15 Cara Menyampaikan Pesan Agar Berkesan dalam Presentasi

15 Cara Menyampaikan Pesan Agar Berkesan dalam Presentasi

15 Cara Menyampaikan Pesan Agar Berkesan dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Seorang presenter mungkin memiliki konten yang menarik untuk disampaikan. Namun hal ini tidak akan menarik lagi jika presenter tidak dapat menyampaukannya dengan baik dan menarik. Untuk itu, berikut disajikan 15 cara menyampaikan pesan yang berkesan.

  1. Mulai dengan rencana

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan data dan informasi. Setelah itu, buatlah perencanaan dengan menyusun outline presentasi dari materi yang sudah dikumpulkan. Rencana presentasi sebaiknya dibuat dengan singkat. Hindari menyertakan terlalu banyak materi yang tidak relevan atau relevan tetapi tidak terlalu penting, karena presenter memiliki waktu terbatas ketika melakukan presentasi.

Outline atau rencana ini dapat disertakan dalam slide presentasi dengan menempatkannya pada bagian awal. Hal ini berguna sebagai gambaran secara umum mengenai presentasi yang akan disampaikan, sehingga audiens dapat mengikuti alurnya.

  1. Ketahui karakteristik audiens

Presenter memiliki tanggung jawab untuk mengatur suasana presentasi dan memastikan audiens memahami apa yang disampaikan. Agar audiens tertarik untuk memperhatikan presentasi, presenter perlu menyertakan hal yang dapat membuat mereka tertarik. Untuk itu, presenter perlu mengetahui karakteristik audiens secara umum. Temukan ketertarikan mereka, kebutuhan mereka, dan harapan mereka (manfaat yang akan mereka dapat) setelah mendengarkan presentasi. Setelah itu, pilihlah bahasa, gambar, dan warna yang sesuai dengan karakter mereka.

  1. Perlakukan presentasi seperti sebuah film

Film yang hebat memiliki ide yang kuat. Hal ini dapat diterapkan juga pada presentasi agar audiens tertarik untuk memperhatikan dari awal sampai akhir presentasi.

Buat pembukaan, penjelasan, dan penutupan yang kuat. Mulai presentasi dengan sebuah tantangan atau permasalahan atau pembukaan lainnya yang dapat meninggalkan kesan yang mendalam bagi audines. Kemudian, lakukan penjelasan dengan tetap menggunakan cara dan menyertakan ide yang menarik. Akhiri penjelasan dengan memberikan klimaks. Hal ini dapat membuat audiens penasaran dan menduga apa yang akan terjadi selanjutnya.

Setelah itu, masuklah pada penutupan dengan memberikan kesimpulan yang logis dan persuasif serta akhiran yang menarik.

  1. Terapkan one point, one slide

Maksud one point, one slide adalah memberikan satu poin atau kata kunci dalam presentasi dalam satu slide. Artinya, sebuah slide tidak boleh mengandung lebih dari 1 kata kunci atau inti yang akan dijelaskan. Hal ini tidak hanya membuat presentasi lebih terstruktur, tetapi juga memastikan audiens untuk dapat mengikuti konten dengan mudah. Gunakan kata kunci atau frasa yang mudah diingat dan hindari menyertakan kalimat yang panjang.

  1. Bullet point adalah pendukung

Semua elemen dalam slide presentasi digunakan sebagai pendukung konten dan penjelasan, tidak terkecuali dengan bullet point. Audiens tidak akan tertarik jika presenter menyampaikan presentasi dengan membaca slide. Oleh karena itu, buatlah teks untuk bullet point dengan ringkas, seperti yang selalu dijelaskan dalam cara membuat slide presentasi yang menarik. Buat bullet point lebih menarik dengan mengubah bullet point kustom dengan gambar atau simbol. Gunakan gambar atau simbol yang relevan.

  1. Persingkat kutipan

Kutipan atau quote merupakan cara yang efektif untuk menunjukkan kepribadian dan kredibilitas pada sebuah presentasi. Seringkali kutipan atau quote yang ingin disertakan terlalu panjang. Oleh karena itu, buatlah kutipan yang akan disertakan menjadi lebih ringkas yaitu dengan cara mengambil kata kunci atau kalimat ini dari sebuah kutipan. Presenter dapat membacakan kutipan secara lengkap ketika presentasi.

  1. Ikuti grid

Mengikuti grid akan membantu slide berdampak secara visual. Hal ini memungkinkan untuk menyusun teks dan gambar sesuai dengan bagaimana presenter menginginkan audiens membacanya. Inilah mengapa penting untuk memperhatikan susunan visual dan titik fokus setiap slide. Hal ini berbeda-beda untuk setiap slide karena inti dan konten setiap slide berbeda-beda.

  1. Pilih font dengan hati-hati

Memilih font yang sesuai merupakan hal yang sangat penting karena dapat berdampak pada desain. Pilih dan gunakan 2 font (satu untuk judul dan satu lagi untuk badan teks). Dapat juga menggunakan jenis font yang sama namun dengan ketebalan font yang berbeda.

Gunakan ukuran font yang cukup untuk dapat dilihat oleh semua orang dalam ruangan. 30pt merupakan ukuran font yang paling direkomendasikan dalam presentasi,

  1. Gunakan skema warna yang seragam

Warna merupakan salah satu hal terpenting dalam presentasi, karena akan menambah keindahan slide presentasi. Gunakan warna gelap dan muda (warna kontras) untuk dikombinasikan menjadi skema warna suatu slide presentasi. Jika presenter berasal dari sebuah perusahaan, gunakan warna perusahaan atau warna merek sebagai warna dasar. Hindari menggunakan warna yang terlalu mencolok, seperti warna neon. Pastikan juga teks mudah dibaca dengan membuat kontras antara warna background dan warna font.

  1. Gunakan lebih banyak visual

Audiens tidak akan tertarik jika slide presentasi menyertakan terlalu banyak teks. Oleh karena itu, eliminasi teks yang tidak terlalu penting dan sertakan teks pendek (kata kunci) dalam slide. Selain itu, tambahkan gambar atau simbol yang relevan dan menarik. Pertimbangkan demografi audiens dalam memilih gambar dan simbol, karena apa yang menarik bagi orang lain, belum tentu menarik bagi beberapa orang lainnya.

  1. Gunakan foto dan grafik berkualitas tinggi

Menggunakan gambar dan grafik untuk membuat slide menarik memang baik. Namun jika gambar atau grafik yang digunakan memiliki resolusi yang buruk, slide juga akan terlihat buruk dan tidak menarik. Oleh karena itu, gunakan foto dan grafik yang berkualitas atau beresolusi tinggi.

Foto yang berkualitas tinggi dapat diperoleh melalui banyak situs yang menyediakannya secara gratis. Hindari menggunakan foto yang sudah banyak digunakan dan ubah gambar secara proporsional.

  1. Sederhanakan grafik dan chart

Grafik dan chart yang kompleks akan membuat audiens kesulitan untuk memahami dan dapat membuat mereka bosan. Oleh karena itu hindari menggunakan grafik dan chart yang kompleks dengan cara menyederhanakannya. Manfaatkan infografik untuk memvisualisasikan fakta.

  1. Berikan ruang pada slide

Slide yang menarik tidak harus penuh dengan gambar dan teks. Berikan sedikit ruang pada slide, sehingga audiens akan lebih mudah mengikuti alur dan lebih mudah memahami apa yang dijelaskan presenter.

Agar slide tidak terlihat penuh, namun masih memiliki background bergambar yang menarik, tambahkan transparansi atau filter pada gambar agar tidak bersaing dengan teks.

  1. Buat Presentasi selalu up to date

Jika presenter akan menggunakan presentasi lebih dari satu, selalu perbarui fakta dan informasi yang mungkin sudah berubah sebelum menyajikannya. Perbarui juga visual presentasi dengan mengubah gambar dan grafik menjadi lebih baru dan mengikuti perkembangan zaman sehingga tidak membosankan.

  1. Akhiri dengan slide yang powerful

Akhiri presentasi dengan call to action yang kuat dan tegas. Kata “terima kasih” atau “selesai” pada slide terakhir tidak akan berdampak pada audiens. Sebagai gantinya, buatlah pesan yang kuat pada akhir slide yang akan diingat oleh audiens.

Buat penutupan slide dengan menambahkan contact person, seperti nomor hp, akun media sosial, atau website.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Sumpah, Public Speaking Ini Keren Banget! Tonton Videonya!

Jasa Presentasi – Untuk pembaca yang mendalami ketrampilan berbicara di depan umum atau lebih familiar disebut public speaking, mungkin sudah tidak asing lagi dengan kelompok Toastmaster Internasional, yaitu sebuah organisasi pengembangan ketrampilan public speaking, komunikasi, dan kepemimpinan yang beranggotakan lebih dari 350.000 profesional, akademisi, trainer, dan lain sebagainya. Keanggotaannya tersebar di 142 negara dan memiliki 15.900 kelompok yang saling berjejaring.

salah satu agenda tahunan Toastmaster Internasional adalah menyelenggarakan World Championship of Public Speaking. Acara tersebut dihadiri oleh para pembicara publik handal dan menghasilkan pemenang yang memiliki kemampuan terbaik dalam public speaking. Berikut video pemenang dalam World Championship of Public Speaking.

Dananjaya Hettiarachchi, World Champion of Public Speaking 2014

Mohammed Qahtani, World Champion of Public Speaking 2015 

Darren Tay Wen Jie, World Champion of Public Speaking 2016 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

12 Fakta Tentang Presentasi yang Harus Kamu Tahu

12 Fakta Tentang Presentasi yang Harus Kamu Tahu

12 Fakta Tentang Presentasi yang Harus Kamu Tahu

Jasa Presentasi – Sukses dalam presentasi adalah keinginan setiap presenter. Kesuksesan presentasi dapat dilihat dari keberhasilan presenter dalam menyampaikan pesan dan informasi kepada audiens, sehingga presentasi yang telah disampaikan dapat diingat oleh audiens dan dapat menjadi inspirasi bagi mereka. Namun, hal ini tidak mudah dilakukan jika presenter tidak mengetahui hal-hal yang dapat menarik perhatian audiens atau trik untuk keberhasilan presentasi. Berikut ini beberapa fakta yang dapat dijadikan acuan untuk keberhasilan presentasi.

  1. Sebagian besar manusia takut pada public speaking. Oleh karena itu, merupakan hal yang wajar ketika seseorang (presenter) mengalami kecemasan sebelum presentasi. Meski begitu, hal ini perlu diatasi demi kelancaran presentasi.
  2. Hal yang dapat menggerakkan manusia adalah cerita. Menyampaikan sebuah cerita atau menggunakan teknik storytelling pada presentasi akan membuat audiens tertarik serta membuat materi lebih mudah dipahami dan diingat dibandingkan menyampaikan fakta dan informasi tanpa cerita, karena fakta 20 kali lebih mudah diingat jika dibungkus dengan cerita.
  3. Pembukaan atau 30 detik pertama dari presentasi akan menentukan keputusan audiens untuk memperhatikan presentasi. Oleh karena itu, lakukanlah pembukaan yang menarik, misalnya dengan memberikan cerita, pertanyaan yang dapat menggugah rasa penasaran audiens, atau dengan humor.
  4. Audiens akan lebih mudah mengingat presentasi yaitu sebesar 95% dari apa yang mereka lihat dan dengar, jika presentasi melibatkan gambar atau animasi atau simbol-simbol.
  5. Melakukan kontak mata dengan audiens akan membuat presenter terlihat lebih kompeten dan terpercaya serta dapat menciptakan hubungan emosional antara audiens dan presenter.
  6. Melakukan gerak tubuh atau body language dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi stres karena gerakan dapat melepaskan hormone endorfin.
  7. Partisipasi audiens mulai menurun secara drastik setelah 30 menit presentasi dimulai. Oleh karena itu, buat atau lakukanlah hal yang menarik pada menit tersebut.
  8. Tingkat ketertarikan audiens akan meningkat jika mereka terlibat, dan tingkat ketertarikan audiens akan semakin turun jika yang dilakukan presenter hanya berbicara tanpa melibatkan audiens. Melibatkan audiens dapat dilakukan dengan memberikan pertanyaan dan berdiskusi.
  9. Presentasi penjualan akan berhasil jika presenter lebih banyak mendengarkan dibandingkan berbicara. Gunakan sebanyak 35% dari waktu yang telah ditentukan untuk berbicara dan sebanyak 65% untuk mendengarkan.
  10. Digital dan gadget seperti ponsel dan internet merupakan gangguan terbesar untuk mempertahankan perhatian audiens. Oleh karena itu, biasanya beberapa presenter akan meminta audiens untuk mematikan ponsel sebelum presentasi dimulai.
  11. Penelitian menunjukkan bahwa level perhatian audiens paling tinggi terjadi ketika presenter menyampaikan presentasi dengan menyertakan humor, mendekati audiens, atau ketika presenter menjelaskan tanpa melihat naskah.
  12. Waktu yang dibutuhkan Steve Jobs untuk berlatih sebelum presentasi adalah 2 hari.

Fakta-fakta di atas dapat dijadikan acuan untuk desainer presentasi dan presenter dalam membuat dan menyampaikan presentasi agar lebih mudah dipahami dan diterima oleh audiens.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Begini Cara Membuka Presentasi Supaya Mengesankan (Part 2)

Begini Cara Membuka Presentasi Supaya Mengesankan (Part 2)

Begini Cara Membuka Presentasi Supaya Mengesankan (Part 2)

Jasa Presentasi – Membuka presentasi dapat mempengaruhi keputusan audiens, apakah akan melanjutkan untuk memperhatikan presentasi atau tidak. Oleh karena itu, agar audiens tertarik untuk mendengarkan presentasi, bukalah presentasi dengan hal yang menarik. Bagaimana caranya? Berikut ini disajikan beberapa cara yang dapat digunakan untuk membuka presentasi supaya mengesankan.

  1. Pernyataan Provokatif

“Buat apa jadi pengusaha kalau jadi karyawan saja sudah bisa kaya?”

Salah satu hal yang dapat menarik perhatian audiens adalah pernyataan provokatif. Pernyataan provokatif, secara tidak sadar, akan membangunkan emosi audiens dan membuatnya penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh presenter selanjutnya.

  1. Membangkitkan Rasa Penasaran

“Beberapa waktu lalu saya membuat kesalahan besar yang membuat bisnis dan hidup saya hancur.”

Cara lain untuk menarik perhatian audiens adalah dengan membuat audiens penasaran. Berikan pernyataan yang membangun ketegangan, sehingga audiens akan bertanya-tanya dan menunggu pernyataan presenter berikutnya.

  1. Buat Audiens Kaget

“Anda semua akan menjadi pengusaha sukses setelah mendengarkan presentasi ini.”

Cara ini berlawanan dengan dua cara sebelumnya. Berikan pernyataan yang berlawanan dengan nalar atau pola pikir biasa. Hal ini bertentangan dengan anggapan umum dan akan membuat audiens kaget karena pernyataan yang dianggap mustahil. Contoh di atas akan membuat audiens bertanya, “Masa iya?” dan secara tidak sadar, audiens akan tertarik dengan pembahasan yang akan disampaikan.

  1. Tunjukkan hal yang sebenarnya

“Saya sebenarnya adalah orang yang sangat pemalu dan tidak berpendidikan tinggi. Saya menjadi seperti sekarang ini karena …”

Cara lainnya untuk menarik audiens ke dalam dunia presenter adalah dengan menceritakan pengalaman atau kisah pribadi. Hal ini tidak mudah, namun jika dilakukan dengan baik akan membuat audiens tertarik pada topik yang akan dibahas. Selain itu, cerita pribadi juga dapat membangun hubungan emosional antara presenter dan audiens.

  1. Memulai dengan Visual yang Menarik

Memulai presentasi dengan menampilkan video atau gambar akan membuat audiens penasaran dan tertarik dengan apa yang akan disampaikan presenter dalam presentasinya. Sertakan video atau gambar yang sesuai dan relevan dengan topik dalam deck presentasi, sehingga selain membuat audiens tertarik, audiens juga akan lebih memahami apa yang akan disampaikan dalam presentasi.

  1. Gunakan keheningan

Cara efektif lainnya yang dapat digunakan untuk menarik perhatian audiens dalam presentasi adalah dengan memanfaatkan keheningan untuk mengendalikan ruangan (audiens). Cara ini cukup efektif, jika dilakukan dengan benar, untuk mengalihkan semua perhatian audiens pada presenter dan membuat audiens penasaran dan tertarik dengan apa yang selanjutnya akan disampaikan dalam presentasi.

  1. Memulainya dengan bantuan properti

Mengingat pandangan manusia lebih mudah tertarik oleh gerak dan visual, cara lain untuk membuka presentasi dengan menarik adalah dengan menggunakan properti atau perlengkapan yang ada maupun yang sengaja dipersiapkan. Hal ini tidak hanya menambah efek dramatis, tetapi juga akan mengalihkan dan mempertahankan perhatian audiens pada podium presentasi.

  1. Gunakan kata “bayangkan”

“Bayangkan jika Anda sedang dalam pesawat yang mengalami turbulence. Pikirkan bagaimana Anda akan menghadapi situasi ini?”

Terkadang membimbing (mendorong) audiens untuk menggunakan imajinasi mereka adalah cara yang tepat agar presenter mudah dalam menyampaikan pesan kepada audiens dalam presentasi. Gunakan kata “coba bayangkan,” “coba pikirkan jika,” atau “coba gambarkan ini pada pikiran kalian.”


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

6 Teknik Storytelling yang Ampuh Digunakan dalam Presentasi

6 Teknik Storytelling yang Ampuh Digunakan dalam Presentasi

6 Teknik Storytelling yang Ampuh Digunakan dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Sebuah fakta menunjukkan bahwa pikiran manusia deprogram untuk lebih mudah dalam memproses informasi dalam bentuk cerita. Atau dengan kata lain, manusia lebih mudah mengingat sebuah cerita dibandingkan penjelasan biasa, karena cerita akan mengaktifkan imajinasi manusia.

Fakta ini dapat dijadikan referensi dalam menyampaikan presentasi agar penyampaian lebih menarik. Bagaimana cara menggunakan cerita agar presentasi menarik?

  1. Tenggelamkan audiens dalam sebuah cerita

Menenggelamkan audiens dalam sebuah cerita dapat membangun hubungan emosional audiens dengan topik yang disampaikan. Pilihlah cerita yang relevan dengan topik presentasi dan ceritakan dengan baik agar dapat melekat di benak audiens dalam waktu yang lama. Gunakan kata dan visual yang mendukung cerita sehingga audiens dapat memvisualisasikannya dalam pikiran mereka. Selain menarik, menyertakan cerita dalam sebuah presentasi juga membantu audiens untuk lebih mudah memahami apa yang disampaikan presenter.

  1. Gunakan cerita pribadi

Menceritakan pengalaman atau kisah pribadi lebih mudah digunakan untuk membangun hubungan emosional antara audiens dengan presenter. Perasaan simpati akan lebih mudah dibangun sehingga lebih mudah untuk presenter menarik perhatian audiens. Oleh karena itu, gunakan cerita atau pengalaman pribadi yang menginspirasi, misalnya cerita tentang keberhasilan dalam menghadapi tantangan untuk meraih kesuksesan.

  1. Ciptakan ketegangan dan klimaks

Film atau buku yang menarik memiliki cerita dengan alur dan konflik yang membuat penikmatnya seperti menaiki roller coaster. Hal ini bertujuan agar audiens mempertahankan perhatiannya dan bertanya-tanya, “Apa yang akan terjadi selanjutnya?” Begitu juga dengan presentasi yang baik. Presentasi yang menarik akan membuat audiens penasaran dengan apa yang disampaikan oleh presenter selanjutnya.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menciptakan klimaks. Pertama, ceritakan sebuah kisah atau pengalaman dan berikan klimas sebagai kesimpulan atau akhir dari cerita. Kedua, gunakan alur mundur. Ceritakan kondisi saat ini kemudian beritahu bagaimana kondisi saat ini bisa terjadi. Atau dengan cara ketiga, dengan menyampaikan cerita yang alurnya sudah dapat ditebak, tetapi kemudian sampaikan kelanjutannya dengan membuat cerita berbeda dari tebakan audiens.

Buat juga sesuatu yang akan selalu diingat oleh audiens. Sajikan fakta atau lakukan hal yang dapat mengejutkan audiens. Contohnya, ketika Bill Gates berpresentasi mengenai meningkatkan investasi untuk menanggulangi malaria, ia menyajikan sebuah statistik untuk membuktikan betapa seriusnya permasalahan ini. Kemudian ia melakukan hal mengejutkan dengan membuka sebuah wadah berisi nyamuk dan mengatakan bahwa malaria tidak hanya menyerang warga miskin.

  1. Buat karakter menjadi hidup

Karakter merupakan inti dari segala cerita. Semua hal yang dialami karakter merupakan penyebab audiens tertawa atau menangis. Cerita yang sukses adalah cerita yang berhasil menciptakan karakter yang dikenal dan memiliki karakteristik unik. Untuk melakukan hal ini, presenter harus memberikan gambaran yang jelas mengenai karakter untuk membuatnya hidup dalam benak audiens. Sehingga audiens dapat terhubung secara emosional dengan presenter maupun dengan presentasi yang disampaikan.

  1. Sampaikan pesan secara tersirat

Bercerita akan lebih menarik jika disertai juga dengan dialog. Dibandingkan dengan memberitahu audiens secara tersurat, cobalah untuk menyampaikannya dengan cara tersirat dan membuatnya menjadi sebuah cerita yang menarik.

  1. Akhiri dengan baik, positif, dan inspiratif

Presentasi yang efektik tidak hanya yang menonjolkan konflik dan klimaks, tetapi juga pemecahan masalah dengan baik, positif, dan inspiratif. Terdapat 2 pilihan untuk mengakhiri sebuah cerita, yaitu happy ending dan sad ending. Kebanyakan orang lebih menyukai cerita dengan happy ending. Padahal tidak masalah jika sebuah cerita berakhir dengan sad ending, karena yang terpenting adalah terdapat pesan positif yang menjadi kesimpulan cerita tersebut. Oleh karena itu, akhirilah cerita dengan pesan yang baik, positif, dan inspiratif, sehingga dapat menjadi panutan bagi audiens dan dapat diingat oleh audiens dalam waktu yang lama. Bungkus pesan dengan kalimat pendek namun berdampak atau frasa yang mudah diingat.

Agar presentasi dapat menarik perhatian audiens, sampaikanlah dengan menyertakan cerita atau menggunakan teknik storytelling. Pertimbangkan teknik yang sudah dijelaskan di atas untuk digunakan dalam presentasimu selanjutnya. Selain itu, perhatikan juga tampilan deck presentasi. Presentasi yang baik tidak hanya menggunakan kata-kata dalam penyampaiannya, tetapi juga dengan menyertakan visual yang dapat mendukung penjelasan. Karena 90% informasi yang dapat diterima oleh otak adalah informasi yang berasal dari visual.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Karakteristik Yang Dimiliki Presenter Hebat

5 Karakteristik Yang Dimiliki Presenter Hebat

5 Karakteristik Yang Dimiliki Presenter Hebat

Jasa Presentasi – Keahlian dalam komunikasi merupakan hal terpenting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, namun banyak orang yang takut ketika diminta untuk melakukan public speaking. Mengapa? Karena berdiri di hadapan banyak orang merupakan pengalaman yang mendebarkan. Akan tetapi, cara terbaik untuk menangani ketakutan pad public speaking justru dengan tidak menghindarinya dan menghadapinya, karena semakin banyak seseorang melakukan public speaking, maka akan menambah pengalaman dan hal ini akan membuatnya semakin terbiasa dengan kondisi yang dihadapi ketika melakukan public speaking.

Memang tidak mudah melakukan public speaking, apalagi jika belum terbiasa. Namun tidak ada salahnya jika belajar terlebih dahulu. Berikut ini 5 karakteristik yang dimiliki presenter hebat dan dapat dijadikan contoh.

  1. Pengetahuan

Presentasi merupakan salah satu cara untuk membagikan pengetahuan. Presenter dituntut untuk menguasai topik lebih dari audiens. Selain itu, presenter juga harus mengetahui cara atau teknik yang sesuai dengan audiens dalam menyampaikan presentasi, sehingga pesan dan materi lebih mudah dipahami dan dapat tersampaikan pada audiens.

Pelajari lebih dalam materi yang akan disampaikan untuk mengantisipasi pertanyaan yang mungkin muncul dari audiens, sehingga selain lebih siap dalam menyampaikan presentasi, presenter juga akan lebih siap dalam menghadapi pertanyaan dari audiens.

  1. Kepercayaan Diri

Beberapa orang takut melakukan public speaking karena mereka tidak percaya diri. Ketika seseorang memiliki kepercayaan diri, dia tidak akan takut melakukan presentasi. Oleh karena itu, hal paling utama yang harus dilakukan seseorang sebelum melakukan presentasi adalah membangun kepercayaan diri.

Presenter yang percaya diri akan membuat presentasi lebih hidup dan penjelasan yang disampaikannya akan lebih mudah dipahami oleh audiens. Jika presenter tidak memiliki kepercayaan diri, cobalah untuk berpenampilan seakan-akan memiliki kepercayaan diri, karena audiens tidak akan mengetahui apa yang dirasakan presenter kecuali ia menunjukkannya.

Terdapat beberapa trik yang dapat digunakan untuk memunculkan kepercayaan diri, yaitu dengan berjalan di sekitar podium, berdiri dengan tegak, dan tersenyum. Hindari berbicara terlalu cepat, karena presenter akan terlihat gugup. Menyampaikan presentasi dengan santai namun serius dapat menumbuhkan kepercayaan diri. Selain itu, audiens juga akan lebih mudah memahami apa yang disampaikan.

  1. Kenali Diri

Audiens berharap bahwa presenter akan menyampaikan materi dengan menyenangkan. Beberapa dari mereka juga berharap bahwa presenter akan menyampaikan presentasi dengan lucu, menarik, dan bersemangat, serta mirip dengan beberapa presenter hebat yang pernah ditemuinya. Hal-hal yang diharapkan audiens ini memang kualitas yang harus dimiliki oleh presenter hebat, namun poin terakhir adalah pengecualian. Presenter yang hebat adalah presenter yang memiliki karakteristik dan keunikannya sendiri. Oleh karena itu, jadilah diri sendiri dan manfaatkan kelebihan diri untuk menyampaikan presentasi yang menarik.

  1. Passion dan Semangat

Jika topik presentasi adalah hal yang menarik dan sesuai dengan keahlian presenter, jadikan hal ini menjadi semangat dan gunakan juga untuk membuat audiens bersemangat. Menyampaikan presentasi dengan bersemangat akan menunjukkan bahwa presenter telah menguasai topik dan hal ini akan membantu presenter untuk terhubung dengan audiens. Namun jika topik presentasi adalah hal yang kurang diminati, maka presenter harus menemukan hal yang dapat membuatnya menarik bagi diri presenter sendiri maupun bagi audiens.

  1. Diingat oleh Audiens

Seseorang mungkin telah menyimak banyak presentasi, namun tidak semua presentasi yang disimaknya dapat diingat. Audiens dapat mengingat sebuah presentasi jika presenter dapat terhubung dengan audiens. Menjalin hubungan dengan audiens dapat dilakukan dengan menyertakan cerita yang menyentuh dan menarik serta dapat menjadi inspirasi bagi audiens. Selain itu, agar presentasi dapat diingat, presenter dapat menyertakan hal unik yang mungkin belum pernah dilihat oleh audiens.

Lima karakteristik di atas dapat dijadikan contoh untuk menjadi presenter hebat atau paling tidak, presentasi yang dilakukan dapat diingat oleh audiens. Teruslah berlatih agar terbiasa sehingga dapat menjadi presenter yang lebih baik.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Begini Loh, Cara Membangun Percakapan Dengan Mudah

Begini Loh, Cara Membangun Percakapan Dengan Mudah

Begini Loh, Cara Membangun Percakapan Dengan Mudah

Jasa Presentasi – Pernahkah kalian berkenalan dengan seseorang di tempat-tempat umum? Setelah berkenalan, apa yang kalian bicarakan?

Beberapa orang mungkin bingung untuk memulai percakapan dengan orang yang baru dikenalnya. Bahkan beberapa ada yang memilih untuk tidak memulainya sama sekali. Namun melakukan percakapan ringan dapat mengubah hidup seseorang dan menambah koneksi. Bagaimana melakukan percakapan dengan orang yang baru dikenal dan bagaimana cara mempertahankan percakapan tersebut? Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan.

  1. Tunjukkan Ketertarikan

Salah satu cara untuk membuat percakapan berlanjut adalah dengan menunjukkan ketertarikan pada apa yang dikatakan oleh lawan bicara. Ketertarikan dapat ditunjukkan dengan memberikan timbal balik pada hal yang disampaikan lawan bicara, misalnya dengan menyetujuinya atau memberikan tanggapan lain. Selain itu, menunjukkan ketertarikan juga merupakan cara untuk menghormati lawan bicara. Hal ini akan membuat lawan bicara untuk membagikan lebih banyak informasi tentang dirinya atau tentang suatu topik.

  1. Hindari mengajukan “yes/no question”

Pertanyaan yang hanya membutuhkan jawaban ya/tidak akan membuat percakapan terhenti. Jadi, berikanlah pertanyaan dengan jawaban yang memerlukan penjelasan, sehingga topik percakapan akan lebih banyak dan berkembang.

  1. Biarkan lawan bicaramu mengajarimu

Jika terdapat topik yang belum dipahami, jujurlah pada lawan bicara, karena kemungkinan besar mereka akan menjelaskan atau mengajarkannya. Atau dapat meminta secara langsung kepada lawan bicara untuk menjelaskannya. Hal ini akan mendorong lawan bicara untuk berbicara lebih banyak lagi.

  1. Bacalah berita

Membaca berita dapat menambah wawasan, sehingga ketika percakapan tiba-tiba terhenti masih ada topik yang bisa dibicarakan.

  1. Berkatalah dengan Jujur

Beberapa orang mungkin malu untuk mengakui kebenaran dalam hidup mereka. Namun dengan berkata jujur dan konsisten akan membuat lawan bicara merasa nyaman dan hal ini akan membuat percakapan berlanjut.

  1. Tirulah pembicara yang baik

Pelajari cara-cara yang dilakukan public speaker, misalnya dengan menonton acara komedi, menonton talkshow, atau mendengarkannya secara langsung. Atau dapat juga mengikuti alur yang dilakukan oleh lawan bicara dengan mengingat jenis pertanyaan yang mereka tanyakan serta bagaimana mereka menanggapi jawaban dari lawan bicaranya.

  1. Buat Lawan Bicaramu Percaya Diri

Beberapa orang pasti akan merasa canggung dan malu ketika memulai percakapan dengan orang yang baru dikenalnya. Untuk menumbuhkan kepercayaan diri lawan bicara ketika melakukan percakapan, berikanlah pujian untuk mendapatkan dan mempertahankan perhatian mereka.

  1. Tanyakan Kegiatan Lawan Bicara

Membahas tentang kegiatan yang dilakukan masing-masing dapat menjadi topik percakapan yang luas, sehingga percakapan dapat terus berlanjut.

  1. Ketahuilah Bahwa Lawan Bicara Juga Merasa Canggung

Perasaan canggung pasti dirasakan oleh semua orang ketika pertama kali bercakap-cakap dengan orang yang baru mereka kenal. Ketahuilah bahwa tidak hanya kita yang merasa canggung, lawan bicara kita juga pasti merasakannya, dan perasaan tersebut sangatlah wajar, jadi berusahalah untuk mencairkan suasana sehingga percakapan dapat mengalir dan terus berlanjut.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

10 Dosa Yang Harus Dihindari Dalam Presentasi

10 Dosa Yang Harus Dihindari Dalam Presentasi

10 Dosa Yang Harus Dihindari Dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Keinginan setiap presenter atau public speaker adalah berhasil dalam menyampaikan pesan dan presentasinya diingat serta menjadi inspirasi bagi audiens. Namun, hal ini tidak akan terwujud jika presenter menyampaiakan presentasi dengan cara yang buruk. Berikut beberapa kesalahan yang harus dihindari demi keberhasilan presentasimu.

  1. Perkenalan yang terlalu panjang

Menit-menit awal dalam presentasi adalah waktu yang paling penting dan krusial, karena alam bawah sadar audiens akan menentukan apakah presentasi yang akan disampaikan layak untuk diikuti atau tidak. Oleh karena itu, hindari membuka presentasi dengan melakukan perkenalan yang terlalu panjang. Lakukanlah perkenalan secara singkat kemudian lakukan pembukaan yang akan menarik alam bawah sadar mereka untuk memperhatikan presentasi.

  1. Terlalu fokus pada fakta

Kunci kesuksesan sebuah presentasi ada pada cara presenter dalam menangkap perasaan audiens. Presenter mungkin ingin memukau audiens dengan memberikan fakta dan data mengenai kelebihan dan pencapaian yang telah diraih perusahaan, namun ketika selesai presentasi, audiens hanya akan mengingat hal yang mereka rasakan selama mendengarkan presentasi. Oleh karena itu, gunakan cara storytelling dalam menyampaikan presentasi atau sertakan cerita yang relevan dengan topik presentasi sehingga ketika mereka mengingat cerita yang disampaikan , mereka juga akan mengingat topik presentasi yang telah disampaikan.

  1. Konten yang berantakan

Alur presentasi yang buruk akan membuat audiens hilang perhatian dan membuat presentasi sulit untuk dipahami. Oleh karena itu, susunlah presentasi dengan alur yang jelas dan teratur. Buatlah outline untuk konten yang akan digunakan sebelum membuat presentasi. Outline ini akan membantu audiens untuk mengikuti alur presentasi.

  1. Transisi dan animasi yang berlebihan

Transisi dan animasi dapat membuat presentasi lebih menarik, tetapi jika menggunakannya dengan berlebihan akan mengganggu presentasi. Jadi, buatlah dengan sederhana. Pilihlahlah satu atau dua animasi atau transisi yang tidak berlebihan dan aplikasikan pada seluruh slide (samakan untuk semua slide).

  1. Terlalu banyak teks

Banyak presenter yang melakukan kesalahan ini dalam membuat presentasi. Menyertakan banyak teks memang dapat membantu jika presenter kurang persiapan, tetapi hal ini akan membuat audiens merasa bosan dan tidak fokus pada pesan yang disampaikan. Oleh karena itu, hindari menyertakan terlalu banyak teks. Pilih kata kunci yang dapat mewakili penjelasan sebuah slide untuk disertakan dalam presentasi. Karena slide presentasi merupakan visual yang melengkapi penjelasan.

  1. Terlalu banyak chart dan grafik

Menyertakan chart dan grafik akan membuat presentasi semakin menarik. Namun menyertakan terlalu banyak chart dan grafik akan membuat audiens bosan dan presenter memerlukan banyak waktu untuk menjelaskan semua chart dan grafik yang ada. Padahal tidak semua penjelasan dapat dipahami audiens dan hal ini akan membuang waktu. Oleh karena itu, hilangkan chart yang tidak terlalu penting dan hanya sertakan inti dari chart yang akan disampaikan.

  1. Tidak ada humor

Jangan membuat presentasi terlalu kaku dan serius apapun topik yang disampaikannya, karena akan membuat audiens merasa bosan dan tidak tertarik untuk memperhatikan presentasi lebih lanjut. Humor adalah alat yang ampuh untuk mencairkan suasana. Sertakanlah humor atau anekdot untuk membuat presentasi lebih menarik. Ketahui karakteristik audiens, kemudian pilih humor yang sesuai, dan berlatihlah untuk menyampaikannya.

  1. Kurang bersemangat

Presenter adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengatur suasana ruangan presentasi. Jika presenter tidak tertarik dengan materi yang akan disampaikan, mengapa audiens harus peduli? Temukanlah hal yang dapat membuat sebuah topik yang membosankan menjadi menarik.

  1. Terlalu banyak informasi

Menyampaikan banyak informasi memang terlihat baik, namun tidak demikian jika mengingat bahwa manusia hanya dapat mengingat 3 hal sebelum daya ingat mereka turun. Oleh karena itu, batasilah jumlah informasi yang akan disampaikan. Pilih informasi yang paling penting dan hilangkan hal-hal yang membuat presentasi menjadi berantakan. Setiap slide harus memiliki titik fokus yang jelas serta grafik dan teks yang disertakan harus dapat menjadi pendukung penjelasan dan membuat pengaruh yang kuat.

  1. Tidak ada interaksi

Presentasi adalah salah satu komunikasi dua arah. Dalam presentasi pada umumnya, presenter adalah pihak yang akan lebih banyak berbicara. Namun presentasi yang baik adalah presentasi yang melibatkan audiens. Oleh karena itu, tugas lain presenter adalah untuk membuat audiens terlibat. Membuat audiens terlibat dalam presentasi dapat dilakukan dengan melakukan gerakan-gerakan, seperti kontak mata, berjalan di sekitar panggung, atau dengan melakukan diskusi bersama audiens.

Hindarilah kesalahan-kesalahan di atas untuk membuat presentasimu berkesan dan menarik, sehingga audiens dapat mengingat informasi dan pesan yang disampaikan dalam presentasi.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

10 Cara Mudah Presentasi di Hadapan Eksekutif

10 Cara Mudah Presentasi di Hadapan Eksekutif

10 Cara Mudah Presentasi di Hadapan Eksekutif

Jasa Presentasi – Eksekutif adalah audiens yang sulit untuk dihadapi. Mereka memiliki waktu yang terbatas, banyak prioritas, informasi yang berlebih, dan harus membuat keputusan dengan cepat. Karena keterbatasan waktu yang mereka miliki dan banyak pioritas lain yang harus dikerjakan, mereka tentu tidak mau membuang waktu mereka untuk mendengarkan psresentasi yang bertele-tele dan tidak menarik. Oleh karena itu, presenter harus dapat menyampaikan presentasi dengan ringkas namun dapat memenuhi tujuan dari presentasi itu sendiri. Agar presentasi yang dilakukan di hadapan eksekutif tidak mengecewakan dan memuaskan, ikutilah beberapa cara berikut ini.

  1. Buat Pembukaan yang Berkesan

Memulai presentasi dengan berkesan akan membuat audiens percaya bahwa presentasi yang disampaikan tidak akan membuang waktu mereka. Jadi, pastikan untuk membuka presentasi dengan hal yang menarik. Buat dan sertakan garis besar dari presentasi yang akan disampaikan sebagai pendahuluan.

  1. Gunakan Waktu Secara Efektif

Persiapkan untuk menyampaikan konten dalam waktu yang telah disediakan dan sisihkan waktu yang cukup untuk sesi tanya-jawab.

  1. Fleksibel

Jadilah fleksibel dalam menyampaikan presentasi. Sesuaikan diri dengan kondisi dan sampaikanlah hal yang paling penting untuk audiens. Misalnya, jika terjadi interupsi, handle hal tersebut agar tidak mengganggu jalannya presentasi.

  1. Ketahui Audiens

Ketahui karakteristik orang-orang yang akan menjadi audiens presentasi beserta latar belakang dan tujuan mereka secara umum. Ketahui juga hal yang mereka sukai dan topik yang mereka minati. Sertakan hal-hal yang disukai audiens dalam presentasi, sehingga mereka akan tertarik.

  1. Miliki Data Pendukung

Miliki data yang mendukung apa yang akan disampaikan. Hal ini untuk berjaga-jaga jika diminta untuk menunjukkan data dan untuk menguatkan penyampaian presentasi. Jangan menunjukkan data sebelum diminta. Hal ini dilakukan untuk menghemat waktu.

  1. Buat Slide yang Menarik

Slide presentasi merupakan pendukung dari penjelasan yang dilakukan, dengan menyajikan gambar, diagram, dan lain-lain yang mudah untuk mencerna informasi. Agar audiens semakin berkesan, buatlah slide presentasi yang menarik dan mampu mendukung penyampaian.

  1. Buat Slide Presentasi dengan Sederhana

Penelitian menunjukan bahwa eksekutif lebih menghargai presentasi yang jelas, ringkas, dan tidak bertele-tele. Oleh karena itu, buatlah slide presentasi yang sederhana namun menarik. Berikan beberapa ruang kosong pada slide presentasi, sehingga slide tidak terlihat penuh dan ramai serta mudah dipahami.

  1. Meminta Tindakan

Setiap presenter pasti menginginkan agar presentasinya berhasil. Ukuran presentasi berhasil adalah adanya tindakan nyata yang dilakukan oleh audiens atau paling tidak audiens dapat memahami apa yang disampaikannya. Nyatakanlah keinginan atau tujuan presentasi secara jelas sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dan audiens dapat melakukan tindakan yang diharapkan presenter.

  1. Kesimpulan

Berikan kesimpulan pada setiap presentasi yang dilakukan. Kesimpulan dapat dilakukan di akhir presentasi namun dapat juga disertakan pada awal presentasi. Kesimpulan yang disampaikan pada awal presentasi akan membantu audiens untuk memahami garis besar dari presentasi yang akan disampaikan. Buat gambaran yang jelas dan singkat untuk membuat kesimpulan.

  1. Practice makes perfect

Berlatihlah secara terus menerus untuk membiasakan diri. Berlatih dapat dilakukan sendirian dan dapat juga dengan mempraktekkannya di depan rekan yang berfungsi menjadi pelatih.

Seperti hal pada umumnya, semakin banyak pengalaman yang dilakukan, maka selanjutnya akan semakin mudah dilakukan. Begitu juga dalam presentasi. Semakin sering melakukan presentasi di depan eksekutif, maka akan terasa semakin mudah di kemudian hari.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

8 Cara Mengakhiri Presentasi

8 Cara Mengakhiri Presentasi

8 Cara Mengakhiri Presentasi

Jasa Presentasi – Kata “terima kasih” saja tidak cukup untuk mengakhiri presentasi dengan mengesankan. Sebuah penelitian mengatakan bahwa orang-orang paling mengingat hal pertama dan terakhir yang mereka dengar dari sebuah presentasi, seminar, atau pelajaran. Jadi, manfaatkan fakta tersebut untuk membantu membuat kesan yang baik dalam presentasi.

  1. Sesuaikan dengan Pembukaan

Menutup atau mengakhiri presentasi dapat dilakukan dengan mengulang atau membahas kembali pembukaan yang telah dilakukan. Jika membuka menggunakan cerita, bahas kembali cerita tersebut atau berikan kesimpulan dari cerita tersebut. Jika membuka dengan quote, ulang kembali quote tersebut atau dapat menggunakan quote lain.

  1. Memberikan Tantangan kepada Audiens

Jika presenter ingin presentasinya dapat mempengaruhi audiens, akhiri presentasi dengan menantang mereka untuk melakukan sesuatu atau menantang mereka untuk melakukan pembuktian.

  1. Gunakan quote

Quote atau kutipan adalah hal yang paling cocok untuk semua jenis presentasi, khususnya presentasi yang inspirasional.

  1. Penutupan dengan Kalimat Berirama

Temukan frasa yang memiliki susunan pengulangan. Misalnya, Beranilah. Tugas, kerjakanlah. Kesempatan, ambillah. Petualangan, selesaikanlah. Janji, tepatilah. Teka-teki, pecahkanlah. Dan cita-cita, raihlah.

  1. Penutupan Sugestif

Berikan kesimpulan untuk mengingatkan audiens tentang inti dari yang telah disampaikan dalam presentasi. Lakukan sebelum audiens memberikan pertanyaan. Hal ini dilakukan untuk mempengaruhi audiens agar memberikan pertanyaan yang sesuai dengan konten dan tidak melebar dari pembahasan.

  1. Mengulang Kata atau Kalimat Bersama Audiens

Buatlah sebuah kata atau kalimat yang akan menjadi keyword atau tagline presentasi dan katakan keyword atau tagline secara terus menerus selama presentasi sehingga audiens dapat mengingatnya. Kemudian ketika mengakhiri presentasi, tutuplah dengan mengulang keyword atau tagline tersebut kata perkata dengan diberikan jeda sehingga audiens dapat melanjutkan keyword atau tagline tersebut. Atau dapat juga dilakukan dengan meminta audiens mengulangnya setelah presenter mengatakannya.

  1. Anekdot

Orang-orang menyukai cerita, dan pesan yang berasal dari cerita akan lebih mudah diingat dan melekat di benak audines. Jadi, tutuplah presentasi dengan cerita singkat yang lucu atau menarik agar audiens tidak melupakan presentasi yang telah disampaikan. Usahakan cerita yang disampaikan sesuai dengan konten presentasi.

  1. Call to Action

Jenis presentasi persuasif biasanya diakhiri dengan menyertakan call to action. Call to Action berfungsi untuk membujuk audiens agar melakukan tindakan tertentu. Misalnya, ketika presenter menyampaikan presentasi mengenai lingkungan, akhiri dengan meminta audiens untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Cara-cara tersebut dapat dikombinasikan untuk menutup presentasi dengan menarik dan mengesankan. Pilihlah cara yang paling mudah digunakan agar tidak menjadi boomerang. Perhatikan audiens dalam memilih cara di atas, karena tidak semua audiens dapat menerimanya. Misalnya, menutup dengan menyertakan anekdot tidak tepat jika diterapkan dalam presentasi bisnis.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com