Posts

Tips Menyertakan Humor yang Tepat dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Kunci kesuksesan sebuah presentasi adalah pemahaman audiens akan presentasi. Agar audiens dapat memahami presentasi, audiens perlu terhubung dengan presenter. Salah satu cara agar audiens terhubung dengan presenter adalah dengan mencairkan suasana menggunakan humor.

Humor, selain berfungsi agar audiens terhubung, juga dapat membuat status presenter terlihat lebih tinggi, lebih kompenten, dan lebih percaya diri, jika dilakukan dengan benar. Namun jika dilakukan dengan tidak sesuai dan tidak membuat audiens tertawa, malah akan membuat presenter terlihat tidak kompeten dibandingkan dengan presenter yang tidak menyertakan humor dalam presetasinya.

Bagaiamana menyertakan atau menggunakan humor yang tepat dalam sebuah presentasi? Berikut beberapa tips yang dapat membantumu membuat menyampaikan humor yang berhasil.

  1. Lakukan percobaan

Ketika seorang presenter telah merencanakan sebuah humor yang akan disertakan dalam presentasi, lakukanlah percobaan terlebih dahulu dengan menceritakannya di hadapan teman atau rekan sebelum menyampaikannya di depan publik yang mungkin sebagian besar belum dikenal.

  1. Menjadikan diri sendiri sebagai bahan humor

Otak manusia lebih menyukai dan mudah memahami sebuah cerita dibandingkan penjelasan teoritis. Untuk membuat audiens tertarik dalam presentasi, presenter perlu menambahkan cerita, terutama pengalaman pribadi. Agar semakin menarik, cerita perlu ditambahkan humor agar lebih hidup dan mencairkan suasana.

Humor mungkin akan berhasil dan membuat audiens tertawa, namun audiens akan kehilangan kepercayaan dan ketertarikan pada presentasi ketika presenter membuat lelucon tentang orang lain, terutama jika lelucon berupa hinaan. Oleh karena itu, akan lebih baik jika presenter menjadikan diri sendiri beserta pengalamannya sebagai bahan lelucon. Hal ini akan meningkatkan kekaguman dan ketertarikan audiens terhadap presenter dan presentasi yang disajikannya.

  1. Buat humor secara umum

Ketika seorang presenter memutuskan untuk menyertakan humor dalam presentasinya, pastikan agar humor tidak hanya membuat tertawa beberapa orang saja, tetapi semua audiens yang hadir juga dapat ikut tertawa. Oleh karena itu, buatlah lelucon yang bersifat umum, simple, dan mudah dipahami.

  1. Jangan lakukan jika ragu

Presenter yang tidak terbiasa menggunakan humor mungkin akan ragu ketika ingin menyertakannya dalam presentasi. Namun jika presenter belum yakin apakah humor yang dibuatnya dapat diterima oleh audiens atau tidak, lebih baik tidak mengungkapkannya sama sekali, dari pada mengambil risiko yang bisa saja berakhir buruk, misalnya kehilangan klien dan reputasi.

Humor atau lelucon merupakan cara yang efektif untuk mencairkan suasana dan membuat audiens terhubung dengan presenter. Oleh karena itu, pastikan untuk membuat dan menyampaikannya dengan benar dan tepat.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Belajar Public Speaking dari Stand Up Comedy

Belajar Public Speaking dari Stand Up Comedy

Belajar Public Speaking dari Stand Up Comedy

Jasa Presentasi – Ketika menjalani karir dalam public speaking, public speaker atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan pembicara pasti pernah mengalami kegagalan. Namun pembicara yang baik akan belajar dari kegagalan. Mereka akan menemukan kelebihan diri, mengetahui hal-hal yang disukai dan tidak disukai oleh audiens, dan belajar bagaimana menarik perhatian audiens.

Komedian adalah orang-orang yang dipaksa untuk mempelajari hal-hal tadi secara cepat. Tidak seperti public speaker, para komedian berisiko untuk disoraki di atas panggung. Namun banyak hal yang dapat dipelajari dari stand up comedian. Berikut ini empat pelajaran yang dapat dipelajari dari stand up comedian.

  1. Make a story that will be loved

Ketika komedian membuat humor, ia harus mengetahui hal-hal yang akan disukai dan dapat menarik perhatian penonton serta mengangkat topik yang sedang booming saat ini. Hal ini yang dapat dipelajari dari seorang komedian. Seorang public speaker perlu memahami audiens, kemudian berusaha menyampaiakn presentasi yang berkesan di benak audiens sehingga mereka akan merasa telah belajar dari presentasi yang disampaikan.

Jad dapat disimpulkan bahwa, baik komedian maupun public speaker, perlu memperhatikan audiens yang ditarget ketika membuat materi, sehingga materi yang akan disampaikannya dapat sesuai dengan karakteristik dan minat audiens.

  1. Learning

Sebelum seorang komedian menjadi terkenal dan dikagumi banyak orang, ia telah memanfaatkan waktunya untuk belajar dari komedian terbaik sebelumnya serta berlatih untuk mengasah keahlian yang dimilikinya. Para komedian menyadari pentingnya belajar dari yang terbaik untuk memahami dinamika humor dan mempelajari reaksi audiens.

Menjadi public speaker yang baik diperlukan latihan. Latihan berbicara tidak hanya dilakukan sendirian di depan cermin, tetapi memberanikan diri untuk tampil di depan publik juga merupakan latihan yang akan mengasah kemampuan menjadi lebih baik. Dan dari penampilannya tadi, pembicara yang baik akan mengevaluasi diri untuk kemudian memperbaiki kekurangan. Selain berlatih dengan praktik langsung, seorang pembicara juga dapat mempelajari teknik atau cara berpresentasi dari para public speaker terkenal misalnya dengan menghadiri seminarnya atau dapat menontonnya melalui video.

  1. Work the room before hitting the stage

Kebanyakan komedian memulai menampilkan humornya di hadapan beberapa orang. Hal ini merupakan cara yang mudah untuk menangani heckler (tukang ejek), karena orang-orang yang mengenalnya akan membantu menangani para heckler yang ada di antara beberapa penonton. Selain untuk menangani heckler, taktik simpel ini juga dapat membantu meyakinkan komedian bahwa humornya sudah sesuai dengan penonton dan disukai serta mendapat reaksi yang baik.

Sedangkan bagi public speaker, work the room dapat diartikan dengan mengenal audiens terlebih dahulu. Public speaker sebaiknya menghindari naik ke atas panggung sebelum mencoba berbicara dengan satu atau dua orang audiens. Public speaker harus berusaha membangun hubungan dengan audiens, sehingga mereka akan merasa percaya diri karena sudah mengenal beberapa audiens yang nantinya diharapkan akan menolong jika terjadi sesuatu yang salah.

Perlu diketahui bahwa heckler dalam bisnis berbeda dengan heckler dalam dunia komedi. Mereka tidak berteriak, “payah” secara langsung, tetapi akan mengangkat tangan dan mengajukan pertanyaan

  1. Work hard

Seinfield dikenal sebagai salah satu komedian terbaik sepanjang masa. Di luar kegiatan stand up nya, dia juga dikenal sebagai pekerja keras lebih dari siapaun dalam bisnis. Orang-orang mengatakan bahwa Jerry Seinfield mempelajari komedi lebih banyak dari siapapun, tampil di atas panggung lebih sering dari siapapun dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menulis lebih dari siapapun. Hal yang dapat dicontoh dari komedian Jerry Sienfield adalah kerja keras dan hustle.

Para public speaker yang hebat tidak akan mengatakan bahwa kehebatannya dalam public speaking merupakan ”bakat alami”. Mereka akan mengatakan bahwa kerja keras yang membuatnya menjadi hebat. Mereka harus bekerja keras mengembangkan keahlian dan selalu belajar dari yang terbaik.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com