Client’s Story : Yang Lain Bisa Cepat, Kami Bisa Mendadak

Yang Lain Bisa Cepat, Kami Bisa Mendadak

Yang Lain Bisa Cepat, Kami Bisa Mendadak

 

Beberapa hari yang lalu, Kami mendapat email dari klien lama, Arthur namanya. Dua tahun lalu, kami menjadi konsultan presentasinya. Dia menanyakan kabar kami dan mereferensikan kami kepada koleganya yang sedang mengalami kendala dalam mendesain pitch deck untuk memperoleh pendanaan dari venture capital di Amerika Serikat.

Kemudian kami berkomunikasi langsung dengan Shaveer, kolega yang diperkenalkan Arthur kepada kami. Saat itu pukul 8 malam Waktu Indonesia Barat (pukul 8 pagi waktu Amerika), Dia mengatakan akan melakukan presentasi dalam waktu 24 jam dan sangat membutuhkan bantuan kami. Namun karena perbedaan waktu yang signifikan dan saat itu tim kami sedang berada di luar kota, kami baru sempat membalas satu jam berikutnya, pukul 9 malam. Dan saat itu dia membalas bahwa dia telah mendapatkan desainer presentasi dadakan (yang menurut penuturannya belum berpengalaman).

Baca juga : 6 Hal yang Perlu Kamu Pertimbangkan dalam Memilih Desainer Presentasi. Awas! Jangan Sampai Salah!

Baiklah, kami pikir ini belum menjadi rejeki kita dan semoga lain kali bisa bekerjasama dengan mereka kembali. Keesokan harinya saat kami dalam perjalanan menuju kantor, tiba-tiba Shaveer mengirimkan email bahwa mereka akan meng-hire kami. Kami senang bukan main, sambil bergumam “kalau rejeki mah nggak kemana”. Tidak lama berselang, mereka menelepon kami via WhatsApp dan berkata bahwa dia harus mempresentasikan pitch deck tersebut dalam waktu 4 jam. Kami yang saat itu dalam perjalanan menuju kantor segera bergegas agar bisa lebih cepat sampai kantor.

Sesampainya di kantor, kami segera berkoordinasi dengan tim desainer untuk mempercantik tampilan presentasinya. Secara berkala (setiap jam) kami memberikan update kepada klien sejauh mana progressnya. Kami beruntung memiliki banyak pengalaman dalam menangani klien dan pekerjaan dengan deadline yang bahkan bukan lagi dalam hitungan hari, tapi hitungan jam. Dalam kasus ini, dalam waktu 4 jam kami harus menyelesaikan tugas kami. Tepat satu jam sebelum presentasi semuanya selesai dan klien senang dengan kualitas pekerjaan kami.

Testimoni Klien

Testimoni Klien

Dalam industri yang perubahannya sangat cepat seperti sekarang ini memang dibutuhkan partner kerja yang tidak hanya dituntut untuk baik secara kualitas namun juga kecepatan menyelesaikan tugas. Maka tagline kami “yang lain bisa cepat, kami bisa mendadak”

 

Memilif Font yang Tepat untuk Presentasi Hebat: Serif vs San Serif

Font merupakan salah satu elemen yang selalu ada dalam presentasi. Bagi sebagian orang, font mungkin dianggap tidak terlalu berpengaruh pada visual presentasi. Padahal font tidak hanya mempengaruhi visual presentasi saja, tetapi juga bisa mempengaruhi perhatian audiens dan daya ingat mereka terhadap informasi yang disampaikan.

Sebelum menentukan font apa yang akan digunakan, kita perlu tahu jenis font dan perbedaannya satu sama lain.

Secara umum, jenis font dibagi menjadi dua, yaitu font Serif dan Sans Serif. Font Serif adalah jenis huruf yang memiliki garis kecil di ujung-ujung hurufnya. Garis-garis kecil ini berguna untuk menuntun mata pembaca sehingga teks lebih mudah dibaca. Salah satu contoh font Serif adalah Times New Roman. Sedangkan font Sans Serif merupakan jenis huruf yang tidak memiliki garis kecil. Contoh font yang tergolong dalam Sans Serif adalah Arial dan Futura.

Serif vs Sans Serif

Serif vs Sans Serif

Menentukan jenis font tergantung pada media yang akan digunakan dalam presentasi. Jika presentasi akan dilakukan secara digital, maka akan lebih untuk menggunakan font Sans Serif. Selain simple, font Sans Serif lebih mudah dibaca dibandingkan font Serif ketika resolusi media yang digunakan rendah dan ukuran font yang digunakan kecil.

Akan tetapi, jika presentasi tersebut akan dicetak dan diberikan kepada audiens dalam bentuk hardcopy, akan lebih baik untuk menggunakan font Serif. Sebab menurut penelitian yang dilakukan oleh Daniel Oppenheimer, seorang profesor psikologi di Carnegie Mellon University, font yang sulit dibaca dalam bentuk cetak akan meningkatkan daya ingat pembaca.

Sebagai tambahan, gunakan font Serif untuk emailing deck dan ketika menggunakan ukuran font besar serta gunakan font Sans Serif untuk presentasi langsung dan ketika menggunakan ukuran font kecil.

Menentukan jenis font ketika akan membuat presentasi memang terlihat sepele, tetapi memiliki pengaruh besar. Jika dipilih dengan benar, maka font bisa membantu meningkatkan visual presentasi serta membantu meningkatkan daya ingat dan ketertarikan audiens terhadap presentasi. Tapi jika salah dalam memilih, presentasi bisa terkesan membosankan, tidak menarik, dan audiens berharap agar presentasi tersebut segera berakhir.

 

Source : Ethos3

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Mempermudah Desain Presentasi dengan Slide Master

PowerPoint merupakan salah satu software pembuat presentasi yang paling umum dan paling banyak digunakan oleh masyarakat. Selain familiar, PowerPoint juga mudah untuk digunakan. Meski begitu, tidak semua orang menguasai fitur-fitur yang ada di dalamnya. Kebanyakan hanya kenal dengan kulit luarnya saja.

Salah satu fitur yang sangat bermanfaat dalam PowerPoint adalah Slide Master. Slide Master merupakan salah satu fitur yang berfungsi untuk membuat template PowerPoint. Slide Master bisa diakses dengan menemkan tab view pada menu bar PowerPoint. Ketika menu Slide Master ditekan, pengguna seperti akan dibawa ke sisi lain dari PowerPoint. Pengguna bisa mengatur layout slide dan juga membuat tema presentasi.

Untuk lebih jelasnya, berikut disajikan beberapa fungsi dan kelebihan dari Slide Master dalam PowerPoint.

 

Custom Templates

Salah satu kelemahan mendesain presentasi dengan PowerPoint adalah hasilnya terlihat mirip dengan presentasi lain pada umumnya atau kata anak muda zaman sekarang, “mainstream.” Kebanyakan orang hanya akan menggunakan layout dan template yang sudah disediakan oleh PowerPoint (template dan layout default). Hal inilah yang membuat banyak orang mengatakan bahwa “PowerPoint sucks.” Padahal pengguna bisa mengubah template dan layout sesuka hati mereka, sesuai dengan keinginan, dan lain dari pada yang lain dengan menggunakan Slide Master.

 

Changed Consistently, Automatically and Easy

Desain presentasi yang profesional dan menarik adalah presentasi yang desain antar slidenya konsisten dan Slide Master bisa membantu penerapannya menjadi mudah. Misalnya jika pengguna ingin menyertakan logo atau nomor halaman pada posisi dan style tertentu, akan lebih mudah untuk menggunakan fitur Slide Master. Dengan begitu, logo dan halaman akan diterapkan secara konsisten dan otomatis pada seluruh slide dengan layout yang sama, sehingga pengguna tidak perlu menyertakan satu per satu pada setiap slide.

Sebagai tambahan, jika pengguna ingin mengubahnya, mereka bisa mengeditnya pada Slide Master, kemudian layout dan style presentasi akan berubah sendiri sesuai dengan yang sudah diubah.

 

Save Templates for Future Use

Salah satu fungsi dan kelebihan Slide Master dalam PowerPoint yang paling menyenangkan adalah pengguna bisa menyimpan template yang sudah dibuat untuk digunakan lagi di masa mendatang. Artinya, pengguna tidak perlu kembali membuat layout dan style presentasi lagi setiap mereka akan membuat presentasi. Cukup dengan membuka atau mengaktifkan kembali template yang sudah pernah dibuat, kemudian secara otomatis layout, style, dan tema warna akan diterapkan. Sehingga pengguna hanya perlu menyertakan konten yang akan digunakan dalam presentasi. Hal ini tentu sangat memudahkan dan mempercepat pekerjaan.

 

Source : ethos3

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Penelitian Harvard University: Berhenti Menggunakan PowerPoint

Jasa Presentasi – PowerPoint merupakan salah satu alat yang digunakan untuk membuat visual sebuah presentasi. Sudah lama PowerPoint dikenal sebagai program pembuat presentasi yang mudah untuk digunakan. Namun karena kemudahannya ini, PowerPoint banyak “disalahgunakan” oleh orang-orang yang belum siap untuk membuat presentasi profesional.

Sebuah presentasi dapat dikatakan profesional jika memiliki tampilan yang clean dan simple. Presentasi dianggap clean dan simple jika memiliki tampilan yang tidak terlalu ramai dengan teks yang minimal. Namun presentasi yang tidak terlalu ramai dengan teks yang minimal saja belum cukup untuk dikatakan sebagai presentasi yang menarik dan profesional tanpa tambahan elemen visual dan penggunaan skema warna yang sesuai serta tampilan yang mudah dipahami audiens.

Dengan kemudahan yang diberikan oleh PowerPoint, banyak orang yang menyepelekan bagaimana tampilan presentasi yang menarik, profesional, dan mudah dipahami tersebut. Akibatnya, presentasi yang disampaikan buruk dan beresiko pada audiens yang akan merasa bosan.

Kenyataan ini diyakinkan oleh penelitian yang dilakukan oleh Harvard University. Penelitian yang dilakukan dengan metode double blind ini bertujuan untuk mengetahui (menyelidiki) efektifitas PowerPoint sebagai alat presentasi dengan variabel pembandingnya adalah Zoomable User Interfaces’ (ZUI) dan presentasi oral.

Subjek penelitian ini adalah orang-orang yang memiliki pengalaman dalam PowerPoint, ZUI atau dalam penelitian ini adalah Prezi, dan format persentasi oral. Para peneliti dari Harvard University menyediakan konten yang dibutuhkan oleh subjek penelitian (presenter), memberi instruksi pengerjaan serta waktu untuk mempersiapkan presentasi dengan masing-masing alat presentasi yang sudah dipilih dengan metode double blind. Para subjek atau partisipan penelitian kemudian membuat presentasi yang disiarkan secara langsung melalui Skype kepada audiens penelitian yang akan memberikan penilaian mengenai efektifitas setiap alat presentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentasi menggunakan ZUI, atau dalam penelitian ini adalah Prezi, lebih unggul dibandingkan dua alat presentasi lainnya. Presentasi dengan metode ZUI dinilai lebih terorganisir, menarik, persuasif, dan efektif.

Kemudian pada fase kedua, presentasi tadi sudah dibuat oleh para subjek penelitian direkam dan disiarkan ulang ke audiens online yang lebih luas. Dan hasilnya pun masih tetap sama. Bahkan PowerPoint dinilai tidak lebih baik dari presentasi verbal tanpa bantuan visual (seperti pidato, orasi, dll). Penggunakan PowerPoint untuk melakukan presentasi dinilai sia-sia.

Penelitian yang dilakukan oleh Harvard University di atas mungkin ada benarnya, karena mereka yang tersihir oleh kemudahan dalam membuat presentasi dengan PowerPoint akan menyepelekan bagaimana presentasi yang menarik dan mudah dipahami audiens, sehingga justru membuat presentasi yang membosankan. Hal ini bisa dikarenakan mereka hanya mengandalkan kemudahan yang diberikan oleh template sehingga merasa tidak perlu ditambahkan visualisasi menarik lainnya.

Namun penelitian di atas menjadi tidak relevan jika subjek penelitian merupakan orang-orang yang paham dan berinisiatif tinggi untuk memanfaatkan fitur-fitur yang pada PowerPoint, yang mana bisa digunakan untuk membuat presentasi yang menarik.

Dalam penelitian tersebut juga dikatakan bahwa penggunaan PowerPoint untuk presentasi merupakan hal yang sia-sia dengan pertimbangan bahwa PowerPoint adalah aplikasi berbayar. Hal ini memang benar, namun jika presenter dapat memanfaatkannya secara maksimal, hal ini tidak akan sia-sia, justru malah menguntungkan karena kita tidak perlu membayar lagi untuk menggunakannya di kemudian hari.

 

Kesimpulannya, penggunaan PowerPoint untuk presentasi tidak akan menarik, efektif, persuasif, dan terorganisir, jika presenter atau orang yang membuat presentasi tidak memiliki kreatifitas dan inisiatif untuk memanfaatkannya secara maksimal. Karena pada kenyataannya, PowerPoint merupakan program yang sangat berguna, tidak hanya untuk presentasi, tetapi bisa digunakan untuk membuat video, edit foto, membuat frame-frame foto unik dan menarik, serta membuat game dan ilustrasi sederhana.

 

*double blind study adalah sebuah metode penelitian di mana peneliti maupun subjek penelitian tidak mengetahui objek penelitian yang diberikan kepada subjek penelitian.

Sumber artikel penelitian Harvard University disini


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 085742499660 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com