Tips Hebat Berlatih Presentasi

Tips Hebat Berlatih Presentasi

Tips Hebat Berlatih Presentasi

Jasa Presentasi  Practice Makes Perfect. Ungkapan ini berlaku untuk semua hal yang berbentuk praktek, tidak terkecuali presentasi. Berlatih merupakan salah satu cara untuk mencapai kesuksesan dalam presentasi. Setelah mengetahui apa saja hal yang harus dilatih sebelum presentasi, berikut beberapa tips untuk melatih presentasi agar sukses.

  1. Simulasikan keadaan

Buatlah simulasi dari kondisi presentasi semirip mungkin dengan kenyataan. Simulasi tidak harus dilakukan dengan nyata, cukup bayangkan saja kondisi yang mungkin terjadi dalam presentasi. Bayangkan terdapat banyak orang dengan mata yang menatap presenter.

  1. Berlatih dalam posisi yang sesuai

Lakukan latihan dalam posisi yang sesuai dengan posisi yang akan dilakukan dalam presentasi. Misalnya, ketika presentasi akan dilakukan dalam posisi berdiri, maka lakukan latihan pada posisi berdiri. Jika presentasi akan dilakukan dalam posisi duduk, lakukan juga latihan dalam posisi duduk. Latihlah body language yang akan digunakan dalam presentasi.

  1. Rekam proses latihan

Merekam proses latihan berguna untuk memberikan evaluasi dan koreksi. Apakah masih ada yang kurang dan tidak sesuai dalam presentasi? Atau apakah presenter masih harus berlatih kembali untuk mematangkan penyampaian?

  1. Mainkan suara pada background

Hal ini berfungsi untuk meningkatkan fokus presenter, sehingga nanti ketika menyampaikan presentasi secara nyata, presenter tidak akan merasa terganggu oleh suara-suara yang mungkin terjadi dalam presentasi.

  1. Jangan terpaku pada naskah

Berlatih bertujuan untuk memperlancar penyampaian, sehingga presenter terlihat menguasai topik yang disampaikan. Latih juga pengucapan dan penyampaian untuk mengurangi atau menghilangkan kata “emmm” ketika berpikir. Oleh karena itu, hindarilah menghafal naskah ketika akan menyammpaikan presentasi. Kuasailah topik dengan menghafal poin-poinnya saja, kemudian kembangkan sendiri penjelasan atas poin-poin tersebut.

  1. Minta bantuan teman

Mintalah seorang teman untuk mendengarkan latihan presentasimu dan minta juga mereka untuk memberikan tanggapan berupa kritik dan saran.

  1. Berlatihlah sesering dan sebanyak mungkin

Berlatihlah sampai merasa lancar dalam menyampaiakn konten dan merasa nyaman dengan body language dan suara.

 

Penelitian menunjukkan bahwa berlatih dengan cara membayangkan dan memikirkannya di dalam otak dapat meningkatkan memori dan daya ingat dari pada berlatih semalaman sebelum presentasi dapat meningkatkan memori atau daya ingat. Oleh karena itu, berlatihlah beberapa hari sebelum hari presentasi, hindari berlatih secara mendadak, misalnya satu malam sebelum presentasi. Selain terburu-buru, cara ini sangat tidak efektif karena presenter akan lebih berisiko untuk lupa ketika menyampaikan presentasi.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

 

5 Kesalahan Fatal Body Language Yang Harus Dihindari

5 Kesalahan Fatal Body Language Yang Harus Dihindari

5 Kesalahan Fatal Body Language Yang Harus Dihindari

Jasa Presentasi Body language merupakan salah satu metode komunikasi yang penting, terlebih ketika melakukan presentasi. Menggunakan body language dapat membantu presenter untuk menyampaikan pesan dengan sukses jika dilakukan dengan benar dan relevan. Namun jika presenter menggunakan body language yang tidak sesuai dan tidak akurat, malah akan menjadikannya sebagai pengganggu bagi audiens, akibatnya pesan menjadi sulit diterima.

Berikut ini beberapa kesalahan dalam melakukan body language dalam presentasi yang harus dihindari untuk kesuksesan presentasi.

  1. Tangan

Tangan merupakan anggota tubuh yang paling sering bergerak. Banyak presenter yang melakukan kesalahan dengan melakukan gerak tangan yang tidak sesuai. Bagaimana gerak dan posisi tangan yang salah dalam presentasi?

  • Menyembunyikannya di belakang badan
  • Menggenggam kedua tangan dan memposisikannya di depan badan
  • Memasukkannya ke dalam saku
  • Menyilangkannya
  • Melakukan gerak tangan lainnya yang tidak sesuai atau tidak relevan dengan materi yang sedang disampaikan

Kesalahan-kesalahan di atas akan memperlihatkan kegugupan presenter dan membuat audiens kehilangan kepercayaan, karena mereka akan beranggapan bahwa presenter tidak kompeten dalam menyampaikan presentasi. Presenter juga akan terlihat tidak yakin, kurang antusias dan tidak tertarik dengan presentasi yang disampaikannya. Selain itu, beberapa audiens juga mungkin akan menganggapnya tidak sopan. Hal ini dapat menyebabkan audiens kehilangan ketertarikan untuk memperhatikan presentasi atau bahkan tidak tertarik sama sekali pada presentasi yang disampaikan.

  1. Menghindari kontak mata

Kontak mata, dalam presentasi, berfungsi untuk menghubungkan presenter dengan audiens, sehingga topik yang disampaikan akan lebih mudah dipahami dan diterima audiens. Namun banyak presenter yang menghindari kontak mata dengan audiens karena merasa gugup dan grogi. Hal ini akan membuat presenter terkesan tidak profesional dan audiens akan sulit untuk terhubung dengan presentasi yang disampaikan.

  1. Lupa untuk tersenyum

Mungkin kebanyakan presenter merasa gugup dan telalu serius ketika menyampaikan presentasi, sehingga lupa untuk tersenyum. Padahal senyum merupakan senjata terampuh untuk mencairkan suasana. Lupa untuk tersenyum selama presentasi akan membuat audiens bosan dan tidak tertarik dengan apa yang sedang disampaikan.

  1. Postur yang buruk

Postur merupakan salah satu atribut terpenting dalam body language ketika menyampaikan presentasi. Jika presenter berdiri dengan bahu yang turun dan posisi badan bungkuk akan mengesankan bahwa presenter kurang bersemangat dan kurang profesional. Jika presenternya saja tidak bersemangat, bagaimana dengan audiensnya? Audiens juga akan terbawa suasana yang dibawa oleh presenter.

  1. Berpindah posisi secara berlebihan

Melakukan perpindahan posisi memang baik jika dilakukan secara wajar. Jika perpindahan ini dilakukan secara berlebihan dan terus menerus, maka dapat mengganggu fokus audiens. Jika fokus audiens terganggu akan mengakibatkan pesan dan informasi yang disampaikan dalam presentasi menjadi tidak mudah diterima dan dipahami.

 

Kesalahan-kesalahan di atas dapat dijadikan acuan untuk menggunakan body language yang lebih baik sehingga presentasi mendapat kesuksesan. Agar lebih jelas, bacalah beberapa tips menggunakan body language dalam presentasi, sehingga dapat terhindar dari kesalahan-kesalahan di atas.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

3 Hal Ini Harus Dilatih Demi Kesuksesan Presentasi

10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking

10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking

Jasa Presentasi Practice Makes Perfect. Ungkapan itu selalu berlaku untuk semua hal yang memerlukan praktek, tidak terkecuali dengan presentasi. Agar presentasi yang disampaikan dapat sukses dan audiens tertarik untuk memperhatikan serta memahami apa yang disampaikan, presenter perlu melakukan persiapan yang matang, salah satunya dengan cara berlatih.

Apa saja yang perlu dilatih agar presentasi yang disampaikan berhasil dan menarik? Terdapat 3 hal yang harus dilatih sebelum presentasi, yaitu sebagai berikut.

  1. Body language

Body language merupakan komunikasi non-verbal yang mendukung penyampaian presentasi. Gestur, pergerakan, postur, dan ekspresi wajah merupakan beberapa hal yang perlu dilatih agar penyampaian semakin menarik dan dapat membantu juga agar presenter terhubung dengan audiens, sehingga tujuan presentasi dan pesan dapat tersampaikan kepada audiens.

  1. Suara

Beberapa orang mungkin akan merasa gugup dan grogi ketika akan melakukan public speaking. Hal ini terkadang dapat membuat presenter lupa dengan apa yang akan disampaikannya dan terkadang membuat penyampaian menjadi tidak terkontrol, misalnya penyampaian menjadi terburu-buru dan artikulasi tidak jelas. Oleh karena itu, latihlah kecepatan dan volume serta perubahan suara yang harus dilakukan untuk membuat penyampaian lebih menarik.

  1. Konten

Unsur utama dari sebuah presentasi adalah konten. Pelajari konten berserta alur dan cara penyampaiannya agar presenter lancar ketika menyampaikannya di depan audiens. Perhatikan bahasa dan susunan kalimat yang digunakan, apakah mudah dipahami atau tidak.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

10 Powerful Body Language Tips

Jasa Presentasi – Body language merupakan unsur penting yang harus disertakan dalam presentasi atau public speaking agar penampilan tidak membosankan dan audiens dapat terhubung dengan speaker serta materi yang disampaikannya. Berikut beberapa tips untuk melakukan body language dalam public speaking.

baca juga : Tips Menggunakan Bahasa Tubuh dari Pembicara Hebat

 

  1. Untuk menambah kepercayaan diri selama presentasi, bukalah dada dan tangan dalam batas sewajarnya serta jagalah agar punggung tetap tegak. Posisi ini membuat pernapasan lebih baik dan lebih santai.
10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking

10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking (Sumber: tinsel.tv)

 

  1. Untuk membuat audiens merasa nyaman, berikan senyuman kepada mereka, karena senyuman adalah senjata terampuh yang dimiliki manusia.
10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking

10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking (Sumber: lifehack.org)

  1. Untuk menarik perhatian, gunakan gerakan tangan yang wajar dan lakukan kontak mata dengan audiens, sebab audiens akan lebih menghormati speaker yang memberikan pandangan langsung di mata mereka, sehingga audiens akan lebih memperhatikan.
10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking

10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking (Sumber: howcommunicatelikeaprofessional.blogspot.co.id)

 

  1. Untuk menunjukkan kewibawaan, tetaplah tenang dan gunakan gerakan tubuh yang halus namun kuat. Cara ini akan membuat audiens percaya dan memandang speaker atau public speaker sebagai orang yang penuh percaya diri.
10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking

10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking (Sumber: obamania.yolasite.com)

 

  1. Agar presentasi lebih hidup, berjalanlah di sekitar tempat berdiri. Misalnya, jika ada 3 poin yang akan dipresentasikan, lakukan posisi pertama ketika membahas poin A, kemudian berpindah 2 atau 3 langkah dan bahas poin B, kemudian berpindah lagi ketika akan membahas poin C. Perlu diingat untuk tidak berlebihan dalam ketika melakukan perpindahan ini.
10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking

10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking (Sumber: youtube channel ted)

 

  1. Untuk menjaga perhatian audiens agar tetap pada presentasi yang disampaikan, kombinasikan beberapa gerak tubuh selama presentasi. Lakukan open gesture, gerakan kecil, gerakan yang melibatkan kepala, tangan, lengan, dan lain-lain.
10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking

10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking (Sumber: pediaa.com)

 

  1. Untuk menarik perhatian dan menyoroti atau mempertegas sebuah inti presentasi, gunakan tangan untuk menunjuk langsung dan alihkan pandangan pada layar atau tampilan presentasi pada waktu yang bersamaan, sehingga audiens akan mengikuti gerak mata dan tangan speaker dan membuat mereka fokus pada inti yang ditunjukkan.
10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking

10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking (Sumber: soup.io)

 

  1. Untuk mendorong keterlibatan audiens, gunakan open gesture (reaksi penerimaan) dan jika memungkinkan berjalanlah di sekitar audiens. Audiens cenderung akan berpartisipasi lebih ketika mereka dekat dengan speaker.
10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking

10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking (Sumber: thesaleslion.com)

 

  1. Untuk mengubah pertanyaan yang sulit menjadi terlihat mudah, berhentilah sejenak, ambil nafas secara perlahan, kemudian jawab pertanyaan sembari melihat mata audiens yang bertanya.
10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking

10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking (Sumber: zanjbil.com)

 

  1. Untuk membuat audiens tertarik, gunakan gerak tubuh positif selama presentasi, misalnya mengangguk, open gesture, tersenyum, dan lain sebagainya.
10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking

10 Tips Menggunakan Bahasa Tubuh saat Public Speaking (Sumber: pinterest)

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

 

5 Kesalahan Public Speaking Yang Banyak Dilakukan Pemula

5 Kesalahan Public Speaking Yang Banyak Dilakukan Pemula

5 Kesalahan Public Speaking Yang Banyak Dilakukan Pemula

Jasa Presentasi – Kurang pengalaman, mungkin menjadi alasan banyak public speaker gagal dalam presentasi. Namun bukan hanya karena hal tersebut. Oleh karena itu, sebelum melakukan presentasi, presenter perlu mengetahui kesalahan-kesalahan apa yang dapat membuat sebuah presentasi gagal, sehingga presenter dapat menghindarinya.

  1. Terlalu fokus untuk tidak membuat kesalahan

Presenter pemula biasanya akan lebih fokus untuk tidak membuat kesalahan dibandingkan fokus pada menyampaikan pesan yang relevan untuk audiens. Akibatnya, audiens tidak mendapatkan manfaat dari presentasi yang didengarnya dan presenter gagal mencapai tujuan melalui presentasi yang dilakukannya. Untuk itu, berfokuslah dalam menyampaikan pesan, maka kesalahanpun dapat terhindari.

  1. Tidak melakukan kontak mata

Kebanyakan orang memiliki ketakutan akan public speaking. Salah satu alasannya adalah karena mereka menghadapi banyak orang dengan berbagai penilaian mereka. Akibatnya, kebanyakan presenter akan menghindari kontak mata dengan audiens. Padahal kontak mata akan menunjukkan kepercayaan diri presenter dan dapat membuat audiens terhubung dengan presentasi yang sedang disampaikan.

Agar pesan dan tujuan presentasi dapat tersampaikan, pastikan untuk melakukan kontak mata dengan audiens.

  1. Kurang persiapan

Persiapan dan latihan merupakan kunci kesuksesan dalam semua bidang. Beberapa presenter pemula mungkin akan merasa cukup ketika melakukan latihan satu atau dua kali. Padahal ini merupakan jumlah yang sedikit untuk dapat menyajikan presentasi dengan lancar dan berhasil. Oleh karena itu, demi keberhasilan presentasi, lakukanlah latihan beberapa kali sampai presenter menghafal alur dan menguasai konten di luar kepala.

Praktekkan presentasi di hadapan beberapa rekan sebelum tampil di hadapan publik. Hal ini bertujuan agar presenter mendapat tanggapan yang membangun agar lebih baik ketika menyampaikannya di hadapan publik. Selain berguna untuk memperlancar presentasi, berlatih juga dapat membantu presenter untuk lebih percaya diri.

  1. Kurang bersemangat

Faktor utama yang membuat sebuah presentasi membosankan adalah kurangnya antusiasme dan semangat presenter dalam menyampaikan presentasi. Oleh karena itu, lakukanlah beberapa hal yang dapat meningkatkan energi sebelum masuk ke ruang presentasi. Misalnya dengan mengkonsumsi makanan sehat dan memiliki tidur yang cukup sebelum hari presentasi. Pastikan untuk berbicara dengan lantang, jelas dan ekspresif, berjalanlah di sekitar panggung, dan nikmati suasana beserta topik yang disampaikan.

  1. Terlalu terburu-buru

Ketika merasa gugup dan grogi, adrenalin dalam diri akan semakin naik. Hal ini menyebabkan jantung berdegub kencang dan akibatnya akan mempercepat napas. Hasilnya, saat berbicara, akan terdengar terburu-buru. Oleh karena itu, sebelum hari presentasi tiba, berlatihlah untuk menyampaikan presentasi dengan santai. Berhentilah sejenak untuk memberikan waktu kepada audiens untuk berpikir dan mengembalikan fokus mereka pada presentasi.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Tips Menggunakan Bahasa Tubuh dari Pembicara Hebat

Jasa Presentasi – Bahasa tubuh adalah hal esensial yang wajib didayagunakan oleh setiap pembicara. Banyak pembicara publik atau orator yang terkesan membosankan dalam membawakan sebuah pidato, orasi, presentasi, dan lain sebagainya. Salah satu faktornya adalah mereka tidak menberdayakan bahasa tubuh sebagai pendukung utama public speaking. 

Berikut ini adalah Tips dari Dananjaya Hettiarachchi, pemeang World Champion Public Speaking Contest pada tahun 2014 yang diselenggarakan oleh Toastmaster International, Cuplikan penampilannya pernah kami bahas di artikel sebelumnya.

Tips Pertama, Dalam video tersebut dijelaskan bahwa ketika orang merasa gugup saat menghadapi aktifitas public speaking. Mereka biasanya akan menutupi organ vitalnya seperti melipat tangan di depan perut, atau menyilangkan jari jemari kedua tangan. Sedangkan bahasa tubuh semestinya adalah membiarkan bagian depan tubuh kita terbuka agar tidak ada jarak antara pembicara dan audiens.

Tips kedua, Biarkan telapak tangan terbuka. Salah satu cara melatih agar bahasa tubuh tersebut secara otomatis digunakan adalah dengan cara melihat telapak tangan kita dan membaliknya, ternyata, mata kita akan lebih rileks ketika melihat bagian depan telapak tangan. Pembicara hebat membuka telapak tangan saat berbicara.

Tips ketiga, Coba bersahabat dengan panggung. Ketika kita bersahabat dengan panggung, maka kita akan merasa nyaman. Kenyamanan berpengaruh pada keberanian kita membuka bahasa tubuh serta berjalan menguasai panggung.

Bagaimana apabila terdapat podium ? Tips keempat, jika terdapat podium saat kita berbicara, maka jangan letakkan tangan kita pada podium apalagi menyandarkan anggota tubuh. Jika terdapat podium, maka jaga jarak yang nyaman dengan podium dan tetap gunakan bahasa tubuh serileks mungkin.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

10 Cara Mengubah Bullet Point Menjadi Menarik

10 Cara Mengubah Bullet Point Yang Membosankan

10 Cara Mengubah Bullet Point Menjadi Menarik

Jasa Presentasi – Semua presenter pasti menginginkan presentasinya sukses. Kesuksesan presentasi dapat dilihat dari reaksi audiens, apakah audiens antusias dan memahami penjelasan dalam presentasi? Untuk itu, presenter perlu menarik perhatian audiens dengan menyampaikan presentasi yang memukau didukung oleh slide presentasi yang menarik.

Salah satu ciri slide presentasi yang menarik adalah slide presentasi yang tidak memiliki bullet point. Bullet point dimaksudkan untuk membantu presenter dalam menyampaikan presentasi agar alurnya jelas dan tersusun rapi. Namun kebanyakan presenter menyertakannya ke dalam slide, padahal menyajikan presentasi dengan bullet point akan membuat audiens bosan.

Tapi, bagaimana jika teks tidak dapat lebih diringkas karena alasan legal atau karena alasan lain yang mengharuskannya untuk tidak diringkas? Bagaimana cara membuat presentasi dengan bullet point agar menarik dan tidak membosankan? Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan.

  1. Berikan highlight pada kata kunci

Cara termudah yang dapat dilakukan untuk membuat slide presentasi yang menarik jika terpaksa harus menggunakan bullet point adalah dengan menyoroti kata kunci. Gunakan tipe font yang berbeda dengan teks pendukung lainnya yang lebih tebal. Atau dapat menggunakan jenis dan tipe font yang sama namun buat kata kunci menjadi lebih tebal dengan bold. Atau dapat juga dengan memberikan warna yang berbeda pada kata kunci dengan teks pendukung.

Berikan spasi yang cukup antara satu poin dengan poin lainnya agar audiens dapat dengan mudah memisahkan inti bullet point yang satu dengan lainnya. Buat ukuran point menjadi lebih besar, kemudian redupkan warnanya atau dapat juga dengan menghilangkannya.

  1. Pisahkan ke dalam beberapa slide

Jika teks dalam satu bullet point terlalu banyak dan akan membuat slide penuh dengan teks, pisahkan bullet point menjadi beberapa slide. Hal ini memang akan membuat jumlah slide semakin banyak, namun tidak perlu khawatir selama slidenya menarik. Berikan highlight pada kata kunci dan spasi yang cukup agar audiens dapat memahami dan mengikuti alurnya dengan mudah.

  1. Beri shape dan garis

Buat elemen bullet sendiri dengan menambahkan shape atau garis dan spasi untuk memisahkan satu bullet point dengan yang lainnya. Hal ini dilakukan untuk menarik perhatian audiens meskipun slide memiliki banyak teks. Selain itu juga dapat memudahkan audiens untuk mengikuti alur presentasi. Bullet point dapat dipisahkan dengan shape secara vertikal maupun horizontal, tergantung pada jumlah konten yang disertakan. Tambahkan nomor, judul atau ikon/simbol pada setiap shape, tergantung konten dalam slide. Jika bullet point merupakan penjelasan sebuah tahap atau proses, dapat ditambahkan nomor, selain itu dapat menggunakan ikon atau simbol untuk mendukung teks.

  1. Tambahkan ikon

Menambahkan ikon atau simbol pada slide yang banyak berisi teks merupakan cara yang tepat untuk dilakukan karena akan menambah ketertarikan secara visual pada slide tersebut. Tidak seperti gambar, ikon atau simbol tidak memerlukan banyak ruang. Namun tidak semua ikon atau simbol dapat dipahami secara individu karena mereka hanya pendukung teks. Oleh karena itu, pilih dan gunakan ikon atau simbol yang tepat dan relevan agar audiens mudah mengingatnya.

  1. Gunakan tabel

Cara termudah dan tercepat untuk memisahkan teks ke dalam bentuk yang lebih jelas adalah dengan menggunakna tabel sederhana. Tambahkan garis antar sel tabel untuk memberikan efek visual. Berikan kata kunci atau ikon/simbol dengan memisahkannya pada tabel yang berbeda. Berikan pula spasi yang cukup agar bullet point yang satu dan lainnya dapat dibedakan. Selain itu, spasi juga dapat menambah efek visual sehingga meskipun terdapat banyak teks pada slide, audiens tetap dapat mengikuti alurnya dengan mudah.

  1. Gunakan SmartArt

SmartArt merupakan cara yang cepat dalam menciptakan visual dalam PowerPoint. Namun perlu kehati-hatian dalam menggunakannya agar visual tidak berantakan. Tambahkan highlight dan ikon yang relevan untuk membuatnya semakin menarik dan mudah dipahami.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

10 Fakta Tentang Visual Yang Harus Kamu Tahu

10 Fakta Tentang Visual Yang Harus Kamu Tahu

10 Fakta Tentang Visual Yang Harus Kamu Tahu

Jasa Presentasi – Bandingkan 2 gambar di atas. Mana yang lebih menarik?

Bukankah gambar 2 lebih menarik dibandingkan gambar 1? Mengapa? Karena gambar 2 menggunakan lebih dari satu warna dan menggunakan sebuah gambar sebagai background yang menjadi pendukung teks. Mengapa menggunakan banyak warna dan gambar dapat membuat tampilan menarik? Berikut beberapa fakta mengenai visual dari ethos3 yang harus kamu tahu.

  1. Visual 94% lebih menarik dari pada informasi yang hanya berisi teks.
  2. Infografik meningkatkan traffic website rata-rata sebesar 12%.
  3. Audiens menghabiskan waktu 100% lebih banyak pada halaman yang berisi konten visual.
  4. Visual membantu pikiran manusia sebanyak 60.000 kali lebih cepat dalam memproses informasi.
  5. Foto, gambar, dan video 100% lebih menarik.
  6. Presentasi yang paling terkenal menggunakan gambar rata-rata sebanyak 37 atau lebih gambar atau simbol.
  7. Visual meningkatkan daya ingat sebanyak 42%.
  8. 50% postingan di tumblr adalah foto.
  9. Rata-rata rentang perhatian adalah selama 2,8 – 8 detik.
  10. Konten dengan visual/video 3 kali lebih menarik dibandingkan memberikan sebuah link yang terhubung dengan artikel lain.

Fakta-fakta di atas dapat dijadikan acuan untuk membuat presentasi atau membuat konten website yang menarik dengan bantuan visual. Gunakan lebih banyak visual agar pesan dan informasi lebih mudah diterima dan diingat. Manfaatkan fakta nomor 9 untuk membuat presentasi, iklan, atau konten website agar dapat menarik perhatian audiens.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

15 Cara Menyampaikan Pesan Agar Berkesan dalam Presentasi

15 Cara Menyampaikan Pesan Agar Berkesan dalam Presentasi

15 Cara Menyampaikan Pesan Agar Berkesan dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Seorang presenter mungkin memiliki konten yang menarik untuk disampaikan. Namun hal ini tidak akan menarik lagi jika presenter tidak dapat menyampaukannya dengan baik dan menarik. Untuk itu, berikut disajikan 15 cara menyampaikan pesan yang berkesan.

  1. Mulai dengan rencana

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan data dan informasi. Setelah itu, buatlah perencanaan dengan menyusun outline presentasi dari materi yang sudah dikumpulkan. Rencana presentasi sebaiknya dibuat dengan singkat. Hindari menyertakan terlalu banyak materi yang tidak relevan atau relevan tetapi tidak terlalu penting, karena presenter memiliki waktu terbatas ketika melakukan presentasi.

Outline atau rencana ini dapat disertakan dalam slide presentasi dengan menempatkannya pada bagian awal. Hal ini berguna sebagai gambaran secara umum mengenai presentasi yang akan disampaikan, sehingga audiens dapat mengikuti alurnya.

  1. Ketahui karakteristik audiens

Presenter memiliki tanggung jawab untuk mengatur suasana presentasi dan memastikan audiens memahami apa yang disampaikan. Agar audiens tertarik untuk memperhatikan presentasi, presenter perlu menyertakan hal yang dapat membuat mereka tertarik. Untuk itu, presenter perlu mengetahui karakteristik audiens secara umum. Temukan ketertarikan mereka, kebutuhan mereka, dan harapan mereka (manfaat yang akan mereka dapat) setelah mendengarkan presentasi. Setelah itu, pilihlah bahasa, gambar, dan warna yang sesuai dengan karakter mereka.

  1. Perlakukan presentasi seperti sebuah film

Film yang hebat memiliki ide yang kuat. Hal ini dapat diterapkan juga pada presentasi agar audiens tertarik untuk memperhatikan dari awal sampai akhir presentasi.

Buat pembukaan, penjelasan, dan penutupan yang kuat. Mulai presentasi dengan sebuah tantangan atau permasalahan atau pembukaan lainnya yang dapat meninggalkan kesan yang mendalam bagi audines. Kemudian, lakukan penjelasan dengan tetap menggunakan cara dan menyertakan ide yang menarik. Akhiri penjelasan dengan memberikan klimaks. Hal ini dapat membuat audiens penasaran dan menduga apa yang akan terjadi selanjutnya.

Setelah itu, masuklah pada penutupan dengan memberikan kesimpulan yang logis dan persuasif serta akhiran yang menarik.

  1. Terapkan one point, one slide

Maksud one point, one slide adalah memberikan satu poin atau kata kunci dalam presentasi dalam satu slide. Artinya, sebuah slide tidak boleh mengandung lebih dari 1 kata kunci atau inti yang akan dijelaskan. Hal ini tidak hanya membuat presentasi lebih terstruktur, tetapi juga memastikan audiens untuk dapat mengikuti konten dengan mudah. Gunakan kata kunci atau frasa yang mudah diingat dan hindari menyertakan kalimat yang panjang.

  1. Bullet point adalah pendukung

Semua elemen dalam slide presentasi digunakan sebagai pendukung konten dan penjelasan, tidak terkecuali dengan bullet point. Audiens tidak akan tertarik jika presenter menyampaikan presentasi dengan membaca slide. Oleh karena itu, buatlah teks untuk bullet point dengan ringkas, seperti yang selalu dijelaskan dalam cara membuat slide presentasi yang menarik. Buat bullet point lebih menarik dengan mengubah bullet point kustom dengan gambar atau simbol. Gunakan gambar atau simbol yang relevan.

  1. Persingkat kutipan

Kutipan atau quote merupakan cara yang efektif untuk menunjukkan kepribadian dan kredibilitas pada sebuah presentasi. Seringkali kutipan atau quote yang ingin disertakan terlalu panjang. Oleh karena itu, buatlah kutipan yang akan disertakan menjadi lebih ringkas yaitu dengan cara mengambil kata kunci atau kalimat ini dari sebuah kutipan. Presenter dapat membacakan kutipan secara lengkap ketika presentasi.

  1. Ikuti grid

Mengikuti grid akan membantu slide berdampak secara visual. Hal ini memungkinkan untuk menyusun teks dan gambar sesuai dengan bagaimana presenter menginginkan audiens membacanya. Inilah mengapa penting untuk memperhatikan susunan visual dan titik fokus setiap slide. Hal ini berbeda-beda untuk setiap slide karena inti dan konten setiap slide berbeda-beda.

  1. Pilih font dengan hati-hati

Memilih font yang sesuai merupakan hal yang sangat penting karena dapat berdampak pada desain. Pilih dan gunakan 2 font (satu untuk judul dan satu lagi untuk badan teks). Dapat juga menggunakan jenis font yang sama namun dengan ketebalan font yang berbeda.

Gunakan ukuran font yang cukup untuk dapat dilihat oleh semua orang dalam ruangan. 30pt merupakan ukuran font yang paling direkomendasikan dalam presentasi,

  1. Gunakan skema warna yang seragam

Warna merupakan salah satu hal terpenting dalam presentasi, karena akan menambah keindahan slide presentasi. Gunakan warna gelap dan muda (warna kontras) untuk dikombinasikan menjadi skema warna suatu slide presentasi. Jika presenter berasal dari sebuah perusahaan, gunakan warna perusahaan atau warna merek sebagai warna dasar. Hindari menggunakan warna yang terlalu mencolok, seperti warna neon. Pastikan juga teks mudah dibaca dengan membuat kontras antara warna background dan warna font.

  1. Gunakan lebih banyak visual

Audiens tidak akan tertarik jika slide presentasi menyertakan terlalu banyak teks. Oleh karena itu, eliminasi teks yang tidak terlalu penting dan sertakan teks pendek (kata kunci) dalam slide. Selain itu, tambahkan gambar atau simbol yang relevan dan menarik. Pertimbangkan demografi audiens dalam memilih gambar dan simbol, karena apa yang menarik bagi orang lain, belum tentu menarik bagi beberapa orang lainnya.

  1. Gunakan foto dan grafik berkualitas tinggi

Menggunakan gambar dan grafik untuk membuat slide menarik memang baik. Namun jika gambar atau grafik yang digunakan memiliki resolusi yang buruk, slide juga akan terlihat buruk dan tidak menarik. Oleh karena itu, gunakan foto dan grafik yang berkualitas atau beresolusi tinggi.

Foto yang berkualitas tinggi dapat diperoleh melalui banyak situs yang menyediakannya secara gratis. Hindari menggunakan foto yang sudah banyak digunakan dan ubah gambar secara proporsional.

  1. Sederhanakan grafik dan chart

Grafik dan chart yang kompleks akan membuat audiens kesulitan untuk memahami dan dapat membuat mereka bosan. Oleh karena itu hindari menggunakan grafik dan chart yang kompleks dengan cara menyederhanakannya. Manfaatkan infografik untuk memvisualisasikan fakta.

  1. Berikan ruang pada slide

Slide yang menarik tidak harus penuh dengan gambar dan teks. Berikan sedikit ruang pada slide, sehingga audiens akan lebih mudah mengikuti alur dan lebih mudah memahami apa yang dijelaskan presenter.

Agar slide tidak terlihat penuh, namun masih memiliki background bergambar yang menarik, tambahkan transparansi atau filter pada gambar agar tidak bersaing dengan teks.

  1. Buat Presentasi selalu up to date

Jika presenter akan menggunakan presentasi lebih dari satu, selalu perbarui fakta dan informasi yang mungkin sudah berubah sebelum menyajikannya. Perbarui juga visual presentasi dengan mengubah gambar dan grafik menjadi lebih baru dan mengikuti perkembangan zaman sehingga tidak membosankan.

  1. Akhiri dengan slide yang powerful

Akhiri presentasi dengan call to action yang kuat dan tegas. Kata “terima kasih” atau “selesai” pada slide terakhir tidak akan berdampak pada audiens. Sebagai gantinya, buatlah pesan yang kuat pada akhir slide yang akan diingat oleh audiens.

Buat penutupan slide dengan menambahkan contact person, seperti nomor hp, akun media sosial, atau website.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

9 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Membuat Infografik

9 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Membuat Infografik

9 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Membuat Infografik

Jasa Presentasi – Saat ini, dunia telah mencapai era dimana jumlah informasi yang diterima tidak sebanding dengan kapasitas penerimaan manusia. Hal ini merupakan kesenjangan yang perlu diatasi. Salah satu caranya yaitu dengan mengubah cara berkomunikasi.

Komunikasi tidak hanya dapat dilakukan melalui percakapan dan tulisan, era digital telah menyediakan ruang bagi kita untuk mengembangkan cara berkomunikasi lainnya yang lebih canggih dan mengikuti perkembangan zaman, yaitu komunikasi dengan gambar sebagai pendukung percakapan dan tulisan. Salah satu bentuk komunikasi dengan gambar yaitu infografik.

Beberapa tahun belakang, infografik mulai dikenal dan menjadi salah satu kata kunci yang paling di cari di internet. Mengapa saat ini orang banyak menggunakan infografik? Salah satu alasannya untuk mengubah data dan informasi yang kompleks menjadi bentuk yang lebih menarik. Bagaimana cara mengubah data dan informasi yang kompleks menjadi bentuk yang menarik dengan bantuan infografik?

Hal pertama yang harus dilakukan adalah persiapan. Berikut 9 hal yang harus dilakukan sebelum membuat infografik.

  1. Menentukan Tema/Topik

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam tahap persiapan membuat infografik adalah menentukan tema atau topik yang akan disampaikan. Mungkin jika infografik dibuat untuk tujuan pelaporan, desainer tidak perlu mencari topik. Namun jika topik belum ditentukan, desainer perlu mencarinya, salah satunya dengan menggunakan isu dan permasalahan terkini.

  1. Menentukan Audiens

Setelah menentukan tema/topik, langkah selanjutnya adalah menentukan target audiens. Dengan menentukan audiens yang akan ditarget, desainer infografik dapat menentukan naskah dan tema visual yang tepat dan sesuai untuk suatu infografik.

  1. Menentukan Tujuan

Tentukan tujuan dari infografik yang dibuat. Apakah untuk memperlihatkan tren menggunakan data, atau untuk mengubah informasi kompleks dengan menyajikannya dalam bentuk yang mudah dipahami, atau untuk memperlihatkan pada audiens cara melakukan sesuatu secara step-by-step, atau untuk meningkatkan kesadaran akan suatu permasalahan, atau tujuan lainnya.

  1. Pilih tipe infografik

Setelah menetapkan tujuan, desainer dapat memilih tipe infografik seperti apa yang akan dibuatnya. Apakah comparison infographic (jika memiliki 2 atau lebih hal yang ingin dibandingkan), atau timeline infographic (jika memiliki daftar kejadian dna tanggal penting), atau How-To (jika ingin memberikan panduan step-to-step pada audiens), atau tipe lainnya.

  1. Tentukan Media yang akan digunakan

Setelah mengetahui target audiens dan tujuan infografik, maka dapat ditetapkan media yang akan digunakan. Media di sini berkaitan dengan sarana yang akan digunakan untuk mempublikasikan infografik. Terdapat dua media yang dapat digunakan yaitu media online dan media offline.

Media online biasanya berbentuk digital dan dapat digunakan jika target audiens memiliki cakupan yang luas. Publikasi menggunakan media ini dapat menghemat banyak waktu, lebih mudah dilakukan, dan memiliki banyak wadah yang dapat dimanfaatkan.

Sedangkan media offline biasanya berbentuk selebaran dan dapat digunakan sebagai pendukung penjelasan dalam sebuah presentasi.

  1. Temukan Informasi yang terpercaya

Informasi dan data yang akan digunakan sebagai konten infografik dapat diperoleh dari data atau informasi yang sudah ada atau dapat dengan mengumpulkannya sendiri. Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk memperoleh data antara lain melalui hasil survey atau polling terbaru, laporan yang baru dirilis, jumpa pers, data pribadi suatu perusahaan, penelitian akademis, wawancara, atau melalui survey yang dilakukan sendiri.

  1. Lakukan Interpretasi

Data yang diperoleh dengan mengumpulkan sendiri akan lebih mudah dipercaya ketimbang data dan informasi yang telah tersedia. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan kembali agar kebenarannya dapat dikonfirmasi. Eliminasi data dan informasi yang sekiranya tidak terlalu relevan dengan konten. Lakukan juga interpretasi untuk memperoleh cerita sehingga memudahkan desainer dalam menulis naskah.

  1. Menyusun Naskah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa interpretasi dapat membantuk desainer dalam menyusun naskah. Proses menyusun naskah dapat dilakukan dengan mempertimbangkan target audiens, tujuan, dan permasalahan yang ada. Hal ini untuk mempermudah desainer dalam memilih gaya bahasa dan alur yang digunakan.

Menyusun naskah juga dapat dilakukan dengan membuat kesimpulan dari infografik dengan menuliskannya ke dalam beberapa kalimat. Kemudian padatkan kalimat kesimpulan menjadi sebuah kalimat yang dapat disertakan dalam infografik.

  1. Buat Kerangka kerja

Langkah terakhir dalam melakukan persiapan adalah membuat kerangka kerja. Dalam membuat kerangka kerja perlu diperhatikan kesederhanaan. Sesuaikan kerangka kerja dengan tipe infografik yang telah ditentukan. Hal ini bertujuan untuk membantu dalam menetapkan posisi teks dan gambar agar saling berhubungan.

Kerangka kerja berguna untuk menaksir atau mengukur kesesuaian alur cerita antara poin satu ke poin selanjutnya. Atau dalam artian, kerangka kerja merupakan pendeteksi kesalahan dan ketidaksesuaian yang mungkin terjadi sebelum finishing.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com