Tujuh Dosa Public Speaking ini Bikin Audiensmu Cuek Tidak Peduli

Suara manusia, adalah salah satu “instrumen” yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Suara manusia juga mungkin merupakan salah satu bunyi yang paling powerful di dunia, sebab dengan suara, manusia bisa memulai perang, mendatangkan perdamaian, mengakhiri hubungan, atau bisa juga memulai suatu hubungan.

Meski begitu, tidak semua suara manusia ingin kita dengar. Beberapa menjadi angin lalu; masuk telinga kanan, kemudian keluar lagi melalui telinga kiri. Penyebabnya bisa karena kita tidak menyukai si pembicara atau bisa juga karena pembicaraannya tidak penting.

Jika hal ini terjadi pada public speaking yang sedang kita lakukan, tentu rasanya sia-sia berbicara panjang lebar tetapi tidak dipedulikan.

Supaya hal ini tidak terjadi pada public speaking-mu, kamu perlu menghindari tujuh dosa public speaking berikut yang diungkapkan oleh Julian Treasure, seorang ahli suara dan komunikasi.

Gossip

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa terlepas dari “membicarakan orang lain.” Ini sah-sah saja sepanjang tidak menyeleweng dari fakta dan kebaikan, juga tidak disertai dengan pendapatan pribadi yang bisa menjatuhkan nama baik orang yang dibicarakan.

Pun ketika melakukan public speaking. Boleh saja membicarakan orang lain asalkan syarat di atas dipenuhi. Jika perlu, cerita tersebut bisa memberikan inspirasi dan motivasi kepada orang lain yang mendengarkan.

Membicarakan keburukan orang lain dalam public speaking tidak akan membuat audiens semakin memperhatikan dan mempercayai presenter. Justru kredibilitas sebagai presenter bisa turun, sehingga membuat audiens malas untuk memperhatikan.

Judging

Judging dapat diartikan dengan menilai orang lain atau suatu hal hanya dari satu sisi, biasanya dari sisi buruk saja. Tidak ada yang menyukai sifat ini, apalagi jika dilakukan di depan banyak orang. Dijamin tidak ada yang akan mendengarkannya.

Negativity

Semua hal di dunia ini diciptakan dengan dua sisi; baik dan buruk. Tidak ada yang sepenuhnya buruk jika kita mau melihat ke sisi yang lain. Namun bagi seseorang yang memiliki sifat negativity, ia akan bisa menemukan hal negatif (prasangka buruk), bahkan dari hal baik sekalipun. Tidak akan ada yang mau mendengarkannya, apalagi mempercayai apa yang disampaikannya.

Complaining

Mengeluh adalah bentuk lain dari negativity. Jika negativity cenderung berprasangka buruk dan melihat segalanya dalam bentuk negatif, mengeluh adalah bentuk ketidakpuasan terhadap suatu hal yang dialami olehnya. Misalnya, mengenai cuaca. Banyak orang yang mengeluh tentang cuaca hujan, pun juga mengeluh jika hari sedang panas. Atau mengeluh tentang sebuah tugas yang diberikan kepadanya.

Selain menunjukkan rasa kurang bersyukur, mengeluh justru akan menambah kesusahan. Apalagi jika dilakukan di depan banyak orang, tidak akan ada yang mendengarkannya, sebab mereka yang datang hanya ingin mendapatkan informasi atau pengetahuan dari sang pembicara, bukan mendengarkan keluhan.

Excuses

Satu kali memberikan alasan mungkin wajar, namun berkali-kali memberikan alasan dan melemparkannya kepada orang lain atau hal lain tidak lagi wajar. Seakan dirinya paling benar meskipun dia yang melakukan kesalahan dan meminta orang lain untuk memahaminya.

Siapa yang mau mendengarkan seorang pembicara yang terlalu banyak beralasan? Misalnya, ketika ia datang terlambat karena macet, ia akan menyalahkan kemacetan. Kemudian saat flashdisk berisi presentasinya ketinggalan, ia akan menyalahkan orang lain karena kelalaiannya. Oleh karena itu, berusahalah untuk tidak selalu beralasan.

Exaggeration

Tidak perlu berlebihan ketika sedang menjelaskan atau mendeskripsikan sesuatu, jelaskan saja seadanya. Karena berlebihan bisa berubah menjadi kebohongan. Akhirnya sebagai sumber informasi, kita tidak lagi dipercaya dan membuat audiens malas untuk memperhatikan lebih lanjut. Jika sudah begini, pesan yang ingin disampaikan dalam public speaking pun jadi tidak bisa diterima.

Dogmatism

Dogmatism adalah kebingungan antara fakta dan opini. Orang yang dogmatis akan menganggap opininya paling benar dan menolak kebenaran dari fakta yang ada. Mereka menilai suatu kejadian secara objektif, bukan dari kenyataan yang ada.

Siapapun akan sebal dan malas mendengarkan orang dengan karakter seperti ini. Oleh karena itu, penting untuk menghindari sifat ini dan menjadi lebih terbuka dengan pendapat orang lain terutama dengan fakta yang ada.

 

Tidak hanya ketika public speaking saja, sifat-sifat di atas juga perlu dihindari dalam percakapan sehari-hari. Karena komunikasi yang baik dan efektif membutuhkan pemahaman yang baik dari keduanya. Dan untuk memahami, komikator perlu mendengarkan. Jika mendengarkan saja tidak dilakukan, maka tidak mungkin ia paham dengan konten yang sedang dibicarakan.

Source here

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Teknik Publik Speaking: Think Fast, Talk Smart

Public speaking menjadi momok bagi banyak orang. Salah satu alasannya adalah ketika sedang melakukan public speaking, kita sebagai pembicara, menjadi pusat perhatian dan “dituntut” untuk tidak melakukan kesalahan dan berpikir cepat.

Namun, public speaking merupakan hal yang tidak bisa kita hindari. Sehingga, kita perlu mencari solusi dan melawan ketakutan tersebut.

Matt Abrahams, seorang wirausaha dan pengajar dari Stanford, memberikan beberapa tips dan teknik yang bisa kita gunakan ketika melakukan public speaking.

Approach

The first step to effective communication is to approach it in an open way.”

Ketakutan pada public speaking membuat otak kita mengeluarkan pertahanan (defense) dengan menganggapnya sebagai ancaman, sehingga membuat kita merasa takut dan grogi ketika diminta untuk melakukan public speaking.

Hal ini perlu diatasi, yaitu dengan mengubah cara pandang atau pendekatan kita terhadap public speaking. Ubah ketakutan tersebut dengan menganggap public speaking sebagai opportunity. Misalnya, menganggapnya sebagai kesempatan untuk mengekspresikan diri, mengemukakan pendapat, menyampaikan pemikiran, atau kesempatan untuk mengembangkan diri.

Dengan begitu, sesuatu yang kita takuti akan berubah menjadi hal yang kita rangkul, hal yang kita tunggu kedatangannya.

Audience

It’s about their needs, not us.”

Public speaking bukan tentang apa yang pembicara ingin sampaikan, tetapi tentang apa yang ingin audiens ketahui, apa yang audiens butuhkkan, dan apa yang audiens harapkan.

Untuk itu, pembicara perlu mengenal audiens. Siapa mereka? Apa latar belakang mereka? Bagaimana pengetahuan mereka? Setelah itu, pembicara bisa menentukan bagaimana informasi akan disampaikan, sehingga audiens bisa memperoleh apa yang mereka butuhkan.

Context

Melakukan public speaking tidak hanya tentang apa yang akan disampaikan, tetapi juga bagaimana materi akan disampaikan, karena cara penyampaian dapat mempengaruhi pemahaman audiens. Terdapat tiga hal yang perlu dipertimbangkan ketika akan melakukan public speaking.

Waktu

Memilih waktu yang tepat bisa mempengaruhi efektifitas public speaking, sehingga audiens akan lebih mudah menerima, memahami, dan mengingat apa yang disampaikan di dalamnya. Misalnya, pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk melakukan public speaking, sebab tenaga audiens belum terkuras dan pikiran mereka masih fresh.

Emosi/Nada

Kesuksesan sebuah public speaking tidak dilihat dari konten apa yang akan disampaikan, tetapi dari bagaimana konten tersebut disampaikan, bagaimana pembicara dapat menarik perhatian audiens sehingga mau memperhatikan. Salah satu cara untuk menarik perhatian audiens adalah dengan melibatkan “perasaan,” misalnya dengan menyertakan cerita inspiratif atau cerita yang menghibur. Bisa juga dengan mengatur nada ketika bicara; memberikan tekanan pada konten yang penting, meninggikan suara ketika menyampaikan ajakan atau penyemangat, menurunkan suara ketika bercerita tentang kesedihan, dan sebagainya.

Metode

Metode yang dimaksud di sini adalah bagaimana public speaking akan dilaksanakan? Apakah secara langsung atau secara virtual? Pemilihan metode ini tentu akan berpengaruh pada cara pembicara dalam melakukan komunikasi. Pertimbangkan dengan baik ketika memilih metode ini, supaya public speaking yang sudah dilakukan berjalan dengan lancar dan tidak sia-sia.

Structure

Menurut penelitian, manusia lebih mudah memahami informasi yang terstruktur dibandingkan dengan yang tidak terstruktur. Contohnya ketika harus menghafal 12 digit angka, manusia akan lebih mudah jika menghafal dalam formasi 4-4-4 atau 3-3-3-3.

Pun dalam public speaking, konten akan lebih mudah dijelaskan serta lebih mudah dipahami oleh audiens. Informasi yang akan disampaikan perlu disusun sedemikian rupa sehingga terarah dan mudah dicerna.

Terdapat 3 jenis struktur yang bisa kita aplikasikan ketika melakukan public speaking, yaitu.

Chronological Structure. Public speaking disampaikan secara tuntutan waktu. Struktur ini membantu pembicara untuk “membawa” audiens dari satu kejadian ke kejadian selanjutnya.

Problem – Solution – Benefit. Struktur ini merupakan struktur yang cocok digunakan untuk public speaking persuasif. Dimulai dengan menjelaskan permasalahan, kemudian penyelesaian, dan diakhiri dengan penjelasan tentang manfaat yang akan diperoleh.

What? – So What? – Now What? Public speaking dengan menggunakan struktur ini dimulai dengan menjelaskan tentang permasalahan, kemudian “mengapa ini penting?” dan terakhir penjelasan tentang langkah yang harus diambil selanjutnya.

Source here

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Permudah Presentasimu dengan Peralatan Ini

Jasa Presentasi – Topik dan konten sudah siap, latihan sudah matang, penampilan sudah rapi, tetapi tiba-tiba file presentasimu tidak dapat dibuka atau hilang.

Topik dan konten sudah siap, latihan sudah matang, penampilan sudah rapi, file presentasi sudah terpampang gagah di depan audiens, namun ketika melakukan presentasi, kamu harus mondar-mandir untuk mengganti slide.

Topik dan konten sudah siap, latihan sudah matang, penampilan sudah rapi, file presentasi sudah terpampang gagah di depan audiens, namun ketika ingin berpindah slide, kamu harus mengatakan “next… selanjutnya… bukan, bukan, slide yang sebelumnya”

Topik dan konten sudah siap, latihan sudah matang, penampilan sudah rapi, file presentasi sudah terpampang gagah di depan audiens, namun ketika sampai pada slide 20, waktu yang diberikan sudah habis padahal masih ada 40 slide lagi yang belum dijelaskan.

Topik dan konten sudah siap, latihan sudah matang, penampilan sudah rapi, file presentasi sudah terpampang gagah di depan audiens, presentasi selesai dengan tanggapan yang bagus dari audiens, namun ketika tiba pada sesi tanya-jawab, kamu lupa semua pertanyaan yang telah dilontarkan.

Jika beberapa kondisi di atas pernah kamu alami atau tidak ingin kamu alami, kamu perlu melengkapi presentasimu dengan beberapa peralatan berikut ini.

 

Remot atau pointer presentasi

Tidak seperti mouse yang harus digunakan berdekatan dengan laptop/pc, remot atau pointer presentasi membantumu mengendalikan jalannya slide presentasi dari jarak jauh. Hal ini tentu saja sangat bermanfaat dan memudahkan kita, sebagai presenter, ketika melakukan presentasi, sehingga tidak perlu meminta bantuan orang lain atau repot menangani sendiri.

 

Flashdisk/harddisk yang berisi cadangan file presentasi

Kamu tentu tidak menginginkan hal buruk yang tidak terduga terjadi pada hari presentasimu kan? Salah satu hal yang mungkin sepele namun penting adalah membuat cadangan file presentasi, meskipun hal ini tidak lagi menjadi penting ketika kamu merupakan seorang presenter atau pembicara yang baik dan berpengalaman. Namun, agar audiens lebih mengingat konten presentasimu, kamu perlu menggunakan visual. Buatlah cadangan dengan menaruhnya pada media penyimpanan lain, seperti flashdisk, harddisk, atau media penyimpanan online (dropbox, google drive, dll).

 

Pulpen dan buku note

Presentasi atau public speaking sangat identik dengan penggunaan media digital dan lisan, sehingga penggunaan media tulis manual dianggap tidak penting. Namun hal ini bukan berarti media tulis manual tidak dibutuhkan, terutama bagi kamu yang percaya bahwa menuliskan sesuatu secara manual dapat meningkatkan daya ingat. Kamu dapat mencatat setiap pertanyaan, kritik, saran, dan pendapat dari audiens dengan menggunakan media catat manual. Kelebihan lainnya adalah kamu dapat mencatat sesuai dengan keinginan dengan cepat, seperti ketika kamu ingin membuat alur sendiri.

 

Air minum

Meskipun tidak berhubungan secara langsung dengan presentasi, air minum dapat memastikan tubuhkan tidak kekurangan cairan, sehingga akan lebih fokus dalam menyampaikan presentasi. Untuk itu, pastikan untuk selalu menyediakan atau membawa air minum dan buatlah dirimu tetap terhidrasi.

 

Kartu nama

Setelah menyampaikan presentasi yang berkesan, para “fans” barumu pasti menginginkan untuk terhubung denganmu. Untuk itu, pastikan untuk selalu membawa beberapa kartu nama agar dapat kamu bagikan kepada para “fans” barumu itu. Selain itu, menyediakan kartu nama juga penting untuk terhubung dengan “orang hebat” lainnya yang hadir dalam presentasi. Dengan begitu, jejaringmu akan semakin bertambah dan mungkin saja dapat mempengaruhi pekerjaan dan bisnismu.

 

Smartphone/tablet

Smartphone atau tablet merupakan aksesoris presentasi yang tidak perlu disarankan lagi untuk dibawa. Karena di era digital ini, diyakini bahwa setiap orang sudah memiliki minimal 1 ponsel pintar di tangannya. Namun sebagai presenter, kamu harus pandai memanfaatkannya untuk mendukung presentasi. Misalnya dengan menggunakannya timer pada ponsel jika kamu memiliki batas waktu yang ketat, atau sebagai remot presentasi (dengan mendonwload aplikasinya), atau sebagai media catat digital. Selain itu, smartphone atau tablet juga dapat digunakan sebagai cue card presentasi.

 

Jam tangan

Bagi sebagian orang, jam tangan sudah tidak terlalu dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, namun bagi sebagian lainnya, jam tangan tidak dapat tergantikan meskipun saat ini kita disajikan dengan kecanggihan smartphone. Jika kamu akan melakukan presentasi, ada baiknya memakai jam tangan, sehingga dapat digunakan untuk melihat jam tanpa harus bertanya atau membuka ponselmu di depan audiens.

 

Kamera

Jika kamu adalah tipe orang yang selalu belajar dari pengalaman, ada baiknya jika membawa kamera ketika melakukan presentasi. Selain untuk membuat jejak, merekam presentasi yang sedang kamu lakukan dapat membantu dan memudahkanmu untuk memberikan koreksi pada diri sendiri, sehingga kamu tahu apa yang masih kurang dan harus dibenahi. Dengan begitu, kamu dapat belajar dari kesalahan dan bisa menjadi presenter yang lebih baik.

 

Masih banyak peralatan yang bisa kamu persiapkan untuk menghindari hal buruk yang mungkin terjadi, seperti speaker portable, makanan atau minuman yang mengandung mint, minuman berenergi, software live polling, microphone, baterai cadangan, handout presentasi untuk audines, tas punggung atau tas laptop, dan lain sebagainya.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

3 Langkah Simpel Menyampaikan Presentasi Persuasif

3 Langkah Simpel Menyampaikan Presentasi Persuasif

3 Langkah Simpel Menyampaikan Presentasi Persuasif

Jasa Presentasi – Presentasi persuasif biasanya berkaitan dengan presentasi pemasaran atau presentasi penjualan. Ketika melakukan presentasi ini, presenter harus membujuk dan meyakinkan audiens mengenai apa yang sedang disampaikannya. Hal ini tidaklah mudah untuk dilakukan. Namun terdapat beberapa cara/langkah yang dapat diambil oleh presenter ketika sedang melakukan presentasi persuasif yang dikemukakan oleh B.J. Fogg.

  1. Buat audiens tertarik untuk melakukannya

Hal pertama yang perlu dilakukan presenter ketika melakukan presentasi persuasif adalah dengan membuat penjelasan yang dapat menarik minat audiens. Misalnya dengan mengarahkan audiens untuk mengubah sudut pandang mereka menjadi sudut pandang yang diingingkan presenter. Untuk melakukan hal ini, presenter perlu mengetahui kelemahan dari cara pandang audiens saat ini, kemudian jelaskan dampak negatif jika audiens tidak melakukan perubahan. Setelah itu, berikan solusi sesuai dengan hal yang menjadi tujuan presenter melakukan presentasi. Sampaikan dengan jelas dan yakin, sehingga audiens tertarik dan mau untuk melakukannya.

  1. Buat permintaan yang dapat dilakukan

Untuk melakukan langkah ini, presenter perlu memahami audiens. Ketahui kemampuan dan kapasitas audiens. Hindari meminta audiens melakukan hal yang sulit untuk dilakukan. Yakinkan audiens bahwa apa yang disampaikan presenter merupakan hal yang menarik dan mudah untuk dilakukan.

  1. Dorong audiens untuk bertindak

Tutuplah presentasi dengan membuat pernyataan yang dapat mendorong audiens untuk segera bertindak (call to action). Hal ini penting dilakukan untuk meraih kesuksesan dalam presentasi. Kebanyakan presenter gagal karena tidak memiliki call to action yang jelas. Oleh karena itu, fokuskan juga latihan presentasi untuk menyampaikan call to action yang baik, jelas, simpel, dan dapat dipahami oleh seluruh audiens. Hal ini dilakukan agar persepsi dan pemahaman seluruh audiens dapat sesuai dengan apa yang ingin disampaikan presenter.

 

Presentasi persuasif akan berhasil jika presenter dapat meyakinkan audiens dengan baik dan memiliki call to action yang jelas. Ikuti langkah-langkah tersebut dan sesuaikan dengan konten yang akan disampaikan.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Persiapan Presentasi – Membuat Checklist

Persiapan Presentasi – Membuat Checklist

Persiapan Presentasi – Membuat Checklist

By failing to prepare, you are preparing to fail” – Benjamin Franklin

Quote di atas menggambarkan betapa pentingnya melakukan persiapan. Begitu juga ketika akan melakukan presentasi. Presenter perlu melakukan persiapan yang matang agar presentasi dapat berjalan dengan lancar dan meraih kesuksesan.

Terdapat sebuah cara untuk melakukan persiapan dalam presentasi dari sketchbubble, yaitu dengan membuat checklist dan berfokus pada poin penting yang akan disampaikan. Berikut beberapa pertanyaan yang dapat digunakan untuk membuat checklist dalam mempersiapkan presentasi.

  • Apa tujuan presentasi?

Setiap presentasi pasti memiliki tujuan, entah itu untuk memberikan informasi, membujuk atau meyakinkan. Buatlah tujuan yang lebih spesifik, misalnya untuk membuat audiens memahami dan mengingat konten. Tuliskan dalam bentuk daftar, kemudian tuliskan juga cara untuk mencapai tujuan tersebut, misalnya ketika presenter menginginkan audiens untuk memahami dan mengingat konten, presenter dapat melakukannya dengan mengulang kata kunci.

  • Seberapa jauh penguasaan presenter terhadap topik?

Presenter perlu mengetahui seberapa jauh dirinya menguasai topik presentasi, Untuk itu, presenter perlu membuat daftar yang berisi tentang konten yang akan disampaikan atau yang berkaitan dengan topik. Buat outline mengenai konten yang akan disampaikan. Setelah itu, berikan tanda untuk konten yang telah dikuasai, agar jelas mana yang harus dipelajari lebih lanjut dan mana yang hanya perlu diulangi.

  • Siapa audiensnya? Metode apa yang tepat untuk digunakan?

Sebelum melakukan presentasi, presenter harus mengetahui siapa audiensnya, karena hal ini akan menentukan dan menjadi pertimbangan mengenai cara dan metode yang tepat untuk menyampaikan presentasi. Setelah mengetahui siapa audiens presentasi, buatlah daftar mengenai cara atau metode serta media yang akan digunakan untuk menjelaskan. Misalnya, ketika presenter akan melakukan presentasi di hadapan audiens mahasiswa berusia rata-rata 20 tahun, presenter dapat menggunakan metode bercerita, memberikan contoh, menyertakan humor, video, atau properti.

  • Seberapa jauh audiens mengetahui tentang topik dan apa yang ingin mereka ketahui?

Setelah mengetahui siapa audiens (minimal pekerjaan, usia, dan pendidikan) presentasi, presenter pasti akan menemukan atau mengetahui kapasitas pengetahuan audiens mengenai topik yang akan dipresentasikan. Manfaatkan daftar yang telah dibuat ketika membuat outline, kemudian tandai konten yang kira-kira sudah diketahui audiens. Untuk konten yang tidak tertandai, pikirkanlah cara yang efektif untuk menyampaikannya sehingga audiens akan lebih mudah memahami dan mengingatnya. Selain itu, ketahui juga konten (yang berkaitan dengan topik) yang ingin diketahui audiens. Jika perlu, tambahkan dalam presentasi, kemudian susun ulang outline. Namun jika hal ini dirasa tidak terlalu penting, maka tidak perlu disertakan dalam presentasi.

  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyampaikan presentasi?

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam presentasi adalah waktu Setelah mengetahui topik dan konten apa saja yang akan disampaikan dalam presentasi, ketahui juga berapa lama waktu yang diberikan, kemudian alokasikan waktu pada konten yang sudah dibuat outline. Usahakan untuk tidak melebihi waktu dalam menyampaikan presentasi. Alokasikan waktu untuk setiap konten dengan tepat.

  • Apa yang perlu disertakan dalam presentasi – data, fakta, tokoh, cerita, atau anekdot?

Buatlah daftar mengenai hal-hal yang akan disertakan dalam presentasi, selain konten, seperti data, fakta, figur, cerita, atau properti. Pastikan hal yang disertakan tersebut relevan dan mendukung konten serta penjelasan. Kemudian latihlah penyampaian hal-hal ini agar tidak canggung. Hindari untuk menambahkan hal-hal tersebut tepat sebelum melakukan presentasi, karena dapat membuat bingung presenter, sehingga tidak mudah dipahami audiens.

  • Apakah membutuhkan visual dan visual yang seperti apa yang akan disertakan?

Presentasi tanpa visual akan terasa hambar. Oleh karena itu, sertakan juga visual yang menarik dan mendukung presentasi. Buat daftar mengenai bentuk visual apa saja yang akan disertakan, apakah berupa gambar, video, atau keduanya. Hal ini dilakukan agar presenter mudah dalam mempelajarinya.

 

Jawablah pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk memudahkan dalam membuat daftar (list) atau checklist. Dengan membuat checklist diharapkan presenter lebih mudah mempelajari dan berlatih.


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Mengapa Menggunakan Properti dalam Presentasi?

Mengapa Menggunakan Properti dalam Presentasi?

Mengapa Menggunakan Properti dalam Presentasi?

Jasa Presentasi – Selain visual berupa gambar dan video, terdapat visual lainnya yang dapat membuat presentasi lebih menarik dan berkesan, yaitu properti. Properti yang paling umum digunakan oleh presenter adalah berupa peralatan yang digunakan untuk memperagakan penjelasan. Namun saat ini properti tidak hanya berfungsi sebagai alat peraga, tetapi juga sebagai pelengkap penjelasan. Seperti yang dilakukan oleh Bill Gates dan Amy Tan dalam presentasinya. Audiens terlihat terkejut dan hal ini malah akan membuat sebuah presentasi berkesan dan diingat. Mengapa hal ini terjadi? Mengapa properti dapat menarik audiens?

  • Mudah dipahami

Sebuah ide atau pesan akan lebih mudah diterima dan diingat ketika presenter menjelaskan dengan alat peraga dibandingkan dengan penyampaian teoritis. Kehadiran alat peraga atau properti dalam presentasi memberikan gambaran yang konkret dari sebuah penjelasan. Jika presentasi yang disampaikan mengenai sebuah cara, maka akan lebih efektif jika menggunakan alat peraga. Pastikan untuk menggunakan properti yang relevan dengan topik atau konten, sehingga akan menambah pemahaman audiens terdapat topik atau konten yang dijelaskan dalam presentasi.

  • Mudah diingat dan berkesan

Selain menarik dan mudah dipahami, menggunakan properti untuk memperagakan suatu cara juga akan membuat konten lebih mudah diingat oleh audiens.

Selain untuk memperagakan suatu cara, properti juga dapat menjadi alat untuk menarik perhatian audiens terhadap presentasi. Seperti yang dilakukan oleh Jill Bolte Taylor yang menampilkan otak manusia sungguhan dalam presentasinya. Hal ini membuat audiensnya terkejut serta tertarik untuk memperhatikan presentasi Taylor. Audiens juga akan lebih mudah mengingat presentasi Jill karena apa yang dilakukannya sangat berkesan bagi sebagian besar audiens terutama masyarakat awam.

  • Mendorong percakapan

Properti merupakan pendukung penjelasan dalam presentasi, seperti gambar dan video. Oleh karena itu, presenter perlu menggunakan properti yang relevan dengan topik, sehingga properti dapat menjadi visualisasi dan memudahkan audiens untuk memahami. Selain itu, presenter juga harus cerdas ketika memilih properti yang akan digunakan. Pilih properti yang menarik dan dapat berkesan di benak audiens serta dapat mengundang rasa penasaran audiens, sehingga audiens memiliki pertanyaan atau tanggapan terhadap penjelasan yang dilakukan presenter.

 

Saat ini banyak presenter yang telah menyadari betapa pentingnya menggunakan properti. Selain menambah pemahaman, properti juga merupakan objek yang menarik dan mudah diingat oleh audiens. Namun diperlukan beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum presenter memutuskan untuk menggunakan properti. Apapun jenis properti yang digunakan, selalu pertimbangkan ketepatan dan relevansinya terhadap topik presentasi.

 


 

Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

20 Tips Public Speaking dari Presenter Terbaik TED (Part 2)

20 Tips Public Speaking dari Presenter Terbaik TED (Part 2)

20 Tips Public Speaking dari Presenter Terbaik TED (Part 2)

Jasa Presentasi – Setiap speaker pasti menginginkan public speaking yang dilakukannya meraih kesuksesan. Kesuksesan dapat diperoleh jika speaker mampu menarik perhatian audiens untuk mendengarkan dan memperhatikan, sehingga mereka memahami apa yang disampaikan speaker. Oleh karena itu, speaker harus menjadi penyaji yang baik. Bagaimana caranya? Berikut beberapa tips yang dapat dipelajari dari para pembicara TED.

  1. Kejutkan audiens dengan fakta atau informasi

Cari dan temukan fakta yang menarik dan mengejutkan serta relevan dengan topik yang belum banyak diketahui oleh banyak orang. Atau dapat juga mencari analogi yang unik yang sebelumnya tidak terbayangkan oleh audiens. Buat audiens kagum dan tertarik untuk memperhatikan lebih lanjut.

  1. Jelaskan manfaat, bukan “menjual”

Ketika speaker ingin membujuk audiens melalui public speaking, fokuslah untuk meyakinkan audiens mengenai manfaat yang akan mereka dapatkan dari public speaking. Karena jika speaker dapat meyakinkan audiens, berarti speaker telah melakukan promosi dan penjualan. Hindari untuk melakukan penjualan secara langsung.

  1. Jangan membuat alasan

Kegelisahan yang dialami speaker biasanya dikarenakan kurangnya persiapan dan ketakuran-ketakutan yang diciptakan oleh pikiran sendiri. Kegelisahan ini jika dibawa ke atas panggung dapat mempengaruhi speaker dalam menyampaikan topik. Dan speaker akan membuat alasan untuk menutupi kekurangannya. Namun, alasan-alasan tersebut tidak akan mengubah penilaian audiens terhadap speaker menjadi lebih baik, melainkan akan membuat audiens berpikir bahwa speaker telah membuang waktu mereka. Oleh karena itu, lakukanlah persiapan dengan matang. Pelajari dan kuasai materi secara mendalam dan luas.

  1. Periksa hal teknis sebelum naik ke atas panggung

Periksa hal teknis, seperti mic dan proyektor, sebelum presentasi dimulai. Hindari memeriksanya ketika speaker sudah berada di hadapan audiens dan bersiap untuk melakukan public speaking. Hal ini untuk menghindari kejadian dan kesalahan yang tidak diinginkan, seperti peralatan yang tidak berfungsi dengan baik. Dan jika hal ini terjadi ketika speaker tengah melakukan penjelasan, hadapilah dengan santai, jangan panik dan tersenyumlah sambil tetap mengusahakan untuk menanganinya.

  1. Hindari membaca slide

Slide merupakan visual yang mendukung public speaking atau presentasi. Meskipun sebagai pendukung, slide tetap harus dibuat dengan menarik. Namun terkadang, speaker menyalahgunakan slide dengan memberikan banyak teks kemudian menyampaikan topik dengan membacanya. Hal ini dapat membuat audiens merasa bosan dan tidak terhubung dengan speaker. Selain itu, slide yang berisi banyak teks juga dapat mengganggu dan mengalihkan fokus audiens dari speaker, karena otak manusia lebih tertarik dengan visual dibandingkan verbal.

  1. Buat slide dengan simpel

Seperti yang telah dijelaskan pada poin nomor 15 bahwa slide merupakan pendukung presentasi namun penting untuk dibuat dengan menarik. Slide yang menarik adalah slide yang simpel. Selain menarik, slide yang simpel juga dapat membantu audiens untuk lebih mudah memahami topik yang disampaikan speaker. Cara membuat slide yang simpel adalah dengan tidak menyertakan terlalu banyak teks dan memberikan gambar atau video di dalamnya. Untuk cara lainnya, dapat dilihat pada artikel ini.

  1. Berfokus untuk mendapatkan perhatian

Dibandingkan meminta audiens untuk mematikan ponsel dan meminta mereka memperhatikan, lebih baik lakukan hal yang dapat menarik perhatian mereka. Misalnya dengan menampilkan slide dan melakukan pembukaan serta penyampaian yang menarik, menghibur, dan menginspirasi. Audiens memiliki pilihan untuk memperhatikan atau tidak memperhatikan, namun merupakan tugas seorang speaker untuk menarik perhatian audiens.

  1. Ulangi pertanyaan sebelum menjawab

Tidak semua audiens mendengar atau memahami pertanyaan yang diajukan oleh audiens lain. Oleh karena itu, menjadi tugas speaker untuk mengulang pertanyaan sehingga dapat dimengerti oleh audiens lain sebelum kemudian menjawabnya. Hal ini tidak hanya menunjukkan kesopanan, tetapi juga dapat memberikan sedikit lebih banyak waktu bagi speaker untuk memikirkan jawaban beserta cara menjawab yang tepat.

  1. Lakukan pengulangan pada kata kunci

Tidak semua yang disampaikan speaker dapat diterima dan diingat oleh audiens. Pun jika paham, mereka memiliki perspektif, pemahaman, dan daya serap yang berbeda-beda pula mengenai topik yang disampaikan. Agar pesan dan informasi dapat diterima dan dipahami serta diingat oleh seluruh audiens, sampaikanlah kata kunci dengan melakukan pengulangan. Untuk itu, buat susunan penyampaian yang memberikan kesempatan kepada presenter untuk mengulang dan menekankan kata kunci.

  1. Akhiri lebih cepat

Jika speaker diberikan waktu 30 menit, gunakan waktu untuk public speaking selama 25 menit. Jika waktu yang diberikan adalah 1 jam, gunakan waktu selama 55 menit atau 50 menit saja untuk menyampaikan topik. Hindari menyampaikan topik yang terlalu panjang hingga melebihi waktu yang telah diberikan, karena audiens akan merasa bahwa speaker tidak menghargai waktu mereka dan hal ini akan membuat audiens memiliki kesan negatif terhadap speaker.

 

Sumber: https://www.inc.com/ss/jeff-haden/20-public-speaking-tips-best-ted-talks-

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

20 Tips Public Speaking dari Presenter Terbaik TED (Part 1)

20 Tips Public Speaking dari Presenter Terbaik TED (Part 1)

20 Tips Public Speaking dari Presenter Terbaik TED (Part 1)

Jasa Presentasi – Melakukan public speaking merupakan tantangan tersendiri bagi sebagian besar orang. Namun mereka pasti menginginkan public speaking yang dilakukannya meraih kesuksesan. Agar public speaking sukses, speaker harus dapat menarik perhatian audiens untuk memperhatikan dan memahami apa yang disampaikan. Akan tetapi, ini bukanlah perkara mudah. Lalu, apa yang harus dilakukan agar public speaking meraih kesuksesan. Berikut beberapa tips yang dapat dipelajari dari pada pembicara TED.

  1. Berikan sesuatu yang berkesan dan aplikatif

Meskipun presenter memberikan topik berupa teori, presenter harus dapat menyampaikan konten yang aplikatif dan juga harus dapat memotivasi dan membujuk audiens untuk menerapkan apa yang telah disampaikan presenter. Untuk itu, sertakan beberapa tips dan cara dalam konten presentasi yang mudah diingat dan dapat diaplikasikan audiens.

  1. Jangan menunda menjawab pertanyaan

Jika sebuah pertanyaan muncul di tengah penyampaian presentasi, usahakan untuk menjawab pertanyaan secara langsung. Jangan menampungnya untuk dijawab pada akhir presentasi atau pada sesi tanya jawab, karena presentasi yang baik itu seperti sebuah percakapan. Hal ini juga dapat menambah ketertarikan audiens untuk memperhatikan presentasi lebih lanjut.

  1. Akui jika tidak dapat menjawab pertanyaan

Pertanyaan dari audiens menandakan bahwa audiens tertarik dan memahami apa yang disampaikan speaker. Speaker, sebagai sumber informasi dalam public speaking harus siap menerima pertanyaan yang tidak terduga. Tetapi bagaimana jika speaker tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut? Speaker harus mengakuinya dibandingkan harus memberikan jawaban yang mengada-ada dan mungkin tidak masuk akal. Speaker tidak perlu berkecil hati karena ini merupakan hal yang manusiawi dan dapat memacu untuk memperdalam materi.

  1. Bersemangat

Suasana presentasi ditentukan oleh presenter. Oleh karena itu, presenter harus bersemangat dalam menyampaikan presentasi agar audiens juga bersemangat dan tertarik untuk mendengarkan. Pastikan untuk menyantap protein ketika makan untuk memasok tenaga, sehingga menjadi lebih bersemangat ketika menyampaikan presentasi.

  1. Hilangkan sedikit kostisol untuk mengurangi stres

Kortisol merupakan suatu hormon yang juga dikenal dengan hormon stress. Tingkat kortisol yang tinggi dapat membatasi kreativitas dan kemampuan seseorang dalam memproses informasi yang kompleks, serta menyulitkan seseorang untuk membaca dan memberikan tanggapan. Oleh karena itu, speaker harus mengurangi hormon ini. Cara termudahnya adalah dengan olahraga. Lakukanlah olahraga satu atau dua hari sebelum melakukan presentasi.

  1. Buat rencana cadangan

Orang sering merasa gelisah karena ketakutan-ketakutan yang diciptakan sendiri. Untuk mengatasi hal ini, identifikasi penyebab ketakutan, kemudian buat rencana cadangan jika nanti ketakutan tersebut menjadi kenyataan. Misalnya, ketika speaker takut jika proyektornya tidak berfungsi dengan baik, speaker harus mempersiapkan sebuah rencana untuk tetap membuat audiens tertarik, seperti melakukan praktek langsung (jika memungkinkan).

  1. Buat rutinitas sebelum melakukan presentasi

Dibandingkan membayangkan hal buruk yang mungkin terjadi dan memikirkan cara untuk mengatasinya, lebih baik presenter mengantisipasi dan mencegahnya. Datang lebih awal untuk memeriksa seluruh perlengkapan dan peralatan yang akan digunakan sebelum melakukan presentasi. Lakukan hal ini (dapat ditambahkan dengan hal lain, misal meminum air putih dan ke kamar mandi) setiap speaker akan melakukan public speaking.

  1. Tetapkan tujuan cadangan

Buatlah 1 atau 2 tujuan cadangan ketika melakukan presentasi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika tujuan utama tidak dapat dicapai, sehingga presenter masih dapat fokus untuk menggapai tujuan lainnya.

  1. Bagikan cerita yang emosional

Sampaikan presentasi dengan menyertakan cerita yang melibatkan perasaan. Tunjukkan perasaan yang relevan dengan kisah yang diceritakan. Hal ini bertujuan untuk mempermudah audiens untuk terhubung dengan speaker.

  1. Berhenti sejenak selama 10 detik

Ketika speaker berhenti sejenak selama 2 atau 3 detik, audiens mungkin akan menganggap bahwa speaker melakukan kesalahan. Ketika speaker berhenti selama 5 detik, audiens akan menganggap bahwa hal ini dilakukan dengan sengaja. Dan ketika speaker berhenti selama 10 detik, audiens – bahkan yang sedang fokus pada ponselnya – akan mengalihkan perhatian mereka kepada speaker. Lakukan hal ini sambil melakukan kontak mata dengan audiens. Sehingga audiens akan menganggap speaker sebagai orang yang handal dan percaya diri.

Sumber: https://www.inc.com/ss/jeff-haden/20-public-speaking-tips-best-ted-talks

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Bikin Desain Slide-mu Lebih Keren dengan Situs Ini

Jasa Presentasi – Langkah selanjutnya setelah membuat storyboard dan skrip untuk presentasi adalah mendesainnya. Tiga situs berikut ini bisa menjadi referensimu sebelum membuat desain slide presentasi. Tidak hanya itu, situs berbagi presentasi online ini bisa menjadi referensimu ketika akan membuat konten dengan topik-topik tertentu.

  1. Slideshare.net

Slideshare.net

Slideshare.net

Slideshare merupakan situs berbagi presentasi online terbesar di dunia yang dirintis oleh Linkedin. Penggunanya per tahun 2016 mencapai 70 juta yang didominasi oleh profesional dan saat ini memiliki lebih dari 18 juta konten yang diunggah yang terbagi ke dalam 40 kategori. Sebagian besar orang menggunakan slideshare untuk mempelajari topik tertentu dengan cepat.

 

  1. Speakerdeck.com

Speakerdeck.com

Speakerdeck.com

Speaker deck menjadi alternatif untuk mencari referensi desain presentasi yang keren. Berbeda dengan slideshare, speaker deck lebih fokus pada konten yang pernah dipublikasikan sebelumnya dalam sebuah seminar, workshop, atau event lainnya.

 

  1. noteandpoint.com

noteandpoint.com

noteandpoint.com

Noteandpoint memang tidak sebesar Slideshare atau Speakerdeck. Tapi untuk mencari konten serta referensi desain slide presentasi, note and point tidak kalah keren. Banyak slide inspirasi yang bisa kita dapat dari berselancar didalamnya.

Selain tiga situs diatas, masih banyak situs-situ presentasi yang bisa kita jadikan referensi seperti canva.com, visme.com, dan lain sebagainya. Lain kali akan kita bahas lebih detail tentang situs-situs penyedia layanan pembuatan presentasi online.

Selamat mencoba.


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 082235330001 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Forum Nandur Becik #2

Forum Nandur Becik

Forum Nandur Becik

Pesatnya perkembangan teknologi adalah salah satu pemantik drastisnya peningkatan industri start-up di Indonesia. Sebuah lembaga riset digital Marketing Emarketer memprediksi pada tahun 2018 pengguna aktif smartphone di Indonesia mencapai lebih dari 100 juta orang. Menjadi pengguna smartphone terbesar keempat setelah China, India, dan Amerika. Dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa, ditambah presentasi usia produktif generasi millenial yang mencapai 40% menempatkan Indonesia sebagai gadis cantik yang pasti dilirik para investor.

Tidak sekedar wacana, tapi faktanya berbicara demikian. Data Techlist seperti dikutip Techinasia menyebutkan pada kuartal pertama 2015 terdapat 93 perusahaan rintisan di Asia Tenggara memperoleh pendanaan, 24 diantaranya merupakan start-up Indonesia dan bertambah menjadi 62 pada akhir tahun. Pencapaian ini rupaya berlanjut di tahun 2016. sejumlah 88 start-up memperoleh pendanaan dari investor bahkan beberapa memperoleh dana fantastis hingga 550 juta US Dollar.

Tren start-up mulai menjamur, diperkirakan jumlahnya mencapai 2000 pada tahun 2020. Anak muda berlomba-lomba menjadi CEO di start-up yang dirintisnya. Dengan iming-iming investasi menjanjikan, mereka berlari kencang mengeksekusi ide dan gagasannya. Namun tak banyak yang menyadari bahwa proses yang mesti dilalui tidak sebentar apalagi mudah. Wal hasil memasuki tahun kedua, 80% perusahaan rintisan mesti gulung tikar. Menginginkan hasil instan, terburu-buru melakukan penetrasi produk dan layanan, dan tidak fokus menjadi penyebab utamanya. Mereka alfa ada proses pengkristalan mental menjadi pengusaha tangguh yang mesti dilalui. Tidak mudah, tidak sebentar, dan menuntuk fokus serta konsistensi.

Rumah Sasongko sebagai salah satu incubator bisnis kreatif berbasis digital di Semarang merasa perlunya wadah untuk saling berbagi, berjejaring, dan saling menguatkan antar praktisi dan anak muda yang tertarik dengan bisnis kreatif berbasis IT.

Forum Nandur Becik, hadir kembali mengusung tema “Bisnis Kreatif Berbasis IT” yang akan diselenggarakan pada Jumat, 7 April 2017 pukul 15.00 bertempat di Rumah Sasongko beralamat di jalan Gotong Royong No.147, Gombel Lama, Semarang. Karena keterbatasan tempat, segera lakukan registrasi di sini http://s.id/fnb2 Sampai jumpa di Forum Nandur Becik.

 

Sumber :

https://id.techinasia.com/infografis-87-startup-indonesia-yang-meraih-pendanaan-di-tahun-2016

Sumber : http://www.tempo.co/read/kolom/2015/10/02/2310/indonesia-raksasa-teknologi-digital-asia

https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/6095/Indonesia+Raksasa+Teknologi+Digital+Asia/0/sorotan_media