5 Tips Mengatasi Ketakutan pada Public Speaking dari Andy Molinsky

Jasa PresentasiPublic Speaking atau presentasi merupakan kegiatan tersulit yang harus dilakukan bagi sebagian orang. Mereka menganggap presentasi merupakan hal yang menakutkan karena kita harus berhadapan dengan banyak orang untuk menyampaikan suatu ide atau pesan. Beberapa dari kita takut ketika membayangkan bahwa kita akan meninggalkan kesan yang buruk dan kurang menginspirasi untuk audiens presentasi kita. Padahal hal tersebut belum tentu terjadi. Oleh karena itu, kita perlu mengatasinya agar ketakutan-ketakutan tersebut tidak menjadi nyata dan presentasi yang kita sampaikan dapat berkesan dan diingat oleh audiens atau paling tidak kita dapat menyampaikan presentasi dengan lancar dan mudah dipahami oleh audiens.

1. Posisikan Diri Kita sebagai Audiens

Bagi kita yang mudah merasa gugup saat akan melakukan presentasi, memposisikan diri sebagai audiens memang bukan hal yang mudah, namun merupakan hal yang penting untuk dilakukan, karena hal ini akan mempengaruhi penyampaian dan dapat membantu kita untuk terhubung dengan audiens. Oleh karena itu, sebelum melakukan presentasi, pastikan kita sudah mengetahui siapa yang akan menjadi audiens presentasi kita, apa yang kira-kira mereka ingin ketahui dari topik yang akan kita sampaikan. Kemudian, carilah cara untuk menyampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh audiens.

2. Dapatkan Feedback Jujur dan Pastikan Kita Mau Menerimanya

Public speaking merupakan salah satu skill yang perlu dilatih agar terus meningkat. Kita bisa melakukan latihan sendiri dengan bercermin, atau akan lebih baik jika kita berlatih di hadapan audiens kecil yang berisi orang-orang yang kita percaya untuk memberikan feedback. Mintalah feedback untuk materi yang kita sampaikan dan juga untuk kita sebagai pembicara. Dengan begitu, kita akan lebih terbiasa untuk menyapaikan ide atau informasi kepada orang lain, sekaligus mengetahui apa yang masih kurang dan perlu diperbaiki sehingga nantinya kita akan lebih percaya diri untuk melakukan presentasi di hadapan lebih banyak audiens.

3. Fokus pada Mengapa Kontenmu Berarti dan Jadikan Hal Tersebut sebagai Sumber Rasa Percaya Diri Kita

Salah satu alasan mengapa orang takut pada public speaking adalah tentang kekhawatiran kita akan kesan yang akan ditinggalkan untuk audiens dan rasa rendah diri akan materi yang akan disampaikan. Untuk itu, kita harus mengubah fokus kita bahwa materi yang akan kita sampaikan adalah penting dan akan sangat berarti dan bermanfaat bagi audiens. Pastikan juga bahwa kita menyukai materi yang akan kita sampiakan tersebut. Jika hal ini berhasil dilakukan, kita pasti akan merasa lebih nyaman dan percaya diri ketika melakukan presentasi, dan tentu saja kita akan lebih mungkin untuk memberikan kesan yang baik bagi audiens.

4. Usahakan untuk Tidak Membawa Catatan saat Presentasi

Berbicara dengan memegangn catatan memang lebih nyaman, karena akan mempermudah penyampaian presentasi kita. Meskipun demikian, hal ini akan menciptakan penghalang antara kira sebagai presenter dengan audiens, yang mana akan membuat kita lebih sulit terhubung dengan mereka. Selain itu, presentasi kita juga akan lebih membosankan karena kurang interaktif, sebab adanya catatan akan membatasi penggunaan kata dan gerak tubuh kita. Oleh karena itu, tinggalkan semua catatan yang kita buat saat sedang melakukan presentasi, sebagai gantinya, buatlah slide presentasi yang memudahkan kita untuk menyampaikan presentasi tanpa memerlukan catatan.

5. Identifikasi Apa yang Paling Membuat Kita Khawatir dan Carilah Solusinya

Ketakutan yang dialami orang lain pada public speaking tidak semuanya sama. Ada yang takut karena harus berbicara di sebuah ruangan yang berisi orang-orang asing yang belum mereka kenal sama sekali. Ada yang takut akan lupa ketika sedang melakukan presentasi. Ada yang takut melakukan kesalahan ketika sedang presentasi, dan lain-lain.

Ketakutan-ketakutan ini perlu kita identifikasi dan dicari solusinya jauh sebelum kita naik ke atas panggung untuk melakukan presentasi. Misalnya ketika kita takut saat harus menghadapi banyak orang asing, lakukanlah latihan secara terus menerus di hadapan orang yang sudah kita kenal dan mintalah tanggapan dari mereka. Jika kita takut lupa, buatlah slide presentasi yang akan membantu kita menyampaikan presentasi dengan flow yang tepat. Intinya adalah kita memiliki kekuatan lebih dari yang kita pikirkan untuk mencari atau membuat solusi atas kekhawatiran-kekhawatiran sebelum presentasi.

 

Tidak dapat dipungkiri bahwa presetasi merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi banyak orang. Namun, kita perlu menyadari tantangan-tantangan tersebut dan mencari solusinya sehingga kita bisa menjadi presenter yang baik, menarik dan penyampaian yang kita sampaikan bisa dengan mudah diterima oleh audiens. Cobalah untuk menerapkan 5 tips di atas ketika kita merasakan takut saat akan presentasi dan rasakan dampak positifnya

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Terapkan 5 Cara Ini untuk Mengontrol Kecepatan Berbicara ketika Presentasi

Jasa Presentasi – Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan beberapa alasan yang menyebabkan kita berbicara dengan cepat. Berdasarkan alasan-alasan tersebut, mereka yang berbicara dengan cepat mungkin memiliki komunikasi yang kurang efektif, sebab berbicara dengan cepat dapat menyebabkan beberapa akibat seperti artikulasi yang kurang jelas, semakin sering mengucapkan filler words, lawan bicara kurang memahami apa yang sedang dijelaskan, pesan tidak tersampaikan, dan pembicaraan mungkin akan dianggap memiliki kredibilitas rendah. Agar hal ini tidak terjadi ketika kita sedang presentasi, terapkanlah 4 cara ini untuk memperlambat cara bicara dan berbicara dengan lebih tersusun.

1. Monitor Kecepatan Bicaramu Sendiri

Kita mungkin akan secara tidak sadar untuk berbicara dengan cepat ketika sedang melakukan presentasi. Jika hal ini terjadi, segeralah untuk memberi jeda dengan berhenti sejenak kemudian mulai kembali dengan ritme yang lebih lambat. Katakan kepada diri sendiri atau bahkan kepada audiens bahwa kita memiliki kebiasaan untuk berbicara dengan cepat dan katakan juga bahwa kita akan memperlambatnya.

2. Minta Pengingat

Jika tahu dan sadar bahwa kita memiliki kebiasaan untuk berbicara dengan cepat, beritahukan hal ini kepada orang-orang di sekitar kita ketika akan melakukan presentasi dan mintalah mereka untuk memberitahu ketika kita berbicara dengan cepat.

3. Gunakan Botol Air sebagai Properti

Sebuah trik sederhana untuk membantu mengingatkan saat berbicara dengan cepat adalah dengan menempatkan botol air di dekat kita, sehingga kita bisa meminumnya di tengah-tengah presentasi. Hal ini akan menciptakan jeda secara natural dan akan memberikan waktu bagi audiens untuk berpikir dan mencerna apa yang telah kita sampaikan.

4. Buat Tanda pada Slide Presentasi

Cara lain untuk mengontrol kecepatan berbicara kita ketika presentasi adalah dengan membuat tanda. Jika kita melakukan presentasi menggunakan slide, berikan tanda yang hanya kita sendiri yang tahu untuk berbicara dengan lebih lambat atau memberikan jeda. Jika kita presentasi tanpa slide, kita bisa memberikan pengingat dengan materi yang sedang kita bahas, misalnya ketika selesai membahas poin tertentu, berhentilah sejenak. Rencanakan hal ini ketika kita masih menyusun materi yang akan dibawakan dalam presentasi.

5. Berlatih

Cara terakhir dan perlu dilakukan secara terus menerus adalah dengan berlatih. Selain melatih beberapa cara di atas, berlatihlah setiap ada kesempatan, misalnya ketika sedang melakukan percakapan sehari-hari, atau bisa juga membuat waktu khusus untuk melatih kecepatan berbicara kita. Jika perlu, minta juga orang lain untuk memberikan masukan ketika sedang berlatih.

 

Berbicara dengan cepat bisa membuat komunikasi menjadi kurang efektif, terutama ketika presentasi. Presentasi dilakukan dengan tujuan menjelaskan dan memberikan pemahaman kepada audiens tentang suatu topik. Oleh karena itu akan lebih baik jika dilakukan dengan tidak tergesa-gesa karena tidak semua orang dapat memahami informasi yang diberikan dengan cepat. Jika kamu adalah orang berbicara dengan cepat, terapkanlah beberapa cara di atas untuk mengontrol kecepatan berbicara terutama ketika presentasi.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

4 Hal ini Adalah Alasan Mengapa Kita Berbicara dengan Cepat

Jasa Presentasi – Saat ini kita hidup di lingkungan yang bergerak cepat, hectic, dan terkadang membuat stress. Kondisi ini menuntut kita untuk ikut bergerak dan berpikir cepat, bahkan membuat beberapa orang untuk berbicara dengan cepat juga. Sebenarnya berbicara dengan cepat tidak menjadi masalah, namun pada beberapa kesempatan hal ini sering menghambat komunikasi yang efektif, terutama ketika harus berbicara di depan banyak orang yang belum tentu dapat mengikuti ritme bicara kita dan belum tentu dapat mencerna apa yang kita sampaikan. Oleh karena itu, hal ini perlu dihindari atau diatasi.

Sebelum itu, ketahui beberapa alasan mengapa beberapa orang berbicara dengan cepat seperti yang dipaparkan di bawah ini.

1. Pikiran yang Bergerak dengan Cepat

Beberapa orang memiliki pikiran yang bekerja dengan cepat, sehingga mereka juga berbicara dengan cepat untuk mengikuti pikiran mereka. Terutama bagi orang-orang ekstrovert yang cenderung “berpikir sambil berbicara” dibandingkan “berpikir sebelum berbicara.”

2. Rasa Canggung dan Khawatir

Beberapa lainnya berbicara dengan cepat karena rasa canggung dan khawatir. Mereka merasa perlu berbicara dengan cepat agar komunikasi yang mereka lakukan segera selesai, padahal hal ini akan berakibat pada kejelasan dan diksi yang mereka gunakan. Pada beberapa kasus, berbicara dengan cepat malah akan membuat kita seperti bergumam dan membuat komunikasi menjadi kurang efektif karena apa yang kita sampaikan belum tentu dapat dipahami oleh lawan komunikasi.

3. Berbicara dengan Cepat karena Bawaan

Selain faktor dari dalam diri sendiri, kondisi eksternal juga bisa menjadi penyebab kita berbicara dengan cepat. Misalnya, seorang anak yang memiliki saudara yang nakal, cerewet dan berisik memiliki kemungkinan besar untuk berbicara dengan lebih cepat karena mereka memiliki sedikit waktu dan kesempatan untuk berbicara dan mendapatkan perhatian.

4. Mengikuti Bahasa Asal

Berbicara dengan cepat juga dapat disebabkan oleh gaya berbicara yang dimiliki oleh suatu daerah atau suku atau ras tertentu. Jika kita berasal dari daerah yang kebanyakan masyarakatnya berbicara dengan cepat, maka kita memiliki kemungkinan lebih besar untuk berbicara dengan cepat juga meskipun bahasa yang kita gunakan bukan bahasa daerah tersebut.

 

Berbicara memiliki seninya sendiri. Mungkin bagi beberapa orang, berbicara dengan cepat bukan merupakan sebuah masalah, namun berbicara dengan cepat dapat membuat efektifitas dalam komunikasi turun, karena beberapa orang belum tentu dapat mencerna perkataan seseorang dengan cepat pula. Oleh karena itu hal ini perlu di atasi. Beberapa tips untuk mengatasi hal ini akan dijelaskan pada artikel selanjutnya.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

3 Strategi Komunikasi yang Membuat Surat Tahunan Bill dan Melinda Gates di Tahun 2021 Sangat Menarik

Jasa Presentasi – Setiap tahun, Gates Foundation mengeluarkan surat tahunan dari Bill dan Melinda Gates. Surat-surat ini sangat menarik untuk dibaca karena Bill dan Melinda menggunakan berbagai teknik menulis yang menarik dan dapat menyampaikan data yang kompleks menjadi informasi mudah dipahami. Mereka berhasil membangun engagement pada tulisan-tulisan tersebut meskipun informasi yang sedang dibahas adalah sains yang tidak semua orang pahami.

Carmine Gallo, seorang penasihat komunikasi dan penulis, meringkas tiga strategi komunikasi yang digunakan Bill dan Melinda Gates pada surat tahunannya. Tiga strategi ini juga bisa kita contoh untuk menyampaikan presentasi yang menarik.

1. Menggunakan Bahasa yang Simple

Banyak orang yang mencoba untuk memberikan kesan pada orang lain tentang kepandaian dan pengetahuan mereka dengan menggunakan banyak kata dan jargon yang sulit untuk dipahami oleh beberapa orang yang awam akan bidang tersebut. Namun, komunikator yang efektif seperti Bill dan Melinda melakukan kebalikannya. Semakin kompleks topik yang mereka bahas, semakin sederhana kata yang mereka gunakan. Selain itu, mereka juga sering menjelaskan dengan kalimat-kalimat sederhana dan pendek yang mudah dipahami. Hal ini karena kalimat yang pendek dan sederhana lebih mudah untuk diingat. Short, but they speak volumes.

2. Gunakan Perumpamaan yang Familiar

Bill dan Melinda juga beberapa kali menggunakan perumpamaan yang membuat topik yang sedang mereka bahas menjadi lebih mudah dipahami. Misalnya, Bill mengumpamakan garda terdepan penanganan covid sebagai pemadam kebakaran yang harus terlatih secara profesional dan harus selalu siap siaga untuk menangani krisis yang mungkin terjadi pada saat itu juga. Penggunaan perumpamaan ini sangat efektif, karena otak kita lebih mudah dan cepat dalam memproses informasi yang disertai perumpamaan. Oleh karena itu, pilihlah analogi yang bisa membuat informasi yang kompleks menjadi penjelasan yang konkrit dan mudah dicerna oleh otak.

3. Bagikan Cerita untuk Mendukung Data

Melinda Gates percaya pada kekuatan storytelling, karena menurutnya, cerita bisa membuka hati pada tempat baru, yang mana akan membuka pikiran yang terkadang membawa kita untuk melakukan aksi. Melinda sering menggunakan cerita dari orang-orang di sekitarnya untuk mendukung pendapat dan datanya.

Data memang memberikan informasi, namun cerita akan menyentuh hati.

Tiga strategi komunikasi yang terdapat dalam surat tahunan Bill dan Melinda Gates bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk menyampaikan presentasi yang menarik, mudah dipahami, dan diingat oleh audiens, sebab presentasi bukanlah tentang kita sebagai presenter, tetapi tentang audiens dan bagaimana mereka menerima presentasi kita.

 

Source: https://www.forbes.com/sites/carminegallo/2021/01/27/3-communication-strategies-that-make-the-bill-and-melinda-gates-2021-letter-so-compelling/?sh=43533c874436

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Quotes yang Mengajarkan Kita Cara Menarik Perhatian Audiens dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Kebanyakan presenter menganggap presentasi adalah tentang dirinya. Hal ini tidak sepenuhnya salah, namun ada hal lain yang lebih penting yang perlu presenter ketahui yaitu bahwa presentasi sebenarnya juga tentang audiens, atau bisa dibilang, fokus utama presenter saat presentasi seharusnya adalah audiens. Tentang mengapa para audiens harus peduli dengan apa yang presenter sampaikan, tentang bagaimana presenter bisa menarik perhatian audiens. Berkaitan dengan hal tersebut, berikut disajikan beberapa quote yang akan mengajarkan kita cara menarik perhatian audiens.

1. Memancing Pertanyaan dari Audiens

“To make our communications more effective, we need to shift our thinking from “What information do I need to convey?” to “What questions do I want my audience to ask?”

– Chip Heath, Stanford Graduate School of Business Professor

Sesi tanya jawab merupakan hal yang menegangkan bagi beberapa presenter, sebab pada saat itu, kredibilitas mereka sebagai sumber informasi seperti sedang diuji. Agar lebih siap, presenter perlu melakukan antisipasi, salah satu caranya adalah dengan memancing audiens dengan memberikan pertanyaan langsung, misalnya “Setelah mendengar penjelasan ini, pertanyaan apa yang muncul di kepala Anda?”

2. Tarik Perhatian Audiens dengan Bercerita

“Storytelling is fine as long as you can encourage people to act on the stories.”

– Karen Armstrong, Religious Thinker

Bercerita merupakan hal yang biasa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, dan ini merupakan cara yang kita lakukan secara natural untuk terhubung dengan orang lain. Fakta ini bisa kita manfaatkan untuk menarik perhatian audiens dalam presentasi. Gunakan cerita yang melibatkan emosi, motivasi dan psikologi audiens, sehingga mereka akan tertarik dengan penjelasan yang sedang kita sampaikan.

3. Sampaikan Cerita dengan Sederhana dan Libatkan Imajinasi Audiens

My experience of great storytelling, working with classics, is just finding a way to present it simply but let the story do its own work, or be an invite to the audience’s imagination.”

– Kenneth Branagh, actor

Sama seperti poin sebelumnya, bercerita menjadi cara yang efektif untuk menyampaikan sebuah ide. Temukan cara penyampaian cerita yang sederhana dan menarik, kemudian biarkan audiens masuk ke dalam cerita dan memvisualisasikannya dalam benak mereka.

4. Ketahui Karakteristik Audiens dan Libatkan Emosi Mereka

“I’ve learned that people will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel.”

– Maya Angelou, American poet, memoirist, and civil rights activist

Presentasi yang berhasil tidak hanya dilihat ketika audiens tertarik dengan apa yang kita sampaikan saat presentasi berlangsung, tetapi juga ketika audiens tetap mengingat apa yang kita sampaikan dalam presentasi bahkan setelah presentasi berakhir dan untuk beberapa waktu ke depan. Oleh karena itu, sampaikanlah presentasi yang berkesan, namun sebelum itu, kita perlu tahu karakteristik audiens secara umum, kemudian sampaikan presentasi dengan cara yang sesuai dengan karakteristik mereka.

5. Fokuskan Presentasi pada Audiens

“Speech belongs half to the speaker, half to the listener.”

– Michel de Montaigne, Philosopher

Meskipun pembicara merupakan spotlight dalam presentasi, namun audiens-lah yang seharusnya menjadi fokus utama. Oleh karena itu, sampaikanlah cerita yang bisa menarik perhatian audiens. Ketahui apa yang mereka inginkan dari presentasi kita, kemudian libatkan mereka dalam presentasi, misalnya dengan memberikan pertanyaan singkat dan meminta pendapat mereka tentang pertanyaan tersebut.

Fokuslah pada audiens ketika melakukan presentasi, karena presentasi yang berhasil adalah presentasi yang menarik, berkesan, dan diingat oleh audiens bahkan setelah presentasi berakhir. Pelajarilah 5 quotes di atas dan terapkan beberapa trik-nya ketika melakukan presentasi.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

 

Gunakan 3 Metode Ini untuk Mempermudah Penjelasanmu saat Presentasi

Jasa Presentasi – Menjelaskan materi kepada audiens yang awam dengan materi yang kita sajikan memang bukan hal mudah. Jika tidak dilakukan dengan benar, audiens tentu tidak akan paham atau malah menjadi salah paham mengenai hal tersebut. Oleh karena itu, pembicara perlu mencari cara agar penjelasannya mudah dipahami. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan perbandingan. Berikut tiga alat pembanding yang bisa digunakan saat mempresentasikan materi yang kompleks dan awam bagi audiens.

1. Analogi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Analogi adalah persamaan atau persesuaian antara dua hal yang berlainan. Penerapannya untuk menjelaskan hal yang kompleks adalah dengan memasangkannya dengan hal lain, kemudian gambarkan persamaannya. Selanjutnya, biarkan audiens untuk membuat koneksi antara dua hal tersebut. Contohnya, kita bisa menyamakan atau mengibaratkan arus informasi dengan hujan deras yang turun ke bumi.

2. Metafora

Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, metafora adalah pemakaian kata atau kelompok kata pada sebuah objek atau kegiatan yang bukan merupakan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai sebuah pelukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan. Contohnya, buku adalah kunci imajinasi. Akan lebih mudah dipahami lagi jika penjelasan kita disertai visual yang menarik.

3. Simile

Simile merupakan majas yang membandingkan dua hal yang berbeda namun dianggap memiliki segi yang serupa. Bagaimana melakukannya? Kita hanya perlu membandingkan hal yang akan kita jelaskan dengan hal lain yang sudah familiar. Contohnya, jika seorang pelukis menggambar di atas kanvas, maka musisi melukis musik di atas kesunyian, atau bisa juga seperti ini, “virus yang sudah menjadi pandemik itu mulai mempengaruhi berbagai sektor di dunia seperti domino yang jatuh dan menimpa satu sama lain”.

Membandingkan dua hal yang kurang familiar dengan hal yang familiar merupakan cara yang efektif untuk menjelaskan hal kompleks atau rumit menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami. Oleh karena itu, praktekkan cara-cara tersebut untuk menjelaskan hal yang rumit sehingga audiens lebih mudah memahaminya.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Lakukan 4 Hal Ini Ketika Audiens Presentasimu Mulai Hilang Fokus

Jasa Presentasi – Terdapat banyak hal yang bisa mendistraksi perhatian audiens dari presentasi yang sedang kita sampaikan, seperti gadget, teman yang mengajak mengobrol, atau rasa kantuk karena bosan. Hal ini tentu tidak kita inginkan karena apa yang kita sampaikan tidak akan diterima oleh audiens. Untuk mencegah dan mengantisipasinya, terapkan beberapa trik berikut ini.

1. Berpindah Tempat

Terdapat banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menarik perhatian audiens, salah satunya dengan melakukan interaksi. Interaksi tidak harus dilakukan secara langsung. Kita bisa melakukan interaksi secara tidak langsung dengan berpindah tempat atau berjalan dari satu titik ke titik lainnya di atas panggung. Dengan melakukan hal tersebut, audiens akan bertanya-tanya di mana kita akan bergerak selanjutnya, dan ini berarti perhatian audiens tertuju pada kita.

2. Mengatur Kecepatan Suara

Berbicara dengan nada yang sama merupakan hal yang monoton dalam presentasi. Audiens tentu akan bosan mendengarkannya. Perlu adanya variasi dalam ritme untuk memberikan penekanan dan pembeda pada kalimat yang disampaikan. Selain itu, berubahnya ritme suara juga akan membuat penyampaian lebih menarik, sehingga audiens akan fokus dengan apa yang kita sampaikan.

‌3. Berhenti Sejenak dan Berikan Pertanyaan

Saat audiens mulai kehilangan fokus, berhentilah (diam) selama beberapa detik di tengah presentasi. Mereka otomatis akan menghentikan kegiatan dan bertanya-tanya, mengapa ia berhenti? Apakah ada yang salah? Teknik ini akan lebih powerful ketika diikuti dengan memberikan pertanyaan. Caranya, setelah memberikan pertanyaan, diamlah sejenak sambil mengedarkan pandangan ke seluruh audiens.

‌4. Menambahkan Cerita yang Relevan

Semua orang menyukai cerita, sebab cerita mengaktifkan imajinasi dan lebih mudah dicerna oleh otak manusia. Oleh karena itu, sertakanlah cerita yang relevan dan mendukung konten presentasi kita, sehingga audiens tidak mudah bosan dan tetap fokus pada apa yang kita sampaikan.

Jika kita ingin apa yang disampaikan dapat dipahami, diingat dan menginspirasi audiens, kita harus tahu cara untuk menarik perhatian mereka. Ikutilah beberapa strategi di atas untuk memastikan audiens tetap fokus dan memperhatikan apa yang kita sampaikan dalam presentasi.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Tips Menyelipkan Lelucon dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Lelucon sepertinya terlihat sepele. Tapi siapa sangka, lelucon bisa membantu kita untuk meraih kesuksesan dalam presentasi. Selain penyampaian yang menarik, lelucon juga diperlukan untuk mencairkan suasana ketika presentasi sehingga audiens tidak merasa tegang dan bosan. Meski terlihat mudah, kita tidak bisa sembarangan menyelipkan lelucon karena jika tidak disertakan dengan benar, hal ini justru akan dianggap garing oleh audiens dan bisa menyebabkan kecanggungan. Untuk itu, perhatikanlah beberapa hal berikut ini sebelum menyelipkan lelucon dalam presentasi.

1. Kenali Audiens

Mengenali siapa target audiens adalah hal paling utama dalam menyampaikan lelucon. Jangan sampai kita salah sasaran, misalnya menyampaikan lelucon dewasa ketika audiens presentasi kita adalah remaja. Begitu pula sebaliknya jangan sampai kredibilitas kita sebagai presenter dan sumber informasi turun hanya karena menyampaikan candaan yang dianggap receh. Usahakan untuk tidak menyampaikan lelucon yang bersifat sensitif, menyinggung, apalagi berbau SARA.

2. Referensi

Terdapat banyak cara untuk menyampaikan lelucon dalam presentasi. Meskipun demikian, kita perlu memilih cara yang tepat. Untuk itu, perbanyaklah referensi dengan membaca artikel atau menonton video yang berkaitan dengan hal tersebut. Usahakan untuk memilih cara yang tepat dan memberikan lelucon yang fresh atau berbeda setiap kali presentasi, sehingga audiens tidak bosan dengan lelucon yang itu-itu saja.

3. Latihan

Menyampaikan lelucon memiliki tantangan tersendiri bagi seorang presenter. Hal ini karena selera lelucon masing-masing orang berbeda. Selain itu, seperti halnya menyampaikan presentasi, memberikan lelucon juga memerlukan skill yang harus dilatih secara terus menerus. Ingat! Bisa karena terbiasa. Oleh karena itu, lakukanlah latihan secara berkala dan mintalah masukan dari orang-orang terdekat.

4. Biarkan Mengalir

Hal paling ditakuti seseorang dalam menyampaikan cerita lelucon adalah ketika cerita yang disampaikan tidak bisa memancing tawa karena dianggap tidak lucu. Berada dalam situasi semacam ini tentu akan membuat suasana menjadi canggung dan bisa membuat presenter merasa down serta kehilangan konsentrasi. Untuk itu, persiapkanlah mental sebelum menyampaikan lelucon. Ini penting ketimbang memikirkan audiens akan menyukai apa yang kita sampaikan. Biarkan cerita mengalir sampai selesai sekalipun respon audiens tidak sesuai dengan ekspektasi.

5. Sesuaikan dengan Topik

Menyampaikan lelucon memang dapat mencairkan suasana dan membantu menarik perhatian audiens. Meskipun demikian, bukan berarti kita bisa menyampaikan lelucon secara sembarangan atau random. Akan lebih baik jika lelucon yang kita sampaikan masih berkaitan dengan topik yang sedang dibahas dalam presentasi. Hal ini dapat membantu audiens untuk lebih mudah mengingat topik yang sedang kita sampaikan.

Lelucon adalah senjata ampuh bagi presenter ketika suasana mulai tidak kondusif. Meskipun berlangsung singkat, ada baiknya presenter mempersipakan lelucon apa yang akan disampaikan terlebih jika lelucon tersebut berupa cerita. Perhatikan 5 hal di atas ketika hendak menyelipkan lelucon dalam presentasi agar dapat diterima oleh audiens.

Baca juga tips menyertakan humor lainnya di sini.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Gunakan 3 Gaya Public Speaking Ini Untuk Menarik Perhatian Audiens

Jasa Presentasi – Presentasi merupakan salah satu bentuk komunikasi di hadapan audiens dengan tujuan berbeda-beda. Ada yang melakukan presentasi untuk menyampaikan informasi, ada juga presentasi yang bertujuan untuk mempengaruhi dan mengajak orang lain untuk melakukan sesuatu, atau juga presentasi bisnis di hadapan klien. Untuk bisa melakukan presentasi yang baik diperlukan persiapan yang matang serta latihan. Pelajari 3 gaya presentasi ini untuk bisa menarik perhatian audiens.

1. Gaya Presence

Woman Presenting Freely

Presentasi adalah sebuah media komunikasi, namun kita sering mendapati seseorang melakukan presentasi layaknya sebuah monolog. Mereka berbicara di hadapan audiens dengan cara menghafal atau membaca salinan teks dengan pandangan yang tidak tertuju kepada audiens. Tentu ini bukan sebuah cara yang tepat dalam melakukan presentasi sebab audiens akan mudah merasa jenuh. Agar tidak terjebak dalam presentasi semacam ini kita harus mempersiapkannya dengan matang, pelajari materi serta cari tahu siapa audiens kita. Hal ini akan memudahkan terjadinya komunikasi dua arah, jadi ketika melakukan presentasi kita tidak hanya sekedar menghafal materi. Inilah yang dimaksud dengan gaya presence.

2. Gaya Visual

A Man Presenting Data

Salah satu media yang bisa kita pakai untuk mendukung sebuah presentasi adalah penggunaan slide visual. Gaya presentasi visual ini dilakukan untuk membantu audiens lebih memahami apa yang kita sampaikan. Untuk membuat presentasi visual ada beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu dengan menyelipkan audio, video yang relevan dan gambar yang memperjelas apa yang kita sampaikan. Cara ini terbukti efektif dan bisa membuat audiens terkesan dengan presentasi kita, sehingga apa yang kita sampaikan bisa lebih mudah diingat.

3. Gaya Storytelling

Woman Telling Story for Little Girl

Kebanyakan orang suka mendengarkan cerita dari pada harus membaca secara langsung. Inilah yang kemudian membuat teknik storytelling bisa menarik perhatian audiens. Gaya storytelling sendiri merupakan salah satu teknik presentasi dengan cara bercerita. Dengan cerita kita bisa lebih mudah membangun komunikasi dengan audiens. Kemaslah cerita dengan baik dan buatlah senatural mungkin, cara ini efektif untuk membangun hubungan emosi dengan audiens sehingga kita lebih mudah untuk mempengaruhi pikiran audiens. Gaya presentasi ini bisa dikombinasikan dengan dua gaya sebelumnya yaitu gaya presence dan gaya visual. Kita bisa bercerita tanpa bantuan visual, tetapi bisa juga menambahkan visual untuk lebih menarik perhatian audiens.

Setelah mengetahui ketiga gaya presentasi di atas, kamu bisa memilih salah satunya atau mengkombinasikan 2 gaya untuk diterapkan dalam penyampaian presentasimu selanjutnya. Pastikan untuk berlatih sesering mungkin sehingga presentasimu bisa sukses dan diingat oleh audiens.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Perhatikan 3 Hal Ini Untuk Memberi Kesan Pertama Yang Baik Sebelum Melakukan Presentasi

Jasa Presentasi – Dalam keseharian kita tak bisa lepas dari yang namanya presentasi, baik kita pada posisi sebagai presenter maupuan pendengar. Jenis presentasi yang kerap kita jumpai pun beragam, mulai dari presentasi sebuah produk oleh sales, presentasi mahasiswa kepada dosen, presentasi kepada klien, presentasi dosen kepada mahasiswanya atau bahkan seorang trainer yang membawakan materinya di hadapan audience.

Apapun jenisnya kita sepakat jika dalam sebuah presentasi seorang presenter memiliki andil besar demi suksesnya sebuah presentasi. Tak heran ada beragam cara dipersiapkan, mulai dari penguasaan materi, latihan public speaking, serta persiapan slide presentasi yang menarik. Selain ketiga hal yang disebutkan di atas, kita sering melupakan jika suksesnya sebuah presentasi tak luput dari kesan pertama audience terhadap presenter.

Kenapa kesan pertama? Sekarang coba perhatikan dalam sebuah presentasi yang dihadiri oleh puluhan bahkan ratusan audience, apa jadinya jika presenter memberikan kesan pertama yang kurang baik. Tentu ini akan membuat audience merasa enggan untuk menyimak apa yang disampaikan hingga selesai. Jika demikian yang terjadi sebagus apapun materi presentasi yang disajikan akan menjadi sesuatu yang sia-sia.

Dalam tayangan tv kita pernah melihat iklan sebuah produk yang mengatakan “kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda”. Nah untuk itulah sebelum memulai sebuah presentasi ada baiknya memperhatikan beberapa hal-hal berikut guna memberikan kesan pertama yang baik.

  1. Good Looking

Percayalah jika penampilan yang baik akan memberikan kesan pertama yang baik. Demikian halnya dalam presentasi, untuk memberikan kesan pertama yang baik perhatikan benar soal penampilan. Peribahasa jawa mengatakan “ajining raga saka busana” yang artinya jika penampilan seseorang ditentukan dari cara berpakaiannya. Pertama pilihlah pakaian yang sopan dan nyaman. Sopan di sini bukan berarti harus tertutup melainkan menyesuaikan dengan kondisi. Jangan sampai ada cerita salah kostum ya.

  1. Keep Smile

Sebelum memulai sebuah presentasi mulailah dengan memberikan senyuman terbaik kita kepada audience. Faktanya sebuah senyuman yang keluar dari diri seseorang akan memberikan kesan seseorang yang ramah, hal ini secara tidak langsung mampu menarik audience memiliki kesan baik terlebih dulu. Jika sudah demikian lakukan komunikasi yang melibatkan audience disela-sela perkenalan diri sebelum memasuki materi inti seperti menanyakan ‘bagaimana kabar hari ini’. Tujuannya untuk membangun kedekatan dengan audience, hal ini akan memudahkan kita menarik simpati audience terhadap presentasi yang akan kita sajikan nantinya.

  1. Attitude

Attitude is a little thing, but can make big differences (Hellen Keler). Selain memperhatikan penampilan, attitude yang baik akan memberikan kesan yang baik bagi audience. Menciptakan kesan pertama yang baik bisa diawali dengan mencoba datang tepat waktu (on time), usahakan datang sebelum presentasi berlangsung. Selain bisa mempersiapkan diri, audience akan merasa lebih dihargai. Tak berhenti sampai di sini, kesan yang baik juga bisa diciptakan saat presentasi berlangsung. Kita mengenal ada dua tujuan presentasi, pertama untuk memberikan informasi dan kedua mempengaruhi atau membujuk orang lain. Penting diperhatikan untuk selalu bersikap sopan, karena ini adalah kunci menarik simpati dari audience.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com