Posts

12 Tips Menjadi Pendengar yang Baik (Part 2)

Jasa Presentasi – Seperti yang telah disebutkan pada Part 1, bahwa kemampuan yang dimiliki seorang presenter bukan hanya kemampuan berbicara di depan publik, tetapi juga kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik. Hal ini didukung dengan sebuah quote yang bunyinya sebagai berikut.

“There is only one rule for being a good talker – learn to listen”

Quote di atas menunjukkan bahwa terdapat satu syarat untuk menjadi pembicara yang baik, yaitu belajar untuk mendengarkan. Namun mendengarkan tidak hanya sekedar mendengarkan, tidak hanya sekedar untuk memberikan jawaban, tetapi mendengarkan dilakukan untuk memahami apa yang lawan bicaramu ungkapkan.

7. Berikan tanggapan terbuka

Memberikan tanggapan yang baik agar percakapan tetap berlanjut dan menunjukkan bahwa kamu tertarik dan mendengarkan dengan baik adalah dengan tidak hanya memberikan jawaban pasif seperti “ya” atau “tidak”. Kamu perlu melanjutkan jawaban tersebut dengan memberikan penjelasan atau melontarkan pertanyaan lainnya.

8. Ulangi pertanyaan sebelum menjawabnya

Untuk memastikan bahwa maksud pertanyaan yang diberikan sama dengan apa yang kamu pahami, ulangi kembali pertanyaan sebelum menjawabnya. Selain untuk memastikan maksud pertanyaan, hal ini dilakukan untuk menunjukkan ketertarikan atau memberikan ringkasan atas pertanyaan yang diberikan. Oleh karena itu, kamu perlu menjadi pendengar yang baik agar dapat memahami apa yang diungkapkan lawan bicara.

9. Ingat detail yang paling penting

Menunjukkan bahwa kamu dapat mengulang nama, tanggal, atau kejadian tertentu yang diungkapkan lawan bicaramu dapat menunjukkan bahwa kamu mendengarkan mereka dengan aktif. Catatlah jika perlu.

10. Hindari sikap defensif

Sikap defensif merupakan kesalahan yang umum dilakukan oleh banyak presenter atau banyak orang pada umunya ketika audiens memberikan pertanyaan yang tidak sesuai dengan topik, atau ketika presenter diberi kritik atau merasa diserang. Luangkan waktu untuk menenangkan diri dan mempertimbangkannya sebelum memberikan tanggapan. Dengarkan mereka dengan seksama agar kamu dapat memberikan jawaban yang tepat dan tidak melukai hati mereka.

11. Berpikiran terbuka

Ketika sedang mendengarkan orang lain berbicara, kamu perlu mengesampingkan praduga, pendapat negatif atau kepercayaan. Berpikirlah terbuka agar apa yang dikatakan oleh orang lain dapat diterima dan dipahami dengan baik dan positif. Hindari membuat asumsi mengenai orang lain sebelum mengetahui mereka dengan baik.

12. Lakukan follow up

Hal ini mungkin dapat dilakukan jika kamu bertemu kembali dengan lawan bicaramu di lain waktu. Atau ketika kamu memberikan saran atau jawaban yang dapat dipraktekkan secara langsung. Atau jika kamu mengenal lawan bicaramu secara pribadi, kamu dapat menghubungi mereka, misalnya melalui sms, pesan di media sosial atau telepon.

Kita diberi dua telinga dan hanya satu mulut untuk sebuah alasan, yaitu untuk lebih banyak mendengar dibandingkan berbicara. Namun bukan berarti menjadi presenter atau pembicara merupakan hal yang buruk. Menjadi pendengar yang baik tidak hanya membuatmu menjadi presenter yang lebih baik, tetapi juga mengembangkan pemahamanmu dan memungkinkanmu untuk melihat dunia yang lebih luas dari mata orang lain.

Sumber : https://24slides.com/blog/12-tips-listen-better/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

12 Tips Menjadi Pendengar yang Baik (Part 1)

Jasa Presentasi – Ketika berbicara mengenai skill yang harus dimiliki oleh seorang presenter, kemampuan public speaking merupakan hal pertama yang disebutkan. Namun sesungguhnya, terdapat kemampuan lain yang tidak kalah penting dari kemampuan berbicara di depan publik, yaitu kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik. Mengapa hal ini diperlukan oleh presenter?

Sebenarnya kemampuan ini tidak hanya harus dimiliki oleh presenter, tetapi juga harus dimiliki oleh setiap orang. Bagi presenter, kemampuan menjadi pendengar yang baik akan berguna dan dapat membantu dalam menghadapi pertanyaan dengan baik. Untuk itu, berikut disajikan beberapa tips dari 24Slides agar kamu dapat menjadi presenter yang tidak hanya dapat menyampaikan dengan baik, tetapi juga dapat menjadi pendengar yang baik sehingga dapat memberikan jawaban dengan baik dan solutif.

  1. Mendengarkan untuk memahami

Mendengar memang mudah, namun memahami apa yang kamu dengar tidak semudah yang dibayangkan. Namun justru inilah indikasi utama yang menunjukkan pendengar yang baik. Ketika kamu mampu menjadi pendengar yang baik, kamu akan lebih mudah dalam menjawab pertanyaan yang diajukan lawan bicara.

  1. Berempati

Empati berarti mencoba memakai sepatu orang lain, namun tidak membuat mereka merasa dikasihani. Agar kamu dapat menjadi pendengar yang baik, tumbuhkanlah rasa empati, cobalah untuk mendengarkan secara seksama dan pahami apa yang mereka katakan, kemudian berikan tanggapan yang sesuai.

  1. Responsif

Ketika lawan bicara atau audiens sedang berbicara, berikanlah respon berupa tanggapan positif atas apa yang sedang mereka sampaikan. Misalnya dengan melakukan eye contact secara langsung, menganggukkan kepala, memposisikan tubuh menghadap lawan bicara atau audiens yang sedang berbicara, atau gerak lainnya yang menunjukkan bahwa kamu benar-benar mendengarkan. Respon juga dapat dilakukan dengan memberikan jawaban singkat, seperti “ya” atau “benar”. Namun perlu diingat untuk tidak terlalu berlebihan dalam memberikan respon, karena bukannya dianggap positif, hal ini akan dianggap negatif karena dapat mengganggu.

  1. Hindari terlalu banyak menginterupsi

Lawan bicaramu mungkin memberikan pertanyaan atau tanggapan yang kurang sesuai dengan topik yang sedang dibahas dan kamu ingin memberikan koreksi di tengah penyampaian mereka. Hal ini boleh saja dilakukan, namun jangan terlalu sering memberikan interupsi, karena selain menganggu, hal ini juga dapat memberikan penilaian negatif dan menurunkan kredibilitasmu. Oleh karena itu, biarkan mereka menyelesaikan seluruh penyampaiannya terlebih dahulu, baru kamu berikan tanggapan.

  1. Perhatikan bahasa non verbal

Terkadang, bahasa non verbal memberikan petunjuk mengenai sebuah poin dari apa yang mereka sampaikan. Oleh karena itu, ketika lawan bicara atau audiens sedang berbicara, perhatikan juga gerak tubuh dan ekspresi mereka, sehingga akan lebih mudah dalam memahami apa yang lawan bicaramu sampaikan, karena memungkinkanmu untuk terhubung dengan mereka secara lebih efektif.

  1. Hindari menjawab sebelum lawan bicara selesai

Respon diberikan dengan tindakan-tindakan yang tidak mengharuskan orang berhenti berbicara. Oleh karena itu, memberikan respon tidak dilarang dan malah dianjurkan. Namun perlu dihindari jika kamu memberikan respon berupa jawaban yang dilakukan ketika lawan bicara masih menjelaskan. Oleh karenanya, pastikan lawan bicaramu selesai menjelaskan sebelum menjawab atau memberikan tanggapan.

Sumber : https://24slides.com/blog/12-tips-listen-better/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Mempresentasikan Data. Apa Saja yang Harus Dipersiapkan?

Jasa Presentasi – Terdapat istilah yang mengatakan bahwa angka tidak dapat berbohong. Karena istilah inilah banyak orang yang bingung ketika harus mempresentasikan data berupa angka. Kebingungan ini dikarenakan banyaknya data yang harus dijelaskan, namun waktu yang dimiliki terbatas.

Untuk membantu mempresentasikan data secara efektif, berikut 5 pertanyaan yang harus dijawab sebelum menyusun data yang akan disertakan dalam presentasi.

  1. Seleksi Data

Beberapa orang menyertakan banyak data karena ingin terlihat kredibel dan profesional, namun beberapa orang lainnya menyertakan banyak data karena merasa bahwa semua data yang dimilikinya penting untuk disampaikan dalam presentasi. Padahal, terlalu banyak menyertakan data akan menyita banyak waktu untuk menjelaskan dan audiens belum tentu memahami dan mengingatnya. Untuk itu, pilihlah beberapa data yang paling penting dan yang mencakup inti presentasi. Jika merasa bahwa semua data penting, simpan data yang tidak disertakan dalam presentasi untuk menjawab pertanyaan atau untuk dijelaskan ketika kamu memiliki sisa waktu.

  1. Alat untuk Menyajikan Data

Ini merupakan yang penting namun sering diabaikan. Padahal ini merupakan kunci keberhasilan untuk membuat audiens memahami konten presentasi. Mempresentasikan data tidak harus selalu melalui tabel, kamu dapat mengubahnya menjadi bentuk yang lebih menarik dan lebih mudah dipahami, misalnya dengan mengubahnya menjadi list, grafik, chart, diagram, atau yang lainnya. Dengan mengubahnya menjadi bentuk lain, kamu secara tidak langsung menyeleksi data yang penting dan yang tidak terlalu penting.

  1. Desain atau Visual

Setelah mengubahnya menjadi bentuk yang lebih mudah dipahami, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana untuk membuatnya lebih menarik? Jawaban pertanyaan ini berkaitan dengan visual dan aestetik. Desain visual biasanya berkaitan dengan preferensi secara personal, namun perlu diperhatikan bahwa pemilihan warna dan bentuk desain (2D atau 3D) harus sesuai dan konsisten dengan tema. Perhatikan juga agar desain yang diterapkan tidak menganggu atau tidak mengurangi pemahaman audiens mengenai konten tersebut.

  1. Penyampaian Data

Meski data telah memiliki bentuk yang lebih menarik, beberapa audiens mungkin belum tentu memahaminya. Oleh karena itu, kamu perlu mempersiapkan diri dengan melakukan latihan untuk menjelaskan data dengan efektif dan mudah dipahami. Hindari penjelasan yang terlalu terpaku pada slide. Berlatihlah untuk menjelaskan data dengan singkat namun mudah dipahami.

  1. Kesimpulan Data

Presentasi, data dan keputusanmu menjadi tidak berguna ketika audiens meninggalkan ruangan presentasi dengan kebingungan mengenai poin dari seluruh data yang kamu sajikan. Untuk itu, kamu perlu menjelaskannya secara tersurat kepada audiens, misalnya dengan memberikan kesimpulan. Jelaskan keterkaitan antara data yang satu dengan data lainnya, antara data angka dan informasi berupa teks.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

4 Gaya Presentasi dari Para Presenter Terkenal

Jasa Presentasi – Meraih kesuksesan dalam presentasi merupakan keinginan bagi semua presenter. Namun terkadang, terdapat hambatan yang menyebabkan mereka tidak berhasil dalam menyampaikan pesan presentasi ke audiens, misalnya menggunakan metode yang kurang tepat dalam menyampaikan presentasi atau kurang komunikatif dalam penyampaian. Agar kamu tidak menjadi salah satu presenter yang gagal dalam presentasi, berikut ini disajikan beberapa gaya presentasi yang dilakukan oleh tokoh-tokoh terkenal, yang dapat menjadi contoh dan solusi untuk menentukan gaya apa yang harus diterapkan dalam presentasimu selanjutnya.

Visual Style

https://www.youtube.com/watch?v=9hUIxyE2Ns8

Steve Jobs merupakan salah satu tokoh terkenal yang memiliki gaya presentasi dengan visual. Presenter yang memiliki gaya presentasi ini akan menggunakan lebih banyak gambar dibandingkan teks, bahkan bisa jadi ia tidak menggunakan teks sama sekali. Gaya presentasi ini bisa dilakukan juga oleh kamu yang memiliki sedikit waktu untuk melakukan persiapan atau melakukan presentasi itu sendiri.

Free Form Style

Sir Ken Robinson merupakan salah satu presenter TED yang video presentasinya paling banyak dilihat. Ia menyampaikan presentasi tanpa slide atau naskah, akan tetapi ia mengetahui bagaimana menyampaikan presentasi dengan menarik dan mudah dipahami. Ia menggunakan humor dan cerita untuk menjelaskan poin yang ingin disampaikan. Kamu dapat mencontoh cara Sir Ken Robinson ketika kamu diharuskan menyampaikan presentasi tanpa persiapan atau secara mendadak.

Instruktur/Coach Style

Al Gore, mantan wakil presiden Amerika Serikat ini merupakan salah satu contoh tokoh yang sering menggunakan gaya instruktur dalam menyampaikan presentasi. Gaya ini dapat digunakan ketika kamu akan menyampaikan konten yang kompleks. Jika di diterapkan dengan tepat dan dibantu oleh visual yang mendukung, gaya presentasi ini dapat sangat persuasif. Cobalah untuk menyeimbangkan fokus antara materi dan audiens.

Storyteller Style

Salah satu cara untuk meraih kesuksesan presentasi adalah terhubung dengan audiens. Dan salah satu cara agar audiens terhubung dengan presenter adalah dengan menyertakan cerita. Audiens akan tertarik dan lebih mudah memahami apa yang disampaikan dalam presentasi ketika disampaikan dengan menyertakan cerita. Jill Bolte Taylor adalah salah satu tokoh terkenal yang menerapkan gaya presentasi ini. Ia dapat menyampaikan presentasi menggunakan kata-kata yang kuat dan emosional.

Empat gaya presentasi di atas merupakan sebagian kecil gaya presentasi yang ada di dunia. Namun, gaya presentasi di atas dapat memberikan inspirasi atau contoh untuk kamu yang masih bingung menentukan gaya presentasi apa yang akan digunakan pada presentasimu selanjutnya.

Sumber : https://24slides.com/blog/6-presentation-styles-famous-presenters/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Mengapa Menggunakan Properti dalam Presentasi?

Mengapa Menggunakan Properti dalam Presentasi?

Mengapa Menggunakan Properti dalam Presentasi?

Jasa Presentasi – Selain visual berupa gambar dan video, terdapat visual lainnya yang dapat membuat presentasi lebih menarik dan berkesan, yaitu properti. Properti yang paling umum digunakan oleh presenter adalah berupa peralatan yang digunakan untuk memperagakan penjelasan. Namun saat ini properti tidak hanya berfungsi sebagai alat peraga, tetapi juga sebagai pelengkap penjelasan. Seperti yang dilakukan oleh Bill Gates dan Amy Tan dalam presentasinya. Audiens terlihat terkejut dan hal ini malah akan membuat sebuah presentasi berkesan dan diingat. Mengapa hal ini terjadi? Mengapa properti dapat menarik audiens?

  • Mudah dipahami

Sebuah ide atau pesan akan lebih mudah diterima dan diingat ketika presenter menjelaskan dengan alat peraga dibandingkan dengan penyampaian teoritis. Kehadiran alat peraga atau properti dalam presentasi memberikan gambaran yang konkret dari sebuah penjelasan. Jika presentasi yang disampaikan mengenai sebuah cara, maka akan lebih efektif jika menggunakan alat peraga. Pastikan untuk menggunakan properti yang relevan dengan topik atau konten, sehingga akan menambah pemahaman audiens terdapat topik atau konten yang dijelaskan dalam presentasi.

  • Mudah diingat dan berkesan

Selain menarik dan mudah dipahami, menggunakan properti untuk memperagakan suatu cara juga akan membuat konten lebih mudah diingat oleh audiens.

Selain untuk memperagakan suatu cara, properti juga dapat menjadi alat untuk menarik perhatian audiens terhadap presentasi. Seperti yang dilakukan oleh Jill Bolte Taylor yang menampilkan otak manusia sungguhan dalam presentasinya. Hal ini membuat audiensnya terkejut serta tertarik untuk memperhatikan presentasi Taylor. Audiens juga akan lebih mudah mengingat presentasi Jill karena apa yang dilakukannya sangat berkesan bagi sebagian besar audiens terutama masyarakat awam.

  • Mendorong percakapan

Properti merupakan pendukung penjelasan dalam presentasi, seperti gambar dan video. Oleh karena itu, presenter perlu menggunakan properti yang relevan dengan topik, sehingga properti dapat menjadi visualisasi dan memudahkan audiens untuk memahami. Selain itu, presenter juga harus cerdas ketika memilih properti yang akan digunakan. Pilih properti yang menarik dan dapat berkesan di benak audiens serta dapat mengundang rasa penasaran audiens, sehingga audiens memiliki pertanyaan atau tanggapan terhadap penjelasan yang dilakukan presenter.

Saat ini banyak presenter yang telah menyadari betapa pentingnya menggunakan properti. Selain menambah pemahaman, properti juga merupakan objek yang menarik dan mudah diingat oleh audiens. Namun diperlukan beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum presenter memutuskan untuk menggunakan properti. Apapun jenis properti yang digunakan, selalu pertimbangkan ketepatan dan relevansinya terhadap topik presentasi.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com