Posts

Pertahankan Perhatian Audiens dengan 3 Metode Presentasi Ini

Jasa Presentasi – Kamu mungkin sudah mengetahui cara melakukan pembukaan yang menarik perhatian audiens presentasimu, tetapi apakah hal itu dapat menjamin bahwa audiens dapat mempertahankan perhatian audiensmu hingga presentasi selesai?

Dikutip dari 24slides.com, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk mempertahankan perhatian audiens dan menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi mereka dalam mendengarkan presentasi.

  1. Metode Godin

Pada metode Godin, presentasi dilakukan dengan menggunakan gambar dalam menyampaikan konsep kepada audiens. Kunci sukses metode ini adalah pemilihan gambar yang tepat dan sesuai, sehingga dapat menggambarkan konsep atau konten dalam presentasi dengan baik. Tujuannya presentasi dengan metode in adalah untuk membuat audiens memahami hubungan antara topik yang dijelaskan dengan gambar yang ditampilkan. Gambar berfungsi untuk membangkitkan perasaan audiens sehingga terhubung dengan presenter. Hal ini memudahkan presenter dalam menjelaskan topik presentasi serta memudahkan audiens memahami apa yang dijelaskan presenter.

  1. Metode Takahashi

Metode Takahashi memanfaatkan ukuran teks. Pada metode ini, presentasi dibuat dengan membuat teks menjadi besar. Karena teks dibuat dengan ukuran yang besar, tentu teks yang disertakan jumlahnya tidak banyak, hanya teks singkat yang mengandung inti atau poin sebuah slide. Kata yang menjadi inti slide dibuat dengan ukuran yang lebih besar dari kata lainnya. Presentasi dengan mertode ini tidak menggunakan gambar atau visual pendukung lainnya, hanya teks. Jika harus menggunakan visual pendukung, ukurannya dibuat lebih kecil dan ringkas.

  1. Metode Lessig

Metode Lessig mengharuskan audiens untuk memahami atau mengingat slide dalam waktu 15 detik. Pendekatan ini membantu audiens untuk fokus pada konten dan mencegah audiens mengalihkan perhatian mereka dari presentasi. Pada metode ini, presenter dapat menggunakan gambar atau teks dalam menjelaskan konten presentasinya, namun idealnya, presenter tidak menggunakan keduanya secara bersama dalam satu slide.

Jika kamu ingin membuat presentasimu menarik dan membuat audiens tidak berpaling di tengah-tengah presentasi, metode-metode di atas dapat menjadi referensi.

Sumber : https://24slides.com/blog/3-presentation-styles-to-keep-your-audience-entertained/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

4 Kesalahan Ini Membuat Calon Investormu Lari

Jasa Presentasi – Menjabarkan ide bisnis yang ditujukan pada calon investor merupakan salah satu jenis presentasi yang paling menegangkan, karena dapat menentukan masa depan sebuah bisnis. Oleh karenanya, banyak presenter yang merasa grogi dan gugup ketika harus melakukan presentasi di depan investor. Rasa grogi dan gugup yang meliputi presenter justru akan membuatnya semakin banyak membuat kesalahan dalam penyampaiannya.

Tidak peduli seberapa hebat ide sebuah bisnis, jika dijelaskan dengan presentasi yang buruk, maka dapat berakibat buruk pada ide bisnis tersebut. Bagaimana mencegahnya? Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh banyak presenter ketika menyampaikan ide bisnisnya kepada investor.

  1. Perencanaan yang buruk

Perencanaan merupakan langkah awal yang harus ditempuh sebelum seseorang melakukan suatu kegiatan, tidak terkecuali dengan presentasi. Agar presentasi dapat berjalan lancar dan tersusun rapi, seorang presenter harus melakukan perencanaan yang matang, mulai dari outline materi yang akan disampaikan hingga perencanaan slide presentasi dan penyampaian. Perencanaan yang baik dan matang berguna agar presenter dapat menyampaikan presentasi dengan baik, terstruktur, serta menarik, sehingga calon investor akan mudah memahami dan tertarik untuk melakukan investasi. Selain itu, jika perencanaannya saja sudah buruk, tidak menutup kemungkinan bahwa pelaksanaannya pun akan buruk.

  1. Membuat presentasi satu arah

Beberapa orang yang baru berpengalaman dalam melakukan pitch deck cenderung menyampaikan presentasi seperti melakukan monolog dibandingkan diskusi. Hal inilah yang akan membuat audiens atau calon investor bingung dan akhirnya ragu apakah akan melakukan investasi atau tidak. Solusinya, cobalah untuk membuat presentasi seperti sedang melakukan meeting atau diskusi, misalnya dengan mengambil inisiatif untuk bertanya pada investor mengenai pendanaan.

  1. Berusaha terlalu keras untuk memberi kesan yang baik

Kebanyakan orang yang pertama kali melakukan presentasi pitch deck akan berusaha terlihat baik di mata calon investornya. Oleh karenanya, ia akan berusaha keras untuk menonjolkan kelebihan ide bisnisnya dan mengabaikan kelemahan yang mungkin sudah diketahui oleh calon investor. Hal ini justru akan menimbulkan keraguan pada investor, karena penjelasan yang berlebihan tersebut. Untuk itu, tidak menjadi masalah untuk menjelaskan kelemahan bisnismu, asalkan kamu memiliki solusi untuk mencegah atau menanganinya.

  1. Melebih-lebihkan data

Masih berhubungan dengan kesalahan nomer 3 yaitu tentang melebih-lebihkan kebaikan ide bisnismu. Ketika presenter menyajikan data yang tidak realistik atau berlebihan dan mungkin calon investormu mengetahui hal tersebut, akan membuat calon investormu ragu atau bahkan memutuskan untuk tidak melakukan investasi pada bisnismu. Untuk itu, sajikanlah data yang realistik, karena selain terlihat nyata, juga dapat membuat investor lebih mudah memahami bagaimana mereka akan membantu jika mereka memutuskan untuk melakukan investasi.

Kesalahan-kesalahan di atas merupakan contoh buruk dari penyampaian ide bisnis kepada investor dan perlu dihindari demi kesuksesan presentasi. Manfaatkan kesalahan-kesalahan tersebut untuk membuat pitch deck yang lebih baik, sehingga dapat menarik investor.

Sumber : https://24slides.com/blog/top-4-mistakes-when-pitching-a-business-idea-to-investors/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

9 Tips Mengatur Tipografi untuk Presentasi yang Menarik

9 Tips Mengatur Tipografi untuk Presentasi yang Menarik

9 Tips Mengatur Tipografi untuk Presentasi yang Menarik

Jasa Presentasi – Tipografi merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan dari desain presentasi. Tipografi dapat mengubah tampilan dan feel presentasi. Oleh karena itu, tipografi merupakan unsur penting dalam membuat presentasi yang menarik. Bagaimana cara mengatur tipografi untuk membuat presentasi lebih menarik? Berikut disajikan beberapa tipsnya.

  1. Pilih font yang mudah dibaca

Font dapat mengatur suasana presentasi. Gunakan font yang jelas dan mudah dibaca. Tempatkan juga teks pada posisi yang tepat dan mudah dibaca.

  1. Kombinasikan beberapa font

Gunakan beberapa font agar tampilan slide tidak monoton dan presentasi menjadi lebih menarik. Namun pertimbangkan juga tips nomor 1. Kombinasikan jenis font serif dan sans-serif. Hindari menggunakan terlalu banyak jenis font karena akan membuat tampilan kurang menarik dan berantakan. Gunakan font yang berbeda untuk teks yang menjadi kata kunci sebuah slide.

  1. Tambahkan kontras dengan ketebalan

Jika terdapat suatu teks yang ingin ditekankan dalam sebuah slide, bedakanlah tipografinya dengan menebalkannya. Hal ini berguna untuk menarik perhatian audiens.

  1. Tambahkan kontras dengan ukuran teks

Seperti poin nomor 3, ketika terdapat teks yang ingin ditekankan atau terdapat beberapa teks yang saling bersaing, misalnya judul dan subjudul, ubahlah salah satu ukuran teks untuk menunjukkan teks mana yang lebih penting.

  1. Gunakan warna untuk menekankan kata kunci

Menambahkan warna pada teks merupakan salah satu cara yang efektif untuk memberi tekanan pada kata kunci. Gunakan warna yang lebih menonjol dari teks lainnya. Hindari menggunakan terlalu banyak warna karena akan menganggu dan menghilangkan fokus audiens pada kata kunci yang ingin ditekankan.

  1. Atur Spasi

Mengatur spasi antar teks bertujuan untuk membuatnya agar lebih mudah diikuti. Hal ini akan mempermudah audiens dalam memisahkan satu inti dengan inti lainnya. Selain itu, spasi juga dapat mengatur suasana sebuah slide.

  1. Tambahkan teks pada gambar

Menyertakan teks pada gambar akan membuat tampilan menjadi lebih menarik. Sebuah gambar dapat mendukung teks dan penjelasan sehingga lebih mudah diingat dan dipahami.

  1. Gunakan simbol

Berikan simbol yang mendukung konten. Misalnya jika ingin menampilkan bullet list dalam sebuah slide, gunakan simbol atau gambar untuk menggantikan bullet kustom, sehingga slide menjadi lebih menarik.

  1. Berikan ruang agar slide dapat bernapas

Salah satu hal yang membuat slide menarik adalah kerapian. Atur jarak antara teks atau gambar dengan border. Berikan juga beberapa ruang kosong sehingga slide tidak terlihat penuh, karena slide yang terlalu penuh akan membuat audiens bosan dan tidak mudah untuk dipahami.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Belajar Public Speaking dari Stand Up Comedy

Belajar Public Speaking dari Stand Up Comedy

Belajar Public Speaking dari Stand Up Comedy

Jasa Presentasi – Ketika menjalani karir dalam public speaking, public speaker atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan pembicara pasti pernah mengalami kegagalan. Namun pembicara yang baik akan belajar dari kegagalan. Mereka akan menemukan kelebihan diri, mengetahui hal-hal yang disukai dan tidak disukai oleh audiens, dan belajar bagaimana menarik perhatian audiens.

Komedian adalah orang-orang yang dipaksa untuk mempelajari hal-hal tadi secara cepat. Tidak seperti public speaker, para komedian berisiko untuk disoraki di atas panggung. Namun banyak hal yang dapat dipelajari dari stand up comedian. Berikut ini empat pelajaran yang dapat dipelajari dari stand up comedian.

  1. Make a story that will be loved

Ketika komedian membuat humor, ia harus mengetahui hal-hal yang akan disukai dan dapat menarik perhatian penonton serta mengangkat topik yang sedang booming saat ini. Hal ini yang dapat dipelajari dari seorang komedian. Seorang public speaker perlu memahami audiens, kemudian berusaha menyampaiakn presentasi yang berkesan di benak audiens sehingga mereka akan merasa telah belajar dari presentasi yang disampaikan.

Jad dapat disimpulkan bahwa, baik komedian maupun public speaker, perlu memperhatikan audiens yang ditarget ketika membuat materi, sehingga materi yang akan disampaikannya dapat sesuai dengan karakteristik dan minat audiens.

  1. Learning

Sebelum seorang komedian menjadi terkenal dan dikagumi banyak orang, ia telah memanfaatkan waktunya untuk belajar dari komedian terbaik sebelumnya serta berlatih untuk mengasah keahlian yang dimilikinya. Para komedian menyadari pentingnya belajar dari yang terbaik untuk memahami dinamika humor dan mempelajari reaksi audiens.

Menjadi public speaker yang baik diperlukan latihan. Latihan berbicara tidak hanya dilakukan sendirian di depan cermin, tetapi memberanikan diri untuk tampil di depan publik juga merupakan latihan yang akan mengasah kemampuan menjadi lebih baik. Dan dari penampilannya tadi, pembicara yang baik akan mengevaluasi diri untuk kemudian memperbaiki kekurangan. Selain berlatih dengan praktik langsung, seorang pembicara juga dapat mempelajari teknik atau cara berpresentasi dari para public speaker terkenal misalnya dengan menghadiri seminarnya atau dapat menontonnya melalui video.

  1. Work the room before hitting the stage

Kebanyakan komedian memulai menampilkan humornya di hadapan beberapa orang. Hal ini merupakan cara yang mudah untuk menangani heckler (tukang ejek), karena orang-orang yang mengenalnya akan membantu menangani para heckler yang ada di antara beberapa penonton. Selain untuk menangani heckler, taktik simpel ini juga dapat membantu meyakinkan komedian bahwa humornya sudah sesuai dengan penonton dan disukai serta mendapat reaksi yang baik.

Sedangkan bagi public speaker, work the room dapat diartikan dengan mengenal audiens terlebih dahulu. Public speaker sebaiknya menghindari naik ke atas panggung sebelum mencoba berbicara dengan satu atau dua orang audiens. Public speaker harus berusaha membangun hubungan dengan audiens, sehingga mereka akan merasa percaya diri karena sudah mengenal beberapa audiens yang nantinya diharapkan akan menolong jika terjadi sesuatu yang salah.

Perlu diketahui bahwa heckler dalam bisnis berbeda dengan heckler dalam dunia komedi. Mereka tidak berteriak, “payah” secara langsung, tetapi akan mengangkat tangan dan mengajukan pertanyaan

  1. Work hard

Seinfield dikenal sebagai salah satu komedian terbaik sepanjang masa. Di luar kegiatan stand up nya, dia juga dikenal sebagai pekerja keras lebih dari siapaun dalam bisnis. Orang-orang mengatakan bahwa Jerry Seinfield mempelajari komedi lebih banyak dari siapapun, tampil di atas panggung lebih sering dari siapapun dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menulis lebih dari siapapun. Hal yang dapat dicontoh dari komedian Jerry Sienfield adalah kerja keras dan hustle.

Para public speaker yang hebat tidak akan mengatakan bahwa kehebatannya dalam public speaking merupakan ”bakat alami”. Mereka akan mengatakan bahwa kerja keras yang membuatnya menjadi hebat. Mereka harus bekerja keras mengembangkan keahlian dan selalu belajar dari yang terbaik.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com