Mengatasi Ketakutan Public Speaking dengan Percaya Diri. Bagaimana Caranya?

Banyak orang yang takut ketika akan melakukan public speaking, bahkan bagi mereka yang sudah pernah melakukannya sekalipun. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya rasa percaya diri. Kepercayaan diri merupakan salah satu hal penting dalam public speaking, juga dalam aspek kehidupan lainnya.

Percaya diri bukan sebuah bakat maupun pemberian dari Yang Maha Kuasa, melainkan sesuatu yang bisa dilatih dan dikembangkan. Bagaimana caranya? Dr. Ivan Joseph, seorang Athletic Director dan Kepala Pelatih Tim Sepak Bola Universitas Ryerson dalam TED Talks-nya menjelaskan beberapa cara untuk membangun rasa percaya diri.

Repetition, Repetition, Repetition

Seorang pemain bola yang hebat tidak secara otomatis menjadi hebat, mereka melakukan latihan yang keras dan berulang-ulang. Begitu juga dengan pembicara yang hebat. Mereka melakukan latihan dan tampil di depan banyak orang berkali-kali. Sebab semakin sering kita melakukan suatu hal, semakin besar rasa percaya diri yang kita bangun.

Oleh karena itu, ketika ada peluang atau kesempatan untuk melakukan public speaking, ambil peluang tersebut dan paksa diri supaya terbiasa dengan hal tersebut.

“Practice, Practice, Practice. Don’t accept failure.”

Persistence

Sebelum berhasil menemukan lampu, Thomas Alva Edison mengalami 9.998 kegagalan. Namun siapa sangka, di percobaannya yang ke 9.999, dia akhirnya berhasil menemukan lampu pijar. Jika saja ia berhenti di percobaan ke 9.998, maka dia tidak akan pernah berhasil dalam percobaannya tersebut.

Begitu juga dalam membangun kepercayaan diri. Setelah berlatih, berlatih, dan berlatih, ada hal lain yang tidak kalah penting, yaitu kegigihan. Tidak semua orang dapat bertahan ketika harus melakukan hal yang sama berulang-ulang. Banyak yang akhirnya mundur sebelum mereka berhasil meraih apa yang telah mereka perjuangkan dengan latihan sebelumnya.

Oleh karena itu, kita perlu memaksakan diri untuk tetap melakukan hal tersebut. Juga jangan menyerah sebelum semuanya tercapai.

Positive Affirmation

Kita tidak bisa mengontrol apa yang orang lain rasakan atau ingin katakan kepada kita, namun kita bisa mengendalikan diri kita sendiri dalam menanggapi segala sesuatu yang terjadi pada kita. Ketika orang lain berkata bahwa kita tidak bisa melakukannya, bukan berarti kita benar-benar tidak bisa melakukannya. Sebab bukan orang lain yang menentukan kesuksesan kita, melainkan diri kita sendiri.

Oleh karena itu, kita perlu membangun prasangka baik atau afirmasi positif tentang usaha dan diri kita. Hindari orang-orang yang membawa pengaruh negatif dalam diri. Hindari orang-orang yang bisa menjatuhkan kepercayaan diri.

“I am the captain of my ship and the master of my fate!”

Positive Interpret

Self-confidence People Interpret Feedback the way they choose to. They always interpret it in a positive way.”

Ketika dikritik atau mengalami kegagalan, kita bisa menyikapinya dengan dua hal; pesimis atau optimis. Juga bisa mengartikannya ke dalam dua hal; positif atau negatif. Semuanya tergantung pada kita. Dan yang paling baik adalah menyikapi dengan optimis dan menanggapi dengan positif. Misalnya ketika menghadapi kegagalan, kita bisa menganggapnya sebagai kesempatan untuk memperbaiki dan mengembangkan diri.

 

No one will believe on you, unless you do. Namanya juga kepercayaan diri, maka dimulainya pun dari diri sendiri. Jika kita bisa membangunnya, orang lain juga akan bisa melihatnya. Yang terpenting adalah terus berlatih, tidak mudah menyerah dan berpikiran positif.

Source here


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Tujuh Dosa Public Speaking ini Bikin Audiensmu Cuek Tidak Peduli

Suara manusia, adalah salah satu “instrumen” yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Suara manusia juga mungkin merupakan salah satu bunyi yang paling powerful di dunia, sebab dengan suara, manusia bisa memulai perang, mendatangkan perdamaian, mengakhiri hubungan, atau bisa juga memulai suatu hubungan.

Meski begitu, tidak semua suara manusia ingin kita dengar. Beberapa menjadi angin lalu; masuk telinga kanan, kemudian keluar lagi melalui telinga kiri. Penyebabnya bisa karena kita tidak menyukai si pembicara atau bisa juga karena pembicaraannya tidak penting.

Jika hal ini terjadi pada public speaking yang sedang kita lakukan, tentu rasanya sia-sia berbicara panjang lebar tetapi tidak dipedulikan.

Supaya hal ini tidak terjadi pada public speaking-mu, kamu perlu menghindari tujuh dosa public speaking berikut yang diungkapkan oleh Julian Treasure, seorang ahli suara dan komunikasi.

Gossip

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa terlepas dari “membicarakan orang lain.” Ini sah-sah saja sepanjang tidak menyeleweng dari fakta dan kebaikan, juga tidak disertai dengan pendapatan pribadi yang bisa menjatuhkan nama baik orang yang dibicarakan.

Pun ketika melakukan public speaking. Boleh saja membicarakan orang lain asalkan syarat di atas dipenuhi. Jika perlu, cerita tersebut bisa memberikan inspirasi dan motivasi kepada orang lain yang mendengarkan.

Membicarakan keburukan orang lain dalam public speaking tidak akan membuat audiens semakin memperhatikan dan mempercayai presenter. Justru kredibilitas sebagai presenter bisa turun, sehingga membuat audiens malas untuk memperhatikan.

Judging

Judging dapat diartikan dengan menilai orang lain atau suatu hal hanya dari satu sisi, biasanya dari sisi buruk saja. Tidak ada yang menyukai sifat ini, apalagi jika dilakukan di depan banyak orang. Dijamin tidak ada yang akan mendengarkannya.

Negativity

Semua hal di dunia ini diciptakan dengan dua sisi; baik dan buruk. Tidak ada yang sepenuhnya buruk jika kita mau melihat ke sisi yang lain. Namun bagi seseorang yang memiliki sifat negativity, ia akan bisa menemukan hal negatif (prasangka buruk), bahkan dari hal baik sekalipun. Tidak akan ada yang mau mendengarkannya, apalagi mempercayai apa yang disampaikannya.

Complaining

Mengeluh adalah bentuk lain dari negativity. Jika negativity cenderung berprasangka buruk dan melihat segalanya dalam bentuk negatif, mengeluh adalah bentuk ketidakpuasan terhadap suatu hal yang dialami olehnya. Misalnya, mengenai cuaca. Banyak orang yang mengeluh tentang cuaca hujan, pun juga mengeluh jika hari sedang panas. Atau mengeluh tentang sebuah tugas yang diberikan kepadanya.

Selain menunjukkan rasa kurang bersyukur, mengeluh justru akan menambah kesusahan. Apalagi jika dilakukan di depan banyak orang, tidak akan ada yang mendengarkannya, sebab mereka yang datang hanya ingin mendapatkan informasi atau pengetahuan dari sang pembicara, bukan mendengarkan keluhan.

Excuses

Satu kali memberikan alasan mungkin wajar, namun berkali-kali memberikan alasan dan melemparkannya kepada orang lain atau hal lain tidak lagi wajar. Seakan dirinya paling benar meskipun dia yang melakukan kesalahan dan meminta orang lain untuk memahaminya.

Siapa yang mau mendengarkan seorang pembicara yang terlalu banyak beralasan? Misalnya, ketika ia datang terlambat karena macet, ia akan menyalahkan kemacetan. Kemudian saat flashdisk berisi presentasinya ketinggalan, ia akan menyalahkan orang lain karena kelalaiannya. Oleh karena itu, berusahalah untuk tidak selalu beralasan.

Exaggeration

Tidak perlu berlebihan ketika sedang menjelaskan atau mendeskripsikan sesuatu, jelaskan saja seadanya. Karena berlebihan bisa berubah menjadi kebohongan. Akhirnya sebagai sumber informasi, kita tidak lagi dipercaya dan membuat audiens malas untuk memperhatikan lebih lanjut. Jika sudah begini, pesan yang ingin disampaikan dalam public speaking pun jadi tidak bisa diterima.

Dogmatism

Dogmatism adalah kebingungan antara fakta dan opini. Orang yang dogmatis akan menganggap opininya paling benar dan menolak kebenaran dari fakta yang ada. Mereka menilai suatu kejadian secara objektif, bukan dari kenyataan yang ada.

Siapapun akan sebal dan malas mendengarkan orang dengan karakter seperti ini. Oleh karena itu, penting untuk menghindari sifat ini dan menjadi lebih terbuka dengan pendapat orang lain terutama dengan fakta yang ada.

 

Tidak hanya ketika public speaking saja, sifat-sifat di atas juga perlu dihindari dalam percakapan sehari-hari. Karena komunikasi yang baik dan efektif membutuhkan pemahaman yang baik dari keduanya. Dan untuk memahami, komikator perlu mendengarkan. Jika mendengarkan saja tidak dilakukan, maka tidak mungkin ia paham dengan konten yang sedang dibicarakan.

Source here

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Teknik Publik Speaking: Think Fast, Talk Smart

Public speaking menjadi momok bagi banyak orang. Salah satu alasannya adalah ketika sedang melakukan public speaking, kita sebagai pembicara, menjadi pusat perhatian dan “dituntut” untuk tidak melakukan kesalahan dan berpikir cepat.

Namun, public speaking merupakan hal yang tidak bisa kita hindari. Sehingga, kita perlu mencari solusi dan melawan ketakutan tersebut.

Matt Abrahams, seorang wirausaha dan pengajar dari Stanford, memberikan beberapa tips dan teknik yang bisa kita gunakan ketika melakukan public speaking.

Approach

The first step to effective communication is to approach it in an open way.”

Ketakutan pada public speaking membuat otak kita mengeluarkan pertahanan (defense) dengan menganggapnya sebagai ancaman, sehingga membuat kita merasa takut dan grogi ketika diminta untuk melakukan public speaking.

Hal ini perlu diatasi, yaitu dengan mengubah cara pandang atau pendekatan kita terhadap public speaking. Ubah ketakutan tersebut dengan menganggap public speaking sebagai opportunity. Misalnya, menganggapnya sebagai kesempatan untuk mengekspresikan diri, mengemukakan pendapat, menyampaikan pemikiran, atau kesempatan untuk mengembangkan diri.

Dengan begitu, sesuatu yang kita takuti akan berubah menjadi hal yang kita rangkul, hal yang kita tunggu kedatangannya.

Audience

It’s about their needs, not us.”

Public speaking bukan tentang apa yang pembicara ingin sampaikan, tetapi tentang apa yang ingin audiens ketahui, apa yang audiens butuhkkan, dan apa yang audiens harapkan.

Untuk itu, pembicara perlu mengenal audiens. Siapa mereka? Apa latar belakang mereka? Bagaimana pengetahuan mereka? Setelah itu, pembicara bisa menentukan bagaimana informasi akan disampaikan, sehingga audiens bisa memperoleh apa yang mereka butuhkan.

Context

Melakukan public speaking tidak hanya tentang apa yang akan disampaikan, tetapi juga bagaimana materi akan disampaikan, karena cara penyampaian dapat mempengaruhi pemahaman audiens. Terdapat tiga hal yang perlu dipertimbangkan ketika akan melakukan public speaking.

Waktu

Memilih waktu yang tepat bisa mempengaruhi efektifitas public speaking, sehingga audiens akan lebih mudah menerima, memahami, dan mengingat apa yang disampaikan di dalamnya. Misalnya, pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk melakukan public speaking, sebab tenaga audiens belum terkuras dan pikiran mereka masih fresh.

Emosi/Nada

Kesuksesan sebuah public speaking tidak dilihat dari konten apa yang akan disampaikan, tetapi dari bagaimana konten tersebut disampaikan, bagaimana pembicara dapat menarik perhatian audiens sehingga mau memperhatikan. Salah satu cara untuk menarik perhatian audiens adalah dengan melibatkan “perasaan,” misalnya dengan menyertakan cerita inspiratif atau cerita yang menghibur. Bisa juga dengan mengatur nada ketika bicara; memberikan tekanan pada konten yang penting, meninggikan suara ketika menyampaikan ajakan atau penyemangat, menurunkan suara ketika bercerita tentang kesedihan, dan sebagainya.

Metode

Metode yang dimaksud di sini adalah bagaimana public speaking akan dilaksanakan? Apakah secara langsung atau secara virtual? Pemilihan metode ini tentu akan berpengaruh pada cara pembicara dalam melakukan komunikasi. Pertimbangkan dengan baik ketika memilih metode ini, supaya public speaking yang sudah dilakukan berjalan dengan lancar dan tidak sia-sia.

Structure

Menurut penelitian, manusia lebih mudah memahami informasi yang terstruktur dibandingkan dengan yang tidak terstruktur. Contohnya ketika harus menghafal 12 digit angka, manusia akan lebih mudah jika menghafal dalam formasi 4-4-4 atau 3-3-3-3.

Pun dalam public speaking, konten akan lebih mudah dijelaskan serta lebih mudah dipahami oleh audiens. Informasi yang akan disampaikan perlu disusun sedemikian rupa sehingga terarah dan mudah dicerna.

Terdapat 3 jenis struktur yang bisa kita aplikasikan ketika melakukan public speaking, yaitu.

Chronological Structure. Public speaking disampaikan secara tuntutan waktu. Struktur ini membantu pembicara untuk “membawa” audiens dari satu kejadian ke kejadian selanjutnya.

Problem – Solution – Benefit. Struktur ini merupakan struktur yang cocok digunakan untuk public speaking persuasif. Dimulai dengan menjelaskan permasalahan, kemudian penyelesaian, dan diakhiri dengan penjelasan tentang manfaat yang akan diperoleh.

What? – So What? – Now What? Public speaking dengan menggunakan struktur ini dimulai dengan menjelaskan tentang permasalahan, kemudian “mengapa ini penting?” dan terakhir penjelasan tentang langkah yang harus diambil selanjutnya.

Source here

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Pola Sukses Public Speaking Para Pembicara TED Talks

Jasa Presentasi – Sebelum masuk ke topik utama, tahukah kamu apa itu TED?  TED merupakan sebuah organisasi non-profit yang membagikan video public speaking secara online dari para pembicara dengan berbagai topik yang menarik.

Meski semua pembicara TED bagus dan menarik, tapi terdapat beberapa presentasi yang lebih popular dibandingkan lainnya. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Selain nama pembicaranya yang lebih dikenal, ternyata terdapat beberapa hal yang bisa kita pelajari dari kesuksesan mereka dalam berpresentasi. Seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Vanessa Van Edwards dan timnya.

Vanessa Van Edwards, seorang penulis dan peneliti perilaku manusia, melakukan sebuah penelitian untuk mengatahui pola para pembicara tersebut ketika melakukan presentasi. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan video presentasi yang memiliki views terbanyak (terpopular) dengan video presentasi yang kurang terkenal. Dan hasilnya sebagai berikut.

 

Bukan Apa Tetapi Bagaimana

Karisma, kredibilitas, dan kecerdasan seseorang dapat dilihat dari gestur dan bahasa nonverbal mereka. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Vanessa di mana video presentasi yang ditonton tanpa suara dan video presentasi yang ditonton dengan suara tidak memiliki perbedaan dalam hal peringkat. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Padahal inti presentasi adalah melakukan penyampaian dengan verbal.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa 60 hingga 93% komunikasi yang kita lakukan adalah nonverbal. Oleh karena itu, bagaimana cara kita menyampaikan lebih penting dibandingkan apa yang kita sampaikan. Nah karena presentasi merupakan suatu kegiatan verbal, kita harus bisa mengkombinasikan keduanya. Fokuslah pada bahasa nonverbal sebanyak kita fokus pada bahasa verbal.

 

Semakin Banyak Menggerakkan Tangan, Semakin Sukses

Bahasa nonverbal merupakan salah satu cara untuk menunjukkan dan membangun kepercayaan antara diri kita dengan lawan bicara. Selain itu, ketika seseorang menggunakan tangan untuk menjelaskan suatu topik, kita akan lebih memahaminya dibandingkan yang tidak. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Vanessa dan timnya.

Penelitian yang dilakukan dengan memperhatikan hand gesture menunjukkan hasil bahwa presenter yang menggunakan lebih banyak gerak tangan, memiliki lebih banyak views (penonton) dibandingkan mereka yang lebih sedikit melibatkan gerak tangan. Semakin banyak menggunakan gestur tangan, semakin sukses presentasi tersebut.

 

Jangan Membaca! Naskah dapat Membunuh Karismamu

Selain body language dan gerak tangan, vokal atau suara juga termasuk hal penting yang harus diperhatikan ketika public speaking atau presentasi.

Hasil penelitian Vanessa menunjukkan bahwa semakin bervariasi vokal yang digunakan dalam presentasi, semakin banyak penontonnya. Vokal yang bervariasi dapat meningkatkan karisma dan kredibilitas presenter. Mereka yang menyertakan cerita, melakukan improvisasi, dan bahkan berteriak, seperti yang dilakukan oleh Jamie Oliver dalam TED Talk-nya, akan lebih mudah menarik perhatian dan imajinasi audiens.

Kita tidak akan bisa melakukan hal tersebut jika presentasi dilakukan dengan membaca slide atau naskah. Untuk itu, kita perlu menguasai dan memahami konten. Selain karena kita tidak dapat berimprovisasi, presentasi yang disampaikan dari hasil menghafal dan membaca naskah tidak akan membuat audiens antusias dan tertarik untuk mendengarkan kita.

 

Senyum akan Membuatmu Terlihat Lebih Cerdas

Meski hasil penelitian mengenai senyum menyatakan bahwa para pemimpin biasanya sedikit tersenyum, namun penelitian Vanessa dan timnya menunjukkan hasil yang berkebalikan. Presenter yang tersenyum lebih lama dalam presentasinya menerima peringkat kecerdasan lebih tinggi dari lainnya.

Oleh karena itu, seserius apapun topik yang disampaikan dalam presentasi, usahakan untuk tersenyum. Seperti yang dilakukan oleh Sheryl Sandberg yang kala itu menyampaikan sebuah topik serius mengenai para pemimpin wanita.

 

7 Detik yang Berharga

Seorang peneliti bernama Nalini Ambady mengatakan bahwa sebagai tujuan efisiansi, otak kita menilai (judging) orang lain dalam detik-detik awal pertemuan kita dengan orang lain atau biasa disebut first impression atau kesan pertama. Biasanya hal ini terjadi sebelum terjadi percakapan.

Hal ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Vanessa dan tim, yang menyatakan bahwa para subjek penelitian membuat kesan pertama dan membuat keputusan mengenai presentasi secara keseluruhan dalam waktu 7 pertama dalam video. Oleh karena itu, sebelum naik ke atas panggung, pertimbangkanlah dengan matang konsep yang akan digunakan untuk membuka presentasi. Buat audiens terkesan dan tertarik untuk mendengarkan presentasi lebih lanjut.

 

Meski penelitian ini mungkin tidak selalu relevan untuk semua orang, tapi paling tidak, kita bisa mempelajarinya dan menerapkannya (jika mau) dalam presentasi kita selanjutnya.

 

Sumber : www.scienceofpeople.com


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Lima Aturan Desain Presentasi oleh Nancy Duarte

Jasa Presentasi – Presentasi merupakan salah satu media komunikasi yang biasanya dilakukan oleh satu orang, sebagai sumber informasi dan lebih dari satu orang, sebagai audiens. Presentasi dilakukan untuk memberikan informasi, membujuk, serta meyakinkan audiens presentasi.

Terdapat banyak sekali tokoh yang dapat dijadikan inspirasi bagi kita untuk dapat menyampaikan presentasi dengan cara yang menarik. Salah satunya adalah Nancy Duarte, seorang penulis, pembicara, dan CEO asal Amerika. Ia mengemukakan bahwa terdapat lima rules dalam desain presentasi.

 

  1. Perlakukan Audiens sebagai Raja

Peribahasa pembeli adalah raja sepertinya tidak hanya berlaku pada kegiatan jual-beli, tetapi juga berlaku pada presentasi atau public speaking. Presenter, sebagai sumber informasi memiliki tugas untuk membuat presentasi yang sesuai dengan kebutuhan audiens. Tujuan audiens datang ke tempat presentasi adalah untuk mendengarkan penjelasan mengenai topik yang akan disampaikan. Oleh karena itu, buatlah visual dan sampaikan presentasi dengan cara yang mudah dipahami dan diingat oleh audiens.

 

  1. Sebarkan Ide dan “Gerakkan” Orang

Audiens datang ke tempat presentasi untuk mendengarkan penjelasanmu mengenai suatu topik, bukan untuk membaca 50 halaman karya tulis. Tugas seorang presenter adalah menyampaikan sebuah pesan atau informasi penting yang mungkin berguna untuk audiens. Untuk itu, agar audiens tidak merasa seperti membaca sebuah karya tulis dalam sebuah slide, pertimbangkanlah untuk menyertakan elemen visual dalam presentasimu, seperti gambar, video, ikon, dan lain-lain.

 

  1. Bantu Mereka Melihat Apa yang Sedang Dijelaskan

Sebagian audiens merupakan verbal thinker dan lainnya adalah visual thinker. Verbal thinker dapat diartikan sebagai orang yang lebih mudah mencerna sebuah pesan dalam bentuk penjelasan secara verbal, sedangkan visual thinker adalah mereka yang lebih mudah mencerna sebuah informasi atau pesan dalam bentuk visual. Agar presentasimu dapat menjangkau dan dipahami oleh keduanya, kombinasikanlah teks dengan visual ketika menyampaikan presentasi. Meski teks tetap disertakan di dalamnya, usahakan untuk meminimalisirnya dengan hanya menyertakan poin atau inti. Jika memang terdapat teks yang harus tetap disertakan dalam sebuah slide, kamu bisa menyiasatinya dengan mengubahnya menjadi gambar, chart atau diagram. Selain mengurangi penggunaan teks, hal ini juga akan meningkatkan visual presentasi. Namun perlu diingat untuk selalu menggunakan visual berkualitas tinggi.

 

  1. Terapkan Desain bukan Dekorasi

Banyak presenter yang ingin membuat slidenya terlihat menarik dengan memberikan banyak hiasan tanpa memperhatikan kemudahannya untuk dipahami audiens.. Slide yang baik adalah yang menarik dan mudah dipahami. Membuat slide yang menarik memang penting, namun tidak berarti harus berlebihan. Pertimbangkan juga apakah slide mudah dipahami atau justru membuat bingung audiens. Sertakan sedikit saja teks yang menjadi kata kunci. Jika memang terpaksa harus menyertakan banyak teks dalam satu slide, animasikan agar teks tidak muncul sekaligus. Buat teks-teks tersebut muncul satu per satu, mengikuti penjelasan verbal yang sedang kamu lakukan.

 

  1. Membina Hubungan dengan Visual dan Audiens Presentasi

Bangunlah hubungan yang sehat antara presenter dengan slide yang akan digunakan dan dengan audiens presentasi. Salah satu cara agar presenter terhubung dengan keduanya adalah dengan tidak terpaku pada slide. Untuk itu, presenter perlu membuat slide dengan sedikit teks, sehingga presenter tidak tergoda untuk membaca slide. Sertakan poin utama dalam sebuah slide, kemudian letakkan teks lainnya pada catatan untuk berlatih, berlatih, dan berlatih.

Dari kelima aturan Duarte di atas, dapat disimpulkan bahwa sebuah presentasi akan berhasil jika dapat memenuhi kebutuhan audiens akan informasi. Salah satu caranya adalah dengan menjalin hubungan dengan meraka. Hubungan tidak akan terjalin jika presenter terpaku pada slide presentasi. Oleh karena itu, presenter perlu membuat slide dengan sedikit teks, namun mudah dipahami. Untuk mengakalinya, presenter dapat membantu audiens untuk memahaminya dengan membuat gambaran terhadap apa yang dijelaskannya. Membuat gambaran dalam presentasi dapat dilakukan dengan mengubah konten berupa teks menjadi gambar yang relevan. Atau bisa juga mengubah konten berupa penjelasan sebuah data dengan chart dan diagram.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

Jasa Presentasi – Untuk menguatkanmu ketika melakukan persiapan dan penyampaian presentasi, berikut beberapa quote yang mungkin dapat juga memberikan inspirasi dan gambaran yang menunjukkan presentasi yang baik dan menarik.

 

Lakukanlah persiapan yang matang untuk mengantisipasi hal buruk yang mungkin terjadi. Lebih baik melakukan persiapan lebih daripada kurang.

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

 

Persiapan yang matang itu penting, sehingga penampilan atau presentasimu dapat berjalan dengan baik dan lancer serta meraih kesuksesan.

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

 

Lakukanlah persiapan dengan berlatih sebanyak mungkin. Jika kamu akan melakukan presentasi selama 1 jam, berlatihlah selama 3 jam.

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

 

Rintangan terbesar ketika akan melakukan public speaking atau presentasi adalah melawan demam panggung dan grogi. Agar dapat mengatasinya, kamu perlu tahu betul apa yang akan kamu sampaikan. Untuk itu, diperlukan persiapan dan latihan yang matang.

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

 

Jika kamu ingin presentasi berhasil, kamu harus tahu apa yang akan kamu sampaikan, Agar kamu tahu apa yang harus kamu sampaikan, tetapkanlah tujuan dan pesan yang jelas.

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

 

Slide presentasi merupakan visualisasi dari konten yang disampaikan secara lisan. Oleh karena itu, kamu harus membuatnya dengan menarik dan mudah dipahami. Agar hal ini dapat tercapai, buatlah slide presentasi yang clean, simple, ringkas, dan jelas.

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

 

Less is more, merupakan suatu aturan tidak baku yang perlu ditaati untuk kamu yang ingin menyajikan presentasi dengan menarik. Untuk itu, sertakan sedikit saja teks, buat slide terlihat clean, hindari memadatkan sebuah slide dengan banyak informasi.

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

 

Dengan semakin berkembangnya jaman, teknologi informasi dan komunikasi juga semakin meningkat. Manusia dibanjiri dengan data dan informasi yang berlebihan, sehingga bukannya semakin “pandai”, manusia justru semakin bingung dan akibatnya banyak informasi yang tidak dapat diterima dan diingat. Agar hal ini tidak terjadi pada informasi yang disampaikan dalam presentasimu, buatlah atau sertakan 3 hal inti yang paling ingin disampaikan dalam presentasi.

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

 

Ketika melakukan presentasi, usahakan untuk menyelesaikannya sebelum waktu yang telah ditentukan. Namun, pastikan agar konten presentasi sudah tersampaikan seluruhnya serta pastikan pula agar audiens dapat menerima dan mudah memahaminya.

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

Quote Inspiratif untuk Presentasi Inovatif

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

30 Tips Presentasi yang Dapat Kamu Pelajari dari TED Talks (Part 4)

Jasa Presentasi – Berbicara di depan banyak orang menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Karena ketika kita menjadi seorang public speaker, kamu menjadi pusat perhatian dan menjadi sumber informasi bagi audiens, sehingga kamu ingin melakukan yang terbaik, ingin terlihat kredibel, dan dipercaya oleh audiens. Namun, karena hal ini juga, banyak orang merasa grogi dan gugup. Akibatnya, apa yang disampaikan tidak dapat diterima oleh audiens.

Berbicara mengenai presentasi dan public speaking, para speaker TED menjadi acuan dan contoh bagi banyak presenter lainnya. Karena mereka memiliki cara dan teknik penyampaian yang menarik dan mudah dipahami. Seperti beberapa tips public speaking berikut ini yang dapat kamu pelajari dari mereka, sehingga penyampaian presentasimu menjadi lebih baik dan mendapatkan kesuksesan.

  1. Datang lebih awal dan kenali tempat presentasi

Seringkali, orang merasa grogi dan kurang percaya diri ketika harus tampil di depan banyak orang di tempat yang belum familiar. Untuk menghindari hal ini terjadi, kamu perlu datang lebih awal ke tempat presentasi dan mencoba peralatan yang akan digunakan dalam presentasi. Hal ini untuk menghindari masalah teknis yang mungkin terjadi, sehingga kamu lebih percaya diri dan mengurangi grogi.

  1. Ulangi pertanyaan audiens sebelum menjawabnya

Untuk memastikan bahwa apa yang audiens tanyakan sama dengan apa yang kamu pahami, ulangilah pertanyaan dari audiens sebelum menjawabnya, sehingga kamu dapat memberikan jawaban yang sesuai dan tepat. Selain itu, mengulang pertanyaan berfungsi agar audiens lain juga memiliki pemahaman yang sama serta dapat memberikan lebih banyak waktu untukmu dalam memikirkan jawabannya.

  1. Berbicara dengan perlahan

Ketika merasa gugup dan grogi, jantung akan berpacu lebih cepat, sehingga adrenalin meningkat, dan menyebabkan seseorang untuk berbicara lebih cepat, bahkan terlalu cepat. Karena hal ini, apa yang disampaikan menjadi sulit untuk dipahami. Agar hal ini tidak terjadi padamu, kamu perlu berbicara dengan normal, dengan perlahan, sehingga audiens akan lebih mudah mencerna dan memahami apa yang disampaikan. Untuk melakukan hal ini, kamu perlu mengendalikan diri dengan mengurangi gugup. Aturlah pernapasan sebelum naik ke atas panggung dan berlatihlah sebanyak mungkin, sehingga kamu lebih percaya diri.

  1. Jadilah diri sendiri

Setiap orang memiliki role model mereka masing-masing, tidak terkecuali bagi seorang speaker atau presenter. Terkadang tanpa disadari mereka meniru gaya dari seseorang yang mereka kagumi. Padahal, menjadi diri sendiri merupakan salah satu kunci agar pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh audiens. Seperti yang disampaikan oleh Tim Ferriss, seorang penulis, pengusaha, dan public speaker Amerika, bahwa tidak mengapa jika kamu termasuk orang yang tidak lancar dalam public speaking, yang masih mengucapkan “emmm” dalam presentasi, asalkan kamu memiliki sesuatu yang menarik dan relevan untuk disampaikan.

  1. Ulangi kata kunci

Agar audiens lebih mudah mengingat pesan dan kata kunci yang kamu sampaikan, lakukanlah pengulangan. Jika perlu, berikan contoh dan perumpamaan dari konten yang disampaikan. Untuk itu, kamu perlu menyusun presentasi yang memungkinkan untuk mengulang kata kunci.

  1. Tingkatkan rasa percaya diri sebelum naik ke atas panggung dengan “power posing”

Amy Cuddy, seorang penulis, dosen, dan psikologis sosial dari Amerika, mengatakan bahwa hormon testosteron dan kortisol (hormon stress) dapat diatasi tergantung dari pose badan. Berdiri tegak dengan membusungkan dada dan meletakkan kedua tangan ke pinggang selama dua menit dapat meningkatkan hormon testosteron, sehingga mengurangi rasa gugup dan grogi.

 

Sumber : http://presentationpanda.com/blog/how-to-give-a-great-presentation-ted-talks/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Singkat dan Berkesan, 3 Format Presentasi Ini Patut Dicoba untuk Presentasimu Selanjutnya

Jasa Presentasi – Slide presentasi merupakan pendukung presentasi secara visual. Presenter yang menggunakan slide presentasi memiliki kelebihan dibandingkan mereka yang tidak memakai slide presentasi, terlebih jika presenter tidak memiliki bakat untuk “menghibur” orang lain. Karena slide presentasi merupakan pendukung atau visualisasi dari apa yang disampaikan, jangan sampai hal ini malah mengganggu presentasi. Oleh karena itu, buatlah slide dengan ringkas, mudah dipahami, dan berkesan. Bagaimana caranya? Format presentasi berikut ini dapat menjadi acuan untuk kamu yang ingin membuat presentasi dengan singkat namun berkesan.

  1. Kawasaki (10/20/30)

Format Kawasaki memiliki prinsip 10/20/30 dalam membuat presentasi. Artinya, sebuah presentasi meliputi 10 slide yang dipresentasikan selama 20 menit menggunakan font yang tidak lebih kecil dari 30 point. Melakukan presentasi menggunakan 10 slide dianggap jumlah yang ideal, karena kebanyakan orang hanya dapat mengingat tidak lebih dari 10 konsep yang berbeda sekaligus.

  1. Pecha Kucha (20/20)

Pecha Kucha memiliki format presentasi yang meliputi 20 slide yang dijelaskan selama 20 detik untuk masing-masing slide. Isi slide presentasinya berupa gambar dan perpindahan dari satu slide ke slide selanjutnya diatur secara otomatis (waktunya diatur selama 20 detik untuk satu slide). Format presentasi Pecha Kucha membuat presenter fokus pada topik. Format ini didesain untuk presenter yang mengandalkan gambar ketika memasarkan produk atau jasanya melalui presentasi.

  1. Ignite PowerPoint

Ketika kamu akan melakukan presentasi singkat atau presentasi yang mendadak, kamu dapat menggunakan format ini. Pada format presentasi Ignite PowerPoint, kamu diberikan waktu singkat untuk melakukan presentasi yaitu selama 5 menit. Jumlah slide yang disarankan adalah 20 slide. Waktu penyampaian untuk setiap slide adalah 15 detik.

 

Menyajikan slide presentasi yang ringkas bukan berarti pesan dan inti presentasi tidak dapat tersampaikan dan tidak dapat dipahami audiens. Slide presentasi yang singkat justru membantu audiens untuk lebih mudah dalam memahami konten yang dijelaskan dalam presentasi. Untuk itu, manfaatkanlah format-format presentasi di atas untuk menyajikan presentasimu selanjutnya.

 

Sumber : https://24slides.com/blog/3-radical-presentation-formats-that-will-challenge-your-comfort-zone/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

4 Gaya Presentasi dari Para Presenter Terkenal

Jasa Presentasi – Meraih kesuksesan dalam presentasi merupakan keinginan bagi semua presenter. Namun terkadang, terdapat hambatan yang menyebabkan mereka tidak berhasil dalam menyampaikan pesan presentasi ke audiens, misalnya menggunakan metode yang kurang tepat dalam menyampaikan presentasi atau kurang komunikatif dalam penyampaian. Agar kamu tidak menjadi salah satu presenter yang gagal dalam presentasi, berikut ini disajikan beberapa gaya presentasi yang dilakukan oleh tokoh-tokoh terkenal, yang dapat menjadi contoh dan solusi untuk menentukan gaya apa yang harus diterapkan dalam presentasimu selanjutnya.

Visual Style

Steve Jobs merupakan salah satu tokoh terkenal yang memiliki gaya presentasi dengan visual. Presenter yang memiliki gaya presentasi ini akan menggunakan lebih banyak gambar dibandingkan teks, bahkan bisa jadi ia tidak menggunakan teks sama sekali. Gaya presentasi ini bisa dilakukan juga oleh kamu yang memiliki sedikit waktu untuk melakukan persiapan atau melakukan presentasi itu sendiri.

Free Form Style

Sir Ken Robinson merupakan salah satu presenter TED yang video presentasinya paling banyak dilihat. Ia menyampaikan presentasi tanpa slide atau naskah, akan tetapi ia mengetahui bagaimana menyampaikan presentasi dengan menarik dan mudah dipahami. Ia menggunakan humor dan cerita untuk menjelaskan poin yang ingin disampaikan. Kamu dapat mencontoh cara Sir Ken Robinson ketika kamu diharuskan menyampaikan presentasi tanpa persiapan atau secara mendadak.

Instruktur/Coach Style

Al Gore, mantan wakil presiden Amerika Serikat ini merupakan salah satu contoh tokoh yang sering menggunakan gaya instruktur dalam menyampaikan presentasi. Gaya ini dapat digunakan ketika kamu akan menyampaikan konten yang kompleks. Jika di diterapkan dengan tepat dan dibantu oleh visual yang mendukung, gaya presentasi ini dapat sangat persuasif. Cobalah untuk menyeimbangkan fokus antara materi dan audiens.

Storyteller Style

Salah satu cara untuk meraih kesuksesan presentasi adalah terhubung dengan audiens. Dan salah satu cara agar audiens terhubung dengan presenter adalah dengan menyertakan cerita. Audiens akan tertarik dan lebih mudah memahami apa yang disampaikan dalam presentasi ketika disampaikan dengan menyertakan cerita. Jill Bolte Taylor adalah salah satu tokoh terkenal yang menerapkan gaya presentasi ini. Ia dapat menyampaikan presentasi menggunakan kata-kata yang kuat dan emosional.

 

Empat gaya presentasi di atas merupakan sebagian kecil gaya presentasi yang ada di dunia. Namun, gaya presentasi di atas dapat memberikan inspirasi atau contoh untuk kamu yang masih bingung menentukan gaya presentasi apa yang akan digunakan pada presentasimu selanjutnya.

 

Sumber : https://24slides.com/blog/6-presentation-styles-famous-presenters/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Pertahankan Perhatian Audiens dengan 3 Metode Presentasi Ini

Jasa Presentasi – Kamu mungkin sudah mengetahui cara melakukan pembukaan yang menarik perhatian audiens presentasimu, tetapi apakah hal itu dapat menjamin bahwa audiens dapat mempertahankan perhatian audiensmu hingga presentasi selesai?

Dikutip dari 24slides.com, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk mempertahankan perhatian audiens dan menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi mereka dalam mendengarkan presentasi.

  1. Metode Godin

Pada metode Godin, presentasi dilakukan dengan menggunakan gambar dalam menyampaikan konsep kepada audiens. Kunci sukses metode ini adalah pemilihan gambar yang tepat dan sesuai, sehingga dapat menggambarkan konsep atau konten dalam presentasi dengan baik. Tujuannya presentasi dengan metode in adalah untuk membuat audiens memahami hubungan antara topik yang dijelaskan dengan gambar yang ditampilkan. Gambar berfungsi untuk membangkitkan perasaan audiens sehingga terhubung dengan presenter. Hal ini memudahkan presenter dalam menjelaskan topik presentasi serta memudahkan audiens memahami apa yang dijelaskan presenter.

  1. Metode Takahashi

Metode Takahashi memanfaatkan ukuran teks. Pada metode ini, presentasi dibuat dengan membuat teks menjadi besar. Karena teks dibuat dengan ukuran yang besar, tentu teks yang disertakan jumlahnya tidak banyak, hanya teks singkat yang mengandung inti atau poin sebuah slide. Kata yang menjadi inti slide dibuat dengan ukuran yang lebih besar dari kata lainnya. Presentasi dengan mertode ini tidak menggunakan gambar atau visual pendukung lainnya, hanya teks. Jika harus menggunakan visual pendukung, ukurannya dibuat lebih kecil dan ringkas.

  1. Metode Lessig

Metode Lessig mengharuskan audiens untuk memahami atau mengingat slide dalam waktu 15 detik. Pendekatan ini membantu audiens untuk fokus pada konten dan mencegah audiens mengalihkan perhatian mereka dari presentasi. Pada metode ini, presenter dapat menggunakan gambar atau teks dalam menjelaskan konten presentasinya, namun idealnya, presenter tidak menggunakan keduanya secara bersama dalam satu slide.

 

Jika kamu ingin membuat presentasimu menarik dan membuat audiens tidak berpaling di tengah-tengah presentasi, metode-metode di atas dapat menjadi referensi.

 

Sumber : https://24slides.com/blog/3-presentation-styles-to-keep-your-audience-entertained/


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com