Posts

6 Teknik Storytelling yang Ampuh Digunakan dalam Presentasi

6 Teknik Storytelling yang Ampuh Digunakan dalam Presentasi

6 Teknik Storytelling yang Ampuh Digunakan dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Sebuah fakta menunjukkan bahwa pikiran manusia deprogram untuk lebih mudah dalam memproses informasi dalam bentuk cerita. Atau dengan kata lain, manusia lebih mudah mengingat sebuah cerita dibandingkan penjelasan biasa, karena cerita akan mengaktifkan imajinasi manusia.

Fakta ini dapat dijadikan referensi dalam menyampaikan presentasi agar penyampaian lebih menarik. Bagaimana cara menggunakan cerita agar presentasi menarik?

  1. Tenggelamkan audiens dalam sebuah cerita

Menenggelamkan audiens dalam sebuah cerita dapat membangun hubungan emosional audiens dengan topik yang disampaikan. Pilihlah cerita yang relevan dengan topik presentasi dan ceritakan dengan baik agar dapat melekat di benak audiens dalam waktu yang lama. Gunakan kata dan visual yang mendukung cerita sehingga audiens dapat memvisualisasikannya dalam pikiran mereka. Selain menarik, menyertakan cerita dalam sebuah presentasi juga membantu audiens untuk lebih mudah memahami apa yang disampaikan presenter.

  1. Gunakan cerita pribadi

Menceritakan pengalaman atau kisah pribadi lebih mudah digunakan untuk membangun hubungan emosional antara audiens dengan presenter. Perasaan simpati akan lebih mudah dibangun sehingga lebih mudah untuk presenter menarik perhatian audiens. Oleh karena itu, gunakan cerita atau pengalaman pribadi yang menginspirasi, misalnya cerita tentang keberhasilan dalam menghadapi tantangan untuk meraih kesuksesan.

  1. Ciptakan ketegangan dan klimaks

Film atau buku yang menarik memiliki cerita dengan alur dan konflik yang membuat penikmatnya seperti menaiki roller coaster. Hal ini bertujuan agar audiens mempertahankan perhatiannya dan bertanya-tanya, “Apa yang akan terjadi selanjutnya?” Begitu juga dengan presentasi yang baik. Presentasi yang menarik akan membuat audiens penasaran dengan apa yang disampaikan oleh presenter selanjutnya.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menciptakan klimaks. Pertama, ceritakan sebuah kisah atau pengalaman dan berikan klimas sebagai kesimpulan atau akhir dari cerita. Kedua, gunakan alur mundur. Ceritakan kondisi saat ini kemudian beritahu bagaimana kondisi saat ini bisa terjadi. Atau dengan cara ketiga, dengan menyampaikan cerita yang alurnya sudah dapat ditebak, tetapi kemudian sampaikan kelanjutannya dengan membuat cerita berbeda dari tebakan audiens.

Buat juga sesuatu yang akan selalu diingat oleh audiens. Sajikan fakta atau lakukan hal yang dapat mengejutkan audiens. Contohnya, ketika Bill Gates berpresentasi mengenai meningkatkan investasi untuk menanggulangi malaria, ia menyajikan sebuah statistik untuk membuktikan betapa seriusnya permasalahan ini. Kemudian ia melakukan hal mengejutkan dengan membuka sebuah wadah berisi nyamuk dan mengatakan bahwa malaria tidak hanya menyerang warga miskin.

  1. Buat karakter menjadi hidup

Karakter merupakan inti dari segala cerita. Semua hal yang dialami karakter merupakan penyebab audiens tertawa atau menangis. Cerita yang sukses adalah cerita yang berhasil menciptakan karakter yang dikenal dan memiliki karakteristik unik. Untuk melakukan hal ini, presenter harus memberikan gambaran yang jelas mengenai karakter untuk membuatnya hidup dalam benak audiens. Sehingga audiens dapat terhubung secara emosional dengan presenter maupun dengan presentasi yang disampaikan.

  1. Sampaikan pesan secara tersirat

Bercerita akan lebih menarik jika disertai juga dengan dialog. Dibandingkan dengan memberitahu audiens secara tersurat, cobalah untuk menyampaikannya dengan cara tersirat dan membuatnya menjadi sebuah cerita yang menarik.

  1. Akhiri dengan baik, positif, dan inspiratif

Presentasi yang efektik tidak hanya yang menonjolkan konflik dan klimaks, tetapi juga pemecahan masalah dengan baik, positif, dan inspiratif. Terdapat 2 pilihan untuk mengakhiri sebuah cerita, yaitu happy ending dan sad ending. Kebanyakan orang lebih menyukai cerita dengan happy ending. Padahal tidak masalah jika sebuah cerita berakhir dengan sad ending, karena yang terpenting adalah terdapat pesan positif yang menjadi kesimpulan cerita tersebut. Oleh karena itu, akhirilah cerita dengan pesan yang baik, positif, dan inspiratif, sehingga dapat menjadi panutan bagi audiens dan dapat diingat oleh audiens dalam waktu yang lama. Bungkus pesan dengan kalimat pendek namun berdampak atau frasa yang mudah diingat.

Agar presentasi dapat menarik perhatian audiens, sampaikanlah dengan menyertakan cerita atau menggunakan teknik storytelling. Pertimbangkan teknik yang sudah dijelaskan di atas untuk digunakan dalam presentasimu selanjutnya. Selain itu, perhatikan juga tampilan deck presentasi. Presentasi yang baik tidak hanya menggunakan kata-kata dalam penyampaiannya, tetapi juga dengan menyertakan visual yang dapat mendukung penjelasan. Karena 90% informasi yang dapat diterima oleh otak adalah informasi yang berasal dari visual.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com