat audiens lebih interaktif serta mengukur seberapa jauh materi presentasi yang kita sampaikan diterima oleh audiens. Dengan komunikasi dua arah seperti ini audiens akan merasa senang karena bisa ikut terlibat dan berpartisipasi dalam sebuah presentasi.

4. Dekati Audiens

The Speaker Get Closer to The Audiences

Dalam sebuah presentasi kita sering mendapati seorang pemateri yang hanya diam di tempat kendati pandangan mereka tertuju pada audiens. Jika melakukan presentasi dengan model seperti ini tentu audiens akan merasa jenuh. Sebagai antisipasi, berjalanlah mendekati audiens, dan tatap mata audiens. Hal ini terbukti bisa membangun kedekatan secara emosi dengan audiens. Selain itu cara ini akan memberikan kesan hangat dan percaya diri sehingga audiens merasa tertarik memperhatikan apa yang kita sampaikan.

5. Doorprize

A Gift for Presentation Audiences

Audiens selalu tergoda dengan sebuah hadiah atau doorprize yang dibagikan dalam sebuah public speaking. Gunakan ini untuk sebuah pancingan sehingga audiens mau memperhatikan materi presentasi. Misalnya dengan menyampaikan akan ada doorprize bagi audiens yang berhasil menjawab pertanyaan seputar materi yang disampaikan. Bisa juga pembagian doorprize ini dilakukan di sela-sela presentasi, tinggal sesuaikan dengan jumlah doorprize yang hendak dibagikan.

Cobalah untuk praktekkan beberapa hal di atas ketika kamu menghadapi audiens yang jenuh dan tidak memperhatikan. Sesuaikan juga dengan jenis presentasi yang sedang kamu lakukan. Jika presentasimu bersifat formal, akan lebih baik jika menggunakan jokes atau candaan. Jika audiensmu adalah mahasiswa, kamu bisa bebas menggunakan beberapa hal di atas. Selain itu, kamu juga bisa mengkombinasikannya.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

3 Tips Public Speaking Ala Barack Obama

Jasa Presentasi – Barack Obama adalah salah satu public speaker yang mampu membuat audiens berdecak kagum. Beberapa pidatonya terbukti berhasil membius audiens. Gaya public speaking ala Obama ini bisa dipelajari untuk kita terapkan ketika berhadapan dengan audiens. Berikut 3 tips public speaking ala Obama:

1. Intellectual Capacity

Untuk bisa berbicara di depan publik diperlukan sebuah penguasaan materi yang baik. Tapi menguasai materi saja tidak cukup, seseorang perlu memiliki wawasan yang luas sehingga mampu bereksplorasi dan memecahkan setiap masalah. Intellectual capacity yang tinggi akan membuat seseorang menjadi percaya diri. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap performa seseorang ketika berada di depan publik. Keterampilan berbicara tanpa kedalaman wawasan hanya akan membuat seseorang layaknya penjual obat di pinggir jalan.

2. Penguasaan Panggung

Obama selalu tampil menawan di atas panggung. Hampir semua pidatonya berhasil membuat audiens mengarahkan perhatiannya. Ketika berbicara di hadapan publik, Obama selalu menjaga kontak mata dengan audiens dan mempertahankan bahasa tubuh yang dapat memperkuat apa yang disampaikannya. Penguasaan panggung yang baik membuat Obama terlihat berkarisma saat berada di atas panggung.

3. Ritme Berbicara

Sebagus apapun materi dan slide presentasi tanpa di dukung persiapan di atas panggung akan menjadi sia-sia. Untuk membuat audiens mengarahkan perhatian pada presentasi yang kita bawakan, ritme berbicara menjadi faktor yang penting. Ritme berbicara ini meliputi artikulasi dan intonasi yang benar, tahu kapan harus berbicara lantang dan kapan harus lembut.

Tiga tips di atas merupakan sedikit dari tips public speaking lainnya yang bisa kita ambil dari Barack Obama. Namun jika ketiganya bisa diterapkan, bukan tidak mungkin bahwa public speaking yang kamu lakukan bisa sesukses public speaking yang dilakukan oleh Obama.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Gerakan Tangan Yang Harus Dihindari Saat Melakukan Presentasi

Jasa PresentasiKetika kata dapat berbohong, bahasa tubuh akan menunjukkan yang sebenarnya. Bahasa tubuh seringkali muncul tanpa kita sadari dan ini menunjukkan kondisi kita yang sebenarnya. Dalam presentasi, body language, terutama gerakan tangan bisa membantu kita untuk memberikan penekanan pada materi yang sedang disampaikan. Gerakan tangan ini biasanya kita lakukan secara sadar. Namun, ketika melakukan presentasi, kita juga seringkali melakukan gerak tubuh secara tidak sadar dan ini bisa menimbulkan persepsi yang bermacam-macam dari audiens. Persepsi ini tidak akan menjadi masalah jika positif, namun tentu akan merugikan jika persepsi yang muncul justru persepsi negatif. Supaya tidak terkesan negatif di hadapan audiens, hindari lima gerakan tangan berikut ini.

1. Bersedekap

Man Crossed His Arms

Posisi berdiri sambil melipatkan kedua tangan di dada merupakan salah satu bentuk bahasa tubuh yang bisa diartikan sebagai sikap perlindungan diri atau bisa juga sebagai sikap menutup diri. Hal ini bisa saja menggiring oponi audiens yang menganggap jika kita tidak terbuka dalam menyampaikan sesuatu. Dalam beberapa hal sikap bersedekap juga dilakukan ketika kita sedang merasa kedinginan.

2. Menggaruk Kepala/Belakang Leher

Stress and Nervous Man

Tanpa disadari sikap menggaruk-garuk kepala ini sering kita lakukan saat kita sedang berbohong terhadap lawan bicara. Selain itu posisi menggaruk-garuk bagian leher belakang juga bisa diartikan kita tengah ragu-ragu dalam menyampaikan sesuatu. Sikap semacam ini sebaiknya tidak dilakukan karena audiens akan menilai apa yang kita sampaikan kurang meyakinkan sehingga audiens enggan memperhatikan apa yang kita sampaikan.

3. Memasukkan Tangan Ke Dalam Saku

Girl Insert Her Hand Inside The Pocket

Memasukkan tangan ke dalam saku celana adalah satu bentuk sikap yang biasanya dilakukan ketika kita sedang gugup dan nervous saat berbicara di depan umum. Sikap ini sebaiknya dihindari kendati bisa membuat lebih rileks karena audiens akan memandang kita sebagai sosok yang arogan dan terkesan ingin mendominasi.

4. Bertolak Pinggang

Confident Girl

Gerakan menaruh kedua belah tangan pada pinggang saat berbicara di hadapan menunjukkan bahwa dirinya over confidence. Sikap ini harus dihindari karena bisa menimbulkan kesan arogan atau sombong.

5. Pacifying

Anxiety and Pacifying

Seseorang yang sedang merasa gugup ketika berbicara di depan banyak orang tanpa disadari akan menciptakan gerakan tangan yang dilakukan terus menerus tanpa ada alasan yang jelas. Seperti sering membetulkan rambut, memainkan bolpoin, membetulkan kacamata, dll. Gerakan inilah yang disebut pacifying. Gerakan seperti ini harus dihindari sebab akan mengalihkan perhatian audiens. Alih-alih menyimak materi yang kita sampaikan, bisa jadi audiens akan lebih fokus terhadap gerakan-gerakan yang seharusnya tidak perlu kita lakukan karena akan dianggap sebagai hal yang lucu.

Gerakan-gerakan ini memang muncul tanpa sadar, namun kita bisa meminimalisasinya dengan sering melakukan latihan. Ketika melakukan latihan, usahakan untuk berlatih secara menyeluruh dan tidak hanya fokus pada konten presentasi saja. Latih juga intonasi suara, ekspresi, gerak tangan, serta body language lainnya.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

6 Cara Untuk Terlihat Percaya Diri Dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Presentasi adalah kegiatan yang mengharuskan kita tampil di depan banyak orang. Bagi sebagian orang, kegiatan ini adalah hal yang menakutkan. Oleh karenanya banyak orang yang gagal ketika melakukan presentasi karena ketakutan mereka sendiri. Ketakutan ini perlu diatasi dan dilawan, salah satu caranya adalah dengan merasa percaya diri. Bagaimana menumbuhkan percaya diri saat melakukan presentasi?

1. Kuasai Materi

Preparing for Presentation

Agar bisa menyampaikan presentasi dengan baik kita harus menguasai materi secara mendalam. Materi presentasi haruslah data-data yang akurat dan realistis. Dari data-data yang sudah terkumpul kita bisa pelajari hingga benar-benar menguasai materi pada setiap halaman slide presentasi. Jika kita sudah memahami apa yang hendak disampaikan, rasa gugup perlahan menghilang dan kita bisa lebih rileks dalam menyampaikan presentasi.

2. Berbicaralah dengan Lantang

Obama Gives His Passionate Speech

Intonasi, artikulasi, dan penekanan kata itu penting saat presentasi. Karena jika kita berbicara dengan suara pelan maka audiens akan menganggap kita ragu-ragu sehingga apa yang kita sampaikan dianggap kurang meyakinkan. Tentu ini akan membuat audiens tidak tertarik untuk mendengarkan presentasi kita.

3. Bahasa Tubuh yang Efektif dan Persuasif

Body Language

Kesesuaian bahasa tubuh dengan bahasa verbal akan menghasilkan presentasi yang sempurna. Bahasa tubuh yang baik akan menguatkan setiap kata yang penting sehingga akan lebih mudah diingat oleh audiens. Bahasa tubuh yang efektif ini meliputi kesesuaian gerakan dengan apa yang disampaikan. Misalnya saja bagaimana cara kita berdiri, berjalan, juga gerakan tangan yang tidak kaku atau bahkan tidak dibuat-buat.

4. Mempertahankan Kontak Mata

Business Woman Listening to Her Partner Speech

Dalam komunikasi nonverbal, kontak mata merupakan satu elemen penting dalam sebuah presentasi. Selain bertujuan membangun kedekatan dengan audiens kontak mata ini bertujuan membangun kepercayaan dan menguatkan hubungan antara presenter dan audiens dalam sebuah presentasi sehingga memperkuat pesan yang kita sampaikan.

5. Berpikir Positif

Tony Robbins Motivational Speech

Sebelum melakukan presentasi kebanyakan dari kita akan diliputi berbagai perasaan seperti gugup, takut, bahkan tidak percaya diri. Percayakah kita jika perasaan yang muncul itu adalah bentuk kekhawatiran yang kita ciptakan sendiri. Untuk itulah penting sekali membuang jauh pikiran negatif yang sering kali tak beralasan itu dan menggantinya dengan pikiran yang positif. Dengan berpikiran positif, maka bayangan positif itu pun akan memancar dan membantu kita tampil lebih maksimal.

 6. Buat Slide Presentasi yang Menarik

A Man Presenting

Setelah mempelajari poin 1-5 tentang penguasaan materi juga audiens, jangan lupakan tentang slide presentasi. Sebuah slide yang baik mampu menyampaikan ide atau pesan yang ingin disampaikan sehingga akan lebih memudahkan audiens menangkap pesan yang kita sampaikan. Berikan waktu khusus untuk menyiapkan slide presentasi, jika kita tidak memiliki banyak waktu tidak ada salahnya mempercayakan pada jasapresentasi.com untuk membantu kita menyiapkan slide presentasi yang menarik.

Memunculkan percaya diri memang tidak mudah. Selain dengan menerapkan beberapa cara di atas, kita juga harus sering melakukan latihan.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Perlukah Melakukan Ice Breaking dalam Presentasi? Berikut Beberapa Alasannya

Jasa Presentasi – Dalam sebuah presentasi baik kegiatan seminar ataupun pelatihan yang dihadiri banyak orang kita mengenal ada dua tipe audiens. Pertama adalah audiens yang tertarik dan menyimak keseluruhan materi, sedangkan untuk audiens kedua adalah mereka yang hadir namun tidak terlalu memperhatikan materi. Kenapa? Hal ini disebabkan oleh banyak faktor misal, tidak tertarik dengan materi yang dipresentasikan atau mengikuti kegiatan tersebut hanya untuk menggugurkan wajib. Tak heran jika kemudian audiens akan merasa jenuh, bosan, dengan materi yang disajikan meski sebagus apapun materi maupun cara mempresentasikannya. Dalam situasi semacam inilah diperlukan adanya ice breaker di sela-sela presentasi. Berikut beberapa manfaat ice breaking dalam presentasi

  1. Menarik Perhatian Audiens

Ice breaking adalah sebuah kegiatan yang dirancang untuk mengubah suasana jenuh, dan membosankan menjadi lebih menyenangkan sehingga audiens tertarik kembali mengikuti kegiatan tersebut. Saat ini ada beragam bentuk ice breaking yang biasanya diselipkan dalam sebuah kegiatan presentasi, seperti game, yel-yel, humor lucu tujuannya untuk mengembalikan fokus audiens terhadap materi yang disampaikan tadi.

  1. Mencairkan Suasana

Menyelipkan ice breaking di sela-sela presentasi diyakini mampu memecah kebekuan diantara audiens. Suasana tegang dan serius saat presentasi berlangsung dapat dicairkan dengan kegiatan ice breaking. Dengan begitu akan tercipta suasana menyenangkan, hal ini akan memudahkan audiens menerima materi presentasi yang disajikan.

  1. Membangun Kedekatan dengan Audiens

Pemilihan ice breaking dalam sebuah presentasi juga tidak sembarangan sehingga butuh dipersiapkan supaya tidak melenceng dari materi presentasi yang di paparkan. Usahakan dalam ice breaking untuk selalu melibatkan audiens. Hal ini akan membangun kedekatan antar audiens maupuan audiens dengan presenter. Suasana yang sudah terbangun seperti ini akan lebih memudahkan presenter dalam menyampaikan materi presentasi untuk dapat diterima.

  1. Memudahkan Audiens Menerima Materi

Ice breaking dirancang untuk menyuntikkan energi baru kepada audiens di sela presentasi. Dalam pelaksanaannya ice breaking ada yang digunakan di awal sebagai pemanasan, ada juga yang dilakukan di tengah sesi presentasi untuk memecah kebekuan serta relaksasi. Sedangkan ice breaking yang yang dilakukan di akhir sesi akan lebih mambantu audiens membuat kesimpulan serta memetik hikmah atas materi yang baru saja mereka terima. Terlebih jika ice breaking tersebut mampu menutup sesi presentasi dengan meninggalkan kesan yang menyenangkan, bukan tidak mungkin audiens untuk terus mengingat materi presentasi tersebut.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

3 Tips Humor dari Ellen yang Membuat Audiens Jatuh Cinta Seketika

Belajar Humor dari Ellen

Belajar Humor dari Ellen

Bagi Anda yang tahu The Ellen Show pasti hafal dengan host yang namanya tersemat dalam acara tersebut. Ya, benar, Ellen DeGeneres. Ellen adalah sosok pembawa acara, komedian, produser, penulis, artis yang humoris dan menyenangkan. Dia juga beberapa kali menjadi host untuk acara penghargaan film paling bergengsi, Academy Awards. Dalam beberapa kesempatan, Ellen melontarkan candaan dan humor segar, yang tidak banyak dilakukan pembawa acara atau pembicara publik sehingga Ellen dianggap sebagai sosok yang mampu membuat orang secara instan menyukainya, namun lebih dari itu, dalam perspektif teknik public speaking, Ellen secara instan bisa langsung mencuri perhatian audiens dengan humornya. Bagaimana Ellen melontarkan humor dan candaannya ?

Humor Ellen Tidak Pernah Melukai Perasaan Siapapun

Banyak komedian atau pembicara publik yang mencuri perhatian audiens dengan cara melempar jokes atau humor. Tapi coba kita perhatikan lagi berapa dari mereka yang humornya menyinggung orang lain, entah orang itu adalah audiensnya sendiri atau publik figur yang sedang viral. Ellen tidak melakukan humor yang membuat orang lain terlihat kalah, tersinggung atau sakit hati untuk mendapatkan tawa dan tepuk tangan orang lain.

Ellen Menjadikan Dirinya Bahan Candaan

Dibandingkan harus menyinggung dan melukai perasaan orang lain untuk mendapatkan tawa dan tepuk tangan, Ellen lebih sering untuk menjadikan dirinya bahan candaan. Seperti dalam episode The Ellen Show dengan Malala Yousafzai kektika dirinya meraih penghargaan Nobel Prize pada usia 18 tahun, dan Ellen mencoba membandingkan dirinya pada saat usia 18 tahun, yang jelas jauh berbeda dengan Malala. Disitulah penonton tertawa karena Ellen di satu momen dia terlihat seperti merendahkan dirinya, namun sebenarnya dia sedang mengangkat Malala. Lebih penting lagi, tidak ada yang tersinggung dalam candaan tersebut

Konteks Humor Ellen adalah Memuji Orang Lain

Terdapat dua faktor penting yang harus diperhatikan dalam mengeksekusi tipe humor yang ketiga, yang pertama adalah kita harus sadar bahwa humor yang kita lontarkan tidak membuat orang lain tercederai secara perasaan, yang kedua adalah ego booster. Ego booster merupakan teknik untuk membangkitkan kelebihan seseorang di hadapan publik. Kelebihan bisa berupa kelebihan fisik, perilaku, prestasi, atau apapun yang seseorang sukai dari dirinya. Misal saja ketika Ellen membuka acara Academy Awards, dia sempat menanyakan Amy Adams, yang saat itu mendapatkan dua nominasi sekaligus, apakah dia pernah kuliah ? Sayangnya Amy Adams tidak berkuliah (Pertanyaan tentang kuliah jelas tidak menyinggung Amy Adams), lalu Ellen mengomentarinya dengan menyanjung Amy bahwa siapa peduli dengan kuliah, buktinya Amy sukses berkarir di dunia perfilman dan mendapatkan dua nominasi sekaligus. Kalimat terakhir yang disebut dengan ego booster. Sesuatu yang pasti dibanggakan oleh seorang Amy Adams.

Nah, ketiga jenis humor tadi adalah apa yang biasa dilakukan Ellen untuk mendapatkan respon positif dari audiens ketika berada di atas panggung. Anda bisa belajar bagaimana humor bisa memberikan kesan positif sekaligus pencuri perhatian audiens bagi para presenter maupun pembicara publik.

Memilif Font yang Tepat untuk Presentasi Hebat: Serif vs San Serif

Font merupakan salah satu elemen yang selalu ada dalam presentasi. Bagi sebagian orang, font mungkin dianggap tidak terlalu berpengaruh pada visual presentasi. Padahal font tidak hanya mempengaruhi visual presentasi saja, tetapi juga bisa mempengaruhi perhatian audiens dan daya ingat mereka terhadap informasi yang disampaikan.

Sebelum menentukan font apa yang akan digunakan, kita perlu tahu jenis font dan perbedaannya satu sama lain.

Secara umum, jenis font dibagi menjadi dua, yaitu font Serif dan Sans Serif. Font Serif adalah jenis huruf yang memiliki garis kecil di ujung-ujung hurufnya. Garis-garis kecil ini berguna untuk menuntun mata pembaca sehingga teks lebih mudah dibaca. Salah satu contoh font Serif adalah Times New Roman. Sedangkan font Sans Serif merupakan jenis huruf yang tidak memiliki garis kecil. Contoh font yang tergolong dalam Sans Serif adalah Arial dan Futura.

Serif vs Sans Serif

Serif vs Sans Serif

Menentukan jenis font tergantung pada media yang akan digunakan dalam presentasi. Jika presentasi akan dilakukan secara digital, maka akan lebih untuk menggunakan font Sans Serif. Selain simple, font Sans Serif lebih mudah dibaca dibandingkan font Serif ketika resolusi media yang digunakan rendah dan ukuran font yang digunakan kecil.

Akan tetapi, jika presentasi tersebut akan dicetak dan diberikan kepada audiens dalam bentuk hardcopy, akan lebih baik untuk menggunakan font Serif. Sebab menurut penelitian yang dilakukan oleh Daniel Oppenheimer, seorang profesor psikologi di Carnegie Mellon University, font yang sulit dibaca dalam bentuk cetak akan meningkatkan daya ingat pembaca.

Sebagai tambahan, gunakan font Serif untuk emailing deck dan ketika menggunakan ukuran font besar serta gunakan font Sans Serif untuk presentasi langsung dan ketika menggunakan ukuran font kecil.

Menentukan jenis font ketika akan membuat presentasi memang terlihat sepele, tetapi memiliki pengaruh besar. Jika dipilih dengan benar, maka font bisa membantu meningkatkan visual presentasi serta membantu meningkatkan daya ingat dan ketertarikan audiens terhadap presentasi. Tapi jika salah dalam memilih, presentasi bisa terkesan membosankan, tidak menarik, dan audiens berharap agar presentasi tersebut segera berakhir.

Source : Ethos3


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Mempermudah Desain Presentasi dengan Slide Master

PowerPoint merupakan salah satu software pembuat presentasi yang paling umum dan paling banyak digunakan oleh masyarakat. Selain familiar, PowerPoint juga mudah untuk digunakan. Meski begitu, tidak semua orang menguasai fitur-fitur yang ada di dalamnya. Kebanyakan hanya kenal dengan kulit luarnya saja.

Salah satu fitur yang sangat bermanfaat dalam PowerPoint adalah Slide Master. Slide Master merupakan salah satu fitur yang berfungsi untuk membuat template PowerPoint. Slide Master bisa diakses dengan menemkan tab view pada menu bar PowerPoint. Ketika menu Slide Master ditekan, pengguna seperti akan dibawa ke sisi lain dari PowerPoint. Pengguna bisa mengatur layout slide dan juga membuat tema presentasi.

Untuk lebih jelasnya, berikut disajikan beberapa fungsi dan kelebihan dari Slide Master dalam PowerPoint.

 

Custom Templates

Salah satu kelemahan mendesain presentasi dengan PowerPoint adalah hasilnya terlihat mirip dengan presentasi lain pada umumnya atau kata anak muda zaman sekarang, “mainstream.” Kebanyakan orang hanya akan menggunakan layout dan template yang sudah disediakan oleh PowerPoint (template dan layout default). Hal inilah yang membuat banyak orang mengatakan bahwa “PowerPoint sucks.” Padahal pengguna bisa mengubah template dan layout sesuka hati mereka, sesuai dengan keinginan, dan lain dari pada yang lain dengan menggunakan Slide Master.

Changed Consistently, Automatically and Easy

Desain presentasi yang profesional dan menarik adalah presentasi yang desain antar slidenya konsisten dan Slide Master bisa membantu penerapannya menjadi mudah. Misalnya jika pengguna ingin menyertakan logo atau nomor halaman pada posisi dan style tertentu, akan lebih mudah untuk menggunakan fitur Slide Master. Dengan begitu, logo dan halaman akan diterapkan secara konsisten dan otomatis pada seluruh slide dengan layout yang sama, sehingga pengguna tidak perlu menyertakan satu per satu pada setiap slide.

Sebagai tambahan, jika pengguna ingin mengubahnya, mereka bisa mengeditnya pada Slide Master, kemudian layout dan style presentasi akan berubah sendiri sesuai dengan yang sudah diubah.

Save Templates for Future Use

Salah satu fungsi dan kelebihan Slide Master dalam PowerPoint yang paling menyenangkan adalah pengguna bisa menyimpan template yang sudah dibuat untuk digunakan lagi di masa mendatang. Artinya, pengguna tidak perlu kembali membuat layout dan style presentasi lagi setiap mereka akan membuat presentasi. Cukup dengan membuka atau mengaktifkan kembali template yang sudah pernah dibuat, kemudian secara otomatis layout, style, dan tema warna akan diterapkan. Sehingga pengguna hanya perlu menyertakan konten yang akan digunakan dalam presentasi. Hal ini tentu sangat memudahkan dan mempercepat pekerjaan.

Source : ethos3


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com