Posts

10 Alasan Mengapa Kita Perlu Memberikan Jeda ketika Presentasi (Part 1)

“In public speaking, the occasional silence is actually a good thing.”

– George Torok (business.com)

 

Jasa Presentasi – Ada pepatah yang mengatakan bahwa diam adalah emas. Meskipun demikian, diam atau keheningan mungkin merupakan hal yang sangat dihindari oleh beberapa pembicara dalam presentasi. Mereka yang kurang berpengalaman akan merasa sangat tegang ketika ada jeda atau keheningan ketika presentasi sedang berlangsung. Padahal faktanya, memberikan jeda dengan diam sejenak memberikan banyak manfaat ketika kita sedang melakukan presentasi. Apa saja manfaatnya? Berikut adalah beberapa alasan mengapa kita perlu memberikan jeda saat presentasi.

1. Menunjukkan Kepercayaan Diri

Tidak semua orang berani untuk berhenti sejenak ketika presentasi. Beberapa merasa bahwa keheningan dalam presentasi adalah musuh karena akan membuat suasana menjadi canggung dan tegang. Hanya orang-orang dengan tingkat kepercayaan diri tinggi yang mampu dan berani untuk memberikan jeda dengan berhenti sejenak dalam presentasi.

2. Menarik Perhatian

Terdapat banyak hal yang dapat dilakukan untuk menarik perhatian audiens, salah satunya adalah dengan berhenti sejenak saat presentasi. Cara ini bisa kita lakukan mulai dari awal ketika kita naik ke atas panggung. Saat tiba di atas panggung, diamlah untuk beberapa detik dan jangan mengatakan apapun. Hal ini mungkin akan menjadi pembukaan yang powerful. Kita mungkin akan merasa kurang nyaman ketika pertama kali melakukannya, namun cara ini sangat layak untuk dikuasai.

3. Membangun Antisipasi

Antisipasi dapat memperbesar daya ingat kita akan sebuah pesan. Contohnya saat di acara penghargaan, penonton pasti akan memiliki antisipasi yang besar ketika pembawa acara mengatakan “pemenangnya adalah….” Kalimat ini pasti diikuti dengan jeda sebelum sang pembawa acara menyebutkan pemenangnya. Hal ini juga bisa kita terapkan dalam presentasi.

4. Memberikan Waktu untuk Audiens Berpikir

Percuma saja kita menyampaikan topik yang powerful jika audiens tidak bisa memahaminya. Apalagi jika materi yang kita sampaikan sangat padat. Oleh karena itu, berilah jeda dengan diam sejenak setelah menjelaskan sebuah poin penting. Hal ini akan memberikan waktu bagi audiens untuk berpikir dan mencerna apa yang telah kita sampaikan.

5. Memberikan Waktu untuk Tertawa

Poin ini hampir sama dengan poin sebelumnya. Intinya, kita perlu memberikan jeda setelah menyampaikan lelucon, sebab audiens buth waktu untuk memahami, mencerna, kemudian tertawa. Cara ini telah dilakukan oleh para komedian sukses. Mereka menuggu audiens untuk selesai tertawa sebelum melanjukan. Pastikan kita memberikan audiens waktu yang cukup untuk tertawa, sebab jika tidak, kita justru akan membunuh tawa mereka dan membuat lelucon kita sia-sia.

 

Keadaan sunyi ketika presentasi memang akan terkesan canggung dan tegang, terutama bagi presenter yang kurang berpengalaman. Meskipun demikian, memberikan jeda dengan berhenti sejenak dapat mengantarkan kita pada presentasi yang sukses, menarik dan diingat oleh audiens.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

5 Tips Mengatasi Ketakutan pada Public Speaking dari Andy Molinsky

Jasa PresentasiPublic Speaking atau presentasi merupakan kegiatan tersulit yang harus dilakukan bagi sebagian orang. Mereka menganggap presentasi merupakan hal yang menakutkan karena kita harus berhadapan dengan banyak orang untuk menyampaikan suatu ide atau pesan. Beberapa dari kita takut ketika membayangkan bahwa kita akan meninggalkan kesan yang buruk dan kurang menginspirasi untuk audiens presentasi kita. Padahal hal tersebut belum tentu terjadi. Oleh karena itu, kita perlu mengatasinya agar ketakutan-ketakutan tersebut tidak menjadi nyata dan presentasi yang kita sampaikan dapat berkesan dan diingat oleh audiens atau paling tidak kita dapat menyampaikan presentasi dengan lancar dan mudah dipahami oleh audiens.

1. Posisikan Diri Kita sebagai Audiens

Bagi kita yang mudah merasa gugup saat akan melakukan presentasi, memposisikan diri sebagai audiens memang bukan hal yang mudah, namun merupakan hal yang penting untuk dilakukan, karena hal ini akan mempengaruhi penyampaian dan dapat membantu kita untuk terhubung dengan audiens. Oleh karena itu, sebelum melakukan presentasi, pastikan kita sudah mengetahui siapa yang akan menjadi audiens presentasi kita, apa yang kira-kira mereka ingin ketahui dari topik yang akan kita sampaikan. Kemudian, carilah cara untuk menyampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh audiens.

2. Dapatkan Feedback Jujur dan Pastikan Kita Mau Menerimanya

Public speaking merupakan salah satu skill yang perlu dilatih agar terus meningkat. Kita bisa melakukan latihan sendiri dengan bercermin, atau akan lebih baik jika kita berlatih di hadapan audiens kecil yang berisi orang-orang yang kita percaya untuk memberikan feedback. Mintalah feedback untuk materi yang kita sampaikan dan juga untuk kita sebagai pembicara. Dengan begitu, kita akan lebih terbiasa untuk menyapaikan ide atau informasi kepada orang lain, sekaligus mengetahui apa yang masih kurang dan perlu diperbaiki sehingga nantinya kita akan lebih percaya diri untuk melakukan presentasi di hadapan lebih banyak audiens.

3. Fokus pada Mengapa Kontenmu Berarti dan Jadikan Hal Tersebut sebagai Sumber Rasa Percaya Diri Kita

Salah satu alasan mengapa orang takut pada public speaking adalah tentang kekhawatiran kita akan kesan yang akan ditinggalkan untuk audiens dan rasa rendah diri akan materi yang akan disampaikan. Untuk itu, kita harus mengubah fokus kita bahwa materi yang akan kita sampaikan adalah penting dan akan sangat berarti dan bermanfaat bagi audiens. Pastikan juga bahwa kita menyukai materi yang akan kita sampiakan tersebut. Jika hal ini berhasil dilakukan, kita pasti akan merasa lebih nyaman dan percaya diri ketika melakukan presentasi, dan tentu saja kita akan lebih mungkin untuk memberikan kesan yang baik bagi audiens.

4. Usahakan untuk Tidak Membawa Catatan saat Presentasi

Berbicara dengan memegangn catatan memang lebih nyaman, karena akan mempermudah penyampaian presentasi kita. Meskipun demikian, hal ini akan menciptakan penghalang antara kira sebagai presenter dengan audiens, yang mana akan membuat kita lebih sulit terhubung dengan mereka. Selain itu, presentasi kita juga akan lebih membosankan karena kurang interaktif, sebab adanya catatan akan membatasi penggunaan kata dan gerak tubuh kita. Oleh karena itu, tinggalkan semua catatan yang kita buat saat sedang melakukan presentasi, sebagai gantinya, buatlah slide presentasi yang memudahkan kita untuk menyampaikan presentasi tanpa memerlukan catatan.

5. Identifikasi Apa yang Paling Membuat Kita Khawatir dan Carilah Solusinya

Ketakutan yang dialami orang lain pada public speaking tidak semuanya sama. Ada yang takut karena harus berbicara di sebuah ruangan yang berisi orang-orang asing yang belum mereka kenal sama sekali. Ada yang takut akan lupa ketika sedang melakukan presentasi. Ada yang takut melakukan kesalahan ketika sedang presentasi, dan lain-lain.

Ketakutan-ketakutan ini perlu kita identifikasi dan dicari solusinya jauh sebelum kita naik ke atas panggung untuk melakukan presentasi. Misalnya ketika kita takut saat harus menghadapi banyak orang asing, lakukanlah latihan secara terus menerus di hadapan orang yang sudah kita kenal dan mintalah tanggapan dari mereka. Jika kita takut lupa, buatlah slide presentasi yang akan membantu kita menyampaikan presentasi dengan flow yang tepat. Intinya adalah kita memiliki kekuatan lebih dari yang kita pikirkan untuk mencari atau membuat solusi atas kekhawatiran-kekhawatiran sebelum presentasi.

 

Tidak dapat dipungkiri bahwa presetasi merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi banyak orang. Namun, kita perlu menyadari tantangan-tantangan tersebut dan mencari solusinya sehingga kita bisa menjadi presenter yang baik, menarik dan penyampaian yang kita sampaikan bisa dengan mudah diterima oleh audiens. Cobalah untuk menerapkan 5 tips di atas ketika kita merasakan takut saat akan presentasi dan rasakan dampak positifnya

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Terapkan 5 Cara Ini untuk Mengontrol Kecepatan Berbicara ketika Presentasi

Jasa Presentasi – Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan beberapa alasan yang menyebabkan kita berbicara dengan cepat. Berdasarkan alasan-alasan tersebut, mereka yang berbicara dengan cepat mungkin memiliki komunikasi yang kurang efektif, sebab berbicara dengan cepat dapat menyebabkan beberapa akibat seperti artikulasi yang kurang jelas, semakin sering mengucapkan filler words, lawan bicara kurang memahami apa yang sedang dijelaskan, pesan tidak tersampaikan, dan pembicaraan mungkin akan dianggap memiliki kredibilitas rendah. Agar hal ini tidak terjadi ketika kita sedang presentasi, terapkanlah 4 cara ini untuk memperlambat cara bicara dan berbicara dengan lebih tersusun.

1. Monitor Kecepatan Bicaramu Sendiri

Kita mungkin akan secara tidak sadar untuk berbicara dengan cepat ketika sedang melakukan presentasi. Jika hal ini terjadi, segeralah untuk memberi jeda dengan berhenti sejenak kemudian mulai kembali dengan ritme yang lebih lambat. Katakan kepada diri sendiri atau bahkan kepada audiens bahwa kita memiliki kebiasaan untuk berbicara dengan cepat dan katakan juga bahwa kita akan memperlambatnya.

2. Minta Pengingat

Jika tahu dan sadar bahwa kita memiliki kebiasaan untuk berbicara dengan cepat, beritahukan hal ini kepada orang-orang di sekitar kita ketika akan melakukan presentasi dan mintalah mereka untuk memberitahu ketika kita berbicara dengan cepat.

3. Gunakan Botol Air sebagai Properti

Sebuah trik sederhana untuk membantu mengingatkan saat berbicara dengan cepat adalah dengan menempatkan botol air di dekat kita, sehingga kita bisa meminumnya di tengah-tengah presentasi. Hal ini akan menciptakan jeda secara natural dan akan memberikan waktu bagi audiens untuk berpikir dan mencerna apa yang telah kita sampaikan.

4. Buat Tanda pada Slide Presentasi

Cara lain untuk mengontrol kecepatan berbicara kita ketika presentasi adalah dengan membuat tanda. Jika kita melakukan presentasi menggunakan slide, berikan tanda yang hanya kita sendiri yang tahu untuk berbicara dengan lebih lambat atau memberikan jeda. Jika kita presentasi tanpa slide, kita bisa memberikan pengingat dengan materi yang sedang kita bahas, misalnya ketika selesai membahas poin tertentu, berhentilah sejenak. Rencanakan hal ini ketika kita masih menyusun materi yang akan dibawakan dalam presentasi.

5. Berlatih

Cara terakhir dan perlu dilakukan secara terus menerus adalah dengan berlatih. Selain melatih beberapa cara di atas, berlatihlah setiap ada kesempatan, misalnya ketika sedang melakukan percakapan sehari-hari, atau bisa juga membuat waktu khusus untuk melatih kecepatan berbicara kita. Jika perlu, minta juga orang lain untuk memberikan masukan ketika sedang berlatih.

 

Berbicara dengan cepat bisa membuat komunikasi menjadi kurang efektif, terutama ketika presentasi. Presentasi dilakukan dengan tujuan menjelaskan dan memberikan pemahaman kepada audiens tentang suatu topik. Oleh karena itu akan lebih baik jika dilakukan dengan tidak tergesa-gesa karena tidak semua orang dapat memahami informasi yang diberikan dengan cepat. Jika kamu adalah orang berbicara dengan cepat, terapkanlah beberapa cara di atas untuk mengontrol kecepatan berbicara terutama ketika presentasi.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

4 Hal ini Adalah Alasan Mengapa Kita Berbicara dengan Cepat

Jasa Presentasi – Saat ini kita hidup di lingkungan yang bergerak cepat, hectic, dan terkadang membuat stress. Kondisi ini menuntut kita untuk ikut bergerak dan berpikir cepat, bahkan membuat beberapa orang untuk berbicara dengan cepat juga. Sebenarnya berbicara dengan cepat tidak menjadi masalah, namun pada beberapa kesempatan hal ini sering menghambat komunikasi yang efektif, terutama ketika harus berbicara di depan banyak orang yang belum tentu dapat mengikuti ritme bicara kita dan belum tentu dapat mencerna apa yang kita sampaikan. Oleh karena itu, hal ini perlu dihindari atau diatasi.

Sebelum itu, ketahui beberapa alasan mengapa beberapa orang berbicara dengan cepat seperti yang dipaparkan di bawah ini.

1. Pikiran yang Bergerak dengan Cepat

Beberapa orang memiliki pikiran yang bekerja dengan cepat, sehingga mereka juga berbicara dengan cepat untuk mengikuti pikiran mereka. Terutama bagi orang-orang ekstrovert yang cenderung “berpikir sambil berbicara” dibandingkan “berpikir sebelum berbicara.”

2. Rasa Canggung dan Khawatir

Beberapa lainnya berbicara dengan cepat karena rasa canggung dan khawatir. Mereka merasa perlu berbicara dengan cepat agar komunikasi yang mereka lakukan segera selesai, padahal hal ini akan berakibat pada kejelasan dan diksi yang mereka gunakan. Pada beberapa kasus, berbicara dengan cepat malah akan membuat kita seperti bergumam dan membuat komunikasi menjadi kurang efektif karena apa yang kita sampaikan belum tentu dapat dipahami oleh lawan komunikasi.

3. Berbicara dengan Cepat karena Bawaan

Selain faktor dari dalam diri sendiri, kondisi eksternal juga bisa menjadi penyebab kita berbicara dengan cepat. Misalnya, seorang anak yang memiliki saudara yang nakal, cerewet dan berisik memiliki kemungkinan besar untuk berbicara dengan lebih cepat karena mereka memiliki sedikit waktu dan kesempatan untuk berbicara dan mendapatkan perhatian.

4. Mengikuti Bahasa Asal

Berbicara dengan cepat juga dapat disebabkan oleh gaya berbicara yang dimiliki oleh suatu daerah atau suku atau ras tertentu. Jika kita berasal dari daerah yang kebanyakan masyarakatnya berbicara dengan cepat, maka kita memiliki kemungkinan lebih besar untuk berbicara dengan cepat juga meskipun bahasa yang kita gunakan bukan bahasa daerah tersebut.

 

Berbicara memiliki seninya sendiri. Mungkin bagi beberapa orang, berbicara dengan cepat bukan merupakan sebuah masalah, namun berbicara dengan cepat dapat membuat efektifitas dalam komunikasi turun, karena beberapa orang belum tentu dapat mencerna perkataan seseorang dengan cepat pula. Oleh karena itu hal ini perlu di atasi. Beberapa tips untuk mengatasi hal ini akan dijelaskan pada artikel selanjutnya.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

Pertimbangkan 5 Hal ini Sebelum Memilih Visual Data yang akan Kamu Gunakan

Jasa Presentasi – Pada artikel sebelumnya, kita sudah mengetahui beberapa format yang bisa digunakan untuk menyajikan data. Beberapa format tersebut mungkin akan sangat cocok digunakan untuk jenis data tertentu dibandingkan format lainnya. Beberapa justru akan membuat audiens semakin kebingungan jika digunakan untuk beberapa data tertentu. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut sebelum memilih visual data yang akan digunakan.

1. Tujuan

Tujuan merupakan hal pertama yang harus kita tentukan sebelum melangkah, membuat sesuatu, atau menjalankan sebuah ide. Tentukan tujuan yang ingin kita capai dengan data tersebut. Apakah kita ingin meningkatkan kesadaran merek? Ingin membuktikan keahlian kita? Atau ingin terhubung dengan follower? Beberapa format dapat membantu kita untuk lebih mudah mencapai tujuan-tujuan tersebut dibandingkan lainnya.

2. Cerita

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah cerita yang ingin kita sampaikan. Misalnya, ketika kita sedang membahas topik mengenaik bahaya merokok yang bisa merengguh nyawa, maka kita bisa menggunakan format desain informasi dengan menyajikan gambar orang yang terbakar seperti rokok. Pastikan format data yang kita gunakan bisa menjadi perantara penyampai pesan yang ingin kita sampaikan dalam presentasi.

3. Volume Data

Hal selanjutnya yang perlu kita perhatikan sebelum memilih format data adalah volume data yang ingin kita sajikan. Data-data yang rinci dan mendalam lebih cocok jika disajikan dengan format data infografik. Sedangkan data yang sederhana, bisa disajikan dengan format data desain informasi. Pastikan data yang akan kita gunakan tidak terlalu berlebihan juga tidak terlalu sedikit sehingga kurang mendukung informasi atau pendapat kita.

4. Audiens

Audiens menjadi hal berikutnya yang perlu dipertimbangkan dalam memilih format penyajian data. Pastikan kita mengetahui siapa audiens kita, atau siapa audiens yang menjadi target cerita kita. Ketahui juga latar belakang pendidikan mereka dan format penyajian data apa yang paling familiar bagi mereka. Jika target audiens kita adalah orang-orang yang sudah berumur, maka data interaktif yang mewah mungkin tidak cocok untuk disajikan.

5. Distribusi

Platform yang akan digunakan menjadi tempat pendistribusian data juga perlu menjadi pertimbangan sebelum memilih format data yang akan digunakan. Misalnya jika kita ingin menarik audiens di sosial media, maka format infografik dengan ukuran panjang kurang sesuai jika kita gunakan. Akan lebih menarik jika kita menggunakan format desain informasi atau motion graphic. Jika kita ingin menyajikan data dalam presentasi, kita bisa menggunakan format data chart/grafik.

 

Memilih format yang kurang sesuai bisa membuat audiens bingung dengan data yang kita sajikan. Oleh karena itu, pastikan kita sudah mempertimbangkan 5 hal di atas sebelum memilih format data yang akan digunakan.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

3 Strategi Komunikasi yang Membuat Surat Tahunan Bill dan Melinda Gates di Tahun 2021 Sangat Menarik

Jasa Presentasi – Setiap tahun, Gates Foundation mengeluarkan surat tahunan dari Bill dan Melinda Gates. Surat-surat ini sangat menarik untuk dibaca karena Bill dan Melinda menggunakan berbagai teknik menulis yang menarik dan dapat menyampaikan data yang kompleks menjadi informasi mudah dipahami. Mereka berhasil membangun engagement pada tulisan-tulisan tersebut meskipun informasi yang sedang dibahas adalah sains yang tidak semua orang pahami.

Carmine Gallo, seorang penasihat komunikasi dan penulis, meringkas tiga strategi komunikasi yang digunakan Bill dan Melinda Gates pada surat tahunannya. Tiga strategi ini juga bisa kita contoh untuk menyampaikan presentasi yang menarik.

1. Menggunakan Bahasa yang Simple

Banyak orang yang mencoba untuk memberikan kesan pada orang lain tentang kepandaian dan pengetahuan mereka dengan menggunakan banyak kata dan jargon yang sulit untuk dipahami oleh beberapa orang yang awam akan bidang tersebut. Namun, komunikator yang efektif seperti Bill dan Melinda melakukan kebalikannya. Semakin kompleks topik yang mereka bahas, semakin sederhana kata yang mereka gunakan. Selain itu, mereka juga sering menjelaskan dengan kalimat-kalimat sederhana dan pendek yang mudah dipahami. Hal ini karena kalimat yang pendek dan sederhana lebih mudah untuk diingat. Short, but they speak volumes.

2. Gunakan Perumpamaan yang Familiar

Bill dan Melinda juga beberapa kali menggunakan perumpamaan yang membuat topik yang sedang mereka bahas menjadi lebih mudah dipahami. Misalnya, Bill mengumpamakan garda terdepan penanganan covid sebagai pemadam kebakaran yang harus terlatih secara profesional dan harus selalu siap siaga untuk menangani krisis yang mungkin terjadi pada saat itu juga. Penggunaan perumpamaan ini sangat efektif, karena otak kita lebih mudah dan cepat dalam memproses informasi yang disertai perumpamaan. Oleh karena itu, pilihlah analogi yang bisa membuat informasi yang kompleks menjadi penjelasan yang konkrit dan mudah dicerna oleh otak.

3. Bagikan Cerita untuk Mendukung Data

Melinda Gates percaya pada kekuatan storytelling, karena menurutnya, cerita bisa membuka hati pada tempat baru, yang mana akan membuka pikiran yang terkadang membawa kita untuk melakukan aksi. Melinda sering menggunakan cerita dari orang-orang di sekitarnya untuk mendukung pendapat dan datanya.

Data memang memberikan informasi, namun cerita akan menyentuh hati.

Tiga strategi komunikasi yang terdapat dalam surat tahunan Bill dan Melinda Gates bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk menyampaikan presentasi yang menarik, mudah dipahami, dan diingat oleh audiens, sebab presentasi bukanlah tentang kita sebagai presenter, tetapi tentang audiens dan bagaimana mereka menerima presentasi kita.

 

Source: https://www.forbes.com/sites/carminegallo/2021/01/27/3-communication-strategies-that-make-the-bill-and-melinda-gates-2021-letter-so-compelling/?sh=43533c874436

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

4 Format yang Bisa Kita Gunakan untuk Menyajikan Data

Jasa Presentasi – Data merupakan materi presentasi yang mendukung informasi yang disampaikan oleh pembicara menjadi lebih valid, sehingga dapat memperkuat pesan yang ingin kita sampaikan. Meskipun demikian, penyajian data bisa jadi hal yang membosankan dan malah membingungkan bagi audiens jika disajikan dengan sembarang. Oleh karena itu, penyajian data harus dilakukan dengan menarik, salah satunya dengan mengubah data menjadi visual yang menarik dan mudah dipahami. Berikut beberapa format visual data yang bisa digunakan untuk menyajikan data ketika presentasi.

1. Grafik dan Chart

Salah satu format yang paling sering digunakan untuk menyajikan data adalah grafik dan chart. Terdapat banyak sekali jenis grafik dan chart yang bisa kita gunakan untuk mengubah data yang kompleks menjadi lebih sederhana dan menarik. Meskipun demikian, pastikan untuk menggunakan jenis grafik dan chart sesuai dengan jenis data yang akan kita sajikan, sebab menggunakan jenis grafik atau chart yang kurang tepat dapat membuat audiens semakin bingung.

2. Desain Informasi

Desain informasi merupakan format penyajian data yang bisa digantikan dengan visual tanpa menunjukkan data atau angka sama sekali. Misalnya jika terdapat data yang menunjukkan bahwa 40% dari 10 wanita merupakan pekerja kantoran, maka kita bisa menggantinya dengan 10 icon wanita kemudian memberikan warna yang berbeda untuk 4 icon pertama.

3. Infografik

Infografik merupakan sekumpulan data yang disajikan dengan visual. Berbeda dengan desain informasi, infografik bisa berisi angka, grafik, chart, icon, maupun gambar. Infografik berfungsi untuk menyajikan data dalam bentuk cerita yang menarik dengan visual.

4. Motion Graphic

Motion Graphic merupakan grafik yang diberi animasi gerak sehingga menambah ketertarikan data. Motion graphic juga bisa kita gunakan untuk menambah penekanan pada data. Kita bisa mengkombinasikan salah satu format data di atas dengan menambahkan motion atau gerakan pada data yang kita sajikan.

Sebelum memilih format yang ingin kita gunakan untuk menyajikan data, pastikan kita sudah mengetahui tujuan yang ingin dicapai, alur cerita yang ingin disampaikan, jumlah data yang akan disertakan, dan siapa yang akan menjadi audiens presentasi kita.

Sumber: https://visage.co/pick-best-data-visualization-format-story/

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

 

5 Quotes yang Mengajarkan Kita Cara Menarik Perhatian Audiens dalam Presentasi

Jasa Presentasi – Kebanyakan presenter menganggap presentasi adalah tentang dirinya. Hal ini tidak sepenuhnya salah, namun ada hal lain yang lebih penting yang perlu presenter ketahui yaitu bahwa presentasi sebenarnya juga tentang audiens, atau bisa dibilang, fokus utama presenter saat presentasi seharusnya adalah audiens. Tentang mengapa para audiens harus peduli dengan apa yang presenter sampaikan, tentang bagaimana presenter bisa menarik perhatian audiens. Berkaitan dengan hal tersebut, berikut disajikan beberapa quote yang akan mengajarkan kita cara menarik perhatian audiens.

1. Memancing Pertanyaan dari Audiens

“To make our communications more effective, we need to shift our thinking from “What information do I need to convey?” to “What questions do I want my audience to ask?”

– Chip Heath, Stanford Graduate School of Business Professor

Sesi tanya jawab merupakan hal yang menegangkan bagi beberapa presenter, sebab pada saat itu, kredibilitas mereka sebagai sumber informasi seperti sedang diuji. Agar lebih siap, presenter perlu melakukan antisipasi, salah satu caranya adalah dengan memancing audiens dengan memberikan pertanyaan langsung, misalnya “Setelah mendengar penjelasan ini, pertanyaan apa yang muncul di kepala Anda?”

2. Tarik Perhatian Audiens dengan Bercerita

“Storytelling is fine as long as you can encourage people to act on the stories.”

– Karen Armstrong, Religious Thinker

Bercerita merupakan hal yang biasa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, dan ini merupakan cara yang kita lakukan secara natural untuk terhubung dengan orang lain. Fakta ini bisa kita manfaatkan untuk menarik perhatian audiens dalam presentasi. Gunakan cerita yang melibatkan emosi, motivasi dan psikologi audiens, sehingga mereka akan tertarik dengan penjelasan yang sedang kita sampaikan.

3. Sampaikan Cerita dengan Sederhana dan Libatkan Imajinasi Audiens

My experience of great storytelling, working with classics, is just finding a way to present it simply but let the story do its own work, or be an invite to the audience’s imagination.”

– Kenneth Branagh, actor

Sama seperti poin sebelumnya, bercerita menjadi cara yang efektif untuk menyampaikan sebuah ide. Temukan cara penyampaian cerita yang sederhana dan menarik, kemudian biarkan audiens masuk ke dalam cerita dan memvisualisasikannya dalam benak mereka.

4. Ketahui Karakteristik Audiens dan Libatkan Emosi Mereka

“I’ve learned that people will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel.”

– Maya Angelou, American poet, memoirist, and civil rights activist

Presentasi yang berhasil tidak hanya dilihat ketika audiens tertarik dengan apa yang kita sampaikan saat presentasi berlangsung, tetapi juga ketika audiens tetap mengingat apa yang kita sampaikan dalam presentasi bahkan setelah presentasi berakhir dan untuk beberapa waktu ke depan. Oleh karena itu, sampaikanlah presentasi yang berkesan, namun sebelum itu, kita perlu tahu karakteristik audiens secara umum, kemudian sampaikan presentasi dengan cara yang sesuai dengan karakteristik mereka.

5. Fokuskan Presentasi pada Audiens

“Speech belongs half to the speaker, half to the listener.”

– Michel de Montaigne, Philosopher

Meskipun pembicara merupakan spotlight dalam presentasi, namun audiens-lah yang seharusnya menjadi fokus utama. Oleh karena itu, sampaikanlah cerita yang bisa menarik perhatian audiens. Ketahui apa yang mereka inginkan dari presentasi kita, kemudian libatkan mereka dalam presentasi, misalnya dengan memberikan pertanyaan singkat dan meminta pendapat mereka tentang pertanyaan tersebut.

Fokuslah pada audiens ketika melakukan presentasi, karena presentasi yang berhasil adalah presentasi yang menarik, berkesan, dan diingat oleh audiens bahkan setelah presentasi berakhir. Pelajarilah 5 quotes di atas dan terapkan beberapa trik-nya ketika melakukan presentasi.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

 

Gunakan 3 Metode Ini untuk Mempermudah Penjelasanmu saat Presentasi

Jasa Presentasi – Menjelaskan materi kepada audiens yang awam dengan materi yang kita sajikan memang bukan hal mudah. Jika tidak dilakukan dengan benar, audiens tentu tidak akan paham atau malah menjadi salah paham mengenai hal tersebut. Oleh karena itu, pembicara perlu mencari cara agar penjelasannya mudah dipahami. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan perbandingan. Berikut tiga alat pembanding yang bisa digunakan saat mempresentasikan materi yang kompleks dan awam bagi audiens.

1. Analogi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Analogi adalah persamaan atau persesuaian antara dua hal yang berlainan. Penerapannya untuk menjelaskan hal yang kompleks adalah dengan memasangkannya dengan hal lain, kemudian gambarkan persamaannya. Selanjutnya, biarkan audiens untuk membuat koneksi antara dua hal tersebut. Contohnya, kita bisa menyamakan atau mengibaratkan arus informasi dengan hujan deras yang turun ke bumi.

2. Metafora

Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, metafora adalah pemakaian kata atau kelompok kata pada sebuah objek atau kegiatan yang bukan merupakan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai sebuah pelukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan. Contohnya, buku adalah kunci imajinasi. Akan lebih mudah dipahami lagi jika penjelasan kita disertai visual yang menarik.

3. Simile

Simile merupakan majas yang membandingkan dua hal yang berbeda namun dianggap memiliki segi yang serupa. Bagaimana melakukannya? Kita hanya perlu membandingkan hal yang akan kita jelaskan dengan hal lain yang sudah familiar. Contohnya, jika seorang pelukis menggambar di atas kanvas, maka musisi melukis musik di atas kesunyian, atau bisa juga seperti ini, “virus yang sudah menjadi pandemik itu mulai mempengaruhi berbagai sektor di dunia seperti domino yang jatuh dan menimpa satu sama lain”.

Membandingkan dua hal yang kurang familiar dengan hal yang familiar merupakan cara yang efektif untuk menjelaskan hal kompleks atau rumit menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami. Oleh karena itu, praktekkan cara-cara tersebut untuk menjelaskan hal yang rumit sehingga audiens lebih mudah memahaminya.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com

8 Kesalahan Pengaturan Teks yang Sering Dilakukan oleh Pemula Part 2

Jasa Presentasi – Mengatur teks dalam presentasi mungkin terlihat sepele, namun jika dilakukan dengan tepat, hal ini akan membantu membuat presentasi kita menjadi lebih menarik. Begitu juga sebaliknya, jika dilakukan dengan asal, pengaturan teks yang kurang tepat justru akan merusak tampilan presentasi kita. Oleh karena itu, hindarilah beberapa kesalahan mengatur teks berikut sehingga presentasimu akan lebih menarik.

1. Teks Paragraf yang Terlalu Lebar atau Terlalu Sempit

Kesalahan dalam mengatur panjang huruf dan kata dalam paragraf dapat mempengaruhi visual dan cara audiens membaca teks yang kita sajikan. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkannya dengan baik. Paragraf yang optimal memiliki panjang 50-75 huruf per baris.

2. Mengatur Teks menjadi Rata Kanan-Kiri (Justify)

Mengatur teks menjadi rata kanan-kiri (justify) memang terkesan rapi, namun hal ini kurang efektif ketika diterapkan dalam visual presentasi. Pengaturan teks untuk slide presentasi sebaiknya dibuat rata kiri, karena hal ini dapat meningkatkan kemudahan bagi audiens dalam membacanya. Membuat teks menjadi rata kiri akan memudahkan mata kita untuk berpindah dari baris pertama ke baris kedua, dan seterusnya.

3. Ukuran Font Terlalu Kecil

Memilih ukuran font yang tepat merupakan hal krusial ketika mendesain presentasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa teks dapat dibaca bahkan oleh audiens yang duduk di bangku belakang sekalipun. Meskipun demikian, ada beberapa orang yang mengatur ukuran teks terlalu kecil dengan alasan aestetik dan hal ini justru menjadi distraksi bagi audiens yang mencoba untuk membaca teks berukuran kecil yang kita tampilkan. Agar hal ini tidak terjadi, aturlah ukuran teks presentasi minimal 12 pt.

4. Teks Panjang yang Dibuat Rata Tengah

Hampir sama dengan rata kanan-kiri (justify), mengatur teks panjang menjadi rata tengah merupakan langkah yang kurang tepat. Pengaturan yang paling tepat untuk teks panjang adalah rata kiri karena akan lebih mudah dibaca oleh mata.

 

Tips tambahan dari Jasa Presentasi

1. Hindari Menggunakan Terlalu Banyak Jenis Font

Mengkombinasikan font memang merupakan salah satu cara untuk membuat tampilan presentasi menjadi lebih menarik. Meskipun demikian, jika menggunakan terlalu banyak font, presentasi kita justru akan terlihat kurang profesional dan kurang menarik. Oleh karena itu, gunakan maksimal 3 jenis font dalam satu presentasi, atau kita bisa menggunakan satu family font, kemudian mengkombinasikan beberapa anggota family font tersebut sesuai dengan hirarki teks yang ingin kita tampilkan.

2. Tambahkan Highlight pada Kalimat yang Panjang

Jika kamu harus menampilkan banyak teks dalam sebuah slide, berilah highlight pada beberapa kata penting dengan memberikan ketebalan huruf yang berbeda atau bisa juga dengan memberikan format italic.

Mengatur teks dengan baik dan benar bisa membantu tampilan presentasimu menjadi lebih menarik. Selain itu, hal ini juga akan membantu audiens untuk lebih mudah mencerna dan memahami isi slide presentasi.

 


Jasa Presentasi adalah Perusahaan yang menyediakan Jasa Desain Presentasi & Infografis Cepat, Murah, dan Profesional. Hubungi kami di 081387760005 atau email ke hallo.jasapresentasi@gmail.com