Lakukan 4 Hal Ini Ketika Audiens Presentasimu Mulai Hilang Fokus

Jasa Presentasi – Terdapat banyak hal yang bisa mendistraksi perhatian audiens dari presentasi yang sedang kita sampaikan, seperti gadget, teman yang mengajak mengobrol, atau rasa kantuk karena bosan. Hal ini tentu tidak kita inginkan karena apa yang kita sampaikan tidak akan diterima oleh audiens. Untuk mencegah dan mengantisipasinya, terapkan beberapa trik berikut ini.

1. Berpindah Tempat

Terdapat banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menarik perhatian audiens, salah satunya dengan melakukan interaksi. Interaksi tidak harus dilakukan secara langsung. Kita bisa melakukan interaksi secara tidak langsung dengan berpindah tempat atau berjalan dari satu titik ke titik lainnya di atas panggung. Dengan melakukan hal tersebut, audiens akan bertanya-tanya di mana kita akan bergerak selanjutnya, dan ini berarti perhatian audiens tertuju pada kita.

2. Mengatur Kecepatan Suara

Berbicara dengan nada yang sama merupakan hal yang monoton dalam presentasi. Audiens tentu akan bosan mendengarkannya. Perlu adanya variasi dalam ritme untuk memberikan penekanan dan pembeda pada kalimat yang disampaikan. Selain itu, berubahnya ritme suara juga akan membuat penyampaian lebih menarik, sehingga audiens akan fokus dengan apa yang kita sampaikan.

‌3. Berhenti Sejenak dan Berikan Pertanyaan

Saat audiens mulai kehilangan fokus, berhentilah (diam) selama beberapa detik di tengah presentasi. Mereka otomatis akan menghentikan kegiatan dan bertanya-tanya, mengapa ia berhenti? Apakah ada yang salah? Teknik ini akan lebih powerful ketika diikuti dengan memberikan pertanyaan. Caranya, setelah memberikan pertanyaan, diamlah sejenak sambil mengedarkan pandangan ke seluruh audiens.

‌4. Menambahkan Cerita yang Relevan

Semua orang menyukai cerita, sebab cerita mengaktifkan imajinasi dan lebih mudah dicerna oleh otak manusia. Oleh karena itu, sertakanlah cerita yang relevan dan mendukung konten presentasi kita, sehingga audiens tidak mudah bosan dan tetap fokus pada apa yang kita sampaikan.

Jika kita ingin apa yang disampaikan dapat dipahami, diingat dan menginspirasi audiens, kita harus tahu cara untuk menarik perhatian mereka. Ikutilah beberapa strategi di atas untuk memastikan audiens tetap fokus dan memperhatikan apa yang kita sampaikan dalam presentasi.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Tips Menyelipkan Lelucon dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Lelucon sepertinya terlihat sepele. Tapi siapa sangka, lelucon bisa membantu kita untuk meraih kesuksesan dalam presentasi. Selain penyampaian yang menarik, lelucon juga diperlukan untuk mencairkan suasana ketika presentasi sehingga audiens tidak merasa tegang dan bosan. Meski terlihat mudah, kita tidak bisa sembarangan menyelipkan lelucon karena jika tidak disertakan dengan benar, hal ini justru akan dianggap garing oleh audiens dan bisa menyebabkan kecanggungan. Untuk itu, perhatikanlah beberapa hal berikut ini sebelum menyelipkan lelucon dalam presentasi.

1. Kenali Audiens

Mengenali siapa target audiens adalah hal paling utama dalam menyampaikan lelucon. Jangan sampai kita salah sasaran, misalnya menyampaikan lelucon dewasa ketika audiens presentasi kita adalah remaja. Begitu pula sebaliknya jangan sampai kredibilitas kita sebagai presenter dan sumber informasi turun hanya karena menyampaikan candaan yang dianggap receh. Usahakan untuk tidak menyampaikan lelucon yang bersifat sensitif, menyinggung, apalagi berbau SARA.

2. Referensi

Terdapat banyak cara untuk menyampaikan lelucon dalam presentasi. Meskipun demikian, kita perlu memilih cara yang tepat. Untuk itu, perbanyaklah referensi dengan membaca artikel atau menonton video yang berkaitan dengan hal tersebut. Usahakan untuk memilih cara yang tepat dan memberikan lelucon yang fresh atau berbeda setiap kali presentasi, sehingga audiens tidak bosan dengan lelucon yang itu-itu saja.

3. Latihan

Menyampaikan lelucon memiliki tantangan tersendiri bagi seorang presenter. Hal ini karena selera lelucon masing-masing orang berbeda. Selain itu, seperti halnya menyampaikan presentasi, memberikan lelucon juga memerlukan skill yang harus dilatih secara terus menerus. Ingat! Bisa karena terbiasa. Oleh karena itu, lakukanlah latihan secara berkala dan mintalah masukan dari orang-orang terdekat.

4. Biarkan Mengalir

Hal paling ditakuti seseorang dalam menyampaikan cerita lelucon adalah ketika cerita yang disampaikan tidak bisa memancing tawa karena dianggap tidak lucu. Berada dalam situasi semacam ini tentu akan membuat suasana menjadi canggung dan bisa membuat presenter merasa down serta kehilangan konsentrasi. Untuk itu, persiapkanlah mental sebelum menyampaikan lelucon. Ini penting ketimbang memikirkan audiens akan menyukai apa yang kita sampaikan. Biarkan cerita mengalir sampai selesai sekalipun respon audiens tidak sesuai dengan ekspektasi.

5. Sesuaikan dengan Topik

Menyampaikan lelucon memang dapat mencairkan suasana dan membantu menarik perhatian audiens. Meskipun demikian, bukan berarti kita bisa menyampaikan lelucon secara sembarangan atau random. Akan lebih baik jika lelucon yang kita sampaikan masih berkaitan dengan topik yang sedang dibahas dalam presentasi. Hal ini dapat membantu audiens untuk lebih mudah mengingat topik yang sedang kita sampaikan.

Lelucon adalah senjata ampuh bagi presenter ketika suasana mulai tidak kondusif. Meskipun berlangsung singkat, ada baiknya presenter mempersipakan lelucon apa yang akan disampaikan terlebih jika lelucon tersebut berupa cerita. Perhatikan 5 hal di atas ketika hendak menyelipkan lelucon dalam presentasi agar dapat diterima oleh audiens.

Baca juga tips menyertakan humor lainnya di sini.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Gunakan 3 Gaya Public Speaking Ini Untuk Menarik Perhatian Audiens

Jasa Presentasi – Presentasi merupakan salah satu bentuk komunikasi di hadapan audiens dengan tujuan berbeda-beda. Ada yang melakukan presentasi untuk menyampaikan informasi, ada juga presentasi yang bertujuan untuk mempengaruhi dan mengajak orang lain untuk melakukan sesuatu, atau juga presentasi bisnis di hadapan klien. Untuk bisa melakukan presentasi yang baik diperlukan persiapan yang matang serta latihan. Pelajari 3 gaya presentasi ini untuk bisa menarik perhatian audiens.

1. Gaya Presence

Woman Presenting Freely

Presentasi adalah sebuah media komunikasi, namun kita sering mendapati seseorang melakukan presentasi layaknya sebuah monolog. Mereka berbicara di hadapan audiens dengan cara menghafal atau membaca salinan teks dengan pandangan yang tidak tertuju kepada audiens. Tentu ini bukan sebuah cara yang tepat dalam melakukan presentasi sebab audiens akan mudah merasa jenuh. Agar tidak terjebak dalam presentasi semacam ini kita harus mempersiapkannya dengan matang, pelajari materi serta cari tahu siapa audiens kita. Hal ini akan memudahkan terjadinya komunikasi dua arah, jadi ketika melakukan presentasi kita tidak hanya sekedar menghafal materi. Inilah yang dimaksud dengan gaya presence.

2. Gaya Visual

A Man Presenting Data

Salah satu media yang bisa kita pakai untuk mendukung sebuah presentasi adalah penggunaan slide visual. Gaya presentasi visual ini dilakukan untuk membantu audiens lebih memahami apa yang kita sampaikan. Untuk membuat presentasi visual ada beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu dengan menyelipkan audio, video yang relevan dan gambar yang memperjelas apa yang kita sampaikan. Cara ini terbukti efektif dan bisa membuat audiens terkesan dengan presentasi kita, sehingga apa yang kita sampaikan bisa lebih mudah diingat.

3. Gaya Storytelling

Woman Telling Story for Little Girl

Kebanyakan orang suka mendengarkan cerita dari pada harus membaca secara langsung. Inilah yang kemudian membuat teknik storytelling bisa menarik perhatian audiens. Gaya storytelling sendiri merupakan salah satu teknik presentasi dengan cara bercerita. Dengan cerita kita bisa lebih mudah membangun komunikasi dengan audiens. Kemaslah cerita dengan baik dan buatlah senatural mungkin, cara ini efektif untuk membangun hubungan emosi dengan audiens sehingga kita lebih mudah untuk mempengaruhi pikiran audiens. Gaya presentasi ini bisa dikombinasikan dengan dua gaya sebelumnya yaitu gaya presence dan gaya visual. Kita bisa bercerita tanpa bantuan visual, tetapi bisa juga menambahkan visual untuk lebih menarik perhatian audiens.

Setelah mengetahui ketiga gaya presentasi di atas, kamu bisa memilih salah satunya atau mengkombinasikan 2 gaya untuk diterapkan dalam penyampaian presentasimu selanjutnya. Pastikan untuk berlatih sesering mungkin sehingga presentasimu bisa sukses dan diingat oleh audiens.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Perhatikan 3 Hal Ini Untuk Memberi Kesan Pertama Yang Baik Sebelum Melakukan Presentasi

Jasa Presentasi – Dalam keseharian kita tak bisa lepas dari yang namanya presentasi, baik kita pada posisi sebagai presenter maupuan pendengar. Jenis presentasi yang kerap kita jumpai pun beragam, mulai dari presentasi sebuah produk oleh sales, presentasi mahasiswa kepada dosen, presentasi kepada klien, presentasi dosen kepada mahasiswanya atau bahkan seorang trainer yang membawakan materinya di hadapan audience.

Apapun jenisnya kita sepakat jika dalam sebuah presentasi seorang presenter memiliki andil besar demi suksesnya sebuah presentasi. Tak heran ada beragam cara dipersiapkan, mulai dari penguasaan materi, latihan public speaking, serta persiapan slide presentasi yang menarik. Selain ketiga hal yang disebutkan di atas, kita sering melupakan jika suksesnya sebuah presentasi tak luput dari kesan pertama audience terhadap presenter.

Kenapa kesan pertama? Sekarang coba perhatikan dalam sebuah presentasi yang dihadiri oleh puluhan bahkan ratusan audience, apa jadinya jika presenter memberikan kesan pertama yang kurang baik. Tentu ini akan membuat audience merasa enggan untuk menyimak apa yang disampaikan hingga selesai. Jika demikian yang terjadi sebagus apapun materi presentasi yang disajikan akan menjadi sesuatu yang sia-sia.

Dalam tayangan tv kita pernah melihat iklan sebuah produk yang mengatakan “kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda”. Nah untuk itulah sebelum memulai sebuah presentasi ada baiknya memperhatikan beberapa hal-hal berikut guna memberikan kesan pertama yang baik.

  1. Good Looking

Percayalah jika penampilan yang baik akan memberikan kesan pertama yang baik. Demikian halnya dalam presentasi, untuk memberikan kesan pertama yang baik perhatikan benar soal penampilan. Peribahasa jawa mengatakan “ajining raga saka busana” yang artinya jika penampilan seseorang ditentukan dari cara berpakaiannya. Pertama pilihlah pakaian yang sopan dan nyaman. Sopan di sini bukan berarti harus tertutup melainkan menyesuaikan dengan kondisi. Jangan sampai ada cerita salah kostum ya.

  1. Keep Smile

Sebelum memulai sebuah presentasi mulailah dengan memberikan senyuman terbaik kita kepada audience. Faktanya sebuah senyuman yang keluar dari diri seseorang akan memberikan kesan seseorang yang ramah, hal ini secara tidak langsung mampu menarik audience memiliki kesan baik terlebih dulu. Jika sudah demikian lakukan komunikasi yang melibatkan audience disela-sela perkenalan diri sebelum memasuki materi inti seperti menanyakan ‘bagaimana kabar hari ini’. Tujuannya untuk membangun kedekatan dengan audience, hal ini akan memudahkan kita menarik simpati audience terhadap presentasi yang akan kita sajikan nantinya.

  1. Attitude

Attitude is a little thing, but can make big differences (Hellen Keler). Selain memperhatikan penampilan, attitude yang baik akan memberikan kesan yang baik bagi audience. Menciptakan kesan pertama yang baik bisa diawali dengan mencoba datang tepat waktu (on time), usahakan datang sebelum presentasi berlangsung. Selain bisa mempersiapkan diri, audience akan merasa lebih dihargai. Tak berhenti sampai di sini, kesan yang baik juga bisa diciptakan saat presentasi berlangsung. Kita mengenal ada dua tujuan presentasi, pertama untuk memberikan informasi dan kedua mempengaruhi atau membujuk orang lain. Penting diperhatikan untuk selalu bersikap sopan, karena ini adalah kunci menarik simpati dari audience.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Perlukah Melakukan Ice Breaking dalam Presentasi? Berikut Beberapa Alasannya

Jasa Presentasi – Dalam sebuah presentasi baik kegiatan seminar ataupun pelatihan yang dihadiri banyak orang kita mengenal ada dua tipe audiens. Pertama adalah audiens yang tertarik dan menyimak keseluruhan materi, sedangkan untuk audiens kedua adalah mereka yang hadir namun tidak terlalu memperhatikan materi. Kenapa? Hal ini disebabkan oleh banyak faktor misal, tidak tertarik dengan materi yang dipresentasikan atau mengikuti kegiatan tersebut hanya untuk menggugurkan wajib. Tak heran jika kemudian audiens akan merasa jenuh, bosan, dengan materi yang disajikan meski sebagus apapun materi maupun cara mempresentasikannya. Dalam situasi semacam inilah diperlukan adanya ice breaker di sela-sela presentasi. Berikut beberapa manfaat ice breaking dalam presentasi

  1. Menarik Perhatian Audiens

Ice breaking adalah sebuah kegiatan yang dirancang untuk mengubah suasana jenuh, dan membosankan menjadi lebih menyenangkan sehingga audiens tertarik kembali mengikuti kegiatan tersebut. Saat ini ada beragam bentuk ice breaking yang biasanya diselipkan dalam sebuah kegiatan presentasi, seperti game, yel-yel, humor lucu tujuannya untuk mengembalikan fokus audiens terhadap materi yang disampaikan tadi.

  1. Mencairkan Suasana

Menyelipkan ice breaking di sela-sela presentasi diyakini mampu memecah kebekuan diantara audiens. Suasana tegang dan serius saat presentasi berlangsung dapat dicairkan dengan kegiatan ice breaking. Dengan begitu akan tercipta suasana menyenangkan, hal ini akan memudahkan audiens menerima materi presentasi yang disajikan.

  1. Membangun Kedekatan dengan Audiens

Pemilihan ice breaking dalam sebuah presentasi juga tidak sembarangan sehingga butuh dipersiapkan supaya tidak melenceng dari materi presentasi yang di paparkan. Usahakan dalam ice breaking untuk selalu melibatkan audiens. Hal ini akan membangun kedekatan antar audiens maupuan audiens dengan presenter. Suasana yang sudah terbangun seperti ini akan lebih memudahkan presenter dalam menyampaikan materi presentasi untuk dapat diterima.

  1. Memudahkan Audiens Menerima Materi

Ice breaking dirancang untuk menyuntikkan energi baru kepada audiens di sela presentasi. Dalam pelaksanaannya ice breaking ada yang digunakan di awal sebagai pemanasan, ada juga yang dilakukan di tengah sesi presentasi untuk memecah kebekuan serta relaksasi. Sedangkan ice breaking yang yang dilakukan di akhir sesi akan lebih mambantu audiens membuat kesimpulan serta memetik hikmah atas materi yang baru saja mereka terima. Terlebih jika ice breaking tersebut mampu menutup sesi presentasi dengan meninggalkan kesan yang menyenangkan, bukan tidak mungkin audiens untuk terus mengingat materi presentasi tersebut.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Inilah Alasan Klien dari 25 Negara Meng-hire Kami

Jasapresentasi.com merupakan perusahaan yang memberikan layanan desain slide presentasi, infografis, dan video animasi. Dalam perjalanannya, kami berinteraksi dengan klien dari berbagai negara, latar belakang, dan profesi. Dari mulai direktur perusahaan, sampai pembicara publik pernah kami tangani. Dari klien dari Amerika sampai negara yang tidak pernah kita sangka-sangka, Kenya. Suatu kehormatan bagi kami bisa menjadi bagian dari perusahaan yang bekerjasama dengan mereka. Inilah alasan mereka merekrut kami sebagai penyedia layanan desain presentasi, infografis, dan video animasi.

Disiplin Tinggi

Testimoni Klien Jasa Presentasi

Testimoni Klien Jasa Presentasi

Bekerjasama dengan masyarakat global dibutuhkan integritas dan disiplin tinggi. Ini yang selalu kami tekankan kepada tim agar bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dengan kualitas standar internasional. Bagi klien, keterlambatan adalah hal yang tidak bisa ditoleransi dan berdampak buruk bagi bisnis mereka.

Kualitas Melebihi Ekspektasi

Testimoni Klien Jasa Presentasi

Testimoni Klien Jasa Presentasi

Dalam menyelesaikan pekerjaan, kami tidak hanya memberikan apa yang klien inginkan, lebih dari itu, justru kami memberikan kualitas yang tidak pernah terpikirkan oleh klien sebelumnya. Contohnya, ketika kami menerima brief untuk mendesain presentasi, kami tidak hanya mendesain saja, kami juga mengoreksi copywriting, teks, dan grammarnya. Lebih dari itu, kami sarankan copywriting yang lebih berpengaruh. Kami juga mempelajari bisnis dan organisasi klien dan meriset brand indentity yang mereka punya. Hal ini bertujuan agar pesan pada slide presentasi dapat disampaikan secara efektif dan berpengaruh.

Tim yang Kompeten

Testimoni Klien Jasa Presentasi

Testimoni Klien Jasa Presentasi

Kombinasi antara disiplin tinggi dan kualitas hanya dihasilkan oleh tim yang kompeten. Yang tidak hanya berorientasi pada bisnis semata, tapi juga mementingkan kepentingan klien diatas kepentingan lainnya. Tim jasapresentasi.com berisikan talent-talent muda dari generasi millenials. Dalam merekrut tim, prioritas kami bukanlah skill dan portfolio yang oke. Lebih dari itu, attitute dan etos kerja adalah segalanya. Berpikiran terbuka, mau belajar dan menerima masukan serta bersikap optimis menikmati proses adalah prioritas kami.

Komunikatif

Testimoni Klien Jasa Presentasi

Testimoni Klien Jasa Presentasi

Kami menyadari, salah satu kunci Keberhasilan sebuah project adalah komunikasi efektif. Komunikasi efektif adalah komunikasi yang memunculkan adanya mutual understanding (pemahaman bersama) antara klien dengan penyedia jasa/layanan. Untuk memberikan pelayanan maksimal, tim kami terus melakukan komunikasi secara intens untuk memastikan kualitas pekerjaan kami berada diatas ekspektasi klien. Memberikan perkembangan juga penting untuk mengetahui sejauh mana pekerjaan berjalan.

Paling tidak keempat hal tadi merupakan alasan kenapa klien mempercayai kami menjadi pilihan utama dalam layanan desain presentasi, infografis, dan video animasi. Semuanya tidak serta-merta kami dapatkan secara gratis. Perlu waktu lebih dari empat tahun untuk membangun kepercayaan, konsisten memberikan yang terbaik, dan melayani dengan hati.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Tujuh Dosa Public Speaking ini Bikin Audiensmu Cuek Tidak Peduli

Suara manusia, adalah salah satu “instrumen” yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Suara manusia juga mungkin merupakan salah satu bunyi yang paling powerful di dunia, sebab dengan suara, manusia bisa memulai perang, mendatangkan perdamaian, mengakhiri hubungan, atau bisa juga memulai suatu hubungan.

Meski begitu, tidak semua suara manusia ingin kita dengar. Beberapa menjadi angin lalu; masuk telinga kanan, kemudian keluar lagi melalui telinga kiri. Penyebabnya bisa karena kita tidak menyukai si pembicara atau bisa juga karena pembicaraannya tidak penting.

Jika hal ini terjadi pada public speaking yang sedang kita lakukan, tentu rasanya sia-sia berbicara panjang lebar tetapi tidak dipedulikan.

Supaya hal ini tidak terjadi pada public speaking-mu, kamu perlu menghindari tujuh dosa public speaking berikut yang diungkapkan oleh Julian Treasure, seorang ahli suara dan komunikasi.

Gossip

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa terlepas dari “membicarakan orang lain.” Ini sah-sah saja sepanjang tidak menyeleweng dari fakta dan kebaikan, juga tidak disertai dengan pendapatan pribadi yang bisa menjatuhkan nama baik orang yang dibicarakan.

Pun ketika melakukan public speaking. Boleh saja membicarakan orang lain asalkan syarat di atas dipenuhi. Jika perlu, cerita tersebut bisa memberikan inspirasi dan motivasi kepada orang lain yang mendengarkan.

Membicarakan keburukan orang lain dalam public speaking tidak akan membuat audiens semakin memperhatikan dan mempercayai presenter. Justru kredibilitas sebagai presenter bisa turun, sehingga membuat audiens malas untuk memperhatikan.

Judging

Judging dapat diartikan dengan menilai orang lain atau suatu hal hanya dari satu sisi, biasanya dari sisi buruk saja. Tidak ada yang menyukai sifat ini, apalagi jika dilakukan di depan banyak orang. Dijamin tidak ada yang akan mendengarkannya.

Negativity

Semua hal di dunia ini diciptakan dengan dua sisi; baik dan buruk. Tidak ada yang sepenuhnya buruk jika kita mau melihat ke sisi yang lain. Namun bagi seseorang yang memiliki sifat negativity, ia akan bisa menemukan hal negatif (prasangka buruk), bahkan dari hal baik sekalipun. Tidak akan ada yang mau mendengarkannya, apalagi mempercayai apa yang disampaikannya.

Complaining

Mengeluh adalah bentuk lain dari negativity. Jika negativity cenderung berprasangka buruk dan melihat segalanya dalam bentuk negatif, mengeluh adalah bentuk ketidakpuasan terhadap suatu hal yang dialami olehnya. Misalnya, mengenai cuaca. Banyak orang yang mengeluh tentang cuaca hujan, pun juga mengeluh jika hari sedang panas. Atau mengeluh tentang sebuah tugas yang diberikan kepadanya.

Selain menunjukkan rasa kurang bersyukur, mengeluh justru akan menambah kesusahan. Apalagi jika dilakukan di depan banyak orang, tidak akan ada yang mendengarkannya, sebab mereka yang datang hanya ingin mendapatkan informasi atau pengetahuan dari sang pembicara, bukan mendengarkan keluhan.

Excuses

Satu kali memberikan alasan mungkin wajar, namun berkali-kali memberikan alasan dan melemparkannya kepada orang lain atau hal lain tidak lagi wajar. Seakan dirinya paling benar meskipun dia yang melakukan kesalahan dan meminta orang lain untuk memahaminya.

Siapa yang mau mendengarkan seorang pembicara yang terlalu banyak beralasan? Misalnya, ketika ia datang terlambat karena macet, ia akan menyalahkan kemacetan. Kemudian saat flashdisk berisi presentasinya ketinggalan, ia akan menyalahkan orang lain karena kelalaiannya. Oleh karena itu, berusahalah untuk tidak selalu beralasan.

Exaggeration

Tidak perlu berlebihan ketika sedang menjelaskan atau mendeskripsikan sesuatu, jelaskan saja seadanya. Karena berlebihan bisa berubah menjadi kebohongan. Akhirnya sebagai sumber informasi, kita tidak lagi dipercaya dan membuat audiens malas untuk memperhatikan lebih lanjut. Jika sudah begini, pesan yang ingin disampaikan dalam public speaking pun jadi tidak bisa diterima.

Dogmatism

Dogmatism adalah kebingungan antara fakta dan opini. Orang yang dogmatis akan menganggap opininya paling benar dan menolak kebenaran dari fakta yang ada. Mereka menilai suatu kejadian secara objektif, bukan dari kenyataan yang ada.

Siapapun akan sebal dan malas mendengarkan orang dengan karakter seperti ini. Oleh karena itu, penting untuk menghindari sifat ini dan menjadi lebih terbuka dengan pendapat orang lain terutama dengan fakta yang ada.

Tidak hanya ketika public speaking saja, sifat-sifat di atas juga perlu dihindari dalam percakapan sehari-hari. Karena komunikasi yang baik dan efektif membutuhkan pemahaman yang baik dari keduanya. Dan untuk memahami, komikator perlu mendengarkan. Jika mendengarkan saja tidak dilakukan, maka tidak mungkin ia paham dengan konten yang sedang dibicarakan.

Source here


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Pola Sukses Public Speaking Para Pembicara TED Talks

Jasa Presentasi – Sebelum masuk ke topik utama, tahukah kamu apa itu TED?  TED merupakan sebuah organisasi non-profit yang membagikan video public speaking secara online dari para pembicara dengan berbagai topik yang menarik.

Meski semua pembicara TED bagus dan menarik, tapi terdapat beberapa presentasi yang lebih popular dibandingkan lainnya. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Selain nama pembicaranya yang lebih dikenal, ternyata terdapat beberapa hal yang bisa kita pelajari dari kesuksesan mereka dalam berpresentasi. Seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Vanessa Van Edwards dan timnya.

Vanessa Van Edwards, seorang penulis dan peneliti perilaku manusia, melakukan sebuah penelitian untuk mengatahui pola para pembicara tersebut ketika melakukan presentasi. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan video presentasi yang memiliki views terbanyak (terpopular) dengan video presentasi yang kurang terkenal. Dan hasilnya sebagai berikut.

Bukan Apa Tetapi Bagaimana

Karisma, kredibilitas, dan kecerdasan seseorang dapat dilihat dari gestur dan bahasa nonverbal mereka. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Vanessa di mana video presentasi yang ditonton tanpa suara dan video presentasi yang ditonton dengan suara tidak memiliki perbedaan dalam hal peringkat. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Padahal inti presentasi adalah melakukan penyampaian dengan verbal.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa 60 hingga 93% komunikasi yang kita lakukan adalah nonverbal. Oleh karena itu, bagaimana cara kita menyampaikan lebih penting dibandingkan apa yang kita sampaikan. Nah karena presentasi merupakan suatu kegiatan verbal, kita harus bisa mengkombinasikan keduanya. Fokuslah pada bahasa nonverbal sebanyak kita fokus pada bahasa verbal.

Semakin Banyak Menggerakkan Tangan, Semakin Sukses

Bahasa nonverbal merupakan salah satu cara untuk menunjukkan dan membangun kepercayaan antara diri kita dengan lawan bicara. Selain itu, ketika seseorang menggunakan tangan untuk menjelaskan suatu topik, kita akan lebih memahaminya dibandingkan yang tidak. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Vanessa dan timnya.

Penelitian yang dilakukan dengan memperhatikan hand gesture menunjukkan hasil bahwa presenter yang menggunakan lebih banyak gerak tangan, memiliki lebih banyak views (penonton) dibandingkan mereka yang lebih sedikit melibatkan gerak tangan. Semakin banyak menggunakan gestur tangan, semakin sukses presentasi tersebut.

Jangan Membaca! Naskah dapat Membunuh Karismamu

Selain body language dan gerak tangan, vokal atau suara juga termasuk hal penting yang harus diperhatikan ketika public speaking atau presentasi.

Hasil penelitian Vanessa menunjukkan bahwa semakin bervariasi vokal yang digunakan dalam presentasi, semakin banyak penontonnya. Vokal yang bervariasi dapat meningkatkan karisma dan kredibilitas presenter. Mereka yang menyertakan cerita, melakukan improvisasi, dan bahkan berteriak, seperti yang dilakukan oleh Jamie Oliver dalam TED Talk-nya, akan lebih mudah menarik perhatian dan imajinasi audiens.

Kita tidak akan bisa melakukan hal tersebut jika presentasi dilakukan dengan membaca slide atau naskah. Untuk itu, kita perlu menguasai dan memahami konten. Selain karena kita tidak dapat berimprovisasi, presentasi yang disampaikan dari hasil menghafal dan membaca naskah tidak akan membuat audiens antusias dan tertarik untuk mendengarkan kita.

Senyum akan Membuatmu Terlihat Lebih Cerdas

Meski hasil penelitian mengenai senyum menyatakan bahwa para pemimpin biasanya sedikit tersenyum, namun penelitian Vanessa dan timnya menunjukkan hasil yang berkebalikan. Presenter yang tersenyum lebih lama dalam presentasinya menerima peringkat kecerdasan lebih tinggi dari lainnya.

Oleh karena itu, seserius apapun topik yang disampaikan dalam presentasi, usahakan untuk tersenyum. Seperti yang dilakukan oleh Sheryl Sandberg yang kala itu menyampaikan sebuah topik serius mengenai para pemimpin wanita.

7 Detik yang Berharga

Seorang peneliti bernama Nalini Ambady mengatakan bahwa sebagai tujuan efisiansi, otak kita menilai (judging) orang lain dalam detik-detik awal pertemuan kita dengan orang lain atau biasa disebut first impression atau kesan pertama. Biasanya hal ini terjadi sebelum terjadi percakapan.

Hal ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Vanessa dan tim, yang menyatakan bahwa para subjek penelitian membuat kesan pertama dan membuat keputusan mengenai presentasi secara keseluruhan dalam waktu 7 pertama dalam video. Oleh karena itu, sebelum naik ke atas panggung, pertimbangkanlah dengan matang konsep yang akan digunakan untuk membuka presentasi. Buat audiens terkesan dan tertarik untuk mendengarkan presentasi lebih lanjut.

Meski penelitian ini mungkin tidak selalu relevan untuk semua orang, tapi paling tidak, kita bisa mempelajarinya dan menerapkannya (jika mau) dalam presentasi kita selanjutnya.

Sumber : www.scienceofpeople.com


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

30 Tips Presentasi yang Dapat Kamu Pelajari dari TED Talks (Part 3)

Jasa Presentasi – Presenter merupakan sumber informasi. Oleh karena itu, seorang presenter harus dapat dipercaya dan dapat menyampaikan pesan dalam presentasi dengan baik. Presentasi yang baik dapat dilihat dari berbagai sudut, salah satunya adalah dari sisi audiens. Sebuah presentasi dikatakan baik dan berhasil jika audiens memahami apa yang disampaikan dan mengingatnya setelah presentasi selesai. Untuk itu, audiens perlu tertarik untuk memperhatikan presentasi.

Berikut beberapa tips presentasi lainnya dari para pembicara di TED Talks yang dapat membantumu menyajikan presentasi dengan lebih baik.

  1. Gerakkan tangan ketika menjelaskan

Gestur, termasuk gerak tangan, dapat membuat audiens lebih percaya kepada presenter dan memudahkan mereka dalam memahami topik yang sedang dijelaskan. Menurut Vanessa Van Edward dalam tulisannya yang berjudul 5 Secret of a Successful TED Talk, pembicara TED yang menggunakan lebih banyak gerak tangan memiliki lebih banyak penonton (di video yang diupload TED) dibandingkan mereka yang tidak banyak menggerakkan tangan mereka.

  1. Pertahankan perhatian audiens dengan memberikan hal yang mengejutkan

Kamu mungkin sudah mengetahui cara melakukan pembukaan presentasi yang menarik perhatian audiens dan hal ini berhasil dilakukan, namun sayangnya tidak dapat bertahan lama. Apa yang akan kamu lakukan ketika hal ini terjadi pada presentasimu? Terdapat sebuah tips yang dapat kamu pelajari dari para pembicara TED untuk mempertahankan perhatian audiens, yaitu dengan memberikan pernyataan atau pertanyaan yang mencengangkan atau mengejutkan. Hal ini mengaktifkan rasa penasaran audiens akan penjelasan atau alasan di balik pernyataan tadi, sehingga mereka tertarik untuk mendengarkan. Setelah menjelaskan, berikanlah kesimpulan yang berlawanan dengan apa yang diperkirakan oleh audiens. Kamu dapat juga menyertakan humor untuk menghidupkan suasana.

  1. Berhenti sejenak selama 10 detik

Salah satu cara untuk menyita perhatian audiens adalah dengan berhenti sejenak di tengah-tengah penyampaian presentasimu. Berhentilah sejenak selama 10 detik dan tatap mata audiens selama waktu tersebut. Audiens yang bahkan sedang tidak memperhatikan atau sedang mengerjakan hal lain, akan menghentikan kegiatannya dan mengalihkan perhatian mereka ke arah presenter.

  1. Gunakan kata yang kuat

Presentasi yang hebat adalah presentasi yang dapat menarik perhatian audiens secara emosional. Salah satu hal yang dapat menarik perhatian audiens secara emosional adalah dengan menggunakan kata-kata. Kamu harus memilih kata yang dapat memberi gambaran secara tegas dan kuat. Misalnya dengan mengganti kata ‘sangat tua’ menjadi ‘kuno’ atau kata ‘sangat bagus’ menjadi ‘sempurna’ dan lain sebagainya.

  1. Ceritakan satu hal yang belum diketahui oleh audiens

Temukan hal yang berkaitan dengan topik, yang mungkin belum banyak diketahui oleh orang lain, terutama oleh audiens presentasi. Buat mereka berkata, “Wow!” dengan fakta atau hal yang kamu sampaikan. Buat mereka bersemangat untuk mendengarkan presentasimu lebih lanjut.

  1. Jangan membaca slide

Pernahkan kamu melihat pembicara TED yang menjelaskan dengan melihat slide presentasi mereka? Mereka bahkan membuat slide dengan sedikit sekali teks dan hal ini mengharuskan mereka untuk menjelaskan dengan cara mereka sendiri. Hal ini menjadi tips yang ke-18 yang dapat kamu pelajari dari pembicara TED, yaitu jangan membaca slide. Karena ketika kamu menyampaikan presentasi dengan membaca slide, kamu akan kehilangan perhatian audiens dan pada akhirnya audiens tidak memahami serta tidak mengingat presentasi yang kamu sampaikan.

Sumber : http://presentationpanda.com/blog/how-to-give-a-great-presentation-ted-talks/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

30 Tips Presentasi yang Dapat Kamu Pelajari dari TED Talks (Part 1)

Jasa Presentasi – Ketika berbicara tentang public speaking atau presentasi, kita pasti terpikirkan tentang TED Talks. Mengapa? TED merupakan organisasi non profit yang menggelar sebuah konferensi dengan tokoh-tokoh inspiratif dalam berbagai bidang sebagai pembicaranya. TED mengunggah video-video presentasi tersebut secara online dan gratis. Banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari konferensi TED terutama dari segi konten. Namun tidak hanya itu, teknik dan cara public speaking dari pembicaranya juga dapat dijadikan pelajaran dan menjadi inspirasi bagi public speaker atau presenter lain.

Para pembicara pada konferensi TED memang memiliki cara mereka sendiri dalam menyajikan materi, namun kebanyakan dari mereka tidak hanya memiliki konten yang inspiratif, tetapi cara dan teknik penyampaian mereka juga dapat dijadikan inspirasi. Berikut beberapa tips presentasi yang terinspirasi dari pembicara TED.

  1. Berikan cerita yang menyentuh emosi

Cerita tidak hanya dapat menarik perhatian audiens, tetapi juga dapat menambah daya ingat dan meningkatkan empati. Tony Robbins, seorang pebisnis, advokat multi-level marketing, dan penulis, mengatakan bahwa “informasi tanpa emosi itu tidak dapat dipertahankan.” Artinya, tanpa adanya emosi atau cerita, sebuah informasi tidak ada tahan lama dalam ingatan audiens.

  1. Kenakan dan lakukan hal yang membuatmu merasa “mengagumkan” di atas panggung

Ketika berada di atas panggung, kamu adalah seorang bintang, seseorang yang menjadi pusat perhatian. Banyak orang yang merasa grogi dan kurang percaya diri karena hal ini. Agar kamu lebih percaya diri, kenakanlah pakaian yang membuatmu nyaman, tetapi sopan. Dan untuk menambah kepercayaan diri serta kesan audiens terhadap presentasimu, kamu dapat menggunakan properti, seperti yang dilakukan Pat Flynn, yang mengenakan pakaian dengan tema Back to The Future ketika sedang menyampaikan presentasinya yang berjudul “How to Futureproof Your Brand”.

  1. Tersenyum membuatmu terlihat lebih pandai

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa semakin lama pembicara TED tersenyum, mereka akan dinilai memiliki tingkat intelegensi yang semakin tinggi. Meskipun hal ini tidak selalu benar, namun paling tidak dengan tersenyum, kamu menunjukkan bahwa kamu percaya diri dan dapat dipercaya.

  1. Pastikan slide presentasimu memiliki visual dan feel yang konsisten

Slide yang baik adalah slide yang konsisten, baik dalam hal visual atau feel-nya. Ketika kita melihat presentasi TED, para pembicara TED memiliki slide yang konsisten dalam hal visual dan feel. Konsistensi dalam presentasi membantu audiens untuk fokus pada topik dan konten. Namun perlu diperhatikan juga agar presenter dapat membuat slide yang satu dengan yang lainnya dapat dibedakan, sehingga audiens tidak merasa bingung dan dapat mengingatnya lebih lama.

  1. Buat ceritamu seperti nyata

Ketika menjelaskan sebuah cerita, pastikan untuk membuatnya terasa hidup dengan menjelaskannya secara spesifik dan detail. Gunakan ekspresi wajah dan gestur yang tepat agar cerita semakin hidup.

  1. Gunakan teks yang minimal

Seperti yang telah dibahas pada artikel-artikel sebelumnya, bahwa audiens akan lebih mudah memahami dan mengingat sebuah presentasi jika slide yang disajikan menggunakan sedikit teks dengan ukuran font yang besar. Selain itu, dengan melakukan hal ini, audiens tidak perlu membagi perhatian mereka untuk mendengarkan penjelasanmu atau membaca isi slide presentasimu. Dan agar slide tidak terlalu kosong, kamu dapat juga memanfaatkan gambar, ikon, simbol, atau visual lainnya untuk menekankan pesan dalam suatu slide.

Sumber : http://presentationpanda.com/blog/how-to-give-a-great-presentation-ted-talks/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com